cover
Contact Name
Reza Dino Mahardika
Contact Email
rezadino15@gmail.com
Phone
+6285782089890
Journal Mail Official
bioma@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi Indonesia
ISSN : 01263552     EISSN : 25809032     DOI : https://doi.org/10.21009/bioma.v21i2
Bioma is a national peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of biosciences fields such as biodiversity, biosystematics, ecology, physiology, behavior, genetics and biotechnology.
Articles 144 Documents
Keanekaragaman Lumut di Lingkungan Sekolah Menengah di Kabupaten Sleman, D.I.Y. Sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi Aplikatif Suffyananda Khansa Aripulis
Bioma Vol. 15 No. 2 (2019): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma15(2).1

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman lumut di lingkungan sekolah menengah di Kabupaten Sleman telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman lumut yang dapat digunakan sebagai sarana pengenalan peserta didik sekolah menengah dalam rangka pembelajaran biologi aplikatif. Bryophyta memiliki keunikan morfologi dan ekologi, namun informasi penelitian mengenai keanekaragaman lumut baru terbatas di Kota Yogyakarta oleh Sujadmiko & Vitara (2017). Sedangkan data keanekaragaman lumut di Kabupaten Sleman belum tersedia, sehingga penelitian lumut ini perlu dilakukan. Untuk mengetahui keanekaragaman lumut maka dilakukan koleksi sampel lumut dengan metode eksplorasi di lingkungan sekolah tingkat SMP (17 sekolah) dan SMA (17 sekolah) di Kabupaten Sleman. Hasil koleksi sampel tersebut diidentifikasi di laboratorium. Hasil identifikasi dari sampel lumut yang dikoleksi dari 34 sekolah ditemukan 15 spesies. Dari 15 jenis tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu Hepaticopsida dan Bryopsida. Jenis-jenis lumut yang termasuk dalam Kelas Hepaticopsida adalah Marchantia polymorpha L., Marchantia palmata Reinw., Reboulia hemisphaerica (L.) Raddi. Sedangkan yang termasuk dalam Kelas Bryopsida adalah Hyophila involuta (Hook.) Jaeg., Philonotis hastata (Dub.) Wijk & Marg., Octoblepharum albidum Hedw., Vesicularia dubyana (C. Muell.) Broth., Trachythecium verrucosum Hampe., Fissidens zippelianus Doz. & Molk., Barbula javanica Dozy & Molk., Barbula indica Hook., Barbula convoluta Hedw., Barbula consanguinea (Thw. & Mitt.) Jaeg., Brachymenium indicum (Dozy & Molk.) Bosch & Lac., dan Isopterygium minutirameum (C. Mull.) Jaeg. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman lumut yang ditemukan dari penelitian ini cukup beranekaragam sehingga sudah dapat digunakan sebagai pedoman bahan ajar bagi guru sebagai sarana pengenalan peserta didik dalam rangka pembelajaran biologi aplikatif di sekolah menengah Kabupaten Sleman.
ANALISIS KONTRIBUSI PRODUKSI BUAH LOKAL MALUKU UTARA SEBAGAI INANG ALTERNATIF CHRYSOMPHALUS AONIDUM Arief Widyantoro; Supriyono Supriyono
Bioma Vol. 15 No. 2 (2019): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma15(2).2

Abstract

ABSTRACT Chrysomphalus aonidum is an important pest in fruits. Maluku Utara is a free area of ​​C. aonidum so that any entry of fruit from outside the area must be accompanied by a phytosanitary certificate from the area of ​​origin. Local fruit products have a potential to develop as export commodities, given their large numbers and variety. Problems arised when the larger volumes of fruits imports without going through quarantine measured on fruit products contaminated with pests and diseases can attack Indonesian local fruit commodities. The research was aimed to study the contribution of local fruit production to national production and its potential as an alternative host of C. aonidum. The study was used Trend Model Time Series and Location Quotient (LQ) analysis to discuss the changes of agricultural commodity. The results showed that bananas, melons and oranges have the potential to be the main hosts of C. aonidum while the nutmeg and cacao commodities are alternative hosts. Concentrated local fruit cultivation in a particular area has a greater impact on handling if attacked by C.aonidum than scattered cultivation.
BAMBOOS OF THE BATU PUTU BIODIVERSITY PARK LAMPUNG Yeni Rahayu
Bioma Vol. 16 No. 1 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(1).2

Abstract

Sumatra has a high diversity of bamboo (around 80 species of bamboo, and an unfinished record) in Indonesia. Lampung is one of the regions in Sumatra that has a great number of bamboo species and the endemic bamboos that has not been studied. The Batu Putu Biodiversity Park is an area designed by the local government to become Bamboo Education Tourism Center. Within a few years, the Batu Putu Biodiversity Park ecosystem can be changed effects a tourism activity. The exploratory study has been done to discover the bamboo species that originally grew in the Batu Putu Biodiversity Park, Lampung - Sumatra. The data that has been obtained from this study is important as a part of bamboo diversity data in Lampung, and Sumatra generally. Besides, it gave information about bamboo species that suitable to grow on the rocky soils. The result showed four genera, consisting of five species, namely Dendrocalamus asper, Gigantochloa atroviolacea, G. hasskarliana, Schizostachyum zollingeri, and Dinochloa sp. The last species is a candidate for a new record of Sumatran climbing bamboos, even new species candidates that we can not decide yet due to lack of samples and some particular conditions.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Biji Anggur Terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes: Antifungal Activity of Grape Seeds Ethanol Extract Against Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes Vilya Syafriana; Fathin Hamida; Dian Puspita; Fitria Haryani; Elsa V. Nanda
Bioma Vol. 16 No. 1 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(1).3

Abstract

Anggur (Vitis vinifera L.) merupakan tanaman buah perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Salah satu bagian dari tanaman anggur yang diketahui dapat bersifat sebagai antimikroba adalah bagian biji. Ekstrak etanol biji anggur mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid yang dapat berkhasiat sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol biji anggur terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophyes yang merupakan fungi penyebab infeksi dermatofitosis. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji anggur (Vitis vinifera L.) mempunyai aktivitas antifungi terhadap T. mentagrophytes pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% dengan Diameter Daya Hambat (DDH) berturut-turut sebesar 6,92 mm; 9,84 mm; 12,51 mm; dan 14,88 mm. Akan tetapi, hasil uji terrhadap M. furfur menunjukkan tidak adanya daya hambat yang terbentuk.
KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ODONATA) DI SEKITAR KAWASAN CAGAR BIOSFER GIAM SIAK KECIL- BUKIT BATU RIAU Hasni Ruslan
Bioma Vol. 16 No. 1 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(1).4

Abstract

Capung berperanan sebagai indikator kualitas air yang bersih. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui keanekaragaman capung di GSKBB Riau. Penelitian dilakukan tanggal 5- 11 Mei 2018. Penelitian dilakukan dengan metode scan sampling menggunakan jaring serangga dan kamera. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi. Dari hasil penelitian ditemukan di zona inti 3 famili, 15 spesies, dan 48 individu, di HTI ditemukan 1 famili, 4 spesies dan 19 individu, di transisi 2 famili, 8 spesies, dan 31 individu. Nilai kesamaan komposisi capung,antar lokasi tidak terdapat kesamaan spesies. Indeks keanekaragaman di zona inti, dan transisi tergolong sedang, sedangkan dilokasi HTI tergolong rendah. Indeks kemerataan di zona inti, HTI, dan transisi tergolong tinggi. Capung Orthetrum Sabina ditemukan di zona inti, dan HTI dengan jumlah individu tertinggi, sedangkan di transisi ditemukan pada spesies Rhyothermis Phyllis. Berdasarkan indeks nilai penting (INP) yang tinggi pada ketiga lokasi, ditemukan pada spesies Orthetrum Sabina. Faktor abiotik pada tiga lokasi hampir sama, kecuali kecerahan , lebih tinggi di hutan sekunder, dari pada HTI, dan Transisi.
PENERAPAN INDEX OF BIOTIC INTEGRITY (IBI) DI SUNGAI CIBARENO Nestiyanto Hadi
Bioma Vol. 16 No. 2 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(2).1

Abstract

ABSTRACT The fish assemblage data were collected during August to October 2013 at Cibareno River, which is located in the area of Lebak and Sukabumi. The fish assemblage were analyzed using index of biotic integrity (IBI). The data result were obtained about species richness, IBI metric modification, and IBI cross test with Pesanggrahan River. The fish assemblage that was obtained as many as 22 species from 11 family. IBI metric modification that was defined by Pearson correlation test showed that there was correlation between metrics: herbivor, carnivore, omnivor, benthic species, water column species, long-lived species, tolerant species, intolerant species, native species, non-native species, abundance, and fish condition (disease, fin damage, skeletal anomalies). The IBI total score for cross test with Pesanggrahan River is 46. The total score indicates that Cibareno River is include in the category of a good river. Those condition means that Cibareno River can be worthy as a reference site for IBI. Keywords: IBI, fish richness, reference site, Cibareno River.
Penyakit Virus Ebola Meis Rafelin Pada
Bioma Vol. 16 No. 2 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(2).2

Abstract

ABSTRACTThe genus Ebolavirus from the family Filoviridae is composed of five species including Sudan Ebolavirus, Reston Ebolavirus, Bundibugyo Ebolavirus, Taï Forest Ebolavirus, and Zaire Ebolavirus The transmission of these viruses to human body is via direct contact with blood, secret,organ, or other body fluid of the infected person. The mortality of Ebola infection is still high in human and the emergence of a new condition known as “Post-Ebola virus disease syndrome” Keywords: Ebola virus, ebola virus disease, post Ebola virus disease syndrome
REVIEW ARTIKEL: BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DAN AGEN BIOKONTROL PADA TANAMAN Nurzakia Zulfah
Bioma Vol. 16 No. 2 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(2).3

Abstract

Bakteri endofit dapat mengasilkan IAA yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Peran lain bakteri endofit adalah sebagai agen biokontrol patogen yang menyebabkan penyakit pada tanaman. Bakteri endofit menghasilkan senyawa metabolit yang beracun bagi patogen. Tanaman yang dapat menghasilkan bakteri endofit penghasil IAA, yaitu akar padi gogo, akar terung, akar padi yang berasal dari Medan dan Bijai, akar tebu, kacang tanah, ranting belimbing, akar mangga, ranting rambutan, taoge, kelapa sawit (akar, batang, pelepah dan daun), akar ubi jalar, sambiloto (jaringan batang dan jaringan daun), dan jaringan daun tanaman Graminae. Pengaruh bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman, yaitu memacu pertumbuhan akar dan tajuk tanaman padi; meningkatkan tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar tanaman, volume akar, serta bobot segar dan kering akar terung; memberikan efek yang signifikan pada tinggi tanaman, panjang akar, dan berat basah pada tanaman padi; memberikan efek pada perpanjangan akar lateral kacang hijau; meningkatkan tinggi, jumlah cabang primer, produksi herba basah dan kering, serta produksi andrografolid sambiloto. Bakteri endofit sebagai agen biokontrol dapat menekan laju infeksi bakteri, menekan penyakit tanaman, menghambat pertumbuhan cendawan, mematikan larva nematoda, menekan jumlah puru akar, dan mengurangi populasi nematoda dalam jumlah yang besar.
PENGARUH NAUNGAN KANOPI KARET (Hevea brasiliensis. L) PADA PERTUMBUHAN GANYONG (Canna indica. L) SEBAGAI TANAMAN SELA Widyanto
Bioma Vol. 16 No. 2 (2020): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma16(2).4

Abstract

Ganyong (Canna indica L.) is a multifunction herbaceous plant that has been used for conturies as food, animal feed, and a soil conservation plant. Its ability to growth well in low-light conditions provides an opportunity to use C. indica as an intercropping plant between rubber trees that are often unused in rubber plantations. This research observed the effect of the shade of rubber canopy to the growth of C. indica compared to those grown on an open or sun exposed ground near rubber plantations in Subang (West Java). The results showed that plant height, stem length, number of leaves, tajuk dry mass, and rhizomes dry mass ware significantly higher (p < 0.05) in C. indica grown under canopy, 129.9 cm, 82.9 cm, 7.5 leaves 28.1 gr, 65.4 gr, compared to C. indica grown on open area at subang, 49.9 cm, 23.5 cm, 4.6 leaves, 10.9 gr, 15 gr. The RGR, NAR LAR, and SLA of C. indica under the rubber canopy 2 g. cm-2 day-1, 2.05 cm2. g-1 day-1, 44.2 cm2.g-1, 360.6 cm2. g-1 These results support the recommendation to use C. indica as intercropping plants to utilize the idle areas under the rubber stands.
Inventarisasi dan Studi Asosiasi Anggrek Epifit dengan Pohon Inang di Kawasan Bukit Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi Rizky Priambodo; Zico Arman; Maharani Dewi; Rimbi Brahma Cari; Fajriana Nurul Subhi; Rizal Koen Asharo; Pinta Omas Pasaribu; Vina Rizkawati
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).3

Abstract

Anggrek termasuk pada famili Orchidaceae dan merupakan tumbuhan herba perenial yang memiliki bentuk bunga sangat beragam dengan 231 jenis diantaranya dinyatakan endemik. Eksplorasi dan Inventarisasi Anggrek di Lereng Selatan Gunung Merapi berdasarkan data terakhir sebelum erupsi tahun 2010 terdapat 19 jenis anggrek epifit dari 23 jenis anggrek yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mempelajari studi asosiasi anggrek epifit dengan pohon inang di kawasan Bukit Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian dilakukan dengan mengambil data primer berupa jenis anggrek, jenis inang, zonasi percabangan anggrek tumbuh, dan jumlah anggrek. Data dianalisis menggunakan indeks asosiasi Oichai dan nilai indeks similaritas. Jumlah anggrek yang ditemukan yaitu 82 individu yang terdiri dari lima jenis anggrek epifit, yaitu Vanda tricolor, Eria retusa, Dendrobium mutabile, Pholidota carnea, dan Coelogyne speciosa, serta pohon inang yang ditumbuhi anggrek yaitu pohon Schima wallichii, pohon Ficus sp., dan pohon Pinus sp.. Berdasarkan indeks asosiasi Oichai, anggrek epifit dengan pohon inang berada pada kondisi kurang erat dengan 73,33%. Nilai matriks asosiasi menunjukan adanya toleransi anggrek untuk tumbuh bersama karena memiliki nilai asosiasi positif dan asosiasi negatif yang relatif sama yaitu 57,14% dan 42,8%. Indeks similaritas menunjukan tidak terdapatnya perbedaan spesies antar pohon inang karena memiliki indeks dibawah 75%.

Page 9 of 15 | Total Record : 144