cover
Contact Name
ERP Wardoyo
Contact Email
jpp@untan.ac.id
Phone
+6281522519199
Journal Mail Official
jpp@untan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Tanjungpura Jalan Daya Nasional Pontianak Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Prospektif
ISSN : 25793713     EISSN : 25795627     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpp
Jurnal Pembelajaran Prospektif (JPP) is aimed at facilitating scholars, researchers, curriculum developers, educational practitioners, and teachers for publishing the original articles in the form of research paper, theory-based empirical paper, book review, and paper review. The topic areas are covering: Educational Research, Literacy works, Innovative Teaching and Learning Method, Curriculum and Material Development, Assessment, and Best Practice. Jurnal Pembelajaran Prospektif terbit 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
DESKRIPSI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI BILANGAN BULAT DIKAJI DARI RASA INGIN TAHU SISWA Febryanda, Jasindha
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91371

Abstract

Tujuan riset ini yaitu untuk melihat bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dikaji dari rasa ingin tahu oleh siswa kelas VII SMP Bhakti Bernardinus Darit, dengan tiga ketegori yaitu rasa ingin tahu tinggi, sedang dan rendah. Deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Komunikasi tidak langsung adalah teknik pengumpulan data yang digunakan. Alat pengumpulan data berupa soal cerita dan angket rasa ingin tahu. Dalam analisis data yang diperoleh siswa dengan rasa ingin tahu yang tinggi mampu memahami soal, menentukan rencana penyelesaian, melakukan perhitungan dan susuai rencana, serta bisa dalam menarik kesimpulan. Siswa yang mempunyai rasa ingin tahu sedang dapat memahami soal, membuat rencana penyelesaian soal, kurang teliti dalam melaksanakan penyelesaian sesuai rencana atau dalam proses perhitungan, dapat menarik kesimpulan. Siswa yang memiliki rasa ingin tahu rendah hanya dapat memahami masalah pada soal seperti apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal, namun tidak dapat melakukan langkah selanjutnya seperti membuat rencana penyelesaian,  melakukan penyelesaian sesuai rencana dan proses perhitungan dengan baik, hingga dalam menarik kesimpulan. Untuk dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal, diharapkan kepada siswa untuk berlatih dan meningkatkan keiingintahuan terhadap suatu permasalahan dan lebih teliti agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik dan benar agar terhindar dari kekeliruan atau kesalahan
HIDUP RUKUN PADA BUDAYA ROBO"™-ROBO"™ MELALUI PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN PAI Hadi, Arifuddin
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91372

Abstract

Pembelajaran model koooperatif tipe STAD merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, model pembelajaran kooperatif merupakan suatu kolaborasi antar objek atau subjek pembelajaran, fasilitas pembelajaran, lingkungan pembelajaran, serta prosedur pembelajaran yang saling mempengaruhi. yang di integrasikan pada budaya robo"™-robo"™ sebagai kearifan lokal yang sangat melekat pada masyarakat, terutama pada masyarakat Kec. Segedong khususnya dan masyarakat di kabupaten Mempawah pada umumnya. Hasil pada penelitian ini adalah pada pembelajaran hidup rukun pada budaya robo-robo peserta didik menjadi lebih aktif, mampu berpikir kritis dan dapat berkolaborasi dengan teman sekelompok, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal, respon siswa terhadap pembelajaran dengan model belajar ini dikatakan positif, karena sebagian siswa menyatakan lebih mudah dan lebih tertarik dalam proses belajar mengajar. Hal ini bisa dipahami karena proses belajar mengajar menjadi bergairah dan tidak membosankan
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI ENERGI LISTRIK MELALUI METODE DEMONTRASI DAN TANYA JAWAB SERTA PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS VI Dewi, Rosmala
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas VI SD Negeri 004 Toapaya selama semester dua tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan asesmen untuk mengumpulkan data terkait motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah intervensi. Data tambahan berupa dokumen tulisan dan visual juga dikumpulkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi perbedaan motivasi belajar antara tes awal dan akhir setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode demonstrasi dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus pertama, jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 6 meningkat dari 58,3% menjadi 79,16%, dan pada siklus kedua meningkat menjadi 96%. Selain itu, terdapat peningkatan pada aspek kreativitas dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPA. Hasil ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran yang bervariasi dan interaktif mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya penyesuaian bahan ajar dengan kurikulum, penggunaan metode pengajaran yang bervariasi, peran guru sebagai pembimbing, serta kerjasama antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan
DISPOSISI MATEMATIS SISWA DIKAJI DARI GENDER DALAM MEMECAHKAN MASALAH RELASI DAN FUNGSI DI SMP Purwanti, Anggi
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan disposisi matematis siswa dikaji dari gender dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi relasi dan fungsi di SMP Negeri 3 Pontianak. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif, menerapkan teknik komunikasi tidak langsung, pengukuran tertulis, dan komunikasi langsung. Teknik komunikasi tidak langsung menggunakan skala disposisi matematis, sedangkan teknik pengukuran tertulis menggunakan tes tertulis berbentuk uraian. Selain itu, wawancara sebagai bentuk komunikasi tidak langsung dilakukan dengan subjek penelitian siswa kelas VIII H SMP Negeri 3 Pontianak. Hasil penelitian menggambarkan disposisi matematis siswa dalam pemecahan masalah yang dikategorikan ke dalam tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Kesimpulannya, analisis data, temuan penelitian, dan pembahasan menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan perempuan dengan disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah terdapat perbedaan dan persamaan dalam memenuhi indikator disposisi matematis
PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL CERITA MATERI SPLTV DIKAJI DARI GAYA BELAJAR DI SMA SANTUN UNTAN PONTIANAK Supriyady, Robby Dini
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91357

Abstract

Kemampuan memahami konsep dan pengetahuan prosedural dalam menyelesaikan masalah matematika bervariasi dari satu siswa ke siswa lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan cara siswa dalam memproses dan memahami informasi atau pelajaran yang diberikan oleh guru, karena setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Dengan mengenali gaya belajar yang dominan, setiap individu dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif bagi dirinya sendiri. Dengan demikian, setiap individu dapat memanfaatkan kemampuan belajarnya secara maksimal, sehingga hasil belajar yang diperoleh juga lebih optimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pemahaman konseptual dan pengetahuan prosedural siswa dinilai berdasarkan gaya belajar. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X SMA Santun Untan Pontianak yang telah menerima materi sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) sebagai responden atau subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan tiga teknik, yaitu teknik pengukuran, wawancara, dan kuesioner. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa "Pemahaman Konseptual dan Pengetahuan Prosedural Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi SPLTV Ditinjau dari Gaya Belajar di SMA Santun Untan Pontianak" menunjukkan bahwa pemahaman konseptual setiap gaya belajar relatif berbeda, sedangkan pengetahuan prosedural cenderung sama.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING DI KELAS III SD 007 TELUK SEBONG Wartini, Wartini
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91374

Abstract

Harapan dan kebanggaan seorang guru adalah apabila materi yang disajikan dapat dikuasai sempurna oleh peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut guru harus menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan. Untuk meningkatkan  hasil  belajar siswa peneliti menggunakan Metode Snowball Throwing dalam pembelajaran IPS   di  kelas III SD Negeri 007 Teluk Sebong. Hal ini dikarenakan, dalam Metode Snowball Throwing, terdapat unsur bermain di dalamnya (learning by doing and playing). Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil ulangan tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belsjar IPS melalui penggunaan metode Snowball Throwing di kelas III SDN 007 Teluk Sebong TP 2018-2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas III Sekolah Dasar Negeri 007 Teluk sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Adapun instrumen yang digunakan adalah hasil ujian atau ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS. Data-data yang telah terkumpul tersebut dianalisis dan diolah menggunakan teknik analisis deskriptif sebagai acuan dalam menarik kesimpulan. Penelitian ini melalui tiga tahap, yaitu observasi, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dengan metode Snowball Throwing pembelajaran akan lebih bermakna dan tahan lama; (2) Metode Snowball Throwing     terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pebelajaran IPS; (3) Dengan menggunakan metode yang efektif maka pembelajaran akan lebih menyenangkan dan lebih memudahkan anak; (4) Perbaikan pembelajaran sangat diperlukan guna peningkatan kuanlitas pendidikan
POLA PEMBINAAN BUDI PEKERTI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUSLIMIN 1 KABUPATEN KUBU RAYA Suwandra, Ginanjar
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu program pembinaan karakter, bagaimana realisasi program pembinaan karakter, apa saja faktor penghambat, serta solusi terhadap program pembinaan karakter di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1, Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Program pembinaan karakter yang diterapkan di pondok pesantren meliputi program keagamaan, pengasuhan, keamanan, kedisiplinan, kebersihan, dan pembelajaran; 2. Realisasi program pembinaan karakter di pondok pesantren melibatkan pengurus pesantren, pengurus sekolah, dan pengurus asrama untuk memberikan teladan bagi santri. Kegiatan pembinaan karakter dilakukan dengan tujuan agar santri terbiasa dengan nilai-nilai yang diajarkan; 3. Faktor penghambat dalam merealisasikan program pembinaan karakter di pondok pesantren meliputi perilaku santri yang masih labil, kurangnya pemahaman santri terhadap disiplin, sikap tidak bertanggung jawab, hambatan antrean untuk mandi akibat kemacetan, serta pengaruh media sosial selama hari libur; 4. Solusi terhadap hambatan dalam merealisasikan program pembinaan karakter di pondok pesantren antara lain memberikan peringatan kepada santri, memperbaiki saluran air agar tidak tersumbat, memberikan poin sanksi bagi santri yang melanggar program pembinaan karakter, meningkatkan pembelajaran tentang PPKn, serta memperkuat pengawasan di lingkungan pondok pesantren.
DESKRIPSI RESPON GURU TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN MICROSOFT POWERPOINT MATERI BARISAN BILANGAN Nuryansah, Nuryansah
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan respon guru terhadap media pembelajaran Microsoft PowerPoint materi barisan bilangan serta melihat umpan balik guru setelah menyimak media pembelajaran Microsoft PowerPoint materi barisan bilangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Guru matematika SMP sederajat dan SMA sederajat menjadi subjek penelitian ini. Penelitian ini melibatkan sebanyak 25 guru matematika. Hasil penelitian menyatakan bahwa respon yang di berikan guru terhadap media pembelajaran Microsoft PowerPoint memperoleh rata-rata 89,27% (sangat baik). Dapat dilihat rata-rata tiap indikator respon guru sebagai berikut: format memperoleh rata-rata 90,4% (sangat baik), relevansi memperoleh rata-rata 90,4% (sangat baik), ketertarikan memperoleh rata-rata 88,8% (sangat baik), kepuasan memperoleh rata-rata 89,2% (sangat baik), dan percaya diri memperoleh rata-rata 84,4% (sangat baik). Dan dapat dilihat juga dari tingkat respon guru, guru memiliki 3 kategori respon, yaitu sangat baik ada 9 guru, baik ada 10 guru, dan cukup baik ada 6 guru, dimana guru lebih banyak mendapatkan tingkat respon dengan kategori baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8