cover
Contact Name
Sri Rahayu
Contact Email
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Phone
+6285379034482
Journal Mail Official
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tentara Pelajar Mudal Boyolali 57351
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
Core Subject : Science,
ABSTRAK Latar Belakang : Involusi uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Proses ini dimulai segera plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus (Ambarwati, 2009). Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan, dimana fungsinya adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot – otot setelah kehamilan (Ervinasby, 2008). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu post partum Di Puskesmas Mariana Kabupaten Banyuasin tahun 2020. Metodologi : Penelitian ini Merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group). Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa rerata involusi uterus pada kelompok Kontrol (Tidak melakukan senam Nifas) adalah 5,30+0,67 cm, rerata kelompok perlakuan (melakukan Senam Nifas) adalah 3,00+1,05 cm. Analisis kemaknaan dengan uji Mann Withney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok sesudah diberikan perlakuan, rerata Involusi Uterus berbeda secara bermakna (p<0,05). Kesimpulan : Involusi uterus kelompok kontrol (Tidak melakukan senam) sesudah/Pengukuran ke dua terjadi penurunan involusi uterus dan Involusi uterus kelompok Perlakuan (melakukan senam nifas) sesudah senam nifas terjadi penurunan involusi uterus secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri.
Articles 361 Documents
HUBUNGAN FREKUENSI DAN KETEPATAN CARA SIKAT GIGI DENGAN GINGIVITIS IBU HAMIL Anita Yuniastuti; Sri Handayani
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.302

Abstract

ABSTRAKSurvei Kesehatan Nasional 2002 yang menyebutkan bahwa 77% dari ibu hamil yang menderita radang gusi melahirkan bayi secara prematur. Kelainan pada mulut dan gusi sering tidak ditanggapi oleh ibu yang sedang menjalani masa kehamilan. Penyakit radang gusi (gingivitis) sering disebabkan oleh kebiasaan dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi dan ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis ibu hamil.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi  ibu hamil, sample 60, teknik sampel total sampling, uji statistik chi squre, alat uji kuesioner dan checklist. Hasil Penelitian : sebagian besar ibu hamil menyikat gigi dengan frekuensi yang tergolong baik (70,0%), sebagian besar ibu hamil menyikat gigi dengan cara yang tergolong tidak tepat (66,7%), sebagian besar ibu hamil yang mengalami gingivitis sedang (56,7%). Hasil uji statistik diperoleh untuk mengetahui frekuensi sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil ditunjukkan dengan c2hitung > c2tabel (17,931 > 5,991) atau  p = 0,0001< (0,05). Hasil uji statistik diperoleh untuk mengetahui ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil ditunjukkan c2hitung > c2tabel (19,151 > 5,991) atau  p = 0,0001< (0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara frekuensi dan ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil. Saran :  Agar ibu lebih peduli dengan kebersihan gigi dan mulutnya, serta segera berkunjung ke petugas kesehataan 6 bulan sekali dan apabila ada keluhan.Kata kunci :  frekuensi dan ketepatan sikat gigi, gingivitisRELATIONSHIP FREQUENCY AND PRECISION OF TOOTHBRUSH WITH GINGIVITIS IN PREGNANT MOTHERABSTRACT2 count The 2002 National Health Survey found that 77% of pregnant women with gingivitis gave birth prematurely to babies. Abnormalities of the mouth and gums are often not addressed by mothers who are becoming pregnant. Gingivitis (gingivitis) is often caused by use in the mouth and teeth. The purpose of this study was to determine the relationship of frequency and accuracy of the way toothbrush with pregnant gingivitis. This research uses quantitative analytic research design, using cross sectional approach. Population of pregnant mother, sample 60, total sampling technique samples, chi squre statistic test, questionnaire test and checklist. Results: Most pregnant women brushed their teeth with a relatively good frequency (70.0%), most pregnant women brushed their teeth in an improperly (66.7%) way, most pregnant women with moderate gingivitis 56, 7%). The statistical test results for toothbrushing with gingivitis in pregnant women were presented with c2counted > c2table  (17,931> 5,991) or p = 0.0001 < (0,05). The result of statistical test was obtained to find out the way toothbrush with gingivitis in pregnant mother published c2counted > c2table (19,151 > 5,991) or p = 0.0001 <(0,05). Keywords: toothbrush with gingivitis in pregnant women. Suggestion: In order for mothers to be more concerned with dental hygiene and mouth, and immediately proceed to health officer 6 months and inspiration there are complaints.Keywords: frequency and precision of toothbrush, gingivitis
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL ., Sarwoko
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.01, JUNI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i01.336

Abstract

ABSTRAKResiko kehamilan diantaranya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi, di Indonesia 22,4% disumbang oleh adanya ibu hamil dengan resiko tinggi berkaitan dengan kehamilan 3T (BKKBN, 2007). Kebanyakan kematian maternal itu terjadi karena ”tiga terlambat”. Ranson dan Yinger (2002) lelaki Indonesia yang istrinya meninggal saat melahirkan kebanyakan tidak mengetahui bahwa istrinya dapat meninggal karena melahirkan (BKKBN, 2007). Antenatal care merupakan asuhan yang diberikan kepada ibu hamil sampai saat sebelum melahirkan. Asuhan antenatal care penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kehamilan berjalan normal dan mendeteksi ibu hamil yang tidak normal sehingga komplikasi obstetri yang mungkin terjadi selama kehamilan dideteksi secara dini serta ditangani secara memadai. Kepatuhan ibu hamil untuk melaksanakan ANC dan dukungan suaminya sangat penting guna keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Di BPM Rohmiyanti Wonorejo Kalijambe Sragen terdapat 30 kasus ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan suami terhadap kepatuhan melakukan kunjungan ANC tahun 2015. Metode penelitian analitik korelasional, pendekatan waktu dengan prospektif. Populasi ibu hamil sebanyak 30 orang. Teknik sampling total sampling seluruh ibu hamil dan analisis data menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini dari 30 responden sebagian besar yang patuh kunjungan ANC mendapat dukungan suami 17 responden dan yang tidak patuh 13 responden 8 diantaranya tidak menpat dukungan suami Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS t-hitung = 5,039 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan  dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil.Kata kunci : Dukungan Suami, Kunjungan ANC. EFFECT OF SUPPORT HUSBAND TO COMPLIANCE WITH ANTENATAL CARE VISIT OF PREGNANT WOMEN ABSTRACTThe risk of pregnancy including the Maternal Mortality Rate (MMR) is still high, in Indonesia 22.4% was contributed by the presence of pregnant women with high risk associated with pregnancy 3T (BKKBN, 2007). Most maternal deaths occurred due to "three delays". Ranson and Yinger (2002) Indonesian man whose wife died while giving birth most do not know that his wife could die from childbirth (BKKBN, 2007). Antenatal care is care provided to pregnant women until moments before delivery. Antenatal care is important to ensure that the natural course of pregnancy was normal and detect abnormal pregnant women so that obstetric complications that may occur during pregnancy is detected early and dealt with adequately. Compliance pregnant women to carry out ANC and her husband's support is essential to the safety of mothers and babies born. BPM Rohmiyanti Wonorejo in Sragen Kalijambe there were 30 cases of pregnant women. The purpose of this study to determine the effect on adherence husband support ANC visit in 2015. Correlational research methods analytical approach with prospective time. The population of pregnant women as many as 30 people.  Sampling technique total sampling all pregnant women and analyzed using linear regression. The results of this study of 30 respondents largely docile ANC got 17 respondents husband's support and non-adherent 13 respondents 8 of them are not menpat husband support the results of calculations using SPSS t-test = 5.039 with 0.000 significance value < 0.05. It is concluded that there is a significant effect on adherence husband support ANC in pregnant women.Key word: husband's support, ANC visit.
THE DIFFERENCES IN NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN OF WORKING MOTHERS WITH AREN’T WORKING IN THEKEJOBONG DISTRICT PURBALINGGA REGENCY Sumarni Sumarni; Warni Fridayanti; Tri Wahyuni Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto
Jurnal Kebidanan VOLUME 5 NO.1 JUNI 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v5i2.110

Abstract

THE DIFFERENCES IN NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN OF WORKING MOTHERS WITH AREN’T WORKING IN THE KEJOBONG DISTRICT PURBALINGGA REGENCY Sumarni, Warni Fridayanti & Tri Wahyuni Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto ABSTRACT The infancy is a vulnerable time for nutritional problems. At this time, children experience rapid growth and development and this require nutritious food. Nutritional adequacy can be influenced by the mother's occupation. Mothers work closely relation to earned income mothers to buy nutritious food, so the nutritional intake can be maintained and toddlers are not malnourished. To knowing the differences in nutritional status of children of working mothers with children under five who are not working in the district Kejobong Purbalingga. This research is a observational with cross sectional approach. The sample was all children under five in sub Kejobong mother Purbalingga as many as 97 people. Analysis using percentage distributions and U Mann Whitney test. Nutritional status of children of mothers who work most toddler in the category of less that 26 people (45.6%). Nutritional status of children of mothers who did not work most toddler much in both categories with 26 people (66.7%). There are differences in nutritional status of children of working mothers with children under five who are not working in the district Kejobong Purbalingga (p = 0.009). There was a differences in nutritional status of children of working mothers with children under five who are not working in the district Kejobong Purbalingga. Both mothers toddlers who work and who do not work should pay more attention to the needs of children by providing nutritious foods. Keywords : Nutritional status, working mother
HUBUNGAN BAYI LAHIR STUNTING DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BAYI DI BPM YULIATI SEMANU GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Putriningrum, Eva; ., Eniyati; Anggraeni, Fatimah Dewi
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.350

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. DIY merupakan daerah prioritas untuk intervensi stunting, prevalensi stunting tertinggi terdapat di Kabupaten Gunung Kidul yaitu 19,82%. Di BPM Yuliati, pada bulan Januari – Juni 2018, terdapat 20,45% bayi mengalami lahir stunting.  Tujuan: Diketahuinya hubungan bayi lahir stunting dengan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskripsi korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang berusia maksimal 12 bulan pada saat dilakukan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sebanyak 61 bayi. Analisis data menggunakan analisis korelasi Chi Square.  Hasil : Sebagian besar responden dengan riwayat lahir stunting mengalami pertumbuhan dengan kategori normal yaitu sebanyak 27 responden (44,26%), dan 3 responden (4,92%) masuk dalam kategori tidak normal, dan pada perkembangan bayi dengan riwayat lahir stunting, sebagian besar responden mempunyai perkembangan yang normal yaitu sebanyak 25 responden (40,98%), dan terdapat 5 responden (8,20%) yang masuk ke dalam kategori meragukan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara riwayat bayi lahir stunting dengan pertumbuhan pada bayi, dan terdapat hubungan antara bayi dengan riwayat lahir stunting dengan perkembangan pada bayi.Kata Kunci : Lahir Stunting, Pertumbuhan, Perkembangan RELATIONSHIP BETWEEN NEWBORN WITH STUNTING AND BABY’S GROWTH AND DEVELOPMENT IN BPM YULIATI SEMANU GUNUNG KIDUL YOGYAKARTAABSTRACTBackground: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Yogyakarya is the priority area for stunting intervention. The highest prevalence of stunting in Yogyakarta is in Gunung Kidul Regency as much as 19.82%. In January - June 2018, 20.45% of babies in BPM Yuliati suffer from stunting. Objective: The aim of this research is to acknowledge the relationship between newborn with stunting and baby’s growth and development. Method: This type of research was a correlation description study used a cross sectional approach. The population in this study were infants aged a maximum of 12 months at the time of the study. The sampling technique used consecutive sampling of 61 infants. Data analysis using Chi Square correlation analysis. Results: Most respondents with a birth history of stunting experienced growth in the normal category of 27 respondents (44.26%), and 3 respondents (4.92%) were in the abnormal category, and in the development of infants with a history of stunting, partly The large number of respondents has a normal development of 25 respondents (40.98%), and there are 5 respondents (8.20%) who fall into the dubious category. Conclusion: There is no relationship between the history of stunting born babies and babies’ growth and development, and there is a relationship between stunting birth history with development in infants.Keywords: Birth Stunting, Growth, Development
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DI KABUPATEN BOYOLALI BULAN MEI - JUNI 2007 Dwi Anita Apriliastuti, S.S.T.; Sri Madya Bhakti ER, S.Si.T
Jurnal Kebidanan Volume 1 No. 2 Desember 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v1i1.68

Abstract

HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DI KABUPATEN BOYOLALI BULAN MEI - JUNI 2007 Dwi Anita Apriastuti, Sri Madya BER Abstrak : Perdarahan post partum adalah perdarahan setelah bayi lahir (kala IV) sebelum / pada saat setelah plasenta lahir, dengan jumlah lebih 500cc dan penolong persalinan yang terbanyak dalam kasus ini adalah tenaga kesehatan dengan persentase (89%). untuk mengetahui karakteristik bidan dengan kejadian perdarahan post partum di kabupaten boyolali tahun 2007. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, sample yang diambil secara random atau acak, alat ukur yang digunakan adalah angket. hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hubungan yang paling mempengaruhi karakteristik bidan dengan kejadian perdarahan post partum adalah masa kerja bidan dengan pelatihan APN  bidan sedangkan yang tidak mempengaruhi dengan kejadian perdarahan post partum ini adalah umur dan pendidikan bidan. Diketahui adanya hubungan yang paling berpengaruh antara karakteristik bidan dengan kejadian perdarahan post partum adalah masa kerja dan pelatihan dibandingkan dengan umur dan pendidikan karena semakin tua masa kerja akan dapat mengurangi kejadian perdarahan post partum sedangkan bidan yang ikut pelatihan APN disini berarti mereka benar-benar menerapkan langkah-langkah yang mereka dapat pada saat mengikuti pelatihan dalam menangani kasus perdarahan post partum.   Kata Kunci : Karakteristik bidan, perdarahan post partum
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT MENERAPKAN 3 M (MEMAKAI MASKER, MENJAGA JARAK DAN MENCUCI TANGAN) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 Nurhidayati, Novita; Yuliastanti, Triani
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.419

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) dilaporkan pertama kali di Kota Wuhan, Cina. Virus corona telah menyebar dengan cepat di hampir setiap negara termasuk Indonesia. Anjuran pemerintah sebagai pencegahan COVID-19 dapat dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jaga jarak, dan mencuci tangan. Dalam era new normal saat ini semua kegiatan telah dilakukan seperti biasa, sehingga kepatuhan masyarakat menerapkan protocol kesehatan sangat berperan dalam upaya pencegahan penularan covoid 19. Dimana kepatuhan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M (memakai masker,  menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yaitu warga yang berusia 17-50 tahun sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian dilaksanakan di Dukuh Gatak RT 2 RW 5 Desa Mudal, Kecamatan Boyolali. Analisis data kuantitatif menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian dari Uji Rank Spearman didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M (memakai masker,  menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19. Saran bagi masyrakat yang tidak menerapakan 3 M diberikan sanksi dan pemerintah desa meningakatkan sosialisasi di tingkat masyarakat.Kata Kunci : Covid-19, Pengetahuan Covid-19, 3 MTHE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE WITH COMMUNITY COMPLIANCE APPLYING 3 M (WEARING MASK, KEEPING YOUR DISTANCE AND WASHING HANDS) IN THE EFFORT TO PREVENT THE TRANSMISSION OF COVID 19ABSTRACTCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) which was first reported in Wuhan City, China. The corona virus has spread rapidly in almost every country including Indonesia. The government's recommendation to prevent COVID-19 can be done by complying with health protocols such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands. In the new normal era, all activities have been carried out as usual, so that public compliance with health protocols plays a very important role in efforts to prevent covoid transmission 19. Where a person's compliance can be influenced by factors of knowledge, attitudes, and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and public compliance in implementing 3M (wearing masks, maintaining distance and washing hands as an effort to prevent the transmission of Covid 19. This research was conducted using quantitative methods with cross sectional approach. The research sample was taken by purposive sampling, namely residents aged 17-50 years as many as 40 respondents. The research instrument used a questionnaire. The research location was carried out in Dukuh Gatak RT 2 RW 5 Mudal Village, Boyolali District. Quantitative data analysis used the Spearman Rank Test. The results of the research from the Spearman Rank Test showed a p-value of 0.000 (p <0.05), so Ho was rejected and it was stated that there was a relationship. The conclusion of this study is that there is a relationship between public knowledge and community compliance in implementing 3M (wearing masks, maintaining distance and washing hands as an effort to prevent the transmission of Covid 19. Suggestions for people who do not implement 3M are given sanctions and the village government increases socialization at the community level .Keywords: Covid-19, Covid-19 Knowledge, 3M
STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG GIZI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI PUSKESMAS SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Trisnawati, Yuli; Purwanti, Sugi; Retnowati, Misrina
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.02, DESEMBER 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i02.218

Abstract

ABSTRAKSeribu hari pertama kehidupan adalah periode seribu hari mulai sejak terjadinya konsepsi hingga anak berumur 2 tahun. Seribu hari terdiri dari, 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut periode emas (golden periode) atau disebut juga sebagai waktu yang kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (window of opportunity). Ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir dan anak usia di bawah dua tahun (baduta) merupakan kelompok  sasaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan 1000 hari pertama manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang gizi 1000 hari pertama kehidupan serta hubungan antara pengetahuan dan sikapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 30 ibu hamil. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan responden tentang gizi 1000 hari pertama kehidupan adalah baik,  dan sebagian besar sikap responden terhadap gizzi 1000 haari pertama kehidupan adalah mendukung. Namun setelah diuji korelasikan tidak terhadap hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap gizi 1000 hari pertama kehidupan, yaitu hasil nilai fisher exact adalah 0,589.Kata Kunci: ibu hamil, pengetahuan, sikap, gizi 1000 hari pertama kehidupan DESCRIPTIVE STUDY OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF PREGNANT WOMEN ON NUTRITION 1000 FIRST DAY OF LIFE IN HEALTH DISTRICT SOKARAJA BANYUMAS ABSTRACTThe first thousand days of life is a period of a thousand days from conception until a child since the age of 2 years. Consisting of one thousand days, 270 days and 730 days of pregnancy during the first life since birth. This period is called golden period (the golden period) or also called as a critical time, which if not used properly there will be permanent damage (window of opportunity). Pregnant women, nursing mothers, newborns and children under two years (baduta) a target group to improve the quality of life of mankind's first 1,000 days. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitude of pregnant women about nutrition first 1,000 days of life and the relationship between knowledge and attitude. This study using cross sectional sample of 30 pregnant women. The results of this study are mostly of knowledge about nutrition first 1,000 days of life is good, and the majority of respondents attitude towards life gizzi 1000 haari first is support. But after being tested are not correlated to the relationship between knowledge and attitudes towards nutrition of pregnant women first 1,000 days of life, which results fisher exact value is 0.589.Keywords: pregnant women, Knowledge, attitude, nutrition first 1,000 days of life
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN STANDART PELAYANAN KEHAMILAN TERHADAP KUNJUNGAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS GEMOLONG SRAGEN TAHUN 2011 Titik Wijayanti; Atik Setyaningsih & Novita Nurhidayati Akbid Estu Utomo Boyolali
Jurnal Kebidanan VOLUME 5 NO.2 DESEMBER 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v5i2.115

Abstract

Titik Wijayanti, Atik Setiyaningsih & Novita Nurhidayati Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali ABSTRAK Angka Kematian Ibu Indonesia tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup dan relative lebih tinggi dibandingkan negara – negara ASEAN. Cakupan kunjungan ibu hamil juga masih relatif belum sesuai target 95%. Salah satu upaya yang digerakkan pemerintah adalah pelayanan ANC sesuai standar. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain kinerja tenaga kesehatan dalam hal ini adalah pelayanan sesuai standart, juga banyak dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, pendidikan, pengetahuan, paritas, umur, pekerjaan, biaya serta geografis (Depkes RI, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan standart pelayanan kehamilan dengan kunjungan ibu hamil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan di wilayah Puskesmas Gemolong. Sampel diambil dari seluruh bidan di wilayah Puskesmas Gemolong, dengan tehnik total sampling sejumlah 39 bidan. Data yang digunakan adalah data primer dengan wawancara dan menggunakan kuesioner unuk mengetahui penerapan standart dan kunjungan ibu hamilnya. Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara penerapan standart pelayanan kehamilan dengan kunjungan ibu hamil, hal ini ditunjukkan hasil uji chi square dengan signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0.05. Kata kunci : Penerapan Standart Pelayanan Kehamilan, Kunjungan Ibu Hamil
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ESTU UTOMO Pertiwi, Herdini Widyaning; Hapasari, Shafira Kaesa Siska
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.355

Abstract

ABSTRAK                           Latar belakang : Angka kematian akibat kanker payudara meningkat setiap tahun. SADARI merupakan upaya pencegahan yang efektif untuk mendeteksi dini adanya benjolan pada payudara. SADARI sebaiknya dilakukan sejak usia 20 tahun setiap bulan. Mahasiswi Kebidanan sudah mendapatkan pendidikan berupa materi perkuliahan tentang SADARI pada semester 4 sehingga berpeluang besar melakukan SADARI secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi kebidanan di Stikes Estu Utomo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswi program studi sarjana kebidanan semester 7 Stikes Estu Utomo angkatan 2019 dengan jumlah sampel 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan  total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan Responden dengan pengetahuan cukup mayoritas jarang melakukan SADARI yaitu 80% dan responden dengan pengetahuan baik juga jarang melakukan SADARI yaitu 94,3%. Hasil analisa bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Stikes Estu Utomo (p-value=0,250).Kata Kunci : Pengetahuan, SADARI RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE WITH BEHAVIOR OF EXAMINATION OF SELF BREAST (BSE) IN MIDWIFES STUDENTS IN HIGH SCHOOL OF HEALTH SCIENCE UTOMO ESTU  ABSTRACTBackground: Mortality from breast cancer increases every year. Breast self-examination behavior (BSE) is an effective preventive measure to detect breast lumps early. BSE should be done from the age of 20 years every month. Midwifery students have received education in the form of lecture material about BSE in semester 4 so there is a great opportunity to do BSE routinely. The purpose of this study was to analyze the relationship of knowledge with SADARI in midwifery students at Estu Utomo Stikes. This research uses observational research with cross sectional approach. The population in this study was the 7th semester midwifery study program at the Estu Utomo Stikes class of 2019 with a sample of 49 people. The sampling technique uses total sampling. Data analysis using Chi Square test. The results showed that Respondents with sufficient knowledge of the majority rarely do SADARI that is 80% and respondents with good knowledge also rarely do SADARI which is 94.3%. The analysis there was no relationship between knowledge with SADARI) on Stikes Estu Utomo students (p-value = 0,250).Keywords: Knowledge, SADARI
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SKILL LABORATORIUM Erindra Budi Cahyanto; Endang Listyaningsih FK Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jurnal Kebidanan Volume 2 No. 1 Juni 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v2i1.73

Abstract

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SKILL LABORATORIUM Erindra Budi C & Endang Listyaningsih FK Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tenaga kesehatan harus terjamin kualitasnya dan terstandar secara nasional agar dapat memberikan pelayanan dengan baik. Namun masih ada  keluhan dari konsumen yang dirasakan oleh pengguna jasa tentang sikap maupun ketrampilan tenaga kesehatan. Salah satu penyebab adalah kegiatan pembelajaran praktik ketrampilan di laboratorium belum dilaksanakan secara optimal. Fakultas Kedokteran UNS berusaha melakukan inovasi pembelajaran dengan mendirikan skill laboratorium/Skill lab. Skill lab merupakan suatu kegiatan pelatihan ketrampilan bagi mahasiswa dengan tujuan menyiapkan mahasiswa agar siap dengan ketrampilan – ketrampilan klinik. Skill lab di FK UNS dimulai tahun 2007 dan belum pernah dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelola skills lab dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran ketrampilan injeksi mahasiswa FK UNS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan metode kualitatif dimaksudkan untuk lebih menggali data dan informasi sehingga dapat diketahui pendapat dan pandangan pengelola skill lab FK UNS, instruktur, maupun mahasiswa  terhadap proses pembelajaran  skill lab di FK UNS pada topik ketrampila injeksi. Pengambilan data dengan cara diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, observasi lapangan, analisis dokumen. Agar diperoleh data yang valid dan reliable, dilakukan triangulasi yaitu dengan cara membandingkan data dari satu narasumber dengan narasumber lain. Data yang diperoleh dari narasumber juga dibandingkan dengan data yang diperoleh dari observasi dan studi dokumen . Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan : (1) Pengelola skills lab telah menyiapkan jadwal pembelajaran, buku pedoman praktik, instruktur yang kompeten di bidangnya, manekin Intra Cutan sudah berkurang fungsinya, jarum suntik dan obat bentuk ampul jumlahnya kurang memadai.  (2) Pelaksanaan pembelajaran skill lab dibagi dalam tiga sesi yaitu terbimbing, mandiri, dan responsi. Di awal sesi terbimbing, instruktur  mengecek kesiapan mahasiswa, meneliti buku rencana kerja, menjelaskan materi dan mendemonstrasikan pada manekin. Pada sesi mandiri mahasiswa berlatih sendiri tanpa didampingi instruktur. Sebagian mahasiswa kurang motivasi. Saat responsi mahasiswa mempraktikkan ketrampilan di hadapan instruktur kemudian diberi feedback. (3) Evaluasi ketrampilan dengan sistem OSCE, pengetahuan dengan uji tulis. Hasil evaluasi menunjukkan mahasiswa telah kompeten   Kata kunci : skill lab injeksi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi

Page 11 of 37 | Total Record : 361