cover
Contact Name
adya arsita
Contact Email
adya0258@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
spectajournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
specta: Journal of Photography, Arts, and Media
ISSN : 26143477     EISSN : 26150433     DOI : -
Jurnal spect? merupakan sebuah jurnal untuk menampung hasil penelitian dan penciptaan seni para akademisi dan praktisi fotografi yang kian hari semakin bertambah banyak dan beragam. Seni dan teknik Fotografi yang semakin maju dan berkembang menimbulkan ide, gagasan, wacana, dan kritik yang bernuansa akademik dan harus mendapatkan wadah yang sesuai untuk memuat semua artikel ilmiah yang dihasilkan. Fotografi yang merupakan perluasan dan pengembangan teknologi lukis, erat hubungannya dengan dunia seni pada umumnya dan lekat juga dengan ranah media. Jurnal ini akan menjadi sarana tampung yang tepat, sesuai dalam kajian dan penciptaan seni fotografi, pembacaan kajian seni serta media. Jurnal spect? diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu Mei dan November, dan dikelola oleh Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia (ADSMRI) dan Asosiasi Program Studi Fotografi Indonesia (SOFIA).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
FOTOGRAFI SEBAGAI MEDIA MONITORING URBAN FARMING BERBASIS PENDOKUMENTASIAN DAN PARTISIPASI ANAK DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN RAMAH ANAK DI WILAYAH PEGIRIAN SURABAYA Idealita Ismanto
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.003 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2549

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas permasalahan tentang monitoring urban farming yang dilakukan oleh anak dengan menggunakan media pembelajaran fotografi sebagai pendokumentasian lingkungan tempat tinggal anak di wilayah pegirian Surabaya. Persoalan yang diangkat membahas bagaimana  peran media fotografi digunakan sebagai monitoring urban farming di wilayah pegirian Surabaya  serta dampak monitoring keluarga dan anak dengan partisipasi anak dalam menciptakan lingkungan ramah anak di wilayah pegirian Surabaya. Metode yang digunakan yakni observasi dan wawancara. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan dengan penelitian kualitatif. Dapat disimpulkan bahwa hasil dari monitoring urban farming berbasis pendokumentasian dan partisipasi anak dalam menciptakan lingkungan ramah anak di wilayah Pegirian Surabaya dengan menggunakan media fotografi dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendokumentasikan perubahan lingkungan yang terjadi, fotografi dapat digunakan sebagai alat agar anak dan masyarakat bisa berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan ramah anak, dan dampaknya bagi keluarga yang diberikan tanaman urban farming mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik dalam merawat tanaman dan menjaga lingkungan serta hubungan antar anggota keluarga dan antar warga menjadi lebih erat. Kata kunci: monitoring, urban farming, fotografi, partisipasi anak    AbstractPhotography as Monitoring Media on The Urban Farming Based on Documentation and Child Participation in Creating Children Friendly Environment in Pegirian Surabaya.  This study discusses the problem of urban farming monitoring conducted by children by using photography learning media as a documentation of the environment where children live in the Surabaya area. The issues addressed discuss how the role of photography media is used as urban farming monitoring in Surabaya area and the impact of family and child monitoring with the participation of children in creating child friendly environment in Surabaya area. The method used is observation and interview. Data analysis activities started from the data collection stage, the reduction phase, the data presentation stage, and the conclusion with qualitative research. It can be concluded that the results of urban farming monitoring based on documentation and participation of children in creating child friendly environment in Pegirian area Surabaya by using photography media can be used as a reference to document the environmental change that happened, photography can be used as a tool so that children and society can participate in the activity child-friendly environment, and its impact on the family given the urban farming crop experienced better behavioral changes in caring for plants and maintaining the environment and relationships between family members and between citizens became more intimate. Keywords: monitoring, urban farming, photography, child participation 
SELF PORTRAIT TENTANG KEHILANGAN DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Prasetya Yudha Dwi Sambodo; Kusrini Kusrini; Tanto Harthoko
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.201 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2556

Abstract

AbstrakMelalui foto, seseorang tidak hanya merekam secara mekanis, melainkan masih mempunyai ruang untuk menciptakan ungkapan personalnya. Penciptaan karya seni ini mengungkapkan realitas personal akan nilai di balik peristiwa kehilangan yang dialami. Self portrait (potret diri) di sini hadir sebagai pengantar atas narasi dari hal yang tersirat dalam sebuah peristiwa kehilangan yang sifatnya lebih ke non-fisik, seperti kehilangan peran, waktu, keseimbangan, dan lainnya. Usaha memvisualisasikan narasi tentang kehilangan melalui self portrait yang artistik tidak terlepas dari pemanfaatan teknik fotografi yang digunakan. Selain eksplorasi tubuh dan benda yang menjadi penanda utama, efek yang dihasilkan dari teknik fotografi seperti slow shutter speed, double exposure, open flash, zoom, reflection, flare, dan lainnya juga dimanfaatkan menjadi penanda dalam keseluruhan narasi visual tentang kehilangan yang dibangun. Hasil penciptaan karya seni ini memanfaatkan perbendaharaan bahasa foto dengan menciptakan suatu hubungan logis dari objek-objek foto yang masing-masing sudah dikaitkan dengan ide atau makna tertentu. Makna tidak hanya dihasilkan lewat pose, melainkan juga benda dan teknik yang digunakan. Beberapa teknik yang biasanya dihindari dalam pemotretan seperti overexposed, blur, shaking, dan out of focus digunakan untuk menciptakan bahasa foto yang unik dan segar. Kata kunci: self portrait, kehilangan, fotografi ekspresi AbstractSelf Portrait about Loss in Fine Art Photography. Through a photo, someone is not only recorded mechanically, but also still has space or room to create their personal expression. The result of creating this art revealed the value of personal reality behind the suffer from a loss occurence. Self portrait in this context comes as an introduction for narratives of thing that is implicit in an occurrence of loss which has non physical character, such as losing role, time, the balances, and so on. Visualizing the narratives of losing through artistic self portrait could not be separated from the use of techniques in photography. Beside the exploration of the body and the things that became a major marker, the resulting effect of the techniques of photography such as slow shutter speed, double exposure, open flash, zoom, reflection, and flare could also be used as a maker in overall visual narrative about losing that was summed up. The creation of this art applied the ‘language’ of photo by creating a logical relationship from each photo object of which was associated with certain idea or meaning. The meaning was not only generated through the pose, but also through the objects and techniques which were used. Some techniques in photography were avoided to be used such as overexposed, blur, shaking, and out of focus to create the language of photo which was unique and fresh.  Keywords: self portrait,  loss, fine art photography
EKSOTIKA SUKU MENTAWAI DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Rindha Mita Purwaningsih; Pamungkas Wahyu Setiyanto; Oscar Samaratungga
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.212 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2550

Abstract

AbstrakObjek penciptaan karya fotografi membahas eksotika kegiatan sehari-hari suku pedalaman Mentawai, Siberut Selatan. Penciptaan karya didasari oleh minimya informasi tentang keseharian masyarakat pedalaman dusun Buttui dan diciptakan karya ini, diharapkan mampu memberi gambaran dan informasi tentang kehidupan para suku pedalaman di Mentawai melalui fotografi dokumenter. Penciptaan karya fotografi ini berorientasi dengan eksotika kegiatan sehari-hari suku Mentawai sebagai dasar acuan proses penciptaan dengan metode observasi,eksplorasi, pemotretan. Karya foto dibuat dalam fotografi dokumenter, dengan mengambil peristiwa-peristiwa yang menarik lewat bidang jurnalistik. Suatu cara pandang baru dan inspiratif bagi yang melihat dan merasakan dapat membuka mata kita seutuhnya tentang lingkungan budaya di sekitar kita yang mulai terkikis oleh kerasnya kemajuan dan ketatnya perkembangan zaman. Kata kunci: eksotika, suku Mentawai, fotografi dokumenter     AbstractExotica of Mentawai Tribe in Documentary Photography.  This abstract discusses the daily exotica of object creation in the heart of Mentawai, South Siberut. This work, with a lack of source information, is based on the daily lives of rural people in Buttui village. It is created with the hopes of capturing and giving information about the tribe lives in rural Mentawai through documentary photography. This abstract is oriented in Mentawai tribe as a basis creation process using observation, exploration, and experimental methods. The photographs are made with documentary photography that captures enticing events through journalism. A new perspective and inspirationwill completely open people’s eyes, for those who see and feel, on the nowadays cultural environment which slowly eroded by the rough progress and tight developmental era.  Keywords: exotica, Mentawai tribe, documentary photography
ORIENTASI FOTOGRAFI PENGUNJUNG ANJUNGAN WISATA DI KAWASAN MANGUNAN: KAJIAN FUNGSI FOTO POTRET DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Pitri Ermawati
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.788 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2551

Abstract

Abstrak Penelitian ini bermaksud menjelaskan orientasi fotografi pengunjung yang berfoto di anjungan wisata kawasan Mangunan dengan objek penelitian berupa foto potret di media sosial Instagram. Menerapkan metode penelitian deskriptif-kualitatif, analisis kritis dilakukan dalam pembacaan foto-foto potret menggunakan telaah fungsi foto potret Soeprapto Soedjono, serta telaah aspek teknis-fisik fotografi potret yang dikemukakan oleh Famous Photographers School. Mengambil sampel berupa lima foto dari lima akun Instagram yang berlatar di lima anjungan wisata di kawasan Mangunan, hasil penelitian menunjukkan tiga fungsi foto potret yang diunggah oleh para pengunjung yang merupakan subjek foto sekaligus pemilik akun Instagram; yaitu fungsi personal, sosial, dan komersial. Dalam upaya mewujudkan foto potret yang sesuai dengan fungsi-fungsi tersebut, pengunjung tampak memperhitungkan aspek teknis-fisik fotografi potret berupa pencahayaan, pose, dan background. Adapun poperti, kurang mendapatkan perhatian dikarenakan tidak semua anjungan menyediakannya. Kata kunci: fotografi, anjungan, foto potret, Instagram   AbstractVisitors’ Photography Orientation of Scenery Stages in Mangunan Tourism Area: Study of The Functions of Portrait Photos in Social Media Instagram. This research explains the photography orientation of visitors who taking photograph of theirselves (portrait) on the scenary stages (selfie spots) in Mangunan tourism area, by studying their portraits in social media Instagram. This research allows the descriptive-qualitative method. It uses the study of the portrait  functions explained by Soeprapto Soedjono to read and to analise the portrait photos. It also studies the physical-technical aspect in portrait photography explained by Famous Photographers School applied by the visitors. There are five portrait photo samples from five Instagram accounts which setting are on scenery stages in Mangunan tourism area. This research conclusion shows three functions of the portrait photos uploaded by the visitors, either as the Instagram account owners and the subjects (sitters) of those photos: personal function, social function, and commercial function. In order to make her/ his portrait matches on the function desired, visitor seems to care about physical-technical aspects on portrait photography: lighting, pose, and background. Another element is property, which is the most ignorable element due to it’s rare availability on the spot.   Keywords: photography, scenary stage, portrait photo, Instagram
REPRESENTASI AROMA PARFUM DENGAN PENDEKATAN METAFORA DALAM FOTOGRAFI PRODUK Rassel Rassel; M. Kholid Arif Rozaq; M. Fajar Apriyanto
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.817 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2552

Abstract

Abstrak Terdapat banyak merek parfum yang beredar di pasaran. Hal tersebut tentu mempersulit konsumen untuk menentukan aroma yang cocok dengan keinginan dan kepribadiannya, karena pada umumnya konsumen tidak mengenal jenis bebauan yang menjadi bahan pembuatan parfum secara spesifik. Berdasarkan hal ini muncul gagasan untuk mencocokkan aroma parfum dengan beberapa kepribadian lalu merepresentasikan aroma parfum tersebut melalui media fotografi. Informasi tentang produk parfum yang telah dikumpulkan melalui observasi akan ditampilkan secara visual fotografi dengan menggunakan objek pendukung yang memiliki interpretasi secara metafora sedekat mungkin dengan aroma, bentuk botol kemasan, tujuan, dan inspirasi pembuatan parfum, atau kepribadian dalam color rosette test. Karya fotografi yang diciptakan merupakan karya fotografi produk yang pemotretannya dilakukan di dalam ruangan dengan menggunakan sumber pencahayaan berupa lampu flash dengan tambahan peralatan penunjang berupa softbox, lightbox, blackglass, dan color gel. Teknik fotografi yang diterapkan pada proses penciptaan karya meliputi teknik pencahayaan seperti hi-key dan low-key disertai penggunaan teknik high speed pada beberapa karya yang menggunakan objek pendukung yang bergerak. Karya tugas akhir fotografi ini diharapakan dapat membantu konsumen menginterpretasikan aroma parfum secara visual agar lebih mudah memilih produk parfum yang disukai sesuai dengan kepribadian yang dimiliki.Kata kunci: representasi, aroma parfum, fotografi produk, color rosette test, kepribadian   Abstract Representation of Parfum Aroma with Metafora Approach in Produt Photography. There are many brands of perfume circulating in the market, it certainly makes it difficult for consumers to determine the scent that matches the desires and personality because consumers generally do not recognize the type of smell that became the ingredient of perfume making specificly. Based on this came the idea to match the scent of perfume with some personality and then represent the fragrance of the perfume through the photography. Information about perfume products that have been collected through observation will be visually displayed photographically by using a support object that has metaphorically interpreted as close as possible to the fragrance, the shape of the packaging bottle, the purpose and inspiration of the perfume making, or the personality in the color rosette test. The work of photography created is the work of product photography that shoot indoors by using the flash lights as the light source with additional supporting equipment such as softbox, lightbox, blackglass, and color gel. Photography techniques applied to the process of creating works are photography lighting techniques such as hi-key and low-key and by the use of high speed techniques on some works that use moving support objects. This photography work is expected to help consumers interpret the perfume scent visually to help them choose the preferred perfume product in accordance with their personality. Keywords: representation, perfume's fragrance, product photography, color rosette test, personality  
JUKSTAPOSISI FOTOGRAFI DI NOVEL GRAFIS ‘THE PHOTOGRAPHER’ Adya Arsita
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.849 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2554

Abstract

AbstrakPenelitian ini hendak mengkaji fungsi-fungsi dokumenter dalam karya fotografi yang divisualisasikan berdampingan dengan gambar-gambar komik dalam sebuah novel grafis berjudul ‘The Photographer: Into War-Torn Afghanistan with Doctors without Borders’.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah nilai dokumenter karya foto bisa tetap diapresiasi layaknya foto dokumenter ataukah ada peralihan fungsi ketika dua jenis piktorial disandingkan bersamaan. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis adalah metode kualitatif yang menganggap bahwa setiap petunjuk adalah penting untuk dianalisis.  Kemudian potongan-potongan informasi yang didapat dikaji dengan pendekatan fotografi dokumenter. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam ranah ilmu kajian fotografi sekaligus kajian komik (comic studies). Dalam ranah fotografi, fotografi dokumenter akan makin ‘berbicara’ dan memaksimalkan fungsinya ketika terbantu dengan teks piktorial lain. Untuk ranah kajian komik, hadirnya citraan fotografi justru akan memperjelas pesan yang hendak disampaikan kepada khalayak melalui gambar-gambarnya. Kata kunci: jukstaposisi, fotografi, novel grafis, dokumenter    AbstractJuxtaposition of Photography in a Graphic Novel Titled ‘The Photographer’. This research studied the documentary function in photography works visualized side to side with the comic drawings in a graphic novel titled ‘The Photographer:Into War-Torn Afghanistan with Doctors without Borders’. The aim of this research was to find out whether the documentary photographs are still appreciated as they are, or there are any changes of function when those two pictorials are juxtaposed. The method employed in this research was qualitative method which considered that each clue was important to be analyzed.  Then, each of them would be studied using approaches from the view point of documentary photography.  The result of this research hopefully could give a contribution to the photography studies and comic studies. Photographs will ‘speak louder’ and will have their greatest value when supported by other kind of pictorials.  While in comic studies, the photographs will be able to send messages better through their drawings when juxtaposed with photographs. Keywords:  juxtaposition, photography, graphic novel, documentary
PAKU SEBAGAI REPRESENTASI DIRI DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Tri Mukti Yuliana; Arti Wulandari; Syaifudin Syaifudin
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.288 KB) | DOI: 10.24821/specta.v2i2.2555

Abstract

AbstrakSebuah foto selain berfungsi untuk merekam realitas objektif juga dapat memberikan ruang berekspresi secara personal bagi fotografernya. Karya fotografi yang diciptakan di sini mengangkat persoalan diri dan direpresentasikan melalui objek paku bersama objek-objek lain yang mendukung narasi tentang diri. Eksistensi diri tentunya tidak lepas dengan lingkungan yang ditinggali. Manusia lahir dalam sebuah keluarga dan kemudian bertemu dan berinteraksi dengan berbagai macam lingkungan sosial. Narasi tentang diri dihadirkan secara tersirat dan mengangkat persoalan seperti fenomena lingkungan yang mempengaruhi terbentuknya diri. Visualisasi penciptaan karya fotografi ini menggunakan teknik penggabungan foto untuk menghasilkan karya sesuai dengan narasi yang dibangun. Selain itu, untuk memvisualisasikan representasi diri melalui objek paku, objek paku juga akan dieksplorasi dan diinteraksikan dengan objek-objek pendukung. Objek-objek tersebut belum tentu memiliki hubungan fungsi dalam dunia nyata. Narasi yang akan dibangun melalui objek paku ini ialah dengan mencari kode serta makna-makna simbolis objek sehingga hasil visual dalam foto menjadi beragam dan menarik.Kata kunci: paku, representasi diri, fotografi ekspresi, simbol   AbstractNail as Self Representation in Fine Art Photography. A photograph, aside of capturing reality, it can be used as a space to express photographer's feeling and his personal perspective about the world. Photographs created here were about self matters represented through nail alongside with another objects as the story of self. Self existence is always related with the place of someone’s lives. People are born in a family and interact with many social environments. These matters of self talks about social phenomenon that affect personal self development. The narations which already gathered were presented implicitly in the photos. These photographs' creation were visualized by combining several photos into one, creating surreal image. Besides, visualizing the idea was applied by exploring and interacting the nail with another objects which were considered relevant with the concept. These object sometimes had no functional relation in reality. The concept of narration here was built up from symbolic meaning of the objects so the visualization of the photographs could be various and became more interesting.Keywords: nail, representation of self, fine art photography, symbol

Page 1 of 1 | Total Record : 7