cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024" : 15 Documents clear
W Pengembangan LKPD Teks Negosiasi Berbasis CTL Kelas X SMKN 5 Kota Bengkulu Welia, Welia Santika
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.26295

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, guru hanya menggunakan LKS hasil terbitan penerbit yang masih terdapat kekurangan dari segi materi dan tampilan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada materi teks negosiasi dengan model contextual teaching and learning (CTL) yang valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (four- D) yaitu terdiri empat tahapan, yaitu Define, Design, Develop, and Disseminate. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 5 kota Bengkulu yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan beberapa instrumen, yaitu instrumen validasi ahli, instrumen kebutuhan peserta didik, dan instrumen post-test. Hasil penelitian ini adalah sebuah produk berupa LKPD menulis teks negosiasi dengan model contextual teaching and learning untuk kelas XI SMKN 5 kota Bengkulu. Dari hasil analisis terhadap instrumen validasi LKPD, maka LKPD yang dikembangkan berkategori sangat valid dengan tingkat kevalidan sebesar 85%.. Nilai efektivitas LKPD sebesar 90% dengan kategori baik yang diperoleh dari nilai pre-test dan post-test peserta didik
Pembelajaran menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooratif learning (tipe round table) siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu oktarisna, nira
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.26320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning (tipe round table) siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah guru yang melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning (tipe round table). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif. Instrumen penelitian berupa lembar pedoman observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaraan menulis anekdot dengan strategi pembelajaran kooperatif learning menggunakan tipe round table pada siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu yang dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kurikulum 2013, yaitu terdapat 3 tahap pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa siswa, mengecek kehadiran, memberi motivasi, mengaitkan pembelajaran dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menulis anekdot dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning tipe round table dan menggunakan langkah pembelajaran round table pada saat proses pembelajaran materi menulis anekdot berlangsung yang meliputi 5 (lima) tahap pembelajaran yaitu pembentukan kelompok, siswa berdiskusi, siswa membuat teks anekdot, penyampaian gagasan dan evaluasi. Kegiatan penutup, guru memberikan kesempatan bertannya kepada siswa terkait materi anekdot yang telah dibahas dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan tidak melakukan refleksi terhadap pembelajaran.
ANALISIS SOAL BAHASA INDONESIA PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2021/2022 SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 KOTA BENGKULU DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF MODEL ANDERSON DAN KRATHWOHL Saputra, Muhammad Ali
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.27396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kognitif model Anderson dan Krathwohl pada soal Bahasa Indonesia penilaian akhir semester ganjil 2021/2022 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Pendeskripsian yang penulis lakukan mendasar pada teori Anderson & Krathwohl. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen soal Bahasa Indonesia penilaian akhir semester ganjil  kelas XI SMA N 5 Kota Bengkulu yang berjumlah 50 butir soal dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa kehadiran soal didominasi pada level 1 LOTS sebanyak 40% yang meliputi aspek kognitif mengingat (C1) sebanyak 18 butir soal dan memahami (C2) sebanyak 2 butir soal, sedangkan pada level 2 MOTS sebanyak 28%  yang meliputi aspek kognitif menerapkan (C3) sebanyak 14 butir soal. Jumlah ini tentunya lebih banyak dari pada soal-soal yang mengukur soal level 3 HOTS yang hanya ada pada presentase 22% yang meliputi aspek kognitif menganalisis (C4) sebanyak 7 butir soal, mengevaluasi (C5) sebanyak 3 butir soal, dan mencipta (C6) sebanyak 1 butir soal.
The Characterization and Conflict Techniques in the Soap Opera Ikatan Cinta Production by Mnc Picture: Teknik Penokohan dan Konflik Dalam Sinetron Ikatan Cinta Produksi Mnc Picture Triyeni, Imel; Noermanzah; Utomo, Padi
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.30948

Abstract

Sinetron yang menarik memiliki teknik penokohan dan teknik konflik yang memiliki keunikan dibandingkan dengan sinetron yang lainnya. Untuk itu penelitian ini mendeskripsikan teknik penokohan dan teknik konflik yang terdapat dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture dan teknik konflik dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (kualitatif). Sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture banyak diminati oleh penonton dan pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dokumentasi dan teknik catat yaitu mentrankripsikan dari audio visual menjadi teks tulis. Langkah-langkah analisis data yang digunakan  merumuskan apa yang diteliti, memilih objek penelitian, membuat rumusan masalah,  melakukan pemisahan setiap kategori, mencari data dan memasukkannya dalam kategori, melakukan pemeriksaan kembali, pengecekan sumatif, menginterpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penokohan dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture menggunakan metode dramatik yang mana dapat dilihat dari 8 teknik penokohan bahwa, andin memili sifat yang enggan terhadapat orang lain, bersikap marah jika dipaksa oleh orang lain, romantis, tidak enakan hati, tokoh Aldebaran merupakan tokoh yang suka menolong dan membela keluarga, tokoh Elsa seorang tokoh yang tidak bertanggung jawab, pembohong dan pembunug, serta suka memfitnah. Tokoh Nino orang yang lugu dan romantis, tokoh Elsa yang terlalu menyayangi Elsa terlalu berlebihan dan tokoh Surya selalu membela Andin. 8 teknik tersebut dapat menggambarkan karakter masing-masing tokoh. Sedangkan teknik konflik yang digunakan dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture dengan adanya karakter antagonis dan protagonis maka terjadi lah konflik, yaitu adanya teknik batin seorang Andin, teknik kejiwaan seorang tokoh Andin.
Tradisi Beijau Dusun-laman sebagai Dokumen Warisan Budaya Tak Benda pada Masyarakat Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan Apriani, Della; Agustina, Emi; Sarwono, Sarwit
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan makna tradisi beijau dusun-laman pada Masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan pendokumentasian. Hasil dari penelitian ini yaitu, beijau dusun-laman  merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk mengesahkan sekaligus mengumumkan tanggal pernikahan pada Masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan, selain itu juga untuk menentukan jenang pada pernikahan nantinya. Pada proses pelaksanaan tradisi beijau dusun-laman  melalui beberapa tahapan yaitu 1) makan lupis, 2) pelaksanaan beijau 3) pengumuman hasil. Tradisi beijau dusun-laman memiliki makna sosial berupa gotong royong dan kerja sama, menjalin silaturahmi, saling berbagi, kedekatan dan kekerabatan, penghormatan kepada adat, dan penguatan ikatan. Masyarakat meyakini dengan pelaksanaan tradisi beijau dusun-laman akan melancarkan pesta pernikahan, kemudian hubungan dengan masyarakat sekitar akan semakin erat dan kekerabatan akan semakin muncul.
Sapaan Bahasa Rejang di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Salsabila, Azzahra; Diani, Irma; Rahayu, Ngudining
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kata sapaan dalam bahasa Rejang di Desa Taba Sating, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang. Skripsi ini juga mengeksplorasi kaidah alternasi Ervin-Tripp dalam bahasa Rejang di desa tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data berupa sapaan dalam ujaran yang dituturkan oleh penutur bahasa Rejang di Desa Taba Sating, Kabupaten Kepahiang. Sumber data mencakup ujaran yang mengandung sapaan yang digunakan oleh penutur dan mitra tutur dalam konteks kekerabatan, nonkekerabatan, serta sosial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data meliputi transkripsi, identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penyimpulan data. Hasil dari penelitian ini, berdasarkan bentuk dan penggunaan yaitu ditemukan 1) Sapaan Kekerabatan Secara Vertikal, yaitu Puyang, Nikbong, Nikboe, Bapak, Inok, Baklei, Wak, Maklei, Bakcik, Makwan, Kepew, Piyut. 2) Sapaan Kekerabatan Secara Horizontal, yaitu Udo, Wo, Asoah, Tuk. 3) Sapaan Nonkekerabatan secara vertikal yaitu Ninik, Wak, Mang, Maklei, Bik. 4) Sapaan Nonkekerabatan secara Horizontal, yaitu Do, Do + Nama, Wo, Wo + Nama, Manand, Wok atau panggil nama. 5) Sapaan yang berhubungan dengan status yaitu Ginde, Buk Sekdes, Pak Sekdes, Buk Bendahara, Pak Bendahara, Pak Kadus, Pak Imem, Pak Khetib, Buk + gelar atau Jabatan, Buk Bidan, Ki Ajei, Tui Sbei, Tui Batin, Tui Bujang, Tui Gadis, Pengulu. Kaidah alternasi Ervin-Tripp sapaan dalam Bahasa Rejang di Desa Taba Sating juga dianalisis berdasarkan perangkat identitas, pangkat, status dan jenis kelamin.
klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPIT Kota Bengkulu Aprilia, Elin; Eka Chandra W, Dian; Wulandari, Catur
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Metode observasi pada pengumpulan data ini yaitu kegiatan observasi non partisipan, dimana kegiatan ini merupakan proses pengamatan yang melibatkan kegiatan pengamatan terhadap partisipan tanpa berpartisipasi secara aktif, dimana pilihan ini digunakan untuk memahami suatu fenomena dengan memasuki komunitas atau sistem sosial yang terlibat, sambil tetap terpisah dari aktivitas yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu termasuk kategori jenis pertanyaan masih pada tingkat LOTS (Low Order Thinking Skill) karena hanya kisaran jenjang C-1 sampai C-2. Hasil analisis kemunculan pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas VIII dalam enam kali pertemuan dan dari dua jenis materi pembelajaran sebanyak 40 buah pertanyaan, kemudian jenis pertanyaan siswa yang muncul terdapat pada jenis pertanyaan jenjang C-1 (mengetahui) sebanyak 16 buah pertanyaan dan jenis pertanyaan jenjang C-2 (memahami) sebanyak 24 buah pertanyaan. Jenjang pertanyaan-pertanyaan tersebut, lebih sering diajukan oleh siswa kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dari jumlah keseluruhan pertanyaan yang diajukan siswa jika dipersentasekan maka diperoleh jenjang C1 sebanyak 40%, kemudian jenjang C2 sebanyak 60%.
Analisis Nilai Sosial dalam Lagu Daerah di Bengkulu Selatan Lorenza, Kerin; Hiasa, Fina; Canrhas, Amril
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36193

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Nilai Sosial dalam Lagu Daerah di Bengkulu Selatan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sosial yang terkandung di dalam lagu-lagu daerah Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan teknik dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sepuluh lagu daerah Bengkulu Selatan yang telah dianalisis dengan menentukan tema dan sub tema mengandung berbagai macam makna seperti keindahan alam, kebersamaan, sukacita, pertemanan, adat, kerendahan hati, spiritual, tolong menolong, kekeluagaan, komitmen, dan kasih sayang. Bentuk nilai sosial yang terkandung dalam lagu daerah Bengkulu Selatan yaitu nilai religius, nilai keindahan, nilai adat, nilai moral, nilai kebersamaan. Nilai sosial merupakan nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan masyarakat dengan kehidupan yang teratur dan harmonis.
Struktur Naratif dalam Cerita Rakyat Batu Betajuk di Kabupaten Bengkulu Selatan Zahlet, Janati; Lubis, Bustanuddin; Chanafiah, Yayah
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cerita rakyat batu betajuk dan mengetahui struktur naratif Vladimir Propp dalam cerita rakyat batu betajuk di Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat diambil kesimpulan bahwa cerita batu betajuk adalah salah satu cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Serawai, cerita batu betajuk ini mengangkat kisah dua bersaudara yang nyaris menikah karena mereka tidak pernah diperkenalkan dengan orang tua mereka, akhirnya Laili dan Kumala kecewa dan mengutuk diri. Laili menjadi batu betajuk dan Kumala menjelma menjadi ular hitam. Struktur naratif Vladimir Propp yang diperoleh sebanyak 13 fungsi yaitu dimulai dengan situasi awal (α), kemudian diikuti fungsi ketidakhadiran (β), pelarangan (γ), pelanggaran (δ), kekurangan (a), kejahatan (A), mediasi (B), keberangkatan (↑), kemenangan (J), kembali (↓), kedatangan tidak dikenal (o), pernikahan (W), pengenalan (R), tugas berat (M), solusi  (N), dan perubahan rupa (T). Fungsi yang ditemukan sangat efektif dalam menjawab struktur naratif Vladimir Propp karena fungsi berfokus pada elemen yang menentukan bagaimana cerita berkembang dan bergerak maju.
Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong: Pemanfaatan Sumber Belajar Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong Tri Vusva Melviani, Ani; Yanti, Nafri; Arifin, Muhammad
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37768

Abstract

Sehubungan dengan adanya pembaruan dalam pendidikan yaitu kurikulum merdeka maka penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mendeskripsikan tentang Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong. Dalam penelitian ini terdapat enam jenis-jenis sumber belajar yang menjadi aspek pengamatan Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Pengaturan merupakan enam kategori materi pembelajaran yang menjadi komponen observasi. Pendekatan deskriptif kualitatif diambil dalam penelitian ini. Wawancara, metode pencatatan, dan observasi merupakan metode yang dipergunakan untuk mendapatkan data. Temuan penelitian menunjukkan hal itu jenis sumber belajar berupa pesan yaitu informasi dari guru berupa materi pembelajaran yang dibahas, kemudian sumber berupa orang dinilai sulit karena dibutuhkan banyak dana, waktu dan usaha yang lebih, sumber berupa bahan yang ditemui yaitu LKS, buku cetak, slide power point, dan poster lalu sumber berupa alat, proyektor dan laptop, teknik yang dipergunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab, lalu latar yang dipergunakan ruang kelas dan halaman sekolah. dari enam jenis pemanfaatan sumber belajar tersebut terdapat empat yang lebih di munculkan dalam bentuk pesan, bahan, alat, dan latar, kemudian sumber-sumber tersebut sudah dapat sekaligus meningkatkan keterampilan reseptif, seperti membaca dan mendengarkan, dilanjutkan dengan keterampilan produktif, seperti berbicara dan menulis, bagi siswa dan memenuhi persyaratan standar pembelajaran bahasa Indonesia kurikulum otonom.

Page 1 of 2 | Total Record : 15