cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS Wawan Risnawan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 4 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i4.880

Abstract

AbstrakBagaimanapun keadaannya, kita tidak bisa bergeser dari kenyataan bahwa wajah kehidupan seperti sekarang ini, sebagian ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada. Sebab, sebagaimana kita  telah  tahu,  sebagian dari masa depan ditentukan oleh tindakan-tindakan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini, secara signifikan mempengaruhi wajah esok hari. Terasa atau tidak sekarang ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sudah demikian pesat. Komunikasi informasi telah membawa kemajuan dan perubahan disegala bidang terutama kemajuan untuk menciptakan kualitas Sumberdaya Manusia yang berkeahlian, cakap, terampil berbudaya dan berbudi luhur dalam menghadapi peluang dan tantangan di masa yang akan datang. Oleh karena itu dalam kondisi saat ini, amat dan teramat penting untuk mengkonsentrasikan diri pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.Pada penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian pada strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Adapun yang menjadi instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti. Penelitian kualitatif sebagai human instrumen, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannyaData yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alat analisis SWOT. Analisis data internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness). Analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunities) dan tantangan (Threaths). Memudahkan dalam melaksanakan analisis SWOT diperlukan analisis SWOT. Matriks SWOT akan mempermudah mengidentifikasi faktor secara sistematis  dalam  merumuskan  strategi yang perlu atau harus dijalankan dengan cara mengelompokkan  masing-masing  masalah unsur SWOT kedalam matriks. Hasil analisa Data melalui SWOT menghasilkan Kuadran I (agresif) atau merupakan situasi yang menguntungkan yang dinilai dari hasil perhitungan lingkungan internal (S – W) dan lingkungan eksternal (O – T) yang menghasilkan hasil bahwa  kekuatan  lebih  besar  dari kelemahan, dan peluang lebih besar dari ancaman. Penjelasannya yaitu  Jumlah bobot (S) 1,80 – (W) 0,70 = 1,1 dan jumlah bobot (O)  1,60  –  (T)  1,05  =  0,55.Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis  SWOT,  mendapatkan  empat strategi yang disusun melalui urutan prioritas. Berikut ini adalah hasil strateginya : 1.Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan serta pembinaan dan  pengembangan  produktifitas masyarakat.2.Peningkatan pelayanan publik dengan perbaikan kualitas aparatur dan pelaksanaan pembangunan yang seimbang, 3.Mendorong peningkatan integrasi dan kepedulian masyarakat,  4. Eksploritasi  potensi  daerah  yang berbasis teknologi.Kata Kunci :  Strategi Pemerintah, kualitas SDM, SWOT
Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Dalam Mencapai Tujuan Organisasi di Kabupaten Ciamis yanti wulansari
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.505

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis yang masih rendah. Hal ini dikarenakan belum optimalnya pemahaman tupoksi pegawai, rendahnya integritas dan komitmen pegawai serta kurangnya tanggung jawab pegawai, maka permasalahana dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan organisasi? 2) Bagaimana hambatan-hambatan dalam kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan organisasi? 3) Bagaimana upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan organisasi? Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif analitis. Tempat penelitian dilakukan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Lamanya penelitian yang penulis lakukan direncanakan kurang lebih 10 bulan, terhitung mulai dari bulan Nopember 2015 sampai dengan bulan Juni 2016, mulai dari tahap penjajagan, pelaksanaan penelitian sampai pada sidang skripsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, studi lapangan (Observasi dan Wawancara).Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa:  1) Kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan organisasi di Kabupaten Ciamis sudah optimal. 2) Hambatan dalam kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan organisasi di Kabupaten Ciamis diindikasikan karena masih perlunya peningkatan kualitas SDM, dukungan dari atasan, dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta tingkat komunikasi, kerjasama dan koordinasi yang belum maksimal. 3) Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan kinerja pegawai, yakni dengan meningkatkan SDM, mengalokasikan dana untuk membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kinerja pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis dalam upaya mencapai tujuan organisasi dapat dilaksanakan dengan optimal.
BUDAYA ORGANISASI DI KANTOR KEPALA DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Ayi Karmilah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis (2) mengetahui faktor penunjang dan penghambat dalam penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis dengan mengacu pada karakteristik budaya organisasi. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif dengan metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang kepala desa, 3 orang perangkat desa serta 1 orang BPD. Terdapat permasalahan dalam penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis yang belum berjalan dengan baik, hal itu terlihat dari lemahnya pencapaian kinerja perangkat desa secara keseluruhan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, faktor yang menghambat dalam penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis yaitu berkaitan dengan Keterbatasan SDM, keterbatasan anggaran serta kurangnya ketegasan dari Kepala Desa sehingga perangkat Desa Kepel bekerja berdasarkan pada kebiasaan tanpa melihat pada aturan dan ketentuan yang ada. Sebagai penunjang, perangkat desa perlu memiliki inisiatif sendiri dalam melaksanakan pekerjaan dan tidak memiliki sikap ketergantungan. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang tersebut adalah (1) Meningkatkan kinerja masing-masing aparatur pemerintahan desa sesuai tugas pokok dan fungsinya. (2) Mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pencairan anggaran tidak mengalami keterlambatan, sehingga tidak menghambat pelaksanaan program. (3) Sebagai Kepala Desa harus memiliki ketegasan dalam memimpin, apabila terdapat perangkat desa yang lalai maka Kepala Desa harus tegas dalam menyikapinya. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengajukan saran sebagai berikut: (1) Perangkat desa perlu memahami pentingnya budaya dalam organisasi dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga akan mampu mencapai kinerja yang baik. (2) Mengenai anggaran, mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pencairan anggaran tidak mengalami keterlambatan sehingga tidak menghambat pelaksanaan program (3) Perangkat desa harus memiliki inisiatif sendiri dalam melaksanakan pekerjaan tanpa tergantung pada kepala desa dan perlu lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan setiap unit kerja, sehingga penerapan budaya organisasi di Kantor Kepala Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Budaya Organisasi
PELAKSANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM CITUMANG OLEH PERUM PERHUTANI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN CIAMIS Cica Muliani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1417

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan strategi pengembangan objek wisata alam Citumang oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya pemenuhan sarana prasarana arena bermain dan jalan yang merupakan akses ke wisata alam Citumang masih berupa bebatuan dan tanah, minimnya sarana promosi yang disediakan Perum Perhutani KPH Ciamis dan minimnya minat wisatawan yang datang ke Objek Wisata Alam Citumang sebagai akibat kurangnya sosialisasi mengenai wisata alam Citumang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan jumlah informan sebanyak 7 orang yang bertugas di Objek Wisata Alam Citumang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan strategi pengembangan objek wisata alamCitumang oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis masih belum optimal. Hal ini dapat terlihat dari 3 dimensi yang diteliti terdapat 2 dimensi belum dilaksanakan dengan baik dan 1 dimensi telah dilaksanakan dengan baik. Hambatan-hambatan yang ditemukan diantaranya kurangnya fasilitas bermain anak-anak, kurangnya promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola objek wisata alam Citumang serta minimnya tingkat ketertarikan masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata alam Citumang yang ditunjukkan dengan turunnya jumlah wisatawan dari tahun 2015 yang tercatat sebanyak ± 33.560 orang menjadi  ± 26.890 orang pada tahun 2016. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut ialah dengan terus melakukan koordinasi dengan pihak KPH Ciamis agar dapat menyetujui usulan pembangunan kolam renang di area objek wisata alam Citumang, serta melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah, kompepar serta para pelaku wisata di sekitar objek wisata Citumang untuk terus melakukan promosi baik itu melalui media cetak maupun media online seperti instagram, facebook, youtube dan website agar masyarakat dapat lebih mengetahui tentang pesona alam Citumang.  Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Wisata Alam
PENGARUH PENGAWASAN OLEH KEPALA BADAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS riska diannazar
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1676

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya indikator permasalahan antara lain : 1). Kepala Badan kurang melakukan kunjungan langsung ke tempat kerja; 2). Kepala Badan kurang meninjau kondisi pegawai dalam melaksanakan pekerjaan; 3). Kepala Badan kurang memberikan arahan kepada para pegawai agar segera menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengawasan oleh Kepala Badan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui disiplin kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis, dan untuk mengetahui pengaruh pengawasan oleh Kepala Badan terhadap disiplin kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan asosiatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penyebaran angket kepada 39 orang pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis pada bulan April 2018. Karena jumlah populasi kurang dari 100 maka sampel yang digunakan yaitu menggunakan teknik sampel jenuh. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pengawasan oleh Kepala Badan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis berada pada kategori cukup dengan nilai presentase sebesar 68% dan disiplin kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis berada pada kategori cukup dengan nilai persentase sebesar 67,69%. Selanjutnya bahwa adanya pengaruh pengawasan oleh Kepala Badan terhadap disiplin kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis yaitu sebesar 58,68% dengan nilai thitung> ttabel yaitu 7,246 > 1,706 yang berarti terdapat pengaruh yang positif antara pengawasan oleh Kepala Badan terhadap disiplin kerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis. Kata Kunci : Pengawasan, Disiplin Kerja
PENGARUH FASILITAS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN CIAMIS Komariah Komariah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1668

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis, terlihat masih rendahnya produktivitas kerja pegawai, hal itu terlihat dari indikator kurang optimalnya kualitas kerja pegawai, misalnya kualitas pekerjaan yang dihasilkan kurang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan; masih adanya pegawai yang menyelesaikan suatu pekerjaan belum sepenuhnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Munculnya permasalahan tersebut diduga diakibatkan kurangnya fasilitas kerja yang tersedia, dengan indikator sebagai berikut: Masih kurangnya perlengkapan kerja pegawai dan masih kurangnya peralatan kerja pegawai. Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana fasilitas kerja di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis; Bagaimana produktivitas kerja pegawai di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis; Seberapa besar pengaruh fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja pegawai di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi kepustakaan, dan studi lapangan menggunakan media angket, wawancara, dan observasi, dengan populasi dan sampel sebanyak 35 Orang, dengan teknik pengolahan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja pegawai, maka dapat peneliti simpulkan sebagai berikut: 1) Fasilitas kerja pegawai pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis sudah terpenuhi dengan baik; 2) Produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis sudah terpenuhi dengan baik; 3) Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa pengaruh fasilitas kerja terhadap produktivitas kerja pegawai sebesar sebesar 61,15 %. Dengan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,7820 termasuk pada kategori tingkat hubungan yang kuat. Sedangkan perbandingan antara hasil perhitungan  thitung dengan ttabel diperoleh thitung (7,210)> dari ttabel (1,697) maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, dengan kata lain hipotesis yang penulis ajukan yaitu “Terdapat Pengaruh Positif Antara Fasilitas Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis”. terbukti kebenarannya.Kata kunci: fasilitas kerja dan produktivitas kerja
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PERANGKAT DESA DI DESA PAHONJEAN KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP noviana sari
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1669

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang berhubungan antara lingkungan kerjadan kepuasan kerja perangkat desa di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil penjajagan penulis di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap diketahui bahwa terdapat beberapa masalah seperti belum memadainya fasilitas kerja bagi pegawai dalam bekerja sehingga menyebabkan pegawai harus menunggu pegawai lain, hubungan kerja antar pegawai masih belum terjalin dengan baik sehingga menyebabkan kurangnya kerjasama antar pegawai dalam menyelesaikan tugas pekerjaan yang diberikan, ruangan kerja yang terlalu sempit dikarenakan karena ruangan kerja belum optimal. Hal tersebut diduga disebabkan lingkungan kerja  masih kurang maksimal.  Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian asosiatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi: angket, wawancara, dan observasi. Adapun populasi penelitian ini terdiri dari 12 orang Perangkat Desa termasuk Kepala Desa di Desa Pahonjean  Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.Dari hasil penelitian di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, diperoleh hasil sebagai berikut: lingkungan kerjadi Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap sudahbaik sesuai dengan hasil analisis data dimana diperoleh rata-rata skor sebesar 42,9 yang termasuk dalam kategoribaik, dengan persentase 81,3%. Artinya lingkungan kerjadi Desa Pahonjean Kecamataan Majenang Kabupaten Cilacap berdasarkan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kenyamanan kerja menurut Maryati (2014:139) sudahbaik. Perangkat Desa di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap telah mempunyai kepuasan kerja dengan baik, sesuai dengan hasil analisis data dimana diperoleh rata-rata skor sebesar 41,47 termasuk kategori baik, dengan persentase sebesar 75,39%. Artinya perangkat desa di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap telah memiliki kepuasan kerja dengan baik sesuai dengan faktor-faktor kepuasan kerja menurut (Fathoni,2006:175). Pengaruh lingkungan kerjaterhadap kepuasan kerja perangkat desa di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap sebesar 77,44% sedangkan sisanya 22,56% merupakan faktor lain yang tidak diteliti seperti semangat kerja,efektivitas kerja dan lain-lain.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengajukan saran jika Kepala Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap ingin meningkatkan kepuasan kerja perangkat desa, maka Kepala Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap hendaknya dapat memperbaiki kondisi lingkungan kerjaagar lebih maksimal. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja
PENGARUH PENEMPATAN JABATAN TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN CIAMIS Dana Sudiana
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1663

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh masih rendahnya semangat kerja pegawai pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Ciamis. Hal ini terlihat dari indikator sebagai berikut : Masih kurangnya pemahaman pegawai terhadap pekerjaan itu sendiri; Masih rendahnya pemahaman diri pegawai akan tujuan hidupnya. Permasalahan tersebut, penulis menduga disebabkan oleh kurang proporsionalnya penempatan jabatan pegawai pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Ciamis, dengan indikator sebagai berikut: Pelaksanaan penempatan jabatan kurang memperhatikan syarat syarat umum dalam pengangkatan suatu jabatan; Pelaksanaan penempatan jabatan kurang memperhatikan syarat syarat khusus dalam pengangkatan suatu jabatan. Berdasarkan latar belakang diatas, untuk membatasi masalah yang diteliti penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana penempatan jabatan pegawai pada Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis; Bagaimana semangat kerja pegawai pada Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis; Bagaimana pengaruh penempatan jabatan terhadap semangat kerja pegawai pada Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi kepustakaan, dan studi lapangan menggunakan media angket, wawancara, dan observasi, dengan populasi penelitian adalahjumlah pegawai yang dirotasi berdasarkan Keputusan Bupati Ciamis Nomor 821.2/KPTS.294-BKPSDM.3/2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemindahan Dalam  Jabatan Administrasi Eselon III dan IV dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Ciamis. sebanyak 389 Orang dan dengan metode pengambilan sampel secara Random Sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 80 Orang, dengan teknik pengolahan data melalui pendekatan analisis kuantitatif dengan teknik deskriptif model skala likert.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh penempatan jabatan terhadap semangat kerja pegawai pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Ciamis, maka dapat peneliti simpulkan sebagai berikut: 1) Penempatan jabatan pada satuan organisasi perangkat daerah Kabupaten Ciamis sudah dilaksanakan dengan baik, dimana  berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil bahwa indikator syarat penempatan jabatan tentang pegawai yang dirotasi berada pada kategori sangat baik, baik, dan cukup baik. 2) Semangat kerja pegawai pada satuan organisasi perangkat daerah Kabupaten Ciamis berada dalam kategori baik, dimana  berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil bahwa indikator semangat kerja pegawai berada pada kategori sangat baik, baik, dan cukup baik. 3) Pengaruh penempatan jabatan terhadap semangat kerja pegawai yang dirotasi berdasarkan Keputusan Bupati Ciamis Nomor 821.2/KPTS.294-BKPSDM.3/2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemindahan Dalam Jabatan Administrasi Eselon III dan IV dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Ciamis, diperoleh angka sebesar 62,41 % sedangkan sisanya sebesar 37,59 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti motivasi, kepemimpinan dan sebagainya.Kata Kunci: Penempatan jabatan dan semangat kerja
MANAJEMEN BENCANA OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN CIAMIS DI WILAYAH KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS saraswati saraswati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1677

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di Kecamatan Sadananya bahwa manajemen bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis belum cukup efektif.Hal ini karena BPBD Kabupaten Ciamis kekurangan sumber daya manusia kemudian sarana dan prasarana yang dimiliki masih kurang dan yang terakhir karena tidak efektifnya waktu dalam penanggulangan bencana yang dilakukan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif yang artinya dimana rangkaian kegiatan untuk memperoleh data itu bersifat apa adanya tanpa ada dalam kondisi tertentu kemudian hasilnya lebih menekankan makna. Di sini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mengeksplor fenomena proses bagaimana manajemen bencana itu dilakukan oleh BPBD Kabupaten Ciamis, kemudian bagaimana hambatan yang dirasakannya serta upaya yang telah dilakukan BPBD Kabupaten Ciamis sendiri guna mengurangi hambatannya.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa manajemen bencana di BPBD Kabupaten Ciamis pada tahapan pra bencana dapat terlaksana cukup baik dikarenakan adanya kesiapsiagaan petugas sewaktu-waktu terjadi bencana namun bagian mitigasi dengan memasang spanduk-spanduk himbauan belum dapat terlaksana, kemudian saat tanggap darurat dan pasca bencana itu semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan alur yang ada pada Standar Pelayanan Publik yang ada di BPBD Kabupaten Ciamis, namun sayangnya walaupun pekerjaan dilakukan sesuai dengan alur SPP yang berlaku pada waktu pelaksanaannya tidak dapat sesuai dengan yang dicantumkan pada SPP. Terakhir dalam hal SDM yang dimilki pun BPBD Kabupaten Ciamis masih kekurangan sehingga terkadang pekerjaan yang dilakukan para pegawai pun melebihi tupoksinya masing-masing. Kata kunci: Manajemen Bencana, BPBD Kabupaten Ciamis
PELAKSANAAN BUDAYA ORGANISASI DI KANTOR KELURAHAN KERTASARI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Leni Nurfitriliani Syahidah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i3.1670

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum terlaksana dengan baik pelaksanaan budaya organisasi. Berdasarkan kondisi obyektif yang ditemukan pada penjajagan, peneliti menemukan beberapa masalah yaitu kurangnya kedisiplinan pegawai kelurahan terhadap waktu dalam pelaksanaan tugas, kurangnya komunikasi pimpinan dan pegawai serta masih kurangnya inisiatif individu. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif dengan metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang kepala kelurahan serta 8 orang pegawai kelurahan. Pelaksanaan Budaya Organisasi Di Kantor Kelurahan Kertasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis berdasarkan hasil wawancara dan observasi belum terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti dari 24 indikator yang diteliti terdapat 11 indikator yang belum terlaksana dengan baik, dan 14 indikator sudah terlaksana dengan baik. Namun dari hasil penelitian masih ditemukan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan budaya organisasi yaitu:(1) pemimpin belum memberikan pengaruh yang baik kepada pegawai (2)pemimpin belum melakukan perubahan ke arah yang lebih baik (3) belum adanya ide kreatif dari sebagian pegawai Kantor Kelurahan Kertasari dalam kegiatan di kantor Kelurahan Kertasari (4) kurangnya rasa tanggung jawab dari pegawai Kelurahan Kertasari terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan (5) kurangnya pegawai untuk bersikap agresif terhadap tugasnya sehari-hari,(6) kurangnya pegawai  dalam berani mengambil resiko terhadap tugas yang diberikan oleh kepala kelurahan (7) kurangnya respon dari pegawai terhadap pembinaan (8) kurangnya evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban masing-masing pegawai sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (9) pegawai belum mampu memahami dari identitas organisasinya (10)Kepala Kelurahan belum melakukan pegawainya agar menjadi bagian dari organisasi,(11)Kepala Kelurahan belum menciptakan komunikasi yang baik dengan pegawainya. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah (1) upaya kedepannya dengan tindakan perbaikan dari kepala kelurahandan pegawai agar di dalam memberikan pengaruh dapat lebih baik lagi (1) upaya kedepannya dengan tindakan perbaikan dari kepala kelurahan dan pegawai agar di dalam memberikan pengaruh dapat lebih baik lagi (3) dengan memberikan semangat dan dorongan agar lebih menonjolkan ide kreatifnya(4) untuk upaya kedepannya dengan cara melakukan arahan, teguran, dengan bermusyawarah ataupun dengan komunikasi yang baik(5) dengan Kepala Kelurahan turut andil bagian ketika pegawai tersebut melalaikan pekerjaannya(6)dengan diberi penjelasan bahwa setiap pekerjaan ada resikonya dan kepala kelurahan memberikan pegawai pekerjaan yang ada resikonya (7) dengan saling mengingatkan sesama pegawai bahwa pembinaan itu penting dilakukan supaya perencanaan kegiatan dan pelayanan terhadap Kantor Kelurahan Kertasari dapat berjalan dengan baik (8) berkualitas dan tepat pada waktunya, dengan membantu pegawai kasi yang sakit dam memberi teguran apabila ada pekerjaan yang tidak sesuai target (9) dengan memberikan penjelasan kepada pegawai yang belum paham akan identitas organisasinya (10) saling mengingatkan dengan sesama pegawai yang belum merasa bagian dari organisasi (11) dengan menciptakan komunikasi.  Kata kunci : budaya organisasi

Page 10 of 54 | Total Record : 532