cover
Contact Name
Affinal Islamovis
Contact Email
affinalislamovis9@gmail.com
Phone
+6282294217046
Journal Mail Official
affinalislamovis9@gmail.com
Editorial Address
MEKANIKA – Jurnal Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jalan Semolowaru No. 45, Surabaya 60118 Telepon: (031) 5931800 Negara: Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA - JURNAL TEKNIK MESIN
ISSN : 24603384     EISSN : 26863693     DOI : belum tersedia
MEKANIKA – Jurnal Teknik Mesin adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi hasil-hasil penelitian, studi eksperimen, kajian analitis, maupun pengembangan teknologi di bidang keteknikan, khususnya teknik mesin. Ruang lingkup jurnal meliputi termodinamika, perpindahan panas, sistem pendingin dan tata udara (HVAC), energi terbarukan, konversi energi, mekanika fluida, desain mesin, manufaktur, sistem kontrol mekanik, dan otomasi teknik.
Articles 147 Documents
OPTIMISASI DESAIN PLANAR MANIPULATOR SIMETRIS 5R Marliana, Eka
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.427 KB)

Abstract

Dalam jurnal ini akan dibahas tentang proses optimisasi desain dari planar manipulator simetris 5R, khususnya untuk mekanisme dalam mode kerja “+-’’ dan konfigurasi “Up”. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk mendapatkan ukuran link dari planar manipulator simetris 5R yang mampu menghasilkan indeks performa tinggi, khususnya Global Conditioning Indeks (GCI). Dalam proses optimisasi ini dipertimbangkan juga workspace dari mekanisme (teoritikal, usable dan Maximal Inscribed Workspace) dan Global Conditioning Index-nya. Untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari pparameter panjang non-dimensional, Global Conditioning Index (GCI) telah dihitung untuk setiap kombinasi dari parameter non-dimensional. Desain mekanisme dengan GCI yang optimum telah didapatkan dengan menggunakan Matlab optimization tools. Dalam hal ini, workspace yang diinginkan memiliki radius 0.125 meter. Usable Workspace tidak bisa diinterpretasikan sebagai workspace mesin yang sesungguhnya karena Local Conditioning Index (LCI) dalam usable workspace nilainya bervariasi dari nilai kecil hingga besar. Sehingga perlu didefinisikan sebuah Good Conditioning Workspace (GCW) yang dibatasi oleh nilai spesifik dari Local Conditioning Index (LCI). Lingkaran terbesar didalam Good Conditioning Index (GCW) dapat digunakan sebagai untuk menghitung faktor dimensional yang berguna untuk mengkonversi parameter non-dimensional optimum menjadi parameter optimum dengan dimensi tertentu. Selanjutnya dilakukan identifikasi karakteristik dari desain tersebut dengan menggunakan Matlab Simulink dan Simscape Multibody. Didalam simulasi ini diasumsikan link tidak memiliki massa dan titik massa tunggal berada pada end-effector mesin. Titik massa ini merepresentasikan tangan manusia pada aplikasi mesin yang akan datang dan dikembangkan dari desain ini. Simulasi ini menghasilkan beberapa output yang penting, seperti koordinat x dan y dari end-effector, sudut, kecepatan angular, percepatan angular dan torsi yang dibutuhkan pada joint. Hasil simulasi ini digunakan untuk menetukan ukuran dan kapasitas aktuator pada mesin tersebut.
MODIFIKASI RANCANG BANGUN GEROBAK SORONG BERMESIN SEBAGAI SARANA ANGKUT PADA PROSES PENGANKUTAN MATERIAL PADA INDUSTRI BATU BATA Muhyin, Muhyin; Tri Sulistiyo, Azis; Ari Wicahyono, Dedy; Yudha Hutama, Rizky
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 01 (2018): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.875 KB)

Abstract

Pada rancang bangun modifikasi yang dilakukan bertujuan membuat alat gerobak sorong agar dapat meringankan pekerjaan pengangkutan material bahan batu bata secara manual. Metode yang digunakan untuk pembuatan alat ini yaitu dengan memotong bahan kemudian dilakukan perakitan alat yang terdiri dari gerobak sorong, motor, rangka, poros transmisi, puli, sabuk. Sehingga hasil yang di dapatkan dari rancang bangun modifikasi gerobak sorong bermesin yaitu dengan kapasitas pengangkutan 20,43 kg/dtk dengan kemiringan jalan 0°.
STUDI EKSPERIMENTAL PROSES PIROLISIS LIMBAH SISA PRODUKSI SANDAL DITINJAU TERHADAP LAJU PANAS DAN WAKTU Sumadhijono, Pramoda Agung; Junianto, Junianto
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.567 KB)

Abstract

Limbah sandal spon dari industri rumah tangga mempunyai potensi untuk dikembangkanmenjadi sumber energi alternatif terbarukan melalui proses pirolisis. Namun demikian,pemahaman mengenai karakteristik termal proses pirolisis dari limbah ini masih belum banyakdiketahui. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa temperatur dan waktu dari komponenkomponentunggal limbah sisa produnsi sandal yaitu berupa bahan karet busa (spons)Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh laju panas dan waktu terhadap massalimbah sandal yang terurai serta menghitung rendemen dari produk yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen sangat dipengaruhi oleh waktu dan suhupirolisis. Semakin lama waktu proses, maka hasil dari karbon arang akan semakin menurun.Tetapi jika waktu pirolisis cepat maka bahan tidak terproses secara sempurna. Begitu juga padavariasi suhu, semakin tinggi suhu yang digunakan maka semakin kecil pula rendemennya.Tetapi karbon arang akan menjadi abu jika suhu telah mencapai lebih dari 275°C. Sedangkanpada suhu 225° sudah terdapat karbon tapi masih banyak bahan dalam bentuk cairan. Atasdasar besarnya rendemen yang terjadi, maka proses pirolisis limbah sisa produksi sandal harusada pada suhu dan waktu yang tepat. Sehingga dapat menghasilkan karbon arang sesuai denganyang diinginkan. Rendemen karbon arang yang dihasilkan dari eksperimen ini adalah antara29,2 % - 48% dengan hasil rata-rata 40,16%.
ANALISA STRUKTUR MIKRO TERHADAP PADUAN AL-CU HYPOEUTEKTIK Wahid, Ichlas; Rohman Sayuti, Abdur
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 01 (2017): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.521 KB)

Abstract

This study analyzes the temperature of casting and mold temperature which must have aneffect on the existing structure of the material. The hypoutectic Al-Cu is an aluminum andcopper alloy with an eutectic phase which has the advantage of melting and pouring(especially around the eutectic region) at a temperature of 548 ° C. Aluminum is one of thereactive metal which is easily oxidized with oxygen to form a layer of aluminum oxide,alumina (Al2O3) which can make it good corrosion resistant. However, if the levels of Fe, Cuand Ni are added can reduce the corrosion-resistant properties because the alumina contentdecreases. Copper can form the correct eutectic with aluminum at levels of 33%. Copperalloys (Al / Cu) containing 10-20% Al indicate exceptional strength, for hardness and wear,adjusting of some steel alloys. By using gravity casting method permanent mold will be easilydismantled pairs. The material composition is 3.375 gram aluminum and 1,125 gram ofcopper. The pouring temperature used was 600 ° C, 650 ° C, and 700 ° C while the moldtemperature used was room temperature, 100 ° C, and 200 ° C. The specimen is divided intoA ', B, and A' codes at the time of cutting using lathe and freis. Pouring temperature andmold temperature will affect the microstructure formed. The higher the pouring temperature,the clearer the structure will be, visible at the pouring temperature of 700 ° C. And thesmaller the mold temperature the rougher the shape of the structure, the outward appearanceis apparent, and it can be said that a dendrite structure is formed. Codefication B is the coreor midpoint of the mold is the farthest point of the cooling rate process, the structure formedin the B-code is clear, thick and coincident.
KAJI EKSPERIMENTAL RADIASI API DARI PENGARUH VARIASI TEKANAN BIOGAS DAN LAJU ALIRAN KONSTAN PADA PROSES PEMURNIAN DAN TANPA PEMURNIAN Sumadhijono, Pramoda Agung; Seputra, Yasika; Baidhowi, Achmad; AP, Sukma
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.652 KB)

Abstract

Biogas merupakan bahan bakar non fosil yang bersifat renewable (dapat diperbaharui)yangdapat dijadikan bio energi alternatif. Namun biogas memiliki kandungan pengotor-pengotoryang cukup tingi pula seperti CO2 yang dapat menurunkan nilai kalor pembakaran serta H2Syang berpotensi mencemari lingkungan. Untuk menghilangkan senyawa pengotor-pengotordan meningkatkan nilai kalor pembakaran diperlukan pemurnian biogas denganmenggunakan zeolit alam. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk Mengkaji karakteristikBiogas setelah proses pemurnian dan tanpa pemurnian dengan pengaruh tekanan dan lajualiran konstan ditinjau dari analisa perpindahan kalor secara radiasi. Penelitian ini dilakukandengan cara mengukur temperatur api yang dihasilkan biogas setelah proses pemurnian dantanpa pemurnian. Hasil pengukuran temperatur api menunjukkan bahwa temperatur apibiogas setelah proses pemurnian menghasilkan temperatur yang lebih tinggi dibandingkantanpa pemurnian pada laju aliran 3 lpm dengan tekanan 20 Psi. Dari proses pemurniandidapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6150C dan menghasilkan radiasi api 517,09 Wsedangkan biogas tanpa pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 5360C danmenghasilkan radiasi api 370,46 W. Kemudian pada tekanan biogas 30 Psi dengan laju aliran3 lpm dengan proses pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6530C danmenghasilkan radiasi api sebesar 517,34 W. Sedangkan biogas tanpa pemurnian didapattemperatur paling tinggi yaitu 6010C dan menghasilkan radiasi api 460,32 W. Dari hasiltersebut menunjukkan bahwa proses pemurnian biogas dapat meningkatkan temperatur danradiasi api biogas. Dan dari pengaruh tekanan menunjukkan bahwa semakin tinggi tekananpada proses pemurnian makan semakin baik proses pemurniannya.
ANALISA PENGARUH ORIENTASI ARAH SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT MATERIAL KOMPOSIT SERAT ALAM (SERAT AGAVE DAN SERAT SANSIVERA) Priyandokohadi, Sugeng; Ahmad Rizeki, Candra
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 01 (2018): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.855 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu dalam bidang material mengalami kemajuan yang sangat pesat, dimana saat ini mulai banyak orang berlomba-lomba untuk membuat material dengan bobot yang ringan, kuat dan ramah lingkungan. Komposit serat alam merupakan perkembangan ilmu material yang saat ini mulai banyak dikembangkan karena memiliki sifat yang kuat, ringan, murah dan ramah lingkungan. Kekuatan komposit serat alam dapat dipengaruhi oleh orientasi arah serat. Pada penelitian ini menggunakan orientasi arah serat 0˚, 0˚/45˚, 0˚/90˚ Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh orientasi arah serat terhadap kekuatan tarik dan impact dari material komposit serat alam. Adapun jenis serat yang digunakan adalah serat sansivera dan serat agave yang digunakan sebagai penguat. Jenis komposit yang dibuat pada penelitian ini adalah serat continous dengan jarak antar serat sebesar 1 mm. Pembuatan komposit menggunakan metode konvensional atau biasa disebut dengan metode hand lay up. Jenis resin yang digunakan adalah resin yukalac 157 BQTN, penambahan katalis pada resin sebanyak 1% dengan waktu pengadukan 10 menit agar resin dan katalis tercampur dengan baik. Dari hasil pengujian tarik dan impact yang dilakukan, Penguat serat dengan orientasi arah 0˚/45˚ memiliki nilai kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orientasi arah serat lainnya. Terdapat nilai kekuatan tarik terbesar pada orientasi arah serat 0˚/45˚ berpenguat serat agave sebesar 65,34 Mpa tetapi masih berada dibawah nilai kekuatan tarik matrik tanpa serat yang sebesar 66,06 Mpa. Dan nilai harga impact terbesar pada orientasi arah serat 0˚/45˚ berpenguat serat agave sebesar 0,0467 Joule/mm², tetapi masih berada di bawah nilai impact matrik tanpa serat yaitu sebesar 0,0663 Joule/mm².
ANALISA STRUKTUR MIKRO TERHADAP PADUAN AL-CU HYPEREUTEKTIK Ismail, Ismail; Surya Wijaya, Adhi
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.278 KB)

Abstract

The cooling rate of the material with a permanent mold of its cooling rate begins on the mold walltowards theinner or middle of the mold. This study analyzes the temperature of casting and moldtemperature which must have an effect on the existing structure of the material. Hyperutectic aluminumalloys are aluminum and copper alloys with eutectic phases which have the advantage of melting andpouring (especially around the eutectic region) at 548 ° C. The foundry used is gravity casting usingpermanent mold that is easy to dismantle. Starting from the process of composition of Aluminum andCooper according to Cu eutectic point of 32.7%, here Cooper composition is more dominant than Al-Cu hypoeutectic composition. Pouring temperature 600 ° C, 650 ° C, and 700 ° C as the first variationwhile room temperature temperature temperature, 100 ° C, and 200 ° C as the second variation. At thetime of the process the specimen cut is divided into A, B, and A '' codes. The influence of the pouringtemperature and the temperature of the mold affects the microstructure formed. The higher the pouringtemperature, the more clearly visible the structure, is clearly visible at the pouring temperature of 700° C while the smaller the mold temperature the rougher the structure, the more outward the direction ofthe structure, and it can be said that a dendrite is formed. Codefication B can be called the core or themidpoint of the mold is the furthest point from the cooling rate process, the structure contained in theB-code is clear, bold and coincident.
ANALISA PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN Cu DAN WAKTU AGING PADA HASIL PENGECORAN AlCu TERHADAP STRUKTUR MIKRO Santoso, Edi; Nafi, Maula
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 02 (2019): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.907 KB)

Abstract

Beberapa Perlakuan panas merupakan proses kombinasi antara proses pemanasan dan pendinginan dari suatu logam atau paduannya dalam keadaan padat, ditahan pada temperature tertentu dan didinginkan untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu. Pada penelitian ini menggunakan Perlakuan panas T5 pada hasil pengecoran Al-Cu dengan variasi penambahan Cu 3%, 4%, 5% dan waktu aging 2 jam, 3 jam, 4 jam untuk menganalisa ukuran butir dari struktur mikro yang didapat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan didapatkan ukuran diameter butir AlCu tanpa perlakuan panas lebih kecil dibandingkan setelah diberi perlakuan panas, ukuran diameter butir AlCu setelah diberi perlakuan panas yang paling kecil ditunjukkan pada kondisi Al-5%Cu dengan waktu aging 4 jam yaitu sebesar 129,4 µm sedangkan ukuran diameter butir AlCu setelah diberi perlakuan panas yang paling besar ditunjukkan pada kondisi Al-3%Cu dengan waktu aging 2 jam yaitu sebesar 198,64 µm.Kata kunci: Perlakuan Panas T5, ukuran butir, struktur mikro
KAJI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI TEMPERATUR AGING DAN WAKTU AGING PADA PROSES PERLAKUAN PANAS ALUMINIUM 2024 TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Wahid, Ichlas; Fatoni, Risqi; Fahrudin, Amirul Angga
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 02 (2019): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.44 KB)

Abstract

Pada penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur aging 1300 C,1600C,1900C dengan waktu aging 40 menit,80 menit,120 menit.Setelah proses perlakuan panas dilakukan  pengujian sifat mekanis meliputi uji kekerasan,uji tarik , dan struktur mikro .Dalam penelitian ini penulis menggunakan material aluminium 2024.Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji kekerasan tertinggi terletak pada aluminium 2024 tanpa perlakuan panas sebesar 82,4 HRB dan untuk hasil uji kekerasan terendah terletak pada aluminium 2024 setelah diberi perlakuan panas dengan temperatur aging 190° C dan waktu tahan aging 120 menit sebesar 67,8 HRB.Untuk nilai  tarik tertinggi terletak pada aluminium 2024 tanpa perlakuan panas sebesar 59,68 Kg/mm2 dan nilai tarik terendah terletak pada aluminium 2024 setelah diberi perlakuan panas dengan temperatur aging 1900C dan waktu tahan aging 120 menit sebesar 40,56 Kg/mm2.Ukuran butir struktur mikro paling besar terletak pada aluminium 2024  setelah perlakuan panas dengan temperatur aging 1900C dengan waktu tahan 120 menit ukuran butir rata-rata sebesar 60,47 µm dan ukuran butir paling kecil terletak pada aluminium 2024 tanpa perlakuan panas ukuran butir rata-rata sebesar 42,2 µm.Hasil penilitian menunjukkan bahwa aluminium 2024 dengan diberi proses perlakuan dengan variasi temperatur dan waktu aging dapat menurunkan sifat mekanis dan dapat merubah ukuran butir struktur mikro menjadi lebih besar pada aluminium 2024.Kata kunci:Perlakuan panas, sifat mekanis, struktur mikro,aluminium 2024
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH KAYU SISTEM CRUSHER PENGHASIL SERPIHAN KAYU UNTUK BAHAN DASAR PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL Mufti, Mohammad; Saifudin, Saifudin; Rachman, Dzikri Fatur
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 02 (2019): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.377 KB)

Abstract

Mesin pencacah kayu merupakan mesin yang dapat menghacurkan kayu menjadi serpihan-serpihan yang halus. Dari bahan serpihan halus kayu tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku beragam industri dalam bidang agrobisnis salah satunya papan partikel. Mesin pencacah kayu ini dirancang untuk dapat menghancurkan dan menghaluskan kayu pada beragam macam tingkat kekerasan kayu. Seperti ranting, batang gelondong, maupun akar dapat dihancurkan dan dihaluskan oleh mesin ini.Seiring bertambahnya permintaan kebutuhan perabotan rumah tangga yang memanfaatkan bahan baku kayu maka diperlukan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan komponen rumah tangga diantaranya MDF (Midle Dencity Fiberboard). MDF merupakan jenis kayu olahan yang dibuat dari serpihan kayu yang dipadatkan.Dimensi dari mesin pencacah kayu ini adalah 1120 x 900 x 500 mm. Mesin ini digerakkan oleh sebuah motor listrik 3,7 kW 1 phase, sebagai pencacah kayunya digunakan pisau dengan dimensi 70 x 50 x 8 mm. Untuk mentransmisikan daya motor digunakan pulley 50 mm dan 80 mm 2 jalur dengan sabuk type A untuk menggerakkan poros perantara berdiameter 25 mm, pulley 50 mm dan 145 mm 2 jalur dengan sabuk type B untuk menggerakkan poros output berdiameter 43 mm. Kata kunci: mesin pencacah kayu, limbah kayu, serpihan kayu

Page 7 of 15 | Total Record : 147