cover
Contact Name
Agus Kurniawan
Contact Email
kurniawanlearning@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planoearth.ummat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Planoearth
ISSN : 25025031     EISSN : 26154226     DOI : -
Jurnal Planoearth adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari penelitian di bidang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2025): Februari" : 6 Documents clear
KARAKTER VISUAL STREET FURNITURE KORIDOR JALAN DIPONEGORO KOTA SURAKARTA Wicaksono, Bangkit Adhi
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.15868

Abstract

Abstrak: Koridor Jalan Diponegoro telah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Surakarta karena ingin seperti Koridor Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta. Obyek-obyek yang diperbaiki seperti street furniture. Street furniture ini merupakan elemen penting dalam membentuk karakter visual kawasannya. Hal tersebut dapat menonjolkan identitasnya. Dalam penelitian ini mendeskripsikan tentang karakter visual yang terpampang jelas pada street furniture di Koridor Jalan Diponegoro, Kota Surakarta. Adapun indikator yang dipakai yaitu bentuk, warna, skala, garis, irama, tekstur, dan proporsi dan dimensi. Hal yang dilakukan ialah mengamati, mendokumentasi, dan menganalisis literatur sesuai dengan permasalahan lalu mendeskripsikannya dalam bentuk tabel. Hasil analisa menunjukkan bahwa karakter visualnya didominasi bentuk persegi yang kuat, warna gelap yang kuat/elegan, skala sedang dibanding dengan obyek sekitar, garis lurus yang sederhana, irama yang berulang-ulang tidak beraturan, dan berukuran sedang dan proporsinya bagus. Diharapkan dengan penjelasan di atas dapat mudah mengenal dan mengangkat identitas kawasan Koridor Jalan Diponegoro di Kota Surakarta.Abstract: The Surakarta City Government has repaired the Diponegoro Street Corridor because it wants to be like the Malioboro Street Corridor, Yogyakarta City. Repaired objects such as street furniture. Street furniture is an important element in shaping the visual character of the area. This can highlight their identity. This study describes the visual characters that are clearly displayed on the street furniture in the Jalan Diponegoro Corridor, Surakarta City. The indicators used are shape, color, scale, line, rhythm, texture, and proportion and dimensions. The thing to do is to observe, document, and analyze the literature according to the problem and then describe it in tabular form. The results of the analysis show that the visual character is dominated by strong square shapes, strong/elegant dark colors, moderate scale compared to surrounding objects, simple straight lines, irregularly repeated rhythms, and medium size and good proportions. It is hoped that the explanation above can easily recognize and elevate the identity of the Jalan Diponegoro Corridor area in Surakarta City.
ANALISIS KERAWANAN TERHADAP BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU Alimuddin, Ilham; Albab, Nurul Istiqamah Ulil
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.17785

Abstract

Abstrak: Banjir Rob telah menjadi salah satu permasalahan di kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru yang terjadi pada musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat Kerawanan Banjir Rob dan merumuskan arahan pemanfaatan ruang berbasis mitigasi struktural dan non struktural. Penelitian ini membutuhkan data kuantitatif, data kualitatif dan data spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif berdasarkan pembobotan skor 6 parameter yaitu Ketinggian Lahan, Jarak dari Pantai, Jarak dari Sungai, Kemiringan Lereng, Jenis Tanah dan Tutupan Lahan. Metode analisis yang digunakan berupa overlay untuk menganalisis tingkat kerawanan dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menghasilkan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan kelasnya yaitu rawan, cukup rawan dan tidak rawan. Tingkat kerawanan bencana banjir rob di Kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi berada di Desa Madello, Desa Lampoko dan Kelurahan Takkalasi, tingkat kerawanan sedang berada di desa Binuang, Madello, Takkalsi,Lampoko, Balusu dan Kamiri, sedangkan untuk tingkat kerawanan rendah berada di Desa Kamiri.Abstract: Rob flooding has become one of the problems in the coastal area of Balusu District, Barru Regency which occurs during the rainy season. This study aims to identify the level of Rob Flood Vulnerability and formulate spatial utilization directions based on structural and non-structural mitigation. This research requires quantitative data, qualitative data and spatial data. The method used in this study is a quantitative approach based on weighting the score of 6 parameters, namely Land Height, Distance from Beach, Distance from River, Slope Slope, Land Type and Land Cover. The analysis method used is in the form of overlays to analyze the level of vulnerability and descriptive analysis. Based on the results of the analysis, the level of tidal flood vulnerability based on its class is vulnerable, quite vulnerable and not vulnerable. The level of vulnerability to tidal flood disasters in the coastal area of Balusu District, Barru Regency, areas with a high level of vulnerability are in Madello Village, Lampoko Village and Takkalasi Village, moderate levels of vulnerability are in the villages of Binuang, Madello, Takkalsi, Lampoko, Balusu and Kamiri, while The low level of vulnerability is in Kamiri Village.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DIARE DI PUSKESMAS GODEAN I YOGYAKARTA Winarti, Putri Yuni; Nuzuliana, Rosmita
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.17191

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita diare dengan menggunakan metode purposive sampling sejumlah 68 sampel, pengumpulan data menggunakan rekam medis. Hasil dari penelitian ini adalah dari Karakteristik balita diare berdasarkan usia mayoritas usia 1 tahun (34%), mayoritas jenis kelamin laki-laki (57%), jenis pembayaran mayoritas menggunakan Bpjs non Pbi (41%). Status Gizi secara keseluruhan adalah normal (44%) dan masih ada status gizi balita yang kurang tetapi masih dalam batas normal yaitu 6% (<10%).Abstract: This study aimed to provide an overview of the nutritional status of toddlers with diarrhea, utilizing purposive sampling method with a sample size of 68. Data collection was done using medical records. The results of this study show that the majority of toddlers with diarrhea were one year old (34%), predominantly male (57%), and primarily used non-PBI BPJS as their payment method (41%). Overall, the nutritional status was normal (44%), but there were still some toddlers with suboptimal nutritional status within the normal range, i.e., 6% (<10%).
ANALISIS PERMASALAHAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA MATARAM DENGAN PENDEKATAN DPSIR Rahmat, Nurul Isnaeni; Luthfi, Ja’far; Supriyadi, Supriyadi; Adiansyah, Joni Safaat; Johari, Harry Irawan
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.29931

Abstract

Abstrak: Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kota Mataram sebagai kota berkembang, yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan lahan untuk pembangunan hunian yang layak. Permukiman kumuh di Kota Mataram ditandai dengan kondisi fisik yang buruk, minimnya akses terhadap infrastruktur dasar, dan kerentanan sosial-ekonomi penduduknya. Selain itu, kawasan ini juga rentan terhadap bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang semakin memperburuk kondisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan permukiman kumuh di Kelurahan Sandubaya menggunakan pendekatan DPSIR (Driver-Pressure-State-Impact-Response). Pendekatan DPSIR memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor penyebab (driver), tekanan yang ditimbulkan (pressure), kondisi yang ada (state), dampak yang terjadi (impact), serta respons yang telah diambil oleh masyarakat dan pemerintah (response). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan utama di permukiman kumuh di Kota Mataram meliputi infrastruktur yang buruk, ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, serta kerentanannya terhadap bencana alam. Selain itu, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih juga memperburuk kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam penanganan permukiman kumuh di Kota Mataram, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara menyeluruh.Abstract: Slum settlements are one of the major issues faced by Mataram City as a developing urban area, caused by rapid population growth and limited land available for the development of decent housing. Slum areas in Mataram are characterized by poor physical conditions, limited access to basic infrastructure, and the socio-economic vulnerability of their residents. Additionally, these areas are also prone to natural disasters such as floods and landslides, which further worsen living conditions. This study aims to analyze the issues of slum settlements in Sandubaya Village using the DPSIR (Driver-Pressure-State-Impact-Response) approach. The DPSIR approach provides a comprehensive understanding of the driving factors (drivers), the pressures generated (pressures), the existing conditions (state), the impacts experienced (impacts), and the responses that have been taken by the community and the government (responses). The results of this study indicate that the main problems in the slum settlements in Mataram include poor infrastructure, the inability of the community to meet basic needs, and their vulnerability to natural disasters. Moreover, limited access to healthcare, education, and clean water further deteriorates the quality of life for the residents. This research is expected to contribute to formulating more holistic and sustainable solutions in addressing slum settlements in Mataram City, considering social, economic, and environmental aspects comprehensively.
UPAYA DESA WISATA CIREUNDEU DALAM MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN MENJAGA KEARIFAN LOKAL Muslimah, Regalia Arsyika; Azzahra, Savira Tia; Andani, Radita Tullia; Prasetyo, Mahrandra Ravlyadi; Andari, Rini; Khaerani, Rijal; Pandia, Suka Prayanta
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.28681

Abstract

Abstrak: Desa Wisata Cireundeu menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk menjaga kelestarian alam dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya desa dalam menghadapi tantangan pariwisata massal, seperti over-tourism, serta menjaga keberlanjutan pariwisata melalui kebijakan pengendalian jumlah wisatawan, penggunaan energi terbarukan, dan pelatihan budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan analisis terhadap kebijakan dan program edukasi untuk wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Cireundeu berhasil menciptakan model pariwisata yang mendukung perekonomian lokal, melibatkan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, serta berkontribusi pada pelestarian alam dan budaya untuk generasi mendatang.Abstract: Cireundeu Tourism Village applies the principle of sustainable tourism by integrating environmental, social, and economic aspects to preserve local nature and culture. This study aims to explore the village's efforts in facing the challenges of mass tourism, such as over-tourism, and maintaining tourism sustainability through policies to control the number of tourists, use of renewable energy, and local cultural training. The method used is a qualitative descriptive approach, with an analysis of policies and educational programs for tourists. The results of the study show that Cireundeu Tourism Village has succeeded in creating a tourism model that supports the local economy, involves the community in tourism management, and contributes to the preservation of nature and culture for future generations.
PENATAAN DAN PENGELOLAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI TEMBOLAK KELURAHAN PAGUTAN KOTA MATARAM Hadiaksah, Aria; Musdalifah, Musdalifah; Handayani, Annisa; Laili, Widya Husmatika; Ruswanda, Yosta Wilham; Ramdhani, Muh. Rafli Jusuf
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.15863

Abstract

Abstrak: Sektor informal kini menjadi salah satu sumber pendapatan dan pertumbuhan perekonomian di perkotaan. Salah satu lokasi yang paling diminati untuk berjualan para Pedagang Kaki Lima adalah kawasan Tembolak. Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lokasi tersebut tidak jarang menimbulkan permasalahan yang ada. Keberadaan PKL pada satu sisi, dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi sebagian kebutuhannya yang tidak bisa disediakan oleh jasa sektor formal. Di sisi lain, keberadaan PKL yang banyak memanfaatkan ruangan kota dirasakan sebagai sesuatu yang meresahkan kepentingan publik. Lokasi PKL tersebut akan mengurangi kenyamanan publik untuk menikmati dan memanfaatkan pedestrian dan sebagian badan jalan dirasakan cukup mengganggu kelancaran pejalan kaki dan pengendara, disamping juga banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lokasi ini berakibat akan keindahan dan penataan pintu masuk perkotaan terganggu, serta wajah kota yang terkesan kumuh. Berdasarkan urairan permasalahan diatas maka diperlukannya sebuah penataan dan pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tembolak Pagutan Kota Mataram untuk meminimalisir dampak negatif dan mempertahankan dampak positif yang ada maka diperlukannya penataan yang dapat dilakukan dengan membuat kebijakan pemerintah kota untuk mengatur keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, buku, dan angka-angka, serta data yang diperoleh berasal dari wawancara dan observasi. Hasil studi, diketahui bahwa konsep penanganan permasalahan PKL di Tembolak dengan cara pembinaan dan penyediaan lahan parkir, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama demi kepentingan bersama.Abstract: The informal sector is now a source of income and economic growth in urban areas. One of the most popular locations for selling street vendors is the Tembolak area. The large number of street vendors (PKL) who occupy these locations often causes existing problems. The existence of street vendors on the one hand, is needed by the community to fulfill some of their needs that cannot be provided by formal sector services. On the other hand, the existence of street vendors who take advantage of many urban spaces is felt as something that is troubling the public interest. The location of these street vendors will reduce public convenience to enjoy and utilize pedestrians and some road bodies are felt to be quite disturbing to the smooth running of pedestrians and motorists, in addition to the large number of street vendors (PKL) who occupy these locations resulting in the beauty and arrangement of urban entrances being disrupted, as well as the face seedy city. Based on the description of the problem above, it is necessary to arrange and manage street vendors (PKL) in the Pagutan City of Mataram to minimize the negative impacts and maintain the existing positive impacts. ). This research uses descriptive method with a qualitative approach. The data collected are in the form of words, pictures, books, and numbers, and the data obtained comes from interviews and observations. The results of the study, it is known that the concept of handling street vendors' problems in Tembolak by coaching and providing parking lots, the government and the community must work together for the common good. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6