cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI JERUK MANIS (Citrus sinensis) DI KECAMATAN MANDUAMAS KABUPATEN TAPANULI TENGAH (Studi Kasus: Desa Muara Tapus) Sunarso, Hendra; Rahmat, Nur
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3450

Abstract

Indonesia is an agricultural country that is rich in abundant natural resources, especially agricultural products. Horticultural commodities, especially vegetables and fruit, play an important role in food balance, one of which is sweet orange. The aim of reviewing the Sweet Orange Farming Development Strategy is to be able to increase production by optimally utilizing local human resources (HR) and natural resources (SDA), namely (1) identifying and evaluating the internal and external environment of sweet orange farming which are the strengths and weaknesses. weaknesses, opportunity factors and threat factors. The method used is SWOT analysis and internal factors that influence the development of sweet orange farming are the availability of land and appropriate agro-climatology, farmer experience, availability of labor, availability of agricultural production inputs, the size of sweet orange farming land available. increasingly narrow and the managerial capabilities of farmers are weak. Meanwhile, external factors that influence the development of sweet orange farming are the high demand for sweet oranges, the large number of processed products from sweet oranges, fluctuating prices and the increasingly bad climate and poor road transportation infrastructure and facilities. Based on the results of research using the SWOT strategy matrix, 15 strategies were created using all internal and external factors, and based on the results of the QSPM matrix, the alternative strategy used was to increase production and better quality to meet market needs. 10 sweet orange farmers in Muara Tapus Village were used as respondents. Internal factors and external factors greatly influence the development of sweet orange farming in Manduamas District, Central Tapanuli Regency. Keywords: Strategy, SWOT, Sweet Orange Farming Business. INTISARIIndonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, terutama hasil pertanian. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan memegang bagian terpenting dari keseimbangan pangan salah satunya adalah buah  jeruk Manis. Tujuan mengkaji Strategi Pengembangaan Usahatani Jeruk Manis agar mampu meningkatkan produksinya dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) lokal secara optimal, yaitu (1) mengidentifikasi dan mengevaluasi lingkungan internal dan eksternal usahatani jeruk manis yang menjadi faktor kekuatan dan faktor kelemahan, faktor Peluang dan faktor ancaman.Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dan analisis QSPM, faktor internal yang berpengaruh dalam pengembangan usahtani jeruk manis adalah tersedianya lahan dan agroklimatologi yang sesuai, pengalaman petani, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan input produksi pertanian, luas lahan usahatani jeruk manis yang semakin sempit serta kemampuan manjerial petani yang lemah. Sedangakan faktor eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan usahatani jeruk manis adalah permintaan jeruk manis yang tinggi, banyaknya produk olahan dari jeruk manis, harga yang fluktuatif serta iklim yang semakin buruk dan prasarana dan sarana transportasi jalan yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan matriks SWOT stragegi yang dihasilkan sebanyak 15 strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh faktor internal dan faktor eksternal, dan berdasarkan hasil matriks QSPM alternatif strategi yang digunakan adalah meningkatkan produksi dn kualitas yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pasar. 10 orang petani jeruk manis di Desa Muara tapus dijadikan sebagai responden. Faktor internal dan faktor eksternal sangat berpengaruh terhadap Pengembangan Usahtani Jeruk Manis di Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah. Kata Kunci :Strategi, SWOT,Usahatani Jeruk Manis.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KOTA SINGKAWANG Levi Santana; Eva Dolorosa; Dewi Kurniati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3304

Abstract

This study aims to determine the priority strategy in developing agro-tourism in Singkawang City through an analysis of internal and external factors. The research was conducted in Singawang City, West Kalimantan, at Buyfresh Buyfarm Agrotourism, Bougenville Hill Park Agrotourism, and Camping Agrotourism. Research data were analyzed through descriptive analysis, SWOT analysis by analyzing internal and external factors (IFE and EFE matrices), SWOT matrix, and the strategic decision-making stage using the QSPM matrix. The results showed that the position of the Agro-tourism strategy in Singkawang City concerning the condition of internal factors was in moderate/average conditions (IFE Score 2.464), meanwhile. The part of the Agrotourism strategy in Singkawang City towards external conditions in response to opportunities and threats needs to be more robust (EFE Score 1.773). The system for developing agro-tourism in Singkawang City is in the Quadrant I (Strenght-Opportunities) position, namely supporting aggressive growth policies. Alternative strategies that can be used, namely (SO1) utilizing the beauty of natural panoramas and several existing tourist objects to attract investors to develop agro-tourism and become the most desirable tourism sector in Singkawang City; (SO2) utilizing Agrotourism, which is well-known for its characteristics and characteristics in becoming a local cultural development area in Singkawang City; and (SO3) using soil fertility as a planting medium for attractive local plants to be souvenirs and enjoyed by visitors. Keywords: Agrotourism, development strategy, QSPM, SWOTINTISARITujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan strategi prioritas dalam mengembangkan agrowisata di Kota Singkawang melalui analisis faktor internal dan eksternal. Penelitian dilaksanakan di Kota Singawang Kalimantan Barat, bertempat di Agrowisata Buyfresh Buyfarm, Agrowisata Taman Bukit Bougenville, dan Agrowisata Bisa Camping. Data hasil penelitian dianalisis melalui analisis deskriptif, analisis SWOT dengan menganalisis faktor internal dan eksternal (matriks IFE dan EFE), matriks SWOT, serta tahap pengambilan keputusan strategi menggunakan matriks QSPM. Hasil penelitian diperoleh bahwa posisi strategi Agrowisata di Kota Singkawang terhadap kondisi faktor-faktor internal berada pada kondisi sedang/rata-rata (Skor IFE 2,464), sedangkan. Posisi strategi Agrowisata di Kota Singkawang  terhadap kondisi eksternal dalam merespon peluang dan ancaman yang ada pada tingkatan lemah (Skor EFE 1,773). Strategi pengembangan Agrowisata di Kota Singkawang berada pada posisi Kuadran I (Strenght-Opportunities) yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan agresif. Dengan alternatif strategi yang dapat digunakan yaitu (SO1) memanfaatkan keindahan panorama alam dan beberapa objek wisata yang ada untuk menarik investor sebagai upaya mengembangkan Agrowisata dan menjadi sektor pariwisata yang paling diminati di Kota Singkawang; (SO2) memanfaatkan Agrowisata yang terkenal dengan ciri dan khasnya dalam  menjadi daerah pengembangan budaya lokal Kota Singkawang; dan (SO3) memanfaatkan kesuburan lahan sebagai media tanam bagi tanaman-tanam lokal yang menarik untuk dapat menjadi oleh-oleh dan dinikmati pengunjung.Kata Kunci: Agrowisata, QSPM, strategi pengembangan, SWOT
KETERKAITAN KARAKTERISTIK DAN PENDAPATAN PETANI UBI JALAR Elly Elly Rasmikayati1; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3187

Abstract

Sweet potato farmers in Arjasari sub-district already have enough experience in farming, their income should tend to increase. However, in reality the income of sweet potato farmers in Arjasari District still fluctuates. This study aims to describe the characteristics of farmers, sweet potato production, and sweet potato farming income. This study also identified the feasibility of farming, farming characteristics, farm income and analyzed the relationship between the characteristics and income of sweet potato farming in Arjasari District. This research using secondary data from sweet potato farmers in Arjasari District with a sample of 110 people. Data were processed using descriptive statistical analysis, R/C ratio, and Chi-square test. The results showed that the individual characteristics of sweet potato farmers in Arjasari District included an average age of 41 to 60 years old farmers, with the last education at the elementary school level. Analysis of the feasibility calculation of sweet potato farming is proven by the R/C value which is 1.1. There is also a relationship between farmer education and sweet potato farmer farm income. INTISARIPetani ubi jalar di kecamatan Arjasari sudah memiliki cukup pengalaman dalam berusaha tani, seharusnya pendapatan yang diperoleh cenderung semakin meningkat. Akan tetapi, kenyataannya penghasilan petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari masih berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani, hasil usahataninya, kelayakan usahanya dan hubungan antara antara karakteristik petani dengan pendapatannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari dengan sampel sebanyak 110 orang. Data diolah dengan menggunakan analisis statistika deskriptif, R/C ratio, dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari meliputi rata-rata petani berusia 41 hingga 60 tahun, dengan berpendidikan terakhir setingkat dengan sekolah dasar. Analisis perhitungan kelayakan usahatani ubi jalar dibuktikan dengan nilai R/C yang bernilai 1,1. Terdapat juga keterkaitan antara pendidikan petani dengan pendapatan usahatani petani ubi jalar.
ANALISIS HARGA CABAI RAWIT DI KABUPATEN SUMENEP DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Indayati Mawarni; Mubarokah Mubarokah; Nuriah Yuliati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3392

Abstract

Cayenne pepper is a commodity with very fluctuating prices. In Sumenep Regency, cayenne pepper is often one of the biggest contributors to inflation. This study aims to analyze fluctuations and price forecasting of cayenne pepper in Sumenep Regency and the factors that influence it. The data used is secondary time series data in the form of cayenne pepper prices, rainfall, large red chili prices, and the occurrence of holidays. The first objective was analyzed using the coefficient of variation and the ARIMA method, and the second objective was analyzed using multiple linear regression. The results showed that 1) The price fluctuations of cayenne pepper in Sumenep Regency from 2017-2022 fluctuated highly and were unstable and the results of forecasting the price of cayenne pepper in 2023 ranged from Rp. 18703 - Rp. 37531 and will experience a decrease, and 2) Simultaneously rainfall, prices of substitutes, and The existence of a big day affects the price of cayenne pepper. Partially, rainfall and the price of substitute goods affect the price of cayenne pepper, while the presence of holidays does not affect the price of cayenne pepper.Keywords: cayenne pepper price, fluctuation, forecasting   INTISARICabai rawit termsuk komoditas dengan harga yang sangat fluktuatif. Pada Kabupaten Sumenep, cabai rawit kerap menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi dan peramalan harga cabai rawit di Kabupaten Sumenep dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan adalah data sekunder time series berupa harga cabai rawit, curah hujan, harga cabai merah besar, dan terjadinya hari besar. Tujuan pertama dianalisis dengan menggunakan koefisien variasi dan metode ARIMA, dan tujuan kedua dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Fluktuasi harga cabai rawit di Kabupaten Sumenep sejak 2017-2022 berfluktuasi tinggi dan tidak stabil dan hasil peramalan harga cabai rawit 2023 berkisar antara Rp 18703 - Rp 37351 serta mengalami penurunan, dan 2) Secara simultan curah hujan, harga barang substitusi, dan adanya hari besar berpengaruh terhadap harga cabai rawit. Secara parsial curah hujan dan harga barang substitusi berpengaruh terhadap harga cabai rawit sedangkan adanya hari besar tidak berpengaruh terhadap harga cabai rawit.Kata kunci : harga cabai rawit, fluktuasi, peramalan
PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PENGAPLIKASIAN POC DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Erma Divana Ananta; Rusmana Rusmana; Endang Sulistyorini; Abdul Hasyim Sodiq
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3432

Abstract

This research aimed to determine the effect of the dose and time of application of Moringa leaf POC on the growth and yield of green mustard plants (Brassica juncea L.). The research used in a Randomized Block Design with two factors. The first factor is the POC dose of Moringa leaves consisted of 5 levels: 65 ml/L, 70 ml/L, 75 ml/L, and 80 ml/L. The second factor is the time of application of Moringa leaf POC consisted of 3 levels: every 5 days, every 7 day, and every 9 days. The results showed that the application of a Moringa leaf POC at a dose of 80 ml/L had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, leaf area, plant wet weight, and plant dry weight. The application time of Moringa leaf POC every 5 days has a significant effect on all observation parameters. There was an interaction between the two factors with the best average results from a treatment dose of 80 ml/L with an application time of 5 days on the parameters of leaf area at 3 WAP and 4 WAP, leaf area, and plant fresh weight.   Keyword : application time, mustard green, POC dosage INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pengaplikasian POC daun kelor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC daun kelor dengan 5 taraf, yaitu tanpa pemberian POC, 65 ml/L, 70 ml/L, 75 ml/L dan 80 ml/L. Faktor kedua adalah waktu pengaplikasian POC daun kelor dengan 3 taraf, yaitu setiap 5 hari, setiap 7 hari dan setiap 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis POC daun kelor dengan dosis 80 ml/L memberikan rata-rata terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Waktu pengaplikasian POC daun kelor setiap 5 hari sekali juga menunjukkan hasil berbeda nyata dengan rata-rata terbaik pada semua parameter pengamatan. Terjadi interaksi antara kedua faktor perlakuan dengan hasil rata-rata terbaik oleh perlakuan dosis 80 ml/L dengan waktu aplikasi 5 hari pada parameter luas daun umur 3 MST dan 4 MST, luas daun dan bobot basah tanaman.             Kata kunci : dosis POC, sawi hijau, waktu aplikasi
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA TANAH GAMBUT Dela Puspita Damanik; Dewi Junita; Rahmat Pramulya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3383

Abstract

Banana peel waste can be used as liquid organic fertilizer which is useful for the growth and production of mustard greens (Brassica juncea L.). This study aims to determine the best dosage of liquid organic fertilizer from banana peel waste to increase the growth and yield of mustard greens on peat soil. This research was conducted in Sumber Bakti Village, District. Nagan Raya, Darul Makmur District from October to November 2022. This study used a non-factorian Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The treatment given was 0 (P0) or control, 10 ml/l water (P1), 20 ml/l water (P2), and 30 ml/l water (P3). Parameters observed were plant height, number of leaves, leaf width, leaf diameter, and plant fresh weight. The results showed that liquid organic fertilizer from banana peel waste had a significant effect on the height and leaf area of mustard plants aged 14 and 7, 14, 28 DAP. On the plant height parameter, the best POC for banana peel waste was in the treatment of 10 ml/l of water. While the best leaf width parameter is in the treatment of 20 ml/l water.  Keyword: Organic Liquid Fertilizer Banana Peels, Mustard, Eat Soil,INTISARILimbah kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair yang berguna untuk pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang terbaik dari limbah kulit pisang untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Bakti, Kabupaten. Nagan Raya, Kecamatan Darul Makmur pada bulan Oktober sampai November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorian dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah 0 (P0) atau kontrol, 10 ml/l air (P1), 20 ml/l air (P2), dan 30 ml/l air (P3). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, diameter daun, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari limbah kulit pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi dan luas daun tanaman sawi umur 14 dan 7, 14, 28 HST. Pada parameter tinggi tanaman pemberian POC limbah kulit pisang yang terbaik ada pada perlakuan 10 ml/l air. Sedangkan parameter lebar daun yang terbaik ada pada perlakuan 20 ml/l air. Kata Kunci: Pupuk Organik Cair Kulit Pisang, Sawi, Tanah Gambut
KELAYAKAN USAHATANI PADI VARIETAS CIHERANG (Studi Kasus Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik) Ivan Aditya Prakoso; Sri Tjondro Winarno; Eko Nurhadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3394

Abstract

This reiseiarch was conduicteid to find ouit thei deiscription of farmeirs' peirceiptions of ciheirang ricei farming and to analyzei thei feiasibility of ciheirang ricei farming in Keidanyang Villagei, Keibomas District, Greisik Reigeincy. Thei meithod uiseid in deiteirmining farmeir reispondeints is ricei farmeirs in paddy fieilds in thei 2023 planting seiason uising thei ceinsuis meithod, beicauisei thei popuilation is small (limiteid), nameily a total of 30 ciheirang ricei farmeirs. Data analysis uiseis thei conceipt of farming reiveinuiei and farming incomei and uiseis incomei analysis and analysis of thei R/C ratio (Reituirn Ana Cost Ratio) to deiteirminei thei feiasibility of farming. Thei data uiseid in thei stuidy weirei obtaineid from direict inteirvieiws with farmeirs. Thei reisuilts of this stuidy indicatei an aveiragei peirceiption valuiei of 3.81, which meians that thei peirceiption of farmeirs towards ciheirang ricei farming in Keidanyang Villagei, Keibomas District, Greisik Reigeincy is High. Produictivity, Eiasei of seilling, and Profits from seilling high yieilds makei farmeirs still havei high peirceiptions. This is what makeis farmeirs still maintain and opeiratei theiir farms. Thei Ciheirang Varieity ricei farming in Keidanyang Villagei, Keibomas District, Greisik Reigeincy with an oveirall aveiragei of farmeirs with a land areia of 1 Ha has an aveiragei incomei of Rp. 38,090,061.67 with a total cost of Rp. 7,048,400. For incomei analysis has an aveiragei of Rp. 31,041,661.67. and for thei analysis of thei eifficieincy of thei R/C ratio, it is obtaineid 5.354 which is deiclareid eifficieint and feiasiblei beicauisei thei valuiei of thei R/C ratio is morei than 1 which is said to bei feiasiblei. Keywords: Incomei, Paddy Fieild, Feiasibility INTISARIPenelitian ini dilakukan guna mengetahui Mendeskripsikan persepsi petani terhadap usahatani padi ciherang dan Menganalisis kelayakan usahatani padi ciherang di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Penggunaan metode dalam penentuan responden petani yang digunakan yaitu petani padi di lahan sawah pada musim tanam tahun 2023 menggunakan metode sensus, karena jumlah populasinya sedikit (terbatas) yaitu total sebanyak 30 orang petani padi ciherang. Analisi data menggunakan konsep usahatani penerimaan dan pendapatan usahatani serta menggunakan analisis pendapatan dan analisis R/C ratio (Return Ana Cost Ratio) untuk mengetahui kelayakan usahatani. Data yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari hasil wawancara langsung kepada petani. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai persepsi rata-rata sebesar 3.81 yang artinya persepsi petani terhadap usahatani padi ciherang di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik adalah Tinggi. Produktivitas, Kemudahan dalam mejual, dan Keuntungan dari menjual hasil panen yang tinggi membuat petani masih memiliki persepsi yang tinggi. Hal inilah yang membuat petani masih mempertahankan dan mengoperasikan usahataninya. Usahatani padi Varietas Ciherang di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik dengan rata-rata keseluruhan dari petani dengan luas lahan 1Ha memiliki rata-rata penerimaan sebesar Rp. 38.090.061,67 dengan total biaya sebesar Rp. 7.048.400. Untuk analisis pendapatan memiliki rata-rata sebesar Rp. 31.041.661,67. dan untuk analisis efisiensi R/C Ratio didapat 5,354 yang dinyatakan efisien dan layak karna nilai R/C ratio lebih dari 1 yang dikatan layak untuk diusahakan. Kata kunci: Pendapatan, Padi Sawah, Kelayakan
ANALYSIS OF BREEDERS' KNOWLEDGE LEVEL ON CATTLE ESTROUS PERIOD IN BUNTU BATU DISTRICT, ENREKANG REGENCY DK, Taufik; Mufassir, Mufassir; Sukoco, Hendro; Wahyuni, Sri; Utami, Sri; Siswanto, Ferbian Milas
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3454

Abstract

This study aimed to determine the breeders' knowledge level on cattle estrous  period in buntu batu district, enrekang regency. The type of research used is descriptive quantitative research, which is a type of research that describes the level of knowledge of breeders in knowing the breeding period of female cows in Buntu Batu District, Enrekang Regency. This research was conducted in Buntu Batu District, Enrekang Regency, South Sulawesi from January to April 2022. The population in this study were all cattle breeders in Buntu Batu District, Enrekang Regency. The sample in this study totaled 92 respondents in Buntu Batu District. Data collection consisted of primary and secondary data. Primary data was obtained by direct observation. While secondary data was taken from the Enrekang Livestock Service Office. Data were analyzed using descriptive methods for the overall data in presenting frequency distribution tables. The results of the research analyzed the level of knowledge of breeders on the breeding period of cattle is enoug with a total of 41.3%.Keywords : Cattle, Estrous, Knowledge Of Breeders, Enrekang 
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM DI DESA KARANG ANYAR DAN KEPALA SUNGAI KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT Risnawati Risnawati; Hadi Wijoyo; Silvia Nora; Mukhtar Yusuf; Rini Susanti; Fitria Fitria
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3228

Abstract

This study aims to look at the characteristics of the land suitability level of sorghum plants in the village of Kepala Sungai and Karang Anyar, Secanggang sub-district. This study also analyzes improvement efforts that need to be made in increasing the productivity of sorghum crops and constructs a framework for actual land suitability and potential land suitability for coconut plantations in Secanggang District. As well as providing technological input for the development of sorghum plants. This research was conducted using the survey method which consisted of four stages of activity, namely preparation, main survey, soil analysis and data processing. It can be seen from the results of this study that the potential land suitability is in Kepala Sungai Village and Karang Anyar N-w (not suitable for developing sorghum plants with water availability). The limiting factor for water availability, namely rainfall, is the main limiting factor in assessing land suitability because land improvement efforts cannot be carried out.INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik tingkat kesesuaian lahan tanaman sorgum di desa Kepala Sungai dan Karang Anyar  kecamatan secanggang. Penelitian ini juga menganalisis usaha – usaha perbaikan yang perlu dilakukan dalam meningkatkan produktivitas tanaman sorgum dan membuat kerangka kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa di Kecamatan Secanggang. Serta memberi masukan teknologi untuk pengembangan tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survei yang terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu persiapan, survei utama, analisis tanah serta pengolahan data. Terlihat dari Hasil Penelitian ini bahwa kesesuaian lahan potensial pada Desa Kepala Sungai dan Karang Anyar N- w (tidak sesuai untuk pengembanagan tanaman sorgum dengan ketersediaan air). Faktor pembatas ketersediaan air yaitu curah hujan yang merupakan faktor pembatas utama dalam menilai kesesuaian lahan karena tidak dapat dilakukan usaha perbaikan pada lahan.
IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK PRIORITAS AGROINDUSTRI UMKM KLASTER UNGGULAN DAERAH DI KABUPATEN WONOGIRI Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Nugroho, Wahyu Tulus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3428

Abstract

This research aims to develop a performance assessment method to obtain the priority order of regional superior clusters to support the economy in Wonogiri Regency. Priority selection is based on the weight of the selection criteria and by showing indicators for each criterion and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. There are 3 main criteria for assessing the performance of regional superior clusters, namely regional economic development, product competitiveness and employment. The research results show that with the AHP method the weights are obtained in order of regional economic development (0.623), competitiveness (0.2196) and workforce (0.157). The results of the regional superior cluster selection are Cashew Cluster (0.381), Sweet Potato Cluster (0.136), Processed Food Cluster (0.133), Wood Cluster (0.130), Medicinal Plant Cluster (0.120) and Horticulture Cluster (0.009). Keywords: Regional Excellence Clusters, Criteria, AHP INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu metode penilaian kinerja untuk mendapatkan urutan prioritas dari klaster unggulan daerah guna mendukung perekonomian di Kabupaten Wonogiri. Pemilihan prioritas berdasarkan bobot dari kriteria pemilihan dan dengan memperlihatkan indicator dari setiap kriteria dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Ada 3 kriteria utama untuk menilai kinerja dari klaster unggulan daerah yaitu pengembangan ekonomi wilayah, daya saing produk dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode AHP diperoleh bobot dengan urutan pengembangan ekonomi wilayah (0,623), daya saing (0,2196) dan tenaga kerja (0,157). Adapun hasil pemilihan klaster unggulan daerah yaitu Klaster Mete (0,381), Klaster Ubi (0,136), Klaster Makanan Olahan (0,133), Klaster Kayu (0, 130), Klaster Tanaman Obat (0,120) dan Klaster Hortikultura (0,009) Kata kunci : Klaster Unggulan Daerah, Kriteria, AHP

Page 85 of 139 | Total Record : 1386