cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains
ISSN : 25407686     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini dikelola oleh program studi Magister Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini direncanakan terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Jurnal ini merupakan hasil pubikasi untuk karya ilmiah/makalah yang berhubungan dengan teori perancangan arsitektur, arsitektur tropis dan arsitektur perkotaan.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
KAJIAN KORIDOR KANTOR WALIKOTA DAN KANTOR GUBERNUR SEBAGAI LINKAGE KOTA MANADO Pauwah, Yusran; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek yang mempengaruhi pembentukan kota, yaitu elemen linkage yang berfungsi sebagai penghubung antar kawasan. Elemen linkage yang terdapat di koridor Jl. Lumimuut sampai pada Jl. 17 Agustus belum dapat diindentifikasi secara struktur. Hal tersebut dapat mempengaruhi objek pembentuk kota, salah satunya adalah elemen linkage yang masih belum terkoneksi menjadi satu kesatuan yang lebih besar. Terlihat pada koridor Jl. Lumimuut sampai pada Jl. 17 Agustus yang merupakan koridor antara Perkantoran Walikota Manado dan Perkantoran Gubernur Sulawesi Utara. Tujuan penelitian, untuk mengetahui elemen linkage pada koridor dari kedua kawasan serta menentukan elemen yang mendominasi pada koridor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik analisis terbagi dalam empat tahapan yaitu, segmentasi, observasi eksisting, figure ground dan analisa elemen linkage. Hasil penelitian menunjukan bahwa: elemen linkage yang terdapat dilokasi penelitian adalah linlage visual, struktural dan kolektif. Sedangkan elemen linkage yang mendominasi adalah linkage visual dan struktural. Kata-kunci : Elemen Linkage, Koridor, Kota Manado 
PENERAPAN KONSEP URBAN TOURISM PADA PERANCANGAN PERMUKIMAN SINDULANG SATU DI MANADO Muntiaha, Grety I. J.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Urban tourism merupakan sumber daya wisata yang berada di perkotaan, memiliki elemen daya tarik yang ditunjang dengan elemen penunjang lainnya untuk memikat pengunjung. Salah satu urban tourism yang lagi trend di kota-kota yang ada di Indonesia yaitu kampung pelangi. Kampung pelangi merupakan usaha untuk menata kampung kumuh yang diimbangi dengan peningkatan fasilitas infrastruktur sehingga berubah menjadi kawasan urban tourism. Adapun kampung pelangi yang ada di kota Manado terletak di permukiman Sindulang Satu yang berada diperbukitan pesisir pantai dan pesisir sungai kota Manado, memiliki potensi untuk dijadikan sebagai kawasan urban tourism. Tujuan penelitian dan perancangan, untuk menentukan strategi desain dan penerapan urban tourism pada perancangan permukiman Sindulang Satu. Menggunakan metode perancangan rasional (glass box). Strategi perancangan dihasilkan melalui kolaborasi konsep urban tourism dan urban design. Konsep urban tourism terdapat elemen pergerakan wisatawan meliputi pintu gerbang, simpul, jalan, wilayah, batas dan landmark. Kelima elemen ini dikolaborasikan dengan konsep urban design yang memiliki elemen tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, area pedestrian, penanda, pendukung kegiatan dan preservasi. Berdasarkan hasil kolaborasi tersebut maka diperoleh startegi perancangan yaitu permainan kontur, adanya penanda, bentuk dan warna, ruang luar, sirkulasi dan pergerakan. Kata-kunci : Elemen Pergerakan, Urban Tourism, Urban Design, Permukiman 
TIPO-MORFOLOGI LAIGAN (RUMAH) MASYARAKAT SALUAN LOINANG BALOA DODA DI KABUPATEN BANGGAI Mangundap, Poppy; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2, November Tahun 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laigan adalah rumah bagi suku Loinang Baloa Doda, di mana Suku Loinang atau Suku Saluan adalah suku terbesar yang mendiami Kabupaten Banggai, Laigan dibangun dari generasi ke generasi dengan keterampilan yang dimiliki oleh penduduk Loinang Saluan Baloa Doda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis Tipo-Morfologi Rumah/Laigan Masyarakat Loinang Saloa Doda, dalam masa perkembangan suku Loinang Baloa Doda di Kabupaten Banggai, penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan rasionalistik dengan teori tipologi, sebagai kerangka kerja Studi tentang Tipo-morfologi Rumah/Laigan masyarakat Loinang Saluan Baloa Doda, yang diteliti berdasarkan 3 tahap perkembangan berdasarkan periode, yaitu periode awal tahun 1900-1931, tahap kedua 1932-1945 dan tahap ketiga 1945 - 2016. Tipologi ditinjau berdasarkan sejarah/asal-usul, tipologi bentuk/geometrik dan fungsional, morfologi dengan menggunakan tahapan diakronis dan sinkron. Pengamatan dan wawancara terkait dilakukan untuk mengungkapkan Tipo-Morfologi Masyarakat Rumah / Laigan Saluan Baloa Doda di Kabupaten Banggai. Kata Kunci : Tipo-Morfologi, Laigan(Rumah) Loinang Baloadoda
SISTEM UKUR TRADISIONAL DALAM RUMAH ADAT GORONTALO Lasalewo, Arifundi; ., Sangkertadi; Waani, Judy O.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2, November Tahun 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perkembangan rumah di Gorontalo dimulai sejak masa kerajaan yang dikenal dengan kerajaan Duluwo Limo Pohalaa yang artinya dua kerajaan induk yang menjadi lima kerajaan. Penanaman nilai budaya dan agama terhadap tata cara pembangunan rumah di Gorontalo pada zaman dahulu memuat nilai-nilai filosofi kehidupan yang saat sekarang sudah mulai hilang seiring perkembangan zaman. Pada masa kolonial masuk ke daerah Gorontalo, budaya yang ada juga telah mengalami akulturasi seiring dengan perubahan tata cara berpikir masyarakat yang lebih modern. Oleh karena itu, dalam rangka menghidupkan kembali kebudayaan masyarakat Gorontalo yang mulai hilang dan hampir dilupakan oleh masyarakatnya sendiri, maka sangat penting penelitian ini dilakukan untuk mengungkap sistem ukur tradisional Gorontalo yang dipakai oleh masyarakat zaman dahulu untuk membangun rumah, serta bagaimana penerapannya dalam arsitektur Gorontalo. Penelitian kualitatif ini dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologi, Penerapan sistem ukur dalam membangun rumah di Gorontalo meliputi penentuan ukuran luasan rumah, panjang dan lebar setiap ruangan yang ada di dalam rumah, tinggi rumah, lebar pintu, tinggi kolong jika rumah panggung, penempatan posisi pintu, tinggi atap.Kata Kunci : Sistem ukur, Kebudayaan, Filosofi Kehidupan, Gorontalo
KAJIAN TERITORIALITAS DALAM TATANAN HUNIAN ISLAMI DI KAMPUNG ARAB MANADO Amra, Putri H.; Tungka, Aristotulus E.; Warouw, Fela
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kampung Arab Manado memiliki ciri khas khusus yaitu adanya pemisahan tempat ibadah antara pria dan wanita melalui perbedaan letak bangunan. Mesjid Al-Masyhur untuk tempat ibadah pria, sedangkan musholla untuk tempat ibadah wanita.Adanya perbedaan tempat ibadah ini menciptakan ruang dominan antara pria dan wanita sehingga membentuk teritorialitas dalam kawasan permukiman. Kajian ini akan mengkaji teritorialitas dalam tatanan hunianIslami sebagai pembentuk batasan ruang pada hunian di Kampung Arab. Tujuan penelitian untuk menganalisa pembentukan teritorialitas di Kawasan Kampung Arab. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari metode Behavioral Mapping (pemetaan perilaku) dengan place centered map. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik hunian Islami masih melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Arab, salah satunya adalah pemisahan ruang antara laki laki dan perempuan.Pada area publik, terjadi pengelompokan aktivitas yang membentuk teritorialitasnya masing-masing.Maka teritori yang terbentuk dalam masyarakat Kampung Arab masih dipengaruhi oleh kaidah-kaidah Islami. Kata-kunci :Aktivitas, Hunian Islami, Kampung Arab, Teritorialitas 
RUANG TERBUKA PUBLIK ORGANIK DI KAWASAN PESISIR KOTA MANADO Tombokan, Eunike L.; Egam, Pingkan P.; Warouw, Fela
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2, November Tahun 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan kota pesisir yang memiliki garis pantai kurang lebih 18,7 kilometer. Fenomena yang banyak terjadi saat ini di kawasan pesisir Kota Manado yaitu banyak sekali kegiatan-kegiatan sosial dan rekreasi masyarakat yang dilakukan di ruang-ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Ramainya pembangunan di kawasan pesisir Kota Manado menyebabkan ketersediaan ruang terbuka publik semakin terbatas, pada akhirnya masyarakat membentuk ruang-ruang terbuka publik secara organik. Namun tidak diketahui secara pasti alasan masyarakat memilih menggunakan ruang-ruang tersebut. Fenomena ini sangat menarik, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis karakteristik dari ruang terbuka publik organik yang ada dan faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi pembentukannya. Dari analisis yang dilakukan dihasilkan beberapa karakteristik ruang terbuka publik organik di kawasan pesisir Kota Manado yang terlihat dari bentuk fisik, pola aktivitas dan aksesibilitas, serta terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan ruang terbuka publik organik tersebut yaitu faktor pencapaian, faktor kemenarikan dan faktor kelengkapan.Kata Kunci : Ruang terbuka publik, Ruang organik, Karakteristik, Faktor
PENCAHAYAAN PENERANGAN JALAN DAN PEDESTRIAN PADA PUSAT KOTA MANADO Hompas, Meyliana M.; Kindangen, Jefrey I.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara khususnya di pusat kota memerlukan pencahayaan penerangan jalan dan pedestrian yang baik untuk mewujudkan sebuah kota hijau guna menuju kota cerdas. Teknologi pencahayaan berbasis LED telah diterapkan pada jalan-jalan umum di Kota Manado tetapi belum dievaluasi seberapa besar pengaruhnya terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dan pedestrian, kualitas pencahayaan dan efisiensi energi. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan strategi triangulasi konkuren. Data pencahayaan dan data persepsi pengguna jalan serta pedestrian diperoleh melalui pengukuran dan kuisioner dilakukan bersamaan pada tahap penelitian, selanjutnya data tersebut dibandingkan untuk mengetahui perbedaan atau kombinasi hasil analisis data. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 zona. Hasil penelitian pada 4 zona menunjukkan nilai uji persepsi terhadap kualitas pencahayan penerangan jalan dan pedestrian masih kurang, sedangkan pada pengukuran dan simulasi DIALux Evo menunjukkan bahwa hanya zona A yaitu pada jarak tiang diatas 20 meter yang belum memenuhi nilai SNI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebab terjadinya perbedaan antara nilai uji persepsi dengan hasil pengukuran dan simulasi DIALux Evo karena pada pengambilan data beberapa titik lampu tidak menyala/rusak dan sebagian jalan tidak memiliki tiang lampu dan perlengkapannya serta pengaruh cahaya lainnya. Zona A memerlukan penambahan titik lampu dengan posisi selang-seling, zona B dan C memerlukan penambahan titik lampu khususnya yang belum memiliki tiang dan perlengkapannya serta zona D tidak memerlukan penambahan titik lampu. Penerapan evaluasi dan pemeliharaan berlaku di setiap zona namun penerapan prinsipprinsip pencahayaan harus disesuaikan dengan karakteristik dan fungsi jalan.Kata-kunci : Pencahayaan, Penerangan Jalan dan Pedestrian, Pusat Kota Manado 
KONSEP PENGEMBANGAN BANGUNAN HIJAU DI KAWASAN TEPIAN PESISIR PERKOTAAN TAHUNA Ijong, Jonathan F.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tahuna merupakan ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang masuk ke dalam kawasan strategi nasional Republik Indonesia sebagai area yang berada di perbatasan negara dan mengalami serangkaian pembangunan untuk mengembangkan kawasan tepian pesisir dar Kota Tahuna. Didalam serangkaian pembangunan di perkotaan Tahuna, seringkali pembangunan dilakukan dengan menghilangkan lingkungan alami untuk menciptakan bangunan dan kawasan terbangun yang baru tampa memberikan solusi perbaikan lingkungan alami yang dirusak akibat pembangunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang diarahkan untuk mencari konsep pengembangan bangunan hijau di Kota Tahuna sebagai salah satu dari strategi pembangunan kota berkelanjutan terhadap perkotaan Tahuna. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan ciri deskriptif, dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara serta analisa literatur. Dari analisa yang dilakukan didapatkan beberapa konsep pengembangan bangunan hijau yang disesuaikan dengan komponen urban design serta peraturan perundangan yang mengikat seperti PERMEN PUPR RI No.02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijauyang membentuk tatanan bangunan gedung di Perkotaan Tahuna. Kata-kunci :Kota Tahuna,Bangunan Hijau, Kota Berkelanjutan 
PENERAPAN KONSEP KOTA BERKELANJUTAN PADA DESAIN KAWASAN TEPIAN PANTAI PERKOTAAN TAHUNA Ijong, Jonathan F.; Kumurur, Veronica A.; Wuisang, Cynthia E. V.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2, November Tahun 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan Tahuna merupakan ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang masuk ke dalam kawasan strategi nasional Republik Indonesia sebagai area yang berada di perbatasan negara. Sebagai perkotaan yang ada diperbatasan antar negara, perkotaan Tahuna melakukan serangkaian pembangunan untuk mengembangkan kawasan perkotaan Tahuna Khususnya kawasan yang berada di tepian pantai. Didalam serangkaian pembangunan di perkotaan Tahuna, seringkali pembangunan dilakukan dengan menghilangkan lingkungan alami tampa memberikan solusi perbaikan lingkungan alami yang rusak akibat pembangunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang diarahkan ke proses desain untuk memberikan konsep dan strategi desain kota berkelanjutan terhadap pembangunan yang terjadi di perkotaan Tahuna. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan ciri deskriptif, dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara serta analisa literatur. Dari analisa yang dilakukan didapatkan beberapa konsep dan strategi desain kota berkelanjutan yang disesuaikan dengan komponen urban design yang membentuk perkotaan Tahuna. Kata-kunci : Perkotaan Tahuna, Pembangunan, Kota Berkelanjutan 
PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA PADA DESAIN OBJEK KAWASAN WISATA PANTAI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Laloma, Indriana; Waani, Judy O.; Tondobala, Linda
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran arsitektur nusantara pada suatu daerah dapat menunjukkan atau menampilkan ciri khas dari daerah tersebut. Ciri khas arsitektur nusantara di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud berupa rumah tradisional yang sampai saat ini kurang terekspos dan bahkan sudah hampir mengalami kepunahan. Salah satu penyebabnya yaitu adanya anggapan bahwa hasil desain arsitektur nusantara dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, diperlukan strategi desain untuk menghasilkan rancangan bertema arsitektur nusantara dengan ciri lokal daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Tujuan penelitian ini adalah menemukan strategi desain arsitektur nusantara yang dapat digunakan pada objek kawasan wisata pantai di Kabupaten Kepulauan Talaud serta menghadirkan rancangan objek wisata pantai dengan pendekatan arsitektur nusantara. Metode yang digunakan mengikuti prosedur dengan mengangkat karakteristik arsitektur lokal Kabupaten Kepulauan Talaud dengan tema pendekatan arsitektur nusantara. Arsitektur nusantara memiliki beberapa elemen antara lain: pernaungan, tradisi/pengetahuan kelisanan, ornament dan dekorasi, transformasi dan modifikasi, kebhinekaan serta pola lingkung-bina (linieritas dan cluster).Hasil rancangan ditemukan sebuah strategi desain yaitu strategi transformasi. Kata-kunci : Arsitektur Nusantara, Rumah Tradisional, TransformasiÂ