cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
KEPEMIMPINAN KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOPERASI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH WILAYAH PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN agustina zakiyah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1215

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji kepemimpinan kepala unit pelaksana teknis dinas di Unit Pelaksana Teknis Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Usaha Mikro Kecil dan Menengah  Wilayah Parigi Kabupaten Pangandaran. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif. Jumlah populasi yang ada adalah 9 orang pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Usaha Mikro Kecil dan Menengah Wilayah Parigi Kabupaten Pangandaran. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan studi lapangan yang terdiri dari  wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kepemimpinan Unit Pelaksana Teknis Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Wilayah Parigi Kabupaten Pangandarantermasuk pada kategori kurang, artinya Kepemimpinan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas belum sepenuhnya sempurna karena beliau belum menerapkan metode kepemimpinan seutuhnya  sedangkan yang lainnya adalah faktor lain yang tidak terdeteksi di dalam penelitian ini. Misalnya gaya kepemimpinan, fungsi-fungsi kepemimpinan dan kedisiplinan. Kata kunci : Kepemimpinan
Pelaksanaan Pengawasan oleh Camat Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis erwin nugraha
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.501

Abstract

Latar belakang yang mendasari penulisan skripsi ini adalah ketertarikan terhadap fakta dan data mengenai proses pengawasan kepada pegawai yang dilakukan oleh Camat yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan dalam rangka penulisan skripsi unutk mengetahui sejauhmana pelaksanaan pengawasan oleh Camat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menghambat pelaksanaan pengawasan prima tersebut, dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi langsung, dan pencatatan dokumen. Adapun informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 orang pegawai Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengawasan oleh Camat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis secara  umum  sudah  dilaksanakan  dengan  baik hal itu dilihat dari 11 indikator yang dijadikan sebagai ukuran tingkat keberhasilan dimana 8 indikator pelaksanaan pengawasan sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan 3 indikator pelaksanaan pengawasan belum dapat dilaksanakan dengan baik. Faktor yang menghambat dalam pelaksanaan ini adalah Kurangnya sikap tegas yang dimiliki oleh Camat untuk dapat mendisiplinkan pegawainya; Camat tidak rutin dalam melakukan monitoring terhadap pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh pegawai ; Camat tidak optimal dalam melakukan tindakan cross – check sebagai upaya untuk mengecek kebenaran isi laporan yang dibuat oleh pegawai; Belum terjalinnya komunikasi yang baik antara Camat dan pegawai sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi tidak efektif dan efisien. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah Memberikan teladan yang baik kepada pegawai melalui perilaku, moral da tanggungjawab untuk meningkatkan disiplin pegawai dan adanya pedoman (tata tertib) budaya kerja pegawai; Melakukan tidakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan pekerjaan pegawai; Mengefektifkan waktu untuk proses pengecekan kebenaran laporan yang dibuat pegawai; Pelaksanaan kegiatan – kegiatan di luar jam kerja yang bersifat dapat mengakrabkan dengan pegawai serta mencurahkan perhatian dengan menganggap pegawai sebagai mitra kerja Camat sehingga komunikasi efektif dan efisien.
Pelaksanaan Pengawasan Oleh Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) (Studi Kasus Di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) desi mustikawati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.7 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya pengawasan yang optimal oleh Dinas Pencatatan Sipil, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran terhadap (TKSK). Hal ini terlihat dari : 1) TKSK seringkali tidak melakukan pemetaan sosial berupa pendataan PMKS dan PSKS dan/atau data dan informasi lainnya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, 2) TKSK jarang melakukan sinergi, integrasi, dan sinkronisasi dengan camat dan/atau perangkat organisasi dibawahnya, 3) TKSK jarang melakukan kegiatan penyuluhan dan bimbingan sosial atas inisiatif sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, display data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pengawasan oleh Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) (Studi Kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) secara umum telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini terbukti dari 9 indikator yang diteliti 7 indikator sudah dilaksanakan dengan baik, dan 2 indikator belum dilaksanakan dengan baik. Hambatan-hambatan yang ditemukan antara lain 1) Terbatasnya jumlah sumber daya manusia 2) TKSK kurang disiplin yang ditandai seringkali tidak hadir pada saat dilakukan pengarahan, koordinasi, monitoring dan evaluasi, ataupun pada saat TKSK diminta untuk menyampaikan laporan lisan secara langsung, serta  tidak membuat dan menyerahkan laporan secara tertulis pada waktu yang ditentukan. Upaya yang dilakukan yaitu dengan : 1) Meningkatkan intensitas komunikasi dengan TKSK melalui handphone, dan  memaksimalkan pengawasan melalui pertemuan monitoring dan evaluasi kinerja TKSK tiap bulan, 2) Menginstruksikan kepada ketua forum komunikasi TKSK untuk menyampaikan hasil dari pengarahan, ataupun monitoring dan evaluasi kepada TKSK yang berhalangan hadir, serta memberikan teguran secara lisan juga  himbauan kepada TKSK untuk hadir dan memberikan laporan tertulis sesuai waktu yang telah ditentukan.
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Nisa Sabrina
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1455

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pegawai tidak memenuhi kewajiban yang semestinya dilakukan., kurangnya keramahan dari para pegawai dalam pengurusan berbagai keperluan administrasi menyebabkan masyarakat merasa tidak dilayani dengan baik, petugas pemberi layanan kurang dapat menjelaskan, tahapan akan mekanisme yang harus ditempuh oleh masyarakat selaku pemohon layanan, dan tidak adanya fasilitas yang diperuntukan bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran terkait pemberian layanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teori prinsip-prinsip good governance menurut Sedarmayanti dengan indikator yang digunakan yaitu: akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan supremasi hukum. Untuk pengumpulan data, penulis melakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang informan yaitu Camat dan pegawai Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat diketahui bahwa: 1) Pegawai Kantor Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran sudah mengimplementasikan prinsip-prinsip good governance yang meliputi akuntabilitas, transparansi, partisipasi dan supremasi hukum dalam meningkatkan kinerja organisasi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. 2) Faktor pendukung meliputi: adanya Perda, Perbup, SOP, Tupoksi, dan tata tertib merupakan faktor pendukung untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip good governance dalam meningkatkan kinerja organisasi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Faktor penghambat meliputi: keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran, rendahnya sumber daya manusia, dan kurangnya partisipasi masyarakat 3) Upaya-upaya yang pegawai lakukan untuk melaksanakan budaya kerja di Kantor Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, yaitu: menambah jumlah pegawai meningkatkan kualitas SDM, memaksimalkan anggaran khususnya untuk Kepala Seksi, memfasilitasi sarana dan prasarana yang lengkap, serta memanfaatkan sistem informasi yang optimal. Kata Kunci: Prinsip-prinsip Good Governance,  Kinerja Organisasi
PELAKSANAAN SOSIALISASI PEMBUATAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) OLEH DINAS PENANAMAN MODAL, PELAYANAN TERPADU SATU PINTU, KOPERASI UMKM DAN PERDAGANGAN (DPMPTSPKP) KABUPATEN PANGANDARAN Dani Erlangga
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1221

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teori tipe sosialisasi menurut Maryati dengan indikator yang digunakan yaitu: sosialisasi formal dan sosialisasi informal. Untuk pengumpulan data, penulis melakukan studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari 8 orang informan yaitu 4 orang pegawai DPMPTSPKP dan 4 orang masyarakat Pangandaran. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat diketahui bahwa: 1) Pelaksanaan sosialisasi pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran belum berjalan dengan optimal. 2) Hambatan yang pegawai alami dalam pelaksanaan sosialisasi formal dan informal, diantaranya: masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi hanya sedikit, sulitnya menentukan waktu yang pas, terlalu banyak materi yang harus dipaparkan sedangkan pegawai sendiri kurang begitu mengerti tentang pemahaman mengenai pembuatan IMB khususnya tentang persyaratan dan perhitungan indeks, serta metode yang digunakan hanya sebatas pemaparan materi dan tanya jawab sehingga informasi hanya sebatas kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi saja dan sulitnya mengumpulkan masyarakat karena memiliki pola pikir yang berbeda-beda. 3) Upaya-upaya yang dilakukan pegawai DPMPTSPKP dalam pelaksanaan sosialisasi pembuatan IMB secara formal dan informal, yaitu: melaksanakan sosialisasi ke Kecamatan dan tokoh masyarakat terkait dengan melakukan sosialisasi secara berkesinambungan serta mengundang stakeholders yang mempunyai keterkaitan langsung dengan masyarakat dan berkoordinasi dengan yang memiliki wilayah seperti RT maupun RW. Kata Kunci: Sosialisasi, Izin Mendirikan Bangunan
PENGARUH REKRUITMEN PERANGKAT DESA TERHADAP KINERJA PERANGKAT DESA DI DESA ANDAPRAJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Rose Siti Badriyah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.277 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.661

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kerja, kurangnya kualitaspelayanan, rendahnya akuntabilitas perangkat desa dalam memberikan pelayanan, yang didugadisebabkan oleh belum optimalnya panitia rekruitmen dalam menentukan calon perangkat desayang bermutu sesuai dengan mekanisme dan persyaratan yang telah ditentukan. Belum optimalnyakeputusan penetapan calon yang terpilih menjadi perangkat desa dan belum optimalnyapelaksanaan rekruitmen perangkat desa. Rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1)Bagaimana rekruitmen perangkat desa di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa KabupatenCiamis?, 2) Bagaimana kinerja perangkat desa di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa KabupatenCiamis?, 3) Bagaimana pengaruh rekruitmen perangkat desa terhadap kinerja perangkat desa diDesa Andapraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis?.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, karenapenelitian ini disajikan dengan angka-angka. Ukuran sampel yang dipilih adalah sebanyak 89orang. Teknik pengolahan/analisis data dalam penelitian ini yaitu menentukan rentang,menentukan kategori penilaian, menentukan persentase, analisis korelasi sederhana, koefisiendeterminasi dan menguji tingkat signifikansi.Berdasarkan hasil penelitian bahwa: 1) Rekruitmen perangkat desa telah dilaksanakandengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis angket dengan rata-rata skor sebesar248,76 apabila dipersentasekan sebesar 55,90% pada kategori cukup baik. Artinya rekruitmenPerangkat Desa dilaksanakan cukup baik. 2) Kinerja perangkat desa telah dilaksanakan denganbaik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 321,88 dan berada pada kategori baik,yang apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 72,33% berada pada kategori baik. ArtinyaKinerja Perangkat Desa telah dilaksanakan dengan baik. 3) Terdapat pengaruh rekruitmenperangkat desa terhadap kinerja perangkat desa. Hal ini dibuktikan dengan hasil koefisiendeterminasi sebesar 12,93%. Perolehan nilai tersebut menunjukan tingkat pengaruhnya adalahrendah tapi pasti. Jadi terdapat pengaruh yang rendah tapi pasti rekruitmen perangkat desaterhadap kinerja perangkat desa. Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis yaitu denganmembandingkan antara nilai thitung dengan ttabel.Untuk mencari ttabel dengan tingat keyakinan 95 %dengan  = 0,5 dan untuk n = 89 maka diperoleh ttabelsebesar 1,980. Karena thitung sebesar 3,59>dari ttabel sebesar 1,980, maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain hipotesis yangpenulis ajukan yaitu terdapat pengaruh positif terdapat pengaruh rekruitmen perangkat desaterhadap kinerja perangkat desa di Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, dapatditerima.
Pelaksanaan Strategi Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan Oleh Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjarsari Kabupatan Ciamis andi rustandi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1203

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana pelaksanaan strategi peningkatan kinerja tenaga kependidikan oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis? 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan strategi peningkatan kinerja tenaga kependidikan oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis ? 3) Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan guna mengatasi hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan strategi peningkatan kinerja tenaga kependidikan oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis?Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Informan dalam penelitian ini sebanyak 13 orang yang terdiri dari  Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis.Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara danobservasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian.Berdasarkan hasil wawancara mengenai pelaksanaan strategi peningkatan kinerja tenaga kependidikan oleh Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Banjarsari Kabupaten Ciamis belum melaksanakan tiga komponen kegiatan utama dalam implementasi strategi yang terdiri dari perencanaan integral dan sistem pengendalian dan kepemimpinan, motivasi serta sistem komunikasi  dan manajemen Sumber Daya Manusia dan kultur organisasi secara optimal. Sedangkan berdasarkan hasil observasi belum adanya pembahasan secara formal untuk  perumusan dan perencanaan dan kurangnya dilakukan sosialisasi terhadap para pegawai serta kurangnya transparansi dari pimpinan dalam pelaksanaan penilaian terhadap kinerja pegawai, kurangnya di bangun komunikasi dua arah dengan para pegawai menyebabkan kurangnya tingkat pemahaman dalam menjalankan tugasnya serta belum adanya tugas khusus dari sekolah untuk mengikuti loka karya dan diklat.Adapun Hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaan strategi peningkatan kinerja antara lain kurangnya koordinasi, komunikasi dua arah dengan pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya, kurangnya pegawai mengikuti rapat untuk membahas dan menentukan sasaran dan tujuan yang harus dicapai, kesulitan untuk menentukan standar yang jelas sebagi alat ukur untuk penilaian kinerja, kurangnya tingkat pendidikan pegawai yang sesuai dengan keahliannya.  Adanya upaya-upaya yang dilakukan untuk meangatasi hambatan-hambatan tersebut adalah memberikan kesadaran agar dapat memahami tentang pelaksanaan strategi peningkatan kinerja dan melakukan koordinasi, komunikasi untuk mengajak pegawai mengadakan rapat untuk membahas sasaran dan tujuan secara jelas dan terperinci serta memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara konsisten sehingga dapat di ajukan untuk promosi jabatan. Kata Kunci: Pelaksanaan, Strategi Peningkatan Kinerja
PENGEMBANGAN PERANGKAT DESA DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME KERJA DI DESA DEWASARI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS bunga citra choerunnisa
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.325 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.655

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi yaitu kurangnya optimalnya Kepala Desa dalam melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap perangkat desa dari berbagai aspek kualifikasi, kompetensi, pengalaman kerja, kurang optimal dalam memberikan pengarahan dan pembinaan secara kontinyu serta pelatihan-pelatihan teknis untuk meningkatkan keahlian dan prestasi kerja terhadap aparatur desa sehingga apa yang direncanakan tidak tercapai secara maksimal dan kurang optimal dalam melakukan evaluasi hasil kinerja aparatur desa untuk mencapai hasil yang lebih baik. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengembangan Perangkat Desa di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis? 2) Hambatan-hambatan apa  yang dihadapi dalam pengembangan Perangkat Desa di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis? 3) Upaya-upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pengembangan Perangkat Desa dalam mewujudkan  profesionalisme kerja di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis?.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang dipakai oleh peneliti untuk melengkapi data tersebut adalah informan, dokumen. Adapun teknik pengumpulan datanya adalah studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi dan wawancara) serta studi dokumentasi.Teknik pengolahan/analisis data yang digunakan adalah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verivikation (verifikasi data).Berdasarkan  hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 1) Pengembangan perangkat desa dalam mewujudkan profesionalisme kerja di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis secara umum sudah dapat terlaksana, 2) Hambatanyang dihadapi dalam pengembangan perangkat desa berupa kesibukan kepala desa, tidak adanya kesempatan kepala desa dan perangkat desa untuk melakukan diskusi, kurangnya fasilitas yang dimiliki,  terbatasnya sumber dana dan anggaran, kurang adanya kerjasama, tidak cukupnya fakta atau data yang dimiliki dan sikap tersinggung dari perangkat desa. 3) Upaya yang dilakukan dalam pengembangan perangkat desa berupa  mengajak dan meminta dengan penuh kesadaran pada perangkat desa, meminta agar dapat meluangkan waktu, pemberian pemahaman agar memiliki kesadaran tentang pentingnya memberikan data-data, menyediakan sumber dana untuk menyelenggarakannya kegiatan bimtek dan upaya menyediakan fasilitas, menentukan waktu diselenggarakannya kegiatan, upaya mencari sumber dana dan melakukan komunikasi dengan perangkat desa.  Kata Kunci : Pengembangan perangkat desa dan profesionalisme kerja
Optimalisasi Kinerja Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Dalam Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Dini Indriani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.362 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.380

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa masih ada pemahaman masyarakat mengenai program unggulan Keluarga Berencana (KB)masih kurang. Hal ini terlihat dari 1) Kinerja Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) belum maksimal. Hal  ini terbukti dengansemakin meningkatnya jumlah kelahiran.2) Kurangnya  pemahaman petugas dalammensosialisasikan semua program pemerintah tentang Keluarga Berencana, sehingga  tidak  terserap oleh masyarakat luas.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1) Kinerja penyuluh lapangan keluarga berencana di UPTB Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis pada umumnya telah dilaksanakan dengan cukup baik, meskipun masih ada  yang belum memenuhi target. 2) Mengenai hambatan-hambatan yang ditemukanterdiri dari : Pertama, penyuluh kurang mampu dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sehingga terkadang target yang telah ditentukan tidak tercapai. Kedua, kemampuan bekerja dengan  hasil yang maksimal masih kurang. Ketiga, kurang mampu memberikan  pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan minimal.Keempat, kurang mampu bekerja  dengan prestasi kerja yang tinggi. Kelima, kurang memiliki hubungan  yang baik dengan masyarakat. Keenam, kurang mampu melaksanakan tahap-tahap dalam perencanaan. 3) Mengenai upaya-upaya dilakukan terdiri dari:  Pertama, memperbarui strategi penyuluhan yang dilakukan  penyuluh lapangan melalui sosialisasi program keluarga berencana. Kedua,  meningkatkan kemampuan penyuluh lapangan dalam bekerja agar mampu menciptakan hasil pekerjaan yang maksimal. Ketiga, meningkatkan pelayanan dari segi sarana dan prasarana yang lebih mencukupi dalam program penyuluhan. Keempat, meningkatkan kualitas pengetahuan, pemahaman mengenai program KB secara utuh dan terstuktur. Kelima, meningkatkan hubungan yang baik dengan masyarakat, dengan cara menambah kader baru yang dapat memberikan suasana baru bagi masyarakat. Keenam, dapat dilakukan peningkatan waktu dalam pelaksanaan program keluarga berencana oleh penyuluh lapangan.
PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PNPM MANDIRI PEDESAAN (Studi Kasus Di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis) Wawan Risnawan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1411

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengentasan kemiskinan melalui Program PNPM Mandiri Perdesaan. Tujuan khusus adalah untuk mengetahui:Tahapan Kerja PNPM Mandiri Perdesaan dalam Pengentasan Kemiskinan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode  studi kasus, sedangkan untuk mengumpulkan data,digunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian telah diolah melalui teknik: Reduksi, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Dari hasilnya menunjukkan bahwa Dampak dari PNPM Mandiri Perdesaan adalah dilakukan melalui tahapan kerja PNPM Mandiri Perdesaan di masyarakat yaitu : a) mengajak masyarakat lebih memusatkan pemikiran dan tindakan kebijakan pemerintah (Program PNPM Mandiri Perdesaan) pada penciptaan keadaan yang mendorong dan mendukung usaha-usaha rakyat untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah kemiskinan di tingkat individual, keluarga dan komunitas. b) Mengembangkan struktur dan proses organisasi yang berfungsi menurut kaidah sistem organisasi. c) Mengembangkan  sistem-sistem  produksi-konsumsi  yang  diorganisasi  secara teritorial yang berlandaskan pada kaidah pemilikan dan pengendalian lokal. Sehingga dari tahapan tersebut dapat terwujud hasil berupa pembangunan fisik, peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan masyarakat. Kata  Kunci  :  PNPM  Mandiri  Pedesaan  dan Pengentasan Kemiskinan.

Page 3 of 54 | Total Record : 532