cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mikologi Indonesia
ISSN : 25798766     EISSN : 25798766     DOI : -
Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk Lichen. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. JMI akan mempublikasi setiap manuskrip sesegera mungkin setelah diterima oleh editor dan melalui proses peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018" : 6 Documents clear
Uji Aktivitas Antimikroba Kombucha Teh Hitam dan Kombucha Teh Kulit Manggis Berdasarkan Lama Fermentasi Syarilla Asri; A Martina
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.77 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.48

Abstract

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi dengan bantuan simbiosis antara bakteri dan beberapa jenis khamir yang memiliki manfaat sebagai antimikrob. Substrat umum kombucha adalah teh hitam yang mengandung polifenol dan memiliki efek antimikrob.Tanaman dan ramuan herbal lain dapat digunakan sebagai substrat kombucha salah satunya kulit manggis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimal pada fermentasi kombucha teh hitam dan kombucha teh kulit manggis dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis, Salmonella typhi, dan Microsporum canis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji aktivitas antimikrob kombucha dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama waktu fermentasi maka nilai pH akan semakin menurun dan zona hambat yang terbentuk akan semakin besar. Zona hambat kombucha teh hitam dan kombucha teh kulit manggis dengan lama fermentasi 14 hari berbeda nyata dan merupakan fermentasi yang optimal serta memiliki potensi kategori daya hambat kuat. Zona hambat paling besar terhadap S.epidermidis dihasilkan pada kombucha teh kulit manggis fermentasi 14 hari dengan luas zona hambat14,84 mm dibandingkan S.typhi dengan luas zona hambat 13,81 mm. Kombucha teh hitam dan kombucha teh kulit manggis berpotensi menghambat pertumbuhan S.epidermidis dan S.typhi namun tidak mampu menghambat pertumbuhan M.canis.
Karakterisasi dan Klasifikasi Numerik Khamir dari Madu Hutan Sulawesi Tengah Meilia Prihartini; Miftahul Ilmi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.662 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.41

Abstract

Khamir merupakan fungi uniseluler yang memiliki habitat hidup di hampir semua tempat seperti wilayah akuatik, daratan, dan udara termasuk dalam makanan. Madu merupakan salah satu makanan dengan kandungan gula tinggi dan aktivitas air (aw) yang rendah. Madu hutan Sulawesi Tengah merupakan salah satu jenis madu asal Indonesia yang dihasilkan oleh lebah madu Apis dorsata. Madu mengandung mikroorganisme, terutama khamir, yang berasal dari nektar yang dihisap oleh lebah madu. Penelitian karakterisasi dan klasifikasi khamir dalam madu hutan Sulawesi Tengah dilakukan untuk memperoleh informasi mengenaikeragaman isolat khamir dalam madu hutan dan untuk mengetahui karakteristikisolat khamir dalam madu hutan Sulawesi Tengah. Khamir diisolasi dari sampel madu hutan menggunakan medium Bean Sprouts Extract Agar (BSEA). Isolat dikarakterisasi meliputi uji karakter morfologi koloni, morfologi sel, dan uji karakter fisiologi-biokimia. Masing-masing karakter yang diuji dikodekan dengan1 apabila hasil positif dan 0 apabila negatif dan dibuat matriks n × t. Data dianalisisdengan metode taksonomi numerik dengan tingkat kemiripan ditentukan menggunakan Jaccard coefficient (SJ) dan Simple Matching coefficient (SSM). Sementara pengelompokkan (clustering)digunakan metode UPGMA. Data diolah menggunakan program MVSP dan disajikan dalam bentuk dendrogram. Dari 11sampel madu hutan berhasil diisolasi 27 jenis khamir yang dikelompokkan menjadi 6 genus dan 1 outlier berdasarkan nilai indeks kesamaan ≥ 70% menunjukkan keragaman yang rendah. Karakteristik isolat khamir dalam madu hutan Sulawesi Tengah yaitu merupakan khamir Ascogenous yang bersifat osmofilik, mampu mengasimilasi 8 jenis karbon, tumbuh pada suhu 37°C, memfermentasi glukosa, non-fermentatif terhadap galaktosa, laktosa, dan sukrosa, serta mengasimilasi nitrogen khususnya KNO3.
Jenis-Jenis Jamur Makroskopis Anggota Kelas Basidiomycetes Di Hutan Bayur, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat Rahmawati Rahmawati; Riza Linda; Nina Yuni Tanti
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.898 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.35

Abstract

Jamur makroskopis dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat.Pada ekosistem hutan, jamur makroskopis berperan sebagai dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis anggota kelas Basidiomycetes yang terdapat di Hutan Bayur, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penentuan stasiun sampling adalah purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan perbedaan rona lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode jelajah (Cruise Method). Identifikasi jamur makroskopis dengan mencocokkan karakteristik morfologis sampel dengan buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang termasuk ke dalam empat Ordo, yaitu Aphyllophorales, Agaricales, Auriculariales dan Polyporales. Jamur makroskopis yang ditemukan mendominasi berasal dari Ordo Aphyllophorales, seperti Pycnoporus sanguineus, Polyporus versicolor, Polyporus varius, Schizophyllum commune, Thelephora palmata, Earliella scabrosa, Lignosus rhinocerus, Trametes versicolor, Heterobasidion annosum dan Ganoderma applanatum. Beberapa jenis jamur makroskopis yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh masyarakat setempat adalah spesies Auricularia polytricha, Hygrocybe conica, Pleurotus ostreatus dan Schizophyllum commune.
Enzim Selulase Kasar Aspergillus niger FNCC 6018 untuk Produksi Bioetanol melalui Proses Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak Vita Taufika Rosyida; Septi Nur Hayati; Anastasia Wheni Indrianingsih; Roni Maryana; Yekti Asih Purwesti; Clara Sinta Ayesda
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.429 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan kondisi pertumbuhan optimum pH, suhu, dan waktu inkubasi dari Aspergillus niger FNCC 6018 untuk produksi enzim selulase kasar dengan aktivitas spesifik maksimum pada substrat bagas tebu. Aktivitas spesifik maksimum A. niger FNCC 6018 dioptimasi dengan perlakuan variasi pH 5, 6, 7; suhu 27, 37, 50°C dan waktu inkubasi 5, 7, 9 hari. Kondisi optimum yang diperoleh digunakan untuk memproduksi enzim selulase kasar dan selanjutnya digunakan dalam proses produksi bioetanol. Produksi bioetanol dilakukan dengan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) pada suhu ruang, pH 5, selama 5 hari menggunakan substrat bagas tebu, enzim selulase kasar A. niger FNCC 6018, khamir Saccharomyces cerevisiae FNCC 3012, dan medium SSF. Pada akhir tahap SSF, kadar glukosa diukur dengan metode DNS (Dinitro Salisilat) sedangkan kadar etanol diukur dengan metode Gas Chromatography.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk produksi enzim selulase kasar A. niger FNCC 6018 berada pada pH 5, suhu 37oC, waktu inkubasi 9 hari dengan aktivitas spesifik selulase kasar sebesar 0.107 U/mg. Kadar glukosa dan etanol maksimal dengan metode SSF adalah 0.59 mg/mL dan 1.217%. Metode ini cukup potensial untuk produksi bioetanol dari bagas tebu.
Analisis Numerik Khamir dari Nektar Bunga Kebun Raya Baturraden dan Panggeran Hargobinangun Chris Elian Beryl Setiady; Miftahul Ilmi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.446 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.43

Abstract

Khamir pada nektar bunga masih belum banyak diteliti di Indonesia. Padahal keragaman tanaman di Indonesia sangat tinggi karena letak geografis dan iklimnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan kekerabatan khamir pada nektar bunga melalui pendekatan taksonomi numerik. Metode yang dilakukan adalah mengisolasi khamir dari nektar bunga di Kebun Raya Baturraden dan Padukuhan Panggeran, Hargobinangun. Hasil isolasi kemudian dipurifikasi hingga menjadi isolat murni, kemudian diamati karakter morfologi, fisiologis, dan biokimia. Data dianalisis dengan koefisien Jaccard, dikelompokkan dengan metode UPGMA, dan disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dendogram Jaccard’sCoefficient dengan menggunakan cut-off 70%, didapatkan 3 kluster dan 1 outlier. Kluster I dan outlier IV yang berasal dari Padukuhan Panggeran diduga merupakan khamir Basidiomycetes, memiliki indeks kesamaan 63%. Sementara kluster II dan III yang berasal dari Kebun Raya Baturraden, diduga merupakan khamir Ascomycetes dan memiliki indeks kesamaan 62%.
Penapisan Isolat Khamir Oleaginous dari Nektar Bunga dan Madu Hutan Kirana Dira Anjani; Miftahul Ilmi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.472 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v2i2.42

Abstract

Khamir oleaginous mampu mengakumulasi lipid lebih dari 15% dari berat kering selnya. Pada kondisi nitrogen yang terbatas, khamir tersebut mampu mengakumulasi lipid hingga 70%. Lipid yang dihasilkan mengandung asam lemak seperti palmitat, oleat, dan linoleat, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biodiesel. Khamir oleaginous umumnya hidup dilingkungan dengan konsentrasi karbon yang tinggi, antara lain nektar bunga dan madu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisankhamiroleaginous yang diisolasi darinektar bunga dan madu hutan. Sampel nektar bunga diambil dari Kebun Raya Baturraden, Purwokerto,dan tempat pembibitan bunga di Kaliurang, Yogyakarta. Sedangkan sampel madu hutan diambil dari 11 kabupaten di Sulawesi. Uji kualitatif dilakukan dengan teknik pewarnaan sudan III dan uji kuantitatif dilakukan dengan mengukur berat lipid per berat kering biomassanya. Penelitian menghasilkan 6 isolat khamir oleaginous dari 47 isolat: PG12.2 (17,88%), PG12.3 (17,13%), PG5.4 (18,25%), AP1 (19,07%), PM2.1 (17,55%), dan PM3.2 (18,56%).Profil pertumbuhan isolat AP 1 menunjukkan bahwa kandungan lipid yang diproduksi masih menunjukkan peningkatan setelah penumbuhan selama 70 jam.

Page 1 of 1 | Total Record : 6