cover
Contact Name
netty herawati
Contact Email
nettyherawati76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nettyherawati76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042     DOI : -
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
PENGARUH VARIABEL PROSES DAN PENAMBAHAN CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPELET SERBUK GERGAJI
Jurnal Distilasi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i1.4492

Abstract

Produksi minyak dan  gas dalam negeri tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan bahan bakar di masa mendatang, yang mengakibatkan rasio impor diperkirakan akan terus meningkat (BPPT Outlook Energi, 2018). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi bahan bakar minyak dan gas tersebut adalah menggunakan energi biomassa. Salah satu sumber energi biomassa tersebut adalah serbuk gergaji. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel proses berupa diameter biopelet dan kecepatan putaran flat die, serta penambahan cangkang kelapa sawit terhadap karakteristik pada biopelet yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran diameter biopelet terbaik yaitu pada ukuran 10 mm dengan kadar air 1,87%, kadar abu 1,53%, kadar zat terbang 72,33%, kadar karbon tetap 24,27% dan nilai kalor 5100,8953 kkal/kg. Selain itu, penambahan cangkang kelapa sawit dan peningkatan kecepatan putaran pada flat die mampu meningkatkan karakteristik biopelet yang dihasilkan. Biopelet pada penelitian ini memiliki kadar air 1,25 - 1,86%, kadar zat terbang 70,72 – 72,17%, kadar abu 1,33 – 1,65%, kadar karbon 24,55 – 26,05%, densitas 0,2999 – 0,7189%, serta nilai kalor 4234,3180 – 6017,5032 kkal/kg. Hasil biopelet terbaik berada pada komposisi 50% serbuk gergaji : 50% cangkang kelapa sawit dengan kecepatan putaran 700 rpm yang menghasilkan kadar air sebesar 1,74%, kadar zat terbang 71,62%, kadar abu 1,38%, kadar karbon 25,26%, dan nilai kalor 5281,2970 kkal/kg.
PENGARUH RASIO CAMPURAN DAN WAKTU TERHADAP MUTU BIOBRIKET DARI PELEPAH KELAPA SAWIT DAN AMPAS TEBU
Jurnal Distilasi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i2.5412

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar padat yang dapat diperbaharui yang dibuat dari campuran biomassa yang dibuat dari aneka macam bahan hayati, misalnya kayu, ranting, daun daunan, rumput, jerami ataupun limbah pertanian lainnya yang mempunyai bentuk tertentu yang kerapatannya tinggi dan diperoleh dengan cara pengempaan arang halus yang dicampur dengan bahan perekat. Dalam penelitian ini briket arang dibuat dari limbah padat sisa/tidak terpakai yaitu pelepah kelapa sawit dan ampas tebu. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan briket arang dengan kualitas yang sesuai dengan standar SNI No.1/6235/2000, Jepang, Inggris dan USA dengan memvariasikan perbandingan campuran bahan baku  dari 1:1 – 1:5 (w/w) dan variasi waktu pembriketan selama 1 sampai 5 jam. Adapun tahapan pembuatan briket arang yaitu persiapan bahan baku, karbonisasi/pengarangan, pembuatan perekat, pembriketan dan uji kualitas briket arang. Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa yang paling baik dan tertinggi adalah pada perbandingan 1 : 5 dengan waktu pembriketan selama 5 jam. Hasil analisis yang dilakukan diperoleh Nilai Kalor (Calorific Value) sebesar  66563 kal/gr, Total Karbon (Fixed carbon) sebesar fixed carbon 65,03%, Kadar Air Lembab (Inherent moisture) sebesar Inherent moisture 4,07%, Kadar Abu  sebesar 5,28%, dan Kadar Zat Terbang  sebesar 25,62%.
RANCANG BANGUN ALAT PENCETAK BIOBRIKET CAMPURAN AMPAS TEH TEMPURUNG KELAPA DITINJAU DARI TEMPERATUR KARBONISASI DAN WAKTU KARBONISASI TERHADAP NILAI KALOR DAN KADAR AIR
Jurnal Distilasi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i2.5422

Abstract

Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi alternatif  yang murah dan bersifat kontinyu serta dapat diperbaharui. Salah satu bahan baku yang dapat dijadikan sumber energi alternatif yaitu ampas teh dan tempurung kelapa. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun alat pencetak biobriket dengan sistem pneumatik yang menggunakan udara bertekanan sebesar 7 bar dari kompresor dengan 2 lubang cetakan yang berukuran diameter 32 mm dan tinggi 16 mm, menghasilkan gaya diberikan pada piston pneumatik untuk mencetak biobriket sebesar 562,688 N. Gaya dorong silinder atau gaya yang diberikan untuk mendorong silinder sehingga silinder bergerak maju sebesar 48,7714 kgf sedangkan gaya tarikan silinder sehingga silinder bergerak mundur sebesar 5,9059 kgf dengan kecepatan pergerakan maju mundur silinder yaitu 0,0561 m/s. Diameter silinder pneumatik yang di 32mm dengan double acting cylinder karena diperlukan gerakan maju mundur. Untuk menggerakaan silinder pneumatik tersebut dibutuhkan udara sebesar 3,5596 liter/menit dengan energi atau daya kompresor yang dibutuhkan sebesar 71,9 watt. Pembuatan biobriket campuran ampas teh tempurung kelapa menjadi biobriket dilakukan melalui proses karbonisasi dengan variabl tidak tetap yaitu temperatur karbonisasi 400, 450, dan 500 °C dan waktu karbonisasi 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Dari hasil penelitian, nilai kalor tertinggi dan telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 pada waktu karbonisasi 80 menit sebesar 5862,1956 cal/gr sedangkan kadar air yang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 sebesar 6,87% dengan waktu karbonisasi yang sama.
PENGARUH PEMBUATAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea)
Jurnal Distilasi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i2.5481

Abstract

Sabun mandi adalah sabun pembersih yang paling banyak digunakan untuk semua orang. Sabun terdiri dari sabun cair dan sabun padat. Sabun padat merupakan alternatif pilihan sabun pembersih yang murah dari segi harga dan tidak boros dalam penggunaannya. Sabun padat alami adalah sabun dengan penggunaan bahan kimia minimal atau tanpa menggunakan bahan kimia, sehingga sabun ini memiliki kandungan kualitas yang lebih aman daripada sabun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat komposisi sabun padat yang terbuat dari minyak kelapa murni dan ekstrak bunga telang. Dengan penggunaan zat alkali pada bunga telang sebagai pengganti NaOH sehingga menghasilkan sabun padat yang baik dan memenuhi standar SNI 06-3532-1994. Permasalahan dalam penelitian ini adalah penentuan konsentrasi NaOH yang digunakan dalam pembuatan sabun dan penambahan ekstrak bunga telang yang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang yang ditambahkan ke sabun mempengaruhi nilai sabun. Semakin besar penambahan ekstrak bunga telang, semakin sedikit nilai saponifikasi dalam sabun. Selain itu, perubahan pH dan suhu mempengaruhi warna biru tua pigmen antosianin pada bunga telang. Seluruh sampel variasi sabun padat dari VCO dengan bunga telang masih memenuhi standar SNI 06-3532-1994. Komposisi optimal sabun padat adalah 40 gram VCO 15% dengan ekstrak bunga telang v 189,8 mg minyak NaOH/g.
TEKNOLOGI PERVAPORASI MENGGUNAKAN MEMBRAN POLIAMIDA GUNA MENGHASILKAN ETHANOL FUEL GRADE
Jurnal Distilasi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i2.5435

Abstract

Etanol merupakan salah satu bahan kimia penting yang dalam pemanfaatannya seringkali dibutuhkan etanol dengan kemurnian tinggi dan untuk memperoleh etanol dengan kemurnian tinggi biasanya digunakan proses distilasi. Namun distilasi hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian tidak lebih dari 95,6%. Salah satu alternatif untuk menghasilkan etanol dengan kemurnian lebih dari 95,6% adalah melalui proses teknologi membran yaitu pemisahan secara pervaporasi. Dalam penelitian ini menggunakan membran poliamida dan dilakukan variasi temperatur pemanasan yaitu 80?C, 85?C, 90?C, 95?C dan variasi konsentrasi umpan sebesar 70%, 75%, 80%, 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur pemanasan terbaik adalah 85?C dengan konsentrasi umpan 85% sehingga diperoleh kadar permeat ethanol fuel grade 99,3%.
KAJIAN PENGARUH VARIASI PELARUT, KECEPATAN PENGADUKAN DAN WAKTU PADA PROSES EKSTRAKSI KALIUM DARI ABU KULIT BUAH SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS)
Jurnal Distilasi Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i2.6139

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara agraris, dimana penghasilan dari sektor pertanian yang sangat melimpah ruah,sehingga terdapat banyak masalah limbah dari hasil pertanian, salah satunya adalah limbah kulit buah semangka. Indonesia termasuk sepuluh negara terbesar penghasil limbah di dunia, sehingga limbah yang dihasilkan tersebut semakin hari semakin banyak dan mengganggu apabila tidak dimanfaatkan. Pada kulit buah semangka per 100 gram salah satunya mengandung kalium sebanyak 220 mg (Johnson et al, 2013). Kalium ini dapat digunakan sebagai sumber alkali untuk industri sabun, korek api, zat pemutih dan pemurni (Siegel, Richard S, 1940).Pengambilan kalium dari abu kulit buah semangka dapat dilakukan melalui proses ekstraksi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sukeksi, dkk (2017), pengaruh kecepatan pengadukan dan waktu dalam ekstraksi abu kulit semangka mempengaruhi normalitas, persen rendemen dan kadar kalium. Kondisi kecepatan pengadukan berlangsung pada variasi 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm dan 400 rpm, dan variasi waktu ekstraksi adalah 60 menit, 100 menit, 140 menit, 160 menit, dan 180 menit.Dari penelitian ini menggunakan variasi pelarut air dan methanol, hasil yang tertinggi pada proses ekstraksi kalium dari abu kulit semangka menggunakan kecepatan pengadukan 400 rpm dengan waktu 180 menit dengan hasil konsentrasi kalium sebesar 2,66 N, persen rendemen 75,75% dan kadar kalium 53,5% yang di analisa menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).Penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi untuk mengupayakan pengembangan pemanfaatan limbah pertanian dalam pengembangan bahan kimia yang berasal dari biomassa.
KAJIAN PENGARUH MASSA DAN WAKTU OPERASI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN MENGGUNAKAN RESIDUE CATALYTIC CRACKING (RCC) SEBAGAI ADSORBEN
Jurnal Distilasi Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v8i1.6678

Abstract

Industri tahu adalah salah satu industry rumah tangga yang banyak terdapat di Indonesia dan kebanyakan menyatu dengan pemukiman penduduk yang dapat menimbulkan permasalahan dengan warga sekitar dimana Industry tahu menghasilkan limbah cair yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan jika langsung di buat ke saluran air. Pengolahan limbah cair industry tahu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.  Residue Catalytic Cracking (RCC) adalah katalis bekas proses pengolahan minyak  bumi yang setelah pemakaian tidak di manfaatkan lagi oleh pertamina. RCC yang digunakan pada proses ini adalah katalis bekas jenis Zeolit kristalin dengan struktur regular, yang mengandung unsur-unsur Silika Oksida, Alumina Oksida, Calsium Oksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi massa adsorben terhadap penurunan kadar COD, BOD, dan TSS, serta  untuk mengetahui pengaruh variasi waktu operasi adsorben terhadap penurunan kadar COD, BOD, dan TSS. Serta mengetahui persentase optimum penurunan kadar COD, BOD, dan TSS terhadap limbah cair industri tahu. Metode penelitian ini meliputi 3 tahap, yaitu aktivasi katalis, penentuan massa optimum, dan penentuan waktu optimum. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa adsorben 5;10;15;20 dan 25 gram dan variasi waktu operasi 30,60,90,120 dan 150 menit. Serta perbedaan perlakuan yaitu maserasi dan pengadukan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD, BOD, dan TSS terbaik terjadi pada massa 25 gram dengan perlakuan pengadukan pada waktu kontak 60 menit dengan nilai berturut – turut 141 mg/L; 35,2 mg/L; dan 89,1 mg/L