Articles
211 Documents
KIAI DAN POLITIK; RELASI ULAMA DAN UMARA DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN UMAT BERAGAMA DAN BERNEGARA
Hilmi Ridho;
Abdul Wasik;
Sobri Washil
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 11 No. no 1 (2021): TARBIYAH ISLAMIYA
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Post-reform, the involvement of kiai in politics is practically not a new phenomenon. However, it invites pros and cons in the midst of society. The group that agrees is very supportive of the rise of kiai in the political arena, considering that the kiai's role is very strategic in development and peace towards a better, just and prosperous country and become a community figure in their actions. While those who do not agree, argue that politics is something that is unclean so that it is inappropriate for a kiai to be a figure who is considered holy. This paper is studied in order to reveal what is actually behind the purpose of engaging the kiai in practical politics and how a kiai can improve his image in the negative view of society. Politics should be intended to serve the people. The existing power must be used as a tool to fight for the main mission, namely the welfare of the community. A kiai must also be clear that their involvement is an effort to respond to changes that refer to a social structure that is more just, democratic, and able to answer the most basic needs of the people.
PENGARUH PERADABAN ISLAM TERHADAP REKONSILIASI UMAT BERAGAMA
Hajar Nurma Wachidah
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menyajikan pemikiran tentang bagaimana rekonsiliasi umat beragama yang ada di Afrika. Lebih khususnya islam, islam merupakan agama minoritas disana dengan 2,5 % dan belum diakui sebagai agama resmi. Angola, yaitu sebuah Negara yang terletak di Afrika bagian barat daya. Islam mengalami banyak pertentangan di Republik Angola. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengambil informasi dari beberapa sumber yang kami ambil. Dalam artikel ini ada beberapa sumber terkait yang diambil. Sumber sumber tersebut akan menyajikan tentang bagaimana perkembangan islam serta berkembangnya islam diantara umat beragama yang lain. Hasil dari kajian ini,penulis dapat menyimpulkan bahwa perkembangan islam di Republik Angola tak semulus itu. Banyak hal yang mengatur tentang kepercayaan di sana sehingga islam sangat sulit untuk menjadi agama resmi di Negara tersebut. Hasil dari artikel ini penulis mendapati bahwa islam di sana menerima banyak penolakan. Hanya ada beberapa saja warga yang memeluk agama tersebut. Banyak usaha yang dilakukan umat islam di Negara tersebut untuk mempertahankan kepercayaan mereka agar diakui keberadaannya. Kata Kunci : Agama; Konflik; Rekonsiliasi
Pendekatan Psikologi Sebuah Tawaran Baru Metode Studi Islam
Ali Rohmad
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam masalah keagamaan kontemporer dijelaskan, bahwa agama mempunyai banyak dimensi. Agama tidak hanya semata mata terkait dengan masalah ketuhanan dan kepercayaan, tetapi agama juga terkait dengan persoalan persoalan kemaslahatan umat yang merupakan keniscayan manusiawi. Berkaitan dengan hal tersebut maka metode studi Islam dapat dilakukan dalam berbagai pendekatan. Salah satunya adalah metode sudi Islam dengan pendekatan psikologi, dengan harapan dapat diyemukan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana semestinya pengkajian agama Islam dijalankan khususnya dari kacamata psikologi. Sehingga bisa terlihat hubungan yang erat antara agama dengan psikologi / kesehatan jiwa. Agama dengan pendekatan ilmu jiwa iniselain akan mempengaruhi tingkat kegamaan yang dihayati diamati dan diamalkan seseorang, juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama kedalam jiwa seseorang sesuai tingkat usianya. Dengan ilmu ini agama akan menemukan cara yang tepat dan cocok untuk menanamkannya. Studi Islam dengan psikologi juga dapat mengetahui bahwa perilaku seseorang yang lahiriah terjadi, dipengaruhi keyakinan yang dianutnya.
Pendekatan Antropologi Menuju Kesejajaran Dalam Studi Agama: Studi Atas Pemikiran Mohammad Arkoun
Ainul Yaqin
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu pendekatan dalam mengkaji Islam adalah antropologi. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk antropos atau manusia. Jika agama diperuntukkan untuk kepentingan manusia, maka sesungguhnya persoalan persoalan manusia adalah juga merupakan persoalan agama. Dalam Islam manusia digambarkan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Secara antropologis ungkapan ini berarti bahwa sesungguhnya realitas manusia menjadi bagian realitas ketuhanan. Disini terlihat betapa kajian tentang manusia yang menjadi pusat kajian antropologi, menjadi sangat penting. Demikianlah antropologi sebagai sebuah metodologi keilmuan memiliki keunggulan untuk mengungkap hal hal tersembunyi yang disimpangkan dari makna asalnya. Antropologi membongkar berbagai mitos yang selama ini membebani pemikiran manusia sehingga memberikan kesempatan kepada agama apapun untuk berdiri sama tinggi dan sejajar dengan agama agama lain.
Peran Pendidik Dalam Membangun Pendidikan Kritis: Sebuah Tawaran Aplikatif Pendidikan Kritis Paulo Freire
Mohammad Syarif
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membawakan gagasan Paulo Freire tentang pendidikan kritis. Ia bertujuan untuk memberikan alternative jalan bagi dialngsungkannya pendidikan yang mampu membangkitkan kesadaran kritis anak didik dan masyarakat melalui peran guru atau pendidik. Dalam hal ini yang dimaksud sebagai bangkitnya kesadaran krtis tersebut lebih diletakkan pada kondisi dimana setiap murid -yang kelak akan menjadi anggota masyarakat yang dewasa dilingkungannya- mampu mengkritisi situasi dan kondisi yang hidup dtengah masyarakatnya dan kemudian melakukan perubahan yang diperlukan guna terciptanya masyarakat yang lebih demoikratis dan sejahtera.
Paradigma Filosofis Pendidikan Islam
Saifuddin Zuhry
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan seseorang dalam pendidikan dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama nativisme, bahwa seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan dari lahir. Kedua empirisme, yang menyimpulkan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Ketiga konvergensi, yang merupakan kombinasi antara nativisme dan empirisme. Pendidikan Islam dekat dengan aliran konvergensi yang memadukan antara bakat bawaan (fitrah) dan faktor lingkungan (pendidikan). Fitrah yang terdapat dalam pembawaan manusia adalah yang diciptakan Allah pada manusia yang berkaitan dengan jasmani dan akal serta ruhnya. Atas dasar itu, sistem pendidikan harus dibangun atas dasar integrasi antara pendidikan Qolbiyah dan Aqliyah yang dilandaskan pada sumber utama ajaran Islam yaitu at-Qur'an dan Hadis. Jika kedua hal ini terpisah, maka pendidikan Islam akan kehilangan keseimbangannya dan gagal mewujudkan cita- cita manusia sempurna (insan kamil).
Tafsir Kerukunan Gagasan Perdamaian Dan Multikultural Dalam Alquran
Mohammad Misbakhul Khoir
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menyajikan ayat ayat alquran yang didalamnya menyajikan pesan pesan "kedamaian" dalam bingkai kerukunan dan toleransi. Menggali pesan kedamaian dalam teks suci, pada dewasa ini dirasa sangat perlu dan mendesak. Konflik manusia yang dilatarbelakangi perbedaan pandangan keagamaan masih saja marak terjadi dimana mana. Tidak hanya antar penganut satu agama dengan agama lain, konflikpun terjadi bahkan faksi / kelompok dalam satu agama yang berbeda pandangan / penafsiran. Atas dasar itu, memunculkan kembali pesan pesan kitab suci tentang kerukunan dan perdamaian merupakan kebutuhan dalam rangka menumbuhsuburkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan toleransi dalam masyarakat yang mudah terpecah akibat perbedaan keyakinan.
Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Ilmu Bahasa Dan Sastra Arab
Mohammad Khudori
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Didalam muqaddimahnya, Ibnu Khaldun meninjau beberapa aspek ilmu pengetahuan termasuk pemikiran tentang ilmu bahasa dan sastra Arab (IBSA). Secara khusus Khaldun mengurai latar belakang munculnya, runag lingkup, serta kegunaan ilmu bahasa dan sastra arab (IBSA). yang belum pernah diungkap oleh pakar pakar sebelumnya. Pembahasannya mengenai IBSA didasarkan kepada studinya tentang keberadaan bangsa Arab dan penyebarannya di dunia Arab sendiri.
Pengembangan Moral Kepemimpinan Siswa di Sekolah
Dhuri Ashari dan Syaikhu Rozi
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dimensi moral yang dikembangkan di sekolah beserta strategi pengembangannya. Penelitian dilaksanakan secara kualitatif dan dianalisis dengan menggunakan Teknik Analisis Data Kualitatif versi Milles & Hubberman.Dengan teknik tersebut, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) dimensi moral kepemimpinan siswa yang dapat dikembangkan di sekolah di antaranya adalah sikap bertanggung jawab, menghormati dan disiplin. 2) Pengembangan dimensi moral kepemimpinan siswa di sekolah dilaksanakan dengan berbagai pendekatan, di antaranya a) pendekatan personal, b) pendekatan emosional, c) Pendekatan Keagamaan, d) pendekatan struktural. Adapun strategi pengembangannya adalah: a) pembudayaan kepemimpinan moral di sekolah, b) Kegiatan menumbuhkan karakter pemimpin dan c) menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler.
Pemahaman Aswaja dan Korelasinya dengan Sikap Toleransi
Mufadila dan Moh. Misbahul Khoir
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tertanamnya sikap toleransi dalam diri siswa di antaranya dapat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman mereka terhadap Agama. Salah satu doktrin agama yang menekankan sikap toleran dalam kehidupan yang majemuk adalah doktrin aswaja (Ahlusunnah wal jamaah). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan keterkaitan pemahaman aswaja dengan sikap toleransi. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara pemahaman aswaja terhadap sikap toleransi siswa. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pelajaran aswaja mampu menjadikan seseorang mempunyai jiwa toleransi, maka sudah sepatutnya setiap satuan pendidikan mengajarkan mata pelajaran aswaja.