cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
ETIKA DALAM WUJUD AKUNTABILITAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Imam Maulana Yusuf
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 4 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i4.877

Abstract

Abstrak Keterbatasan dan kurangnya kontrol dari masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dewasa ini, seolah telah menjadi culture yang cenderung dilestarikan dan bahkan dijadikan sebagai hal yang lumrah. Masyarakat selalu diposisikan kedudukannya sebagai kaum yang tidak memiliki kekuasaan, tertindas oleh penguasa dan tidak diberikan akses yang leluasa terhadap pemerintahan. Untuk itu, perlu disusun suatu kerangka sistem untuk membuka kepekaan masyarakat sebagai bentuk public check and ballances yang tujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan sekaligus sebagai solusi dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, yaitu dengan mengedepankan peranan etika dalam mewujudkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang mencoba menitikberatkan perhatiannya pada aktivitas atau kegiatan para aparatur pemerintah atau pejabat publik yang berada pada pemerintahan demokratis, dimana secara etika harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publikKey Word : Etika dan Akuntabiitas
Pengaruh Komunikasi Kepala Desa Tehadap Kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Patimah Patimah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.492

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan, terlihat bahwa kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis masih belum maksimal, Hal tersebut terlihat dari masih kurangnya kesadaran pegawai akan pentingnya peraturan atau tata tertib desa untuk dijadikan pedoman dalam bekerja, pegawai dianggap kurang kreatif dan kurang cepat tanggap terhadap tugas yang diberikan dalam bentuk memo atau tugas yang diberikan dalam bentuk tulisan,  masih adanya Aparat Desa yang belum bisa mengoprasikan komputer dan peralatan kantor lainnya. Hal tersebut diduga karena Komunikasi Kepala Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis kurang tegas, seperti kurangnya pimpinan memberikan sanksi yang tegas terhadap pegawai yang melanggar aturan yang telah ditentukan.                Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode asosiatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi : observasi non partisipan, wawancara terstruktur, dan angket tertutup. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang berjumlah 11 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh penulis adalah sampling jenih/sensus, dengan demikian sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 orang dimana pengumpulan data dilakukan dengan pengisian angket dan wawancara kepada Kepala Desa.Dari hasil penelitian di Desa Baregbeg kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis diperoleh hasilsebagai berikut : 1) efektivitas komunikasi Kepala Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis dapat dikatakan cukup baik. Hal ini dibuktikan dari hasilpenyebaran angket yang diberikaan kepada 10 orang responden diperoleh total skor sebesar 332 dengan nilai rata-rata 33,20 yang termasuk kategori cukup baik, dan apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 66,40% yang termasuk pada kategori cukup baik. Artinya Komunikasi Kepala Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis sudah cukup sesuai dengan teknik komunikasi menurut Effendi (2010:08). 2) Kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dari hasil penyebaran angket yang diberikan kepada 10 orang responden diperoleh total skor sebesar 289 dengan nilai rata-rata 36,10 yang termasuk kategori cukup baik, dan apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 72,20% yang termasuk pada kategori cukup baik. Artinya kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis sudah termasuk cukup sesuai dengan aspek-aspek standar kinerja menurut Mangkunegara (2007:18). 3) Terdapat pengaruh yang positif antara komunikasi Kepala Desa terhadap kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan koefisien determinasi sebesar 65,50% yang termasuk dalam kategori pengaruhnya kuat. Artinya komunikasi Kepala Desa berpengaruh terhadap kinerja Aparat Desa sebesar 65,50% sedangkan sisanya sebesar 34,50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti adanya peraturan atau tata tertib yang tertera di papan informasi desa, dan pemberian tugas diberikan dalam bentuk memo apabila Kepala Desa tidak bisa bertatap muka secara langsung.
Implementasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis milda auliah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.172 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan belum optimalnya implementasi keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor 63 tahun 2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik di kantor kecamatan cihaurbeuti kabupaten ciamis. Hal ini terlihat darimasih banyaknya masyarakat yang belum memahami mengenai prosedur pelayanan, kurangnya sosialisasi dari pegawai kepada masyarakat, sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan kualitas pegawai yang terbatas.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamissecara umum masih belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari 13 indikator yang diteliti 8 indikator dilaksanakan dengan belum baik dan kurang maksimal, dan 5 indikator sudah dilaksanakan dengan baik.Kendala-kendala yang ditemukan yaitu kurangnya sosialisasi yang dilaksanakan oleh pegawai kepada masyarakat terkait prosedur pelayanan benar sehingga masih adanya masyarakat yang mengeluh atas pelayanan yang diberikan pegawai, keterbatasan sumber daya manusia di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, pegawai kurang maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tidak tepat waktu, karena tidak sesuai dengan waktu yang telah diberitahukan sebelumnya kepada masyarakat, terdapat perlengkapan kerja yang kurang memadai di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis sehingga pelayanan berjalan dengan kurang maksimal, terdapat peralatan kerja yang kurang memadai di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis sehingga pelayanan berjalan dengan kurang maksimal, pegawai kurang bersikap baik/ramah saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan pegawai kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat saat memohon pelayanan. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala Implementasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis agar dapat berjalan secara maksimal yaitu perlu diadakannya evaluasi kerja dalam internal kantor kecamatan dan pengawasan yang intensif dalam melaksanakan proses pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan di Kantor Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. 
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CIAMIS thesa sekarini
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1458

Abstract

          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif karena hanya menggambarkan fenomena-fenomena masalah, menerangkan hubungan sebab akibat, menguji hipotesis, membuat prediksi-prediksi dan mendapatkan makna serta aplikasi dari suatu masalah yang akan dipecahkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis sebesar 31,25%. Sedangkan sisanya sebesar 68,75% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti seperti faktor disiplin kerja atau fasilitas kerja. Dengan tingkat keyakinan 95% dengan α = 0,05, dan n=50, diperoleh  t tabel = 2,000.  Karena t hitung­ sebesar 4,6706 > dari t­ ­­­tabel  sebesar 2,000, maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yaitu : ” Terdapat pengaruh positif antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis” diterima. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja
PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Kiki Endah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1224

Abstract

Menurut Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dikatakan bahwa pemerintahan desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa sebagai Lembaga pemerintahan maupun sebagai kesatuan masyarakat hukum adalah sangat penting dan strategis. Sebab desa merupakan ujung tombak pemberian pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan sebagai kesatuan masyarakat hukum desa merupakan basis sistem kemasyarakatan bangsa Indonesia yang sangat kokoh sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan sistem politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan yang stabil dan dinamis serta menjadikan desa yang lebih demokratis (partisipatif, akuntabel, transparansi dan responsive). Kata Kunci : Pemerintahan, Desa, UU No 6 Tahun 2014
EFEKTIVITAS KINERJA TENAGA PENGGERAK DESA DAN KELURAHAN DALAM REALISASI PROGRAM KB DI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS VENNI SUKMAWATI
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.603 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.670

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil observasi efektivitas kinerja Tenaga Penggerak Desa dan Kelurahandalam realisasi program KB di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis kurang dilaksanakan denganoptimal. Hal ini dikarenakan Tenaga Penggerak Desa (TPD) dalam penyuluhan kurangmelakukan pendekatan secara personal/perorangan, Tenaga Penggerak Desa (TPD) hanyamemberikan materi bersifat teoritis tanpa didukung oleh peragaan, Minimnya alat bantupenyuluhan yang berfungsi sebagai perantara yang dapat dipercaya menghubungkan antarapenyuluh dengan sasaran sehingga pesan atau informasi kurang jelas dan nyata. Berdasarkanlatar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah : 1) Bagaimanaefektivitas kinerja Tenaga Penggerak Desa dan Kelurahan dalam realisasi program KB diKecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis?, 2) Bagaimanakah hambatan-hambatan dalammewujudkan efektivitas kinerja Tenaga Penggerak Desa dan Kelurahan dalam realisasi programKB di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis?, 3) Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untukmengatasi hambatan-hambatan dalam mewujudkan efektivitas kinerja Tenaga Penggerak Desadan Kelurahan dalam realisasi program KB di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis?Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Informan sebanyak13 orang yang terdiri dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas PPKBP3A Kecamatan CiamisKabupaten Ciamis sebanyak 1 orang, Tenaga Penggerak Desa (TPD) di Kecamatan CiamisKabupaten Ciamis sebanyak 6 orang, Mitra kerja Program KB Tingkat Desa dalam hal ini KaderSebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasidan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melaluipengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapatmenjawab permasalahan dalam penelitian.Berdasarkan hasil penelitian bahwa efektivitas kinerja Tenaga Penggerak Desa danKelurahan dalam realisasi program KB di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis kurangdilaksanakan dengan optimal. hal ini di karenakan Tenaga Penggerak Desa yang kurang pro aktifuntuk menggerakan kader dalam menyususun jadwal pertemuan, kurangnya merangkul tokohmasyarakat baik formal maupun non formal menyebabkan kurang mendapatkan dukungan,kurangnya transparansi sumber dana dari kantor, kurangnya pemahaman dari para petugas TPDterkait dengan penggunaan sumber alokasi dana yang harus di gunakan secara efektif dan efisien,kurangnya dilakukan pengawasan oleh pimpinan sehingga kurang mengetahui kesesuaian atarapelaksanaan dengan kondisi di lapangan.Adanya hambatan-hambatan yang dirasakan seperti kurangnya kepedulian sebagianmasyarakat yang mau menjadi kader, masih ada sebagian petugas TPD yang kurangmempersiapkan perencanaan yang matang, kurangnya transparansi sumber dana dari kantor,belum adanya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tentang penggunaan alokasi dana yangefektif dan efisien, adanya petugas TPD yang jarang turun langsung ke lapangan, masih adapetugas TPD yang kurang lengkap dalam membuat laporan, belum adanya pusat konseling diDesa, kurangnya dilakukan sosialisasi. Adanya upaya-upaya yang dilakukan seperti merangkultokoh formal dan informal untuk mengajak dan memilih masyarakat untuk mau berpartisipasi,mempersiapkan perencanaan yang matang dan merangkul semua elemn masyaraka, memintakepada pimpinan untuk menyampaikan sumber dana secara transparan, mengeluarkan petunjukpelaksanaan dan petunjuk teknis tentang penggunaan alokasi dana yang efektif dan efisien,memberikan sanksi administrasi sampai dengan sanksi yang terberat terhadap para petugas TPDyang jarang turun langsung ke lapangan, memberikan pengarahan dan pembinaan terhadap parapetugas TPD cara pembuatan laporan, menyediakan pusat konseling di Desa/Kelurahan,melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan informasi terkaitdengan program KB.
PELAKSANAAN PELAYANAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN (HO) OLEH PEMERINTAH KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN PANGANDARAN DI KANTOR KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN PANGANDARAN Yudi Saputra
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1211

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurang optimalnya Pelaksanaan pelayanan Retribusi Izin Gangguan (HO). Hal ini terlihat dari pemohon terhadap penyelesaian Surat IzinGangguan (HO) Huller Gabah yang tidakselesaitepatpadawaktunya, Adanya ketidakpuasan pemohon karena kurangnyatransparansikeuangan yang harusdibayarkanolehpemohon dalam pembuatan Izin Gangguan Huller Gabah,Adanya ketidakpuasan pemohon karena kesalahandalampenerbitansuratizingangguan (HO) Huller Gabah dan Adanya ketidakpuasan pemohon karena saranadanprasarana yang kurangmemadaisehinggamenimbulkanketidaknyamananbagipemohon dalam melakukan pembuatan Izin Gangguan Huller Gabah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan jumlah informan sebanyak 10 orang terdiri dari 1 orang camat, 1 orang pemberi pelayanan perizinan, 3 orang masyarakat/ pengusaha. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan verification yang diinterprestasikan secara kualitatif yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pelayanan Retribusi Izin Gangguan (HO) Oleh Pemerintah Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran di Kantor Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran secara umum masih berjalan cukup baik. Hal ini dapat terlihat dari 18 indikator yang diteliti 7 indikator dilaksanakan dengan belum baik dan kurang maksimal, dan 11 indikator sudah dilaksanakan dengan baik.Kendala-kendala yang ditemukan yaitu Terbatasnya Sumber Daya Manusia sehingga Kecamatan Cigugur belum memiliki SOP, Belum tersusunnya SOP mengakibatkan belum tersusunnya maklumat pelayanan karena dua hal ini saling berhubungan, Kurang lengkapnya sarana dan prasarana mempengaruhi kelancaran pelayanan, Ketidakhadiran Camat untuk menetapkan surat izin gangguan dan Keterbatasan blanko Surat Izin GangguanUpaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala dengan cara Penyusunan SOP dilakukan dengan melibatkan pihak ke tiga, Maklumat Pelayanan di susun setelah SOP ditetapkan, Peningkatan pengetahuan Sumber Daya Manusia, Memberikan penjelasan atau mensosialisasikan tentang perizinan, Melengkapi fasilitas pelayanan yang ada melalui penganggaran pengadaan barang, Membuat Ruang ibu menyusui walau hanya ruangan sederhana, Memaksimalkan pemberian pelayanan baik dari segi proses maupun output pelayanannya dan Memberikan penjelasan yang rinci kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti agar masyarakat bisa mengerti tentang pelayanan yang diberikan. Kata kunci: Pelayanan dan Retribusi Izin Gangguan
PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL OLEH LURAH TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI KELURAHAN CIAMIS KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS emfif fitrianingsih
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.031 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.660

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang penulis lakukan berawal dari adanya masalah bahwa semangat kerja pegawai masih rendah, diantaranya yaitu : 1) Masih rendahnya tingkat kehadiran pegawai; 2) Masih rendahnya kerjasama antar pegawai dalam menyelesaikan suatu pekerjaan; 3) Masih rendahnya tanggungjawab dan kesungguhan yang dimiliki pegawai dalam bekerja.Berdasarkan masalah tersebut maka penulis merumuskan permasalahan: 1) Bagaimana komunikasi internal oleh Lurah di Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis ? 2) Bagaimana semangat kerja pegawai di Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis? 3) Bagaimana pengaruh komunikasi internal oleh Lurah terhadap semangat kerja pegawai di Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis ?            Untuk menjawab permasalahan tersebut maka penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis.Dalam penelitian ini penulis menggunakan populasi sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel yang dilakukan terhadap semua anggota populasi, dengan demikian jumlah sampel yang di ambil adalah sebanyak 12 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, sedangkan untuk menentukan hubungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan mencari pengaruh dengan menggunakan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat penulis simpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Komunikasi internal oleh Lurahdi Kantor Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis di diperoleh rata-rata skor sebesar 32,92,yang termasuk pada kategori cukup baik, apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 59,85 %. 2) Semangat kerja pegawai di Kantor Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis diperoleh rata-rata skor sebesar 33,17, yangtermasuk pada kategori sedang,apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 51,08%. 3) Terdapat hubungan antara komunikasi internal oleh Lurah dengan semangat kerja pegawai dengan koefisien korelasi yang ditemukan adalah sebesar 0,299 yang termasuk dalam kategori rendahdan nilai koefisien determinasi sebesar 8,94%, artinya bahwa semangat kerja pegawai dipengaruhi olehkomunikasi internal oleh Lurah8,94 %sedangkan sisanya sebesar 91,06 % merupakan faktor lain yang tidak terdeteksi yang dapat mempengaruhisemangat kerja pegawai. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui koefisien korelasi 0,299 itu positif. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yang berbunyi terdapat pengaruh positif antara komunikasi internal oleh Lurah terhadap semangat kerja pegawai di Kantor Kelurahan Ciamis Kecamatan Ciamis, terbukti. Kata Kunci: Komunikasi Internal, Semangat Kerja Pegawai.
Implementasi Peraturan Desa Imbanagara Raya Nomor 07 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis annisa nurlela
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.957 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lemahnya implementasi peraturan desa Imbanagara Raya Nomor 07 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Imbanagara Raya.Terlihat bahwa pengelola Badan Usaha Milik Desa Imbanagara Raya kurang mampu mengimplementasikan peraturan desa seperti kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat, kurangnya kualitas dan kuantitas SDM di Badan Usaha Milik Desa Imbanagara Raya, belum adanya fasilitas (sarana dan prasarana) yang menunjang keberhasilan implementasi kebijakan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang diartikan sebagai “suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu fenomena/peristiwa secara sistematis sesuai dengan apa adanya” dan untuk keperluan pembahasan hasil penelitian digunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang pengelola BUM Desa Imbanagara Raya dan 2 orang masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan dari BUM Desa Imbanagara Raya. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian di Badan Usaha Milik Desa Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, adalah sebagai berikut: Implementasi Peraturan Desa Imbanagara Raya Nomor 07 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis secara umum dapat dikatakan belum baik. Hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaannya yaitu keterbatasan sumber daya baik Sumber Daya Manusia, Anggaran, maupun fasilitas (sarana dan prasarana). Upaya yang dilakukan guna mengatasi hambatan tersebut adalah memaksimalkan pemenuhan ketersediaan sumberdaya-sumberdaya, baik dari kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, anggaran atau dana pendukung, dan fasilitas atau sarana dan prasaranaBerdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengajukan saran yaitu seyogyanya pengelola BUM Desa Imbanagara Raya lebih baik lagi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sehingga setiap hambatan dapat teratasi seperti melaksanakan sosialisasi dengan baik dan pemenuhan sumber daya. Untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi secara optimal, maka diperlukan adanya daya tanggap serta pengetahuan petugas mengenai kebutuhan masyarakat.
PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR KELILING OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DI KABUPATEN CIAMIS Nurholis Nurholis
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1414

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari, mengetahui, dan menganalisis mengenai Pelayanan pengujian kendaraan bermotor keliling oleh Dinas  Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Ciamis, kendala-kendala dan upaya-upaya yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi kepustakaan dan lapangan dengan teknik analisis adalah metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa : 1) Pelayanan pengujian kendaraan bermotor keliling oleh Dinas  Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Ciamis cukup baik dan telah sesuai dengan hakekat pelayanan yang diungkapkan Sedarmayanti (2014:266) tentang hakekat dari pelayanan. 2) Kendalanya adalah kurang optimalnya keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan, belum optimalnya kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan, masih kurangnya petugas pelayanan yang memiliki kemampuan untuk memberikan atau menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat, target waktu pelayanan belum dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan, pelaksanaan waktu pelayanan belum sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, Belum menunjangnya kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi dan teratur. 3) Upaya-upayanya yaitu melakukan pembinaan kepada pegawai agar memiliki kedisiplinan dalam memberikan pelayanan; mengajukan penambahan tenaga penguji kendaraan bermotor yang secara teknis memiliki kompetensi dalam pengujian kendaraan bermotor; mengikutsertakan pegawai dalam Pendidikan dan Pelatihan; dan meningkatkan kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi dan teratur sebagai penunjang dalam pelayanan. Kata Kunci : Pelayanan, Pengujian Kendaraan Bermotor

Page 9 of 54 | Total Record : 532