cover
Contact Name
Bangun Canggih
Contact Email
jurnalbppk@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbppk@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 20853785     EISSN : 26157780     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal BPPK merupakan publikasi ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang keuangan negara. Terbit pertama kali tahun 2010. Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal BPPK telah melalui proses review, evaluasi dan penyuntingan oleh Dewan Redaksi, Mitra Bestari dan Anggota Staf Editorial. Jurnal BPPK terbuka untuk umum, praktisi, peneliti, pegawai, dan pemerhati masalah keuangan negara.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
THE EFFECT OF GENDER INEQUALITY ON INCOME PER CAPITA: PANEL DATA ANALYSIS FROM 34 PROVINCES IN INDONESIA Alamanda Alamanda
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 14 No 1 (2021): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of gender inequality has become one of the 17 global UN Sustainable Development Goals. Gender equality is so important since it has been argued as one of the crucial determinants of economic growth and development. Although there have been numerous studies to investigate the correlation between gender inequality and income per capita, the empirical regarding this issue in the case of Indonesia is still minimum. Therefore, this paper tries to contribute to the discussion by analysing a panel data set of 34 provinces from 2015 to 2018 to examine the effect of gender inequality on income per capita in Indonesia. Using the Pooled OLS, Fixed Effect, and Random Effect Model, this paper finds that gender inequality has a negative significant impact on income per capita, which means the less the gap between men and women, the more income per capita. The empirical evidence suggests that a one-point decrease in Gender Inequality Index (GII) will increase income per capita by 0.65 to 0.71 percent on average. In other words, if the gap between men and women is eliminated in Indonesia (the GII equals zero), income per capita would increase by approximately 28.34 percent. Moreover, the paper finds that gender inequality has the same impact on income per capita across all regions in Indonesia.
PERAN ANALISIS BEBAN KERJA DALAM PENATAAN WIDYAISWARA DI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Nailul - Hisan
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 14 No 1 (2021): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pelaksanaan analisis beban kerja pada suatu kantor dapat diperoleh informasi mengenai jumlah kebutuhan pegawai serta efektivitas dan efisiensi suatu jabatan maupun organisasi. Pemenuhan jumlah widyaiswara yang tepat pada BPPK akan dapat memperoleh beban kerja yang ideal bagi setiap widyaiswara. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi jumlah widyaiswara dengan beban kerjanya serta mengukur efisiensi jabatan widyaiswara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penghitungan Analisis Beban Kerja Widyaiswara adalah terdapat kelebihan jumlah widyaiswara dengan nilai efisiensi jabatan 0,69. Hal ini berarti perlu adanya peningkatan kinerja widyaiswara agar mencapai nilai efisiensi yang ideal. Oleh BPPK, hasil penghitungan analisis beban kerja dapat digunakan sebagai salah satu intsrumen untuk penataan pegawai.
TINJAUAN MODEL PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK DAERAH DENGAN PENDEKATAN ANALISIS POEMS Andjar Prasetyo
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 14 No 1 (2021): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi untuk menganalisis dan mengevaluasi strategi Pemerintah Kota Magelang dalam interaksi kualitas layanan pajak. Analisis kualitatif digunakan dengan mendeskripsikan hasil. Data sekunder dari Badan Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD), data primer dari wawancara responden di BPKAD. Metode pengumpulan data dengan observasi tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Penelitian observasional dengan kerangka kerja menggunakan terhadap elemen yang hadir untuk menjaga keteraturan dalam proses layanan. Alat analisis adalah POEMS dengan model pengukuran komponen. Komponen POEMS terdiri dari lima elemen yaitu People, Object, Environment, Message dan Service. Hasil pengukuran dari kelima elemen menunjukan interaksi kualitas layanan pajak masih dapat ditingkatkan. Temuan lain adalah alat analisis dapat digunakan sebagai pengkayaan model pengukuran kualitas layanan pajak dan layanan publik lainnya. Rekomendasinya meliputi berupaya memperluas pola pikir, mendorong kelengkapan sesuai dengan standard, memberikan fokus pada proses kualitas layanan, membantu memahami konteks kualitas layanan pajak dan fokus pada detail teknis yang dilakukan dalam layanan pajak
PENYULUH PAJAK: PENERAPAN CUSTOMER BASED ORIENTED SERVICES DI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Agustinus Imam Saputra
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i1.650

Abstract

This study attempts to elaborate on the strategy of service quality and customer satisfaction at Nordstrom as a reflection of the leading private sector. Furthermore, the study wants to bring and adapt Nordstrom's achievements to the public sector, especially for the Indonesian tax authority, Directorate General of Taxes (DJP). Moreover, in 2020, a regulation on tax counselor personnel at the DJP has been issued. Since customer satisfaction increases awareness of fulfilling tax obligations voluntarily, this study is critical to empower tax counselor personnel. It uses descriptive qualitative research methods. Research data were obtained from document and regulation review. Essential lessons from a leading private company customer services strategy are the right people, empowered employee, dan motivating employee. Furthermore, it is necessary to measure the success of customer based oriented services at DJP. The organisation should refer to the success story of Nordstrom, as best practice in satisfying customers. This research can be a trigger of further research in all areas of the public sector.
KEBERLANGSUNGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI MASA PANDEMI: DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Zakiah Nur Aziz Br Tarigan; Fadilah Novita Dewi; Yanuar Pribadi
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i1.666

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan penyokong utama perekonomian Indonesia. Dengan daya serap tenaga kerja hingga 97 persen dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Pandemi COVID-19 yang menerpa dunia sejak tahun 2019 menimbulkan goncangan luar biasa terhadap keberlangsungan UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur untuk menganalisis mengenai langkah-langkah yang diperlukan pelaku UMKM untuk tetap menjaga keberlangsungan usaha mereka. Data yang digunakan ialah data sekunder berupa laporan dan publikasi resmi dari pihak terkait mengenai UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan kebijakan pemerintah tidak cukup untuk mempertahankan eksistensi UMKM. Para pelaku UMKM harus mulai melakukan perubahan baik dari sisi inovasi produksi, pemanfaatan teknologi hingga pemasaran melalui digitalisasi. Micro, Small, and Medium Enterprises are the biggest components of the Indonesian economy, with up to 97 percent of the labor absorption. The COVID-19 outbreak has caused an extraordinary shock to the sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises. This study uses descriptive qualitative methods through literature review to analyze the Micro, Small, and Medium Enterprises to maintain their business continuity, using the secondary data from the reports and official publications from related parties. The results indicate that government policy support is not sufficient to maintain the existence of Micro, Small, and Medium Enterprises. They must start to make changes in product innovation, technology utilization, and market digitalization.
IMPLEMENTASI COMPLIANCE RISK MANAGEMENT DALAM PENGAWASAN WAJIB PAJAK, STUDI KASUS KPP MADYA MAKASSAR Arif Nugrahanto; Nurlatifah Asikin
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i1.672

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak yang dilakukan oleh pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pajak adalah dengan mengimplementasikan compliance risk management (CRM). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan implementasi CRM dalam kegiatan pengawasan wajib pajak dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa seluruh tahap implementasi CRM telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam SE-24/PJ/2019. Lebih lanjut, implementasi CRM juga memenuhi keempat aspek Edward III (aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi). Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan dalam implementasi CRM, antara lain kurang optimalnya pemanfaatan CRM, khususnya dalam penentukan prioritas pemeriksaan, munculnya data pemicu di luar skema CRM yang mengakibatkan CRM hanya menjadi complement tools dalam kegiatan pengawasan, bukan sebagai main tools, dan masih rendahnya akurasi data dalam peta risiko CRM.
ON THE BASIS OF PERCEPTION: A MODERATED MEDIATION ANALYSIS OF DOING BUSINESS AND CORRUPTION Muhammad Dahlan
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i1.706

Abstract

One of the landmark projects from the World Bank was the initiative called the Ease of Doing Business (EODB), which captures business regulatory settings in countries worldwide. The EODB scores have long indicated a country’s attractiveness in doing business with private sectors and have attracted many scholars, policymakers, and practitioners to explore. Many researchers have indicated that doing business scores were associated with economic growth, international relations, business development, and many other areas. This study contributes to the debate on how business regulations are associated with the perception of corruption index (CPI) using moderated mediation analysis. The results find that GDP per capita mediates the relationship between EODB and CPI and that country’s income category moderates the mediation. The relationships are explored for a period of ten years, from 2010 to 2019 worldwide (n= 146). The country’s income category moderated the mediating impact of GDP per capita by softening the influence of EODB on CPI ( .3013, BootSE = .0507, LLCI =0.2246, ULCI= 0.4226). The author suggests corroborating factor analysis and exploring the variables using more advanced path analysis for future research
DETERMINING FACTORS FOR 10-YEAR LOCAL CURRENCY SOVEREIGN BONDS YIELD WITH DYNAMIC REGRESSION MODEL Dea Avega Editya
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i1.715

Abstract

Sovereign bonds, particularly Local Currency Bonds (LCB) of 10-year tenure, had a strategic role in economy, thus understanding factors affecting its yield’s movement would help government to maintain economic stability. This paper empirically study Indonesia’s 10-year LCB and its relationship with several factors; US Treasury (UST) yield, credit default swap (CDS), foreign ownership, central bank's policy rate (policy rate), exchange rate, volatility index (VIX) and primary dealers' trading behavior. The relationship was modelled using Dynamic Regression Model (DRM), with ARIMA errors to absorb the dynamics. Evaluation on the model's performance was conducted by making prediction on the real LCB yield’s movement during 2021. The best model containing 10y-UST yield and its lag-1, 5y-CDS and its lag-1, exchange rate, policy rate and ARIMA errors of AR(1) and AR(2) could perform well in predicting the real yield. This study confirmed that 10y-UST and its lag-1 are the main drivers for the LCB yield’s movement, along with compelling influence of the exchange rate.
PENGGUNAAN KONSEP AVAILABLE TIME, ALLOCATED TIME, DAN ENGAGED TIME UNTUK MENGEVALUASI DESAIN PEMBELAJARAN Nurhuda Nurhuda; Sigit Sumarsono
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 2 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i2.675

Abstract

Salah satu tantangan dalam pembelajaran online adalah menentukan desain pembelajaran yang tepat. Dalam paper ini, pembahasan ditujukan untuk mengevaluasi proses pembelajaran bukan melihat hasil pembelajaran yang diperoleh pemelajar. Desain pembelajaran yang menjadi fokus dalam paper ini adalah time management yang dilakukan ketika mendesain pembelajaran maupun ketika pemelajar mengakses sumber belajar. Data dari 81.503 user KLC dalam mengikuti pelatihan mandatory e-learning Kode Etik dan Kode Perilaku di Lingkungan Kementerian Keuangan digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pemelajar terhadap waktu pembelajaran yang tersedia. Data tersebut dianalisis menggunakan tiga tahapan web-usage mining, yaitu data cleansing, user identification, dan session identification. Hasil penelitian menunjukan bahwa availabe time yang disediakan telah mengimplementasikan konsep spaced study namun allocated time yang ditetapkan melebihi best practice. Penggunaan available time, allocated time, dan engaged time tersebut dapat meningkatkan akurasi desain pembelajaran di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
PERAN PEMANFAATAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU DALAM MENCAPAI TUJUAN PENGENAAN CUKAI Samuel Samuel
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 15 No 2 (2022): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v15i2.698

Abstract

Cukai hasil tembakau memberikan sumbangsih yang signifikan dalam APBN setiap tahunnya. Kenaikan tarif cukai hasil tembakau tiap tahun dan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau sesuai dengan tujuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang yang mengatur tentang Cukai serta RPJMN 2020-2024 yaitu untuk menekan konsumsi rokok di Indonesia sekaligus untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Hal ini dikarenakan banyaknya eksternalitas negatif yang dihasilkan. Upaya pemerintah untuk menekan tingkat konsumsi rokok ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi rokok yang cenderung stabil tiap tahunnya. Pemanfaatan dana bagi hasil cukai yang masih jauh dari tujuan untuk menekan konsumsi rokok alih-alih justru bertujuan untuk meningkatkan industri hasil tembakau. Bercermin dari tiga negara penghasil tembakau terbesar di dunia yakni Cina, India dan Brasil, dibutuhkan upaya pemerintah yang serius untuk menekan tingkat konsumsi rokok di Indonesia yakni dengan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang mengarah untuk berkurangnya industri hasil tembakau. Tobacco excise contributes a large amount to the state budget each year. The annual rise in tobacco excise rates and the utilization of tobacco revenue-sharing funds (earmarking) are in line with the objectives set out in the Excise Law and the 2020-2024 RPJMN, namely to reduce cigarette usage in Indonesia while also maximizing state revenues. Because of the enormous number of negative externalities generated, this is the case. The government’s efforts to reduce cigarette consumption are not directly related to cigarette consumption, which is fairly stable year after year. The utilization of excise revenue-sharing money is not intended to reduce cigarette consumption; rather, it is itended to improve the tobacco products sector. In light of the world’s three largest tobacco-producing countries, China, India, and Brazil, serious government efforts are required to reduce cigarette consumption in Indonesia, namely through the use of tobacco excise revenue-sharing funds that result in a reduction in the tobacco products industry.