cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2020): July" : 7 Documents clear
Tuberculosis Case Finding Practice: The Intention of Cadres Agnes Pude Lepuen; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Sada Rasmada
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.1050

Abstract

Tuberculosis (TB) is a difficult health problem to overcome. Active case finding is an important step in managing this infectious disease. However, the prevalence of TB case finding among cadres at the community level is low because of the stigma attached to TB, difficulty in geographical coverage, low public awareness, and social economic barriers. In addition, the empowerment and intention of cadres to perform community-based TB case finding are not optimal yet. This cross-sectional study aimed to determine the intention of TB case finding among 162 public health cadres at one district. Convenient sampling technique was employed in this study. Relationship analyses were performed using Chi-Square test. Results suggested that three factors, namely, attitude, subjective norm, and perceived behavior control influenced the intention to practice TB case finding among cadres. Public health care providers must encourage cadres to practice active TB case finding and understand the benefits and burdens encountered by cadres during TB case finding. Abstrak Praktik Penemuan Kasus Tuberkulosis: Niat Kader. Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang sulit diatasi. Penemuan kasus TB secara aktif merupakan langkah awal yang menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan kasus TB, namun angka penemuan kasus TB masih rendah. Kader belum dapat melakukan pendeteksian dini kasus TB secara optimal. Selain itu sebagai penemu kasus TB di masyarakat, kader memiliki berbagai tantangan dalam upaya menemukan kasus TB, salah satunya adalah niat untuk menemukan kasus TB mengingat banyak stigma yang muncul terkait penyakit TB, keadaan geografi yang sulit dijangkau, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kendala biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensi atau niat kader dalam menemukan kasus TB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 162 kader kesehatan di sebuah kecamatan. Metode pengambilan sampel menggunakan convenient sampling. Analisa hubungan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ketiga faktor yaitu sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang dirasakan memiliki hubungan dengan intensi dalam menemukan kasus TB. Maka dapat disimpulkan, dukungan tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan praktik penemuan kasus TB dan penting untuk memperhatikan manfaat dan tantangan yang ditemui oleh kader dalam menemukan kasus TB. Kata Kunci: kader kesehatan, kontrol kendali yang dirasakan, niat, norma subjektif, sikap, penemuan kasus Tuberkulosis
Table of Content Volume 23 No.2 July 2020 Rina Setiana
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.1305

Abstract

Job Demands–Resources Model Affects the Performance of Associate Nurses in Hospital Khairunnisa Batubara; Bustami Syam; Sri Eka Wahyuni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.1132

Abstract

Low nurses’ performance is related with increased job demands and unprofessional job resources. This cross-sectional study aimed to analyze the effects of the job demands–resources model on the performance of associate nurses. The study population was composed of 126 nurses randomly selected. Data were analyzed using the multiple linear regression test. The results showed that job demands and job resources significantly affected the performance of associate nurses. A moderate or heavy level of job demands supported with good job resources will have a positive effect on nurse motivation; thus, nurse’s performance remains good. Job demands must be balanced with job resources, which is important in formulating an organizational policy model that contributes to improving nurse performance.Abstrak Model Tuntutan-Sumber Daya Pekerjaan Memengaruhi Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit. Kurangnya kinerja perawat berkaitan dengan tuntutan pekerjaan yang meningkat dan sumber daya pekerjaan yang tidak profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demands-resources model terhadap kinerja perawat pelaksana dengan menggunakan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 perawat ruangan rawat inap dan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan menggunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demands-resources model berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana. Tuntutan pekerjaan pada kategori sedang maupun berat namun diimbangi dengan sumber daya pekerjaan yang baik, maka perawat memiliki motivasi yang bersifat positif sehingga kinerja perawat tetap baik. Direkomendasikan pada pihak manajemen agar tuntutan pekerjaan yang diberikan harus diseimbangkan dengan sumber daya pekerjaan sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan model kebijakan organisasi yang berkonstribusi dalam meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci: job demands-resources model, kinerja perawat
Improvement in Patients’ Ability to Care for Anxiety and Impaired Body Image: A Case Report of Acceptance and Commitment Therapy and Family Psychoeducation Rasmawati Rasmawati; Budi Anna Keliat; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.653

Abstract

Heart failure and hypertension are non-communicable diseases that are responsible for 70% of deaths worldwide and cause anxiety and impaired body image. Nursing interventions (therapy in general) and acceptance and commitment therapy increase patients’ acceptance of the disease and commitment to alleviate anxiety and improve impaired body image. Meanwhile, family psychoeducation improves the family’s ability to care for the patient. This case report presents two patients with heart failure and hypertension. The two patients experienced a decrease in symptoms on the cognitive aspects (difficulty concentrating, focusing on self, and decline body changes), affective aspects (worry, shame, and despair), physiological aspects (sleep disorders and appetite), and behavioral aspects (daydreaming, decreased productivity, and social difficulties). Patients who find difficulty enjoying daily activities and increasing their ability and commitment to overcome anxiety and impaired body image should receive nursing intervention, acceptance and commitment therapy, and family psychoeducation as part of nursing services. Abstrak Peningkatan Kemampuan Klien Merawat Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh: Laporan Kasus Acceptance and Commitment Therapy dan Psikoedukasi Keluarga. Gagal jantung dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab 70% kematian di dunia serta menyebabkan ansietas dan gangguan citra tubuh. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis Acceptance and commitment therapy diberikan pada klien agar dapat meningkatkan penerimaan terhadap penyakit dan komitmen merawat ansetas dan gangguan citra tubuh. Psikoedukasi keluarga dilakukan agar keluarga mampu membantu merawat klien dalam menghadapi penyakitnya. Metode yang digunakan berupa laporan kasus dalam bentuk case series pada dua klien dewasa dengan gagal jantung dan hipertensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua klien mengalami penurunan gejala pada aspek kognitif berupa sulit konsentrasi, fokus pada diri sendiri, tidak menerima perubahan tubuh; afektif: khawatir, malu dan putus asa; aspek fisilogis: gangguan tidur dan tidak nafsu makan; perilaku: melamun, penurunan produktivitas; dan sosial: sulit menikmati kegiatan harian serta terjadi peningkatan kemampuan klien dalam menerima penyakit dan komitmen merawat ansietas dan gangguan citra tubuh. Pemberian tindakan keperawatan ners dan ners spesialis acceptance and commitment therapy serta psikoedukasi keluarga perlu dibudayakan dalam pemberian pelayanan keperawatan di unit umum. Kata Kunci: acceptance and commitment therapy, ansietas, gangguan citra tubuh, hipertensi, psikoedukasi keluarga
Valsalva Maneuver to Decrease Pain Intensity During Arteriovenous Fistula Insertion in Hemodialysis Patients Mahruri Saputra; Ikhsanuddin Ahmad Harahap; Sutomo Kasiman
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.645

Abstract

AV fistula allows external vascular access for hemodialysis patients. Because hemodialysis patients experience puncture wounds and stabbing pain approximately 300 times a year, development of methods to decrease pain intensity are of great importance. Some techniques, such as the Valsalva maneuver, are known to reduce pain. This study aims to assess the effect of the Valsalva maneuver on decreasing the intensity of AV fistula pain in patients receiving hemodialysis. The quasi-experimental research of pre and post without control applying consecutive sampling to get as many as 63 respondents. Pain intensity was measured by using the Numerical Pain Rating Scale (NPRS). The Valsalva maneuver was performed during insertion of the AV fistula needle for 16–20 seconds. The results showed significant differences in pain intensity between before and after the intervention with the difference in mean that is 1.35 (SD = 0.54), t = 19.70, p = 0.001. The Valsalva maneuver is effective in reducing the pain of AV fistula insertion because it stimulates the vagus nerve to induce an antinociceptive effect. Nurses are highly recommended to teach the Valsalva maneuver to patients undergoing routine hemodialysis. Abstrak Pemberian Teknik Manuver Valsalva terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula pada Pasien Hemodialisis. Arteriovenous (AV) fistula merupakan akses vaskuler eksternal pasien hemodialisis. Pasien hemodialisis mengalami luka tusuk dan nyeri akibat penusukan sekitar 300 kali setahun sehingga perlu diberi tindakan untuk membantu mengatasinya. Beberapa teknik diketahui dapat menurunkan nyeri seperti teknik Valsalva manuver. Penelitian ini bertujuan menilai efek teknik Valsalva manuver terhadap penurunan intensitas nyeri penusukan AV fistula pada pasien hemodialisis. Penelitian quasi eksperimen pre dan post tanpa kontrol menerapkan consecutive sampling untuk mendapatkan sebanyak 63 responden. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS). Valsalva manuver dilakukan saat penusukan jarum AV fistula selama 16-20 detik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan selisih mean yaitu 1,35 (SD=0,54), t=19,70, p=0,001. Valsalva manuver efektif menurunkan nyeri penusukan AV fistula karena menstimulasi saraf vagus dalam menginduksi efek antinociceptif. Teknik Valsalva manuver sangat direkomendasikan kepada perawat untuk mengajarkan teknik ini pada pasien yang menjalani hemodialisis rutin. Kata Kunci: AV fistula, hemodialisis, intensitas nyeri, Valsalva manuver
Effective Ultrasound and Neural Mobilization Combinations in Reducing Hand Disabilities in Carpal Tunnel Syndrome Patients Ni Luh Nopi Andayani; Ari Wibawa; Made Hendra Satria Nugraha
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.988

Abstract

Excessive activity in the hands and wrists over a prolonged period of time can cause repetitive strain injury, which leads to the occurrence of carpal tunnel syndrome. The purpose of this study is to determine the differences in the effectiveness of ultrasound and neural mobilization interventions with ultrasound and passive stretching in reducing hand disabilities in patients with carpal tunnel syndrome. It is an experimental study, using the pre- and post-test control group design. The sampling technique employed was simple random sampling, with a study sample comprising 30 people. The difference test with an independent t-test showed a significant difference between the control group and the treatment group (p= 0.000), with a decrease hand disability percentage of 7% in the control group and 15% in the treatment group. Based on the results, it can be concluded that the combination of ultrasound and neural mobilization is more effective in reducing hand disability than a combination of ultrasound and passive stretching in patients with carpal tunnel syndrome. Abstrak Aktivitas yang berulang pada pergelangan tangan apabila berlangsung lama dapat menimbulkan repetitive strain injury yang berujung terhadap terjadinya carpal tunnel syndrome. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas intervensi ultrasound dan neural mobilization dengan ultrasound dan passive stretching dalam menurunkan disabilitas tangan pada pasien carpal tunnel syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara simple random sampling. Sampel penelitian pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Uji beda selisih dengan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p= 0,000) dengan persentase penurunan disabilitas tangan sebesar 7% pada kelompok kontrol dan 15% pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi ultrasound dan neural mobilization lebih efektif dalam menurunkan disabilitas tangan daripada kombinasi ultrasound dan passive stretching pada pasien carpal tunnel syndrome. Kata kunci: carpal tunnel syndrome, disabilitas tangan, neural mobilization, passive stretching, ultrasound
Adaptation to Sexual Dysfunction in Patients with Chronic Renal Failure Akhyarul Anam; Lestari Sukmarini; Agung Waluyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.582

Abstract

The prevalence of chronic renal failure in Indonesia tends to increase in the lower age group (45–54 years). Chronic renal failure may lead to impaired sexual function. A descriptive phenomenology study with in-depth interviews was carried out with 12 participants, and thematic content analysis was applied. Six themes were revealed, as follows: 1) adaptation process to sexual dysfunction experienced, 2) sexual dysfunction experience, 3) importance of fulfilling sexuality needs, 4) behavior in dealing with sexual dysfunction, 5) perception of the cause of sexual dysfunction, and 6) participants’ expectation of health service related to sexual function. The experience of adapting to sexual dysfunction became a meaningful process through partner involvement. Similar research involving more heterogeneous samples would benefit further discourse. Abstrak Adaptasi Terhadap Disfungsi Seksual Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis. Prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia cenderung meningkat pada kelompok usia lebih muda (45-54 tahun). Gagal ginjal kronis sering menyebabkan gangguan fungsi seksualitas (disfungsi seksual). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mendalam tentang pengalaman proses adaptasi pasien gagal ginjal kronis yang mengalami disfungsi seksual. Desain penelitian menggunakan deskriptif fenomenologi dengan wawancara mendalam. Dua belas partisipan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini teridentifikasi enam tema yaitu 1) proses adaptasi terhadap disfungsi seksual yang dialami partisipan, 2) disfungsi seksual yang dialami, 3) makna pentingnya pemenuhan kebutuhan seksualitas, 4) perilaku dalam menghadapi disfungsi seksual, 5) persepsi tentang penyebab disfungsi seksual, dan 6) harapan partisipan terhadap pelayanan kesehatan terkait fungsi seksualitas. Proses adaptasi yang dialami partisipan merupakan pengalaman yang sangat bermakna karena melibatkan dirinya sendiri dan hubungan interpersonal dengan pasangannya. Penelitian sejenis dengan sampel lebih heterogen diperlukan untuk memperkaya keilmuan. Kata Kunci: disfungsi seksual, gagal ginjal kronis, pengalaman proses adaptasi pasien

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 3 (2025): November Vol 28 No 2 (2025): July Vol 28 No 1 (2025): March Vol 27 No 3 (2024): November Vol 27 No 2 (2024): July Vol 27 No 1 (2024): March Vol 26 No 3 (2023): November Vol 26 No 2 (2023): July Vol 26 No 1 (2023): March Vol 25 No 3 (2022): November Vol 25 No 2 (2022): July Vol 25 No 1 (2022): March Vol 25, No 1 (2022): March Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24 No 3 (2021): November Vol 24 No 2 (2021): July Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 24 No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23 No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23 No 2 (2020): July Vol 23 No 1 (2020): March Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22 No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22 No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 22 No 1 (2019): March Vol 21 No 3 (2018): November 2018 Vol 21 No 2 (2018): Juli Vol 21 No 1 (2018): Maret Vol 20 No 3 (2017): November Vol 20 No 2 (2017): Juli Vol 20 No 1 (2017): Maret Vol 19 No 3 (2016): November Vol 19 No 2 (2016): Juli Vol 19 No 1 (2016): Maret Vol 18 No 3 (2015): November Vol 18 No 2 (2015): Juli Vol 18 No 1 (2015): Maret Vol 17 No 3 (2014): November Vol 17 No 2 (2014): Juli Vol 17 No 1 (2014): Maret Vol 16 No 3 (2013): November Vol 16 No 2 (2013): Juli Vol 16 No 1 (2013): Maret Vol 15 No 3 (2012): November Vol 15 No 2 (2012): Juli Vol 15 No 1 (2012): Maret Vol 14 No 3 (2011): November Vol 14 No 2 (2011): Juli Vol 14 No 1 (2011): Maret Vol 13 No 3 (2010): November Vol 13 No 2 (2010): Juli Vol 13 No 1 (2010): Maret Vol 12 No 3 (2008): November Vol 12 No 2 (2008): Juli Vol 12 No 1 (2008): Maret Vol 11 No 2 (2007): September Vol 11 No 1 (2007): Maret Vol 10 No 2 (2006): September Vol 10 No 1 (2006): Maret Vol 9 No 2 (2005): September Vol 9 No 1 (2005): Maret Vol 8 No 2 (2004): September Vol 8 No 1 (2004): Maret Vol 7 No 2 (2003): September Vol 7 No 1 (2003): Maret Vol 6 No 2 (2002): September Vol 6 No 1 (2002): Maret Vol 5 No 2 (2001): September Vol 5 No 1 (2001): Maret Vol 2 No 8 (1999): Desember Vol 2 No 7 (1999): September Vol 2 No 6 (1999): Mei Vol 2 No 5 (1998): Oktober Vol 1 No 4 (1998): Juli Vol 1 No 3 (1997): Desember Vol 1 No 2 (1997): Juli Vol 1 No 1 (1997): Januari More Issue