cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ADMINISTRASI PUBLIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ILmu Hukum dan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mayang Sariyanida Pradita
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            The purpose of this research is to know the magnitude of Work culture on employee performance at East Borneo district office. Type of research or explanation used is quantitative used to analyze the influence between research variables. Types of data used are kusioner, observation, interview, and documentation.of r count 0,404> r table 0,256 for 5% significance hence can be concluded that there is positive and significant influence between Work Culture with Performance of Employee at Sekretariat Daerah Provinsi East Borneo District..Office..of..East.Regency.Thus 40% of employee performance variation can be explained by Work Culture variables while the rest is explained by other variables not proposed in this research.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR SAMSAT KOTA SAMARINDA Fhadilah Fhadilah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FADHILAH. Hubungan kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada kantor samsat kota samarinda yang Berlokasi di Jl. Wahid Hasyim 1, Kelurahan sempaja.Penelitian ini dilatarbelakangi untuk melihat presentase kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor samsat kota Samarinda sehingga memberikan gambaran kepada instasi terhadap presentase kepuasan masyarakat yang mendapatkan pelayanan tersebut. kepuasan masyarakat merupakan hal yang sangat penting bagi kantor samsat kota samarinda, oleh karena itu instansi membutuhkan penilaian dari masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang mereka berikan..Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada kantor samsat kota Samarinda. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui angket/kuesioner dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang berjumlah 30 orang responden. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,418 yang berarti nilai korelasi (r) berada 0,40 – 0,599  yang artinya terdapat hubungan yang cukup antara variable kualitas  pelayanan (X) dengan variable kepuasan masyarakat (Y). dan tingkat signifikan sebesar 0,021 lebih kecil daripada level significance sebesar 0,05, sehingga dapat disimpulkan kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor memiliki hubungan yang cukup terhadap tingkat kepuasan masyarat dan kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor berhubungan secara signifikan terhadap kepuasan masyarakat.
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUSKESMAS PEMBANTU DI DESA SENAMBAH KECAMATAN MUARA BENGKALKABUPATEN KUTAI TIMUR George Alvin Alvin Mamesah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan masyarakat atas kualitas pelayanan di puskesmas pembantu desa Senambah kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.            Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Kerangka Pemikiran dalam penelitian ini adalah Prosedur Pelayanan, Waktu Penyelesaian, Biaya Pelayanan, Produk Pelayanan, Sarana Dan Prasarana, Dan Kompetensi Petugas Pelayanan. Teknik pengumpulan data menggunakan cara yaitu kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi atau penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Puskesmas Pembantu Di Desa Senambah Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dinyatakan sudah memuaskan. Hal ini dibuktikan dari 6 (Enam) indikator yang menjadi fokus penelitian yaitu : Prosedur pelayanan, Waktu Penyelesaian, Biaya Pelayanan, Produk Pelayanan, Sarana dan Prasarana dan Kompetensi Petugas Pelayanan. Hanya dua fokus penelitian yang masih perlu di tingkatkan yakni waktu penyelesaian dan sarana dan prasarana. Mengingat hal seperti masalah waktu penyelesaian yang kurang akibat kurangnya tenaga bidan serta kurangnya sarana dan prasarana di PUSTU bukanlah menjadi kewenangan PUSTU di desa senambah kecamatan Muara Bengkal, hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah daerah yang hendaknya lebih memperhatikan lagi kelengkapan tenaga medis dan alat kesehatan untuk masyarakat khususnya masyarakat di desa. 
PENGARUH PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEGAWAI PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KUTAI TIMUR Mawar Puspita Sari
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mawar Puspita, skripsi dengan judul : Pengaruh Program Pengembangan Sumberdaya Manusia Terhadap Peningkatan Kemampuan Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh program pengembangan sumberdaya manusia terhadap Peningkatan kemampuan Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. Analisa data yang digunakan untuk menguji pengaruh pengembangan sumberdaya manusia terhadap peningkatan kemampuan Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. menggunakan instrumen analisis koefisien korelasi product moment, perhitungan analisa menggunakan program SPSS windows. Populasi penelitian ini sebanyak 30 orang PNS yang pernah mengikuti berbagai jenis program pendidikan dan pelatihan selama 3 (tiga) tahun terakhir yaitu tahun 2017 – 2019. Pegawai tersebut menduduki jabatan struktural pada dinas tersebut. Teknik penarikan sampling dengan menggunakan porposive sampling, dengan beberapa pertimbangan dan kriteria yang peneliti tentukan untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar rhit = 0,612, hasil tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan tabel harga - harga kritis dari koefisien korelasi Product Moment (Pearson) untuk n = 30 pada tingkat signifikasi 5%, yaitu 0,279. atau dapat dikatakan pula bahwa rhit = 0,612 > rtab = 0,279. hal ini bermakna bahwa terdapat ada hubungan yang positif antara variabel program pengambangan SDM dengan variabel kemampuan pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan perhitungan hasil uji-t adalah sebesar 3,623, hal ini berarti dapat pula dikatakan bahwa thit = 3,623, hasil ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 3,623 > ttab =   1,701 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 28 (30 – 2 = 28). Ini menunjukkan terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel pengembangan SDM dengan variabel kemampuan pegawai . Berdasarkan hasil perhitunggan koefisiensi determinasi diperoleh nilai R Square atau r2 sebesar 35%. pengaruh pengembangan SDM terhadap terhadap kemampuan pegawai adalah sebesar 35%, dan sebesar 65% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Maknanya adalah bahwa sebesar 35% peningkatan kemampuan pegawai di pengaruhi oleh pengembangan SDM terdiri dari aspek pendidikan dan pelatihan dalam jabatan, pelatihan atau training, serta tugas belajar, dan sisanya sebesar 65% efektivitas pelayanan dipengaruhi oleh faktor lainnya yang di ukur dalam penelitian ini.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UPT. PUSKESMAS LINGGANG BIGUNG KECAMATAN LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT Supanto Supanto
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supanto, Kualitas  Pelayanan  Kesehatan di UPT. Puskesmas  di Kecamatan Linggang Bigung  Kabupaten Kutai Barat. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 menjelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dan juga telah ditetapkan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat baik individu, keluarga, berhak memperoleh pelayanan atas kesehatannya dan pemerintah bertanggung jawab mencanangkan, mengatur menyelenggarakan dan mengawasi penyelenggaraan kesehatan secara merata dan terjangkau oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu tingkat kualitas pelayanan  di UPT. Puskesmas Linggang Bigung  Kecamatan   Linggang Bigung   Kabupaten   Kutai Barat.   pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Dengan metode kuantitatif  yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada pasien dan survey langsung untuk memperoleh data-data yang diperlukan tentang bagaimana kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. Hasil   Penelitian   terhadap   kualitas   pelayanan   kesehatan di UPT. Puskesmas  Linggang Bigung di Kecamatan   Linggang Bigung   Kabupaten   Kutai Barat diukur dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayanan publik yakni Bukti Langsung (Tangibles), Kehandalan (Reliability), Daya Tanggap (ResponsivEness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Empaty). Pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas telah efektif karena telah mendapatkan penilaian yang baik oleh masyarakat berdasarkan kelima indikator peniaian yang digunakan, hal ini ditunjukan dengan rekapitulasi kelima indikator kualitas pelayanan sudah berada diatas 60%,   hal   ini   menunjukan   bahwa kualitas pelayanan  kesehatan yang diberikan sudah baik. 
Pengaruh Manajemen Perkantoran Terhadap Efektivitas Pelayanan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur Novi Kristina Putri
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh Manajemen Perkantoran Terhadap Efektivitas Pelayanan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur. Analisa data yang digunakan untuk menguji hubungan atau pengaruh variabel pengawasan terhadap variabel efektivitas, menggunakan instrument analisis koefisiensi korelasi product moment, perhitungan analisa menggunakan program SPSS 17,0 for windows.Berdasarkan hasil perhitungan program SPSS for windows versi. 17, maka didapat hasil koefisien korelasi sebesar rhit = 0,612, ini berarti bahwa hasil tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis dari koefisien korelasi Product Moment (Pearson) untuk n = 50 pada tingkat signifikasi 5%, yaitu 0,279. atau dapat dikatakan pula bahwa rhit = 0,612 > rtab = 0,279. hal ini bermakna bahwa terdapat ada hubungan yang positif antara variabel  manajemen perkantoran dengan variabel efektivitas kerja pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur,Keeratan hubungan atau pengaruh variabel menajemen perkantoran terhadap efektivitas pelayanan tersebut di atas juga didukung oleh perhitungan bahwa hasil uji-t adalah sebesar 4,623.  Ini berarti dapat pula dikatakan bahwa thit = 4,623, hasil ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 4,623 > ttab = 1,676 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 48 (50 – 2 = 48). hal ini berarti bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel manajemen perkantoran dengan variabel efektivitas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil perhitunggan koefisiensi determinasi diperoleh  R Square atau r2, dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh manajemen perkantoran  terhadap efektivitas pelayanan pada Dinas Penanaman  Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Kutai Timur adalah sebesar 35%, dan sebesar 65% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.  Aspek lain yang cukup menentukan efektivitas pelayanan antar lain berkaitan dengan aspek regulasi pelayanan, fasilitas pendukung dan teknologi, skill atau kemampuan sumberdaya aparatur dan aspek internal maupun eksternal lainnya.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP POLA HIDUP SEHAT DI KELURAHAN GUNUNG KELUA KECAMATAN SAMARINDA ULU Fika Andriani
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi, Mengingat semakin seringnya masyarakat kurang peduli pada lingkungan sekitar maka pemerintah melakukan program PHBS dilingkungan masyarakat serta bersosialisi dengan tujuan agar masyarakat perduli dan bisa meningkatkan perilaku hidup bersih sehat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab kurang efektifnya tingkat kesadaran masyarakat untuk perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik purpose sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 responden menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Maka dari hasil pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pola Hidup Sehat di Kelurahan Gunung Kelua Kecamatan Samarinda Ulu berjalan cukup baik. Faktor lingkungan, perilaku dan kesadaran menjadi faktor penunjang untuk tercapainya efektivitas pelaksanaan PBHS itu sendiri apabila salah satu dari faktor tersebut belum tercapai maka efektivitas pelaksaan PBHS belum dapat terpenuhi secara signifikan maka dari itu ketiga faktor tersebut harus terpenuhi agar tercapainya efektivitas pelaksanaan PBHS dilingkungan warga atau masyarakat dalam mencapai peningkatan kesadaran masyrakat terhadap pola hidup sehat. 
PERAN PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN ORGANISASIONAL DI PT. LSS (LEMBAH SAWIT SUBUR) KECAMATAN LINGGANG BINGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR Dede Leonardo
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dede Leonardo, "The Role of Leaders in Increasing Organizational Commitment in PT. LSS (Lembah Sawit Subur), Linggang Bingung District, West Kutai Regency, East Kalimantan "Human resources are a very important factor in an organization both large and small scale organizations. In large-scale organizations, human resources are seen as a very decisive element in the business development process, the role of human resources is becoming increasingly important. The development of government will be realized if it is supported by a qualified state apparatus.In public organizations, subordinates work always depends on the leader. If the leader does not have the ability to lead, then very complex tasks cannot be done well. If managers are able to carry out their functions properly, it is very likely that the organization can achieve its goals. An organization needs effective leaders, who have the ability to influence the behavior of their members or subordinates. So, a leader or head of an organization will be recognized as a leader if he can exert influence and be able to direct his subordinates towards the goals of the organization.Nearly most of the definitions of leadership have a common point of the keyword "a process of influence". But we find that the conceptualization of leadership is different in many ways. The difference in "who uses the influence, the purpose of the effort to influence, how to use that influence".Stephen P. Robbins (Badeni, 2014) argues, leadership as the ability to influence a group toward the achievement of goals that leadership can be defined as the ability of someone to influence a group towards the achievement of goals.The leadership elements according to Stogdill are:• The involvement of organizational members as followers• Distribution of power between leaders and members of the organization• Legitimacy is given to followers• Leaders influence followers in a variety of ways.Leadership is an activity to influence the behavior of others so that they want to be directed to achieve certain goals. Leadership is defined as the ability to move or motivate a number of people to simultaneously do the same activities and aim at achieving their goals. Leadership is also a process of moving a group or groups in the same direction without coercion.
STUDI TENTANG PERAN CAMAT DALAM KOORDINASI ADMINISTRASIDI KECAMATAN SANGATTA UTARA KABUPATEN KUTAI TIMUR Yusri Yusuf
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yusri Yusuf. Studi tentang Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, dibawah bimbingan Ibu Jamiah, S.Sos., M.Si dan Bapak Ibu Salasiah, S.Sos, M.Si.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, khususnya dengan teknik wawancara peneliti menggunakan metode Purposive Sampling, kemudian untuk mendapatkan data yang valid, maka peneliti melakukan triangulasi sumber yang memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan pengecekan ulang serta dapat melengkapi informasi dari berbagai sumber.Dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Studi tentang Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur baik bersifat vertikal dengan instansi terkait maupun  koordinasi administrasi horisontal dengan kepala seksi-seksi yang ada di Kantor Kecamatan Sangatta Utara. Dari hasil penelitian tersebut, Koordinasi pelayanan administrasi pemerintah Kecamatan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat terdapat faktor penghambat yaitu kurang tersedianya sarana dalam kelancaran proses administrasi seperti sistem administrasi yang masih panjang, kurang profesionalnya staf dalam menjalankan tugas serta terdapat satu Kelurahan yang memiliki jarak yang jauh dengan Kantor Kecamatan. Faktor pendukung dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat ialah tersedianya anggaran didalam proses meningkatkan pelayanan administrasi dan terdapatnya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses pelayanan administrasi kepada masyarakat
PENGARUH KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA SAMARINDA Heny Ernawati
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heny Ernawati, skripsi dengan judul Pengaruh  Koordinasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh koordinasi terhadap efektivitas kerja. Analisa data menggunakan instrumen analisis koefisien korelasi pearsons, perhitungan analisa menggunakan program SPSS.            Populasi penelitian adalah sebanyak 89 orang PNS, dengan pertimbangan pegawai tersebut sebagian menduduki jabatan struktural dan intensif melakukan koordinasi baik vertikal maupun komunikasi horizontal pada lembaga tersebut. Karena populasi terlalu besar, terbatas waktu, dana, tenaga penulis mengambil sampel sebanyak 35% dari populasi sebanyak 89 orang PNS yaitu sebanyak 30 orang responden. Teknik penarikan sampling menggunakan porposive rendom sampling.            Berdasarakan perhitungan output  pearson corelation, bahwa nilai signifikansi hubungan koordinasi  (X) dengan efektivitas kerja (Y) adalah 0,000. Karena nilai signifikansinya kurang dari 5%, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara koordinasi (X) dengan efektivitas kerja (Y). Besar hubungan antara koordinasi (X) dengan efektivitas kerja (Y) adalah 0,685 (68,5%), dengan arah hubungan positif. Artinya semakin tinggi nilai koordinasi akan semakin  tinggi nilai efektivitas kerja yang dapat diraih, begitu juga sebaliknya. Korelasi ini tergolong kategori kuat.            Berdasarkan tabel pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi Product Moment, besar hubungan antara variabel koordinasi (X) dengan variabel efektivtas kerja (Y) adalah 0,685 (68,5%) korelasi ini tergolong kategori kuat,  menunjukkan adanya korelasi yang diantara 0,600 – 0,799, maknanya adalah bahwa hubungan antara koordinasi terhadap efektivitas kerja berada pada level  katagori korelasi kuat, artinya faktor koordinasi berpengaruh kuat terhadap efektivitas kerja.            Berdasarkan perhitungan  koefisiensi determinan, diperoleh nilai  Adjusted R square (R2) adalah 0,443 yang berarti bahwa adanya pengaruh sebesar 44,3% yang terjadi terhadap tinggi atau rendahnya efektivitas kerja yang disebabkan oleh variabel koordinasi di mana sisanya adalah 55,7% adalah variabel-variabel lainnya yang tidak dapat diukur atau dihitung dalam penelitian ini.