cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
orbita.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
ISSN : 24609587     EISSN : 26147017     DOI : https://doi.org/10.31764/orbita.v8i2.10197
Core Subject : Science, Education,
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi, dan Aplikasi Pendidikan Fisika invites and welcomes the submission of advanced research and review papers, innovations and developed selected conference papers that have never been previously publicized. This journal provides publications and a forum to the academics, scholars and advanced level students for exchanging significant information and productive ideas associated with all these disciplines. The relevant topics of the latest progressive findings or developments will be taken seriously into consideration, the topics covered by the journals include: Physics Education : Physics learning innovation; Physics learning methods, models, and approaches; Physics learning media; ICT in Physics learning; Physics learning evaluation and assesment; Etnophysics. Ecophysics Applied Physics : Theoretical and computational physics; Instrumentation physics; Geophysics; Material Physics; Biophysics and Medical Physics.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021): November" : 31 Documents clear
PENERAPAN PEWARNA ALAMI BIJI ALPUKAT PADA KAIN KATUN Sumarli Sumarli
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.804 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5543

Abstract

ABSTRAKBiji alpukat dapat diekstrak menjadi zat warna alam karena mengandung senyawa tanin yang dapat menimbulkan warna cokelat atau kecokelatan. Kelemahan zat warna alam dalam proses pewarnaan tekstil yakni memiliki ketahanan luntur yang rendah. Oleh karena itu, pada proses pencelupan bahan tekstil dengan zat warna alam dibutuhkan proses fiksasi agar warna memiliki ketahanan luntur yang baik. Pewarna alami dari biji alpukat telah diterapkan pada kain katun. Ketahanan luntur pewarna alami telah diuji dengan memvariasikan massa tawas sebagai bahan fiksasi terhadap nilai perubahan intensitas cahaya pada air residu hasil pencucian kain katun. Perlakuan menggunakan variasi massa tawas 10g hingga 60g dengan waktu pencelupan selama 10 menit. Desain penelitian terdiri dari ekstraksi biji alpukat sebagai sumber zat warna alam, mordanting dan pencelupan kain katun ke dalam larutan zat warna, fiksasi kain katun, dan pengujian ketahanan luntur warna pada kain katun menggunakan luxmeter setelah pencucian menggunakan air biasa dan air deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang menggunakan massa tawas 60g menghasilkan tingkat kelunturan warna paling kecil dengan nilai perubahan intensitas cahaya 9,58lux pada hasil pencucian dengan air biasa dan 3,11lux pada hasil pencucian dengan air deterjen. Semakin tinggi massa tawas yang digunakan sebagai bahan fiksasi pada kain katun, maka pewarna alami biji alpukat memiliki ketahanan luntur yang semakin baik. Penggunaan sampel tawas 60g sebagai bahan fiksasi efektif dalam menjaga ketahanan luntur pewarna alami biji alpukat pada kain katun. Kata kunci: Biji Alpukat; Kain Katun; Pewarna Alami; Tawas. ABSTRACTAvocado seeds could be extracted into natural dyes because they contained of tannin. Tannin as a dyes substances would cause brown or brownish color. The weakness of natural dyes in the textile dyeing process that has a low fade resistance. Therefore, the dyeing process of textile materials with natural dyes were needed fixation process in order that color had a well fade resistance. The natural dyes from avocado seeds had been applicated on cotton textile. The fade resistance of natural dyes had been tested by varying the mass of Al2(SO4)3as a fixation to the value of light intensity difference on the residue water of the cotton textile washing. The treatment used the mass variation of 10g to 60g Al2(SO4)3by dyeing for 10 minutes. The study design consisted of avocado seeds extraction as a source of natural dyes, mordanting of cotton textile, dyeing of cotton textile in a dye solution, fixation of cotton textile and test the fade resistance of natural dyes on cotton textile using a luxmeter after washing by water and detergent solution. The results showed that the sample used a mass of 60g Al2(SO4)3produced the smallest color fade degree with the value of light intensity difference on the residue water was 9.58lux of washing by water and 3.11lux of washing by detergent solution. The higher mass of Al2(SO4)3was used as fixation on cotton textile, the natural dyes of avocado seeds had a better fade resistance. The using of 60g Al2(SO4)3sample as a fixation material was effective for kept the fade resistance of natural dyes from avocado seeds on cotton textile. Keywords: Avocado Seeds; Cotton Textile; Natural Dyes.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA SMA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS BERBASIS POTENSI LOKAL PADA WADUK LECARI BANYUWANGI Faiqotul Himmah; Subiki Subiki; Supeno Supeno
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.985 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5761

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan survei awal yang dilakukan di SMAN 1 Gambiran, media pembelajaran di kelas menggunakan buku ajar konvensional. Beberapa penelitian pada buku ajar menunjukkan adanya miskonsepsi pada penjelasan konsep, penyajian rumus, penulisan simbol, penggunaan satuan, penyajian gambar maupun penyajian soal. Modul merupakan salah satu sarana selain buku ajar yang dapat membantu siswa dalam menghubungkan materi pada kehidupan sehari-hari, susunan modul juga tidak hanya materi saja namun modul juga menyajikan contoh soal, ringkasan, latihan soal, dan tes formatif. Modul dapat digunakan secara mandiri dalam mencapai tujuan pembelajaran, sehingga siswa mampu berkembang dengan sendirinya. Pengimplementasian potensi lokal pada sarana pembelajaran juga layak dikembangkan dan memudahkan siswa untuk memahami materi yang terdapat dalam modul. Penelitian ini menggunakan model pengembangan four-D, analisis data yang digunakan terbagi menjadi tiga, yaitu validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Teknik analisis data untuk validitas menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pada efektivitas menggunakan ketuntasan individu dan ketuntasan belajar klasikal. Sedangkan untuk kepraktisan menggunakan analisis skala Likert lima interval secara kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan klasifikasi sangat valid dan dapat digunakan sebagai bahan ajar. Hasil respon siswa mendapatkan persentase 75,6% dengan kriteria praktis. Hasil efektivitas diperoleh dari ketuntasan belajar klasikal yang mencapai 86,67% dengan kriteria sangat baik. Modul pengembangan dinyatakan valid, praktis dan efektif. Kata kunci: modul; potensi lokal; validitas; kepraktisan; efektivitas. ABSTRACTBased on the initial survey conducted at SMAN 1 Gambiran, the learning media in the classroom uses conventional textbooks. Several studies on textbooks show that there are misconceptions in explaining concepts, presenting formulas, writing symbols, using units, presenting images and presenting questions. The module is a tool other than textbooks that can help students relate material to everyday life. The module arrangement is not only material but also provides sample questions, summaries, practice questions, and formative tests. Modules can be used independently in achieving learning objectives, so that students are able to develop on their own. The implementation of local potential in learning facilities is also worth developing and making it easier for students to understand the material contained in the module. This study uses a four-D development model, the data analysis used is divided into three, namely validity, practicality, and effectiveness. Data analysis techniques for validity using quantitative descriptive analysis. On the effectiveness of using individual mastery and classical learning completeness. As for the practicality of using a Likert scale analysis of five intervals quantitatively. The validation results show the classification is very valid and can be used as teaching materials. The results of student responses get a percentage of 75.6% with practical criteria. The results of the effectiveness obtained from classical learning completeness which reached 86.67% with very good criteria. The development module is declared valid, practical and effective. Keywords: module; local potencial; validity; practicality; effectiveness.
RESPON SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN POE DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD Budi Budi; Yogi Setya Novanto; Rien Anitra
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.953 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5508

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) dalam pembelajaran IPA di SD. Penelitian ini dilaksanakan di MIS Ushuluddin Singkawang dan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 28 siswa. Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan persentase, untuk mengetahui respon positif siswa terhadap model pembelajaran POE dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat Respon siswa positif terhadap model pembelajaran POE diperoleh dari hasil persentase tiap indikator respon siswa, Untuk indikator relevansi terdapat persentase 81% dengan kriteria sangat baik, indikator perhatian terdapat 85% dengan kriteria sangat baik, indikator kepuasan terdapat persentase 87% dengan kriteria sangat baik, dan indikator percaya diri terdapat persentase 86% dengan kriteria sangat baik. Kata kunci: Respon siswa; model pembelajaran Predict; Observe; Explain; pembelajaran IPA. ABSTRACTThis study aims to describe student responses to the use of the POE (Predict, Observe, Explain) learning model in science learning in elementary schools. This research was conducted at MIS Ushuluddin Singkawang and the subjects in this study were 28 students of class V. The instrument for collecting data in this study was a student response questionnaire. The data analysis technique used quantitative descriptive methods with percentages, to determine the positive response of students to the POE learning model in science learning. The results showed that: There was a positive student response to the POE learning model obtained from the results of the percentage of each student response indicator, for relevance indicators there was a percentage of 81% with very good criteria, 85% attention indicators with very good criteria, satisfaction indicators with a percentage of 87% with very good criteria, and the confidence indicator there is a percentage of 86% with very good criteria. Keywords: Student responses; Predict; Observe; Explain learning models; science learning.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN TUNTAS (MASTERY LEARNING) KELAS XI-TKJ SMK NEGERI 1 NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2019-2020 H. M. Yusuf AS; Munawir Munawir; Lalu Syaifulbakhry
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.769 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6924

Abstract

ABSTRAKPrestasi belajar adalah hasil atau akibat dari kegiatan belajar.Untuk mengetahui tentang prestasi belajar perlu dijelaskan tentang hakekat belajar.Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalaman ( Slameto,1991).Dimana perubahan itu bersifat kontinyu dan fungsional,terjadi secara sadar,bersifat positif dan aktif,bukan bersifat sementara,bertujuan atau terarah,dan mencakup seluruh aspek tingkah laku yang selanjutnya dinamakan prestasi belajar. Prestasi belajar dapatdikatakan membekas atau konstan, jika perubahan yang terjadi akibatproses belajar tahan lama dan tidak terhapus begitu saja.Proses pembelajaran khususnya IPA Fisika  akan lebih efektifdan bermakna apabila siswa berpartisi aktif, dengan cara tidakmenunjukkan sikap pasif di dalam kelas maupun di luar kelas. Tetapisampai saat ini masih banyak terdengar keluhan bahwa mata pelajaranIPA Fisika  membosankan, tidak menarik, memusingkan yang cenderungmembuat siswa menjadi kurang merespon saat pelajaran berlangsung,bahkan ada siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan ada matapelajaran IPA Fisika . Kenyataan ini adalah suatu persepsi negatif terhadap IPA Fisika.Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA Fisika  adalah melalui pendekatan belajar tuntas (masterylearning).Oleh karena itu penulis perlu melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar IPA Fisika  dengan Menerapkan Pembelajaran Tuntas(Mastery Learning ) Kelas XI-TKJ SMK Negeri 1 Narmada Kab. Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019-2020. Kata Kunci: pembelajaran tuntas; mastery learning; prestasi belajar. ABSTRACTLearning achievement is the result or result of learning activities. To know about learning achievement, it is necessary to explain about the nature of learning. Learning is a process carried out by a person to obtain a new behavior change as a whole, as a result of experience (Slameto, 1991). Where the changes are continuous and functional, occur consciously, are positive and active, not temporary, purposeful or directed, and cover all aspects of behavior, hereinafter referred to as learning achievement. Learning achievement can be said to be imprinted or constant, if the changes that occur as a result of the learning process are durable and not simply erased. The learning process, especially Physics Science, will be more effective and meaningful if students participate actively, by not showing a passive attitude in the classroom or outside the classroom. But until now, there are still many complaints that Physics Science subjects are boring, uninteresting, confusing which tends to make students less responsive during lessons, there are even students who don't go to school because there are Physics Science subjects. This fact is a negative perception of Science Physics. One way to improve student achievement in learning science physics is through a mastery learning approach. Therefore, the authors need to conduct classroom action research with the title Improving Physics Science Learning Achievement by Applying Mastery Learning for Class XI-TKJ SMK Negeri 1 Narmada Academic2019-2020 Year. Keywords: complete learning; mastery learning; learning achievement.
ANALISIS VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL OrDeP2E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA MAS AL-MUTAQIN WOLOWARU Hamsa Doa; Richardo Barry Astro; An Nisaa Al Mu’min Liu
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.509 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6107

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kevalidan perangkat pembelajaran fisika model OrDeP2E pada materi gelombang bunyi untuk melatihkan kemampuan literasi Sains siswa MAS Al-Mutaqin Wolowaru. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinilai oleh dua orang. Data validasi diperoleh menggunakan penilaian perangkat dengan kategori 1-4. Penelitian ini mengacu pada pengembangan model 4-D. Perangkat yang divalidasi yaitu a) RPP, b) BAS, c) LKS, dan d) Tes Kemampuan Literasi Sains. Hasil analisis data yang sudah divalidasi menunjukkan bahwa a) RPP mendapatkan skor 3,34 (valid), a) BAS mendapatkan skor 3,52 (valid), c) LKS mendapatkan skor 3,47 (valid), d) tes kemampuan literasi sains mendapatkan skor 3,70 (sangat valid). Hasil analisis perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa MAS Al-Mutaqin Wolowaru. Kata kunci: Model Pembelajaran OrDeP2E; Validitas Perangkat Pembelajaran Fisika. ABSTRACTThis study aims to analyze the validity of the OrDeP2E model of physics learning on sound wave material to train the science literacy skills of MAS Al-Mutaqin Wolowaru students. The learning tools developed were assessed by two people. Validation data were obtained using device ratings with categories 1-4. This study refers to the development of a 4-D model. The validated tools are a) lesson plans, b) BAS, c) worksheets, and d) Science Literacy Ability Test. The results of data analysis that have been validated show that a) RPP scores 3.34 (valid), a) BAS scores 3.52 (valid), c) LKS scores 3.47 (valid), d) tests of scientific literacy skills get a score of 3.70 (very valid). The results of the analysis of the learning tools developed are suitable to be used to improve the scientific literacy skills of MAS Al-Mutaqin Wolowaru students. Keywords: OrDeP2E Learning Model; The Validity of Physics Learning Devices.
SINTESIS ZEOLIT DARI BATU APUNG (PUMICE) DAERAH IJOBALIT LOMBOK TIMUR SEBAGAI ADSORBEN LOGAM Fe Dian W. Kurniawidi; Siti Alaa; Sri Mulyani; Susi Rahayu
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.298 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6010

Abstract

ABSTRAKAktivitas letusan besar Gunung Api Samalas di Lombok meninggalkan jejak mineral batuan beku salah satunya batu apung (pumice). Batu apung memiliki komposisi mineral utama berupa silika sebanyak 58,3%. Tujuan dari penelitian untuk identifikasi karakteristik zeolit dari batu apung sebagai adsorben logam Fe. Zeolite disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Identifikasi gugus fungsi, kristalinitas, dan struktur kristal zeolite sintesis menggunakan FTIR dan XRD. Sedangkan analisis adsorbsi menggunakan AAS. Zeolit berhasil terbentuk dari sintesis batu apung ditandai dengan kemunculan gugus fungsi TO4 dan gugus fungsi Si-O-Si pada panjang gelombang 983,85 cm-1 dan 660,02 cm-1. Zeolit yang terbentuk dari proses sintesis batu apung yaitu tipe zeolit ZK-14 dengan struktuk kristal kubik. Adapun hasil analisis kemampuan adsorbs dari zeolite ZK-14 ini sangat baik mencapai 99,22% pada komposisi Si/Al pada 25/30. Sehingga sintesis batub apung menjadi zeolite dapat diaplikasikan sebagai penyerap logam Fe. Kata kunci: Adsorben; Batu Apung; Zeolit. ABSTRACTThe massive eruption activity of the Samalas Volcano in Lombok left traces of igneous rock minerals, one of which was pumice. The pumice has a main mineral composition of 58.3% silica. The purpose of this study is to identify the characteristics of zeolite from pumice as an adsorbent of Fe metal. Zeolite has been synthesized using a coprecipitation method. The identification of functional groups, crystallinity, and crystal structure of synthetic zeolite using FTIR and XRD. Meanwhile, AAS was implemented for the adsorption analysis. The zeolite was successfully formed from the synthesis of pumice characterized by the appearance of the TO4 functional group and the Si-O-Si functional group at wavelengths of 983.85 cm-1 and 660.02 cm-1. The zeolite fabricated from the pumice synthesis process is ZK-14 type zeolite with a cubic crystal structure. The examination results from the adsorption ability of zeolite ZK-14 are very good, reaching 99.22% at the Si/Al composition at 25/30. In fact, the synthesis of pumice into zeolite can be applied as an absorber of Fe metal. Keywords: Adsorbent; Pumice Stone; Zeolite.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SUHU DAN KALOR BERBASIS AUTOPLAY MEDIA STUDIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Meidy Atina Kuron; Rasilemba Welua
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.614 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5715

Abstract

ABSTRAKPengembangan Bahan Ajar Suhu dan Kalor berbasis Autoplay media studio ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar fisika berbasis Autoplay media studio untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tondano dengan menggambil materi suhu dan kalor di kelas X IPA 2 dengan jumlah siswa 28orang pada semester ganjil tahun ajaran 2019-2020. Penelitian ini menggunakan metode Research and Delevopment (R&D) dengan four-D-models yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel and Semmel. Model ini terbagi atas 4 tahap yaitu Define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Bahan ajar yang dikembangkan telah melewati proses pengujian oleh para ahli serta diujicobakan pada siswa dalam kelompok kecil untuk memperoleh respon siswa dan selanjutnya diujicobakan pada kelompok besar atau real class dan dianalisis hasil belajarnya. Hasil penelitian menunjukan bahan ajar yang dikembangkan memiliki persentase rata-rata sebesar 88% dari hasil validasi oleh ahli materi, 97 % dari hasil validasi oleh ahli media dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Respon siswa terhadap bahan ajar berbasis Autoplay Media Studio  pada uji kelompok kecil memberikan respon sebesar 96,3% termasuk dalam kategori sangat kuat. Eksperimen yang digunakan adalah metode desain by subject dimana sampel diberi perlakuan berbeda dalam dua periode. Periode pertama siswa diajar dengan model konvensional menggunakan media yang biasa digunakan di kelas dan periode kedua siswa diajar menggunakan Autoplay media studio yang dikembangkan dalam penelitian ini. Sebagai prasyarat pengujian normalitas diperoleh nilai signifikan pada periode 1 adalah 0.297 dan periode 2 diperoleh 0.256  lebih besar dari taraf nyata 0.05 maka dapat disimpulkan kedua data pada periode 1 dan periode 2 berdistribusi normal. Hasil pengujian hipotesis dibantu dengan aplikasi SPSS nilai  atau   dan berdasarkan signifikansi <0.05 maka H0 ditolak dan disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan bahan ajar fisika berbasis Autoplay media studio lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan model kovensional. Kata kunci: Pengembangan; Bahan Ajar; Multimedia. ABSTRACTThe development of Autoplay Media Studio-based Temperature and Heat Teaching Materials aims to produce Autoplay media studio-based physics teaching materials to improve student learning outcomes by making the learning process easier and more interesting. This research was conducted at SMA Negeri 1 Tondano by taking temperature and heat material in class X IPA 2 with 28 students in the odd semester of the 2019-2020 school year. This study uses the Research and Development (R&D) method with four-D-models developed by Thiagarajan, Semmel and Semmel. This model is divided into 4 stages, namely Define, design, develop and disseminate. The teaching materials developed have passed the testing process by experts and were tested on students in small groups to obtain student responses and then tested in large groups or real classes and analyzed the learning outcomes. The results showed that the teaching materials developed had an average percentage of 88% of material expert validation results, 97% of media expert validation results and included in the very strong category. Student responses to teaching materials based on Autoplay Media Studio in the small group test gave a response of 96.3% which was included in the very strong category. The experimental method used is the design by subject method where the sample is given different treatment in two periods. In the first period students were taught using a conventional model using media commonly used in the classroom and in the second period students were taught using the Autoplay media studio developed in this study. As a prerequisite for normality testing, the significant value obtained in period 1 is 0.297 and period 2 is 0.256 which is greater than the significance level of 0.05, so it can be concluded that both data in period 1 and period 2 are normally distributed. The results of hypothesis testing are assisted by the application of SPSS 16.0 values |t hitung>t table| or |19,483>2.473| and based on a significance <0.05 then H0 is rejected and it is concluded that the average learning outcomes of students who are taught using physics teaching materials based on autoplay media studio are higher than the learning outcomes of students who are taught using conventional models. Keywords: Development; Teaching Materials; Multimedia.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEAM BASED LEARNING-PROBLEM SOLVING BERBANTUAN WHATSAPP DAN ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN DARING Asri Arbie; Puput Salsabina F. Satri; Dewa Gede Eka Setiawan; Abd. Wahidin Nuayi; Trisnawaty Junus Buhungo
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.139 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5519

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model pembelajaran Team Based Learning. Perangkat pembelajaran ini dikembangan dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Teknik pengumpulan data yaitu dengan validitas melalui validasi perangkat, kepraktisan melalui observasi keterlaksanaan, angket respon guru dan peserta peserta didik. Dari penelitian ini diperoleh hasil: (1) perangkat yang dikembangkan valid melalui uji validitas konstruk dengan rata-rata persentase validitas untuk silabus sebesar 98,33% dengan kategori valid, RPP sebesar 78,48% termasuk kategori valid dengan revisi kecil, bahan ajar sebesar 79,68% termasuk kategori valid dengan revisi kecil, dan LKPD sebesar 76,04% yang termasuk dalam kategori valid dengan revisi kecil; (2) perangkat yang dikembangkan praktis ditunjukkan oleh rata-rata presentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 92,26% kategori sangat baik, kemudian respon guru terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan sebesar 99,39% kategori sangat baik serta respon peserta didik terhadap proses pembelajaran menggunakan perangkat yang dikembangkan sebesar 82,66% kategori baik. Kata kunci: Perangkat pembelajaran; Team Based Learning; Problem Solving; Plomp. ABSTRACTThis research is research and development of learning tools that aim to produce quality learning tools. The formulation of the research problem is how the quality of learning tools developed with the Team-Based Learning learning model is. This learning device was developed using the Plomp development model. Data collection techniques are valid through device validation, practicality through implementation observation, teacher and student response questionnaires. From this study obtained results: (1) devices developed valid through construct validity tests with an average percentage validity for syllabus of 98.33% with valid categories, RPP of 78.48% including valid categories with small revisions, teaching materials of 79.68% including valid categories with minor revisions, and LKPD of 76.04% which fall into valid categories with minor revisions; (2) devices developed practically indicated by an average percentage of learning implementation of 92.26% excellent category, then teacher response to learning devices developed by 99.39% excellent category and learners' response to the learning process using developed devices by 82.66% good category. Keywords: Learning tools; Team-Based Learning; Problem Solving; Plomp.
KONTRIBUSI PENGETAHUAN AWAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP MISKONSEPSI SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA Aloisius Harso; Daniel Wolo; Insar Damopolii
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.533 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5791

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) menganalisis kontribusi pengetahuan awal terhadap miskonsepsi siswa dalam pelajaran fisika, (2) menganalisis kontribusi motivasi belajar terhadap miskonsepsi siswa dalam pelajaran fisika, dan (3) menganalisis kontribusi pengetahuan awal dan motivasi belajar siswa terhadap miskonsepsi yang dialami siswa dalam pelajaran fisika. Penelitian korelasional adalah jenis penelitian yang dilakukan dalam riset ini. Total 222 siswa SMA kelas X pada semester genap tahun 2019/2020 di Kecamatan Nangapanda adalah populasi pada penelitian ini. Total 85 sampel siswa dipilih secara teknik acak proposional (Propotional random sampling). Data riset dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep fisika untuk mengkalkulasikan pengetahuan awal dan miskonsepsi, dan motivasi belajar dikumpulkan melalui kuisioner motivasi belajar. Data yang dianalisis regersi dalam penelitian ini adalah pengetahuan awal, motivasi dan miskonsepsi fisika siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat kontribusi pengetahuan awal terhadap miskonsepsi sebesar 54.6% (p<0.05), (2) terdapat kontribusi motivasi belajar terhadap miskonsepsi sebesar 58.7% (p< 0.05), dan (3) terdapat kontribusi pengetahuan awal dan motivasi belajar terhadap miskonsepsi sebesar 68.5% (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kontribusi pengetahuan awal dan motivasi terhadap miskonsepsi siswa dalam pembelajaran fisika. Kata kunci: Pengetahuan awal; Motivasi; Miskonsepsi; Pembelajaran fisika ABSTRACTThis study aims (1) to analyze the contribution of prior knowledge to students' misconceptions in physics, (2) to analyze the contribution of learning motivation to students' misconceptions in physics, and (3) to analyze the contribution of prior knowledge and students' motivation to misconceptions experienced by students in physics learning. Correlational research is the type of research conducted in this research. A total of 222 class X high school students in the even semester of 2019/2020 in Nangapanda District are the population in this study. A total of 85 students were selected as the sample by using the proportional random sampling technique. Research data were collected through a physics concept understanding test to calculate prior knowledge and misconceptions, and learning motivation was collected through a learning motivation questionnaire. The data analyzed by regression in this study were students' prior knowledge, motivation, and physics misconceptions. The results showed (1) there was a 54.6% contribution of prior knowledge to misconceptions (p<0.05), (2) there was a 58.7% contribution of learning motivation to misconceptions (p<0.05), and (3) there was a contribution of prior knowledge and learning motivation. against misconceptions by 68.5% (p<0.05). This study concludes that prior knowledge and motivation contribute to students' misconceptions in physics learning. Keywords: Prior knowledge; Motivation; Misconception; Physics learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SD Riya Wulandari; Angelia Timara; Emi Sulistri; Sumarli Sumarli
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.398 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5173

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing berbantuan media video terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi bunyi. Penelitian dilaksanakan di SD Swasta Torsina III Singkawang. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental, dalam bentuk Nonequivalent Pre-test and Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Torsina III Singkawang. Sampel diambil menggunakan teknik non probability dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa tes objektif materi bunyi dan teknik non tes berupa angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif antara siswa yang diterapkan model pembelajaran role playing berbantuan media video dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung; (2) Penggunaan model pembelelajaran role playing berbantuan media video berpengaruh tinggi terhadap hasil belajar kognitif siswa; (3) Respon siswa positif terhadap model pembelajaran role playing berbantuan media video pada kategori baik. Kata kunci: model pembelajaran role playing; media video; hasil belajar kognitif. ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the video media-assisted Role Playing learning model on students' cognitive learning outcomes on sound material. The research was conducted at Torsina III Private Elementary School, Singkawang. The type of research is quantitative research with quasi-experimental method, in the form of Nonequivalent Pre-test and Post-test Control Group Design. The population in this study were all fourth grade students of SD Torsina III Singkawang. Samples were taken using a non-probability technique with saturated sampling type. The data collection technique used a test technique in the form of an objective test of sound material and a non-test technique in the form of a response questionnaire. The results showed that: (1) there were differences in cognitive domain learning outcomes between students who applied the role playing learning model assisted by video media and students who received direct learning; (2) The use of role playing learning models assisted by video media has a high effect on students' cognitive learning outcomes; (3) Positive student responses to the video-assisted role playing learning model in the good category. Keywords: role playing learning model; video media; cognitive learning outcomes.

Page 2 of 4 | Total Record : 31