cover
Contact Name
netty herawati
Contact Email
nettyherawati76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nettyherawati76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042     DOI : -
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
KARBONISASI AMPAS TEH YANG SUDAH DISEDUH DAN AKTIFASI MENGGUNAKAN ASAM SULFAT (H2SO4) ernianti, Dewi F
Jurnal Distilasi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Distalasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v3i2.2942

Abstract

Ampas teh berpotensi untuk menjadi karbon aktif karena merupakan biomaterial yang memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Selulosa mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan adsorben karena gugus OH yang terikat pada selulosa apabila dipanaskan pada suhu yang cukup tinggi akan kehilangan atom- atom oksigen dan hidrogen sihingga yang tertinggal atom karbon yang terletak pada setiap sudutnya. Proses pembuatan arang aktif menggunakan zat aktifator asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8%, dan dengan temperatur karbonisasi ampas teh pada temperatur 200 oC, 300 oC, 400 oCdan 500 oC selama 20 menit dengan waktu kontak karbon terhadap metyl blue selama 6 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperature pembakaran yang paling baik yaitu pada temperature 500 oC dan konsentrasi aktifator konsentrasi 8% berdasarkan analisa mutu karbon akif yang dihasilkan dari ampas teh tersebut memenuhi syarat mutu arang aktif (SII No.0258-79), dengan karakteristikik kadar air 2,52%, kadar abu 1,05%, karbon aktif murni 69,5989% dengan kemampuan daya serap karbon aktif terhadap metyl blue metyl blue mencapai kondisi optimum pada waktu 48 jam sebanyak 10.9525 mg/L.
PENGARUH MASSA OSSEIN DAN WAKTU EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG IKAN TENGGIRI DENGAN PERENDAMAN ASAM SITRAT BELIMBING WULUH Fernianti, Dewi; Juniar, Heni; Dwiayu Adinda, Nola
Jurnal Distilasi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v5i2.3027

Abstract

Kota Palembang terkenal dengan berbagai  makanan  olahan  yang  berasal  dari  ikan,  seperti  pempek,  kerupuk, tekwan,  model,  dan  sebagainya.  Ikan yang banyak digunakan dalam makanan olahan tersebut ialah ikan tenggiri. Ikan tenggiri ini memiliki potensi untuk digunakan dalam pembuatan gelatin karena ikan tenggiri merupakan jenis ikan bertulang keras yang mengandung kolagen  berkisar  dari  15-17%. Salah  sumber gelatin halal yang murah dan mudah didapat adalah tulang ikan terutama tulang ikan tenggiri. Belimbing wuluh merupakan salah satu asam organik yang digunakan sebagai pengubah serat kolagen menjadi gelatin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh massa ossein dan waktu ekstraksi terhadap kualitas gelatin yang dihasilkan yaitu yield, kadar protein, kadar air, kadar abu dan nilai pH. Penelitian ini dilakukan juga pengujian kekuatan gel, viskositas dan kandungan logam yang terkandung dalam gelatin. Proses ekstraksi dilakukan dengan suhu 70oC dan massa 50, 100, 150, 200, dan 250 gram masing – masing selama 1, 2, dan 3 jam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dihasilkan gelatin dengan kondisi optimum pada suhu ekstraksi 250 gram selama 3 jam dengan % yield sebesar 6%, kadar protein sebesar 75,92%, kadar air sebesar 8,83%, kadar abu sebesar 3,75%, bernilai pH 6. Didapatkan juga hasil kekuatan gel dan viskositas masing-masing sebesar 61,0468 gbloom dan 29,8308 cPs. Gelatin yang dihasilkan dari penelitian ini mengandung logam seng (Zn) dan tembaga (Cu) masing-masing sebesar 97,87 mg/kg dan 28,43 mg/kg.
APLIKASI WELDING PROCEDURE SPECIFICATION (WPS) DENGAN BEVEL 300 UNTUK PENGELASAN KONSTRUKSI KAPAL TANKER 3500 LTDW HN. 309 PADA UJI BENDING DI PT. DAYA RADAR UTAMA UNIT III LAMPUNG Purmayanti, Indah; Oktarina, Kurniawati
Jurnal Distilasi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v5i1.3034

Abstract

Proses pembuatan kapal sangat dipengaruhi oleh kekuatan bahan terutama material penyusunnya. Bahan  material dibentuk dengan menyesuaikan design kapal, melalui pembentukan pada lengkungan kapal. Kelayakan suatu kapal dapat diketahui dengan melakukan pengujian keuletan, kekerasan, kegetasan, elastisitasnya, dan dari segi lainnya. Pengujian tersebut yaitu Uji Bending, uji lengkung (bending test) merupakan salah satu bentuk pengujian untuk menentukan mutu suatu material  secara visual. Spesimen berupa material plat kapal Tanker 3500 LTDW HN. 309 dilas sesuai dengan prosedur WPS dengan bevel 300 untuk dilakukan proses uji bending. Hasil uji bending menunjukkan beban maksimal terbesar  didapat pada spesimen uji no. 2 (Root)  yaitu sebesar 3,42 kN dan beban terkecil spesimen uji no. 1 (Face) yaitu sebesar 3,07 kN. Kekuatan uji bending terbesar didapat pada spesimen uji no. 2 (Root) yaitu sebesar 1,10 kN/mm2 dan yang terkecil spesimen uji no. 1 (Face) yaitu sebesar 0,95 kN/mm2. Kekuatan pengujian bending rata-rata dari kedua spesimen uji adalah 12,34 kN/mm2. Hasil uji bending dilihat secara visual tidak memiliki adanya cacat las (defect)  dan daat diaplikasikan pada pembangunan kapal.
OPTIMASI KONDISI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT Desi Kusmindari, Christofora; Yuliwati, Erna
Jurnal Distilasi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i1.3384

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kondisi proses optimum pengolahan limbah cair industri kelapa sawit dengan menggunakan response surface methodology (RSM) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu  membuat rancangan percobaan, model fitting, optimasi dan verifikasi. Rancangan percobaan menggunakan 23 full factorial design  dengan 28 run yang terdiri dari 18 run pada level dua (-1/+1), 6 run star points dan 4 run replikasi pada center points (0). Model fitting untuk persamaan pada polinomial tingkat empat (fourth-order polynomial) dibentuk untuk menggambarkan goodness-of-fit. Respon beberapa variabel yaitu air bubble flow rate (ABFR), hydraulic retention time (HRT), mixed liquor suspended solids (MLSS), and pH , digunakan untuk mendapatkan nilai optimum kondisi proses filtrasi, nilai maksimum pemisahan total suspended solids (TSS) dan ammonium nitrogen (NH3-N). Hasil RSM menunjukkan nilai optimum kondisi proses filtrasi untuk memisahkan TSS sebesar 99.63% dan NH3-N sebesar 92.82 % dengan ABFR pada 2.25 ml/min, HRT pada 276.93 min, MLSS concentration pada 4.50 g/L, and pH pada 6.50. Variabel yang digunakan pada penelitian ini mempengaruhi proses pemisahan secara signifikan untuk TSS dan ammonium nitrogen dengan nilai ANOVA dari R2 sebesar 0,9974 dan 0,999. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sebuah pendekatan matematis dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi secara teori dan dapat diverifikasi dengan baik.
KARAKTERISASI PERMEN JELLY UMBI BIT MERAH (Beta Vulgaris .L) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH SIRSAK DAN VARIASI PEKTIN Meilianti, Meilianti
Jurnal Distilasi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Distalasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v3i2.2934

Abstract

Jelly candy is a kind of candy that liked from all society, specially from kids and teenagers. But now most of jelly candy is made from synthetic dyes and didn’t have any nutrients on it. Most of jelly candy is made of synthetic sweetener and also using chemical essence for its taste. It was the reason that pushed the development of using natural dyes in candy production. Jelly candy production that used beetroot potentially gives an attractive red color and add the nutritions on jelly candy. The production of jelly candy divide to 2 sample, the A sample is using 60% beetroot extract and 40% soursop extract. And B sample is using 70% beetroot extract and 30% soursop extract. This research using pectin variation, the variation is 1% ; 1.5% ; 2% ; 2.5%; and 3%. The analization of jelly candy product are moisture content, ash content, reducing sugar content and heavy metal (Pb) content. The best concentration in this jelly candy is on the A3 sample, because the sample fullfil all the test standar.
ALKOHOLISIS MINYAK JAGUNG (Zea Mays (L)) DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS NaOH PADA TEKANAN 1 ATM Roni, Kiagus Ahmad; Prasetyo, Arief; Panji Nugroho, Dimas; Miftahul Jannah, Deri
Jurnal Distilasi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v5i1.3023

Abstract

Semakin meningkatnya penggunaaan bahan bakar minyak membuat ketersediaan bahan bakar minyak semakin menipis, hal ini merupakan tantangan yang harus diantisipasi dengan mencari sumber energy alternatif lain sebagai sumber energy terbarukan. Salah satu alternative yang bias dimanfaatkan yaitu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Biodiesel adalah energy alternatif yang diperoleh dari lemak hewan ataupun minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Salah satunya adalah minyak jagung. Pembuatan biodiesel dari minyak jagung menggunakan proses alkoholisis, dimana akan terjadi pemecahan gugustrigliserida menggunakan alcohol membentuk ester dan gliserol sebagai produk sampingnya. Proses pembuatan biodiesel pada penelitian ini menggunakan minyak jagung, etanol dan katalis basah NaOH. Dilakukan menggunakan labu leher tiga yang dilengkapi dengan, pemanas, thermometer, serta magnetic stirrer sebagai pengaduk. Cuplikan di ambil setiap 10 menit sekali, kemudian lapisan bawah dianalisis kadarg liserolnya dengan cara asetin untuk mengetahui besar konversi perbagiannya. Pada penelitian ini kondisi optimum dicapai waktu 60 menit, suhu 110°C, persentase katalisator 2.5 %, kecepatan pengadukan 350 ppm, dan perbandi ngan alcohol-minyak 5 mgek/ mgek. Pada keadaan itu konversi mencapai 0.7736 bagian.
PENGARUH WAKTU PADA DELIGNIFIKASI AMPAS TEBU MENJADI PULP TERHADAP PERSENTASE RENDEMEN DENGAN PROSES BLEACHING HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) Febriyanti, Leni; Melani, Ani; Atikah, Atikah
Jurnal Distilasi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v5i2.3028

Abstract

 Proses pembuatan songket melalui beberapa tahapan yaitu salah satunya pencelupan benang dalam zat warna. Namun hingga saat ini banyak pelaku industri yang belum memahami cara pengolahan limbah yang tepat sebelum dilepas ke lingkungan .Oleh karena itu , perlu adanya usaha untuk mengurangi kandungan berbahaya dari limbah dengan metode adsorpsi menggunakan karbon aktif. Karbon aktif digunakan sebagai adsorben karena mudah prosesnya dan bahan baku mudah didapatkan seperti ampas tebu, cangkang buah karet dan kulit pisang. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 1 jam, dimana selanjutnya diaktivasi menggunakan KOH dan H3PO4 , dengan variasi waktu aktivasi yang digunakan yaitu dengan lama perendaman 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Setelah proses aktivasi karbon aktif dengan aktivator yang berbeda, dilakukan perendaman karbon aktif dengan limbah cair selama 24 jam. Analisis kandungan limbah sebelumnya dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer dan manometer . Proses adsorbsi limbah dengan penambahan adsorben karbon aktif menunjukkan penurunan sebesar 74,23% untuk COD dan 59,2% untuk BOD. Dimana kandungan akhir COD yaitu sebesar 142,21 mg/L dan BOD sebesar 60,37 mg/L . Yang menyatakan bahwa hasil penelitian memenuhi standar muu PerMenLHK No 5 Tahun 2015 dengan batas maksimum COD 150 mg/L dan BOD 60 mg/L.
PENGARUH PROSES AKTIVASI TERHADAP KINERJA ADSORBEN ORGANIK DARI KULIT BUAH MELON DALAM MENYERAP ION LOGAM Cr(III) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI Martini, Sri; Yuliwati, Erna
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.3224

Abstract

Logam berat Cr(III) termasuk polutan yang membahayakan kesehatan manusia dan mahkluk biotik lainnya sehingga limbah industri yang mengandung logam tersebut harus melalui proses pengolahan intensif sebelum dialirkan ke pembuangan akhir, salah satunya melalui proses adsorpsi. Dalam penelitian ini dilakukan adsorpsi ion Cr(III) menggunakan adsorbent yang terbuat dari kulit buah melon sehingga bernilai ekonomis tinggi. Perbandingan perlakuan aktivasi yang terdiri dari aktivasi secara kimia menggunakan KOH, H3PO4, NaOH, dan ZnCl2, aktivasi secara fisika melalui karbonisasi pada temperatur yang bervariasi (200, 300, dan 400 °C) dan aktivasi hybrid dianalisa dan dideskripsikan dengan jelas. Selanjutnya, didapatkan beberapa poin utama yaitu adsorbent yang mendapat perlakuan aktivasi ganda menghasilkan nilai efisiensi penurunan konsentrasi polutan yang lebih tinggi dibanding aktivasi tunggal, aktivasi kimia dengan KOH dan H3PO4 bersifat lebih reaktif di banding menggunakan NaOH dan ZnCl2, sedangkan peningkatan temperatur karbonisasi berbanding lurus dengan laju peningkatan nilai efisiensi penyerapan Cr(III).
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK SEBAGAI BAHAN PELURUHAN STYROFOAM Permana, Surya Hayyu Andy; Robiah, Robiah
Jurnal Distilasi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Distalasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v3i2.2935

Abstract

Kulit jeruk sebgaian besar masyarakat Indonesia belum banyak yang memanfaatkannya, karena belum tahu kegunaannya. Padahal didalam jeruk sunkist mengandung lemonen sebagai minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan peluruh styrofoam. Pada penelitian ini minyak atsiri diambil dengan proses ekstraksi menggunakan n-heksan sebagai solvent. Variabel yang diteliti pengaruh solvent (10 s.d.30 ml) terhadap yield, dan pengaruh perbandingan minyak atsiri dan air terhadap waktu peluruhan styrofoam. Hasil yang diperoleh lemonen kulit jeruk sunkist dihasilkan meningkat dengan bertambahnya solvent yang digunakan, dan yield tertinggi pada volume solvent 30 ml sebanyak 3,07%. Peluruhan styrofoam memerlukan waktu 11,72 detik pada perbandinganminyak atsiri dan air sebesar 25:75 persen untuk jenis papan, sedangkan styrofoam wadah mie memerlukan waktu 79,45 detik.
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROSES ADSORBSI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU , CANGKANG BUAH KARET DAN KULIT PISANG TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN BOD DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI SONGKET Legiso, Legiso; Kalsum, Ummi; Wulandari, Musriati
Jurnal Distilasi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v5i1.3024

Abstract

Indonesia merupakan Negara agraris penghasil bahan pangan yang besar, seperti padi, jagung, kedelai, tebu dan lain-lain. Ampas tebu, atau disebut juga dengan bagasse, adalah hasil samping dari proses ekstraksi cairan tebu, yang  sebagian besar mengandung lignin selulosa. Panjang seratnya antara 1,7-2 mm dengan diameter sekitar 20 µm, sehingga ampas tebu ini dapat memenuhi persyaratan untuk diolah menjadi papan-papan buatan dan bahan pembuatan pembuatan pulp. Kurangnya pemanfaatan limbah ampas tebu menjadikan ampas tebu menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Metode penelitian dilakukan dengan proses Hydrogen Peroksida dengan larutan pemasak pada konsentrasi NaOH 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11% dengan waktu 70 m, 80 m, 90m 100m, dan 110 m kemudian dilanjutkan dengan menghitung persentase rendemen dan bilangan permanganat tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan persentase rendemen dan bilangan permanganat yang merupakan bagian pengujian kuantitas dan kualitas pulp secara kimiawi dengan perbedaan waktu dan konsentrasi larutan pemasakan yang konstan. Persentase rendemen terbaik yang didapat sebesar 66,1 % dan bilangan permanganat terbaik sebesar 3,9.