cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ADMINISTRASI PUBLIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ILmu Hukum dan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
PENGARUH KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR Rusnawati rusnawati
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusnawanti, a thesis with the title of coordination influence on the effectiveness of employee work on the local revenue body of East Kutai regency. This research aims to determine and describe the influence of coordination on the effectiveness of employees ' work on the local Revenue Board of Kutai Timur District. Analysis of data used to test the relationship or influence coordination to the effectiveness of work, using analytical instruments coefficient correlation product moment.The population of this study was 95 PNS, which became a sample of 33 employees. Sampling techniques used are Sampling Purposive, civil servants who occupy structural offices and perform coordination functions both internally and externally.Based on the calculation of the calculated  Rs price of Rhit = 0.412, the result is greater when compared to the price-critical price table of the correlation coefficient for n – 2 = 31 (33 – 2 = 31).  This means that there is a significant relationship and influence between coordination variables and working effectiveness variables.Product Moment (Pearson) to n = 33 at a signification rate of 5%, i.e. 0.279. Or can be said also that Rhit = 0.412 > Rtab = 0.279. This means that there is a positive relationship between coordination variables and employee work effectiveness.Based on the result of test-t calculation is 4.623.  This means it can also be said that Thit = 4.623, this result when compared to the value on the table price-critical price of T-student is apparently greater, i.e. Thit = 4.623 > Ttab = 1.701 at a signification rate of 0.05 for n – 2 = 31 (33 – 2 = 31).  This means that there is a significant relationship and influence between coordination variables and working effectiveness variables.Based on the calculation of coefficiencies determinant, the value of R Square or R2 is 35%. Based on such data, it can be noted that the magnitude of coordination influence on the effectiveness of staff work at the District Revenue Board (Bapenda) East Kutai District is 35%, and 65% is influenced by other factors that are not measured in this study.  The meaning is that as many as 35% of employees ' work effectiveness is influenced by the dominant factors of direction/briefing, the implementation of the organization meetings and direct inductions or direct supervision of leaders, and the remainder of the 65% service effectiveness is influenced by other factors measured in this research.The results of the research that coordination function can not walk by itself, highly dependent on aspects or other management functions such as organizing, actuating and controlling and others. The implementation of a number of admnistracy and management functions depends on the leader in implementing the leadership style to the employees.
PENGARUH DIIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN LONG PAHANGAI KABUPATEN MAHAKAM ULU Natalia Hurai
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natalia Hurai. 2020. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu dibawah bimbingan Bapak Dr. Marjoni Rachman, M.Si sebagai pembimbing I dan Ibu Dra. Hj. Nanik Pujiastuti, M.Si sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menunjukkan hubungan yang bersifat sebab akibat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak  40 orang sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis Koefisien Korelasi Product Moment (pearson) dengan menggunakan presentase dan untuk analisis statistik inferensial menggunakan uji normailtas data, analisis korelasi product moment, dan analisis regresi linear sederhana denagn menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Disiplin mempunyai hubungan yang sedang terhadap variable kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu, hal ini dibuktikan dengan adanya koefisien korelasi product moment, dimana r(hit) = 0,416 > r (tab) = 0,403 pada tingkat signifikansi 0,01 untuk N = 40 yang berarti bahwa ada pengaruh yang  Sedang antara variabel Disiplin dengan variable kinerja  pegawai dan juga berdasarkan hasil perhitungan yang dibuat untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t, di dapat hasil t(hit) = 2,817, hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yang terdapat pada tabel harga-harga kritis student-t untuk n-2 pada tingkat signifikansi 0,01, yaitu t(hit) = 2,817 > t(tab) = 2.428.  
PENGARUH KINERJA PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN KERJA DI BIDANG PEMBERDAYAAN DINAS SOSIAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Yohana Tandi Datu
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YOHANA TANDI DATU, NPM. 15.11.1001.3509.174 Judul Skripsi Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Kerja Di Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur selaku Pembimbing I Ibu Dra. Hj. Nanik Pujiastuti M.Si. dan, Bapak Drs. H. Maskan AF, M.Si selaku pembimbing II.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan Kerja Pegawai Di Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.Serta memiliki kegunaan di berbagai pihak, baik itu dari pihak tempat penelitian maupun di pihak peneliti sendiri. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu Kinerja Pegawai (X) dan Kepuasan Kerja (Y). Dalam penelitian ini yang di jadikan populasi adalah yang terdiri dari 17 orang.Metode yang digunakan adalah asossiatif dengan analisa kuantitatif dan Populasi dari penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil berjumlah 17 orang Di Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur sedangkan teknik penunjangnya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis penulis menggunakan jenjang 5 ( lima ), berarti dalam setiap pertanyaan akan disediakan 5 (lima) alternatif jawaban. Berdasarkan hasil analisis maka menunjukan bahwa tidak ada pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan kerja Di Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai = 0,136 lebih kecil dari pada nilai ttabel = 1,796 dengan taraf signifikan sebesar 5% (thitung ≤ ttabel ) = (0,136 ≤ 1,796) Melalui metode dan analisis data tersebut, maka diperoleh hasil bahwa tidak terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan kerja Di Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN BINA MARGA KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KUTAI TIMUR Ahmat Ahmat
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ahmat, Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Bagian Bina Marga Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. Di bawah bimbingan Ibu Salasiah, S.Sos,M.Si dan Bapak Dr. Marjoni Rachman, M.Si.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Bina Marga kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai bidang bina marga yang jumlahnya sebanyak 20 orang, mengingat jumlah yang diambil relatif sedikit maka penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai responden.Berdasarkan uraian diatas, maka alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Koefesien Korelasi Product moment. Dari hasil perhitungan menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Pengawasan terhadap Kinerja Pegawai pada bagian bina marga kantor dinas pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. Hal ini didasarkan pada hasilperhitungan yang menyatakan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,982 > 0,561 untuk nilai kritis pada n = 20 dengan tarif signifikansi = 0,01. Untuk n =20 maka kedua variabel mempunyai tingkat pengaruh yang sangat kuat. Setelah r hitung didapat, maka selanjutnya penulis mengadakan pengujianhipotesis dengan menggunakan uji t dari hasil pengujian hipotesis ini, nilaithitung sebesar 22,058 sementara itu untuk harga-harga keritis dari nilai ttabel adalah 2,552 yang berati bahwa ttest > ttabel yaitu 22,058 > 2,552 dengan nilaikritis n - 20 dengan taraf signifikansi 0,01 artinya dengan demikian. Dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dari variabel pengawasan terhadap variabel kinerja pegawai pada bagian bina marga kantor dinas pekerjaan umum Kabupaten Kutai Timur.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PADA KANTOR KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Heriwandi Heriwandi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HERIWANDI. Analisis Kualitas Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan Pada Kantor Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik bidang Administrasi Kependudukan di Kantor Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur sudah diterapkan dimensi Tangibel, Realiability dan Emphaty beserta indikatornya. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat, antara lain ketidaknyamanan tempat pelayanan termasuk sarana dan prasarana yang belum lengkap, belum ahlinya pegawai dalam menggunakan alat bantu pelayanan, dan ketidakramahan pegawai dalam proses pelayanan. 
PENGARUH PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS MENGAJAR PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 007 LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT Wiwin Apriani
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wiwin Apriani, skripsi dengan judul Pengaruh Pengawas  Sekolah Terhadap Efektivitas  Mengajar Pada Sekolah  Dasar Negeri (SDN) 007 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh pengawas sekolah terhadap efektivitas mengajar pada Sekolah  Dasar Negeri (SDN) 007 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Analisa data menggunakan instrumen analisis koefisien korelasi product moment, perhitungan analisa menggunakan program SPSS windows.            Populasi penelitian ini adalah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil dan guru honor berjumlah 25 (dua puluh lima) orang, Karena populasinya relatif kecil, maka penulis tidak mengambil sampel melainkan seluruh populasi dijadikan responden penelitian dengan menggunakan metode sensus.            Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rhit = 0,412, hasil perhitungan  tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis dari koefisien korelasi Product Moment (Pearson) untuk n = 25 pada tingkat signifikasi 5%, yaitu 0,396. atau dapat dikatakan pula bahwa rhit = 0,412 > rtab = 0,396. hal ini bermakna bahwa terdapat ada hubungan yang positif antara variabel  pengawas sekolah  terhadap efektivitas mengajar guru pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barart.            Berdasarkan tabel pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi Product Moment, hasil perhitungan tersebut berada pada interval 0,40 – 0,599, hal ini  berarti terdapat hubungan yang sedang antara variabel  pengawasa sekolah  terhadap efektivitas mengajar guru pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat.            Berdasarkan hasil perhitungan hasil uji-t adalah sebesar 2,623.  Hasil perhitungan  ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 2,623 > ttab = 1,701 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 23 (25 – 2 = 23).  Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel pengawas sekolah  terhadap efektivitas mengajar guru pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumusan masalah di dalam penelitian ini telah terjawab dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dibuktikan kebenarannya, bahwa pengawas sekolah berpengaruh positif  terhadap efektivitas mengajar guru.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DI DESA MUARA PANTUN KABUPATEN KUTAI TIMUR Fitriani fitriani
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui proses Collaborative Governance dalam meningkatkan keterampilan Kewirausahaan Masyarakat di Desa Muara Pantun Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan melakukan pengumpulan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Face to Face Dialogue (dialog/tatap muka) menunjukkan proses dialog dilakukan secara interaktif dalam artian saling bertanya dan menjawab baik pada kegiatan keterampilan yang diberikan dari kampus dan juga pemerintah daerah bahkan dalam pelatihan yang diberikan ada ruang komunikasi lanjutan dengan pelatih dan peserta lainnya dalam bentuk group WA yang bertujuan agar komunikasi peserta setelah pelatihan dapat berlanjut. Pada Trust Building (Membangun Kepercayaan) menunjukkan ada semacam keraguan terhadap kegiatan pemerintah terkait efektivitas kegiatan yang dilaksanakan keraguan tersebut didasari pada kegiatan yang dinilai setengah-setengah kurang total dalam memberikan pemberdayaan tidak cukup sampai pada tahap pelatihan tapi peserta meningkatan keterampilan kewirausahaan mesti dikontrol terus sampai mereka mandiri dan produktif. Pada indikator Commitment to Process (Komitmen Bersama) menunjukkan bahwa pemerintah memerlukan kontribusi semua pihak dalam upaya peningkatan keterampilan kewirausahaan masyarakat keberhasilan dalam upaya pemberdayaan masyarakat ini dapat tercapai jika ada sinergitas antara masing-masing pemangku kepentingan pemerintah sebagai pengarah, swasta dan LSM berkontribusi dalam berbagai bentuk dukungan baik secara fisik maupun moril atau motivasi.  Pada indikator Shared Understanding (Pemahaman Bersama) menunjukkan pelatihan yang dirasakan masih belum maksimal bagi seluruh peserta ada yang mendapat dukungan pendanaan dan peralatan namun ada juga peserta yang hanya mendapat pengelaman. Kemudian pada indikator Intermedite outcome (Pencapaian hasil) menunjukkan bahwa proses kolaborasi terjadi jika peserta pelatihan keterampilan kewirausahaan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan serta menunjukkan progres yang bagus sehingga mendapat kesempatan untuk memperoleh bantuan seperti bantuan pendanaan yang bekerjasama dengan perbankan melalui kredit lunak namun yang perlu diperhatikan yaitu  kolaborasi dapat berfungsi maksimal jika peserta peningkatan keterampilan kewirausahaan memiliki komitmen yang kuat.
implementation, DKP3A Ayu Febryanti Darmawan
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayu  Febryanti  Darmawan  NPM 16.11.1001.3509.063. Tinjauan Tentang Implementasi Program GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan) Pada Kantor Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Penelitian ini bertujuan untuk meninjau implementasi program GISA di Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.         Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Bina Aparatur Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur sebagai informan utama, serta 5  orang masyarakat penerima program GISA. Teknik analisis data yang digunakan dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber.          Penelitian ini meninjau implementasi proram GISA di Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak Provinsi Kalimantan Timur dinilai dari dimensi sadar pentingnya dokumen kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan, sadar pemuktahiran data kependudukan, sadar terhadap pentingnya administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat. Berdasarkan (1) dimensi sadar pentingnya dokumen kependudukan, tingkat kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat mengingat dokumen kependudukan sangatlah penting untuk memudahkan segala sesuatu urusan, (2) dimensi sadar pemanfaatan data kependudukan, pemanfaatan data kependudukan sangatlah dibuthkan untuk memudahkan urusan dan sekarang masyarakat dengan mudah memanfaatkan, (3) dimensi sadar pemuktahiran data, pemuktahiran data masih terus ditingkatkan demi kemudahan masyarakat dan pemerintah untuk mendata agar tidak terjadi data ganda, dengan terus mensosialisasikan pemuktahiran data agar tidak terjadi perbedaan data dilapangan, (4) dimensi sadar terhadap pentingya administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat,pemerintah terus berupaya melaksanakan dengan baik untuk memudahkan segala sesuatu untuk mengurus dokumen dan meningkatkan pelayanan.
KOORDINASI HORIZONTAL ANTAR BAGIAN ORGANISASI DALAM PELAYANAN KUNJUNGAN KERJA DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT Rado Rado
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui pelaksanaan koordinasi horizontal antar bagian organisasi dalam pelayanan kunjungan kerja di  Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi dengan melakukan pengumpulan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan koordinasi horizontal dilaksanakan dengan baik, hal ini dilihat dari beberapa indikator seperti koordinasi struktural menunjukkan bahwa struktur berfungsi agar tugas yang diberikan kepada staf dapat dijalankan masing-masing dan mereka dapat fokus menjalankan tugas masing-masing. Koordinasi dapat dilakukan dengan mudah apabila staf mengerti tugas dan fungsi mereka berdasarkan struktur organisasi. Standar koordinasi juga ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dimana koordinasi yang dilaksanakan diarahkan oleh pimpinan meskipun dalam implementasinya di lapangan tetap ada tukar pikiran dengan rekan kerja namun arahan dari pimpinan dijadikan sebagai pedoman. Pada indikator insentif menunjukkan bahwa insentif yang diberikan pada peserta yang melakukan rapat koordinasi yaitu dalam bentuk uang dan juga dalam bentuk makanan atau konsumsi guna memfasilitasi kebutuhan peserta rapat selama waktu rapat berlangsung. Pada indikator intervensi menunjukkan adanya intervensi yang diberikan rekan kerja dalam koordinasi merupakan bentuk kepedulian terhadap kinerja pegawai hal ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan apa perkerjaan yang dilakukan sesuai jalurnya. Kemudian budaya kerja dibalut dengan keharmonisan dan rasa kebersamaan yang diciptakan oleh pimpinan dan rekan kerja sehingga dapat mengatasi permasalahan secara bersama dan memberikan solusi dari persoalan yang dihadapi. Disarankan agar koordinasi struktural yang formal perlu diingatkan kepada pegawai terutama yang terkait dengan tupoksi mereka agar pekerjaan yang dilakukan menjadi maksimal hal ini perlu didukung dengan kepemimpinan yang memberikan peringatan dan arahan kepada bawahan.
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPASTIF MASYARAKAT DI DESA GELEO BARU KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Sindi Pomean
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindi Pomean, Pelaksanaan Pembangunan Partisipatif di Desa Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat.Di era otonomi daerah saat ini, konsep pembangunan yang hendaknya dilaksanakan disetiap daerah saat ini, konsep pembangunan yang hendaknya dilaksanakan disetiap daerah di Indonesia ialah pembangunan yang melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya. Proses yang dimaksudkan dalam hal ini, yakni bukan hanya pada tahap pelaksanaan proyek pembangunan, pengawasan, serta tahap evaluasi hasil pembangunannya. Dengan diterbitkan berbagai peraturan oleh pemerintah untuk mendukung konsep tersebut, maka diharapkan mampu menghasilkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai objek pembangunan sekaligus sebagai subjek pelaksana pembangunan.Dengan dilaksanakannya penelitian di desa Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah agar konsep pembangunan partisipastif yang telah diterapkan dapat ditakar dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitan selanjutnya yang terkait dengan substansi pembahasan.Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat digambarkan bahwa penerapan pembangunan partisipatif di desa Geleo Baru jika merujuk pada hasil musrenbang yang telah tecatat pada BAPPEDA kabupaten Kutai Barat, maka hasil yang didapat adalah meski dalam tahap perncanaan masyarakat tetap berpatisipasi, tetapi pada tahap pelaksanaan pertisipasi masyarakat yang diharap kan ada ternyata sama sekali tidak ditemukan oleh karena pada tahap pelaksanaan proyek dilaksanakan kontraktor pemenang tender. Namun , jika kita merujuk pada proyek dilaksanakan oleh tiga program pemberdayaan yang berjalan di desa Geleo Baru, utamanya oleh PNPM-MP dalam penelitian ditemukan bahwa antusias masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan yang dilaksanakan mulai pada tahap perncanaan, pelaksanaan, sampai tahap evaluasi proyeknya sangat tinggi. Hal ini dapat disimpulkan dalam tahap pelaksanaan masih banyak hal yang mesti dibenahi.