cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Desember" : 8 Documents clear
UPACARA ADAT KELAHIRAN SEBAGAI NILAI SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DESA PENGADANGAN Suhupawati Suhupawati; Dian Eka Mayasari S. W
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.331 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ritual adat kelahiran pada masyarakat Desa Pengadangan sebagai nilai sosial budaya. pendekatan peneitian yang dipakai yaitu pendekatan etnografi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: proses ritual adat kelahiran meliputi upacara beretes, molangmaliq, ngurisan, dan nyunatang. Dari beberapa proses ritual tersebut terdapat fungsi spiritual dan fungsi sosial. Upacara adat kelahiran sebagai upacara keagamaan, hiburan, sarana komunikasi, dan sarana dalam menjaga keharmonisan norma-norma adat. Terdapat juga nilai-nilai kearifan adat yakni nilai keagamaan, nilai gotong royong, nilai solidaritas, cinta tanah air, nilai kepemimpinan, dan nilai tanggung jawab.This study aims to determine the process of customary rituals of birth in the community of Village Reserve as a socio-cultural value. research approach used is ethnography approach. Data analysis techniques include data collection, reduction, data presentation, and conclusions. The results showed: the process of customary rituals of birth include the ceremony beretes, molangmaliq, ngurisan, and nyunatang. From some ritual processes there are spiritual functions and social functions. Birth ceremonies as a religious ceremony, entertainment, means of communication, and means in maintaining harmony of customary norms. There are also values of indigenous wisdom that are religious values, the value of mutual cooperation, the value of solidarity, love of the homeland, the value of leadership, and the value of responsibility.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA PLUS ASSOHWAN AL-ISLAMIYAH Nurin Rochayati; Rosada Rosada; Ian Rozaki
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.196 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.193

Abstract

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan minat belajar dan hasil belajar siswa. Solusi yang ditawarkan  untuk membangkitkan minat dan hasil belajar siswa dengan melalui penerapan metode belajar aktif dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.  Penelitian ini menggunakan rancangan active learning atau penelitian tindakan kelas yang didalamnya terbentuk dari rangkaian siklus kegiatan, karena didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru didalam kelas diantaranya minat siswa dan hasil belajar siswa, yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Adapun analisis data penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam II siklus tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, evaluasi dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah hasil belajar siswa yaitu secara klasikal 75% siswa mencapai ketuntasan belajar minimal 80%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan ketuntasan klasikal pada siklus I dan II 58,33% dan 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa dapat mencapai ketuntasan belajar melalui penerapan metode pembelajaran tipe Snowball Throwing. Selection of appropriate learning methods can generate interest in learning and student learning outcomes. Solutions are offered to generate interest and student learning outcomes by through the application of active learning methods using the Snowball Throwing learning model. This study uses active learning or classroom action research which is formed from the cycle of activities, because it is based on the problems faced by teachers in the classroom such as student interest and student learning outcomes, which aims to improve learning. The analysis of research data used descriptive qualitative. Research carried out in II cycle of each cycle consists of planning, implementation, observation or observation, evaluation and reflection. The indicator of success of this research is the result of student learning that is classical 75% of students achieve learning mastery of at least 80%. The results showed that the acquisition of classical completeness in cycles I and II 58.33% and 87.5%. Based on the results of the study can be concluded that students can achieve mastery learning through the application of the method of learning Snowball Throwing type.
UPAYA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI PERANG TOPAT SEBAGAI SIMBOL PERSAUDARAAN UMAT ISLAM DAN HINDU DI DESA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Sarpin Sarpin; Agung Pramunarti
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.983 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.189

Abstract

Permasalahan dalam  penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah Pelaksanaan tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar, (2) Apakah Makna Tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar?, (3) Bagaimana Upaya Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Perang .Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode penentuan informan dengan metode Purposive Sampling. Adapun hasil penelitian ini: 1) Rangkaian prosesi pelaksanaan tradisi  Perang Topat yang terdiri dari tiga tahapan pokok upacara: a) Persiapan  upacara yang meliputi musyawarah, peresean, pembersihan dan pemasangan rak-rak dan aba-aba, penaek gawe, ngelinigan kaok,dan haol, b) inti upacara meliputi  perang  topat, c) penutupan upacara meliputi lalang dan beteteh, 2) Makna yang terkandung dalam tradisi Perang Topat: a) Bagi umat islam, Sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai rasa trimaksih kepada K.H Abdul Malik, dan sebagai bentuk kerukunan umat Islam dan Hindu. b) Bagi umat Hindu, merupakan wujud dari rasa syukur kepada Tuhan atau bentuk pemujaan terhadap para Dewa-dewa, sebagai acara peribadatan/persembahyangan , dan  juga  sebagai bentuk kerukunaan antar umat Islam dan umat Hindu. 3) upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi perang topat adalah dengan diadakannya setiap tahun, menanamkan pada genrasi penerus tentang makna dilaksanaknya tradisi perang topat, partisipasi masyarakat dalam setiap rangkaian acara perng topat, dan mengikut sertakan pemerintah daerah, kabupaten, hinga provensi.
KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA LABUHAN HAJI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN ETNIS CINA PASCA G 30 SEPTEMBER 1965-1966 Ahmad Afandi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.845 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.190

Abstract

Tulisan ini menggambarkan tentang terjadinya peristiwa G 30 septemberyang sempat mengguncang kehidupan politik Indonesia yang berakibat pula terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Daerah Nusa Tenggara Barat yaitu Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur ikut merasakan dampak dari peristiwa G 30 september tahun 1965. Sebelum terjadinya G 30 September masyarakat Labuhan Haji pernah melakukan hubungan sosial, ekonomi dan budaya dengan Etnis Cina, hubungan tersebut tidak berjalan lama, pada tahun 1965 para pengusaha Cina diusir secara paksa oleh masyarakat Lombok, karena dianggap sebagai antek PKI, hal ini disebabkan karena di Negara Cina berkembang partai Komunis. Karena adanya peristiwa G 30 september tahun 1965 para pengusaha Cina yang ada di Desa Labuhan Haji di curigai   sebagai   antek   PKI   dan   diusir   dari   daerah   Labuhan   Haji   yang mengakibatkan terpuruknya kehidupan masyarakat Labuhan Haji dan sekitarnya khususnya masyarakat Desa Labuhan Haji. This paper describes the occurrence of the events of G 30 September which had shook the Indonesian political life that also affected the social, economic and cultural life of Indonesian people, especially in West Nusa Tenggara, Labuhan Haji, Labuhan Haji Sub-District, East Lombok Regency, felt the impact of the September 30, 1965 G. events. September Labuhan Haji community once conducted social, economic and cultural relations with the Ethnic Chinese, the relationship did not go long, in 1965 Chinese businessmen were forcibly expelled by Lombok society, because it is considered as PKI's henchman, this is because in the developing Chinese Party Communist. Because of the events of G 30 September 1965 the Chinese businessmen in Labuhan Haji Village were suspected of being PKI's henchmen and expelled from Labuhan Haji area which resulted in the decline of Labuhan Haji and surrounding communities, especially the people of Labuhan Haji Village.
DIGITAL CITIZENSHIP: SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA GLOBAL Ahmad Fakhri Hutauruk
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.334 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.186

Abstract

Abstrak: Pendidikan sejarah di era globalisasi, mendapat tantangan baru dan dituntut kontribusinya agar dapat menumbuhkan kesadaran sejarah peserta didik baik pada posisinya sebagai anggota masyarakat maupun warga negara, serta mempertebal semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air tanpa mengabaikan rasa kebersamaan dalam kehidupan antar bangsa di dunia. Dalam menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga dapat membantu guru dan peserta didik dalam mengakses informasi sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran sejarah di era global. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Pustaka (Library Research). Adapun hasil yang diperoleh adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dapat membantu guru dan peserta didik dalam mengakses informasi sejarah. Hal ini dikarenakan kajian sejarah bersifat dinamis, dan akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan menerapkan konsep “Digital Citizenship” dalam proses pembelajaran sejarah diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pembelajaran sejarah di sekolah.Abstract: Education history in the era of globalization, a new challenge and claimed its contribution in order to foster awareness of learners' history both in its position as a member of society and citizens, and strengthen the spirit of nationalism and love of the homeland without ignoring the sense of togetherness in life among nations in the world. In response to these challenges, new learning strategies are needed by utilizing technological progress, so as to help teachers and learners access historical information. This study aims to find out how the implementation of learning history in the global era. The research method used is Library Studies (Library Research). The results obtained is to take advantage of technological progress, can help teachers and learners in accessing historical information. This is because the study of history is dynamic, and will continue to grow in accordance with the times. By applying the concept of "Digital Citizenship" in the learning process of history is expected to improve the quality of learning history in school.
PENERAPAN METODE INKUIRI MELALUI PENGAMATAN SITUS SEJARAH DI KOTA BIMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENUMBUHKEMBANGKAN KECINTAAN PADA BANGUNAN BERSEJARAH Ilmiawan Mubin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.3 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.191

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran sejarah  pada siswa kelas XI IPS 1 MAN 2 kota dengan menggunakan metode Inkuiri dapat menumbuhkan kecintaan pada bangunan bersejarah. Metode penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas, subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 MAN 2 Kota Bima, sedangkan obyeknya hasil pengamatan kegiatan proses belajar mengajar melalui tahapan  Planning, Acting, Observing dan Reflecting. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masih rendahnya hasil belajar siswa, dikarenakan oleh pembelajaran yang kurang melibatkan siswa. Setelah dilakukan tindakan dan berdasarkan nilai post test hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. siklus I persentase ketuntasan 77,14% dengan nilai rata-rata 75,02,  siklus II persentase ketuntasan 85,71% dengan nilai rata-rata 79 sedangkan Siklus III persentase ketuntasan 100% dengan nilai rata-rata 82,85. Nilai sikap dari data angket setiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I pencapaian ketuntasan 77,14%  nilai rata-rata 80,54, siklus II pencapaian ketuntasan 88,57% nilai rata-rata 82,71 sedangkan pada siklus III pencapaian ketuntasan 100% nilai rata-rata 84,57. This study aims to find out how the process of learning history in students class XI IPS 1 MAN 2 cities using Inkuiri method can foster a love of historic buildings. The research method is Classroom Action Research, the research subjects are the students of class XI IPS 1 MAN 2 Kota Bima, while the object is the observation of teaching and learning activities through Planning, Acting, Observing and Reflecting. Each cycle consists of two meetings. Still low student learning outcomes, due to the less learning involving students. After the action and based on the value of post test student learning outcomes have increased in each cycle. cycle I 77.14% percentage of completeness with an average value of 75.02, cycle II percentage of 85,71% completeness with an average value of 79 while Cycle III percentage of 100% completeness with an average value of 82.85. Attitude value of the questionnaire data each cycle has increased from the cycle I achievement mastery 77.14% average value 80.54, cycle II achievement 88.57% average value of 82.71 while in cycle III achievement 100% average 84.57.
LABUHAN DELI SEBAGAI PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN DELI ABAD XVIII Abdul Haris Nasution; Bayu Satria
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.358 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai kegiatan di Labuhan Deli sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Deli dan apa penyebab terjadi perpindahan pusat pemerintahan yang dilakukan Kesultanan Deli. Teknik pengumpulan data  penelitian ini melalui study pustaka, wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian proses perpindahan pusat pemerintahan diawali dengan mempersiapkan kawasan baru, secara kewilayahan Labuhan Deli mampu memberikan kontribusi dalam menjalankan pemerintahan baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada. Tuanku Panglima Pasutan yang berinisiatif memindahkan pusat pemerintahan pada tahun 1728, penyebab utama perpindahan pusat pemerintahan Kesultanan Deli adalah faktor ekonomi dan faktor politik, hal tersebut dikarenakan pada saat itu keramaian Selat Malaka mampu memberikan keuntungan jika pusat pemerintahan lebih dekat dengan pesisir pantai dan berperan sebagai pintu gerbang tol transportasi yang melalui jalur sungai Deli sedangkan faktor politiknya untuk mempermudah  mengawasi kasawan taklukan Deli, pembangunan sarana pusat pemerintahan, seperti Istana, Masjid, dan Dermaga. This study aims to find out various activities in Labuhan Deli as the central government of Deli Sultanate and what causes the transfer of government center conducted Deli Sultanate. Technique of collecting data of this research through literature study, interview and observation. From the results of the research process of moving the center of government begins by preparing new areas, in the territory Labuhan Deli able to contribute in running the government be it natural resources and human resources available. Tuanku Panglima Pasutan who took the initiative to move the central government in 1728, the main cause of the transfer of the central government of Deli Sultanate is the factor of economic and political factors, it is because at that time the crowds of the Strait of Malacca can provide benefits if the center of government closer to the coast and acts as a door gate of transportation toll through Deli river while the political factor to facilitate overseeing Deli delinquent kasangan, development of central government facilities, such as the Palace, Mosque, and Dock.
Nilai Religi Arsitektur Rumah Adat Sasak Dusun Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Muaini Muaini; Zainudin Zainudin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.233 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna nilai-nilai religi arsitektur rumah adat sasak. Jenis penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di dusun Sade desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Tehnik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data mengunakan kulitatif deskriptif. Hasil penelitian yang memiliki nilai-nilai religi arsitektur rumah adat sasak menemukan sebanyak 8 (delapan) yaitu: 1) Rumah Adat (Bale gunung rate ), 2) Arah rumah, 3) Bagian belakang rumah, 4) Atap rumah, 5) Lantai rumah, 6) Tangga rumah, 7) Pintu rumah, 8) Ruang dalam bale (Ruangan dalam). Masyarakat menjaga keaslihan peningalan kebudayaan dari nenek moyang. This study aims to describe the meaning of religious values of traditional architecture of sasak house. This type of research uses descriptive qualitative. The research was conducted in Sade village of Rembitan village, Pujut Sub-district, Central Lombok Regency. Data collection techniques use observation, interview, documentation and field notes. Data analysis using descriptive skin. The result of research which have religious values of architecture of traditional house of sasak found as many as 8 (eight) that is: 1) Traditional house (Bale mount rate), 2) House direction, 3) Back of house, 4) Roof house, 5) , 6) Household staircase, 7) Door of house, 8) Space in bale (Room inside). Society keep the authenticity of cultural pengingalan from ancestors.

Page 1 of 1 | Total Record : 8