cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi
ISSN : 26205475     EISSN : 26205475     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): November" : 44 Documents clear
Analisis Pemanfaatan Sampah Organik Dan Anorganik Terhadap Teknologi PLTSa Di Beberapa Kota Besar Di Indonesia Kevin Andilla Unwaru; Sudarti Sudarti; Yushardi Yushardi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11819

Abstract

Abstract:  Waste is a problem that is often encountered in several big cities in Indonesia so that waste needs to be addressed and handled seriously so that the continuity of human activities will not be disturbed by the presence of waste. Population growth triggers an increase in the volume of waste generated. Some solutions that can be taken by the government are the use of waste into alternative electrical energy by using incinerator technology that turns waste into a source of electrical energy. This research has a purpose. The purpose of this study is to find out how much use of organic and inorganic waste to produce electrical energy produced in PLTSa in several big cities in Indonesia and become a benchmark for other cities in indonesia. The research method used is a literature study which is taken from books, journals, proceedings, and previous studies. The results showed that the use of organic and inorganic waste as a producer of electrical energy in several big cities generates electrical energy of approximately 5-10 MW per 100 thousand tons of waste in PLTSa per day. Therefore, it is hoped that the use of organic and inorganic waste can be a solution to the problem of waste in areas that have a large population such as big cities in Indonesia..     Abstrak: Sampah merupakan permasalahan yang sering dijumpai di beberapa kota besar di indonesia sehingga sampah perlu diatasi dan ditangani secara serius agar keberlangsungan kegiatan aktivitas manusia menjadi tidak terganggu akan kehadiran sampah. pertumbuhan jumlah penduduk menjadi pemicu akan bertambahnya volume sampah yang dihasilkan. Beberapa solusi yang dapat diambil oleh pemerintah adalah pemanfaatan sampah menjadi energi listrik alternatif dengan menggunakan teknologi insenerator yang menjadikan sampah menjadi sumber tenaga energi listrik.  Pada penelitian ini memiliki tujuan. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pemanfaatan sampah organik dan anorganik untuk menghasilkan energi listrik yang dihasilkan pada PLTSa yang ada di beberapa kota besar di indonesia dan menjadi tolak ukur bagi kota – kota lain di indonesia. Metode penelitian yang diambil menggunakan studi literatur dimana diambil dari sumber buku, jurnal, prosiding, dan penelitian – penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah organik dan anorganik sebagai penghasil energi listrik di beberapa kota besar menghasilkan energi listrik kurang lebih 5-10 MW tiap 100 ribu ton sampah yang ada di PLTSa perhari. Oleh sebab itu, diharapkan penggunaan sampah organik dan anorganik dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah di daerah yang memiliki jumlah penduduk yang banyak seperti kota- kota besar di indonesia.
Analysis of Livelihoods and Contributions on Fishermen's Household Income In Langgudu District Bima Regency M. Yusuf; Muhammad Nursan
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11890

Abstract

Abstract:  This aims of this research are to: (1) identify the types of income sources for fishermen's households  (2) Analyze the income of each source of income and its contribution to fisherman household income in Langgudu District, Bima Regency. The method used in this research is descriptive method, while data collection is done by survey technique. Data were analyzed descriptively. The results showed that: (1) There are 4 (four) main sources of livelihood for fishermen households in Langgudu District, Bima Regency, namely: (a) micro fishermen (15 DWT boats), (b) micro fishermen (7.5 DWT boats), ( c) micro fishermen (4.5 DWT boats), and (d) fishing workers. In addition, there are other sources of income such as fish traders, crew members, construction workers, carpenters and teachers. (2) The average household income of micro fishermen is around Rp 9,247,311.56/month – Rp 58,128,872.85/month. The contribution of each source of income to fisherman households in Langgudu District is detailed as follows: (a) The contribution of micro fishing businesses (15 DWT boats) to household income is 95.53% (Rp 55,528,872.85/month), (b) Micro fishing business (7.5 DWT boats) to household income of 94.72%(Rp 40,359,484.58/month), (c) Micro fishing business (4.5 DWT boats) tohousehold income by 18.62% (Rp 1.721.811.56/month), and (d) fishermanlabor to household income by 48.28% (Rp 1.680.000/month).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis-jenis sumber pendapatan rumah tangga nelayan (2) Menganalisis pendapatan masing-masing sumber pendapatan dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga nelayandi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 4 (empat) sumber mata pencaharian utama rumah tangga nelayan di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, yaitu: (a) nelayan mikro (15 kapal DWT),(b) nelayan mikro (kapal 7,5 DWT). ), (c) nelayan mikro (4,5 DWT perahu), dan(d) nelayan pekerja. Selain itu, ada sumber pendapatan lain seperti pedagang ikan,awak kapal, buruh bangunan, tukang kayu dan guru. (2) Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan mikro berkisar Rp 9.247.311,56/bulan – Rp 58.128.872,85/bulan. Kontribusi masing-masing sumber pendapatan rumah tangga nelayan di KabupatenLanggudu adalah sebagai berikut: (a) Kontribusi usaha mikro perikanan(15 kapal DWT) terhadap pendapatan rumah tangga adalah 95,53% (Rp 55.528.872,85/bulan), (b) Penangkapan ikan mikro usaha (kapal 7,5 DWT) terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 94,72% (Rp 40.359.484,58/bulan), (c) Usaha mikro perikanan (4,5 DWT kapal)terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 18,62% (Rp 1.721.811,56/bulan), dan(d) nelayan tenaga kerja terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 48,28% (Rp 1.680.000/bulan).
Android-Based Mobile Device Application Development in Vehicle Maintenance System Yosua Alvin Adi Soetrisno; Eko Handoyo; Enda Wista Sinuraya; Bambang Winardi; Imam Santoso; Zwingli Hilkia Batubara
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11831

Abstract

Abstract:  In today's rapid development, application technology has begun to be widely used in business transactions. The use of computers on mobile devices such as mobile phones is no longer every day; it is even used to order daily necessities through the marketplace. The existence of various types of applications makes us sometimes become unfocused. The research here aims to create a vehicle maintenance application that helps remind users, although many other applications exist. The built-in reminder feature relates to the vehicle maintenance date based on car usage, car age, and the last maintenance date recorded on the application. The research method used is prototyping. Figma adjusted user expectations to current programming needs in developing the initial application design. After the user's expectations are in line, use Android Studio as the Integrated Development Environment for full application development. The results of this study are the functions of the application can be used properly and can remind users to service their vehicles properly.Abstrak: Pada perkembangan zaman yang pesat saat ini, teknologi aplikasi mulai banyak digunakan di dalam transaksi bisnis. Penggunaan komputer pada perangkat bergerak seperti handphone sudah tidak lazim dilakukan bahkan digunakan untuk memesan barang kebutuhan sehari-hari melalui marketplace. Adanya berbagai jenis aplikasi membuat kita kadang menjadi tidak fokus. Tujuan penelitian yang dilakukan di sini adalah mencoba membuat aplikasi pemeliharaan kendaraan yang membantu mengingatkan pengguna di tengah banyaknya aplikasi yang lain. Fitur pengingat yang dibangun berkaitan tentang tanggal perawatan kendaraan, berdasarkan penggunaan mobil, usia mobil, dan tanggal perawatan terakhir yang terekam pada aplikasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan prototyping. Dalam mengembangkan rancangan aplikasi di awal maka digunakan Figma agar bisa menyesuaikan ekspektasi pengguna dengan kebutuhan pemrograman yang ada. Setelah ekspektasi pengguna sesuai maka untuk pengembangan aplikasi menggunakan Android Studio sebagai Integrated Development Environment. Hasil dari penelitian ini adalah fungsi-fungsi dari aplikasi dapat digunakan dengan baik dan dapat mengingatkan penggunanya untuk melakukan servis kendaraan dengan baik.        
Kendala Pendidik Matematika dalam Melaksanakan Pembelajaran Online Dimasa Pandemi COVID-19 di Papua Barat Anisa Nur Kholifah; Nahrun Najib Siregar; Andi Fajeriani Wyrasti
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11655

Abstract

Abstract:  The purpose of this study is to find out what are the obstacles for mathematics educators in implementing distance learning during the COVID-19 pandemic. The method used in this study is a qualitative method using descriptive techniques. The research subjects in this study were mathematics educators at YAPIS Manokwari High School. Based on the results of the interview, the results of this study indicate that there are several obstacles in the implementation of distance learning. Constraints experienced in learning include human constraints where teachers are still not optimally using the applications used for the learning process. Some teachers are not proficient in using applications as a medium for learning.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kendala pendidik matematika dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah pendidik matematika di SMA YAPIS Manokwari. Berdasarkan hasil wawancara, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Kendala yang dialami dalam pembelajaran meliputi kendala manusiawi dimana guru masih belum secara maksimal menggunakan aplikasi yang digunakan untuk proses pembelajaran. Ada beberapa guru yang belum mahir dalam penggunaan aplikasi sebagai media untuk pembelajaran.         
Mortalitas Kutu Rambut (Pediculus humanus) Pasca Treatment Larutan Daun Kirinyuh (Chromolena odorata) Sukarman Hadi Jaya Putra; Estina Sawu
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11887

Abstract

Abstract:  Pediculus humanus, also known as head lice, is a parasitic organism that can suck blood on the human head. Itching and leaving scars will appear as a result of being infested with head lice, besides that it can cause pediculus capitis. The way that can be done to kill head lice is treatment with a solution of diluted leaves by applying it all over the scalp. The basic compounds that are believed to be able to kill head lice are phenols, tannins and saponins in kirinyuh (Chromolena odorata) leaves. This study aims to determine the effect of using kirinyuh leaf solution treatment on head lice mortality with different concentrations. This study used an experimental method in the form of a completely randomized design (CRD) with a concentration of kirinyuh leaf juice solution, namely 0%, 8%, 16%, 24%. Each treatment was repeated 5 times, so that 20 units of treatment were obtained. The results showed that kirinyuh leaf juice had a very significant effect (P<0.05) on head lice mortality. Each treatment has a different effect on the mortality of head lice. The most effective concentration in killing head lice was 24%, where all lice sampled died within 30 minutes. while the control treatment was not able to kill head lice at the same time. The most effective concentration of kirinyuh leaf juice for head lice mortality was 24%. Abstrak: Pediculus humanus, juga dikenal sebagai kutu rambut, adalah organisme parasit yang dapat menghisap darah di kepala manusia. Gatal dan meninggalkan bekas luka akan muncul akibat terserang kutu rambut, selain itu dapat menyebabkan pediculus capitis. Cara yang bisa dilakukan untuk membunuh kutu rambut adalah pengobatan dengan larutan daun encer dengan mengoleskannya ke seluruh kulit kepala. Senyawa dasar yang dipercaya mampu membunuh kutu rambut adalah fenol, tanin dan saponin pada daun kirinyuh (Chromolena odorata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan perlakuan larutan daun kirinyuh terhadap mortalitas kutu rambut dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berupa rancangan acak lengkap (CRD) dengan konsentrasi larutan perasan daun kirinyuh yaitu 0%, 8%, 16%, 24%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 20 unit perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun kirinyuh berpengaruh sangat signifikan (P<0,05) terhadap mortalitas kutu rambut. Setiap perlakuan memiliki efek yang berbeda pada kematian kutu rambut. Konsentrasi paling efektif dalam membunuh kutu rambut adalah 24%, di mana semua kutu yang diambil sampelnya mati dalam waktu 30 menit. sedangkan pengobatan kontrol tidak mampu membunuh kutu rambut pada saat yang bersamaan. Konsentrasi jus daun kirinyuh yang paling efektif untuk kematian kutu rambut adalah 24%.
Strategi Pengembangan Sekolah dengan Menerapkan Pembelajaran Berbasis Tefa (Teaching Factory) untuk Menghasilkan Project Dan Inovasi untuk Mewujudkan SMK Blud di SMKN 1 Buer Kabupaten Sumbawa Adirmawan Adirmawan
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11795

Abstract

Abstract: The purpose of this study is (1) to find out the strategies applied in school development (2) to find out the strategies used for school development, (3) to find out the TEFA Learning Process that produces projects and innovations. . Research Methods use a qualitative research approach. This research was carried out from September 2022 to October 2022. The results of this study are that BLUD SMK in carrying out its activities must be based on the principles of efficiency, effectiveness, and productivity. Blud implementation gets exemption from regional financial management provisions in general in the form of flexibility in the form of flexibility to implement healthy business practices.  In the 2021/2022 Academic Year, SMK Negeri 1 Buer has 794 students in class X, class XI and class XII divided into 27 study groups, 5 areas of expertise, 8 expertise programs and 11 expertise concentrations where this expertise concentration consists of Building Modeling and Information Design (DPIB), Motorcycle Engineering and Business (TBSM), Automotive Light Vehicle Engineering (TKRO),  Welding Engineering (TP), Industrial Electronics Engineering (TEI), Visual Communication (DKV), Animation (A), Graphic Production (PG), Multimedia (MM), Computer and Network Engineering (TKJ), Electrical Power Installation Engineering (TITL). Vocational High Schools are required to form students who have good soft skills and hard skills, improving the quality of the practical learning process. Vocational High School (SMK) is a secondary level school that further deepens the development of talents and expertise in a particular field.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Strategi yang diterapkan dalam pengembangan sekolah (2) untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk pengembangan sekolah, (3) untuk mengetahui Proses Pembelajaran TEFA yang Menghasilkan project dan inovasi. . Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada mulai bulan September 2022 sampai dengan bulan Oktober tahun 2022. Hasil penelitian ini yaitu BLUD SMK dalam melakukan kegiatannya harus didasarkan pada prinsip efisiensi, efektivitas, dan produktivitas. Pelaksanaan BLUD mendapatkan pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya dalam bentuk fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat. Di Tahun Pelajaran 2021/2022 SMK Negeri 1 Buer memiliki peserta didik kelas X, kelas XI dan kelas XII sejumlah 794 peserta didik yang terbagi dalam 27 rombongan belajar, 5 bidang     keahlian, 8 program keahlian dan 11 konsentrasi keahlian dimana konsentrasi keahlian ini terdiri Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik dan Bsnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan Otamotif (TKRO), Teknik Pengelasan (TP), Teknik Elektronika Industri (TEI), Komunikasi Visual (DKV), Animasi (A), Produksi Grafika (PG), Multimedia (MM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Sekolah Menengah Kejuruan dituntut membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan soft skill dan hard skill yang baik, meningkatkan kualitas proses pembelajaran praktik. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah tingkat menengah yang lebih memperdalam pengembangan bakat dan keahlian dalam bidang tertentu.
Analisa Pengaruh Purifikasi Biogas dengan Treatment Kalor pada Adsorben untuk Mengetahui Karakteristik Pembakaran Dani Hari Tunggal Prasetiyo; Akbar Anugrah; Asroful Abidin; Setyo Pambudi; Rochmad Eko Prasetyaning Utomo
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11773

Abstract

Abstract:  Energy needs are increasing, so a solution is needed to overcome this. The solution that can be done is the use of alternative energy. One alternative energy that can be used to meet energy needs is biogas. The composition of biogas is dominated by CH4 and CO2. However, biogas combustion has not been maximized, this is because biogas contains CO2. Therefore, efforts are needed to reduce CO2 levels. To reduce CO2 levels can be done with a purification process. In this study, the purification process was carried out using the heat treatment method on the adsorbent. The adsorbent used in this study was KOH solution. The temperatures used during the heat treatment were 200C, 250C, 300C, 350C, 400C and 450C while the concentration of the KOH solution was one molar. The research produces data on the rate of combustion and the height of the fire. The highest combustion rate value is 49,970 cm/s with a heat treatment temperature of 450C, while the lowest is 36,603 cm/s without purification. Then the highest flame height value was 23,142 mm without purification while the lowest was 13,158 mm with a heat treatment temperature of 450C for the adsorbent..Abstrak: Kebutuhan energi yang semakin meningkat maka diperlukan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Solusi yang dapat dilakukan adalah penggunaan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi adalah biogas. Komposisi biogas didominasi oleh CH4 dan CO2. Namun, pembakaran biogas kurang optimal, hal ini dikarenakan biogas mengandung CO2. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengurangi kadar CO2. Untuk mengurangi kadar CO2 dapat dilakukan dengan proses purifikasi. Pada penelitian ini proses purifikasi dilakukan dengan metode treatment kalor pada adsorben. Adsorben yang digunakan pada penelitian ini adalah larutan KOH. Temperatur yang digunakan saat treatment kalor sebesar 200C, 250C, 300C, 350C, 400C dan 450C sedangkan konsentrasi larutan KOH sebesar satu molar. Penelitian menghasilkan data laju pembakaran dan tinggi api. Nilai laju pembakaran tertinggi sebesar 49,970 cm/s dengan temperatur treatment kalor sebesar 450C sedangkan terendah sebesar 36,603 cm/s tanpa proses purifikasi. Kemudian nilai tinggi api tertinggi sebesar 23,142 mm tanpa purifikasi sedangkan terendah sebesar 13,158 mm dengan temperatur treatment kalor pada adsorben sebesar 450C.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen LPPM IKIP PGRI Bojonegoro menggunakan Usability Testing M. Zainudin; Ahmad Kholiqul Amin; Siska Puspitaningsih
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11509

Abstract

Abstract:  This study aimed to describe the user's evaluation of the management information system of LPPM IKIP PGRI Bojonegoro. Seventy-eight students, lecturers, reviewers, chairpersons, IT experts, and members of LPPM IKIP PGRI Bojonegoro participated in this survey research. A questionnaire about usability testing was used in this study, and it contains indicators of learnability, memorability, efficiency, errors, and satisfaction. This study employs both quantitative and qualitative data analysis techniques. The quantitative data were analysed using descriptive statistical analysis to determine the average evaluation results of the five usability testing indicators. In addition, the results of open-ended questions were transcribed for qualitative data analysis. In terms of ease of use, the results of the user assessment of the management information system of LPPM IKIP PGRI Bojonegoro are quite good. Most users have never made the mistake of searching for research and community service information when using the LPPM management information system. However, aspects of memorability, efficiency, and satisfaction remain in the poor category and require improvement.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penilaian sistem informasi manajemen LPPM IKIP PGRI Bojonegoro oleh user sebagai bahan evaluasi. Penelitian survei ini melibatkan 78 responden yang berasal dari mahasiswa, dosen, reviewer, ketua, ahli IT, dan anggota LPPM IKIP PGRI Bojonegoro. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tentang usability testing yang memuat indikator learnability, memorability, efficiency, errors, dan satisfaction. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil evaluasi dari kelima indikator usability testing. Analisis data kualitatif dilakukan dengan transcribing hasil dari pertanyaan terbuka. Hasil penilaian ditinjau dari aspek kemudahan penggunaan sudah cukup baik. Sebagian besar pengguna tidak pernah mengalami kesalahan pencarian informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibutuhkan ketika menggunakan sistem informasi manajemen LPPM. Namun, aspek memorability, efficiency, dan satisfaction masih pada kategori cukup buruk, sehingga perlu perbaikan.           
Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing Berbantuan Aplikasi PhET Untuk Meningkatkan Ketrampilan Memecahkan Masalah Fisika kelas XII SMA Suratna Suratna
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11904

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the quality of learning and learning outcomes in improving physics problem solving skills using the guided inquiry method with the PhET application in class XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih. This research is classroom action research (CAR) which was conducted on 36 students of class XII MIPA 1 with two cycles and each cycle was carried out for three weeks. At the end of each cycle, students are given a test to measure their physics problem solving skills. The data collection instruments in this study were observation sheets, problem-solving skills tests and documentation. The results of this study indicate that there is an improvement in the quality of physics learning after applying the guided inquiry method with the PhET application so that it can improve physics problem solving skills for class XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih. Efforts to improve the physics problem solving skills of students of class XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih about the atomic nucleus and radioactivity after applying the guided inquiry method with the PhET application showed an increase in learning outcomes from 80.6% in the first cycle to 91.7% in the second cycle.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan memecahkan masalah fisika menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan aplikasi PhET pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada 36 siswa kelas XII MIPA 1 dengan dua siklus dan tiap siklus dilaksanakan selama tiga minggu. Pada akhir tiap siklus, siswa diberikan tes untuk mengukur keterampilan memecahkan masalah fisika. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes keterampilan memecahkan masalah dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbaikan kualitas pembelajaran fisika setelah menerapkan metode inkuiri terbimbing dengan aplikasi PhET sehingga dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah fisika kelas XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih menunjukkan ketuntasan belajar kelas dengan KKM 68 skor 100 lebih dari 75%. Upaya meningkatkan keterampilan memecahkan masalah fisika siswa kelas XII MIPA 1 SMA N 1 Pengasih tentang materi inti atom dan radioaktivitas setelah menerapkan metode inkuiri terbimbing dengan aplikasi PhET menunjukkan peningkatan hasil belajar dari 80,6 % di siklus I menjadi 91,7 % di siklus II.             
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS XI TKR SMKN I NARMADA Mislaini Mislaini; Nuhidayat Martin
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11754

Abstract

Abstract:  The process of IPAS learning, like as mk. physics in vocational high schools is still less effective. his  ismarked by the emergence of several problems, including (1) the lack of student  motivation in learning, (2) indications of the use of the signment/recitation model so that students do not receive guidance in the learning process, and (3) there is no active interaction between the learning components. In line with these conditions, is necessary to apply the right learning model, one of which is the contextual leearning  model. Therefore, the purpose of this study is to describe and improve (1)  the learning process by applying contextual learning models in physics earning about waves in class XI TKR vocational high schools; and (2) student learning outcomes of class XI TKR vocational high school wave concept using a contextual learning model. The research method used in this research is the Classroom Action Research (CAR) method. This research was conducted in an SMK I in West Lombok Regency with the research subject of a number of students consisting of 21 male students. To obtain the correct data, research instruments were used in the form of field notes, testing, and questionnaires. The  data analysis technique used is qualitative and quantitative data analysis. The results showed that (1) the contextual learning model can be applied in physics learning about waves because the steps of this model can be implemented by the teacher ffectively so that the learning process becomes more conducive and students are more active and creative; and (2) contextual learning models can be used to improve students' ability to understand wave material. This is indicated by the increased understanding of students in the material.Abstrak: Proses  pembelajaran IPAS, khususnya pada mk.  fisika  di  sekolah  menengah kejuruan  ternyata  masih  berlangsung kurang efektif. Hal ini ditandai dengan munculnya beberapa masalah, antara lain (1)   minimnya   motivasi   belajar   siswa   dalam   pembelajaran,   (2)   indikasi penggunaan model penugasan/ resitasi sehingga siswa tidak mendapat bimbingan dalam proses pembelajaran, dan (3) tidak ada interaksi aktif antara komponen belajar.  Sejalan  dengan  kondisi  tersebut  diperlukan  penerapan  model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran kontekstual. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan meningkatkan (1) proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran fisika tentang gelombang  pada siswa kelas XI TKR  sekolah menengah kejuruanr; dan (2) hasil belajar siswa kelas XI TKR sekolah menengah kejuruan konsep gelombang  menggunakan model pembelajaran kontekstual.Metode penelitian yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  Penelitian  Tindakan  Kelas penelitian (PTK). Penelitian ini dilakukan di sebuah SMK I Narmada dengan subjek penelitian sejumlah  orang siswa yang terdiri dari 21 siswa  laki-laki. Untuk memperoleh data yang benar, digunakan instrumen penelitian berupa catatan lapangan,  pengetesan, kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam pembelajaran fisikatentang  gelombang karena langkah-langkah model ini mampu dilaksanakan guru dengan efektif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kondusif dan siswa semakin aktif dan kreatif; dan (2) model pembelajaran kontekstual dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi gelombang. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman siswa dalam materi tersebut.