cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2021)" : 7 Documents clear
Pendidikan aqidah akhlak dalam perspektif Al Ghazali Muhammad Chairul Ashari Akhmad; Yazida Ichsan; Bambang Putra Hendrawan; Asih Kartika Putri; Sheriena Mega Putri
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2098

Abstract

Menurut pandangan Al-Ghazali, Pendidikan akhlak meliputi perjalanan hidup dan hasil pemikiran beliau mengenai pendidikan akhlak. Akhlak tidak hanya kemampuan, perbuatan, dan pengetahuan semata. Akan tetapi, akhlak adalah upaya mengombinasikan diri manusia dengan kondisi jiwa yang siap melakukan hal-hal, dan hal tersebut harus konsisten delakukan sehingga suatu perbuatan yang dilakukan darinya tidak bersifat sementara, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini banyak sekali tantangan yang berpotensi mengakibatkan tenggelamnya akhlak ummat Islam. Oleh karena itu, ummat Islam dituntut untuk memahami secara mendalam dan mengimplementasikan esensi dari pendidikan akhlak sesuai dengan pendidikan Islam. Metode kualitatif dipilih dalam proses pembuatan penelitian dan dalam bentuk penelitian kepustakaan. Pendidikan dan akhlak memiliki keterkaitan yang terlampau kuat, hal ini disebabkan insan yang paling sempurna adalah insan yang paling baik akhlaknya. Al-Ghazali mengatakan bahwa akhlak bukanlah pengetahuan tentang baik dan jahat, dan bukan juga pengalaman yang baik dan tidak baik, melainkan keadaan jiwa yang sehat serta beriman kepada Allah SWT. Pendidikan akhlak didapatkan melalui sikap mencontoh perilaku dan sifat nabi Muhammad SAW. Belajar mengenai akhlak dimulai dari beberapa tahap, yaitu pembersihan jiwa untuk menghindari perilaku tidak terpuji, pengembangan diri dengan perilaku yang mulia, dan hasil dari akhlak yang diteladani. Mulai melatih diri melaksanakan kegiatan yang baik merupakan cara yang paling dasar untuk meraih akhlak yang terpuji.
The role and challenges of learning the yellow bible lessons towards students' charles during the Covid-19 pandemic at MA NU TBS Kudus Muhammad Khoirun Nadlif; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2129

Abstract

During this COVID 19 pandemic, at MA NU Kudus whose daily behavior when learning is not a few students who are late for school, don't do assignments, don't care about the material being taught, often sleep during online learning, often say dirty, often smoke and others. The purpose of this study was to determine the role and challenges of learning the yellow book of Sufism on students' morals during the pandemic at MA NU TBS Kudus. This research method is a qualitative research using a descriptive approach. Data collection techniques in this study used 3 techniques, namely interview, observation, and documentation techniques. Sufism learning during the pandemic at MA NU TBS Kudus has an important role in shaping students' commendable morals, among others, to lead and help students to really remember God by filling their hearts with the word thoyyibah and the sentence of dhikr. While the challenge of learning Sufism during this pandemic is the impact of technology globally, students using technology such as cellphones are not appropriate. So the cellphone should be used for learning, but instead it is made for playing games.
Kedudukan guru dalam perspektif pendidikan Islam Ahmat Miftakul Huda; Ana Maritsa; Difa’ul Husna
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2273

Abstract

Guru merupakan peranan yang paling utama dalam berlangsungnya proses pembelajaran karena seorang guru akan mengubah tingkah laku dan meningkatkan kualitas peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Tugas seorang guru yaitu membimbing, mendidik, dan mengarahkan peserta didik untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan istimewa dalam perspektif Pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian kepustakaan dalam memperoleh data. Penelitian ini menggunakan sumber data kepustakaan berupa buku, jurnal, dan sumber lainnya yang dikumpulkan dari beberapa referensi terkait dengan judul artikel ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara mencari sumber referensi yang terkait dengan pembahasan artikel ini, kemudian menganalisis isi dari data – data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dalam perspektif Islam. Allah juga akan memberi kedudukan serta derajat yang lebih tinggi kepada orang – orang yang berilmu. Seorang guru mempunyai kewajiban dalam rangka untuk menciptakan anak bangsa menjadi manusia yang cerdas dan memiliki akhlakul karimah.
Kontribusi masjid jami’ NU pada perkembangan pendidikan Islam di Papua Hasruddin Dute
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.1999

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Masjid Jami 'sebagai masjid pertama di Jayapura yang eksistensinya bukan saja sebagai sarana tempat ibadah kaum muslimin namun juga sebagai pencetus berdirinya sekolah dibawah lembaga pendidikan formal Ma'arif NU Papua. masjid ini masih ada hingga sekarang yang hadir sebagai bagian dari sejarah Islam yang ada di provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura yang ada sejak pra kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kehadiran masjid Jami sebagai masjid pertama di Kota Jayapura dan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam di dalam masyarakat di kota Jayapura. Sebagai pencetus berdirinya sekolah formal Ma'arif NU Papua. juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi generasi sekarang dan akan datang tentang peran masjid sebagai lembaga pendidikan di dalam mempertahankan persatuan dalam kerangka kehidupan berbangsa melalui lembaga lembaga pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Metode penelitian observasi observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Jami NU Jayapura sebagai tempat ibadah dalam bentuk masjid yang pertama yang ada di kota Jayapura. Berdiri tahun 1943 sebelum Indonesia merdeka. Walau diawal kehadirannya bukan sebagai masjid, melainkan sebagai gudang yang kemudian difungsikan sebagai tempat ibadah oleh buruh yang bekerja di pelabuhan kapal dekat masjid Jami '. Di samping sebagai masjid jami sebagai tempat ibadah,
Eksistensi guru fiqih dalam menginternalisasikan nilai-nilai tasamuh dalam bermadzhab Ratih Ratih
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mengenai peran guru fiqih dalam menumbuhkan nilai tasamuh dalam bermadzhab serta upaya-upaya yang dapat dilakukannya. Menggunakan metode library research atau menjadikan buku-buku atau jurnal ilmiah dan tulisan lain yang relevan dengan objek penelitian sebagai sumber dalam penelitian ini.Hasil kajian penelitian ini menunjukan bahwa seorang guru fiqih memiliki peran dalam menginternalisasikan nilai tasamuh bermadzhab pada diri peserta didik. Dikarenakan guru fiqih menjadi sumber utama dalam pembelajaran fiqih itu sendiri. Adapun upaya yang dapat dilakukan guru fqih yaitu dengan menggunakan buku-buku fiqih 4 madzhab yang sudah ada sebagai referensi tambahan dalam pembelakaran, mengembangkan bahan ajar berupa modul yang berisi materi fiqih perspektif 4 madzhab dan mengadakan kegiatan-kegiatan lain yang sekiranya dapat meningkatkan keberhasilan dalam menginternalisasikan nilai tasamuh pada diri peserta didik.
Materi pendidikan Islam dalam perspektif hadits Rosnaeni Rosnaeni; Deni Indrawan; Muhammad Miftahurrazikin; Zulkipli Lessy
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2043

Abstract

Metode penelitian menggunakan pendekatan library research, yaitu pendekatan kepustakaan dengan mengkaji buku, jurnal, dan sumber-sumber yang relavan. Adapun analisis data menggunakan analisis deskriptif dari data yang telah dikomparasi dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan terakhir kesimpulan. Hasil dari penulisan ini adalah Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber yang dijadikan materi pelajaran dalam pendidikan Islam. Rumusan materi pelajaran dijadikan acuan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pendidikan Islam yaitu terciptanya suatu penyeimbangan pribadi para siswa dengan menyeluruh yang dilakukan melalui pelatihan-pelatihan seperti jiwa, intelektual, dan panca indera karena itu, materi pendidikan Islam hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah para siswa, aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah dan bahasa, baik secara individual maupun kolektif serta mendorong semua aspek tersebut berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan. Hadist-hadist dari Nabi Muhammad telah memberikan kita pembelajaran dalam hal materi pelajaran yang meliputi materi pendidikan Islam yaitu materi aqidah, akhlak, dan ibadah Maka sebagai hamba kita wajib belajar untuk menyeimbangkan berbagai kebutuhan dalam pendidikan sesuai dengan hadits yang di contohkan Rasulullah dan juga harus kita ajarkan mulai dasar terhadap anak didik kita. Sehingga kita dapat menjadi hamba yang sesuai dengan syariat dan selalu mencontoh perbuatan Nabi Muhammad SAW.
Problematika dan solusi pendidikan agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum (PTU) Muhammad Nurul Mubin
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.1992

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian muslim yang utuh dan mengembangkan segenap potensi manusia lahir dan batin. Terkait Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, nama MPK diubah lagi menjadi MKWU (Mata Pelajaran Wajib Umum). PAI berharap penyelenggara perguruan tinggi dapat memahami dan mewujudkan mata kuliah pendidikan agama sebagai mata pelajaran wajib yang menjadi ruh pembinaan kepribadian mahasiswa dan landasan spiritual bagi pengembangan bidang ilmunya masing-masing. Perkembangan filosofi yang terstagnasi dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI) telah melahirkan Beberapa cendikiawan, pejabat, tokoh masyarakat, pendakwah, dan orang-orang kredibel lainnya memang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sejauh ini, ide mengembangkan PAI diabaikan karena tidak ada yang bisa menggugah semangat dan motivasi menciptakan Islam untuk meningkatkan ilmunya. Dalam penyelesaian masalah dalam artikel ini menggunakan pendekatan dikrepansi, yang artinya, mencari kesenjangan antara kondisi ideal implementasi pembelajaran berpendekatan saintifik dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan juga pertimbangan teori, filosofis, dan literatur yang sesui dengan kondisi, lapagan. Diharapkan artikel ini menjadi letarasi yang berkontribusi dalam dunia akademik, sebagai pertimbangan teoritis dan menyelesaikan masalah dimasa yang akan datang. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7