cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 20873123     EISSN : -     DOI : -
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasii adalah jurnal yang memuat makalah ilmiah bidang penelitian informatika dan informasi. Jurnal ini di terbitkan oleh Puslitbang Aptika dan IKP, Badan Litbang SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Volume pertama Vol.1 No.1 Jurnal Masyarakat Telematia dan Informasi ini terbit pada tahun 2010. sampai dengan sekarang setiap terbitan memuat enam makalah ilmiah dari bidang Informatika dan Ilmu Komunikasi Sosial . Pada Edisi tahun 2016 Jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi memfokuskan penerbitan pada naskah ilmiah di bidang teknologi informatika. Meskipun fokus jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi mengedepankan bidang keilmuan teknik informatika , pembaca mungkin akan tetap menemukan beberapa naskah ilmiah yang terdiri dari bidang ilmu komunikasi dan sosial pada halaman back issue mulai edisi vol.1 no.1 tahun 2010 sampai dengan vol.6 no.2 tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN & PERUBAHAN SOSIAL Perspektif Dominan Kajian Ulang dan Teori Kritis Arifianto, Somo
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 2, No 2 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis Buku: H.Rochajat Harun & Elvinaro Ardianto. Cetakan 1: Tahun,2011.. Tebal Buku : 325 halarnan, xvii. Penerbit : PT.Rajagrasido Persada. Alarnat Penerbit : Jl.Janur Kuning I Blok,WF I No:l Kelapa Gading Permai, Jakarta, 14240 Phone, 021-4520951- 45847329. e-mail: rajapers@rajagrafindo.com, http:// www .rajagrafindo.com
KONSTRUKSI MEDIA MASSA DALAM PROSES PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA Nugroho, Ari Cahyo
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a nation who adheres to the principle of unity in diversity (bhinneka), the issue of SARA (tribe, religion, race, and inter- groups) become a thing that is extremely sensitive. In the second round election for regional chief DKI governence, SARA issues raised by various mass media. The issue further sharping, with Rhoma Irama statement, who considered attack jakowi-ahok. Tempo Newspaper as one of independent media, used as a source of in this research. This research is a descriptive analysis, using framing method. The preaching of Tempo Newspaper associated with this research is collected and analysed using a frame entman. The results show that Koran Tempo display issues only focus on one object i.e. Rhoma Irama, related SARA in the election of Head Region DKI Jakarta (the Governor and the Deputy Governor). With the theme minored as a legal case. Koran Tempo seemed more focused on the case of Rhoma Irama as SARA case from the legal issues, who outbox another candidate. Koran Tempo had 8 news coverage relating to SARA, and the dominance is Rhoma Irama. In this case, Rhoma Irama declare that Muslims Jakarta, mustn’t choose the leaders of non-Muslims, according to the media, indirectly attacking pair candidates Joko Widodo-Basuki Tjahaja. Of overall conclusions, Koran Tempo seen load balance in news coverage of the case of SARA
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PROSES PELATIHAN KERJA Herawati, Dewi; Gondokary, Yudi Satria
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 5, No 2 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the components of enterprise architecture (EA) is information architecture (IA), which has three elements, those are people, process, and technology. The research was conducted using the variables on the process elements involving people and technology elements. This research discusses the designing of information architecture model of vocational training process at the Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Dalam Negeri (BBPLKDN) Bandung. Stages of the research are using qualitative approach method. COBIT 5 and TOGAF framework are used as the references during the analysis and designing. The analysis tool used is the consolidation of BSC and CSF. Validation of the research result is done by triangulation method to the theory, vocational training regulatory/policy, and the BBPLKDN Bandung need. The conclusion from this research is that the information architecture model of vocational training process in BBPLKDN Bandung is affected by elements of people, process, and technology in the scope of enterprise architecture, with reference to the results of BSC and CSF consolidation.
STUDI PERKEMBANGAN PASAR SMART CARD INDONESIA PADA SEKTOR PERBANKAN Rafizan, Onny
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 8, No 1 (2017): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.463 KB) | DOI: 10.17933/mti.v8i1.102

Abstract

Smart card merupakan salah satu teknologi yang sudah banyak digunakan di Indonesia di berbagai sektor. Dari sisi teknologi, industri dalam negeri sebenarnya sudah mampu memproduksi smart card, sehingga industri ini sangat potensial untuk dikembangkan menuju kemandirian. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dalam usaha pemerintah untuk mendorong perkembangan industri smart card dalam negeri, dengan tujuan memberikan gambaran kondisi pasar smart card di Indonesia saat ini. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui FGD dengan pihak-pihak yang terkait dengan industri smart card seperti regulator, pelaku industri, dan salah satu pengguna terbesar smart card yaitu perbankan. Selain itu dilakukan juga survei bekerja sama dengan Telkom University terhadap pelaku industri smart card di daerah Jabodetabek dan Bandung. Dari hasil penelitian didapatkan gambaran value chain pasar smart card saat ini, serta diberikan beberapa rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri smart card kedepan.
PENGARUH KEMUDAHAAN AKSES INFORMASI INTERNET MELALUI KONTEKS SOSIAL PELAJAR TERHADAP KECENDERUNGAN TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENULISAN KARYA TULIS DI KALANGAN PELAJAR Koswara, Annisa Nur Muslimah
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 1 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.269 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i1.115

Abstract

AbstractInformation and Communication Technology facilitates to accsess global information thorugh internet. This facility is indicated to increase growth of plagiarism actions. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) survey has published that the penetration of using internet Indonesia increase about 132,7 millons and 69,8% using by students in 2016. This research is purposed to find out and measure the strength of influence on easily accesing informastion through internet to the tendency of plagiarism action in student. This research is based on computer mediated communication theory consequently this research examine 3 (three) variables, indenpendent variables (the easiness of accessing information through internet), dependent variables (the tendency of plagiarim actions in writing scientifi papers, and interverning variabel (the social contexts of students). This method uses quantitative method and regression analyze tehnic. Then this method uses propotional strata sampling technic, so this research sample about 55 students. This research result verifies the influence power of easiness accessing information to the tendency of plagiarism action in students is weakness about 19.9%. This result happens because of interverning variable (student social contexts). In this result, we can say that the sophisticated of communication and information technology not directly present implications toward negative actions because the individual which determine to use this techologies.AbstrakKehadiran teknologi komunikasi dan informatika, semakin memudahkan akses informasi global melalui internet. Kemudahan ini disinyalir bisa menyuburkan praktik-praktik plagiarisme. Sementara penetrasi penggunaan internet Indonesia berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) 2016 menunjukan peningkatan sebesar 132,7 Juta dan 69,8% dimanfaatkan oleh pelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengukur seberapa kuat pengaruh kemudahan akses informasi melalui internet terhadap tindakan plagiarisme dalam penulisan karya tulis di kalangan pelajar. Penelitian ini mengacu pada teori computer mediated communication sehingga terdapat 3 (tiga) variabel, yaitu variabel independen : kemudahan akses informasi melalui internet, variabel dependen : kecenderungan tindakan plagiarisme dalam penulisan karya tulis, dan variabel interverning : konteks sosial pelajar. Metode penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Penelitian ini mengunakan teknik sampling strata proposional, sampel penelitian ini berjumlah 55 pelajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kemudahan mengakses informasi digital melalui internet dengan kecenderungan tindakan plagiarisme, tapi lemah sebesar 19.9%. Hal ini dikarenakan adanya variabel interverning yang perlu diperhatikan. Variabel interverning itu adalah konteks sosial pelajar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang mutakhir tidak serta merta secara langsung berimplikasi pada tindakan-tindakan negatif karena individu yang menentukan penggunaan teknologi-teknologi tersebut.
PERCEPATAN IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI KOTA BANJAR (ACCELERATION OF E-GOVERNMENT IMPLEMENTATION IN CITY OF BANJAR) Sari, Diana
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 2 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.599 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i2.121

Abstract

AbstractThe implementation of e-government in West Java is already underway, several regions are considered successful, but there are still many cities/districts in West Java that still need attention, including the City of Banjar. This research was conducted to map the description of the implementation of e-government in Banjar City and the formulation of optimizations that can be encouraged to accelerate the implementation of e-government in Banjar City with an actor approach in the implementation of e-government. The research method is carried out with a qualitative approach by mapping the description from the dimensions of governance, infrastructure, and services. Forcefield analysis is carried out to encourage the strengthening of each dimension/aspect, and formulate an optimization formulation of the acceleration of e-government implementation in Banjar City. There are a number of things that can be of concern to accelerate implementation, including from the dimensions of governance, infrastructure and services by encouraging the acceleration of legal and policies related to e-government at the city level, standards, encouraging data integration, services according to main tasks and functions and inventory so and services do not overlap and ensure connectivity and interoperability of services can be appropriate.AbstrakImplementasi e-government di Jawa Barat sudah berjalan, ada beberapa daerah yang dinilai berhasil, tetapi masih banyak beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat yang masih membutuhkan perhatian, diantaranya adalah Kota Banjar. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan gambaran implementasi e-government di Kota Banjar serta formulasi optimasi yang dapat didorong untuk mempercepat implementasi e-government di Kota Banjar dengan pendekatan pelaku dalam implementasi e-government. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan memetakan gambaran implementasi dari dimensi tata kelola, infrastruktur dan layanan. Analisis force field dilakukan untuk mendorong penguatan dari masing-masing dimensi/aspek, serta merumuskan formulasi optimasi percepatan implementasi e-government di Kota Banjar. Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian untuk mempercepat implementasi diantaranya dari dimensi tata kelola, infrastruktur dan layanan dengan mendorong percepatan payung hukum dan kebijakan terkait e-government di level kota, standar, mendorong integrasi data, layanan sesuai tugas pokok dan fungsi serta inventarisasi agar infrastruktur dan layanan tidak tumpang tindih serta menjamin konektivitas dan interperobilitas layanan dapat sesuai. 
MENINGKATKAN KUALITAS SKILL DAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA PUTUS SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI MELALUI VISUALISASI KOMPUTER BERBASIS MULTIMEDIA PADA KABUPATEN MAROS Rismayani, Rismayani; Irmayana, Andi; Ahyuna, Ahyuna
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 2 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.416 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i2.123

Abstract

AbstactMaros district is one of the Second Level Regions in the province of South Sulawesi, Indonesia. The district capital is located in Maros city. This regency has an area of 1,619.12 km². The problem of this research is how to know the quality of learning skill and motivation from drop out teenagers in Maros district especially in Temmappaduae and Pa'bentengan village adolescents. Temmappaduae village and Pabbentengan village are located in the border area of Makassar with Maros Regency. The goal is to know the quality of skills and motivation of learning drop out teens in the utilization of multimedia-based information technology, so that teenagers drop out of school have the expertise. The methods are observation to drop out teens, approach to drop out teenagers so they are motivated to learn, then carry out the training of activities using multimedia computer-based information visualization technology, and further evaluation of the learning outcomes of training activities. Data obtained from teenagers dropping out of school, from the learning outcomes of teenagers drop out of school then taken as many as 18 samples. The result of this research is based on the level of satisfaction of the drop out teenagers who follow the activity of computer technology utilization in Maros regency which stated that they are very satisfied as much as 81,37%, satisfied 16,41%, quite satisfied 2,22%, less satisfied and not satisfied 0 %. Based on sklill quality level and learning motivation of drop out teenager then obtained valid result.AbstrakKabupaten Maros adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Maros. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.619,12 km². Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana mengetahui kualitas skill dan motivasi belajar dari remaja putus sekolah di kabupaten Maros khususnya pada remaja desa Temmappaduae dan desa Pa’bentengan. Desa Temmappaduae dan desa Pabbentengan berada di daerah perbatasan kota Makassar dengan Kabupaten Maros. Tujuannya adalah mengetahui kualitas skill dan motivasi belajar remaja putus sekolah dalam pemanfaatan teknologi informasi yang berbasis multimedia, sehingga para remaja putus sekolah memiliki keahlian. Adapun metodenya adalah observasi terlebih dahulu ke tempat para remaja putus sekolah, pendekatan kepada para remaja putus sekolah agar mereka termotivasi untuk belajar , kemudian melaksanakan pemberian pelatihan kegiatan menggunakan teknologi informasi visualisasi komputer yang berbasis multimedia, selanjutanya evaluasi terhadap hasil belajar dari kegiatan pelatihan. Data-data yang diperoleh berasal dari kelompok remaja putus sekolah, dari hasil belajar para remaja putus sekolah maka di ambil sebanyak 18 sampel. Hasil dari penelitian adalah berdasarkan tingkat kepuasan para remaja putus sekolah yang mengikuti kegiatan pemanfaatan teknologi komputer di kabupaten Maros yaitu yang menyatakan sangat puas sebanyak 81,37 %, puas 16,41 %, cukup puas 2,22%, kurang puas dan tidak puas 0 %. Berdasarkan tingkat kualitas sklill dan motivasi belajar remaja putus sekolah maka diperoleh hasil yang valid. 
AN EXAMINATION OF THE APPLICATION AND MEASURE OF IOT IN INDONESIAN BUSINESS SETTINGS (PENGKAJIAN APLIKASI DAN PENGUKURAN IOT DALAM PENGATURAN BISNIS INDONESIA) Khan, Muhammad Asif
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 2 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.088 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i2.119

Abstract

AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengukur tingkat konektivitas internet dari layanan bisnis berbasis hal-hal baik di kota-kota besar dan di daerah-daerah sub-urban di Indonesia. Indonesia masih merupakan pasar muda untuk IoT. Namun, antusiasme administrator untuk zona ini berkembang. Telkomsel berubah menjadi administrator utama untuk memasarkan NB-IoT di negara ini pada Maret 2018, dan Indosat Ooredoo telah menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana untuk bergerak menuju inovasi ini. Laporan nasional ini memberikan garis besar dari showcase IoT Indonesia, termasuk informasi tentang asosiasi dan pendapatan dan pemeriksaan prosedur pemain yang signifikan. Studi ini memberikan ulasan tentang pasar IoT, arahan terkait dan desain bangsa serta informasi otentik dan dugaan untuk perangkat portabel. Akhirnya, analisis titik balik kunci dan elemen pasar. Dengan memeriksa semua ini, maka menjadi lebih mudah untuk mengukur Iot sejak variabel menjadi jelas. Bagian pertama dari makalah ini memperkenalkan dan mendefinisikan apa itu internet dengan memberi latar belakang dan evolusi teknologi. Ini juga menyoroti kesiapan dan penerapan internet hal-hal di antara orang-orang di wilayah Indonesia. Selain itu, menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendalilkan bagaimana IOT dapat diukur. Bagian pertama adalah latar belakang yang memerlukan informasi latar belakang tentang IOT di Indonesia diikuti oleh tujuan penelitian. Ini diikuti oleh formulasi hipotesis, metodologi, analisis dan hasil penelitian.AbstractThis study seeks to how to measure the level of the Internet of things-based business services connectivity both in big cities and in sub-urban areas in Indonesia. Indonesia is yet a youthful market for IoT. However, administrator enthusiasm for this zone is developing. Telkomsel turned into the main administrator to market NB-IoT in the nation in March 2018, and Indosat Ooredoo has demonstrated that it has plans to move towards this innovation. This national report gives an outline of the Indonesian IoT showcase, including information on associations and income and an examination of the procedures of significant players. This study provides a review of the IoT market, related direction and nation designs as well as authentic information and conjectures for portable devices. Finally, it analysis key turning points and market elements. By examining all this, then it becomes easier to measure Iot since the variables become apparent. The first part of the paper introduces and defines what internet of things is by giving a background and evolution of the technology. It also highlights the readiness and application of internet of things among the people in the Indonesian region. In addition, it uses qualitative and quantitative approach to postulate as to how Iot can be measured. The first part is the background which entails a background information on Iot in Indonesia followed by the objectives of the study. This is followed by a hypothesis formulation, methodology, analysis and results of the research. 
TANDATANGAN DIGITAL SEBAGAI SOLUSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) HIJAU: SEBUAH KAJIAN LITERATUR (DIGITAL SIGNATURE AS GREEN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) SOLUTION: A REVIEW PAPER) Abraham, Firda Zulivia; Santosa, Paulus Insap; Winarno, Wing Wahyu
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 2 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.072 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i2.120

Abstract

Abstract The presence of Information and Communication Technology (ICT) can be a solution to environment issues, one of the concepts about environment-friendly of ICTs is a Green ICT. Digital Signature in Indonesia regulated in Government Regulation No.82/2012 About System Implementation and Electronic Transaction, thats works to authentification tools and verification. By implementing of Green ICT, it’s expected that the use of media such as excess paper in office will be minimized. This study looking for Green ICT solution using the Digital Signature. With the existing theory, it is expected that the implementation of Digital Signature can reduce the use of paper in the office and maximize the concept of e-Government. However, implementation of e-Government with the technology increasing the use of paper and the use of digital signature technology with high-tech encryption is felt to burden the organization, it is not same way with objective of e-Government, a budget efficiency. Therefore Digital Signature with PKCS#12 method which are issued officially by the government expected to increase paper reduction. PKCS#12 method in addition to not requiring its own infrastructure, the use of the method also does not require a lot of money to funding the Digital Signature system.Abstrak Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi sebuah solusi mengenai isu ramah lingkungan, salah satu konsep tentang TIK yang ramah lingkungan adalah Green Information and Communication Technology (Green ICT). Tanda Tangan Digital di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang berfungsi sebagai alat autentifikasi dan verifikasi. Dengan menerapkan Green ICT, diharapkan penggunaan media seperti kertas berlebih di lingkungan perkantoran akan semakin diminimalisir. Penelitian ini ditulis sebagai kajian dari sebuah sistem pendukung Green ICT, yaitu Tanda Tangan Digital (TTD). Dengan teori yang sudah ada diharapkan penerapan TTD dapat mengurangi penggunaan kertas di lingkungan perkantoran atau lebih memaksimalkan konsep e-Government. Penggunaan TTD dengan metode PKCS#12 diharapkan dapat meningkatkan lagi pengurangan kertas, selain tidak memerlukan infrastruktur tersendiri, penggunaan dengan metode tersebut juga tidak membutuhkan biaya yang banyak
REVOLUSI BISNIS BERBASIS PLATFORM SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA Setiawan, Ahmad Budi
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 1 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.757 KB) | DOI: 10.17933/mti.v9i1.118

Abstract

AbstractThe growth of the online world of commerce (internet), also known as e-commerce, is growing very rapidly in the last twenty years. This phenomenon then moved the emergence of a digital economy. This trend will change the development of the world of business, commerce, economy, and ultimately revolutionize people's lives. The development of various startup companies that are starting to mushroom in Indonesia can also be seen to be closely following this trend, although not all of them can grow to as big as companies that have become examples of international success. It takes a mature strategy to be able to develop a business on a platform basis. On the government side, it needs the right policies to support the growth of the digital economy in Indonesia and provide great benefits to the nation. This study aims to provide appropriate recommendations for the government and other stakeholders in making policies related to the business revolution platform as a driver of the digital economy in Indonesia. This study was conducted qualitatively through literature studies. The output of this study produced recommendations for policies related to the business revolution in the digital economy era.AbstrakPertumbuhan dunia komersial berbasis online (internet), dikenal juga sebagai e-commerce, berkembang sangat pesat dalam dua puluh tahun terakhir. Fenomena ini kemudian menggerakkan munculnya ekonomi digital. Tren seperti inilah yang akan mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan merevolusi kehidupan masyarakat. Perkembangan berbagai perusahaan startup yang mulai menjamur di Indonesia juga bisa dilihat sangat mengikuti tren ini, walaupun belum semuanya dapat berkembang menjadi sebesar perusahaan-perusahaan yang telah menjadi contoh sukses di dunia internasional. Dibutuhkan strategi yang matang untuk dapat mengembangkan sebuah Bisnis dengan basis platform. Pada sisi pemerintah, perlu kebijakan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya ekonomi digital di Indonesia dan memberikan manfaat yang besar kepada bangsa. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang tepat bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat kebijakan terkait dengan revolusi bisnis platform sebagai penggerak ekonomi digital di Indonesia. Kajian ini dilakukan secara kualitatif melalui studi literatur. Keluaran dari kajian ini menghasilkan rekomendasi untuk kebijakan terkait dengan revolusi bisnis di era ekonomi digital.

Page 9 of 14 | Total Record : 135


Filter by Year

2010 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 2 (2020): Masyarakat Telematika & Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan K Vol 11, No 1 (2020): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 10, No 2 (2019): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 10, No 1 (2019): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 9, No 2 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 9, No 1 (2018): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 8, No 2 (2017): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 8, No 1 (2017): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 7, No 2 (2016): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 7, No 2 (2016): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 7, No 1 (2016): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 7, No 1 (2016): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 6, No 2 (2015): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 6, No 1 (2015): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 6, No 1 (2015): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 5, No 2 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 5, No 2 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 5, No 1 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 5, No 1 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 4, No 2 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 4, No 2 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 4, No 1 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 4, No 1 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 3, No 2 (2012): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 3, No 2 (2012): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 3, No 1 (2012): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 3, No 1 (2012): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 2, No 2 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 2, No 1 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 2, No 1 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 1, No 2 (2010): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Vol 1, No 1 (2010): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan More Issue