cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-'Adl
ISSN : 19794916     EISSN : 26155540     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Al-'Adl merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah IAIN Kendari. Al-'Adl secara spesifik mempublikasikan tulisan ilmiah baik naskah ilmiah maupun hasil penelitian yang berorientasi pada masalah hukum Islam dan pranata sosial serta kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
KEJAHATAN KESUSILAAN DAN PELECEHAN SEKSUAL DI TINJAU DARI KEBIJAKAN HUKUM PIDANA Asrianto Zainal
Al-'Adl Vol 7, No 1 (2014): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.778 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v7i1.215

Abstract

AbstrakKejahatan moral dan kekerasan seksual dikenal dalam norma semua agama di dunia,sehingga nilai-nilai agama itu bersifat universal. Pada dataran aplikasinya, kasus ini dapatdapat dihindari karena peran nilai-nilai masyarakat juga sangat berpengaruh terhadappelaksanaan hukum.Faktor hukum dan selain hukum harus difokuskan dalam formulasi dan pelaksanaanhukum terkait kejahatan seksual. Misalnya, persepsi masyarakat bahwa perempuan adalahsumber eksplotasi seksual; there is kesalahan pencelaan dalam kejaharan seksual;permalahan membuktikan bahwa itu sangat sulit; begitu pun dengan formulasi kesalahanyang menimbulkan multi penafsiran. Hal yang sama pentingnya adalah jenis pemberianhukuman, tidak ada hukuman berarti tidak dapat menyembuhkan kebiasaan tersebut.Law Draft of Criminal Code, Rancangan Undang-Undang Hukum Pidana perlu mengaturkekerasan seksual sebagai sebuah kejahatan moral. Bentuk kekerasan seksual harus lebihspesifik berdasarkan perkembangan kejahatan yang terjadi, dengan tetap mempertahankanpanduan norma yang diakui masyarakat.Kata Kunci : Morality, sexual, criminal law policy
Hukum Takziah dan Permasalahannya Halimang Halimang
Al-'Adl Vol 2, No 1 (2009): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.733 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v2i1.857

Abstract

In this article, studying concerning the meaning of Takziah, in aspect punish and problems of him, All Fuqaha mutually agree to that takziah is sunnah for everybody, good of woman and man, adult and moppet. The legal fundament of for example is Prophet hadis of Muhammad saw which isn’t it by Imam of IbnuMajah and Imam of al-Baihak :“ There no a Mukmin even also which was takziah to you of getting an accident, except Allah swt will put on dignity clothes him at doomsday”. Meaning of takziah according to language comes from the word ‘azza-yu’azzi-ta’ziah mean amusing and having patience with. Having patience with people who remained bypass away their family narrated things able to amuse and lighten the sorrow of them.
Harmonisasi Hubungan Wewenang Kepala Desa dengan Badan Perwakilan Desa (BPD) dalam Pembentukan PERDA Syahbudin Syahbudin
Al-'Adl Vol 10, No 2 (2017): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.048 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v10i2.700

Abstract

The resources of the village apparatus for the administration of village government are an integral part of the administration and management of village administration. The resource of the village administration apparatus is a fundamental aspect in relation to the formulation and formation of village regulations for the sake of the administration of the village administration in the management of the village regulations is not multi-interpretive and contradictory to the existing rules. In general, this study is directed to identify problems and constraints that arise, both in the aspect of formulating village regulations and in the management of those regulations in the community, and identifying how far the drafting of the village regulations is contrary to the regulations above them. Therefore, this study aims to find and find solutions to emerging problems related to village regulations, and to recommend to the District Government to immediately establish a Regional Regulation on the drafting guidelines and mechanisms for the preparation of village regulations. This aspect is a scientific recommendation prepared based on normative research so that it can be used as a reference for the Local Government in preparing the Regional Regulations on the preparation guidelines and mechanisms of village regulations that can be used as legal umbrella for all village apparatus in the District, with the aim to create management and good village governance.
ETIKA HAKIM DALAM DINAMIKA MASYARAKAT KONTEMPORER : PERSPEKTIF PERADILAN ISLAM Asni Asni
Al-'Adl Vol 8, No 2 (2015): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.867 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v8i2.357

Abstract

Hakim sebagai figur sentral penegakan hukum dan keadilan menjadi pembahasantersendiri dalam sistem peradilan Islam. Eksistensi Peradilan Islam yang telahtampak sejak masa Rasulullah saw diisi dengan figur-figur hakim yang cukupkapabel di bidangnya. Peradilan Islam juga telah menggariskan seperangkat etikasebagai garis panduan bagi hakim agar dapat menjalankan tugas dan perannyadengan baik sebagai pengawal keadilan masyarakat. Sistem tersebut seharusnyamenjadi pedoman bagi hakim-hakim masa kini yang diperhadapkan padaproblematika kontemporer yang semakin kompleks, khususnya hakim-hakimPeradilan Agama.Kata Kunci: Hakim, Etika, Adil, Ijtihad.
MARKETING SYARI’AH SEBAGAI PERANGKAT DALAM MENJALANKAN BISNIS BERETIKA DAN TREND BISNIS DUNIA GLOBAL Nur Chamid
Al-'Adl Vol 7, No 1 (2014): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.91 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v7i1.206

Abstract

AbstrakRahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalammengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh padaprinsip ini, Nabi telah memberi teladan cara terbaik untuk menjadi pedagang yang berhasil.Sebelum menikah dengan Khadijah, Nabi telah berdagang sebagai marketing directorKhadijah & Co, ke Syiria, Jerusalem, Yaman, dan tempat-tempat lainnya.Muhammad, hadir sebagai sosok Syari’ah Marketer handal yang meletakkan prinsipprinsipdasar dalam melakukan transaksi dagang secara adil. Kejujuran dan keterbukaanMuhammad dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan sifat dan teladan abadibagi pengusaha generasi selanjutnya utamanya bagi pemikir dan pelaku marketing bisnisdalam dunia modern seperti saat ini.Kata Kunci : Marketing Syari’ah, Bisnis Beretika, Trend Bisnis, Dunia Global
Operasional Gadai Dalam Sistem Hukum Ekonomi Islam Muhamad Turmudi
Al-'Adl Vol 9, No 1 (2016): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.574 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v9i1.673

Abstract

Gadai merupakan pinjam meminjam uang dalam batas waktu tetrtentu denganmenyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai pada waktunya tidak ditebus maka barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman. Dalam syariat Islamgadai dikenal dengan Rahn yakni barang jaminan yang berarti menjadikan suatubenda bernilai sebagai tanggungan hutang. Dalam pelaksanaannya, ada rukun dansyarat yang harus terpenuhi sehingga gadai tersebut sesuai dengan syariah. Rukundan syarat tersebut adalah rahin, murtahin, marhun/rahn, marhun bih (utang) sertasighat. Akad yang diguna dalam oprasional pegadaian syariah adalah Akad rahnserta ijarah.
Teori Keadilan Kontemporer (Sebuah Kajian Teori Hukum) La Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo Uke
Al-'Adl Vol 10, No 1 (2017): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.45 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v10i1.690

Abstract

Studying the science of law can not be separated by the existence of legal theory. The term theory comes from the English language theory, and in Dutch theorie. Theory also comes from the word "theoria" which in Latin means "contemplation" and in the Greek "thea" which essentially implies something called reality. Some scholars use the word theory to show structured, logical (rational), empirical (reality) thinking, as well as symbolic. While the law itself from the English term law, and the Dutch language is recht. John Austin defines the law as a rule that is held to provide guidance to the intelligent beings by the intelligent beings who rule over it. The theory of law itself comes from the English language that is theory of law and in Dutch called rechtstheorie which means the branch of Law Science which in an interdisciplinary perspective critically analyzes various aspects of legal phenomena each in isolation and in overall relation both in theoretical conception As well as in practical translation by referring to a better understanding and a clear explanation of juridical material. Critically analyzing a legal theory in the presence of thesis and anti-thesis in an ever-expanding theoretical study as a study material in the academic world of law. For that reason John Rawls's contemporary justice theory known as "A Theory of Justice" becomes interestingly studied and criticized as a study.
DISKURSUS PENYATUATAPAN PERADILAN AGAMA DI BAWAH MAHKAMAH AGUNG (STUDI HUKUM RESPONSIF) Kamaruddin Kamaruddin
Al-'Adl Vol 8, No 1 (2015): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.163 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v8i1.348

Abstract

Penyatuatapan peradilan agama dengan lembaga peradilan lainnya dalamlingkungan Mahkamah Agung adalah menjadikan sistem hukum yang independenbebas dari interpensi eksekutif dan legislatif. Penyatuatapan Peradilan Agamamenjadi diskursus menuai pro dan kontra. Penyatuatapan tersebut bertujuanmenciptakan lembaga peradilan yang mandiri dalam menegakkan hukum dankeadilan.Penyatuatapan lembaga peradilan di lingkungan Mahkamah Agung adalahsebuah respon terhadap pengembangan institusi terkhusus pada lembaga PeradilanAgama dalam usaha memperkuat prinsip kekuasaan kehakiman yang merdekasebagai konsekuensi dari reformasi di bidang hukum.Penyatuatapan peradilanagama dalam studi hukum responsif adalah menjadikan sistem hukum lebihterbuka dan bertanggungjawab sesuai dengan perkembangan masyarakat sekaligusmenjadikan peradilan agama lebih mandiri sederajat dengan peradilan lainnya.Kata kunci : Penyatuatapan, Peradilan Agama, Hukum Responsif
KEDUDUKAN MASLAHAH PERSPEKTIF PROF. K.H. ALI YAFIE (Sebuah Analisa Tentang Epistimologi Hukum Islam) Anwar Sadat
Al-'Adl Vol 6, No 2 (2013): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.615 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v6i2.197

Abstract

AbstrakMakalah ini berjudul Kedudukan Maslahah Perpektif Prof. K.H. Ali Yafie: SebuahAnalisa tentang Epistemologi Hukum Islam) yang di dalamnya mencoba memaparkankonsep Maslahah sekaligus menempatkan Maslahah ke posisi yang lebihproporsional.Dalam kajian ini pula Penulis mencoba memberikan uraian yang lebih padatdengan berangkat pada bahasan biografi intelektual Ali Yafie. Adapun metode yangdigunakan dalam kajian ini murni pendekatan pustaka yaitu dengan membaca berbagaikarya ilmiah para tokoh dalam hal ini K.H. Ali Yafie dan berbagai referensi terkait lainnya.Hasil penelitian menunjukkan konsep Maslahah menurut Ali Yafie merupakantujuan syari'at, yang dianggap sebagai pola umum atau prinsip dasar yangmenjiwai seluruh wilayah fiqih.Konsep mashlahah yang ditawarkan Ali Yafie adalahberkisar pada dua hal pokok, yaitu jalb al manfa'ah (mewujudkan manfaat atau kegunaan)dan daf ‘al-madharrah (menghindarkan kemudharratan) yang secara umum mengacu padatiga konsep kebutuhan yaitu: al-dharuriyat, al-hajiyat,al-tahsiniyat.Kata kunci: Ali Yafie, maslahah, fiqih, syariat.
‘Usman ‘Ibn ‘Affan dan ‘Ali Ibn Abi Talib (Nepotisme dan Majlis Tahkim) Beti Mulu
Al-'Adl Vol 1, No 2 (2008): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.515 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v1i2.842

Abstract

Khalifah Usman ibn 'Affan was the third khalifah after Abu Bakardan Umar ibn Khattab. He was born in the sixth year of the elephant year in 576 AD He embraced Islam and performed the Prayer on the auction of Abu Bakr. Khalifah Usman is a wealthy merchant, very generous to the interests of Islam and Muslims.Caliph Usman Bin Affan was elected as the third Caliph in a deliberative committee headed by Abdurrahman Bin Auf who had been appointed by Caliph Umar Bin Khattab. He served as a caliph for 12 years. The first six years recorded the progress made for the progress of Islam. And in the last six years there arose rebellion from the Islamic community due to allegations addressed to the Caliph Usman Bin Affah that he run the wheels of government nepotism. The greatest effort of Caliph Uthman for the benefit of Muslims is the compilation of the Qur'an by performing the uniform readings known today by the name of al-Mushaf.In the reign of Caliph Usman Bin Affan has been exploited by his family of the Umayyads to gain power and wealth that led to allegations of nepotism practice in running the government. That gave rise to rebellion against the Caliph of Uthman and to the murder of the Caliph Usman ibn 'Affan.Ali Ibn Abi Talib is the cousin of the Prophet Muhammad SAW. He was born at the time of the prophet Muhammad was twenty-nine years old.Ali is the first generation who converted to Islam. He always accompanied the Prophet Muhammad in the struggle to uphold Islam both in Mecca and in Medina. Khalifah Ali ibn Abi Talib was named the Caliph by the majority of Muslims in the mosque of Madinah in 656 AD. His political policy dismissed the governors appointed by Uthman's Caliph and withdrew the land he had granted to the population, causing the Umayyad families to strengthen the ranks of supporting Muawiyah against the Caliph Ali ibn Abi Talib. Similarly Aisha, Talhah and Zubeir in Basrah on the grounds of the death of the Caliph Usmanibvn 'Affan. Finally, there was a Jalal war followed by the Siffin war which ended with the tahkim that dismissed Ali from the typical Islamic post and raised Muawiah on the tactics and engineering of Amr ibn al-Ash. Hence, some of Ali's followers declared their exit from Ali's group called the Khawarij. In the khawarijlah khalifah Ali's assassination in 40 H.

Page 7 of 29 | Total Record : 290