cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 5 (2020): November" : 35 Documents clear
EDUKASI PEDAGANG PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KABUPATEN MALANG Damat Damat; Anas Tain; Devi Dwi Siskawardani; Sri Winarsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.426 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2969

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 53 kejadian luar biasa keracunan pangan yang dilaporkan oleh BPOM di seluruh Indonesia. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya yang sering digunakan yaitu penggunaan pengawet, pewarna, dan pemanis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada para pedagang PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) agar menjual makanan yang baik dan aman dikonsumsi. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 tahapan. Tahap pertama pengujian sampel makanan yang dijual di 17 SD di Kabupaten Malang yang tersebar di tiga Kecamatan di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Tahap kedua melakukan edukasi kepada para pedagang PJAS. Berdasarkan hasil uji kandungan boraks, formalin dan rhodamine b terhadap 34 sampel PJAS diketahui bahwa terdapat 46,86% positif menggunakan boraks, sampel (17,7%) positif menggunakan formalin, dan 22,2% positif menggunakan rhodamin b. Hasil survei terhadap kondisi kantin diketahui bahwa 37,43% yang memenuhi standar, 46,52% yang kurang memenuhi dan 16,05% yang tidak memenuhi. Indikator yang paling banyak tidak memenuhi standar yaitu indikator bangunan dengan 7 kantin (41,18%). Berdasarkan hasil edukasi diperoleh data bahwa pada umumnya para pedagang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut dan termotivasi untuk tidak menggunakan BTP berbahaya pada  PJAS yang dijual.Abstract: In 2017, BPOM reported there were 53 cases of food poisoning throughout Indonesia. Food additives, i.e., preservatives, dyes, and sweeteners, are often utilized in Indonesia when preparing food. The purpose of public service was to educate the cross ride traders around the school about healthy food that is safe for consumption. This activity was held in 2 stages. The first stage entailed the testing of food samples in 17 elementary schools in Malang Regency, which consisted of three districts around the University of Muhammadiyah Malang. The second stage was in response to educated traders based on an analysis of the results of products made of dangerous additives. There were positive results of 34 samples for borax, formalin, and rhodamine b, which were 46.86%, 17.7%, and 22.2%, respectively. The survey of the canteen indicated that 37.43% met the standards, 46.52% did not fully meet the standards, and 16.05% did not meet the standards at all. The case that did not meet the standards was the building with seven canteens (41.18%). The education data showed that most traders were very enthusiastic about participating in these activities and motivated to avoid using dangerous additives in their food or products.
SOSIALISASI PEMUPUKAN TERPADU PUPUK BIO-ORGANIK FOSFAT DAN ANORGANIK PADA TANAMAN KEDELAI Zaenal Arifin; Lolita Endang Susilowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.945 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3091

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk bioorganik-P pada tanaman kedelai  guna  mengurangi ketergantungan petani pada penggunaan pupuk anorganik. Pupuk bioorganik-P merupakan  pupuk organik yang telah diperkaya  Rhizobacteria pelarut fosfat (PSR). Pada kegiatan ini digunakan  metode pendekatan partisipatif, dimana kelompok sasaran terlibat aktif pada semua tingkat kegiatan. Sebagai mitra sasaran adalah kelompok tani "Mele Maju" di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diawali dengan membangun kesepakatan antara tim pengabdian dengan kelompok sasaran melalui suatu kegiatan diskusi kelompok (FGD). Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan penyuluhan tentang  pupuk organik, pupuk bioorganik-P, perannya, dan manfaatnya untuk tanaman khususnya tanaman kedelai. Setelah itu dilakukan praktik pembuatan pupuk bioorganik-P.  Selanjutnya, pada lahan petani dilakukan kegiatan demplot percontohan pemupukan terpadu untuk menunjukkan perbedaan hasil dengan atau tanpa menggunakan kombinasi pupuk bioorganik-P dan pupuk anorganik. Hasil demplot pada tanaman kedelai menunjukkan bahwa pemupukan kombinasi bioorganik-P dan 75% dari dosis pupuk rekomendasi lebih tinggi dari 100% dosis yang direkomendasikan. Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan yang positi dari kelompok tani sasaran. Abstract: The purpose of this community service activity was to socialize the use of bioorganic fertilizer-P on soybean plants in order to reduce farmers' using inorganic fertilizers. Bioorganic-P fertilizer is an organic fertilizer that has been enriched with phosphate solvent Rhizobacteria (PSR). This activity uses a participatory approach method, in which the target group is actively involved at all levels of activity. The target partner is the "Mele Maju" farmer group in Selat Village, Narmada District, West Lombok Regency.The beginning of this activity was  building an agreement between the service team and the target group through a group discussion activity (FGD). The next activity was counseling about organic fertilizers, bioorganic-P fertilizers, their roles, and their benefits for plants, especially soybean plants. After that, the practice of making bioorganic –P fertilizer was carried out. Furthermore, a demonstration plot of integrated fertilization was carried out on farmers' land to show differences in yields with or without using a combination of bioorganic-P fertilizers and inorganic fertilizers. The results of the demonstration plot on soybean showed that the combination of bioorganic-P fertilization and 75% of the recommended fertilizer dose was higher than 100% of the recommended doses. This service activity received a positive response from the target farmer groups.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PENGELOLAAN IKM PENGOLAHAN KAKAO KOTA PALOPO Ratri Retno Utami; Wahyuni Wahyuni; Arni Pratama; Wiyanto Phillipus Tangkin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.023 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2848

Abstract

Abstrak: Kota Palopo, Sulawesi Selatan mempunyai Unit Pelaksana Teknis Daerah di Kawasan Industri Palopo (KIPA) yang terdiri dari UPT pengolah sawit, kakao, sagu, pembibitan ternak ayam dan snack “Zaro”. KIPA dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah Kota Palopo. Tetapi UPTD tersebut mempunyai masalah yang menyebabkan tidak beroperasinya kegiatan pengolahan komoditas potensi di Kota Palopo. Ruang lingkup kegiatan ini adalah melakukan identifikasi masalah pada UPTD dan IKM pengolah kakao serta memberikan solusi atas permasalahan, salah satunya dengan pelatihan pembuatan minuman cokelat rempah. Identifikasi masalah dilakukan melalui observasi dan wawancara. Identifikasi masalah diperlukan untuk menyusun rekomendasi strategi pengelolaan UPTD di Kota Palopo. Salah satu rekomendasi strategi adalah melakukan peningkatan kemampuan SDM yaitu dengan pelatihan. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah peserta mampu mengolah minuman cokelat rempah, terbentuknya 4 kelompok usaha, dan sampai sekarang kelompok tersebut melakukan produksi secara kontinu. BBIHP tetap melakukan kegiatan pendampingan IKM serta membantu proses pemasaran. Kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Kota Palopo.Abstract: Kota Palopo, South Sulawesi has a Regional Technical Implementation Unit (RTIU) in Palopo Industrial Area (PIA) consisting of palm oil processing, cocoa, sago, poultry breeding, and snack "Zaro". PIA was built with the goal to increase the revenue of Palopo. But they had a problem that resulted in the operation of potential commodity processing activities in Palopo. The scope of this activity is to identify problems in the RTIU and SMEs processing cocoa and provide solutions to the problem, one of them with the training of chocolate spices drink making. The identification of the issue is done through observation and interviews. Problem identification is required to develop the recommendation for the RTIU management strategy in Palopo. One of the strategic recommendations is to improve human resources capability, namely with training. The result of this training activity is that participants are able to process chocolate spice drinks, the formation of 4 business groups, and until now the group carried out continuous production. BBIHP continues to conduct IKM assistance activities as well as assist the marketing process. This activity can increase the income of the people of Palopo City.
INTRODUKSI PENGOLAHAN MANISAN TOMAT KURMA UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH TOMAT Nurpilihan Bafdal; Siti Nurhasanah; Irfan Ardiansah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.733 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3015

Abstract

Abstrak: Tomat memiliki komposisi zat gizi yang cukup lengkap dan baik seperti vitamin C dan beberapa antioksidan, diantaranya vitamin E dan lycopen. Selain itu, tomat mengandung serat makanan alami yang sangat baik bagi pencernaan.  Kurangnya pemahaman petani pada karakteristik tomat yang bersifat mudah rusak karena tingginya kandungan air dan merupakan tanaman musiman menjadika komoditi ini ketersediaannya melimpah pada musim panen raya, sedangkan pada saat penanaman mengalami kelangkaan sehingga berdampak pada prilaku harga yang cenderung mengikuti musim. Fokus kegiatan pengabdian adalah introduksi pengolahan tomat menjadi produk manisan tomat kurma  kepada masyarakat Desa Kutamandiri melalui organisasi kemasyarakatan tingkat desa Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kutamandiri untuk meningkatkan nilai jual serta daya tahannya. Di masa Pandemi Covid-19 ini tidak memungkinkan dilakukan kegiatan introduksi teknologi secara langsung sehingga pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara virtual dengan melibatkan mahasiswa KKN. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya produk manisan tomat kurma yang layak jual serta dengan pelabelan kemasan yang menarik dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Dengan demikian,  kegiatan introduksi produksi manisan tomat kurma sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan  nilai tambah tomat di Desa Kutamandiri secara virtual dapat dikatakan terlaksana dengan baik.Abstract:  Raw tomatoes admittedly have a relatively complete and adequate nutritional component, such as vitamin C and several antioxidants, including vitamin E and lycopene. Besides, tomatoes contain natural dietary fiber, which is very good for digestion. Farmers' alleged lack of tomatoes characteristic knowledge creates problems such as damaged tomatoes because of the high-water content and price volatility because tomatoes are abundant in the harvest season while experiences scarcity in the planting stage. The focus of the service activity is the introduction of tomatoes processing into candied date tomato products to the people of Kutamandiri Village through the village-level community organization named Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) in Kutamandiri Village to increase tomato product's value and durability. Because of Covid-19 Pandemic, direct technology introduction activities could not be accomplished, so they carried the implementation of activities out online by involving KKN students. The result is the formation of date palms candied goods that are worth selling and with attractive packaging labeling and following applicable rules. Thus, the online introduction of candied date tomato production as a solution to increase the added value of tomatoes in Kutamandiri Village has been successfully implemented.
PENDAMPINGAN EKONOMI PASCABENCANA ALAM MELALUI PENGOLAHAN PRODUK JAMBU METE BAGI MASYARAKAT DESA SUGIAN LOMBOK TIMUR Satrijo Saloko; Bambang Budi Santoso; Sahrul Alim; L. Mukhtar Atmawinata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.382 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3167

Abstract

Abstrak : Dampak bencana alam berupa gempa bumi yang sangat signifikan terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat 2018 telah merusak infrastruktur dan aset-aset ekonomi produktif di wilayah permukiman seperti pertokoan, lahan pertanian  dan kegiatan usaha mikro kecil dan menengah.  Atas dasar permasalahan tersebut, telah diupayakan kegiatan pendampingan dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana khususnya di Desa Sugian Lombok Timur melalui pengolahan produk jambu mete.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkankapasitas masyarakat dan kelembagaan ekonomi khususnya pengolahan jambu mete, memulihkan usaha ekonomi produktif masyarakat berdasarkan pembangunan berkelanjutan yang lebih baik dan aman, serta meningkatkan dukungan pemerintah daerah dan stakeholder dalam upaya pemulihan dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat pascabencana.  Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui kajian awal dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan perekonomian dengan prinsip build back better and safer, serta adaptif dan mitigatif terhadap bencana. Sebuah pembelajaran penting dalam pemberdayaan berbasis collaborative pascabencana telah menunjukkan hasil yang membanggakan, rekonstruksi spirit dan effort masyarakat telah tumbuh dan berkembang pesat, dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan secara teknik produksi dan olahan, namun masih dibutuhkan pendampingan lanjutan dalam bentuk membangun akses pasar. Abstract : Natural disaster that occurred in West Nusa Tenggara Province in 2018 has significantly damaged infrastructure and productive economic assets in residential areas such as shops, agricultural land and micro, small and medium business activities. Assistance activities have been made in the context of economic recovery of affected communities, especially in the Sugian Village, Sambelia Sub-district, East Lombok District through processing cashew products. This activity is aimed to increase the ability of community and economic institutions, to process cashew, restoring the community's productive economic business based on a better and safer sustainable development. Additionally, this activity also supports local governments and stakeholders to recover and increase the post-disaster economic activities. Implementation of assistance is carried out through initial studies and oriented towards sustainable development and the economy with the principle of build back better and safer, as well as adaptive and mitigative to disasters. An important lesson in post-disaster collaborative-based empowerment has shown an encouraging result, the reconstruction of the community's spirit and effort has grown and developed rapidly, accompanied by an increasing knowledge and skills in production and processing techniques, however further assistance is still needed in the form of building market access.

Page 4 of 4 | Total Record : 35