cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
PELAKSANAAN HUMAN RELATION OLEH KEPALADESA DI DESA KARANGAMPEL KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Bayu Nur Asih
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.498

Abstract

Pelaksanaan human relation belum terlaksana dengan baik. Terlihat adanya pegawai malas disebabkan suasana kerja kurang menyenangkan, terlambat menyelesaikan pekerjaan karena kurangnya perlengkapan memadai, kurangnya tanggung jawab bekerja karena tidak terlaksana prinsip the right man on the right place. Diduga prinsip human relation belum dilaksanakan cukup baik. Hasil penjajagan tersebut penulis merumuskan masalah sebagai berikut bagaimana pelaksanaan human relation oleh Kepala Desa, hambatan-hambatan dalam pelaksanaan human relation, serta upaya-upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan human relation oleh Kepala Desa di Desa Karang ampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, Penelitian bertujuan memperoleh gambaran pelaksanaan human relation dan masukan berupa sumbangan pikiran bagi Kepala Desa dan Pegawai dalam melaksanakan human relation guna meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia Pegawai. hasil observasi prinsip kesatu sampai sepuluh telah dilaksanakan dengan cukup baik, Berdasarkan wawancara disimpulkan Kepala Desa memahami human relation dan prinsip-prinsipnya, sehingga Kepala Desa berusaha menerapkannya dalam hubungan kerja dengan pegawai agar tercipta dengan baik, seperti memberikan arahan terhadap pegawai sesuai tupoksinya masing-masing. hasil observasi Kepala Desa berusaha menerapkan prinsip human relation kepada pegawainya.
PENERAPAN NILAI-NILAI ETIKA BAGI BIROKRASI PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DAN CLEAN GOVERMENT lina marliani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 4 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i4.875

Abstract

ABSTRAK Birokrasi pemerintah mempunyai fungsi yaitu fungsi pelayanan, fungsi pengaturan atau regulasi dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka melaksanakan fungsi tersebut semua aparatur birokrasi wajib mentaati nilai-nilai yang menjadi dasar/pedoman dalam pelaksanaan tugas, yakni taat pada Pancasila dan UUD 1945. Tugas dari birokrasi adalah melayani semua kepentingan masyarakat, bukan terbalik, justru para birokrat yang meminta untuk dilayani. Hal ini menyangkut etika, dimana etika ini  sangat terkait dengan moralitas dan mentalitas dari aparat birokrasi itu sendiri. Sehingga timbullah yang disebut patologi birokrasi, yang makin hari makin menjadi jadi. Penerapan nilai-nilai etika bagi aparatur birokrasi ini menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat menjadi  pedoman, acuan, referensi agar tindakannya dinilai baik / tidak tercela. Nilai etika dapat dijadikan sebagai standar penilaian mengenai sifat, perilaku, dan tindakan birokrasi dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government. Kata kunci : Etika, Moral, birokrasi, korupsi, good governance,  clean government
Peranan Pemimpin Dalam Pengendalian Konflik Kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar Heryanto Heryanto
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.490

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana peranan kepala desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar dalam pengendalian konflik? 2. Hambatan dan kesulitan apa yang dihadapi kepala desa dalam pengendalian konflik kerja? 3. Upaya-upaya kepala desa dalam pengendalian konflik kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar? Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa dengan jumlah 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui bahwa 1. peranan pemimpin dalam pengendalian konflik kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar pada umumnya sudah berjalan cukup baik. 2. Hambatan yang dihadapi yaitu antara pihak-pihak yang terjadi konflik dapat diselesaikan oleh musyawarah ditingkat pemerintahan desa, kurang sadarnya pihak yang terjadi konflik untuk melaporkan permasalahannya terhadap pemerintah desa, hanya bisa menyelesaikan secara musyawarah keluarga, bawahan masih belum maksimal di dalam pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing, selalu berubahnya peraturan-peraturan perundangan. 3. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu dimusyawarahkan kembali ditingkat desa dengan mengundang unsur dari kecamtan, Babinkamtibmas Desa (dari kepolisian), dan babinsa desa (dari ABRI), melaksanakan pembinaan terhadap pihak yang lebih dekat dengan masyarakat seperti ketua RT/RW dan Linmas supaya segera melaporkan dan memberitahukan kepada pemerintah desa apabila dimasyarakat terjadi konflik atau tidak ada indikasi yang dapat menimbulkan konflik, menyerahkan ketingkatan yang lebih tinggi untuk diselesaikan, selalu memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada bawahan dan masyarakat agar tidak terpengaruh kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang akan membuat permasalahan-permasalahan dilingkup pemeritahan desa, mengadakan pelatihan-pelatihan kepada perangkat desa tentang tugas pokok dan fungsi didalam penyelenggaraan pemerintah desa, selalu berkoordinasi dengan pemberdayaan didalam penyelenggaraan pemerintahan desa, memberikan arahan-arahan dan tujuan adanya program yang bergulir dimasyarakat, mencoba mencari bantuan dari tingkat kota dan desa sendiri membuat Peraturan Desa tentang kejadian luar biasa sehingga apa yang akan dilaksanakan berpedoman kepada Peraturan Desa, mengundang kembali dan memberikan saran-saran agar pihak yang berkonflik memenuhi undangan dari pemerintah desa guna penyelesaian masalah. 
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 20 Tahun 2000 Tentang Retribusi Izin Gangguan di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran ani nurliani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.925 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.401

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan belum optimalnya Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 20 Tahun 2000 Tentang Retribusi Izin Gangguan. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pengusaha yang belum memahami mengenai kebijakan tentang retribusi izin gangguan dan tidak mendaftarkan perusahaannya, adanya perusahaan yang tidak mendaftarkan ulang surat izin gangguannya, adanya pemindahan tangan kepemilikan dan perpindahan tempat izin gangguan tanpa persetujuan Bupati.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan jumlah informan sebanyak 16 orang terdiri dari 1 orang camat, 2 orang pemberi pelayanan perizinan, 3 tokoh masyarakat dan 10 orang masyarakat/ pengusaha. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan verification yang diinterprestasikan secara kualitatif yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 20 Tahun 2000 Tentang Retribusi Izin Gangguan di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran secara umum masih berjalan kurang baik. Hal ini dapat terlihat dari 8 indikator yang diteliti 7 indikator dilaksanakan dengan belum baik dan kurang maksimal, dan 1 indikator sudah dilaksanakan dengan baik.Kendala-kendala yang ditemukan yaitu banyaknya pengusaha yang kurang mementingkan tujuan dari peraturan kebijakan tersebut, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kebijakan mengenai retribusi izin gangguan, masih adanya pegawai yang diberi tugas tidak sesuai dengan background pendidikan, kondisi lingkungan dan sumberdaya sasaran dapat mempengaruhi kinerja, karakteristik sasaran, dan kultur masyarakat yang masih awam sehingga penerapan sanksi masih sulit. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala dengan caramelakukan sosialisasi secara menyeluruh, memberikan penjelasan secara mendetail dan bisa dilakukan secara berulang-ulang supaya mekanisme dan prosedurnya dapat dipahami, adanya pendelegasian kepada Kasi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) beserta Fungsional umumnya untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek), membangun strategi yang baik untuk melakukan sosialisasi secara door to door, kerjasama bersama pemerintah desa, dan menganalisa karakteristik dan dukungan kelompok sasaran.
PENGARUH PEMBINAAN ATLET OLEH DINAS KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN, DAN OLAHRAGA TERHADAP PRESTASI ATLET DI KABUPATEN CIAMIS Rudi Rudiansyah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i2.1456

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh atlet Kabupaten Ciamis. Hal ini terlihat dari tidak adanya atlet untuk Cabang Olahraga (Cabor) pengembangan, yang meliputi: dance, sepatu roda, yudo, dan bilyard, rendahnya kemampuan para atlet Kabupaten Ciamis. Hal ini dapat terlihat dari kegagalan atlet dalam mencapai prestasi di ajang Porda pada tahun 2014, dimana Kabupaten Ciamis hanya menduduki peringkat ke-26 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, kurangnya tingkat kedisiplinan para atlet. Contohnya: ada sebagian atlet yang sering terlambat hadir dalam pelatihan maupun pertandingan, dan kurang terjalinnya kerjasama antara atlet dengan atlet maupun antara atlet dengan pembina. Contohnya: adanya konflik kepentingan (kemauan) antara atlet dengan pembina. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, diduga karena kurangnya pembinaan awal dalam mengikuti olahraga, kurangnya pembinaan fisik maupun jasmani serta pembinaan strategi untuk mencapai kemenangan, kurangnya pembinaan dan pembuktian praktek pelatihan yang baik, dan kurangnya penggerak dan pendorong untuk mewujudkan kemampuan fisik, teknik maupun taktik dalam aktivitas olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan metode survey. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket(kuesioner), wawancara, dan observasi. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan metode statistik parametik untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan cara mencari koefisien korelasi product moment, koefisien determinasi, dan uji signifikansi (uji t).Dari hasil penelitian diperoleh tingkat korelasi antara pembinaan atlet oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dengan prestasi atlet di Kabupaten Ciamis memiliki hubungan yang sangat kuat dan mempunyai arah positif dengan nilai r = 0,82. Besarnya pengaruh pembinaan atlet oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga terhadap prestasi atlet di Kabupaten Ciamis adalah sebesar 67,24%, sedangkan sebesar 32,76% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lainnya. Dari hasil uji hipotesis diketahui bahwa thitung> ttabel (11,28> 1,999), maka Ho = ditolak dan Ha = diterima. Artinya hipotesis yang diajukan yaitu pembinaan berpengaruh positif terhadap prestasi, dapat diterima atau teruji kebenarannya. Upaya peningkatan prestasi atlet yaitu dengan melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan dan melengkapi fasilitas sarana dan prasarana latihan untuk para atlet sehingga prestasi atlet Kabupaten Ciamis dapat meningkat. Kata Kunci: Pembinaan dan Prestasi Atlet
PENGAWASAN PENYALURAN BANTUAN BERAS UNTUK RAKYAT MISKIN (RASKIN) OLEH TIM KOORDINSI RASKIN DI WILAYAH KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Dini Sugianti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1222

Abstract

 Rumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut : (1)Sejauh mana tim koordinsi raskin melakukan pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (RASKIN)? (2) Sejauh mana hambatan dalam mengatasi persoalan pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin) oleh tim koordinsi raskin?Sejauh mana upaya yang dilakukan oleh tim koordinsi raskin dalam mengatasi persoalan pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin? Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan sampel penelitian berjumlah 5  orang pegawai kecamatan dan 5 orang anggota tim koordinasi raskin. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan beras raskin, maka pengawasan oleh Tim Koordinasi Raskin  Di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, sangat dibutuhkan, baik dalam penetapan standar pelaksanaan, penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, pengukuran pelaksanaan kegiatan, pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan,  dan pengambilantindakan koreksi bila diperlukan. Hambatan yang dihadapi oleh Tim Koordinasi Raskin  dalam melaksanakan pengawasan dalam Pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin) di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah rendahnya SDM Tim Koordinasi Raskin, profesionalisme SDM, pengetahuan, keterampilan, dan dan sebagainya, yang menghambat pengawasan dalam Pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin).Upaya  yang telah dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Raskin  dalam mengatasi hambatan dalam proses pengawasan saat Pengawasan penyaluran bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin). Kata kunci: Pengawasan
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA SITUS ASTANA GEDE KAWALI OLEH DINAS PARIWISATA KABUPATEN CIAMIS SANDI ADHITYA PRATAMA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.855 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.666

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya Strategi Pengembangan DestinasiWisata Situs Astana Gede Kawali Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Hal ini terlihat daribelum adanya peningkatan jumlah wisatawan yang datang berkunjung, minimnya saranasosialisasi dan promosi wisata yang dilakukan, belum lengkapnya pembangunan sarana danprasarana serta belum adanya partisipasi aktif dari masyarakat sekitar dalam pengembangankepariwisataan di Situs Astana Gede Kawali. Rumusan penelitian ini adalah 1) BagaimanaStrategi Pengembangan Destinasi Wisata Situs Astana Gede Kawali oleh Dinas PariwisataKabupaten Ciamis?, 2) Hambatan-hambatan apa yang ditemukan dalam pelaksanaan StrategiPengembangan Destinasi Wisata Situs Astana Gede Kawali oleh Dinas Pariwisata KabupatenCiamis?, 3) Bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata KabupatenCiamis untuk mengatasi setiap hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan StrategiPengembangan Destinasi Wisata Situs Astana Gede Kawali Kabupaten Ciamis?.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Informan dalam penelitianini sebanyak 12 orang yang terdiri dari Sub Bagian Pengembangan Destinasi Wisata, 2 orangpegawai UPT Dinas Pariwisata Wilayah Kawali, 2 orang Pengelola Objek wisata, Kepala Desa,Kepala Dusun, 5 orang dari komunitas dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan dataadalah dengan menggunakan teknik studi kepustakaan, studi lapangan (observasi danwawancara). Penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasilhasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawabpermasalahan dalam penelitian.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Strategi Pengembangan Destinasi WisataSitus Astana Gede Kawali Kabupaten Ciamis belum dilaksanakan dengan optimal. Hal ini dapatdilihat berdasarkan pendapat informan yang menyatakan lebih dari setengah indikator kerjayang diajukan oleh penulis belum berjalan dengan baik. Adanya hambatan-hambatan yangdirasakan seperti minimnya anggaran yang disediakan, belum adanya sosialisasi danpemberdayaan kepada masyarakat, minimnya sarana promosi wisata dan pembangunan atraksiwisata yang dilakukan, belum adanya koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan yangterlibat serta minimnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang ada. Adapun upayaupayayang dilakukan untuk mengatasi setiap masalah tersebut adalah membuat rencana strategiyang jelas, merangkul beberapa komunitas untuk terlibat dalam kegiatan promosi wisata danmenggiatkan upaya tersebut melalui media sosial, berusaha menjalin komunikasi dan koordinasisecara intensif dalam menjalin kemitraan pengelolaan pariwisata, serta dengan melakukankegiatan training skill kepada petugas yang bekerja dilapangan.
PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG OLEH CAMAT TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN CIMERAK KABUPATEN PENGANDARAN andri fahruzi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2018): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v5i1.1204

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Camat dan pegawai Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran sebanyak 22 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan tekik sensus sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan sebagai berikut. 1) Pendelegasian wewenang oleh Camat pada dasarnya sudah dilaksanakan cukup baik sesuai dengan 7 (tujuh) prinsip untuk melakukan pendelegasian kewenangan menurut Wasistiono (2005:145). Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian diperoleh skor rata-rata sebesar 73.18 atau jika dipersentasekan diperoleh sebesar 69.70% yang berada pada kategori cukup baik. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil wawancara dengan Camat diketahui bahwa selama ini Camat telah berupaya mendelegasikan wewenang kepada setiap pegawai sehingga pegawai diharapkan dapat memahami wewenang yang harus dilaksanakannya. Begitupula dengan hasil pengamatan diketahui bahwa pelaksanaan pendelegasian wewenang oleh Camat telah dilaksanakan walaupun masih harus ditingkatkan. 2) Efektivitas kerja pegawai pada dasarnya sudah dilaksanakan cukup baik sesuai dengan unsur-unsur yang menonjol dari efektivitas kerja menurut pendapat Magdalena (1987:206). Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian di peroleh skor rata-rata sebesar 64.50 atau jika dipersentasekan sebesar 61.43 % yang berada pada kategori cukup baik. Hal tersebut sejalan dengan hasil wawancara diketahui bahwa efektivitas kerja pegawai cukup baik yang dibuktikan dengan upaya yang dilakukan oleh pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh camat. Begitupula berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa efektivitas kerja pegawai masih harus ditingkatkan mengingat terdapat beberapa indikator yang belum dilaksanakan dengan baik. 3) Terdapat pengaruh pendelegasian wewenang terhadap efektivitas kerja pegawai sebesar 58.56 % sedangkan 41.44% adalah faktor lain seperti pengawasan dan pemberian motivasi oleh pimpinan yang tidak diteliti oleh penulis. Sedangkan dengan menggunakan uji t diperoleh t hitung sebesar 5.180 > dari t tabel sebesar 2,042 sehingga hipotesis yang penulis ajukan yaitu terdapat pengaruh yang positif antara pendelegasian wewenang oleh Camat terhadap efektivitas kerja pegawai, terbukti. Kata Kunci: Pendelegasian Wewenang, Efektivitas Kerja Pegawai
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN OLEH BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) MELALUI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) “MEKAR ASRI” DI DUSUN MEKAR MUKTI DESA PASIRMUKTI KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA dina yuliana
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.934 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i3.656

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterlibatan kaum perempuan dalam program pembangunan sehingga kaum perempuan lebih berperan sebagai objek dari program pembangunan. Masih rendahnya tingkat keterlibatan kaum perempuan dalam organisasi ditingkat daerah tempat tinggalnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Bagaimana pemberdayaan perempuan oleh BPP melalui KWT “Mekar Asri” di Dusun Mekar Mukti Desa Pasirmukti Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya? 2). Bagaimana hambatan-hambatan dalam pemberdayaan perempuan oleh BPP melalui KWT “Mekar Asri” di Dusun Mekar Mukti Desa Pasirmukti Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya? 3). Bagaimana upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam pemberdayaan perempuan oleh BPP melalui KWT “Mekar Asri” di Dusun Mekar Mukti Desa Pasirmukti Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya?Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Adapun langkah-langkah dalam analisis data kualitatif yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), conclusion drawing/verification (verifikasi data).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan oleh BPP melalui KWT “Mekar Asri” di Dusun Mekar Mukti Desa Pasirmukti Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya masih belum baik jika disesuaikan dengan tahap-tahap yang harus dilalui dalam melakukan pemberdayaan perempuan menurut Sumodiningrat (2007:145). Hambatan yang dihadapi dalam pemberdayaan perempuan oleh BPP melalui KWT “Mekar Asri” yaitu seperti masih kurangnya kesadaran kaum perempuan dalam mengikuti berbagai kegiatan pertemuan atau kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan. Upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut diantaranya yaitu dilakukan perlibatan kaum perempuan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan dengan mengundang secara langsung kaum perempuan untuk mengikuti kegiatan tersebut serta melakukan kegiatan pelatihan bagi kaum perempuan dalam mengelola pertanian sehingga dapat mengoptimalkan hasil produksi pertanian KWT “Mekar Asri”.
Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Oleh Pemerintah Desa Di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Wida Puspawardani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.868 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i1.379

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di ketahui bahwa Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran secara umum sudah terkelola dengan baik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara). Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 22 orang yang terdiri dari 15 perangkat desa Parakanmanggu, 7 orang Badan Permusyawaratan Desa di Desa Parakanmanggu. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Verifikasi Data.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa secara umum sudah dapat terkelola dengan baik sesuai dengan pendapat Adisasmita (2014:34) prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah. Ada pula beberapa hambatan dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa diantaranya keterlambatan dana yang turun dari pemerintah sehingga perangkat desa kesulitan dalam proses penyusunan APBDesa, penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan alokasi yang telah di tentukan sebelumnya karena adanya kebijakan yang berubah-ubah, dan ada pula upaya yang di lakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa, hal ini di lakukan dengan cara melakukan koordinasi kepada dinas terkait agar perangkat mengetahui kapan dan berapa dana yang akan turun ke desa, untuk memperlancar proses penyusunan keuangan desa, tidak merubah kesepakatan dan rencana yang telah di tentukan sebelumnya.

Page 5 of 54 | Total Record : 532