cover
Contact Name
netty herawati
Contact Email
nettyherawati76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nettyherawati76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042     DOI : -
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
REMOVAL OF DYES IN SONGKET WASTE WATER BY USING PHOTOCATALYST Chitosan-TiO2 Oktarina, Kurniawati -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2153

Abstract

Photocatalyst is one of the catalysts that works when given a certain light and generally is a semiconductor that has a full valence band and an empty conduction band, such as TiO2. Synthesis of chitosan-TiO2 nanocomposite research has been carried out, nanocomposites produced from squid cartilage as chitosan-?. Nanocomposites are synthesized by combining chitosan as a supporting material and TiO2 which has a function as a high photocatalytic. Characterization of chitosan-TiO2 nanocomposites by FTIR and SEM / EDX which shows the functional groups and surface morphology of the nanocomposite. FTIR analysis shows the absorption band of O-Ti-O in the region of 678.98 cm-1 and the typical absorption of chitosan at wave numbers –OH 3425.58 cm 1, 3834.49 cm-1, and 3873.06 cm-1. From SEM / EDX analysis it can be seen that TiO2 is evenly distributed on the surface of chitosan. Then nanocomposite was applied with wrna procion in Palembang songket liquid waste. Chitosan-TiO2 nanocomposites from squid cartilage were able to degrade procion dyes in water medium with the help of UV light at the optimum wavelength of 520 nm, where the percentage of photodegradation was 54.47%. Which nanocomposite is also able to reduce the concentration of procion dyes from 5 mg / L to 1.9 mg / L with an initial acidity (pH) of 10.34 to 7.13. Key words: Photocatalyst, nanocomposites, Procion Red
PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN NATRIUM BISULFIT TERHADAP KUALITAS KISMIS NANAS Rifdah, Rifdah -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2212

Abstract

Kismis nanas merupakan salah satu teknik pengolahan buah nanas segar agar lebih awet dan memiliki rasa yang lebih enak. Kismis nanas dapat dibuat dengan membentuk irisan kecil buah nanas, kemudian dikeringkan dengan pengeringan oven. Penambahan gula pada kismis nanas dimaksudkan sebagai bahan pengawet dan melindungi ester-ester yang mudah menguap sehingga cita rasa dari kismis dapat dipertahankan serta untuk mengurangi rasa asam. Natrium bisulfit merupakan bahan pengawet yang terdiri dari sulfit, bahan pengawet ini banyak digunakan untuk pengawetan bahan makanan nabati. Sulfit berfungi untuk mencegah browning dan mempunyai sifat anti septik.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan natrium bisulfit terhadap kadar vitamin C, kadar gula, dan kadar air pada kismis nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada proses pembuatan kismis nanas sebaiknya menggunakan konsentrasi gula 4% dan konsentrasi natrium bisulfit 0,25%. Dari gabungan kedua perlakuan ini akan diperoleh kadar vitamin C sebesar 23,41 mg/100gram, kadar gula 15,09%, dan kadar air 18,22%.Kata Kunci : Kismis nanas, natrium bisulfit, kadar gula, kadar vitamin C, kadar   air
BIOPLASTIK DARI PATI KULIT PISANG RAJA DENGAN BERBAGAI BAHAN PEREKAT Robiah, Robiah -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.2208

Abstract

Kulit pisang raja adalah salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah kulit pisang raja memiliki kadar pati yang cukup tinggi sebesar 50% dan dapat diolah sebagai bahan baku bioplastik. Bioplastik merupakan plastik yang dapat terdegdredasi dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional yang sulit terdegredasi sehingga mencemari lingkungan. Bioplastik berbahan baku pati memiliki potensi besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Untuk memperbaiki karakteristik bioplastik maka perlu penambahan bahan perekat dan  plasticizer. Pada penelitian ini bahan perekat yang digunakan adalah ZnO, Kitosan, dan Clay dengan variasi konsentrasi masing – masing 2%, 4%, 6%, 8%, 10% , serta sorbitol sebagai plasticizernya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis bahan perekat dan konsentrasi terbaik terhadap bioplastik yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik dari pati kulit pisang raja yang dihasilkan optimum adalah pada penambahan jenis bahan perekat clay dengan konsentrasi 8%, plasticizer sorbitol 25%. Bioplastik yang dihasilkan  ditinjau dari tingkat degredasi dengan analisa selama 8 hari sebesar 54,4% berat residual, nilai kuat tarik sebesar 115,2 MPa, serta analisa kandungan logam Timbal (Pb) <0,001 ppm dan Kadmium (Cd) 0,103 ppm. Karakteristik bioplastik dari pati kulit pisang raja memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kata Kunci : bioplastik, pati kulit pisang raja, bahan perekat
BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR Yusmartini, Eka Sri; Rinjani, Retno -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2213

Abstract

Meningkatnya  pengembangan sumber bahan bakar alternative saat ini potensi limbah kulit nanas ,kulit nanas banyak mengandung glukosa sehingga limbah kulit nanas memiliki potensi untuk dijadikan bioetanol. Setelah dilakukan penelitian limbah kulit nanas dengan metode fermentasi dengan penambahan mikroba saccharomyces cereviceae. Dari penelitian ini hasil kadar etanol yang didapatkan paling baik adalah pada sampel yang difermentasi selama 10 hari dengan variasi saccharomyces cereviceae 40 gram yaitu sebesar 96,20%. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah waktu fermentasi mempengaruhi terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkandari sari kulit nanas.Kata kunci :Kulit nanas, saccharomyces cereviceae, bioetanol
THE COMPARATIVE ANALYSIS OF CORROSION SHIP PLATE 17QIF3563586 P15 IN PANJANG PORT AND BAKAUHENI PORT AT LAMPUNG Oktarina, Kurniawati -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.2209

Abstract

Low carbon steel is the main component that is widely used in the shipping industry for the manufacture of ship plate materials. The ship plate is a material that is used as a leather ship that is directly related to environmental factors. Environmental factors such as temperature, air salinity, wind and the others. The influence of environmental factore are ship's plate. The research of this study was conducted a variable factors that influence changes in pH so as to corrode vessel plate material in a period of time. The research method used was immersion of ship plate specimens for a period on three months. The sea water media of used in Panjang Port and Bahauhen Port at Lampung. The measurement variables for  specimens are temperature, pH, and corrosion and then calculated based on Faraday's law. The research of based on the results obtained that are temperature variable can be to influence pH. This is evidenced by the value a initial temperature of the immersion a specimens in Panjang Port seawater medium of 29,1oC which is a pH value of 8,7 and changes to 25,8oC with a pH value of 6. The same is true with the sea water media, with initial Initially a temperature value of 31,12oC for H 8.4 within three months changed to 25,8oC with a pH of 6,0. Meanwhile, the regression values obtained were 0,994 and 0,995 which is showed changes in pH in sea water increased the corrosion rate on the ship's plate. Keywords: Temperature, pH, Corrosion Rate, and Ship Plate
PEMANFAATAN DAUN PEPAYA SEBAGAI ENZIM PAPAIN SECARA EKSTRAKSI DENGAN PENAMBAHAN Na-Bisulfit UNTUK MENINGKATKAN MUTU MINYAK KELAPA (VCO) Anggraini, Rini -; -, Elfidiah -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2214

Abstract

Daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber papain untuk menghasilkan minyak kelapa secara enzimatis. Minyak yang dihasilkan dalam penambahan enzim papain untuk mengetahui hasil yield  yang didapat dan uji karakteristik mutu minyak kelapa dibandingkan dengan SNI 01-7381:2008. Analisa yang digunakan untuk mengetahui kualitas minyak kelapa adalah kadar air, asam lemak bebas, densitas dan penampakan fisik. Penambahan enzim papain kedalam santan kelapa dengan menambahakan enzim papain (0%, 1,5%, 2,5%, 3,0%). Minyak yang dihasilkan dapat dianalisa yaitu persentase yield dengan penambahan enzim papain didapatkan 72%, menghasilkan nilai densitas 887,0 kg/m3, asam lemak bebas 1,70%, kadar air 0,211% dan penampakan fisik berupa minyak dengan warna kuning keputihan, beraroma khas minyak, serta tidak berbau tengik.Kata kunci: enzim papain, minyak kelapa, persentase yield, mutu
THE EFFECT OF THE TYPE OF ACID CATALYST AND TIME ON % YIELD OF BIOETHANOL FROM ELEPHANT GRASS (Pennistum Purpureum Schumach) Herawati, Netty -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.2210

Abstract

Elephant gass is cattle feed that contains good nutrition. One of its uses is converted into an energy source in the form bioethanol, Elephant grass has a high cellulose content reaching 40,85%, therefore elephant grass has the potential to be used as raw material in manufacture of bioethanol through the process of acid hydrolysis and fermentation. In research on percent yield of bioethanol from elephant grass chemically carried out at fixed conditions : grass weight 100 gr, temperature 100oC, water 1 liter, H2SO4 30 ml, hydrolysis timw 2 hours and conditions change : fermentation time 4,6,8 (day), saccharomyces cerevisiae starter 7%, 9%, 11%, 13%, HCl and H2SO4 catalys. From the research on chemical bioethanol production from elephant grass we got the best percent yield at 6 days of fermentation, 11% saccharomyces cerevisiae, HCl catalys which was 17,30%Keywords: bioethanol, fermentation, elephant grass,
PURIFIKASI METHYL BLUE DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI PROSES MENGGUNAKAN ALUMINIUM (Al) SEBAGAI PLAT ELEKTRODA Guna, Diah Septa erita; Ariyanto, Eko -
Jurnal Distilasi Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i1.2215

Abstract

Dapat dilihat sekarang permasalahan Limbah industri tekstil yang banyak mengandung pewarna seperti methyl blue adalah salah satu jenis limbah yang sulit untuk dibiodegradasi. Elektrokoagulasi bukanlah teknologi baru, tetapi di Indonesia penerapannya belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat. Proses ini sederhana dan mudah diterapkan dengan kemampuan yang baik dalam menggumpalkan berbagai pengotor dan polutan, baik bahan organik maupun anorganik. Dalam penelitian Elektrokoagulasi dilakukan pada tegangan 12 Volt dengan variasi pH 5, 7, dan 9, serta dengan waktu 120 menit dilakukan untuk mempelajari waktu yang paling baik dalam proses elektrokoagulasi, pH yang paling baik dalam proses elektrokoagulasi dan efisiensi elektrokoagulasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan empat buah plat Aluminium (Al) penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang. Proses elektrokoagulasi methyl blue mencapai konsentrasi kesetimbangan pada menit ke 120 untuk semua variasi pH. Persentase Efisiensi penyisihan methyl blue pada pH 5 adalah 48,7 %, pada pH 7 persentase kesetimbangan adalah 70,5 %. Sedangkan pada pH 9 yaitu 86,3 %. Kata kunci : Elektrokoagulasi, Methyl blue, Aluminium.
TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS RFCCU BASE CHEMICAL Al2O3 Mujiharti, Mujiharti -; Yusmartini, Eka Sri
Jurnal Distilasi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v4i2.2211

Abstract

Penggunaan katalis RFCCU Base Chemical Al2O3 dipelajari untuk pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu ( 80, 90, 100, 110 dan 120oC), jumlah katalis ( 1, 2, 3, 4, dan 5 %), waktu reaksi (10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit), terhadap konversi metil ester dan yield yang dihasilkan . Konversi dan yield yang tertinggi diperoleh sebesar 76,59 % dan 122 mL, diperoleh ketika reaksi berlangsung pada suhu reaksi 600 C, jumlah katalis 4 %, danwaktu reaksi 60 menit. Karakteristik metil ester yang dihasilkan memenuhi Standar Mutu SNI 7182:2015 untuk parameter uji massa jenis pada 40oC, sebesar 885,0 kg/m3, cetane number 51,6 dan sulphur content 25 mg/kg. Kata kunci : katalis; metil ester; transesterifikasi
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI ADSORBEN PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PENCUCIAN KAIN TENUN Karim, Arief; Juniar, Heni
Jurnal Distilasi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Distalasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v3i2.2933

Abstract

Limbah logam dalam bentuk larutan merupakan buangan dari suatu proses produksi industri dan pada umumnya limbah logam tersebut sulit untuk dipisahkan. Limbah logam dapat menimbulkan pencemaran air sehingga akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Salah satu industri yang menghasilkan limbah logam dalam bentuk larutan adalah industri textil kain tenun jumputan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pengolahan yang dapat mengurangi kadar ion logam dari larutan. Pada penelitian ini akan dipelajari pengurangan kadar ion logam Cr dalam limbah cair kain jumputan menggunakan limbah karbit sebagai adsorbent. Limbah karbit itu sendiri adalah hasil samping dari proses pengelasan dan alasan utama senyawa ini di pilih sebagai adsorbent adalah di karenakan ukuran senyawa limbah karbit sangat kecil dan halus, di mana semakin kecil ukuran butir maka semakin besar permukaan, sehingga dapat mengadsorpsi kontaminan makin banyak. Proses adsorpsi itu sendiri adalah peristiwa penyerapan fluida, baik cair maupun gas oleh permukaan padatan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mempelajari karakterisasi kurva penyerapan yang berguna untuk mengetahui kemampuan limbah karbit sebagai adsorben dalam menyerap ion-ion logam Kromium (Cr), sehingga dapat digunakan sebagai adsorben alternatif dengan metode fixed bed adsorption.