cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains
ISSN : 25407686     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini dikelola oleh program studi Magister Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini direncanakan terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Jurnal ini merupakan hasil pubikasi untuk karya ilmiah/makalah yang berhubungan dengan teori perancangan arsitektur, arsitektur tropis dan arsitektur perkotaan.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Kajian Teritorialitas di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kota Manado Eldija , Fadillah; Waani, Judy; warouw, fela; Syafriny, Reny
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v8i1.51655

Abstract

Abstrak Kasus kriminalitas di dalam Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Kota Manado cenderung bergerak naik diikuti dengan kasus residivis. Lembaga Pemasyarakatan melaksanakan rehabilitasi, reedukasi, resosialisasi dan perlindungan baik terhadap narapidana. Ditemukan fenomena tindak kriminal, yang dikutip dari surat kabar sebagai berikut: “Napi Pelaku Penikaman di dalam Lapas Manado dikarantina” Berita Kawanua’2014. “Pegawai Lapas dan Napi Ditangkap Saat Kendalikan Narkoba”, CendanaNews’2017.“Turut Edarkan Narkoba, Pegawai LP Manado diamankan Polisi” ManadoNews’2019. Fenomena ini menyiratkan betapa sulitnya posisi atau peran urusan kepenjaraan, kepenjaraan akan selalu dihadapkan pada momentum yang sifatnya antagonistic antara harus berperikemanusiaan atau sebaliknya namun tetap memberi efek jera. Place Centered Map dan Person Centered Map mengambil data jejak aktivitas, pola pergerakan, kebiasaan, dan mengkaitkannya dengan faktor-faktor pengaruh teritori. Yang akan menunjukan teritori dominan antara narapidana dan petugas jaga di dalam Lapas dan mengungkap bahwa area teritori narapidana lebih besar dibandingkan dengan area pengawasan petugas, walaupun narapidana adalah sebagai pesakitan yang tidak memiliki kemerdekaan namun fakta menunjukan bahwa narapidana masih memiliki keleluasaan dalam bergerak, bersosialisasi, berinteraksi secara berkelompok. Minim pengawasan berpotensi sebagai area bertukar pikiran, ilmu dan pengalaman kejahatan, untuk mengatur rencana-rencana kriminal. Semakin besar area teritori, semakin besar rasa ingin bertindak sesuka hati. Mengingat jumlah narapidana jauh lebih banyak dibanding jumlah petugas, maka hal yang dapat membantu tercapainya pengawasan guna berjalannya sistem pemasyarakatan secara efektif yaitu dengan perbaikan desain bangunan. Winston Churchill; “kita membentuk bangunan kita dan kemudian bangunan kitalah yang membentuk kita”. Laurens (2004) Kata-kunci : Kriminalitas, Lembaga, Narapidana , Petugas, Teritori
Perkembangan Activity Support pada Kawasan Perkantoran Kota Kotamobagu Paputungan, Nining; Syafrini, Reny; Malik, Andy; Syafriny, Reny
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v8i1.51663

Abstract

Dengan adanya pusat pelayanan kota seperti kawasan perkantoran menyebabkan pertumbuhan activity support, begitu juga dengan kawasan perkantoran Kota Kotamobagu, dengan adanya suatu kawasan perkantoran Kotamobagu menyebabkan tumbuhnya kegiatan-kegiatan lain yang bisa mendukung kawasan perkantoran , dari fenomena tersebut peneliti tertarik untuk melihat perkembangan activity support di kawasan perkantoran Kotamobagu dan mengidentifikasi jenis serta bentuk activity support pada kawasan perkantoran Kotamobagu. pada penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, untuk melihat perkembangan activity support pada kawasan perkantoran Kotamobagu peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan cara wawancara kepada pelaku activity support dan melihat perkembangan kawasan menggunakan analisis figure ground dengan melihat peta perkembangan kawasan perkantoran 10 tahun terakhir, sedangkan untuk mengidentifikasi Activity support di kawasan perkantoran Kotamobagu metode pengumpulan data dengan wawancara dan melihat bentuk serta karakteristik activity support yang ada pada kawasan perkantoran Kotamobagu, dari hasil penelitian yang ada di temukan bahwa dari tahun ke tahun pertumbuhan activity support pada kawasan perkantoran mengalami perkembangan dan jenis kegiatan pendukung yang banyak di jumpai ialah jenis kegiatan komersial dengan bentuk ruang terbuka. Kata-kunci : Kotamobagu ,Activity Support , Kawasan Perkantoran
Evaluasi Pengaruh Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Visual Pada Ruang Kerja Gedung Kantor : (Ruangan Kantor Dinas PUPRD Prov. SULUT) Pelealu, Veronica; Kindangen , Jefrey; Tungka, Aristotulus; Syafriny, Reny
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v8i1.51664

Abstract

Bangunan gedung di Dinas PUPRD Prov. SULUT sudah berumur diatas 10 tahun dengan penataan antar ruang sudah tidak sesuai dengan standart desain perencanaan awal, dimana terdapat penambahan ruang kerja tanpa didasari dengan pertimbangan pencahayaan alami sehingga kualitas ruang yang tidak sesuai dengan fungsi ruang mempengaruhi kenyamanan visual pada ruang tersebut tidak tercapai dan berdampak pada kualitas kerja yang terganggu. Penelitian ini untuk mengetahui pencahayaan alami pada ruang kerja kantor apakah sudah sesuai standart SNI dengan melihat bukaan yang ada pada fasade bangunan gedung. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan data yang telah diperoleh dilapangan, disusun serta dikelompokan agar mudah diolah dan dipelajari serta dipahami. Dari hasil pengukuran tersebut didapatkan data kuantitatif yang berupa data tingkat intensitas cahaya dengan satuan ukur Lux. Data tersebut dianalisis dengan membandingkan SNI Pencahayaan Alami dengan hasil ukur di lokasi . Sesuai data SNI pencahayaan alami dalam ruang kerja yang dibutuhkan 300–350 lux untuk ruangan aktif berkerja, dengan nilai hasil ukur di lapangan mendapat nilai 2–450 lux dihasilkan kesimpulan Tingkat pencahayaan alami pada ruangan dibawah standart SNI Sehingga dapat direkomendasi agar merubah posisi ruangan dengan mengunakan material yang lebih transparan dengan bukaan yang cukup dan mengurangi partisi antar ruangan dengan menerapkan konsep ruang tanpa dinding / partisi yang dapat meningkatkan kualitas pencahayaan dalam ruang. Kata-kunci : Kenyamanan Visual, Pencahayaan Alami, Ruang kerja kantor.
Persepsi Pengguna Pedestrian di Koridor Jalan Pierre Tendean dan Jalan Sam Ratulangi Arif, Nugrah Rhisandy; Egam, Pingkan Peggy; Prijadi, Rachmat
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56744

Abstract

Jalan Pierre Tendean and Jalan Sam Ratulangi are the main roads in Manado City which are classified as primary arterial roads in Manado City. Due to the status of these two roads, quite a few pedestrians pass through the pedestrian paths on both roads. This research aims to identify the condition of pedestrian paths on Jalan Pierre Tendean and JalanSam Ratulangi and to determine the perceptions of pedestrians who use pedestrian path facilities on these two road corridors. To determine the perceptions of pedestrians who pass this road, a questionnaire was used which was distributed to respondents and measured using a Likert scale. To differentiate the condition of pedestrian paths, researchers divided the two roads into five segments. Based on the research results, the best pedestrian conditions were found in Segments I and II on Jalan Pierre Tendean and from the research results, good scores were in Segments I and II, while Segments III, IV and V received quite good scores.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Kecamatan Wori Kabupaten MInahasa Utara Manginsela, Meyka Prayanti; Egam, Pingkan Peggy; Sondakh, Julianus
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56745

Abstract

Mangrove forests are an ecosystem that has a very important function for the environment. Wori District has several areas that have mangrove forests, namely the villages of Tiwoho, Wori, Kima Bajo, Minaesa, Budo, Darunu, Bulo, Pontoh, Lansa, Lantung, Kulu, Mantehage and Nain . Of the several villages in Wori District, Tiwoho Village and Wori Village are included in the conservation area managed by the Bunaken National Park Office. The management of the mangrove forests in Wori District is not yet running completely well, therefore community participation is very necessary in managing the mangrove forest areas. This research aims to determine the form of community participation in mangrove forest management and to determine the level of community participation in mangrove forest management. This research uses qualitative methods with data collection carried out through direct observation, interviews and documentation. The data obtained was then analyzed using Cohen and Uphouff's theory and Arnstein's theory, to see the extent of involvement in the form and level of community participation in mangrove forest management. The results show that community participation is at low and high levels of participation which are included in the categories of therapy, reassurance, partnership, delegation and community control. Mangrove forest management requires the involvement of various parties in the form of planning, implementation, utilization and evaluation to encourage increased community participation in mangrove forest management. Keywords: Community Participation, Management, Mangrove Forests
Pendekatan Tourism Business District Pada Pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu Di Kota Tomohon Rantung, Alsa Margareth; Egam, Pingkan Peggy; Tarore, Raymond
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56746

Abstract

Tourism is one of the fastest growing sectors of the economy and has an impact on various other sectors. Tourismdevelopment links all components into an integrated tourism plan. Tomohon City is an area where community activitiesare concentrated by concentrating services and developed into a tourist destination connected to the function of thecity's business center. So that tourism is presented along with the attractiveness of the city and its landscape. Thepurpose of this research is to identify factors that influence tourism development and map the category of tourist areasthrough the Tourism Business District (TBD) concept approach with qualitative descriptive research methods. Based onthe results of the study, it was found that there are four factors that influence tourism development: public infrastructure,public facilities, tourism facilities and accessibility that have an impact on the carrying capacity of tourist attractions. Thisresults in four categories of tourism potential, there are 10 very high potential tourism, 9 high potential tourism, 12medium potential tourism, and 12 low potential tourism. Based on the results of the analysis, there are 5 zones with 4categories of tourism district, first artificial, religious and historical based tourism district divided into 2 zones in theTomohon Highway corridor, the second is artificial and history based tourism district in West Tomohon, the third isartificial and nature based tourism district in East Tomohon, and fourth agrotourism and artificial based tourism district inNorth Tomohon. Keywords : Tourism Business District Concept, Tomohon City, Tourism
Analisis Perubahan Lingkungan, Sosial dan Ekonomi Pasca Reklamasi Pantai Manado Kawonal, Shania Chelsie Dalla; Rondonuwu, Dwight Moody; Tilaar, Sony
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56747

Abstract

Spatial changes in coastal areas have many causal factors, one of which is characterized by changes in sea edge lines.In the case of changes in seashore lines in coastal areas, this affects several aspects, one of which is the human aspect,namely beach reclamation activities. Coastal reclamation is used as an alternative for adding land, where the land inthe reclamation area is in the form of an old land area that is directly connected to new land. Reclamation is definitelyaimed at improving a region, but on the other hand, many things have changed in a positive or negative direction interms of environmental, social and economic aspects for fishermen. This research was conducted to analyzeenvironmental, social and economic changes after the reclamation of the Manado coast. The analytical method used isdescriptive qualitative and analysis of environmental, social and economic changes is carried out through overlay. Theresearch results identified two main things. First, from the characteristics of the coastal area, it is dominated by landfor trade in goods and services and the reclamation area has a coastline length of 10,225 meters. Second, throughoverlay analysis, there are several changes experienced by traditional fishermen, namely the increase in coastal landarea, access to the sea is increasingly difficult. , the unique habits and culture of fishermen are disappearing, incomeis decreasing, causing changes in the livelihoods of fishermen. Keywords: Economy, Environment, Fishermen, Reclamation, Social
Analisis Pola Persebaran dan Keterjangkauan Fasilitas Kesehatan Kawasan Perkotaan Di Kabupaten Minahasa Utara Mandang, Pretty; Warouw, Fela; Takumansang, Esli
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56748

Abstract

Healthcare facilities play a crucial role in maintaining community welfare, including handlingaccidents. Throughout 2023, there were 148,307 recorded accidents in Indonesia, with a significantincrease in North Minahasa Regency, reaching 399 cases from 301 cases in 2022. This regency israpidly developing, with the population increasing from 200,217 people in 2017 to 229,368 people in2022, and built-up areas expanding from 3% in 2011 to 10% in 2019. This growth underscores theurgent need for adequate and accessible healthcare facilities, especially considering its strategic locationbetween Manado City and Bitung City, which increases traffic and accident risks. The methods used inthis study are spatial and descriptive. Spatial methods include Nearest Neighbour Analysis to identifythe distribution pattern of healthcare facilities, as well as Buffering and Network Analysis to determinehealthcare accessibility. Descriptive methods are used to explain the results of the spatial analysis. Thestudy results show that the distribution pattern of healthcare facilities in North Minahasa Regency israndom. Each sub-district already has healthcare facilities, although they are not evenly distributed. Interms of accessibility, Kalawat, Airmadidi, and Kauditan sub-districts are well-served and have quicktravel times to healthcare facilities. Conversely, Kema sub-district is not fully served and has relativelylong travel times.Keywords: Distribution Pattern, Accessibility, Healthcare Facilities
Persepsi Pengguna Terhadap Kualitas Ruang Dalam Pasar Tradisional Towo’e di Kabupaten Kepulauan Sangihe Gaghana, Marco; Waani, Judy; Wuisang, Cynthia
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i2.59121

Abstract

Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu daerah terluar di bagian utara Indonesia yang sedang berbenahmengatasi akan banyaknya permasalahan di daerah khususnya di Kota Tahuna. Salah satu permasalahan yang adayang menyangkut kebutuhan masyarakat, yaitu fasilitas umum berupa Pasar Tradisional Towo’e. Namun, keberadaanpasar yang lambat laun menurun kualitas bangunannya terutama ruang dalam pasar. Untuk mengetahui tingkatkualitas ruang dalam pasar, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengidentifikasi kualitas ruang dalam pasar danpersepsi pengguna terhadap kualitas pasar saat ini. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian inimenggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan kuesioner serta pengambilan dokumentasi. Hasil daripenelitian ini masih harus mendapat perhatian khusus dikarenakan kualitas ruang dalam Pasar Tradisional Towo’emasih dianggap belum memuaskan, terlihat dari sepuluh unsur yang diteliti, hanya satu unsur yang memiliki kategorisangat baik, bahkan terdapat tiga unsur yang masuk ke dalam kategori kurang baik yaitu unsur proporsi ruang, unsurpandangan di dalam ruang dan unsur cahaya terutama pencahayaan alami di dalam ruang. Kata-kunci: Kualitas Ruang Dalam, Pasar Tradisional, Persepsi
IDENTIFIKASI TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU STUDI KASUS: KECAMATAN SINGKIL DAN KECAMATAN TUMINTING Sengkey, Sephia; Rondonuwu, Dwight Moody; Warouw, Fela
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i2.59123

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berdampak pada meningkatnya kebutuhan permukiman danmenyebabkan berkembangnya area permukiman baik terencana maupun tidak terencana, maraknya ahlifungsi lahan serta berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) kota. Kecamatan Singkil dan KecamatanTuminting merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi di Kota Manado dan memilikiberbagai macam permasalahn lingkungan salah satunya yaitu berpotensi besar terdampak bencana banjir.Dengan adanya ketersediaan RTH yang mencukupi pada suatu wilayah perkotaan dapat menjadi salahsatu solusi untuk mengatasi beberapa permasalahan lingkungan saat ini. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji persebaran dan luasan dari tipologi ruang terbuka hijau di Kecamatan Singkil dan KecamatanTuminting yang mengacu pada peraturan yang baru yaitu Permen ATR/BPN No.14 Tahun 2022 tentangpenyediaan dan pemanfaatan RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terindentifikasi tipologiRTH yang tersebar pada 9 kelurahan di Kecamatan Singkil dan 10 Kelurahan di Kecamatan Tuminting,dimana kedua kecamatan ini sudah mencakup ketiga kelompok tipologi yang tersebar di setiapkelurahannya. Kata-kunci: Ruang Terbuka Hijau, Kepadatan Penduduk, Tipologi