cover
Contact Name
netty herawati
Contact Email
nettyherawati76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nettyherawati76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Distilasi
ISSN : 25287397     EISSN : 26144042     DOI : -
Jurnal Distilasi merupakan berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang yang mempublikasikan makalah-makalah ilmiah berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, teori dan kajian kritis di bidang ilmu Teknik Kimia. Jurnal Distilasi diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM TERHADAP KUALITAS BETON K-255 Mansyur, Muhammad; Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.3826

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang cukup berat, dengan berat volume sekitar 2400 kg/m3. Beton yang digunakan pada penelitian ini adalah beton jenis K-225 dengan campuran limbah styrofoam. Styrofoam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan untuk dekorasi, maket bangunan dan wadah penyajian bagi hidangan produk siap saji. Sampai saat ini penelitian styrofoam telah banyak dilakukan untuk pemanfaatan limbah menjadi fungsi yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan styrofoam terhadap kuat tekan beton, dengan perbandingan 10%,20%,30%,40% dan 50% terhadap volume total agregat kasar dan halus beton K-225. Benda uji berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm sejumlah 2 buah tanpa styrofoam dan 10 buah dengan penambahan styrofoam. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan komposisi styrofoam mengakibatkan penurunan kuat tekan beton dari 28,4 MPa menjadi 14,0 MPa pada campuran 10% styrofoam, 11,9 MPa pada campuran 20% styrofoam, 8,62 MPa pada campuran 30% styrofoam, 7,69 MPa pada campuran 40% styrofoam, dan 5,97 MPa pada campuran 50% styrofoam.
PENGGUNAAN DEEP EUTECTIC SOLVENT DALAM PENURUNAN FFA MINYAK JELANTAH SERTA PENGARUH KECEPATAN DAN WAKTU PENGADUKAN Dzakiroh, Ayu; Rahmadina, Nisa; Syarif, Aida; Fatria, Fatria; Rusnadi, Irawan; Erlinawati, Erlinawati
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.4128

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat di perbaharui dan mampu untuk mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap energi fosil. Biodiesel diproduksi dari minyak tumbuhan atau lemak hewan. Minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku adalah minyak jelantah. Minyak jelantah mengandung asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA) yang tinggi. Penurunan kadar FFA dilakukan melalui cara ekstraksi menggunakan DES yang terbuat dari campuran Choline Chloride dan Ethylene Glycol dengan rasio molar 1:2. Dalam penelitian ini dlakukan variasi rasio molar Minyak Jelantah:DES sebesar 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4, variasi kecepatan pengadukan 150 rpm dan 300 rpm, dan variasi waktu selama 60 menit dan 120 menit pada suhu 60oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio molar terbaik adalah 1:4, kecepatan pengadukan 300 rpm, dan waktu selama 120 menit dengan penurunan FFA hingga 0,55%.
KAJIAN PENGARUH LAJU ALIR NaOH DAN WAKTU KONTAK TERHADAP ABSORPSI GAS CO2 MENGGUNAKAN ALAT ABSORBER TIPE SIEVE TRAY Robiah, Robiah; Renaldi, Untung; Melani, Ani
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.4136

Abstract

Absorber merupakan salah satu peralatan yang digunakan di industri gas, perminyakan ataupun petrokimia terutama pada proses pemisahan gas-gas yang tidak diinginkan. Salah satu gas yang dianggap impuritis adalah CO2. Salah satu cara memisahkan gas CO2 dari campurannya yaitu dengan proses absorpsi menggunakan alat absorber.  Jenis absorber yang digunakan adalah absorber tipe sieve tray dengan jenis aliran counter current. Laju alir gas CO2 yang digunakan sebesar 5 L/menit, 7 L/menit, 9 L/menit dan 11 L/menit dan laju alir udara sebesar 10 L/menit terhadap waktu kontak  selama 5 menit, dengan laju alir NaOH sebesar 1 L/menit, 2 L/menit dan 3 L/menit. Proses absorpsi yang dilakukan dengan menggunakan absorben natrium hidroksida (NaOH) yang mampu menyerap gas CO2 dengan jumlah maksimum yang terserap sebesar 58,622% dan minimum 28,685%. Masing-masing pada kondisi operasi laju alir gas CO2 11 L/menit dan laju alir udara 10 L/menit terhadap laju alir NaOH 1 L/menit pada waktu kontak 5 menit, dan pada laju alir gas CO2 5 L/menit dan laju alir udara 10 L/menit terhadap laju alir NaOH 3 L/menit pada waktu kontak 5 menit.
PERBANDINGAN PENGARUH EM4 DENGAN RAGI (SACCAROMYCES CEREVISIAE) TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI MOLASES Gunawan, Reno; Anwar, Chairul; Effendy A, Sahrul; Taufik, Muhammad; Silviyati, Idha
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.4127

Abstract

Kebutuhan energi dunia saat ini dapat disubstitusi dengan etanol sebagai bahan bakar alternatif. Bahan baku produksi etanol dapat menggunakan molases yang merupakan sisa pembuatan gula tebu namun masih mengandung glukosa dan nutrisi tinggi. Penelitian ini memanfaatkan limbah pabrik gula/molasess sebagai bahan dasar pembuatan etanol. Tetes tebu berupa cairan kental dan diperoleh dari tahap pemisahan kristal gula. Molases masih mengandung gula dengan kadar 50-60%, asam amino dan mineral. Tingginya kandungan gula dalam molases sangat potensial dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Dalam penelitian konversi molases menjadi bioetanol pada bioreaktor menggunakan variabel konsentrasi berat Saccaromyces cerevisiae sebagai variabel bebas. Variabel tetap yang digunakan adalah pH 5, temperatur ruangan, kecepatan pengadukan sebesar 50 rpm, komposisi nutrisi ragi, dan bahan utama (molases) yang digunakan. Dari hasil penelitian didapatkan nilai densitas yang paling mendekati fuel grade densitas bioetanol yaitu sebesar 0,808 gr/mL pada saat menggunakan EM4 sebanyak 17 mL. Namun jika dilihat dari kadar bioetanol yang dihasilkan, hasil yang paling optimum justru terjadi pada saat penambahan ragi sebanyak 13 gram dengan kadar bioetanol sebesar 80 %. Sedangkan untuk nilai kalor yang dihasilkan, hasil yang paling optimum tejadi pada saat menggunakan EM4 sebanyak 17 mL dengan nilai kalor sebesar 8584,364 cal/gr.
PURIFIKASI BIODIESEL MENGGUNAKAN DEEP EUTECTIC SOLVENT BERBASIS CHOLINE CHLORIDE DAN ETHYLENE GLYCOL Milenia, Era; Aria Putri, Rizki; Syarif, Aida; Effendy, Sahrul; Rusnadi, Irawan
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.4126

Abstract

Biodiesel merupakan pengganti bahan bakar diesel yang dihasilkan dari sintesa berbagai macam minyak tumbuhan atau hewan. Minyak jelantah merupakan salah satu contoh minyak tumbuhan yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel. Kandungan Free Fatty Acid (FFA) dalam minyak jelantah yang tinggi dipurifikasi menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES) agar tidak terjadi penyabunan pada tahap trans-esterifikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi rasio molar, waktu reaksi dan kecepatan pengadukan dari sintesa DES terhadap kandungan FFA pada pada biodiesel. DES dibuat dari campuran choline chloride dan ethylene glycol dengan rasio molar 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5, variasi waktu reaksi 15 menit dan 30 menit, dan variasi kecepatan pengadukan 200 rpm dan 300 rpm pada suhu 50oC. Kandungan FFA minyak jelantah bahan baku biodiesel sebesar 8,323%. Hasil penelitian dengan penurunan kadar FFA terkecil hingga 0,55% pada rasio molar 1:2, waktu reaksi 30 menit dan waktu pengadukan 300 rpm.
RANCANG BANGUN ALAT PENCETAK BIOBRIKET CAMPURAN AMPAS TEH TEMPURUNG KELAPA DITINJAU DARI WAKTU KARBONISASI TERHADAP NILAI KALOR DAN KADAR AIR Pratiwi S, Anggun; Situmeang, Ricky Samuel; Lestari, Sutini Pujiastuti; Effendy. A., Sahrul; Manggala, Agus
Jurnal Distilasi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i1.4466

Abstract

Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi alternatif yang murah dan bersifat kontinyu serta dapat diperbaharui. Salah satu bahan baku yang dapat dijadikan sumber energi alternatif yaitu ampas teh dan tempurung kelapa. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun alat pencetak biobriket dengan sistem pneumatik yang menggunakan udara bertekanan sebesar 7 bar dari kompresor dengan 2 lubang cetakan yang berukuran diameter 32 mm dan tinggi 16 mm, menghasilkan gaya diberikan pada piston pneumatik untuk mencetak biobriket sebesar 562,688 N. Gaya dorong silinder atau gaya yang diberikan untuk mendorong silinder sehingga silinder bergerak maju sebesar 48,7714 kgf sedangkan gaya tarikan silinder sehingga silinder bergerak mundur sebesar 5,9059 kgf dengan kecepatan pergerakan maju mundur silinder yaitu 0,0561 m/s. Diameter silinder pneumatik yang di 32 mm dengan double acting cylinder karena diperlukan gerakan maju mundur. Untuk menggerakaan silinder pneumatik tersebut dibutuhkan udara sebesar 3,5596 liter/menit dengan energi atau daya kompresor yang dibutuhkan sebesar 71,9 watt. Pembuatan biobriket campuran ampas teh tempurung kelapa menjadi biobriket dilakukan melalui proses karbonisasi dengan variabel tetap temperatur karbonisasi 400°C dan variabel tidak tetap yaitu waktu karbonisasi 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Dari hasil penelitian, nilai kalor tertinggi dan telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 pada waktu karbonisasi 80 menit sebesar 5673,2129 cal/gr sedangkan kadar air yang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 sebesar 6,87% dengan waktu karbonisasi yang sama.
PENGARUH VOLUME PELARUT NaOH DAN TEMPERATUR PEMASAKAN PULP DARI PELEPAH PISANG KLUTUK Melani, Ani; Atikah, Atikah; Arjeni, Rafit; Robiah, Robiah
Jurnal Distilasi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i1.4470

Abstract

Pelepah pisang klutuk adalah bagian dari jenis tanaman pisang  yang kurang dimanfaatkan di dalam kehidupan masyarakat. Pelepah pisang klutuk mengandung selulosa lebih dari 80% dan lignin yang rendah sebesar 2.97 % (Bahri S., 2015). Berdasarkan nilai kandungan selulosanya  pelepah pisang dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan pulp pengganti kayu. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh volume NaOH dan temperatur pemasakan pulp dari pelepah pisang klutuk dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara bahan baku dan volume pelarut secara optimal, serta menentukan temperatur pemasakan yang tepat dalam membuat pulp dengan proses soda. Hasil analisa bahan baku (pelepah pisang klutuk) pada penelitian ini kadar air 7,5 %, kadar abu 3,7 %, kadar selulosa 75,7 % dan lignin 13,1 %. Maka pelepah pisang klutuk dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Pelepah pisang klutuk sebanyak 30 gr dicampur dengan pelarut NaOH 3 % dengan variasi volume yaitu 15 ml, 30 ml, 45 ml, 60 ml, dan 75 ml. Kemudian pelepah pisang klutuk dimasak dengan variasi temperatur 100°C, 120°C, dan 140°C selama 120 menit. Pulp yang dihasilkan selanjutnya dianalisa dan hasil analisa pulp memenuhi standar SNI 7274 yang terbaik dan optimal yaitu pada temperatur 120°C dan volume pelarut 75 ml dengan hasil rendemen 85,1% dan hasil analisa hasil  pulp yaitu kadar air 6,4%, kadar selulosa 88,6%, kadar abu 2,8%, dan kadar lignin 9,1%.
PENGARUH JUMLAH LOGAM DALAM KATALIS Co/Al2O3 Mardwita, Mardwita; Yusmartini, Eka Sri; Rivaldo, M. Chobind
Jurnal Distilasi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i1.4472

Abstract

Katalis berperan penting didalam suatu reaksi kimia antara lain katalis dapat mempercepat reaksi, menghasilkan produk tertentu, meminimalisir produk samping atau bahkan katalis dapat memperlambat reaksi. Jumlah logam didalam katalis mempengaruhi aktivitas katalitik katalis tersebut. Jumlah logam yang terlalu sedikit atau bahkan terlalu banyak dapat memperlambat atau bahkan memperlambat suatu reaksi. Pada penelitian ini logam cobalt dengan berat 2wt.%, 4wt.%, dan 6wt.% di gunakan dalam rekasi oksidasi metana. Katalis disiapkan dengan menggunakan metode impregnasi dan diuji dalam reaksi katalitik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan jumlah logam cobalt yang semakin banyak akan menghasilkan aktivitas katalitik yang tinggi, namun ketika diuji dengan menggunakan 15wt.% logam cobalt hasil katalitik aktivitas katalis menurun.
OPTIMASI GASIFIKASI AMPAS TEBU MENGGUNAKAN DESIGN EXPERT 11 UNTUK MEMAKSIMALKAN RASIO SYNGAS Yuliwati, Erna; Winaldo, Reno; Kharismadewi, Dian
Jurnal Distilasi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i1.4476

Abstract

Tebu adalah salah satu tanaman yang termasuk jenis multikultural dan merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekenomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimasi teknologi gasifikasi ampas tebu menjadi combustible dan non-combustible syngas (CH4, H2 dan CO) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas (20%-40% udara stoikiometri) dengan pemecahan rantai hidrokarbon panjang menjadi hidrokarbon pendek pada temperatur tinggi menggunakan piranti lunak Design Expert 11.0® dengan Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design yang menghasilkan respon yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon gas mampu bakar (CO, CH4, dan H2) sangat dipengaruhi oleh temperatur, massa katalis (zeolit) dan volume air. Optimasi menggunakan program Design Expert 11.0® dengan RSM Central Composite Design menghasilkan formula pengolahan yang optimal pada temperatur 500ºC, massa katalis (zeolit) 200gr dan volume air 40mL/menit akan menghasilkan gas metan 8,5535% mol,   dengan nilai desirability sebesar 0,992. Formula yang didapat selanjutnya dilakukan uji verifikasi untuk membuktikan tingkat kebenaran dari formula yang didapat menggunakan Design Expert 11.0®.
EFISIENSI TERMAL WATER TUBE BOILER BERBAHAN BAKAR GAS DAN SOLAR PADA PRODUKSI SATURATED DAN SUPERHEATED STEAM BERDASARKAN LEVEL KETINGGIAN AIR DALAM STEAM DRUM Nadia Putri, Destry; Yuliani, Ayu; Fatria, Fatria; M. Amin, Jaksen; Tahdid, Tahdid
Jurnal Distilasi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v7i1.4459

Abstract

Boiler adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam. Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Boiler yang digunakan seringkali terdapat masalah yang menyebabkan hasil steam yang kurang optimal. Pada penelitian ini akan difokuskan untuk menentukan ketinggian level cairan dengan menggunakan bahan bakar gas dan solar sehingga didapatkan hasil pembakaran yang maksimal. Parameter yang diamati berupa temperatur, tekanan, level ketinggian air, dan waktu proses, tujuannya untuk mengetahui pengaruh level ketinggian air terhadap laju produksi saturated dan superheated steam. Variabel tetap yang digunakan pada penelitian ini ini adalah udara excess sebesar 8% untuk bahan bakar gas dan 18% untuk bahan bakar solar, rasio udara bahan bakar gas sebesar 16,23 dan rasio bahan bakar solar 17,57, laju alir bahan bakar gas 1,4 kg/jam dan laju alir bahan bakar solar 4,98 kg/jam, sedangkan variabel bebas yaitu air umpan sebesar 20%, 30%, 40%, 50% dan 60%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa level ketinggian air sangat berpengaruh terhadap nilai efisiensi cross section water tube boiler.