cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Menganyam Kertas Dan Melipat Kertas Trimurti Utiarahman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.195 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.901

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ialah anak taman kanak-kanak kelompok B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, Sulawesi Utara yang berjumlah 16 orang. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan atau verifikasi data. Sedangkan, data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Melalui pemberian tugas menganyam kertas dan melipat kertas (origami) ini motivasi belajar anak meningkat sehingga sangat mudah dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, metode penugasan menganyam dan melipat kertas (origami) dapat dijadikan bahan dalam menyusun desain pembelajaran khususnya pada anak taman kanak-kanak kelompok B.  Kata Kunci: kemampuan motorik halus, anak, menganyam kertas, melipat kertas AbstractThe aim of this research was to describe the application of the method of giving task with floating and folding paper (origami) which could increase the children’s fine motor skills. This study was conducted by used a class action research design. This research subjects were the children of the kindergarten group B Raudatul Athfal Al-Mujahidin Tomohon, North Sulawesi, which amounts to 16 people. The implementation of the actions was carried out in a repetitive cycle which consisting of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The type of data which used in this study were qualitative and quantitative. Qualitative data were analyzed by using the qualitative techniques through three stages, namely data reduction, data exposure, and inference or data verification. Whereas, quantitative data were analyzed descriptively by using the frequency tables and percentages. The results showed that the method of giving task with floating and folding paper (origami) could increase the children's fine motor skills. Through giving the task of floating and folding paper (origami), the children’s learning motivation increased so it’s very easy to increasing the children's fine motor skills. Therefore, the method of giving task with floating and folding paper (origami) can be used as material in preparing the design of learning, especially in kindergarten children in group B.Keywords: fine motor skills, children, floating paper, folding paper
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado Marlina Maladjim
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.975 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.888

Abstract

AbstrakHasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai aktivitas guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran 3,42 dengan kategori baik pada siklus I dan 3,55 dengan kategori sangat baik pada siklus II. Aktivitas peserta didik secara klasikal 87,24% pada siklus I dan 91,90% pada siklus II. Ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I, 74% dengan DSK 75% dan Siklus II, 85% dengan DSK 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Hasil BelajarAbstractThe results showed the average value of teacher activity in managing learning activities 3.42 with good category in cycles I and 3.55 with very good category in cycle II. Student activity is 87,24% classically in cycle I and 91,90% in cycle II. Completeness learners learners in cycle I, 74% with DSK 75% and Cycle II, 85% with DSK 87%. Thus it can be concluded that the application of cooperative learning model type TGT on science learning can improve the activity and learning outcomes of students class VIII Taksifi 1 MTs. Negeri 1 Manado.Keywords: Cooperative Learning Model TGT type, Learning Outcomes
PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN Agustini Buchari
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.836 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.897

Abstract

AbstrakDalam pengelolaan pembelajaran, guru memegang peran yang sangat penting. Guru merupakan pelaksana proses belajar-mengajar sehingga keberhasilan pengajarannya sangat menentukan keberhasilan pendidikan pada umumnya. Hasil kajian teoretik menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran (learning management) dalam tugas-tugas fungsional guru akan terlaksana secara efektif dan efisien apabila guru mampu melakukan perannya sebagai manajer of instruction dalam menciptakan situasi belajar melalui pemanfaatan fasilitas belajar-mengajar.Kata kunci:  Peran guru, pengelolaan, pembelajaran AbstractIn learning management, teachers play a very important role. The teacher plays an important role as an agent Gin learning process, so that then the successful in teaching was greatly determine the successful of education in general. The results of theoretical research indicated that learning management in teachers’ functional tasks would be very effective and efficient if the teachers are able to perform their role as managers of instruction in creating learning situations through the use of teaching and learning facilities.Keywords:  Teacher's role, management, learning
Analisis Kritis Kebijakan Kurikulum Antara KBK, KTSP, dan K-13 Abdul Muis Vangino Daeng Pawero
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.508 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i1.889

Abstract

AbstrakKurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa disekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh Ijazah tertentu, sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan dalam suatu lembaga pendidikan atau jurusanPerubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia dewasa ini salah satu diantaranya adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri selalu dinamis. Selain itu, perubahan tersebut juga dinilainya dipengaruhi oleh kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh perubahan iklim ekonomi, politik, dan kebudayaan.Kata Kunci; Analisis Kebijakan, KBK, KTSP, K-13.AbstractThe curriculum is a tool that is very important for the success of an education. Without an appropriate and appropriate curriculum it will be difficult to achieve the desired educational goals and objectives. The curriculum is a number of subjects that must be taken or studied by students at school or college to obtain a particular diploma, a number of subjects offered in an educational institution or departmentCurriculum changes that occur in Indonesia today, one of which is because science itself is always dynamic. In addition, the changes are also influenced by human needs that are always changing as well as outside influences, where the curriculum is not entirely independent, but is influenced by changes in the economic, political and cultural climate.Keywords; Policy Analysis, KBK, KTSP, K-13.
Faktor Sosial Profesionalisme Guru Herlina Herlina
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.738 KB) | DOI: 10.30984/jii.v12i2.898

Abstract

AbstrakPengkajian terhadap profesionalisme guru merupakan permasalahan yang kompleks. Profesionalisme guru bukanlah variabel tunggal melainkan terdapat sejumlah faktor sosial yang saling terkait satu sama lain. Artikel ini bertujan menganalisis secara konseptual teoretik faktor gender, pengalaman mengajar, dan tingkat pendidikan dalam kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan profesional guru yang menyangkut tugas mengajar, proses pembelajaran, manajemen kelas, sarana/prasarana pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesi guru di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan profesional yang dihadapi oleh guru-guru di sekolah/madrasah yang menyangkut masalah tugas mengajar, proses pembelajaran, manajemen kelas, fasilitas pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesi berbeda ditinjau dari segi gender, pengalaman mengajar, dan tingkat pendidikan.Kata kunci:    Profesionalisme guru, gender, pengalaman mengajar, tingkat pendidikan.AbstractStudy of teacher professionalism was a complex problem. Teacher professionalism is not a single variable but there are a number of social factors that are interrelated with each other. This article contains a conceptual analysis of the theoretical factors of gender, teaching experience, and the level of education in relation to the implementation of teachers' professional work concerning teaching tasks, learning processes, classroom management, learning facilities, evaluation of learning, and teacher’s professional development. The results of the study show that professional problems faced by teachers in schools/madrasah are related to teaching assignments, learning processes, classroom management, learning facilities, evaluation of learning, and the professional development was different in terms of gender, teaching experience, and education level.Keywords:        teacher professionalism, gender, teaching experience, education level
Hakekat, Dinamika Organisasi, Dan Fungsi Pemimpin Dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Indah Suci Julia Sari
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.321 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.934

Abstract

AbstrakPada sebuah organisasi khususnya organisasi pendidikan Islam, tentu tidak terlepas dari dinamika organisasi. Setiap personil dalam organisasi pendidikan tentu tahu bahwa organisasi merupakan suatu ikatan atau entitas sosial dari individu-individu yang memiliki tujuan bersama. Maka, peran kepemimpinan dalam organisasi pendidikan Islam sangatlah penting dalam mengarahkan personil untuk mencapai visi-misi pendidikan.Menjadi seorang pemimpin dalam lembaga pendidikan Islam memanglah tidak mudah, selain harus memahami betul siapa dirinya dan siapa yang dipimpinnya, seorang pemimpin harus mengetahui fungsinya sebagai pemimpin, mengerti situasi dan kondisi yang sedang terjadi, berusaha dengan sungguh-sungguh, bekerjasama, memberikan penghargaan terhadap bawahan yang memiliki kinerja tinggi, tetap fokus pada tujuan yang akan dicapai. Semua dinamika dalam organisasi ini akan tetap dalam koridor kendali seorang pemimpin, jika pemimpin mampu memposisikan dirinya sebagai pemimpin, kapanpun dan di manapun.Kata kunci :     Kepemimpinan, Organisasi. AbstractIn organization, especially an Islamic educational organization, it certainly cannot be separated from the dynamics of the organization. Every personnel in an educational organization certainly knows that the organization is a bond or social entity of individuals who have a common goal. Thus, the leadership role in Islamic education organizations is very important in directing personnel to achieve the vision and mission of education.Being a leader in an Islamic educational institution is indeed not easy, in addition to having to fully understand who he is and who he leads, a leader must know his function as a leader, understand the situation and conditions that are happening, try earnestly, cooperate, give appreciation to subordinates who have high performance, stay focused on the goals to be achieved. All the dynamics in this organization will remain in the corridor of a leader's control, if the leader is able to position himself as a leader, whenever and whereverKeywords:        Leadership, Organization
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al Qur’an dan Hadis Mohamad Syakur Rahman; Ervita Kairupan
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.156 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.966

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Al Qur’an Hadis di MTs Al-Inayah Kota Manado. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan model pembelajaran di MTs Al-Inayah Manado? (2) Bagaimana implementasi model pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa di MTs Al-Inayah Manado? (3) Bagaimana kendala dan solusi dalam penerapan model pembelajaran Project Based Learning di MTs Al-Inayah Manado?Penelitan ini merupakan hasil Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap tahun akademik 2017/2018 yang berjumlah 20 siswa di MTs Al-Inayah Manado. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Dan setiap akhir siklus dilakukan evaluasi hasil belajar siswa. Teknik analisis dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tulisan dilihat dari ketuntasan hasil belajar, lembar observasi dan dokumentasi.Dari  hasil pengamatan diperoleh kondisi kelas  yang akan diteliti sebelum diberi tindakan dengan model pembelajaran Project Based Learning, yaitu keaktifan belajar siswa di MTs Al-Inayah Manado Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 khususnya pada mata pelajaran Al Qur’an Hadis masih sangat rendah atau dapat dikatakan motivasi siswa kurang. Hal ini disebabkan oleh guru yang masih menggunakan pendekatan tradisional dan monoton yaitu penggunaan metode ceramah, dan pemberian tugas menulis kepada para siswanya. Pada hasil penelitian pra tindakan terlihat hanya 2 atau 10% siswa yang mencapai kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 56, dengan jumlah nilai 1120. Maka hasil ini masih pada kategori sangat rendah. Setelah diterapkannya model pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran Al Qur’an Hadis, keaktifan siswa sudah mulai baik dari observasi awal yang hanya menggunakan metode ceramah, di mana siswa sudah lebih aktif bertanya, menjawab dan menjelaskan materi yang telah disampaikan.Kata kunci:       Model Pembelajaran; Project Based Learning.  AbstractThis study is entitled Implementation of Project Based Learning Learning Model to improve student learning activeness in the subjects of the Qur'an Al Hadith in MTs Al-Inayah, Manado City. The formulation of the problem in this study are: (1) How is the application of learning models in MTs Al-Inayah Manado? (2) How is the implementation of the Project Based Learning learning model to improve student learning activities in MTs Al-Inayah Manado? (3) What are the constraints and solutions in applying the Project Based Learning learning model in MTs Al-Inayah Manado?This research is the result of Classroom Action Research. The subjects of this study were students of class VIII even semester 2017/2018 academic year totaling 20 students at MTs Al-Inayah Manado. This research was conducted in two cycles, which consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. And at the end of each cycle an evaluation of student learning outcomes is carried out. Analysis and data collection techniques in this study used a written test seen from the completeness of learning outcomes, observation sheets and documentation.From the observations obtained class conditions that will be examined before being given action with the Project Based Learning learning model, namely student learning activeness in MTs Al-Inayah Manado Semester II 2017/2018 Academic Year especially in the Qur'anic Hadith subjects are still very low or can be it is said that student motivation is lacking. This is caused by teachers who are still using the traditional and monotonous approach, namely the use of lecture methods, and giving writing assignments to their students. In the pre-action research results it was seen that only 2 or 10% of students reached the mastery learning criteria with an average grade of 56, with a total score of 1120. Then these results were still in the very low category. After applying the Project Based Learning learning model to the Qur'anic subjects of Hadith, student activity has begun both from the initial observation using only the lecture method, where students have been more active in asking questions, answering and explaining the material that has been delivered.Keywords:        Learning Model; Project Based Learning
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: SOLUSI PENINGKATAN KCALITAS PENDIDIKAN Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.902 KB) | DOI: 10.30984/jii.v2i2.541

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan adalah pilihan sekaligus orientasł pengembangan peradaban bangsa sebagai investasi masa depan pembangunan bangsa berjangka panjang. Orientasi ini mutlak dilakukan oleh karena pendidikan diyakini sebagai sarana utama pengembangan kualitas sumber dava manusia.Dalam konteks itulah revitalisasi kebijakan pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah. Salah satu bentuk revitalisasi itu ialah kebijakan pengelolaan sistem pendidikan dari kebijakan rang semula sentralistik berubah menjadi desentralistik. Sebagai konsekuensi logis dari bentuk desentralisasi pendidikan ialah munculnya kebiiakan pengelolaan pendidikan berbasis sekolah (school based management).Dengan sistem pengelolaan pendidikan berbasis .sekolah tersebut diasumsikan kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dan juga peran serta masyarakat dan prakarsa lembaga pendidikan di tingkat mikro (sekolah) akŁłn lebih meningkat.Kata Kunci : Manajemen Berbasis Sekolah, Kualitas Pendidikan.
Pembelajaran Bahasa Arab Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Hasnil Oktavera
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.15 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.935

Abstract

AbstrakPenelitian ini berawal dengan adanya kecurigaan peneliti terhadap peran kajian bahasa Arab dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren dengan memotret kegiatan berbahasa Arab di Pondok Pesantren terutama pada Pondok Pesantren modern dan Pondok Pesantren konvensional (salafi). Fokus utama analisis adalah penggunaan bahasa Arab serta aktifitas berbahasa Arab baik di dalam maupun diluar kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembelajaran bahasa Arab dapat membantu pembentukan karakter santri secara berkesinambungan dengan ditopang oleh kehadiran sistem dan corak pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren. Corak dan sistem tersebut membentuk karakter santri, diantaranya karakter komunikatif, disiplin, relegius dan beretika, toleran dan bertanggungjawab, kemandirian dan percaya diri, serta penghargaan.Kata kunci:      Pembelajaran Bahasa Arab, Pembentukan Karakter, Pondok PesantrenAbstractThis study began with the researchers' suspicion of the role of Arabic studies in shaping the character of students in the Islamic Boarding School by photographing Arabic activities in the Boarding School especially in modern Boarding School and conventional Boarding School (Salafi). The main focus of the analysis is the use of Arabic and Arabic language activities both inside and outside the classroom.The results showed that, learning Arabic could help the formation of the character of students in a sustainable manner supported by the presence of Arabic learning systems and patterns in Pondok Penatren. The patterns and systems form the character of the santri, including communicative, disciplined, religious and ethical character, tolerant and responsible, independence and confidence, and appreciation.Keywords:        Learning Arabic, Forming Characters, Islamic Boarding Schools
Geliat Kurikulum Pendidikan Islam Di Indonesia Sahari Sahari
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.585 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.569

Abstract

Kurikulum disusun dengan tujuan untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan, oleh karena itu kontens kurikulum pendidikan Islam selalu berbeda-beda menurut kondisi perkembangan umat Islam, karena kaum muslimin berada di dalam lingkungan, daerah dan negeri yang berbeda-beda, Kurikulum harus didesain agar mampu menghasilkan muslim yang mampu menjadi khalifah di atas bumi. Pertimbangan dasar dalam mendesain kurikulum seperti itu ialah: Pertama, Pengembangan pendekatan keagamaan melalui semua mata pelajaran dan kegiatan. Kedua, kurikulum harus disusun sesuai dengan taraf perkembangan kemampuan pelajar.  Ketiga, kurikulum haruslah disusun berdasarkan prinsip kesinambungan, berurutan dan terintegrasi.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Islam

Page 9 of 28 | Total Record : 274