cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains
ISSN : 25407686     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini dikelola oleh program studi Magister Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini direncanakan terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Jurnal ini merupakan hasil pubikasi untuk karya ilmiah/makalah yang berhubungan dengan teori perancangan arsitektur, arsitektur tropis dan arsitektur perkotaan.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Perubahan Fisik Spasial Kawasan Sindulang Kota Manado Berdasarkan Hasil Adaptasi Pembangunan Jembatan Ir. Soekarno Kusumawardhani, Ignaningtyas Tri
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2, November 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan prasarana berupa pembangunan jalan dan jembatan yang ada di Kelurahan Sindulang Satu dan Sindulang Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado menghasilkan adaptasi warga dalam mempersepsikan lingkungan binaannya. Perilaku adaptasi menghasilkan perubahan fisik spasial pada kawasan permukimannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perubahan fisik spasial yang terjadi pada Kelurahan Sindulang Satu dan Sindulang Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berdasarkan studi kasus dan peta kawasan. Data lapangan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik “purposive sampling”. Data-data dianalisis secara deskriptif disertai gambar-gambar dan sketsa-sketsa. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang adanya perubahan kawasan secara mikro, meso, dan makro sebagai dampak dari perkembangan prasarana pada kawasan penelitian. Adaptasi dengan intensitas tinggi dilakukan oleh warga yang mendiami kawasan yang mengalami perubahan fisik spasial secara makro. Sedangkan adaptasi spasial dengan intensitas rendah dilakukan oleh warga yang mendiami kawasan pada zona II dan IV yang mengalami perubahan fisik spasial secara mikro.Kata kunci : perubahan fisik spasial, adaptasi spasial
Kajian Metode Fenomenologi dan Studi Kasus Pada Kawasan Permukiman Sindulang Satu Mokodaser, Bobbi Andi
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2, November 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perkotaan dan masyarakat Kota Manado tiap tahunnya semakin mendesak sehingga kebutuhan akan lahan semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan setiap insan. Di Kota Manado sudah banyak bangunan-bangunan padat dan tak beraturan di beberapa lokasi. Faktor yang menjadi permasalahannya adalah perkembangan Kota Manado yang merupakan sentra dari kegiatan ekonomi di Sulawesi Utara menjadi daya tarik bagi masyarakat yang dapat membawa pengaruh bagi tingginya arus tenaga kerja baik dari dalam kota itu sendiri maupun dari luar wilayah kota, sehingga menyebabkan pula tingginya arus urbanisasi. Selain itu kekurangannya lahan dan naiknya harga lahan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas menjadi faktor lain yang mempengaruhi. Penelitian ini mengambil lokasi di kelurahan Sindulang Satu, khususnya di lingkungan perumahan yang ada dipinggiran sungai Sindulang I, yang termasuk dalam kecamatan Tuminting dan merupakan salah satu kawasan permukiman padat yang ada di Kota Manado. Kepadatan penduduk kelurahan Sindulang Satu yaitu mencapai 363jiwa/ha, tingkat kepadatannya diukur melalui jumlah penduduk per luas wilayah. Kata-kunci: Urbanisasi, Permukiman, Kota Manado, Arsitektur
Pendekatan Fenomenologi Terhadap Gedung Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Menggunakan Teori Vitruvius Karisoh, Kerin Meisitra
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2, November 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Arsitektur dikawasan Universitas Sam Ratulangi hadir sebagai bangunan pendidikan untuk mewadahi fenomena yang menggambarkan fungsi bangunan tersebut. Gedung Arsitektur memerlukan pendekatan khusus yang mengacu pada fenomena fungsi gedung tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan fenomenologi. Penerapan prinsip fenomenologi Arsitektur dengan menggunakan teori Vitruvius dapat dilakukan sebagai langkah penerapan tujuan yang mampu mewadahi fenomena tersebut. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survey lapangan dan wawancara dengan mahasiswa Arsitektur Universitas Sam Ratulangi, dan untuk data sekunder di peroleh melalui studi literatur. Prinsip fenomenologi Arsitektur di terapkan pada penggunaan fungsi bangunan ruang, yang memanfaatkan komponen struktur atau konstruksi atau kekuatan (Firmistas), komponen fungsi atau guna (Utilitas) dan komponen keindahan dan estetika (Venustas). Kata-kunci : Fenomenologi, Gedung Arsitektur Unsrat, Vitruvius
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal pada Bangunan Tipe Rumah Sederhana Studi Kasus: Perumahan Griya Paniki Indah di Manado Sitanggang, Roulina A.; Kindangen, Jefrey I.; Tondobala, Linda
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah rumah harus menciptakan rasa nyaman bagi penghuninya. Salah satu aspek yang harus dipenuhi untuk menciptakan kenyamanan dalam sebuah rumah ialah aspek termal. Kenyamanan termal adalah suatu kondisi yang dinikmati oleh manusia, yaitu terciptanya keseimbangan antara suhu tubuh manusia dan suhu tubuh sekitarnya. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. Tujuan penelitian ini ialah menemukan faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal, menganalisis dampaknya lalu kemudian menemukan solusinya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan positivisme yaitu dengan pengukuran dilapangan dan formulasi rumus / persamaan. Lokasi penelitian berada di kawasan Perumahan Griya Paniki Indah Manado, yang terletak di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Dalam kawasan perumahan ini terdapat dua blok yang termasuk dalam program sejuta rumah Presiden Jokowi yaitu blok Rambutan dan blok Lengkeng. Penelitian pada sampel dilaksanakan pada waktu terpanas dalam satu hari, yaitu mengukur suhu udara, kelembaban dan kecepatan angin. Setiap sampel menggunakan perhitungan indeks PMV untuk menganalisis data. Hasil penelitian diketahui bahwa indeks kenyamanan termal pada sampel penelitian adalah tidak nyaman. Persepsi termal juga dirasakan oleh responden melalui hasil wawancara yang menyatakan bahwa mereka merasa panas dan gerah.Kata-kunci: Rumah, Kenyamanan termal, PMV (Predicted Mean Vote)
Analisis Permukiman Rawan Banjir Pendekatan Mitigasi Bencana Studi Kasus Kelurahan Ternate Tanjung Pantow, Megani R. N.; Warow, Fela; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman bantaran sungai dijadikan tempat tinggal tanpa menghiraukan bahaya, status kepemilikan, permukiman terbentuk secara spontan. Banjir menjadikan rumah terendam, struktur tidak berfungi, tanda bahaya dan petunjuk evakuasi tidak diperbaiki menjadikan kualitas lingkungan terbangun mengalami kerusakan. Kualitas perlu di identifikasi menggunakan evaluasi kualitas lingkungan bangunan untuk mengetahui kondisi dan upaya melalui pendekatan mitigasi. Metode perencanaan banjir didukung peraturan. Metode kualitatif menemukan pola hubungan, teori ataupun menggambarkan realita. Teori dapat berperan sebagai perspektif melalui pernyataan, dengan pendekatan etnografi menyelidiki suatu pemukiman, pemilihan purposive sampling atau metode tak acak bertitik tolak penilaian peneliti yang benar dan representative serta diketahui sifat tujuan juga permasalahan. Lokasi memiliki karakteristik sosial gotong royong, tiga lingkungan pemekaran memiliki topografi berombak bergelombang. Pola permukiman mengikuti sungai dan ruang kota tersedia di lokasi Kelurahan Ternate Tanjung. Permukiman memiliki konstruksi umumnya menggunakan bahan beton dan atap seng, warna rumah mengikuti keinginan pemilik. Variabel kekuatan struktur lahan, struktur fisik bangunan, ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas serta variabel pembangunan diidentifikasi lebih lanjut. Kekuatan struktur lahan memiliki kontur merupakan potensi dapat disiasati pembangunan talud, struktur fisik bangunan menggunakan strategi menaikan dasar rumah, ketersediaan prasarana, sarana dan utilitas pada lokasi evakuasi tidak memiliki tanda penunjuk lokasi, jaringan jalan perlu perbaikan, drainase perlu pembersihan, peralatan peringatan dini tidak berfungsi serta tempat sampah perlu diadakan. Mitigasi bencana berdasarkan lokasi banjir perlu pembangunan baru, perawatan bersama masyarakat dan pemerintah sebab kualitas mitigasi perlu ditingkatkan. Upaya mitigasi yang dilakukan telah ada tanpa perawatan, renovasi, rehabilitas dan penggantian baru tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan mengurangi resiko banjir. Kata-kunci: Permukiman, banjir, mitigasi, pembangunan
ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA MENUJU KAWASAN CAGAR BUDAYA DI KOTA TOMOHON Mantiri, Alberta; Warow, Fela; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan bersejarah sebagai bagian penting bagi perkembangan kota perlu dilakukan kajian sejarah dan arsitekturnya. Dalam sejarahnya Kota Tomohon memiliki hubungan dengan bangsa kolonial Belanda, dimana tersebar dibeberapa kawasan. Ketidaktersediaan basis data menjadi salah satu latar belakang penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri dan menemukan gaya arsitektur kolonial Belanda sehingga dapat menentukan arah pelestarian kedepannya menuju kawasan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan analisis kuantitatif pada 3 bangunan yang ada dalam kawasan yaitu Gereja Hati Kudus, Pastoran Gereja dan Rumah Sakit Gunung Maria. Dari hasil analisis dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: ciri arsitektur kolonial Belanda yang ada pada bangunan di kawasan di Kota Tomohon yaitu gable/gevel, tower/menara, nok acroterie/hiasan puncak atap, dan bouvenlicht/ lubang ventilasi. Dari ciri ciri yang teridentifikasi, ciri arsitektur kolonial Belanda yang dimiliki 3 bangunan penelitian, adalah adanya gable/gevel dan bouvenlicht/ lubang ventilasi. Dan Gaya arsitektur kolonial Belanda pada kawasan cagar budaya di Kota Tomohon didominasi oleh gaya Indische Empire (Abad 18-19) yaitu pada bangunan Gereja Hati Kudus sebesar 42.86 %, pada bangunan Pastoran Gereja sebesar 32.14 % dan pada bangunan Rumah Sakit Gunung Maria sebesar 42.86 %. Untuk menuju kawasan cagar budaya, maka perlu dilakukan kajian dan persiapan selanjutnya pada semua bangunan bersejarah yang ada di kawasan sesuai dengan Undang- Undang no 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.Kata Kunci: Arsitektur kolonial Belanda, Kawasan cagar budaya, Kota Tomohon
Pengaruh Kondisi Bangunan President 45 Manado Terhadap Keefektifan Para Pekerja Gultom, Axel SN.; Mamahit, Zefanya N.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2, November 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

President Shopping Center merupakan pusat perbelanjaan yang terletak di daerah kawasan pasar 45, Kota Manado, Sulawesi Utara. Tempat ini berjaya ditahun 90an dan dikenal sebagai tempat perbelanjaan yang lengkap di Kota Manado. Namun kini bangunan ini seakan kehilangan kejayaannya. Dapat dilihat dari tampilan bangunan yang tampak kusam dan tak terawat. Hal tersebut ternyata mempengaruhi kinerja dari para pekerja yang bekerja didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara keadaan bangunan yang sekarang ini dengan kinerja/keefektifan para pekerja yang bekerja didalamnya. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode penelitian fenomenologi dimana metode ini digunakan sebagai acuan untuk mencapai hasil yang di inginkan yaitu mengungkapkan korelasi antar bangunan dan manusia.                                               Kata-kunci : Keefektifan Pekerja, Kondisi Bangunan.
REVITALISASI PERMUKIMAN KUMUH TEPIAN SUNGAI KAMPUNG NGAPA BERBASIS KAMPUNG BERKELANJUTAN Kairupan, Frenny F. F.; Tondobala, Linda; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman tepi Sungai Baubau merupakan kawasan yang padat dan berkembang secara tidak terkendali dan rawan terhadap bencana banjir,  sehingga menjadi kawasan kumuh. Dalam RTRW Kota Baubau juga mengarahkan tujuan penataan ruang Kota Baubau adalah mewujudkan Kota Baubau sebagai kota perdagangan dan jasa yang nyaman, sejahtera, berbudaya dan berkelanjutan sebagai kota pesisir yang berwawasan lingkungan. Dengan potensi kawasan yang memiliki peranan penting dalam perkembangan kota, dengan sungai yang memiliki peranan vital menunjang pertumbuhan kota, maka revitalisasi kawasan tepian sungai, perlu dilakukan untuk memvitalkan kembali kawasan tersebut. Penelitian lewat perancangan ini menggunakan mix method yaitu penggabungan antara penelitian kuantitatif - kualitatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk naratif, tabulasi/diagram dan pemetaan, untuk kemudian dibuatkan skenario penataan yaitu konsep perancangan kawasan tepian sungai untuk menghasilkan rancangan arsitektural revitalisasi penataan permukiman kumuh tepian sungai Kampung Ngapa. Hasil penelitian di dapatkan karakteristik permukiman kumuh tepian sungai Kampung Ngapa, dilihat dari aspek fisik yaitu kondisi bangunan, kondisi infrastruktur dan utilitas lingkungan serta ketersediaan fasilitas umum/sosial; aspek non fisik yaitu status ekonomi rumah tangga, mata pencaharian penduduk, dan interaksi sesama masyarakat dan dengan sungai. Konsep pendekatan lingkungan dengan orientasi terhadap masyarakat pada perancangan revitalisasi kawasan tepian sungai Kampung Ngapa, menekankan pada aspek penataan bangunan, peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas lingkungan, pengembangan aspek non fisik untuk penataan kawasan tepian sungai. Dimana hasil revitalisasi ini dapat juga berfungsi sebagai tujuan wisata baru di Kota Baubau, yang secara umum diharapkan bermanfaat secara fisik, ekonomi dan sosial, sesuai dengan prinsip revitalisasi. Kata Kunci: Kampung berkelanjutan, Pembangunan berkelanjutan, Permukiman kumuh, Revitalisasi, Tepian sungai
Pemanfaatan Bangunan Pemerintahan Rusunawa Tingkulu , Kota Manado Ogotan, Andri M.; Salangka, Dina A.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2, November 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Pengguna dari Rusunawa harus menyewa dari pengembangnya. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 524/KMK.03/2001 Rumah Susun Sederhana adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang dipergunakan sebagai tempat hunian dan diperuntukan bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah yang pembangunannya mengacu pada Permen PU Nomor 60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun. Dengan mengetahui fungsi dari Rusunawa itu sendiri maka seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat sejauh mana pemanfaatan Rusunawa Tingkulu dibagian ringroad Manado, dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitafif
Kajian Akustik Bangunan Antara Gedung Gereja dan Lingkungan Sekitar di Kota Manado Manganguwi, Ronald F.; Sangkertadi, .; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak dari bangunan gereja yang ada di sepanjang jalan dengan volume lalu lintas padat, diperhadapkan dengan masalah kebisingan yang tidak bisa dihindari. Paparan langsung akan sangat dirasakan secara konstan akibat dari kebisingan jalan raya. Kebisingan telah dianggap sebagai polusi lingkungan yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Dua buah Gereja di Manado sebagai kasus dalam studi ini dirancang dengan penyesuaian terhadap iklim tropis, dimana menempatkan sejumlah bukaan ventilasi dan jendela cukup lebar pada selubung dinding. Namun ada konsekuensi terjadinya aliran kebisingan yang mengganggu melalui transmisi langsung dari bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi dari luar kedalam bangunan dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besarnya nilai reduksi bunyi karena faktor arsitektur selubung dan posisinya pada tapak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Telah dilakukan pengukuran lapangan mengenai distribusi bunyi dari ruang dalam hingga ruang luar dan sebaliknya. Peralatan yang di gunakan adalah Sound Level Meter. Sumber bunyi yang konstan namun divariasikan setiap 10 dB mulai dari 60 hingga 100 dB telah diterapkan, baik untuk kasus sumber bunyi didalam ruang maupun di luar Gedung. Studi ini juga menggunakan sofware ISIMPA sebagai alat analisis untuk mengetahui sebaran bunyi secara spasial 2 dimensi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengurangan bising dapat mencapai sekitar 7 sd 30 dB karena didukung factor jarak antara sumber bunyi dan pendengar sekitar 18 m. Namun factor arsitektur selubung bangunan dengan ventilasi dan jendela terbuka, hanya memberi konstribusi pengurangan bising yang kecil yakni sekitar angka 2 sd 3 dB saja.Kata-kunci: Akustik Gereja, Selubung Bangunan, Pengurangan Bising