cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Potensi Senyawa Hidrazon berbasis Turunan 2-Tiohidantoin dan Hidrazida sebagai Inhibitor Protein E6 pada Kanker Serviks secara In Silico Yusuf Syahril Alam; Syafri Izzat Abidiy; Triyanda Gunawan; Adi Setyo Purnomo; Arif Fadlan; Fahimah Martak
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i2.14722

Abstract

Setiap tahun, prevalensi penyakit kanker leher rahim di dunia semakin meningkat. Kanker serviks dapat terjadi akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV). Saat ini, penargetan penghambatan onkoprotein E6 cenderung dipilih karena lebih aman dan lebih baik sebagai agen terapeutik kanker serviks. Selain itu, E6 juga termasuk virus krusial yang menginduksi kanker serviks melalui inaktivasi protein p53 sehingga diperlukan material yang efektif untuk menghambat kinerja onkogen E6. Hidrazon merupakan senyawa basa Schiff yang memiliki gugus azometin (-NHN=CR-). Gugus azometin inilah yang berperan dalam berbagai bioaktivitas, termasuk antivirus dan antikanker. Pada penelitian ini, hidrazon berasal dari turunan 2-tiohidantoin dan hidrazida. Senyawa 2-tiohidantoin termasuk kelompok heterosiklik yang memainkan peran penting dalam kimia obat seperti antikonvulsan, antibakteri, antidiabetik, antivirus dan antikanker. Dengan demikian, senyawa ini dapat menjadi agen alternatif pengobatan kanker serviks. Sebelum dilakukan sintesis material tersebut, perlu dilakukan analisis bioaktivitas menggunakan komputasi. Kajian metode in-silico meliputi pembuatan struktur menggunakan Avogadro, optimasi geometri molekul menggunakan Gaussian 16, serta hasil interaksi ligan-protein (RMSD, KI, Binding Affinity, ADME, Binding Pocket, dan Drugability score) menggunakan Autodock Tools, LigPlot, SwissADME, PLIP Tools, dan Protein Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa hidrazon yang berasal dari turunan 2-tiohidantoin dan hidrazida berpotensi menghambat protein E6 dan dapat digunakan sebagai obat oral.
Isolasi, Identifikasi Dan Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder Dari Fraksi n-Heksana Kayu Akar Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) Yang Tidak Aktif Terhadap Udang Artemia salina Leach Jamius B Stepanus; Nunuk H Seokamto
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16503

Abstract

Penelusuran secara etnobotani dan berdasarkan kajian kemotaksonomi serta filogenetik menunjukkan kayu akar tumbuhan Kleinhovia hospita Linn. (Paliasa) berpotensi menghasilkan metabolit sekunder dengan stuktur beragam dan bersifat bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan menentukan bioaktivitas metabolit sekunder pada fraksi n-heksan yang tidak aktif terhadap udang Artemia salina Leach dari kayu akar tumbuhan K. hospita. Metode isolasi yang digunakan terdiri dari ekstraksi, fraksinasi dan pemurnian. Identifikasi metabolit sekunder melalui analisis spektroskopi IR sedang uji bioaktivitas senyawa berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) menggunakan A. salina. Hasil penelitian diperoleh dua senyawa yang diduga sebagai steroid alkaloidal dengan nilai toksisitas (LC50) masing-masing senyawa adalah > 1000 µg/mL dan 107,54 µg/mL. Kata kunci: Artemia salina Leach., Kleinhovia hospita Linn., spektrum IR, Sterculiaceae, steroid alkaloidal.
Tinjauan Molekular Proses Loading dan Unloading Rifampicin pada Etil Selulosa dan (Etil selulosa)-g-(Poly-Dimethylaminoethyl Acrylate) Mia Ledyastuti; Rachmawati Rachmawati; Ikhsan Ibrahim
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16517

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular dengan jumlah kematian 34 orang per 100.000 penduduk. Oleh karena itu,penelitian mengenai pengobatan tuberkulosis menjadi penting dari segi penghantaran obat maupun efektivitas obat. Kopolimer etil selulosa-g-(poly-dimethylaminoethylacrylate) atau EC-g-PDMAEA mempunyai potensi sebagai pembawa obat karena  dapat membentuk misel yang sesuai untuk jenis obat hidrofobik yaitu rifampicin. Pemahaman perilaku molekular dan interaksi EC-g-PDMAEA terhadap rifampicin menjadi bagian yang penting dalam sintesis dan aplikasi kopolimer dari etil selulosa ke depannya. Berdasarkan simulasi dinamika molekul menggunakan GROMACS 2020.6, EC-g-PDMAEA menghasilkan pola loading rifampicin yang mirip dengan pola loading dari etil selulosa (EC). Pola unloading dari EC-g-PDMAEA menunjukkan tren data yang lebih baik dibandingkan dengan EC dari segi pergeseran puncak Radial Distribution Function yang diamati untuk rifampicin dari jarak 0,86 menuju 0,96 nm. 
AN ANALYSIS ON Pb(IV) ION EFFECTS TOWARDS DETERMINING Fe(II) WITH 1,10-PHENANTROLINE ON pH 4,5 USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETER Djarot Sugiarso; Rizkika Widianti; Kamila Zahranisa; Suprapto Suprapto; Herdayanto S Putro; Ratna Ediati
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.9777

Abstract

An analysis on the effects of Pb(IV) towards determining Fe(II) with 1,10-phenantroline complex on pH 4,5 using UV-VIS spectrophotometer have been conducted. Fe(II) phenatroline complex have maximum wavelength of 508 nm. Pb(IV) ion as an ion disturber have a maxium wavelength of 315 nm. The relation coefficient obtained from the calibrated curve is 0,997 with the linear equation y = 0,118x + 0,020. By obtaining Pb(IV) ions, they could increase the iron concentration when it reached 0,2 ppm with recovery percentage of 123,160 and disturbed the iron concentration when it reached a concentration of 6 ppm with recovery percentage of 71,108
Profil Fisiko-Kimia Minyak Kulit Batang Pulosari (Alyxia reinwardtii Bl.) dan Aktivitas Antioksidannya Franciska Alvina; Hartati Soetjipto; Sri Hartini
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.13856

Abstract

Pulosari bark is one part of the plant that has medicinal properties and a distinctive aroma, it is widely used in various herbal recipes in Indonesia. The purpose of this study was to determine the yield, Physico-chemical properties, and antioxidant power of Pulosari bark oil. Based on the research that has been done, the yield of Pulosari bark oil by maceration method using n-hexane produces an average oil of 2.658 ± 0.098%. The Physico-chemical properties of the oil include density, acid number, peroxide number, and saponification number respectively are 0.98±0 g/mL; 92.875±4.954 Mek O2/kg; 11.214±0.776 mg KOH/g; and 105.678±12.921 mg KOH/g. The most dominant composition of Pulosari stem bark oil compounds are Cyclopentadecanone, 2-hydroxy- (25.97%); Hexadecanoic acid (14.47%); Ethyl linoleate (9.70%); 2H-1-Benzopyran-2-one (9.52%); and 1,2-Benzenedicarboxylic acid, mono(2-Ethylhexyl) ester (8.34%). The antioxidant activity of the oil tested with DPPH resulted in an IC50 value of 296,700 g/mL and was categorized as very weak.
Evaluasi Dan Modifikasi Metode Kurkumin Untuk Analisis Boron Secara Spektrofotometri Melalui Distilasi Ester Borat Risna Erni Yati Adu; Roto roto; Agus Kuncaka
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16137

Abstract

Evaluasi dan modifikasi terhadap metode kurkumin telah dilakukan untuk menetapkan suatu metode analisis boron yang lebih akurat dan presisi untuk analisis boron secara spektrofotometri dalam sampel makanan. Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah parameter yang mempengaruhi reaksi pembentukan kompleks asam borat dan kurkumin. Komponen-komponen yang dievaluasi meliputi panjang gelombang kompleks boron-kurkumin, kestabilan warna kompleks, rasio asam oksalat /kurkumin, jenis pelarut kurkumin, serta rasio volume etanol terhadap asam borat. Kondisi optimum dari hasil evaluasi yaiitu panjang gelombang boron-kurkumin 555 nm, waktu kestabilan kompleks 20 menit, rasio asam oksalat/kurkumin 15:1, jenis pelarut etil asetat serta rasio volume etanol 5:1 terhadap massa asam borat. Metode kurkumin telah divalidasi dan memenuhi kriteria akurat dan presisi dengan nilai persen perolehan kembali berkisar 96,09-104,92% dan nilai presisi intraday dan interday pada kisaran 0,44–1,50%, serta telah digunakan untuk menentukan konten boron dalam masing-masing sampel mie A, B, dan C secara berturut-turut adalah 0,74; 1,04 dan 1,08 mg kg-1. Metode analisis boron hasil modifikasi dapat digunakan untuk menentukan konten boron dalam sampel makanan lainnya.
ESTERIFIKASI ASAM HUMAT GAMBUT KALIMANTAN TENGAH SEBAGAI ADSORBEN METHYLENE BLUE Simanjuntak, Elfrida Roulina; Rasidah, Rasidah; Rosmainar, Lilis
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i2.16251

Abstract

Esterifikasi asam humat gambut Kalimantan Tengah sebagai adsorben methylene blue telah berhasil dilakukan dengan mereaksikan etanol dan katalis asam H2SO4. Proses pemisahan produk esterifikasi asam humat gambut Kalimantan Tengah dilakukan dengan metode ekstraksi pelarut menggunakan variasi perbandingan pelarut kloroform : air (1:1, 1:2, 1:4, 0:1). Dari hasil ekstraksi diperoleh bahwa esktraksi pelarut menggunakan kloroform : air 1:1  memberikan rendemen 99,86% (pH 5), 1:2  99,33 % (pH 7), 1:4 91,74% (pH 5), 0:1 99,47 (pH 7), asam humat 98,28% (pH%). Hasil karakterisasi asam humat esterifikasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya serapan karakteristik gugus C=O dari –COOR pada daerah pita serapan 1089 cm-1 (1:1), 1100 cm-1 (1:2), 1104 cm-1 (1:4), 1059 cm-1 (0:1) yang mengindikasikan keberhasilan proses esterifikasi asam humat. Uji adsorpsi methylene blue dengan asam humat teresterifikasi dilakukan dengan variasi pH 1, 3, 5 dan 7. Hasil adsorpsi optimum diperoleh menggunakan rasio pelarut ekstraksi kloroform : air (1:1) dengan persen penyisihan 99,86% dan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 454,54 mg/g pada pH 5. Adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben asam humat tereserifikasi terjadi secara fisisorpsi dengan nilai konstanta kesetimbangan sebesar 0,3666 L/mg yang mengikuti pola isoterm adsorpsi Langmuir mengasumsikan bahwa adsorpsi terjadi secara monolayer dimana hanya terdapat satu lapisan molekul pada permukaan adsorben yang diserap.Kata kunci: Asam Humat, methylene blue, esterifikasi
Antiinflamasi Ekstrak Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.)Merr.) Terhadap Ekspresi Enzim Siklooksigenase-2 (COX-2) Sa'adah, Nikmatus; Lukis, Prima Agusti; Asri, Arilis Larasati Ode; Istiati, Istiati; Asmarani, Yolanda Kartika; Moelok, Iqbal Moch; Adriansyah, Agus Aan; Setianto, Budhi
Akta Kimia Indonesia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v9i1.20950

Abstract

Background: The cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme is the main source of prostanoids in inflammation and has various effects on nerve endings, blood vessels, and cells involved in inflammation. Trembesi leaves (Samanea summons (Jacq.) Merr.) are one of the herbal plants that have anti-inflammatory properties because it contains steroid compounds with high antioxidant capacity, active compounds of flavonoids, and tannins. With antioxidant activity and high flavonoid, trembesi leaf extract can act as an anti-inflammatory and influence the COX-2 enzymes and can cause pro-inflammatory effects. Objective : To discover the effect of trembesi leaf extract as an anti-inflammatory on COX-2 enzyme levels. Laboratory experimental method live with 30 (Rattus norvegicus) with 3 sample groups: the negative control group was CMC NA, and the treatment group was given trembesi leaf extract 100 mg/KgBW and a dose of 200 mg/KgBW. COX-2 expression was examined using the immunohistochemical staining method. Then do data analysis with normality test, homogeneity test, test Kruskal-Wallis, and test Mann Whitney. Results : Trembesi leaf extract at a dose of 100 mg/KgBW with a concentration of 12% had the effect of inhibiting COX-2 enzyme expression compared to the negative control group and the extract group at a dose of 200 mg/KgBW at a concentration of 12%. Conclusion : Trembesi leaf extract has an effect on reducing inflammation of the cyclooxygenase-2 (COX-2) enzyme.
Sintesis dan Karakterisasi Lantanum Nikel Seng Fosfat (LNZP) dengan Variasai Mol Zn Marella, Shelley Dea; Murwani, Irmina Kris
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i2.18166

Abstract

Lantanum Nikel Seng Fosfat (LNZP) telah disintesis dengan metode sol-gel, dengan Ni 0,050 mol dan variasi Zn = 0,000; 0,025; 0,050; 0,100; dan 0,150. Padatan hasil sintesis dikarakterisasi dengan difrksi sinar-X (XRD), FTIR, FTIR adsorpsi piridin, dan SEM-EDX. Hasil karakterisasi menunjukkan struktur kristal yang sama dengan LaPO4, yaitu heksagonal. Doping Ni dan Zn tidak mengubah struktur kristal LaPO4. Keasaman Brønsted, Brønsted/Lewis, dan Lewis meningkat dengan meningkatnya mol Zn. hasil SEM menunjukkan bahwa padatan lantanum fosfat (LP), lantanum nikel fosfat (LNP), dan lantanum nikel seng fosfat (LNZP 0,025; 0,050; 0,100; dan 0,150) berrbentuk agregat. Hasil SEM-EDX juga menunjukkan bahwa nikel dan seng sudah masuk kedalam kisi kristal LaPO4.
Kualitas Asap Cair Kayu Pelawan dan Tempurung Kelapa dengan Pemurnian Destilasi Sederhana Mariyamah, Mariyamah; Wijayanti, Fitria; Oktasari, Ade
Akta Kimia Indonesia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v9i1.15066

Abstract

Pelawan is a unique tree because all parts of its body, starting from the roots and stems to the tips of the branches, are red. Pelawan wood which is used by the community as firewood turns out to produce a liquid which is believed to be used for health. On the other hand, coconut shells are very abundant and are only used as charcoal. Pelawan wood and coconut shells are processed through pyrolysis at 450 °C to produce liquid smoke. The liquid smoke that has been obtained is subjected to a purification process. This study compares the quality of liquid smoke to SNI 8985:2021 and Japanese standards. The results show that the yield of liquid smoke from pelawan wood is 35% and coconut shell is 56.67%. Following the analysis of the chemical content of coconut shell liquid smoke, it has a bright yellow colour, no floating material, pH 3, specific gravity 1.0090 gr/cm3, 5.562% acid content and 0.014% phenolic content. Meanwhile, the chemical content of Pelawan Wood liquid smoke has colour, no floating matter, pH 2, specific gravity of 1.0096 gr/cm3, an acid content of 4.586% and a phenol content of 0.013%. The results of the analysis of the chemical content of the resulting liquid smoke meet SNI and Japanese standards.

Page 8 of 10 | Total Record : 99