cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2015)" : 4 Documents clear
Simulasi Pengaruh Kemiringan Atap Rumah Terhadap Hujan Pasir Erupsi Gunung Api Tatas Tatas; Amien Widodo; Machsus Machsus; Muhammad Hafiizh Imaaduddiin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.027 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1584

Abstract

Letusan vulkanologi Gunung Bromo pada Tahun 2011 memberikan dampak kerusakan dan kerugian bagi masyarakat di empat kabupaten sekitarnya, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang. Hujan pasir yang terjadi menyebabkan daerah di sekitar puncak tertutup pasir hingga radius lebih dari lima kilometer. Pasir tersebut menutup atap-atap permukiman serta sarana dan prasarana umum lainnya, seperti sekolah dan jalan. Letusan yang terjadi di musim hujan menyebabkan pasir yang menutup atap rumah menjadi lebih lekat dan berat. Hal tersebut menyebabkan beban berat pada atap permukiman. Karena atap bangunan tidak didesain untuk beban yang lebih besar, maka hal tersebut menyebabkan struktur atap tidak mampu menahan beban pasir sehingga atap permukiman banyak yang runtuh. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi bagi rumah-rumah yang berada di sekitar gunung berapi agar apabila terjadi hujan pasir, pasir dapat dengan mudah tergelincir turun sehingga tidak terkumpul di atap rumah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan simulasi hujan pasir pada berbagai jenis atap, genteng tanah dan beton, seng dan asbes. Pasir yang digunakan adalah pasir yang diambil dari hasil letusan Gunung Bromo di Tahun 2011 dengan kondisi pasir kering dan basah. Hasil akhir penelitian yang diperoleh adalah variasi kemiringan atap sehingga hujan pasir yang mungkin terjadi tidak terkumpul di atas atap.
Rencana Kontijensi untuk Tanah Longsor di Desa Kalikuning, Pacitan, Jawa Timur Tatas Tatas; I Putu Artama Wiguna; Machsus Machsus; Tri Dani Widyastuti; Mohammad Arif Rohman
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.944 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1593

Abstract

Rencana kontijensi merupakan bagian dari konsep manajemen resiko bencana sebagai upaya mitigasi yang berupa dokumen sebagai pelengkap rencana penanggulangan kedaruratan bencana. Rencana kontijensi merupakan upaya sistematis yang bertujuan untuk kesiapsiagaan bencana, misalnya bencana tanah longsor. Pada tanggal 2 Januari 2011, longsor terjadi di Desa Kalikuning yang berjarak sekitar 16 kilometer ke arah timur laut Pacitan Kota. Tidak ada korban pada waktu itu kecuali beberapa rumah mengalami kerusakan. Namun, menurut penyelidikan sebelumnya, longsor berpotensi akan terjadi. Jika tanah longsor terjadi, kemungkinan daerah yang terkena adalah di Rukun Tetangga (RT) 1, 2, 3 dalam Rukun Warga (RW) IX yang terletak di dalam "mangkuk" longsor yang potensial terjadi. Untuk menyiapkan segala sesuatu apabila hal tersebut benar terjadi maka perlu dilakukan penyusunan rencana kontijensi. Metode yang digunakan adalah dengan Focus Group Dicussion (FGD). Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan beberapa stakeholder, yaitu perwakilan Komunitas di Kalikuning, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan dinas pemerintah setempat yang terkiat dengan kesehatan, informasi, transportasi, konstruksi, sosial, termasuk lembaga militer. Berdasarkan hasil FGD, dokumen rencana kontingensi didirikan melibatkan beberapa langkah, yaitu penilaian bahaya, penentuan insiden bahaya, penentuan skenario, penentuan kebijakan, dan perencanaan alokasi sektoral. Perencanaan alokasi sektoral dibagi dalam manajemen dan koordinasi, evakuasi, logistik, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan infrastruktur. Kelima sektor tersebut bergerak atas instruksi Bupati Pacitan atau yang ditunjuk, dengan koordinasi utama ada pada sektor manajemen dan koordinasi. Selain itu, ada beberapa kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya seperti kurangnya kantong mayat, alat evakuasi, dll. Sedangkan kebutuhan yang telah melebihi kebutuhan adalah terkait dengan jumlah tenaga medis.
Evaluasi Struktur Bangunan Gedung Beton Bertulang Berusia 50 Tahun Bedasarkan SNI 1726 2012 dan SNI 2847 2013 Afif Navir Refani; Harun Alrasyid; Mudji Irmawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2112.259 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1586

Abstract

Penelitian ini membahas penilaian bangunan beton bertulang yang berusia 50 tahun berdasarkan standar perencanaan bangunan terbaru. Studi kasus yang dipakai adalah gedung Cipta yang terletak di Merdeka Barat, Jakarta. Survei lapangan dan uji laboratorium dilakukan untuk mengamati kondisi terkini dari struktur bangunan. Satu tes destruktif dan tiga tes non-destruktif dilakukan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton aktual dan jumlah tulangan yang terpasang dalam elemen struktur. Berdasarkan kekuatan material eksisting, analisis struktur 3 dimensi yang diterapkan untuk mengevaluasi kekuatan nominal elemen beton bertulang. Dalam penilaian ini, gedung Cipta dievaluasi berdasarkan persyaratan struktur rangka pemikul momen khusus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bangunan Cipta masih aman untuk menahan beban gravitasi. Disisi lain, struktur bangunan ini tidak memenuhi persyaratan untuk struktur rangka pemikul momen khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan beton yang berusia 50 tahun diperkuat hanya didesain untuk beban gravitasi.
Perencanaan Pengendalian Lalu Lintas di Persimpangan Jalan Sekitar Jembatan Kuncir Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Mawardi, Amalia Firdaus; Sulistiono, Djoko; Asparini, Ami; Purwanto, Mohoammad Singgih
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.576 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1585

Abstract

Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia mengalami permasalahan-permasalahan lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau kongesti yang terjadi khususnya pada persimpangan jembatan Kuncir adalah salah satu diantaranya. Perjalanan ke tempat lokasi Wisata Sedudo maupun ketujuan perjalanan yang lain akan terganggu apabila akses melalui pertigaan tersebut mengalami kemacetan. Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi kemacetan lalu lintas perlu diketahui terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya kemacetan lalu lintas, apa dampak negatif yang timbul akibatnya, dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan bersama agar dapat mengurangi terjadinya kemacetan lalu lintas tersebut. Evaluasi dan perencanaan pengendalian simpang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI – 1971). Variabel kinerja simpang yang akan dievaluasi adalah kapasitas simpang, derajat kejenuhan, panjang antrian tingkat pelayanan dan tundaan. Ruang lingkup dan hasil kegiatan perencanaan pengendalian jalan sekitar Jembatan Kuncir Nganjuk meliputi evaluasi kondisi jalan di sekitar persimpangan saat ini (eksisting) dan rekayasa lalu lintas pada pertigaan ruas jalan lokasi jembatan Kuncir pada kondisi eksisting (ketika evaluasi dilakukan tahun 2015) serta 5 tahun sesudahnya (2020).

Page 1 of 1 | Total Record : 4