cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): November" : 87 Documents clear
SWAMEDIKASI PEMBERIAN ANTISEPTIK DAN PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES DENGAN MEDIA BOOKLET Wahyuni Aziza; Frenky Aipassa; Ramdhani M Natsir
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.367 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3255

Abstract

ABSTRAKRabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bersifat akut dan menyerang susunan saraf pusat. Bentuk pencegahan penyakit rabies adalah melakukan swamedikasi pemberian antiseptik sebagai penanganan awal jika digigit hewan penular rabies. Swamedikasi atau pengobatan mandiri adalah kegiatan atau tindakan mengobati diri sendiri dengan obat seperti antiseptik atau tanpa resep secara tepat dan bertanggung jawab (rasional).  Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang bahaya rabies dan cara penularannya serta meningkatkan pengetahuan dalam melakukan penanganan awal luka gigitan hewan penular rabies melalui swamedikasi pemberian antieptik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan melalui media booklet. Pada kegiatan ini dilakukan tahapan pre dan post test sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Secara statistik hasil dari pelaksanaan pre test dan post test diuji analisis dengan menggunakan analisis paired sample t-test dengan hasil perolehan adalah p = 0.006 (r = 0,589). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan penyuluhan.  Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian swamedikasi pemberian antiseptik dan penyuluhan pencegahan penyakit rabiet sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Kata kunci: swamedikasi; antiseptik; rabies. ABSTRACTRabies (mad dog disease) is a disease caused by a virus, is acute and attacks the central nervous system. The form of prevention of rabies is to self-medicate the administration of antiseptics as an initial treatment if bitten by an animal that transmits rabies. Self-medication or self-medication is the activity or act of treating yourself with drugs such as antiseptics or without a prescription appropriately and responsibly (rationally). The purpose of this activity is to increase understanding of the dangers of rabies and how it is transmitted and to increase knowledge in early handling of bite wounds of rabies-infected animals through self-medicated administration of antieptics. This activity is carried out in the form of counseling through booklet media. In this activity, the pre and post test stages were carried out before and after counseling. Statistically, the results of the pre-test and post-test implementation were analyzed using paired sample t-test analysis with the results of p = 0.006 (r = 0.589). This shows that there is a knowledge relationship between before and after extension activities are carried out. This indicates that the provision of self-medicated giving of antiseptics and counseling on the prevention of rabbits greatly affects the level of public knowledge. Keywords: self-medication; antiseptic; rabies.
PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN PENGGILING JAHE DAN PENGOLAHAN LIMBAH AMPAS JAHE MENJADI BUBUK JAHE Ngatirah Ngatirah; Christina Wahyu Ari Dewi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.937 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3355

Abstract

ABSTRAKProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan mitra industri rumah tangga (IRT) Jahe Instan “Merapi Mantap" di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum adanya mesin penggiling jahe dan belum adanya pengolahan limbah perasan jahe. Selama ini mitra selalu menggilingkan jahe ke pasar sehingga menambah biaya produksi. Selain itu limbah perasan jahe belum dimanfaatkan dan biasanya hanya dibuang di kebun. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengurangi biaya produksi dengan melakukan introduksi mesing penggiling jahe dan perlu dilakukan pelatihan untuk pengolahan limbah perasan jahe menjadi tepung jahe. Tujuan PKM ini adalah (1) introduksi dan pelatihan mesin penggiling jahe (2) pelatihan pengolahan limbah perasan jahe menjadi tepung jahe. Metode yang dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif, dengan tahapan pengadaan mesin penggiling jahe, pelatihan penggunaan mesin penggiling jahe dan pengolahan limbah perasan jahe menjadi bubuk jahe. Hasil kegiatan PKM ini adalah transfer teknologi tepat guna penggunaan mesin penggiling jahe dan pemanfaatan limbah jahe menjadi bubuk jahe dengan rendemen 18.5% dan kadar air sekitar 10%. Dampak kegiatan ini adalah adanya pengurangan biaya produksi untuk penggilingan jahe dan adanya produk tepung jahe yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk. Dampak lingkungan yaitu dapat mengurangi pencemaran limbah. Kata kunci: mesin penggiling jahe; pengolahan limbah, bubuk jahe. ABSTRACTThis activity was implemented in domestic industry partners Jahe Instan "Merapi Mantap" in Kinahrejo Village, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. The problems is the absence of ginger grinding machines and the absence of ginger-based waste treatment. The partner always grinds ginger to the market so the cost of production increased. In addition, the waste of  ginger squeeze is not utilized and usually only disposed of in the garden. The purpose of this activity is (1) introduction and training of ginger grinding machine (2) training of processing waste squeeze ginger into ginger powder. The method is carried out using a participatory approach, with the stage of making the procurement of ginger grinding machine, training the use of ginger grinding machine and conducting ginger squeeze waste treatment activities into ginger flour. The result of the activity is the transfer of appropriate technology regarding the use of ginger grinding machines and the utilization of ginger squeeze waste into ginger flour. The yield of ginger powder is 18.5% with water content about 10%. Impact of this activity is the reduction of production costs for ginger milling and the powder ginger as new product that can be utilized for various products. Environmental impacts can reduce waste pollution. Keywords: ginger grinding machine; waste treatment; ginger powder
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKAN DARI SAMPAH ORGANIK SECARA FERMENTASI KEPADA PETERNAK BEBEK DI KOTA BATU Damat Damat; Lili Zalizar; Vritta Amroini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.359 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3008

Abstract

ABSTRAKTempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kota Batu, telah memberikan manfaat bagi para peternak bebek di Desa tersebut. Masyarakat setempat dapat memanfaatkan sampah organik sebagai pakan bebek. Akan tetapi penggunaan sampah tersebut untuk pakan bebek menimbulkan masalah, yaitu timbulnya cemaran bau yang berasal dari sampah yang belum terfermentasi dengan sempurna, dan rata-rata tingkat kematian bebek cukup tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan transfer teknologi fermentasi sampah organik sebagai pakan bebek. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (i) survei lapangan, (ii) penyampaian materi teori disampaikan secara klasikal , (iii) penyampaian materi keterampilan dalam bentuk praktik/ demonstrasi pembuatan pakan organik secara fermentasi dan (iv) pendampingan kepada para peternak serta (v) monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi peternak. Feses bebek yang diberi pakan hasil proses fermentasi sudah tidak bebau seperti semula, bulu bebek dapat tumbuh dengan baik, dan bebek yang dihasilkan tampak lebih gemuk dan lebih sehat dan memiliki pertambahan berat badan lebih baik dibandingkan dengan yang diberi pakan yang tidak diferementasi. Disamping itu, penggunaan pakan fermentasi dari sampah organik diketahui dapat menghemat biaya pakan sampai sebesar 60%, sehingga keuntungan peternak menjadi meningkat. Kata kunci: tempat pembuangan akhir; sampah organik; pakan organik. ABSTRACTThe landfill in Tlekung Village, Batu City, has provided benefits for duck farmers in the village. Local people can use organic waste as duck feed. However, the use of organic waste as duck feed causes some problems, that is odor contaminant from unfinished fermentation, also high average rate duck mortality. This community service program is carried out to transferring organic waste fermentation technology knowledge in feed duck production. Program consist of (i) field survey, (ii) classical theory sharing, (iii) skill sharing by practice/ demonstration of organic duck fermented feed production, (iv)  assistance of duck farmers, and (v) monitoring and evaluation of program. The results obtained are very encouraging and give satisfaction to farmers. The duck feces which fed with fermentation organic production have no smell like before, duck feathers can grow well, also duck look healthier and have better weigh gain than duck which fed with unfermented fed. In addition, the use of fermented feed from organic waste is known to save feed cost up to 60%. So, it is increasing farmer’s profit. Keywords: organic waste; duck feed; fermented feed.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO Hadi Pajarianto; Imran Ukkas; Imam Pribadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.611 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3230

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 tidak hanya berdampak kepada sektor ekonomi, tetapi juga berimplikasi pada pola pembatasan sosial yang menghambat Pengembangan Kewirausahaan di kampus. PPK adalah program pengembangan kewirausahaan yang telah berjalan sejak tahun 2019 dan berlanjut tahun 2020. Metode pelaksanaan PPK menggunakan pendekatan SLA (The Sustainable Livelihood Approach), yang diperkuat dengan metode PALS (Parcipatory Action Learning) yang menitikberatkan pada transformasi kegiatan untuk penguatan jiwa enterpreneurship mahasiswa. Siklus kegiatannya ada tiga; pertama, Socio-Technopreneurship Awaraeness Campaign agar Socio-Technopreneur menjadi gerakan bersama di lingkungan perguruan tinggi. Kedua, Capasity Building agar tenant, memiliki pemahaman dan skill dalam berwirausaha; dan ketiga, Institutionalization sebagai upaya pelembagaan kegiatan kewirausahaan di kampus sebagai upaya menciptakan jaringan dengan memanfaatkan keunggulan lembaga mitra. Kegiatan pembinaan dilakukan secara terintegrasi yang meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingnan penyusunan business plan, pembuatan brand produk, manajemen pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, magang, dan konsultasi bisnis. Program kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Palopo telah menghasilkan 12 wirausahawan mandiri yang berbasis teknologi, yakni: Bua hydrofarm, sarang palacci, edureptil, kribou, edubookstore, boklet muslimah, rumah kue Palopo, Mbafood, Sambal Sabu, aplikasi gandeng, artMu, dan Madu Trigona Bua. Kata kunci: pengembangan; kewirausahaan; mahasiswa; alumni ABSTRACTThe Covid-19 pandemic not only affected the economic sector, but also had implications for the pattern of social restrictions which limited entrepreneurship development on campus. PPK is an entrepreneurial development program that has been running since 2019 and continues in 2020. The  PpK  implementation method uses SLA (The Sustainable Livelihood Approach), which is reinforced by PALS (Parcipatory Action Learning) method which focuses on transforming activities to strengthen the Entrepreneurship in student’s mind. There are three cycles of activity; first, the Socio-Technopreneurship Awaraeness Campaign in order for Socio-Technopreneur to become a joint movement in the college environment. Second, Capacity Building, Thus the tenants, have understanding and skill in entrepreneurship; and third, Institutionalization as an effort to institutionalize entrepreneurial activities on campus in order  to create a network by utilizing the excellence of partner institutions. Training activities are carried out in an integrated way which includes entrepreneurial training, business plan preparation assistance, product branding, marketing management, technology-based financial management, internships, and business consulting. Entrepreneurial program of Universitas Muhammadiyah Palopo has produced 12 self-employed of entrepreneurs based on technology, which are named: Bua hydrofarm, sarang palacci, edureptil, kribou, edubookstore, boklet muslimah, rumah kue Palopo, Mbafood, Sambal Sabu, gandeng application, artMu, and Madu Trigona Bua. Keywords: development; entrepreneurship; college students; alumny
PENYULUHAN KELOMPOK TANI BAYAN TENTANG ASAM HUMAT TERIMOBIL DALAM RUMPUT LAUT SEBAGAI PELENGKAP PUPUK Dhony Hermanto; Nurul Ismillayli; Fahrurazi Fahrurazi; Nurlaela Nurlaela; Ahmad Wirahadi; Ulul Khairi Zuryati; Ruru Honiar; I G. Ayu Sri Andayani; Baiq Mariana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.013 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3316

Abstract

ABSTRAKAsam humat telah diketahui memiliki dampak tidak langsung dalam perbaikan kualitas tanah di lahan kering, akan tetapi harga asam humat dalam jumlah banyak yang relatif tinggi tidak dapat dijangkau oleh petani. Hal ini yang mendorong pemanfaatan teknik modifikasi yang dapat mengurangi jumlah pemakaian asam humat tanpa mengurangi manfaatnya, yaitu dengan mengimobilisasi asam humat pada suatu material pendukung seperti rumput laut. Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan kepada mitra tentang penerapan asam humat terimobil dalam rumput laut sebagai pelengkap pupuk yang dapat meningkatkan produktivitas tanah sehingga potensi lahan kering sebagai lahan pertanian meningkat. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani jagung “SBP 212” dan UPTD Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan Kehutanan dan Perikanan (DPPKKP) Kec. Bayan. UPTD DPPKKP Kec. Bayan juga berperan dalam difusi Ipteks dan sebagai motor penggerak untuk menyebarkan kegiatan kepada anggota kelompok tani sasaran lainnya sehingga kegiatan dapat berkelanjutan. Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat terjaga untuk peningkatan potensi lahan kering sebagai lahan pertanian produktif yang ditandai dengan peningkatan produktivitas tanaman. Kata kunci: penyuluhan; asam humat; rumput laut; pelengkap pupuk; lahan kering. ABSTRACTHumic acid is known to have an indirect impact on improving soil quality in dry land, however, the price of humic acid in large quantities is too expensive for farmers. It was important to use of modified techniques that can reduce the amount of humic acid used without reducing its benefits, namely by immobilizing humic acid in a supporting material such as seaweed. The service activity, counseling to farmer group about application of immobilized humic acid in seaweed as fertilizer complement to increase soil productivity so that dry land as potential agricultural land increases. The partner of the activity is the “SBP 212” Corn Farmer Group and UPTD Department of Agriculture, Plantation, Marine, Forestry and Fisheries (DPPKKP) Kec. Bayan. UPTD DPPKKP Kec. Bayan also plays a role in science and technology diffusion and as mediator to disseminate the activities to other target farmer group members for sustainability of activity. It is expected that the sustainability of activities can be maintained to increase dry land uses as productive agricultural land that indicated by increasing of plant productivity. Keywords: counseling; humic acid; seaweed; fertilizer supplement; dry land.
PEMBIBITAN TANAMAN HERBAL DI DESA PACE KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER GUNA MENUJU DESA SENTRA HERBAL Iqbal Erdiansyah; Eliyatiningsih Eliyatiningsih; Dwi Nurahmanto; Vega Kartika Sari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.545 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2869

Abstract

ABSTRAKKecamatan Silo merupakan penghasil jahe terbesar di Kabupaten Jember pada Tahun 2017. Anggota Gapoktan di Desa Pace pernah sukses memproduksi kunyit hingga 10 ton. Cabe jawa telah dibudidayakan seluas 10 ha. Temulawak dan kencur juga dibudidayakan pada luasan yang lebih rendah. Hal tersebut menunjukkan Desa Pace berpotensi untuk dikembangkan sebagai sentra herbal di Kabupaten Jember. Di Desa Pace terdapat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Maju yang beranggotan 9 kelompok tani dan satu kelompok wanita tani yang hingga kini aktif mendukung berkembangnya pertanian setempat melalui budidaya kopi dan berbagai komoditi herbal. Permasalahan dalam pengembangan dan produksi herbal di Desa Pace antara lain masih terbatasnya petani yang membudidayakan herbal sesuai GAP, sehingga tanaman herbal masih sebagai komoditi sampingan. Kegiatan diawali dari survei lahan dan pembangunan Rumah Pembibitan, dilanjutkan sosialisasi dan pendampingan budidaya aneka herbal sesuai GAP, yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi agar produk yang dihasilkan terstandar. Peserta berjumlah 25 orang perwakilan dari tiap kelompok tani dan mendapatkan buku saku berisi SOP budidaya herbal, 2 paket polibag, dan bibit aneka tanaman herbal. Hasil kegiatan ini ialah anggota gapoktan memahami cara membudidayakan aneka tanaman herbal sesuai GAP dan dari hasil evaluasi 80% anggota gapoktan telah mempraktekkan di pekarangan rumah masing-masing. Kata kunci: pembibitan; tanaman herbal; desa pace; sentra herbal. ABSTRACTSilo District is the largest ginger producer in Jember Regency on 2017. The Gapoktan members in Pace had successfully produced up to 10 tons of turmeric. Chilies have been cultivated at 10 hectare. Temulawak and kencur are also cultivated at a lower area. This shows that Pace Village has the potential to be developed as an herbal center in Jember Regency. In Pace Village, there is the Association of Farmer Groups (Gapoktan) Suka Maju that has been actively supporting the development of local agriculture through the cultivation of coffee and various herbal commodities. Problems in the development and production of herbs in Pace Village include the limited number of farmers who cultivate herbs and comply with GAP, so that herbal plants are still a side commodity. The activity begins with a land survey and the construction of a nursery, continued with socialization and assistance for herbal cultivation according to GAP, which aims to increase the quantity and quality of production so that the products produced are standardized. Participants from each farmer group received a pocket book containing SOP for herbal cultivation, 2 polybag packages, and seeds of various herbal plants. The results of this activity is that Gapoktan members understand how to cultivate various herbal plants according to GAP and from the evaluation results of 80% Gapoktan members have practiced them in their respective yards. Keywords: nurseries; herbal plants; pace village; herbal center.
COBEK (COMUNITAS BELAJAR AKTIF) DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF ONLINE (MI-O) SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROYEK Johri Sabaryati; Zulkarnain Zulkarnain; M. Isnaini; Abdul Manan; Nursina Sari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3320

Abstract

ABSTRAKDitengah merebah wabah Covid-19 ini,kegiatan belajar mengajar di sekolah sangat tidak efektif. Fasilitas internet yang dimiliki oleh sekolah belum dimanfaatkan secara optimal, karena penggunaannya masih terbatas pada kegiatan mencari sumber referensi dan penambahan bahan ajar.Padahal kehadiran internet memmiliki dampak positif yaitu lebih dimudahkannya proses belajar mengajar antara guru dan siswa. Penggunaan aplikasi  multimedia interaktif online dapat mempermudah para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai tempat. Sehingga dapat menjadi solusi untuk mengatasi kondisi siswa yang diliburkan karena kasus covid-19. Guru dan siswa masih bisa tetap melakukan pembelajaran dengan tetap stay at home untuk kebaikan dan kesehatan bersama. Dalam multimedia interaktif online (MI-O) ini terdapat tugas proyek. sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan kecakapan kolaboratif, meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Pada Pembuatan MI-O ini berjalan sangat antusias karena banyak guru belum familiar mendengar istilah Adobe Animate CC dan Web Hosting SWF sehingga terbentuk komunitas belajar aktif untuk kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di MTs NW Putra Narmada Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat NTB. Kata kunci: belajar aktif; multimedia interaktif online; berbasis proyek ABSTRACTIn the midst of the Covid-19 outbreak, teaching and learning activities in schools are very ineffective. Internet facilities that are owned by schools have not been utilized optimally, because their use is still limited to finding reference sources and adding teaching materials. Even though the presence of the internet has a positive impact, namely making the teaching and learning process easier between teachers and students. The use of online interactive multimedia applications can make it easier for students to access online from various places. So that it can be a solution to overcome the conditions of students who were closed due to the Covid-19 case. Teachers and students can still learn by staying at home for the common good and health. In this online interactive multimedia (MI-O) there are project tasks. thus increasing problem-solving skills, increasing collaborative skills, improving resource management skills. Students and teachers do not need to be physically present in class (classroom meeting), because students can study teaching materials and do learning assignments and exams by accessing predefined computer networks online. The MI-O was very enthusiastic because many teachers were not familiar with the terms ADOBE ANIMATE CC and WEB HOTING SWF so that an active learning community was formed for learning activities. This community service activity was carried out at MTs NW Putra Narmada, Lembuak Village, Narmada District, West Lombok Regency, NTB. Keywords: active learning; online interactive multimedia; project based.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH Baihaqi Siddik Lubis; Eko Febri Syahputra Siregar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.212 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3143

Abstract

ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam mengajar di dalam kelas dengan menggunakan media interaktif berbasis macromedia flash bagi guru SD Muhammadiyah Kota Medan. Pelatihan dan pendampingan tersebut dalam bentuk training and workshop. Pengabdian diikuti oleh 12 orang guru dari 2 sekolah, SD Muhammadiyah 29 Sei Mencirim dan SD Muhammadiyah 38 Medan Krio. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan pertama sosialisasi dengan mengadakan observasi dan wawancara kepada kepala sekolah, tahap kedua pelatihan dan pendampingan dan tahap ketiga evaluasi. Hasil pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa 10 guru (83,33%) guru mampu membuat media pembelajaran interaktif berbasis macromedia flash dan 2 guru (16,7%) belum mampu membuat media pembelajaran berbasis macromedia flash. Hal ini terjadi karena guru baru pertama kali menggunakan software macromedia flash untuk membuat media pembelajaran. Kata Kunci: media interaktif; macromedia flash; kompetensi guru. ABSTRACTThis community services activity aims to develop teacher competences in teaching in the class by using Interactive Media based on macromedia flash for teachers’ of SD Muhammadiyah Medan City. Training and mentoring take the form training and workshop. The service is followed by 12 teachers’ from two schools, SD Muhammadiyah 29 Sei Mencirim and SD Muhammadiyah 38 Medan Krio. This service activity consists of three stages, namely the first stage of socialization by conducting observations and interviews with the head master, the second stage of training and mentoring and the third stage of evaluation. The results of training and mentoring show that 10 teachers’ (83,33%) have been able to create learning active media based on macromedia flash dan 2 teachers’ (16,7%) have not been able to create learning interactive media based on macromedia flash. This thing occours as teachers’ have just used Macromedia flash software for the first time to create learning media. Keywords: interactive media; macro media flash; teacher competences. 
PENDAMPINGAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI Emdat Suprayitno; Naily Huzaimah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.408 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3001

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah penyakit kronis yang umum di seluruh dunia dan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penyebab utama penyakit ini yaitu faktor genetika, perilaku dan gaya hidup. Kesadaran yang rendah pada  penanganan hipertensi menjadi penyebab utama dalam terjadinya komplikasi stroke. Desa Karanganyar Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Merupakan salah satu desa yang terletak di daerah pesisir dan juga banyak terdapat tambak garam. Data posyandu lansia Desa Karanganyar Barat menyebutkan bahwa angka kejadian hipertensi pada lansia sangat tinggi bahkan kunjungan posyandu terbanyak adalah penderita hipertensi mencapai 70%. Para lansia ini juga kurang memahami dampak jangka Panjang hipertensi seperti stroke. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam mencegah komplikasi hipertensi. Mitra dalam pengabdian ini adalah kader posyandu lansia di Desa Karanganyar Barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, Peserta dalam kegiatan ini adalah lansia penderita hipertensi sebanyak 15 orang. Metode dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan, ceramah dan diskusi. Keberhasilan acara ini tampak dari semangat dan antusiasnya lansia. Lansia juga berperan sangat aktif dalam menjawab evaluasi tentang materi yang telah disampaikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar, Sebagian besar 93% (14 lansia) meningkat pengetahuannya dengan kategori pengetahuan baik sedangkan 6,7% (1 orang) dengan kategori pengetahuan cukup dalam mencegah komplikasi hipertensi serta berkomitmen dalam melaksanakan semua anjuran dari tim pengabdian untuk mencegah komplikasi stroke. Kata kunci: lansia; hipertensi; komplikasi hipertensi. ABSTRACTHypertension is a common chronic disease worldwide and a major risk factor for cardiovascular disease. The main causes of this disease are genetics, behavior, and lifestyle. Low awareness of hypertension management is the main cause of stroke complications. Karanganyar Barat Village, Kalianget District, Sumenep Regency is one of the villages located in a coastal area and there are also many salt ponds. Data from the Posyandu for elderly in Karanganyar Barat Village states that the incidence of hypertension in the elderly is very high, even if the most posyandu visits are hypertension sufferers reaching 70%. The elderly also do not understand the long-term impact of hypertension such as stroke. This research aims to increase the knowledge of the elderly in preventing complications of hypertension. Partners in this service are elderly posyandu cadres in Karanganyar Barat Village, Kalianget District, Sumenep Regency. Participants in this activity were 15 elderly people with hypertension. The methods in this activity are counseling, lectures, and discussions. The success of this event was evident from the enthusiasm and enthusiasm of the elderly. The elderly also play a very active role in answering evaluations of the material that has been delivered. The implementation of service activities was carried out smoothly, most of the 93% (14 elderly) increased their knowledge with the good knowledge category, while 6.7% (1 person) with the category of knowledge was sufficient in preventing complications of hypertension and committed to carrying out all recommendations from the service team to prevent complications stroke. Keywords: elderly; hypertension; complications of hypertension.
PENYULUHAN UMKM DI ERA NEW NORMAL DENGAN MEMPRIORITASKAN EKONOMI DIGITAL MARKETING Febri Indra Farizki; Robiatus Salamah; Tengku Suripah Rani Mutiah; Widya Kusuma Wardhani; Purnama Siddi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.626 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3374

Abstract

ABSTRAKDi era new normal merupakan tahapan bagi pemerintah maupun masyarakat untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang terjadi di segala lapisan masyarakat. Maka dengan memanfaatkan keadaan new normal ini, maka kami kelompok KKN Tematik Universitas Islam Batik Surakarta membuat kegiatan penyuluhan UMKM yang bertujuan untuk membangkitkan kembali dan meningkatkan semangat berwirausaha dengan memanfaatkan media sosial sebagai salah satu strategi dari digital marketing  di Desa Jambeyan. Penyuluhan ini diikuti oleh 15 warga pemilik UMKM Dukuh Ngrejeng, Dusun Gamping, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Dengan melaksanakan penyuluhan UMKM maka kami segenap kelompok KKN Tematik Universitas Islam Batik Surakarta menyimpulkan bahwa penyuluhan UMKM yang kami berikan kepada para pemilik UMKM di Dukuh Ngrejeng, Dusun Gamping, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen memperoleh dampak perekonomian pelaku UMKM meningkat sehingga mereka mampu untuk mempertahankan kehidupannya. Kata kunci: penyuluhan UMKM; digital marketing; new normal. ABSTRACTIn the new normal era, it is a stage for the government and society to solve economic problems that occur at all levels of society. So by taking advantage of this new normal situation, we, the Thematic KKN Group of the Islamic Batik Surakarta University, made a UMKM counseling activity that aims to revive and increase the entrepreneurial spirit by utilizing social media as one of the strategies of digital marketing in Jambeyan Village. This counseling was attended by 15 residents of the owner of UMKM Dukuh Ngrejeng, Gamping Hamlet, Jambeyan Village, Sambirejo District, Sragen Regency. By carrying out the UMKM counseling, the entire Thematic KKN Group of the Islamic Batik Surakarta University concluded that the UMKM counseling we gave to UMKM owners in Dukuh Ngrejeng, Dusun Gamping, Jambeyan Village, Sambirejo District, Sragen Regency had an increased economic impact so that they were able to maintain its life. Keywords: UMKM counseling; digital marketing; new normal.