cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 3 (2021)" : 8 Documents clear
PENGARUH ASAM ASKORBAT TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum acutatum Simmonds Juni Safitri Muljowati; Uki Dwiputranto; Titi Chasanah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1350

Abstract

The anthracnose caused by the Colletotrichum acutatum Simmonds fungus is one of the limiting factors for the production of red chilli. The occurrence of anthracnose determined by the success of pathogenesis by C. acutatum. Also, red chilli which is resistant to anthracnose has a higher ascorbic acid content than vulnerable red chili. This paper presents scientific information about the ability to grow three C.acutatum isolates (Kulonprogo, Temanggung, and Pandeglang) on a culture medium given ascorbic acid. The three C. acutatum isolates have high pathogenicity. The results showed that administration of ascorbic acid in the culture medium only affected the dry weight of mycelium and did not affect the diameter length of the colony of C. acutatum.
ANALISIS VEGETASI KAWASAN POS LABUHAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Ahmad Sulchan Hidayat; Wina Afifah Putri; Rizqi Rahma Gatta; Tria Kurnia Sari; Nadea Puteri Milliniansari
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1220

Abstract

Kawasan Hutan Gunung Merapi merupakan kawasan hutan negara yang bernilai penting dan strategis karena berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang bermanfaat bagi wilayah sekitarnya dan merupakan tipe hutan tropis dengan kondisi gunung api yang sangat aktif. Dalam sejarahnya kawasan hutan Gunung Merapi dilindungi untuk fungsi pelestarian alam (menjaga fungsi hidrologis, botani dan estetika serta pengelolaan kawasan secara khusus sebagai daerah rawan bencana). Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dengan tujuan untuk mengertahui keanekaragaman Indeks Shannon dan Indeks Nilai Penting vegetasi di kawasan Pos Labuhan Taman Nasional Gunung Merapi dengan lokasi titik bujur 7°34’26.3’ dan titik lintang 110°26’3.2’’ pada keitinggian 1288 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2019 dengan metode  kuadrat sampling yang bertujuan khusus untuk mengetahui jumlah dominansi habitus, indeks shannon, dan nilai penting. Penelitian dilakukan dengan membuat plot berukuran 16 m x16 m sebanyak 3 plot. Strata atas didominasi oleh pohon, sedangkan strata bawah diisi oleh semak, herba, dan lumut. Hasil pengamatan menunjukkan habitus pohon spesies Casuarina junghulhiana memiliki INP  tertinggi yaitu 113.73% dan Frangula sp. memiliki nilai INP terendah yaitu 11.52%; semak dengan INP tertinggi adalah Ageratina riparia yaitu 107.48% dan yang terendah adalah Achyranthes sp.  sebesar 17.95%; herba dengan INP  tertinggi adalah Echinochtea sp. sebesar 122.70% dan yang terendah adalah Gomphrena serrate sebesar 50.33%; sedangkan pada lumut INP tertinggi adalah Bryopsida sp. 195.47% dan yang terendah adalah Diphasiastrum sp. sebesar 35.69%. tingginya INP  menunjukkan bahwa spesies tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar diabanding spesies lain.
PENGARUH BEBERAPA MEDIA KULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SIMBION LARVA Oryctes rhinoceros L. Ameilia Zuliyanti Siregar
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1240

Abstract

Bacillus sp. Dan Achromobachter sp. merupakan salah satu bakteri yang dapat ditemukan diusus larva dari O. rhinoceros, enzim selulase yang dihasilkan bakteri simbion pada serangga herbivor bekerja dalan mendegadasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa media kultur terhadap pertumbuhan bakteri simbion larva O. rhinoceros. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Jenis media yang digunakan yaitu ekstrak dari daging sapi lokal, ayam kampung, ayam broiler dan kambing gibas. Hasil penelitian menunjukan bahwa media buatan yang terbaik yaitu media dari ekstrak daging sapi lokal dengan rataan populasi sebesar 9,4 x 107 Cfu/ml kemudian ekstak daging ayam kampung dengan rataan 8,5 x 107, lalu ekstrak daging ayam broiler dengan rataan 7,5 x 107 dan populasi bakteri terendah terdapat pada media dari ekstrak daging kambing gibas dengan rataan sebesar 5,8 x 107 Cfu/ml. Media buatan dengan bahan dari ekstrak daging sapi lokal merupakan media yang paling efektif untuk digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri simbion larva O. rhinoceros.  
Karakterisasi dan Produksi Biosurfaktan oleh Bakteri Diazotrof Indigenous Riau pada Substrat Crude Palm Oil Nani Anggraini; Tetty Marta Linda; Mira Rianda
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1193

Abstract

Tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di perairan menimbulkan dampak negatif seperti turunnya kualitas perairan dan membunuh beberapa organisme. Salah satu alternatif proses penanggulangannya dengan penanganan secara biologi melalui metode bioremediasi menggunakan mikroorganisme penghasil biosurfaktan yang tidak bersifat toksik serta ramah lingkun gan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri diazotof indigenous Riau NR22, NR28 dan NR30 dalam menghasilkan biosurfaktan dan mengetahui aktivitas emulsifikasinya. Uji kualitatif bakteri penghasil biosurfaktan menggunakan oil spreading technique dan aktivitas emulsifikasi. Uji kuantitatif dilakukan dengan mengukur tegangan permukaan pada Minimal Salt Medium (MSM) inkubasi 5 hari. Hasil dari ketiga isolat bakteri NR22, NR28 dan NR30 dalam uji oil spreading technique diperoleh zona bening berturut-turut serbesar 4,39 cm, 3,14 cm dan 4,15 cm dan dapat mengemulsi sebesar 90,78%, 91,75%, dan 93,33%. Isolat bakteri NR 22, NR 28 dan NR 30 dapat menurunkan tegangan permukaan sebesar 11.2 dyne/cm, 9.6 dyne/cm, 10 dyne/cm. Tiga isolat bakteri diazotrof indigenous Riau dapat dikembangkan untuk produksi biosurfaktan yang dapat dimanfaatkan untuk bioremediasi, oil recovery, industri makanan dan farmasi.
Keanekaragaman dan Morfologi Semut Yang Berasosiasi Dengan Kutu Tempurung Pada Karet di Pembibitan siska chiko efendi; elza dwi pertiwi; Nalwida Rozen
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1275

Abstract

Tanaman karet merupakan sumber utama bahan karet alam dan komoditas perkebunan yang mempunyai peran penting di Indonesia. Hampir 20.000 Ha perkebunan karet di Indonesia sudah berumur lebih dari 30 tahun. Proses replanting perkebunan tua dengan menggunakan beberapa klon unggul yang diharapkan dapat meningkatkan produksi karet, disisi lain menimbulkan permasalahan baru yakni tingginya serangan hama dan penyakit. Salah satu hama yang menyerang adalah hama kutu tempurung. Kutu tempurung merupakan hama dari golongan serangga ordo Hemiptera dan famili Coccidae. Kutu tempurung menjadi hama yang lebih berbahaya dengan kehadiran semut. Beberapa spesies semut memiliki hubungan simbiosis dengan kutu tempurung. Untuk mengetahui spesies semut maka dilakukan penelitian keanekaragaman dan morfologi semut yang berasosiasi dengan kutu tempurung pada tanaman karet di pembibitan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april sampai bulan Juni 2018 di Nagari Sungai Dareh dan Kurnia Selatan. Lokasi pengamatan berupa pembibitan karet dengan klon PB 260 yang berumur 5 bulan. Pada hamparan pembibitan dipilih 3 blok dengan jumlah bibit 300 batang. Pada blok yang sudah ditentukan dipilih tanamn sampel secara langsung. Penentuan tanaman sampel digunakan untuk mengoleksi semut yang berasosiasi dengan kutu tempurung. Berdasarkan pengamatan semut yang terkoleksi sebaanyak 5 subfamili dan 13 spesies. Kelimpahan semut yang paling banyak berasosiasi dengan kutu tempurung yakni D. affinis (1018) dengan indeks keanekaragaman (0.18), indeks kemerataan (0.07) dan indeks nilai penting (0.98). Selain itu diketahui terdapat hubungan antara kelimpahan semut dengan kelimpahan kutu tempurung pada tanaman karet di pembibitan.
TOTAL MIKROBA DAN BAKTERI ASAM LAKTAT TEH FERMENTASI KOMBUCHA Diannita Harahap
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1198

Abstract

Teh kombucha merupakan minuman fermentasi dengan bahan dasar teh dan gula. Dalam proses pembuatannya melibatkan konsorsium mikroorganisme (mikroba) bakteri dan khamir. Disamping itu, keberadaan Bakteri Asam Laktat (BAL) menjadi salah satu kriteria  pangan dikategorikan mengandung probiotik. Tujuan penelitian ini untuk menghitung total mikroba, total BAL dan melihat kesesuaian dengan syarat angka probiotik yang diterima di Indonesia. Adapun parameter yang diujikan yaitu total mikroba, total BAL dan pH selama waktu fermentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan untuk menghitung total mikroba dan total BAL yaitu Angka Lempeng Total (ALT). Pengujian terhadap sampel dilakukan pada rentang waktu fermentasi 0, 8, 11 dan 14 hari selama empat kali masa produksi berulang. Hasil penelitian menunjukkan total mikroba tertinggi pada hari ke-14 yaitu 3.8 x 106 koloni/mL dan total BAL sebesar 3.4 x 106 koloni/mL. Teh kombucha yang diujikan memenuhi syarat menjadi minuman probiotik dengan syarat total BAL > 106 koloni/mL yang diterima di Indonesia dan total mikroba dengan nilai total > 106 koloni/mL.
Distribusi Kandungan Ion dan Klorofil Kedelai Kultivar Mahameru (Glycine max (L.) Merr.) yang Ditanam di Pantai Sodong Cilacap Juwarno Juwarno; Siti Samiyarsih; Muachiroh Abbas
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1333

Abstract

Penelitian  dilakukan untuk mengetahui distribusi kandungan ion dan klorofil pada kedelai kultivar Mahameru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana distribusi dari ion-ion Na+, Cl-, K+, Ca2+ dan Mg2+ pada akar, batang dan daun kedelai kultivar Mahameru yang ditanam dipantai Sodong Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan RCBD (Randomized Completely Block Design) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Kedelai ditanam pada lahan pesisir pantai dengan jarak lima puluh meter dari tepi pantai, dibuat blok-blok ukuran  satu meter panjang dan dua meter lebar. Pengamatan dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Kandungan ion  diamati  menggunakan AAS dan kandungan klorofil diamati menggunakan spektrofotometer. Variabel  yang diamati adalah kandungan klorofil a, b dan klorofil total; kandungan ion Na+, Cl-, K+, Ca2+ dan Mg2+ pada akar, batang dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kandungan klorofil a, b dan klorofil total. Terjadi peningkatan kandungan ion Na+ pada bagian daun dan peningkatan ion Cl- pada bagian batang. Ketiga ion yang lain K+, Ca2+ dan Mg2+ terjadi penurunan. Kandungan ion yang paling rendah pada akar, batang dan daun adalah ion Mg2+
KARAKTERISTIK MORFOLOGI LEBAH TANPA SENGAT (APIDAE: MELIPONINAE) ASAL PANDEGLANG, BANTEN Muhammad Fahmi Manarudin; Tri atmowidi; Taruni Sri Prawasti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1204

Abstract

Lebah tanpa sengat (stingless bees) (Apidae: Meliponinae) merupakan lebah sosial, berukuran tubuh kecil dan berperan besar dalam penyerbukan tanaman. Pada penelitian ini dideskripsikan morfologi dan morfometri dan arsitektur sarang lebah tanpa sengat asal Pandeglang, Banten. Lebah tanpa sengat tersebut berukuran kecil, berwarna hitam, dan pintu masuk sarang yang berukuran lebar, tidak seperti pintu masuk sarang pada umumnya. Pengamatan morfologi meliputi warna tubuh, antena, tungkai, mandibula, dan sayap. Pengukuran morfometri dilakukan terhadap 35 karakter tubuh dari 30 individu lebah pekerja sebagai ulangan. Berdasarkan karakter morfologi dan morfometri, lebah yang diamati termasuk Tetragonula cf. laeviceps. Warna tubuh dominan hitam, malar space sempit, mesoscutum tanpa hairbands, sayap monoton dan transparan. Panjang tubuh 3,77-4,39 mm, dan jumlah hamuli 5-6. Pintu masuk sarang berbentuk bulat-lonjong dengan diameter 3,6-4,3 cm dengan panjang pintu masuk 6,9 cm. Tekstur pintu masuk sarang keras dan berwarna hitam pada pangkalnya dan lembut dan berwarna coklat pada ujungnya. Arsitektur  sarang dari pintu masuk ke arah belaknag, terdiri atas sel-sel polen, sel-sel anakan, dan sel-sel madu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8