cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
Abstrak Bahasa Inggris Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.%p

Abstract

PERBANDINGAN CERITA PENCULIKAN ANAK OLEH JIN DALAM TEKS TULIS DAN TEKS LISAN (The Comparison of Child Kidnapping by Jinn In Written and Oral Text Story) Fatkhullah, Faiz Karim; Komarudin, Komarudin
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.1-16

Abstract

Cerita penculikan anak oleh jin sering terjadi di Cirebon, Indonesia. Kasus demikian terjadi juga di Amerika seperti dalam film Pay The Ghost. Kasus lain ditemukan di Irak seperti terdapat dalam Hikayat Syaikh Abdul Qadir Jaelani (HSAQJ). Penelitian ini bertujuan mengungkap cerita penculikan dalam teks/naskah dan cerita lisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimesis, serta menggunakan data teks tulis dan teks lisan hasil wawancara dengan masyarakat Cirebon. Hasilnya didapatkan cerita penculikan anak oleh jin dalam naskah HSAQJ merupakan karya sastra mimesis, artinya ia merupakan tiruan dari kenyataan yang ada di alam. Cerita penculikan anak oleh jin ada kenyataannya di masyarakat Irak (dalam HSAQJ), diperkuat lagi dengan cerita yang terjadi di Cirebon. Terdapat perbedaan pada keduanya. Perbedaannya, dalam kasus Cirebon orang tua korban meminta bantuan tetangga dan membawa bunyi-bunyian. Dalam naskah, orangtua korban meminta bantuan tokoh spiritual dan tidak boleh ditemani orang lain.AbstrakThe story of child kidnapping by jinn is common in Cirebon, Indonesia. Such cases occur also in America as in the movie “Pay The Ghost”. Another case was found in Iraq as it was in “Hikayat Shaykh Abdul Qadir Jaelani” (HSAQJ). This study aims to reveal how the story of kidnapping in texts and oral stories. This research uses a qualitative descriptive method with mimesis approach. It also uses written text data and oral text taken from interview with Cirebon community. The data taken from stories of child kidnapping by the jinn in the HSAQJ text is a mimesis literature, which means that it is an imitation of the reality that exists in nature. The story of child kidnapping by jinn also happened in Iraqi society (in HSAQJ), reinforced by the story that took place in Cirebon. There are differences and similarities between the two stories. The difference is that in the case of Cirebon, the victim’s parents asked for help from the neighbors and brought the sounds. In the script, they asked for help from spiritual leaders and were not allowed to accompany by others.
PENGUNGKAPAN GAGASAN KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY (The Expression of Ideas on Gender Inequity in Abidah el Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban”) Sachmadi, Ida Farida
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.17-32

Abstract

Penelitian ini menganalisis cara teks mengungkapkan gagasan-gagasan ketidakadilan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Cara teks/novel mengungkapkan gagasan-gagasannya dianalisis berdasarkan teori yang disusun oleh Raymond Williams, yang terdiri atas tujuh tipe. Pada penelitian ini, yang diteliti hanya gagasan-gagasan yang berbicara mengenai ketidakadilan gender, suatu pandangan yang dibicarakan oleh feminis muslim, seperti Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi dan Ali Ashgar Engineer. Gagasan-gagasan tersebut dianalisis dengan menggunakan beberapa unsur naratif dari teori Seymour Chatman, yaitu alur, penokohan, dan penguraian sudut pandang. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel di atas mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan sangat eksplisit, bahkan bernada propaganda. Novel ini sangat jelas hendak menunjukkan adanya ketidakadilan gender terhadap perempuan.AbstrakThis research analyzes the way the text of Abidah Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban” in expressing ideas of gender inequity. The way the text / novel depicting its ideas is analyzed based on Raymond William’s theory, which consists of seven types. In this study, the analysis is only on ideas that talk about gender inequity—a view discussed by moslem feminists, such as Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi, and Ali Ashgar Engineer. The ideas are examined by using three narrative elements taken from Seymour Chatman’s theory, namely: plot, characterization, and point of view. This research finds that this novel expresses the ideas very explicitly, even some of them in the form of propaganda. This novel shows very clearly the existence of gender inequity towards women.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Vol. 10, No. 1, Juni 2017 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.%p

Abstract

MELIHAT SAPARDI DARI PERSPEKTIF AKADEMISI Ridwan, Iwan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Metasastra Vol. 10, No. 1, Juni 2017 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.%p

Abstract

MUSLIM KELAS MENENGAH DALAM TIGA PUISI MUSTOFA BISRI (Middle Class Muslim in Three Poetries by Mustofa Bisri) Mulyana, Topik
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.73-84

Abstract

Sebagaimana gejala sosial lainnya, gejala muslim kota juga tak luput dari sorotan para sastrawan yang kemudian merekam sekaligus menanggapinya dalam bentuk karya sastra, termasuk puisi. Beberapa puisi karya Mustofa Bisri merupakan puisi-puisi yang dengan kuat merekam dan menanggapi gejala muslim kelas menengah. Penelitian ini akan menelaah bagaimana muslim kelas menengah digambarkan dan bagaimana latar sosial penyair turut membentuk tanggapan tertentu terhadapnya. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra; menyorot karya dengan memerhatikan aspek realitas sosial di luar karya dan ideologi serta posisi sosial penyairnya sehingga ketiga puisi Mustofa Bisri bisa dilihat sebagai refleksi penyair atas gejala simbolisasi yang tidak ada pengembangan dan penemuan baru. Selain itu, dari segi pembaca, puisi Mustofa Bisri bisa dilihat sebagai kampanye anti-radikalisasi Islam sekaligus imbauan kepada umat Islam.AbstrakLike other social phenomena, the muslims in cities are also not missed from the spotlight of writers who then record and respond in the form of literary works, including poetry. Some of the poems by Mustofa Bisri strongly record and respond to middle-class muslim phenomena. This research examines how middle class muslims are portrayed and how the social background of the poets has shaped a certain responses to it. The approach used is the sociology of literature; highlighting the work by looking at the aspects of social reality beyond the work and ideology and social position of his poems. Hence, the three poems of Mustofa Bisri can be seen as a poet’s reflection on the symptom of symbolization with no new development and discovery. In addition, in terms of readers, Mustofa Bisri’s poem can be seen as a campaign of anti-radicalization of Islam as well as an appeal to muslims.
PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: GERAKAN PEREMPUAN DALAM PUISI “TJOEMBOEAN” (1919) DAN “ADJAKAN” (1931) (Women and Education: Women Movement in the Poem “Tjoemboean” [1919] and “Adjakan” [1931]) Sari, Sartika; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.57-72

Abstract

Penelitian ini membicarakan isu perempuan dan pendidikan yang ditampilkan dalam puisi “Tjoemboean” yang terbit dalam surat kabar Perempoean Bergerak (1919) dan “Adjakan (Doenia Istri)” yang terbit dalam surat kabar Bintang Karo (1931). Kedua puisi dalam surat kabar tersebut diedarkan di wilayah Sumatera bagian Utara yang ketika itu meliputi Sumatera Utara dan Aceh. Melalui analisis menggunakan pandangan Brooks (1967) dan pengkajian isu dengan pemikiran Beauvoir (2003) serta Wollstonecraft (2014), penelitian ini menemukan bahwa puisi “Tjoemboean” dan “Adjakan” dijadikan sebagai alat artikulasi kritis perempuan terhadap isu-isu yang berkenaan dengan kehidupannya. Secara khusus, kedua puisi tersebut menampilkan bahwa pendidikan perempuan memiliki relasi yang kuat dengan persoalan harta, orang tua, dan cinta. Pendidikan juga digambarkan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas diri perempuan agar terbebas dari subordinasi gender.AbstrakThis research examines how issues of education and women are presented in the poem “Tjoemboean” published in the newspaper “Perempuan Bergerak” (1919) and “Adjakan” (Doenia Istri)” published in the newspaper “Bintang Karo” (1931). Both newspapers were printed and published in Northern Sumatera which for that moment regionally covered North Sumatera and Aceh. Through analysis of Brooks’ theory (1967), issues study of Beauvoir’s thought (2003), and Wollstonecraft’s (2014), the research finds that “Tjoemboean” and “Adjakan” serve as a means of women’s critical articulation of issues concerning their lives. Both poems specifically represent that the issue of women’s education is strongly connected to the issues of wealth, parents, and love. Education is also described as a medium to reform the quality of women’s selves;hence, they are free of gender subordination.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MAMAK DALAM KELUARGA: TINJAUAN TERHADAP NOVEL SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS (The Role and Responsibility of Mamak in Family: Review of Abdoel Moeis’ “Salah Asuhan”) Syahrul, Ninawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.33-44

Abstract

Sistem kekerabatan masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal yang mengatur kehidupan dan ketertiban suatu masyarakat yan terikat pada jalinan kekerabatan dalam garis keturunan ibu. Sistem matrilineal dalam masyarakat Minangkabau membuat mamak memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar terhadap kemenakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan realitas pandangan Abdoel Moeis dalam novel Salah Asuhan tentang peran mamak dalam tata pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami persoalan nilai budaya tradisional yang berlangsung secara turun-temurun, bahkan hingga pada masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada satu sisi pengarang menyukai pengorbanan mamak sebagai suatu realisasi dari tanggung jawabnya terhadap kemenakannya, seperti pengorbanan Sutan Batuah dalam membantu biaya sekolah Hanafi. Pada sisi lain, melalui tokoh Hanafi, tokoh mamak hanya penyebab ketidakbebasan generasi muda untuk menentukan jodoh atau pasangan hidupnya. Novel Salah Asuhan sarat akan nilai-nilai kehidupan seputar sistem kekerabatan. Peran dan tanggung jawab ninik mamak dan orang tua terkesan tergugat dari sudut pandang kehidupan modern sekarang ini. Melalui novel ini dikatakan bahwa pemaknaan adat-istiadat Minangkabau yang meliputi wujud kebudayaan, kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan peraturan berperan sebagai pengendali perilaku warga masyarakat, khususnya dalam hal pernikahan dan/atau pernikahan yang diadatkan.AbstrakThe kinship system of the Minangkabau community embraces a matrilineal system controlling the life and order of a society connected to the kinship network in the matrilineal lineage.The matrilineal system in the community makes the mamak has a great obligation and responsibility for her nephews. The aim of this research is to describe Abdoel Moeis’s view in “Salah Asuhan” novel about the role of the mamak in a marriage arrangement. This study uses a descriptive qualitative method in order to understand the problem of traditional cultural values which has been held from generation to generation, even to the present day.The result of the research indicates that, in one hand, the author understands the sacrifice of the mamak as the realization of his responsibility for her nephews, as the sacrifice of Sutan Batuah in helping Hanafi’s tuition fees. On the other hand, through Hanafi’s character, the mamak’s is just the cause of the young generations’ lack of freedom to choose their spouses. “Salah Asuhan” is full of values of life around the kinship system. The role and responsibility of ninik mamak and parents seems defendant from modern life point of view. Through this novel, the author shows that the meaning of Minangkabau customs includes the form of culture, complex of ideas, concepts, values, norms, and roles that act as controller the people behavior, especially in marriage and/or customarymarriage.
NASKAH KIDUNG NABI: ANALISIS TEMA DAN FUNGSI SOSIAL (The Manuscript of “Kidung Nabi”: Theme and Social Functions Analysis) Nurhata, Nurhata
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.45-56

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10