cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Volume 5 Nomor 1 Maret 2022" : 21 Documents clear
Hubungan Luaran Maternal dan Perinatal Terhadap Tingkat Keparahan Infeksi COVID-19 FM. Dicky Fitraendi; Dini Hidayat; Akhmad Yogi Pramatirta
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.345

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan luaran maternal dan perinatal terhadap tingkat keparahan infeksi COVID-19 pada ibu bersalin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional retrospektif dengan rancangan potong lintang menggunakan data rekam medik selama periode Maret 2020 hingga Juni 2021. Karakteristik subjek meliputi usia ibu, jumlah paritas, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan. Luaran maternal meliputi hipertensi pada kehamilan, ketuban pecah dini, dan kejadian persalinan prematur. Hasil: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada angka kejadian ketuban pecah dini (p-value 0,128) dan persalinan prematur (p-value 0,324) terhadap tingkat keparahan infeksi COVID-19.  Pada ibu dengan infeksi COVID-19 derajat ringan memiliki luaran perinatal asfiksia ringan sebanyak 132 bayi (89,3%), asfiksia sedang 43 bayi (32,6%) dan asfiksia berat 5 bayi (3,8%). Terdapat hubungan bermakna antara derajat asfiksia pada janin dengan tingkat keparahan infeksi COVID-19 (p-value 0,013).Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kejadian hipertensi dalam kehamilan dan tingkat mortalitas ibu terhadap tingkat keparahan infeksi COVID-19. Derajat asfiksia pada bayi baru lahir memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keparahan infeksi COVID-19. Correlation Of Maternal And Perinatal Outcomes with the Severity Of Covid-19 InfectionAbstractObjective: This study was conducted to evaluate the relationship between maternal and perinatal outcomes with the severity of COVID-19 infection in women giving birth at Dr. Hasan Sadikin BandungMethods: This study was a retrospective observational analytical study with a cross-sectional design that used medical record data between March 2020 to June 2021. Subject characteristics include maternal age, parity, education level, and gestational age. Maternal outcomes consist of hypertension in pregnancy, premature rupture of membranes, and the incidence of preterm labor. Results: There was no significant relationship between the incidence of premature rupture of membranes (p-value 0.128) and preterm delivery (p-value 0.324) on the severity of COVID-19 infection. Mothers with mild COVID-19 infection had mild asphyxia perinatal outcomes as many as 132 infants (89.3%), moderate asphyxia in 43 infants (32.6%), and severe asphyxia in 5 infants (3.8%). There is a significant relationship between the degree of asphyxia in the fetus and the severity of COVID-19 infection (p-value 0.013).Conclusion: There is a significant relationship between the incidence of hypertension in pregnancy and maternal mortality with the severity of COVID-19 infection. The degree of asphyxia in newborns has a significant relationship with the severity of COVID-19 infection.Key words: Maternal outcome, perinatal, severity, COVID-19 infection
The Comparison of Peripheral Blood Morphology and Ferritin Level in Pregnancy Woman with Anemia Living in Lowland and Highland Areas Yulfa Rizki Amita; Eddy Hartono; Syahruni Syahrir; Firdaus Hamid; Samrichard Rambulangi; Elizabet Catherine Jusuf
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.352

Abstract

Objective: Differences in the morphology features of red blood cells in population groups who live in the lowlands areas and the highlands areas will affect the diagnosis and appropriate therapies. Methods: The method used is a cross-sectional study of 75 pregnant women (6-38 weeks gestational age) with anemia living in highland and lowland areas found at Massenrempulu Hospital and Sitti Khadijah I Hospital. Anemia in pregnant women is diagnosed as a hemoglobin level less than 11gr/dl in the 1st and 3rd trimesters or less than 10.5 gr/dl in the 2nd trimester. The patient's blood sample was taken intravenously and performed serological and peripheral blood examination. Data were processed using the SPSS program, analyzed using univariate and multivariate tests.Results: In both results of the parametric and nonparametric test, ferritin levels showed a significant difference (p = 0.001), higher in the lowland areas group subjects (15.44 ± 36.92) compared to the highland areas group subjects (9.55 ± 30.16). There were no significant differences in morphology features (p> 0.05) between both groups.Conclusion: This study showed no significant differences in morphology features between the two groups. The lowland areas group subjects had a significantly higher ferritin level than that of the highland areas group subjects.Perbandingan Gambaran Morfologi Darah Tepi Pasien Gravid dengan Anemia Yang Tinggal di Pesisir Pantai dan Daerah PegununganAbstrakTujuan: Perbedaan ciri morfologi sel darah merah pada kelompok populasi yang tinggal di dataran rendah dan dataran tinggi akan mempengaruhi diagnosis dan terapi yang tepat.Metode: Metode yang digunakan adalah studi potong lintang pada 75 ibu hamil (usia kehamilan 6-38 minggu) dengan anemia yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah yang ditemukan di RS Massenrempulu dan RS Sitti Khadijah I. Anemia pada ibu hamil didiagnosis berdasarkan kadar hemoglobin kurang dari 11gr/dl pada trimester I dan III atau kurang dari 10,5 gr/dl pada trimester II. Sampel darah pasien diambil secara intravena dan dilakukan pemeriksaan serologis dan darah tepi. Data diolah menggunakan program SPSS, dianalisis menggunakan uji univariat dan multivariat.Hasil: Pada hasil uji parametrik dan nonparametrik, kadar feritin menunjukkan perbedaan yang secara signifikan (p = 0,001), lebih tinggi pada subjek kelompok dataran rendah (15,44 ± 36,92) dibandingkan dengan subjek kelompok dataran tinggi (9,55 ± 30,16). Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam morfologi darah tepi  (p> 0,05) antara kedua kelompok.Kesimpulan: Penelitian ini tidak menunjukkan perbedaan morfologi yang signifikan antara kedua kelompok. Subyek kelompok dataran rendah memiliki kadar feritin yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan subjek kelompok dataran tinggi.Kata kunci: Morfologi darah tepi, kehamilan, anemia, dataran rendah, dataran tinggi
Plasenta Previa Totalis dengan Komplikasi Perdarahan Post Partum pada Multipara di Usia Kehamilan 39 Minggu Reski Wulandari Roni; Ferri Waluyo Wiwoho Pujojati
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.275

Abstract

Penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang utama ialah perdarahan. Di Indonesia, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data tahun 2010-2013 penyebab kematian terbesar kematian ibu ialah perdarahan.  Plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan yang tersering terjadi pada ibu hamil. Tujuan dari penulisan laporan kasus ini adalah memahami komplikasi dari plasenta previa yaitu perdarahan pasca salin dan bagaimana tatalaksana kasus tersebut. Kami melaporkan kasus mengenai seorang wanita 31 tahun dengan plasenta previa totalis pada usia kehamilan 39 minggu. Pasien memiliki riwayat dua kali seksio sesaria sebelumnya. Didapatkan perdarahan pasca salin saat dilakukan seksio sesaria disertai syok hipovolemik. Komplikasi yang disebabkan oleh letak plasenta yang rendah adalah perdarahan pasca salin yang terjadi selama pembedahan. Perkiraan jumlah kehilangan darah sebanyak 2500 cc, dan didapatkan hemoglobin 1,8 g%. Kondisi hemodinamik tidak stabil dengan tekanan darah 80/50 mmHg, dan kesadaran pasien mulai menurun. Kondisi pasien membaik 3 hari pasca operasi dengan monitoring ketat di Unit Perawatan Intensif  (ICU). Total Placenta Previa with Complication of Post Partum Haemorrhage at 39 Weeks Gestation on Multiparous AbstractThe main cause of maternal mortality (MMR) is bleeding. In Indonesia, according to the 2012 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), the maternal mortality rate in Indonesia is still high at 359 per 100,000 live births. Based on data in 2010-2013 the biggest cause of maternal death is bleeding. Placenta previa is one of the most common causes of bleeding in pregnant women.  The purpose of writing this case report is to understand the complication of placenta previa, post partum hemorrhage, and how to manage this case. We report the case of a 31-year-old woman with total placenta previa at 39 weeks' gestation with a history of previous cesarean section two times presenting with postpartum haemorrhage during cesarean section. The patient was found with hypovolemic shock. The estimated blood loss of the patient was 2500 cc and the patient's hemoglobin was 1.8 g%. The patient's blood pressure dropped to 80/50 mmHg, and the patient's consciousness was disturbed. The patient's condition improved 3 days after surgery and close monitoring in the Intensive Care Unit (ICU).Key word : Total Placenta Previa, Post Partum Haemorrhage.
Gambaran Karakteristik Klinis dan Histopatologi Kanker Ovarium Anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Haifa Tuffahati; Ali Budi Harsono; Muhammad Alamsyah Aziz; Kemala Isnainiasih Mantilidewi; Febia Erfiandi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.354

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik klinis dan histopatologi kanker ovarium anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien kanker ovarium anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2017–2020.Hasil: Terdapat 22 pasien kanker ovarium anak yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Ditemukan pasien kanker ovarium anak paling banyak usia 13–18 tahun sebanyak 13 orang (59,1%), stadium klinis I sebanyak 10 orang (45,4%), histopatologi jenis sel germinal sebanyak 17 orang (77%), dan gejala klinis benjolan pada perut sebanyak 16 orang (33%).Kesimpulan: Kanker ovarium anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Bandung periode 1 Januari 2017 – 31 Desember 2020 paling sering terjadi pada pasien dengan rentang usia 13–18 tahun, terdiagnosis pada stadium I, karakteristik histopatologi tipe sel germinal, dan memiliki gejala klinis berupa benjolan pada perut.Overview of Clinical Characteristics and Histopathology of Pediatric Ovarian Cancer at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung AbstractObjective: To determine pediatric ovarian cancer’s clinical characteristics and histopathology at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.Methods: This study used a descriptive research design. Data were collected from medical records of pediatric ovarian cancer patients at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung in 2017 – 2020.Result: 22 pediatric ovarian cancer patients met the inclusion and exclusion criteria. The majority of pediatric ovarian cancer patients were 13-18 years as many as 13 people (59.1%), clinical stage I as many as 10 people (45.4%), histopathological germ cell types as many as 17 people (77%), and clinical symptoms as lumps in the abdomen as many as 16 people (33%).Conclusion: Pediatric ovarian cancer at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung period 1 January 2017 – 31 December 2020 most  occurred in patients aged 13–18 years, diagnosed at stage I, histopathological characteristics of germ cell type, and had clinical symptoms in the form of abdominal lump.Key words: Ovary, Pediatric Ovarian Cancer, Clinical Characteristic, Histopathological Characteristic
Neutrophil-Lymphocyte Ratio(NLR), Platelet-Lymphocyte Ratio (PLR) and D-Dimer to Length of Stay in ICU of Pregnancy with COVID-19 Complicating Severe Coagulopathy Mona Galatia Marpaung; Rizky Syahriar Syoufana; Radith Aulia; Julian Dewantiningrum
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.350

Abstract

Objective: The aim of this study was to obtain data that D-Dimer levels, Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), Platelet-Lymphocyte Ratio (PLR) as a prognostic factors of length of stay in ICU. The longer length of stay in the Intensive Care Unit (ICU) as an indicator of severe coagulopathy.Methods :This study uses an analytic observational study with a cross sectional approach to analyze NLR , PLR ,and the D-Dimer levels and their relationship to length of stay in ICU of pregnant women with COVID-19 infection who were treated at RSUP Dr. Kariadi during March 2020 to October 2021. Medical records of patients with pregnancy confirmed COVID-19 who were diagnosed by PCR (polymerase chain reaction) and treated at Dr Kariadi Hospital between March 2020 and October 2021 were reviewed, p value <0.05 considered significant. Results:  The mean value of D-Dimer was 3746.6 ± 4852.33 (460-20) ug/L, NLR was 8.14 ± 6.35 (2.20-29.60), PLR was 27.66 ± 20.60 (6.80-96.66). 15 were treated in ICU with Length of stay 0.3 ± 0.46 (0-1) with the significancy was NLR p 0.008, PLR p 0.073 and D-dimer p 0.225. Conclusion : High NLR, PLR and D-dimer levels correlated with severe coagulopathy that effect the length of stay in ICU.Neutrophyl-Lymphocyte Ratio (NLR) , Platelet-Lymphocyte Ratio (PLR) dan D-dimer Terhadap Lama Rawat Inap di ICU pada Kehamilan dengan COVID-19 yang Mengalami Koagulopati Berat Abstrak Tujuan: Tujuan dari studi ini untuk menilai jumlah D-Dimer , Neutrophyl-Lymphocyte Ratio (NLR), Platelet-Lymphocyte Ratio (PLR) sebagai factor prognostic dari lama rawat inap di ICU. Metode: Studi ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional  untuk menganalisa NLR, PLR dan jumlah D Dimer dan hubungannya dengan lama rawat inap di ICU dari Wanita hamil dengan infeksi COVID 19 yang dirawat di RSUP Dr Kariadi selama bulan Maret 2020 hingga Oktober 2021, nilai p <0.05 dianggap signifikan. Hasil: Rerata nilai D Dimer dari subjek ialah 3746,6 ± 4852.33 (460-20) ug/L, NLR  8.14 ± 6.35 (2.20-29.60), PLR  27.66 ± 20.60 (6.80-96.66). 15 pasien dirawat di  ICU dengan lama rawat inap 0.3 ± 0.46 (0-1) dengan nilai signifikansi dari NLR p 0.008, PLR p 0.073 dan D-dimer p 0.225. Kesimpulan: NLR dan D dimer yang tinggi berhubungan dengan keparahan koagulopati yang menyebabkan lama rawat inap di ICU.Kata kunci : Lama rawat inap ICU, koagulopati, kehamilan dengan COVID 19
Fetal Programming pada Gangguan Mental Emosional: Tantangan Generasi Emas 2045 Johanes C. Mose
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.374

Abstract

Pada hari-hari terakhir ini media sosial kita dibanjiri oleh banyak berita tentang pelbagai tindakan kekerasan baik verbal maupun fisik yang membuat kegaduhan dan kecemasan, baik di ruang publik antar anggota masyarakat, diruang privat instansi swasta atau pemerintah, maupun antar elit masyarakat. Fenomena ini menjurus pada pembenaran hipotesis tentang ‘masyarakat kita sedang sakit’. Hal ini sejalan dengan data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 yang di sampaikan oleh Kementrian Kesehatan RI 2021, yaitu tentang ‘Gangguan Mental Emosional’. Kelainan ini adalah suatu kondisi yang mengindikasikan seseorang mengalami perubahan psikologis yang mungkin merupakan sebuah kondisi normal, tetapi dapat juga merupakan kondisi patologis.Berdasarkan laporan hasil Riskesdas 2018 diketahui prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia sebesar 9,8%. Hal tersebut menunjukkan masih tingginya masalah gangguan mental emosional di Indonesia.
Absolute Lymphocyte Count and Neutrophil Lymphocyte Ratio in Pregnancy Confirmed Positive for SARS-CoV-2 at Dr. M. Djamil Hospital, Padang Nanda Tri Martha; Bobby Indra Utama
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.337

Abstract

Objective: To determine the description of ALC and NLR in pregnant women who were confirmed positive for SARS-CoV-2 at Dr. M. Djamil Padang Hospital.Methods: A descriptive study in pregnancy was confirmed positive for COVID-19 on March 2020 to February 2021 at Dr. M. Djamil Padang Hospital.Results: 126 cases of pregnant women with COVID-19 with 25 (20%) patients experiencing a decrease in ALC less than 1500/µL and 101 (80%) patients had ALC values ≥ 1500/µL. NLR values were found to be increased by ≥3.13 in 91(72%) patients and <3.13 in 35(28%) patients.  Conclusion: Most patients’ ALC values were normal, while the NLR values were mainly elevated.Gambaran Absolute Lymphocyte Count dan  Neutrophil Lymphocyte Ratio pada Wanita Hamil yang Terkonfirmasi Positif SARS-Cov2 di RSUP Dr. M. Djamil, Padang AbstrakTujuan: Untuk mengetahui gambaran ALC dan NLR pada ibu hamil yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2 di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Metode: Studi deskriptif pada kehamilan terkonfirmasi positif COVID-19 selama Maret 2020 hingga Februari 2021 di RS Dr. M. Djamil Padang.Hasil: 126 kasus ibu hamil dengan COVID-19 dengan 25 (20%) pasien mengalami penurunan ALC yaitu kurang dari 1500/µL dan 101 (80%) pasien memiliki nilai ALC 1500/µL. Nilai NLR ditemukan meningkat 3.13 pada 91 (72%) pasien dan <3.13 pada 35 (28%) pasien.Kesimpulan: Nilai ALC ditemukan normal pada sebagian besar pasien, sedangkan nilai NLR ditemukan sebagian besar meningkat.Kata kunci: kehamilan, COVID-19, Absolute Lymphocyte Count, Neutrophil Lymphocyte Ratio
Gambaran Klinis dan Histopatologi Kanker Ovarium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020 Salfa Aqilla; Ali Budi Harsono; Hasrayati Agustina
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.363

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan histopatologi pasien kanker ovarium di RSHS tahun 2019-2020. Metode: Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan data rekam medis pasien kanker ovarium yang didiagnosis secara histopatologi tahun 2019-2020. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukan dari 140 pasien, mayoritas berusia 46-55 tahun (31,4%), multipara (60,7%), dan IMT normal (57,1%). Pasien mayoritas mengeluhkan adanya benjolan pada abdomen (100%) dengan karakteristik kistik sebagian padat (51,4%), berbenjol (57,1%), unilateral (87,4%), dan immobile (35,0%). Kebanyakan pasien memiliki nilai haemoglobin (75,3%) dan albumin (20,7%) rendah. Tumor marker yang paling sering ditemukan adalah CA 125 (37,9%). Mayoritas pasien didiagnosis pada stadium III (47,1%), tipe histopatologi mucinous carcinoma (20,0%) dan dilakukan operasi complete surgical staging (46,8%).Kesimpulan: Pasien kanker ovarium tahun 2019-2020 terbanyak adalah pada usia 46-55, multipara, IMT normal, mengeluhkan massa pada abdomen dengan karakteristik kistik sebagian padat, berbenjol, unilateral. Umumnya pasien mengalami penurunan nilai haemoglobin dan albumin serta berada pada stadium III dengan tipe histopatologi mucinous carcinoma dan dilakukan operasi complete surgical staging.Clinical Features and Histopathology of Ovarian Cancer at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2019-2020AbstractObjective: This study aimed to determine the clinical and histopathological features of ovarian cancer patients at Hasan Sadikin General Hospital Bandung 2019-2020.Method: This descriptive research was conducted at Hasan Sadikin General Hospital Bandung using medical record data for ovarian cancer patients diagnosed histopathologically in 2019-2020. The sample was selected using the total sampling method. Results: This study showed that from 140 patients, the majority were aged 46-55 years (31.4%), multiparous (60.7%), and normal BMI (57.1%). The majority of patients complained of a lump in the abdomen (100%) with the characteristics of a cyst with partially solid (51.4%), uneven surface (57.1%), unilateral (87.4%), and immobile (35.0%). Most patients had low hemoglobin (75.3%) and albumin (20.7%) values. The most common tumor marker found was CA 125 (37.9%). The majority of patients were in stage III (47.1%), the histopathological type of mucinous carcinoma (20.0%), and underwent complete surgical staging (46.8%).Conclusion: Most ovarian cancer patients in 2019-2020 were aged 46-55, multiparous, normal BMI, complained of a mass in the abdomen with the characteristics of a cyst with partially solid,uneven surface, unilateral. Generally, patients have decreased hemoglobin and albumin values were diagnosed as stage III, the histopathological type of mucinous carcinoma and underwent complete surgical staging.Key words: ovarian cancer, clinical features, histopathology
Pola Kuman dan Kepekaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Luka Operasi Obstetri Iwan Irawan; M. Rizkar Arev Sukarsa; M. Alamsyah Aziz
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.343

Abstract

Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien infeksi luka operasi (ILO) bidang Obstetri dan mendeskripsikan gambaran pola kuman serta kepekaan antibiotiknya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin BandungMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif dari rekam medis pasien obstetri yang terdiagnosis infeksi luka operasi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Juli 2020 - Juni 2021. Karakteristik subjek meliputi usia, berat badan, tinggi badan, body mass index (BMI),  dan paritas. Dalam penelitian ini digunakan tingkat ketelitian (α) 5%, tingkat kepercayaan 95% sehingga diperoleh nilai Z = 1,96. Deskripsi karakteristik dan status pasien ditampilkan dalam bentuk tabel. Data kategorik dideskripsikan dengan jumlah (n) dan persentase (%).Hasil: Hasil penelusuran rekam medis didapatkan sebanyak 20 pasien yang didiagnosis dengan ILO. Seluruh pasien yang mengalami ILO merupakan pasien pasca  seksio sesarea. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada rerata umur, berat badan, tinggi badan, BMI, dan sebaran paritas. Kesimpulan: ILO pada bidang obstetri seluruhnya terjadi pasca seksio sesarea. Tidak didapatkan perbedaan bermakna pada karakteristik pasien yang mengalami ILO. Pola kuman yang paling sering dijumpai adalah Escherichia coli dan Acinetobacter baumannii. Antibiotik yang sensitif terhadap mayoritas sampel adalah tigecycline dan meropenem.Antibiotic Susceptibility and Microbial Pattern in Obstetric Surgrical Wound InfectionAbstractObjective: To know the characteristics of surgical site infection (SSI) patients  in obstetrics field and describing the microbial pattern and their antibiotic sensitivity at the Hasan Sadikin General HospitalMethod: This study was a descriptive observational study with a retrospective cross sectional approach from the medical records of obstetric patients diagnosed with surgical wound infections at Dr. Hasan Sadikin Bandung during the period July 2020 - June 2021. Subject characteristics include age, weight, height, body mass index (BMI), and parity. In this study, the level of accuracy (α) 5%, 95% confidence level, so that the value of Z = 1.96 is obtained. Results: The results gained from tracing medical records and obtained as many as 20 patients diagnosed with SSI. All patients who experienced SSI were post-cesarean section patients. There were no significant differences in the mean age, weight, height, BMI, and parity distribution. Conclusion: There was a high prevalence of female sexual dysfunction among health practitioners at Hasan Sadikin General Hospital, accounting to 41.8%. There was no statistically significant difference between various demographic aspects and female sexual dysfunction. Key words: Microbial pattern, antibiotic, sensitivity, surgical site infection
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Pertambahan Berat Badan Menurut The Institute of Medicine (IOM) selama Kehamilan terhadap Kejadian Persalinan Ekstraksi Vakum dan Persalinan Normal Yeni Komala; Tita Husnitawati Madjid; Hartanto Bayuaji
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.310

Abstract

Tujuan: Mengetahui korelasi indeks massa tubuh (IMT) dan penambahan berat badan menurut The Institute of Medicine (IOM) beserta besaran risiko terjadinya persalinan dengan ekstraksi vakum.Metode: Desain penelitian menggunakan metode case control dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yang bersalin dengan bantuan ekstraksi vakum dan spontan pada empat rumah sakit di Kota Bandung tahun 2016–2020 secara random sampling sebanyak 460 responden.Hasil: Karakteristik pada persalinan ekstraksi vakum maupun persalinan spontan tidak berbeda. Rerata usia ibu saat bersalin pada kelompok persalinan ekstraksi vakum lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan spontan (29 tahun vs 27 tahun). Pada kelompok persalinan ekstraksi vakum, proporsi primigravida lebih tinggi dibandingkan persalinan spontan, namun tidak bermakna secara statistik (p=0,217). Skor APGAR <7 pada menit pertama lebih banyak didapatkan dari bayi yang lahir dengan bantuan ekstraksi vakum (28,1%). Terdapat 3% bayi pada kelompok ekstraksi vakum dengan berat lahir di atas 4000 gram, kondisi ini bermakna secara statistik. Kesimpulan: IMT gemuk saat awal kehamilan bersifat protektif 0,27 kali terhadap persalinan ekstraksi vakum, sedangkan penambahan berat badan diatas rekomendasi IOM selama kehamilan meningkatkan risiko 9,76 kali untuk terjadinya persalinan dengan bantuan ekstraksi vakum.Relationship between Body Mass Index and Gestational Weight Gajn According to the Institute of Medicine on the Incidence of Vacuum ExtractionAbstractObjective: To determine the correlation between body mass index (BMI) and pregnancy weight gain according to the Institute of Medicine (IOM) and the magnitude of the risk of delivery by vacuum extraction.Methods: This was a case control study using secondary data from medical records of 460 patients who gave birth with vacuum extraction and spontaneous delivery at four hospitals in Bandung West Java in 2016–2020.Results: The characteristic were similar in both groups. The mean maternal age at delivery in the vacuum extraction group was higher than in the spontaneous delivery group (29 years vs. 27 years). In the vacuum extraction group, the proportion of primigravida was higher than that of spontaneous labor, but it was not statistically significant (p=0.217). The APGAR score <7 in the first minute was obtained more from babies born with vacuum extraction (28.1%). There were 3% of babies in the vacuum extraction group with birth weight above 4000 grams, this condition was statistically significant. Conclusion: Mothers with obese BMI during early pregnancy are 0.27 times protective against vacuum extraction deliveries, while mothers whose weight gain is above the IOM recommendation during pregnancy have a 9.76 times risk of having vacuum extraction deliveries.      Key words : Body mass index, pregnancy weight gain, the institute of medicine, vacuum extraction delivery

Page 2 of 3 | Total Record : 21