Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA"
:
10 Documents
clear
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CTL DI KELAS VII MTS NURHASANAH MEDAN T. A 2014/2015
Bahri, Saiful
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.148 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Nur Hasanah denganmenggunakan model Pembelajaran CTL T. A 2014/2015. Penelitian ini termasuk jenis penelitiantindakan kelas yang dilakukan pada siklus I, II, dan III. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelasVII MTs Nur Hasanah sebanyak 1 kelas dengan jumlah siswa 30 orang. Instrumen yang digunakanadalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian tes siswa pada materi himpunan siklusI sebesar 93,33% dan secara klasikal sebanyak 28 orang siswa yang dinyatakan baik. Setelahdilakukan pada siklus II, hasil tes matematika siswa pada materi himpunan belum meningkatmenjadi sebesar 86,67% dan secara klasikal sebanyak 26 orang siswa yang dinyatakan kemampuanmatematikanya baik, dikatakan belum meningkat maka dilanjutkan ke siklus ke III. Pada tes hasilbelajar siklus III, jumlah ketuntasan belajar siswa mencapai 29 orang siswa (96,67%). Berdasarkanhasil temuan, penelitian selama 3 siklus dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL dapatmeningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII MTs Nur Hasanah Medan.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOMPONEN EKOSISTEM DAN INTERAKSINYA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION DI KELAS VII-4 SMP NEGERI 37 MEDAN
Marina, Jojor
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.053 KB)
Metode yang digunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah: Dengan menggunakan metode Team Accelerated Instruction dapatmeningkatkan hasil belajar siswa di Kelas VII-4 SMP Negeri 37 Medan. Berdasarkan test awal (pretest) pada 39 siswa terdapat 0 orang siswa yang tuntas dengan batas KKM 75. Penelitian ini terdiridari dua siklus, yaitu siklus 1 dan siklus 2 yang terdiri dari permasalahan, tahap perencanaan, tahappelaksanaan, tahap observasi, analisa data, dan tahap refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan model pembelajaran Team Accelerated Instruction, pada pelajaran IPA dapatmeningkatkan hasil belajar siswa di Kelas VII-4 SMP Negeri 37 Medan. Hal ini dapat dilihat darirata-rata nilai tes awal yaitu sebesar 47,17 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 0,0%. Namunsetelah dilakukan tindakan pada siklus 1 di dapat rata-rata hasil belajar siswa sebesar 66,92 dengantingkat ketuntasan belajar sebesar 46,15% . Dan pada siklus 2 di dapat nilai rata-rata siswa naikmenjadi 83,33 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa denganmenggunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction pada pelajaran IPA dapatmeningkatkan hasil belajar siswa di Kelas VII-4 SMP Negeri 37 Medan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENENTUKAN BARISAN DAN DERET MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEMBASED INSTRUCTIONSDI KELAS VIII-A SMP NEGERI 39 MEDAN
Lelawaty, Lelawaty
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.924 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa dan minat siswa saat bekerja dikelas VIII-A SMP NEGERI 39 Medan pada mata pelajaran Matematika dengan menerapkanmodel pembelajaran Problem Based Instructions. Model pembelajaran ini sangat tepat dalammengatasi permasalahan-permasalahan di atas dan dipertegas dengan argumen bahwamodel pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendirisehingga pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik, siswa dapat mengkomunikasikan danmendiskusikan pengetahuannya dengan temannya sehingga siswa saling membantu dansaling bertukar pikiran. Data hasil belajar belajar siswa menurut pengamatan pada Siklus 1antara lain 74,4. Data hasil belajar siswa menurut pengamatan pada Sikius 2 antara lain86,6. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Instructions diperoleh hasilbelajar siswa dari Siklus 1 ke Siklus 2 berikutnya mengalami peningkatan. Pada siklus 1menunjukkan tuntas individunya sebanyak 16 orang dengan tuntas kelas sebesar 40 %. Padasiklus 2 menunjukkan tuntas individu 38 orang dengan tuntas kelas sebesar 95%. Hasilbelajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Formatif 1 dan Formatif 2menunjukkan 74,4 dan 86,6 dari data tersebut menunjukkan tuntas sesuai dengan KKMMatematika. Sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran Matematika melalui modelpembelajaraan Problem Based Instructions di kelas VIII-A SMP NEGERI 39 Medan masukkedalam kategori tinggi.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DI KELAS VII â J SMP NEGERI 3 MEDAN
Sinaga, Rismauli
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.269 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang muncul di SMP Negeri 3 Medan, yaitu setelahguru melaksanakan pembelajaran IPA pada materi ciri-ciri makhluk hidup, guru mengetahui bahwa hasil belajar masih rendah. Hal ini tercermin dari perolehan tes hasil belajar, yaitu bahwa tidak adasiswa yang mencapai ketuntasan individual. Ini juga menunjukkan bahwa belum tercapai standarketuntasan klasikal karena prosentase ketuntasan adalah sebesar 0%. Dalam proses pembelajarankeaktifan siswalah yang seharusnya ditingkatkan karena proses belajar bukanlah menyampaikanmateri tapi bagaimana siswa dapat memperoleh informasi dengan cara-cara mereka sendiri maupunbimbingan guru. Selain itu dalam pembelajaran, ketertarikan siswa atau respon siswa juga sangatmempengaruhi perolehan hasil belajar. Dengan menyadari berbagai kenyataan diatas maka sebagaiseorang guru professional merasa perlu untuk memperbaiki pembelajaran, yaitu dengan mengadakanpenelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan meningkatkan pembelajaranIPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII-J SMP Negeri 3 Medan. Penelitian inimerupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan analisis datadalam penelitian ini bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan individualsiswa dan ketuntasan klasikal siswa. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instructionsjuga dapat membuat siswa lebih aktif. Siswa merespon positif terhadap pembelajaran yangmenerapkan Model Pembelajaran Problem Based Instructions. Model Pembelajaran Problem BasedInstructions dapat meningkatkan Hasil Belajar pokok bahasan ciri-ciri makhluk hidup siswa KelasVII-J SMP Negeri 3 Medan, yaitu nilai rata-rata kelas pada saat pre test 42,29; siklus 1: 64,17; siklus2: 83,61. Strategi Belajar Aktif Tipe Problem Based Instructions dapat menciptakan suasanapembelajaran yang efektif, dan siswa aktif bekerja sama, hal ini ditunjukkan pada siklus 1: 47,22;siklus 2: 87,14.
EFEKTIVITAS NANO KITOSAN DARI CANGKANG UDANG DAN NANO KITOSAN DARI CANGKANG BELANGKAS DALAM PROSES PENURUNAN KADAR LOGAM Hg
Siregar, Masdania Zurairah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.939 KB)
Penelitian mengenai efektivitas nano kitosan dari cangkang udang dan nano kitosancangkang belangkas (Tachypleus Gigas) dalam proses penurunan kadar logam Hg telahdilakukan. Kitosan yang digunakan dibuat dengan memanfaatkan cangkang udang dancangkang belangkas melalui proses deproteinisasi dan demineralisasi. Kitosan yangdihasilkan digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar logam Hg. Analisis kadarlogam Hg dilakukan dengan menggunakan Induktif Plasma - Atomic Emission Spectrometer(ICP - AES), dimana diperoleh bahwa adsorben efektif digunakan pada waktu kontak 25menit dengan hasil penyerapan paling maksimal diantara variasi waktu kontak yang lain.Sedangkan kitosan dari cangkang udang hanya mampu menghasilkan penyerapan sebesar 34.46% dan kitosan belangkas 39.69%.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM MENDESKRIPSIKAN KARATERISTIK TATA SURYA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IX-A SMP NEGERI 39 MEDAN
Astuti, Lili Sri Astuti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.196 KB)
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 39 Medan pada kelas IX-A. Latarbelakang masalah adalah sangat sulit dipahaminya pelajaran IPA bagi Sekolah Menengah Pertama(SMP) yang pada umumnya dianggap sebagai pelajaran yang memerlukan penalaran yang sangatbaik serta ketekunan dan konsentrasi yang penuh dari siswa. Metode yang digunakan modelpembelajaran Quantum Teaching. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah: Denganmenggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelas IX-A SMP Negeri 39 Medan. Berdasarkan test awal (pre test) pada 40 siswa terdapat 4 orangsiswa yang tuntas dengan batas KKM 75. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus 1 dansiklus 2 yang terdiri dari permasalahan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi,analisa data, dan tahap refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modelpembelajaran Quantum Teaching pada pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelasIX-A SMP Negeri 39 Medan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai tes awal yaitu sebesar 67,00dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 10%. Namun setelah dilakukan tindakan pada siklus 1didapat rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,25 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 35% Dan pada siklus 2 menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat nilai rata-rata siswa naik menjadi 88,00 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IX-A SMP Negeri 39 Medan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI INTERAKSI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING MENGGUNAKAN MIND MAPPING DAN MOTIVASI
Dwi, Dara Fitrah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.345 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, interaksi antara model pembelajaran inquiry trainingmenggunakan mind mapping dan motivasi dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Penelitian yang dilakukan secara quasi eksperimen. Populasi Penelitian ini adalah siswa kelas X SMAIT Al-Fityan School Medan. Pemilihan sampel dilakukan secara cluster random sampling yaitu kelasX 2 dan X . Instrumen penelitian ini menggunakan tes keterampilan proses sains dalam bentuk uraiandan tes motivasi dalam bentuk angket. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan ANAVA dua jalur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kemampuan keterampilan proses sains fisika siswa padakelompok motivasi diatas rata-rata lebih baik dibandingkan kemampuan keterampilan proses sainsfisika siswa pada kelompok motivasi di bawah rata-rata, dan Pada penelitian ini motivasi diatas rataratadominan meningkatkan keterampilan proses sains pada model Inquiry Training menggunakan mind mapping dari pada di pembelajaran konvensional.
IDENTIFIKASI KUALITATIFKLORIN PADA BERAS YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR
Rahmi, Sofia
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.199 KB)
Beras merupakan suatu bahan makanan yang berguna sebagai sumber energi tubuh manusia.Tidakjarang produsen menggunakan bahan tambahan pangan dengan tujuan memperpanjang masa simpanatau memperbaiki tekstur, citarasa dan warna. Salah satu bahan tambahan pangan yang dilarangditambahkan pada beras adalah klorin. Karena klorin bersifat merugikan dan membahayakan konsumen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan klorin pada beras yangdiperjualbelikan di pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif yaitudengan melakukan pengujian secara kualitatif sampel beras dari lima jenis merek yang berbeda.Dandilanjutkan pemeriksaan secara kuantitatif apabila terdapat kandungan klorin pada sampel berastersebut.Hasil pengamatan yang diperoleh dari kelima jenis merek beras yang berbeda tidak terdapatsatupun dari beras tersebut yang mengandung klorin. Ini terbukti dari pengujian yang dilakukan secarakualitatif dengan tidak adanya perubahan warna yang ditimbulkan setelah pemberian amilum 1% sebanyak 3 tetes dan juga pemberian kalium iodida 10 % sebanyak 3-5 tetes.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENENTUKAN SUDUT DAN GARIS PERPOTONGAN MELALUI PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS VIII-F SMP NEGERI 39 MEDAN
Sitinjak, Daswati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (500.626 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang muncul di SMP Negeri 39 Medan, yaitusetelah guru melaksanakan pembelajaran Matematika pada materi Menentukan Sudut danGaris Perpotongan. Guru mengetahui bahwa hasil belajar masih rendah. Hal inimenunjukkan bahwa belum tercapai standar ketuntasan klasikal karena prosentaseketuntasan adalah sebesar 55%. Dalam proses pembelajaran keaktifan siswalah yangseharusnya ditingkatkan karena proses belajar bukanlah menyampaikan materi tapibagaimana siswa dapat memperoleh informasi dengan cara-cara mereka sendiri maupunbimbingan guru. Dengan menyadari berbagai kenyataan diatas maka sebagai seorang guruprofessional merasa perlu untuk memperbaiki pembelajaran, yaitu dengan mengadakanpenelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan meningkatkanpembelajaran Matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII-F SMP Negeri39 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak duasiklus. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini bahwa penerapan metode demonstrasidapat meningkatkan ketuntasan individual siswa dan ketuntasan klasikal siswa. PenerapanMetode Diskusi Kelompok juga dapat membuat siswa lebih aktif. Siswa merespon positifterhadap pembelajaran yang menerapkan Metode Diskusi Kelompok. Metode DiskusiKelompok dapat meningkatkan Hasil Belajar Menentukan Sudut dan Garis Perpotongansiswa Kelas VIII-F SMP Negeri 39 Medan, yaitu nilai rata-rata kelas pada saat pre test 55;siklus 1: 70,63; siklus 2: 88. Strategi Belajar Aktif Metode Diskusi Kelompok dapatmenciptakan suasana pembelajaran yang efektif, dan siswa aktif bekerja sama, hal iniditunjukkan pada siklus 1: 70,63; siklus 2: 88.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DI KELAS VII-7 SMP NEGERI 30 MEDAN
Samosir, Martha Ria
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 1 No 2 (2016): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.266 KB)
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 30 Medan pada Kelas VII-7Tahun Ajaran 2015 / 2016. Latar belakang masalah adalah kurangnya motivasi siswa dalammengikuti pembelajaran IPA dilihat dan rendahnya nilai dan persentase ketuntasan belajar.Metode yang digunakan ialah Contextual Teaching Learning. Hipotesis yang diajukan padapenelitian ini adalah: Dengan menggunakan metode Contextual Teaching Learning dapatmeningkatkan hasil belajar siswa pada KD Klasifikasi Makhluk Hidup. Berdasarkan testawal (pre test ) pada 38 siswa terdapat 38 orang siswa yang tidak tuntas dengan batas KKM75. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II yang terdiri danpermasalahan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, analisa data, dantahap refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode cari, pada pelajaranBiologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII-7 SMP Negeri 30 Medan T.A.2015 / 2016. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai tes awal yaitu sebesar 38,68 dengan tingkat ketuntasan belajar seebsar 0 % namun setelah dilakukan tindakan pada siklus I didapat rata-rata hasil belajar siswa sebesar 60,26 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar13,16 % Dan pada siklus II di dapat nilai rata-rata siswa naik menjadi 81,31 dengan tingkatketuntasan belajar sebesar 92,10 %. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metodeContextual Teaching Learning pada pelajaran IPA KD Klasifikasi Makhluk Hidup dapatmeningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-7 SMP Negeri 30 Medan.