cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Vocabulary and Lexicogrammatical as Reading Main Problem at Tarbiyah’s Class in STAIN Manado Nur Halimah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.742 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i1.560

Abstract

Tulisan ini menelusuri masalah sejumlah mahasiswa Tarbiyah STAIN Manado dalam membaca buku teks, terutama pada tataran kalimat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masalah utama mahasiswa Tarbiyah adalah keterbatasan penguasaan kosa kata. Kendala ini mengakibatkan membaca menjadi sangat sulit dan hasilnya pun tidak tepat. Mereka tampak belum terampil dan jarang memakai kamus. Masalah utama kedua adalah bahwa mereka hanya memiliki pengetahuan tentang unit-unit leksikogramatikal yang terbatas. Peranti penting yakni kata-kata gramatikal sering diabaikan sehingga sulit untuk memahami pola-pola urutan kata dalam suatu rangkaian kalimat.Kata Kunci: kata-kata gramatikal, leksikogramatikal, pola urutan kata.
Kebijakan Mutu Peningkatan Dosen Kusnan Kusnan
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.726 KB) | DOI: 10.30984/jii.v11i2.585

Abstract

Dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk dapat melaksanakanan tugas tersebut, seorang dosen harus memiliki sejumlah kompetensi, yaitu kompetensi pendidikan, profesional, kepribadian dan sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas dosen antara lain: memprioritaskan peningkatan kualitas dosen dengan melalui pendidikan, workshop, kursus dan pelatihan;  menggalakkan karya tulis dosen;  memacu kreativitas dan produktivitas dosen berdasarkan kode etik profesi dosen;  kelanjutan studi strata 2 dan strata 3 secara regular;  ada keseimbangan hak dan kewajiban dosen termasuk tingkat kesejahteraan dosen harus diperhatikan. Dengan demikian diharapkan dapat terwujud sosok dosen yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan.Kata Kunci: dosen, produktivitas, pendidikan 
Implementasi Kurikulum 2013 Revisi Sebagai Solusi Alternatif Pendidikan Di Indonesia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Gina Nurvina Darise
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.485 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.967

Abstract

AbstrakDisrupsi teknologi, khususnya teknologi informasi telah mewarnai revolusi industri 4.0 sehingga mendorong perubahan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Hal ini merupakan salah satu pemicu perlunya dilakukan revisi terhadap kurikulum 2013 sebagai antisipasi perkembangan dan kebutuhan abad 21. Kurikulum 2013 Revisi merupakan wujud penyempurnaan kurikulum yang berbasis karakter sekaligus berbasis kompetensi. Dalam implementasinya,kurikulum 2013 Revisi menuntut guru untuk mengembangkan pembelajaran dengan mengintegrasikan empat hal penting, yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, Keterampilan Abad ke-21 (4C) dan Higher Order Thingking Skill (HOTS).Kata kunci: Revolusi Industri 4.0; Kurikulum 2013 AbstractDisruption of technology, especially information technology has colored the industrial revolution 4.0 so that it encourages changes in the needs and development of society in the field of life, including education. This is one of the triggers for the revision of the 2013 curriculum in anticipation of 21st century development and needs. 2013 Curriculum Revision is a form of perfecting a character-based and competency-based curriculum. In its implementation, the 2013 Revised curriculum requires teachers to develop learning by integrating four important things, namely Strengthening Character Education (SCE), Literacy, 21st Century Skills (4C) and Higher Order Thingking Skills (HOTS).Keywords: The industrial revolution 4.0; 2013 Curriculum
Manajemen Sarana dan Prasarana di Lembaga Pendidikan Islam TD. Abeng Ellong
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.98 KB) | DOI: 10.30984/jii.v11i1.574

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang manajemen sarana dan prasarana di lembaga pendidikan Islam. Wacana ini penting diuraikan sebab sistem pendidikan merupakan komponen yang saling terkait seperti kurikulum, materi, metode, pendidik, peserta didik, sarana, alat, pendekatan dan sebagainya. Selama ini pemahaman konsep integrasi dan interkoneksi antar sub sistem di atas masih kurang sehingga proses pembelajaran menjadi tidak maksimal. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan analisis-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif. Tujuan pengelolaan sarana dan prasarana sekolah ini untuk memberikan layanan secara profesional agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan islam meliputi (1) Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan Islam (2) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Islam (3) Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan Islam (4) Pengawasan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan Islam (5) Pengahapusan sarana dan prasarana sekolah. Kesimpulan dari kajian ini adalah  manajemen sarana dan prasarana di lembaga pendidikan Islam harus berorientasi kepada prinsip tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.Kata Kunci :  Sarana dan Prasarana, Lembaga pendidikan Islam
Pendidikan Islam Dengan Nilai-Nilai Dan Budaya Ishak Talibo
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.978 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.936

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan factor penting dan menentukan dalam kehidupan suatu bangsa yang berbudaya. Kemajuan suatu bangsa  sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang diperolehnya. Sistem pendidikan Nasional dilaksanakan untuk meningkatkan kehidupan yang bermutu baik dalan arti moral spiritual  maupun mutu dalam arti intelektual professional. Pendidikan Islam merupakan bagian integral  dalam sistem pendidikan nasional memiliki konstribusi yang besar dalam penenam nilai-nilai dan budaya serta perilaku keberagamaan pada setiap diri seseorang. Penanaman nilai-nilai dan budaya pada seseorang atau sekolompok orang melalui pendidian Islam akan terbentuklah  sikap dan prilaku yang rujukan dan keyakinan dalam menentukan suatu pilihan bagi seseorang, yang tercermin dalam pola pikir, tingkah laku, dan serta sikap. Seperti kejujuran, keadilan, kebenaran dijadikan sebagai pegangan dalam hidupnya.Kata kunci :     Pendidikan Islam, Nilai, Budaya AbstractEducation is an important and decisive factor in the life of a civilized nation. The progress of a nation is very dependent on the level of education it receives. National education system is implemented to improve the quality of life both in terms of moral, spiritual and quality in the sense of professional intellectual. Islamic education is an integral part of the national education system which has a large contribution in the sixth of the values and culture and religious behavior in each person. The inculcation of values and culture in a person or group of people through the Islamic pendidian will form attitudes and behaviors that refer to and belief in determining a choice for someone, which is reflected in the mindset, behavior, and attitude. Like honesty, justice, truth is used as a guide in his life.Keywords :     Islamic Education, Values, Culture
Pendidikan Keagamaan Di Era Global Rusman Langke
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.613 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.968

Abstract

AbstrakGlobalisasi memiliki pengaruh terhadap kehidupan kita memiliki dua sisi yaitu pengaruh positif maupun negatif. Untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda dari berbagai pengaruh negatif globalisasi, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan mengembangkan pendidikan keagamaan yang berwawasan global. Premis untuk memulai pendidikan keagamaan yang berwawasan gobal adalah bahwa globalisasi adalah sunatullah dan informasi atau pengetahuan tentang belahan dunia yang lain akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri kita akan kebesaran Sang Pencipta.Pendidikan sebagai upaya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, program-programnya diharapkan senantiasa berorientasi melahirkan generasi yang dewasa, berwawasan futuristik sekaligus antisipatif, serta peka dan peduli terhadap problematika yang akan muncul di masa depan. Dengan demikian, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung jawab.Kata kunci :  Pendidikan Keagamaan; Era Global.  AbstractGlobalization has an influence on our lives has two sides, namely positive and negative influences. To fortify society, especially the younger generation from the various negative effects of globalization, one step that can be taken is to develop religious education with a global perspective. The premise to start a globally-oriented religious education is that globalization is sunatullah and information or knowledge about the rest of the world will increase our understanding and self-awareness of the greatness of the Creator.Education as an effort to produce superior human resources, its programs are expected to always be oriented towards giving birth to a generation of adults, futuristic as well as anticipatory, as well as sensitive and concerned about the problems that will arise in the future. Thus, education must be designed in such a way as to enable students to develop their natural and creative potential in an atmosphere of freedom, togetherness and responsibility.Keywords :   Religious Education; The Global Era
PENGEMBANGAN METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB Adri Lundeto
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v2i2.543

Abstract

Pengembangan metode pengajaran bahasa Arab ham;a dapat dilakukan oleh seorang guru yang kreatif dan inovatif yang selalu memperhatikan prinsip-prinsip pengajaran bahasa dan mampu mengumpulkan gagasan/ide untuk diramu dari hal-hal yang biasa menjadi luar biasa.Oleh karena itu, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab dibutuhkan sosok guru kreatif dan inovatif dalam menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran yang efektif. Untuk tujuan itulah tulisan ini mengkaji pengemhangan metode pembelajaran yang efektif digunakan dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran bahasa Arab.Kata Kunci: Metode, pembelajaran bahasa Arab
Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Guru Di Smk Swasta Kota Manado Abdul Latif Samal
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.694 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.917

Abstract

Tujuan dari peneitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang mempengaruh pengawasan utama, iklim kerja sekolah, dan penguasaan materi pelajaran sejarah terhadap kualitas tes buatan guru. Penelitian ini dilakukan di SMK Swasta di Kota Manado yang melibatkan 50 (lima puluh) orang guru sejarah sebagai sampel peneitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengawasan utama memiliki pengaruh positif langsung terhadap kualitas tes buatan guru, 2) iklim kerja sekolah memiliki pengaruh positif langsung terhadap kualitas tes buatan guru, 3) penguasaan materi pelajaran (sejarah) memiliki pengaruh positif langsung terhadap kualitas tes buatan guru, 4) pengawasan utama memiliki pengaruh postif langsung terhadap penguasaan materi pelajaran, dan 5) suasana pekerjaan sekolah memiliki pengaruh positif langsung terhadap penguasaan materi pelajaran (sejarah).Kata Kunci: Supervisi kepala sekolah, Kualitas Kinerja Guru
Analisis Strategi Metakognitif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ryan Nizar Zulfikar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.348 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.937

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan serta memaparkan strategi metakognitif siswa dalam memecahkan masalah matematika. Strategi metakognisi merupakan proses yang berurutan yang digunakan untuk mengontrol aktivitas kognitif dan memastikan bahwa tujuan kognitif telah dicapai. Penggunaan Strategi metakognitif dalam pemecahan masalah matematika akan menuntun siswa untuk memahami dan mengontrol proses berpikirnya, menganalisis, objektif, cermat dan logis dalam memecahkan masalah matematika yang sedang dihadapinya. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP N 16 Kupang, yang terdiri dari 34 siswa dengan menggunakan metode angket, soal tes dan dilengkapi dengan adanya wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat aspek metakognitif yaitu: aspek kesadaran, aspek strategi kognitif, aspek perencanaan dan aspek pengecekkan kembali mendapatkan respon siswa pada rata-rata 2.90, 2.74, 2.95, 2.90 serta diperkuat oleh hasil pengerjaan soal dan wawancara, maka dapat di simpulkan bahwa kemampuan strategi metakognitif siswa dalam memecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP N 16 Kupang dapat dikelompokan ke dalam katagori baik.Kata kunci:      Pemecahan Masalah, Matematika, Strategi metakognitif AbstractThis study aimed to describe and explain the student metacognitive strategies in solving mathematical problems. Metacognitive strategies is a sequential process that is used to control the cognitive activity and ensure that the cognitive objectives have been achieved. The use of metacognitive strategies in solving mathematical problems will lead students to understand and control the process of thinking, analyzing, objective, accurate and logical in solving mathematical problems at hand. The experiment was conducted in class VIII SMP N 1 Kupang, which consists of 34 students by using questionnaires, test questions, and features an interview. Based on the results of the study showed that of the four aspects of metacognitive namely: Aspects of consciousness, aspects of metacognitive strategies, planning aspects and aspects checking back to get the average student response 2.90, 2.74, 2.95, 2.90, and reinforced by the workmanship about and interviews, it can be concluded that metacognitive strategies in a student's ability to solve mathematical problems in SMP N 16 Kupang can be grouped into either category.Keywords:        Math , Problem Solving, Metacognitive Strategies
Kepemimpinan Pendidikan Islam Multikultural Ahmad Khozin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.226 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.971

Abstract

AbstrakBanyaknya konflik maupun ungkapan-ungkapan rasis yang sering terjadi di Indonesia merupakan bukti bahwa dalam lingkaran sosial bangsa Indonesia masih kokoh semangat narsistik-egosentrisnya dan betapa rapuhnya konstruksi kebangsaan berbasis multikulturalisme di Indonesia. Sehingga tidak heran kalau belakangan ini rasa kebersamaan sudah tidak nampak lagi dan nilai-nilai kebudayaan yang dibangun menjadi terberangus.Maka, untuk mengatasi problematika tersebut diperlukan strategi khusus untuk memecahkan persoalan tersebut melalui berbagai bidang; sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Berkaitan dengan hal ini, maka pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, khususnya yang ada pada siswa.Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang tepat dan mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural dalam lembaga pendidikan. Pada gilirannya, out-put yang dihasilkan dari sekolah tidak hanya cakap sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan para pemeluk agama dan kepercayaan lain.Kata kunci:  Multikultural; Kepemimpinan Pendidikan Islam. AbstractThe many conflicts and racist expressions that often occur in Indonesia are evidence that in the social circle of the Indonesian nation there is still a narcissistic-egocentric spirit and how fragile multiculturalism-based national construction in Indonesia is. So it is not surprising that lately a sense of togetherness is no longer visible and cultural values are being blazed.So, to overcome these problems a special strategy is needed to solve these problems through various fields; social, economic, cultural and educational. In this regard, multicultural education offers an alternative through the application of educational strategies and concepts based on the use of diversity in society, especially those of students.Therefore, appropriate leadership is needed and is able to instill the core values of multicultural education in educational institutions. In turn, outputs generated from schools are not only competent in accordance with the discipline they occupy, but are also able to apply religious values in understanding and valuing the existence of followers of other religions and beliefsKeywords:  Multicultural, Islamic Education Leadership.

Page 10 of 28 | Total Record : 274