cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ADMINISTRASI PUBLIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ILmu Hukum dan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP DISIPLIN KERJA PADA PEGAWAI KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Renaldi Denanda Alif
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Satuan Polisi Pamong Praja adalah menegakan peraturan daerah dan menyelenggarakan ketertiban umum serta ketentraman dan perlindungan masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, pegawai Satpol PP dituntut agar disiplin dalam bekerja. Kemungkinan pegawai melaksanakan tugasnya dengan disiplin dikarenakan adanya motivasi. Motivasi dapat menjadi penyebab maupun mendukung perilaku pegawai sehingga berkeinginan untuk berkerja keras dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap disiplin kerja pada pegawai kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Timur. Responden penelitian ini adalah pegawai kantor Satpol PP Provinsi Kalimatan Timur dengan jumlah sampel sebanyak 123 orang. Teknik Sampling yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan menggunakan kuesioner motivasi dan kuesioner disiplin kerja. Analisis data menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 20.0 for windows.            Hasil pengujian hipotesis adalah 12,078 berarti dapat dikatakan bahwa hasil ini dibandingkan dengan nilai pada t kritis ternyata lebih besar, yaitu 12,078 > 1.979 pada tingkat signifikan 0,05 untuk n-1 = 123 – 1 = 122. Ini berarti motivasi terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tmur.
PENGARUH KEPEMIMPINAN LURAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KELURAHAN GUNUNG LINGAI KECAMATAN SUNGAI PINANG Reny Maulida
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reny Maulida, 2019.Pengaruh Kepemimpinan Lurah Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Kepemimpinan Lurah Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang.             Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Kepemimpinan dengan variable Kinerja di Kantor Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang. Hal ini dapat diketahui dari hasil uji statistik dimana koefisien regresi X sebesar 0,123 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Kepemimpinan maka nilai Kinerja bertambah sebesar 0,123. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan arah pengaruh variable X terhadap variable Y adalah positif.             Sementara itu berdasarkan tabel Coefficients yang merupakan output dari Uji Regresi Linear Sederhana dapat diambil keputusan bahwa, dari tabel Coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dar 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Kepemimpinan (X) berpengaruh terhadap variabel Kinerja (Y). Kemudian berdasarkan nilai t-hitung maka dapat diketahui bahwa nilai t-hitung sebesar 1,461 lebih besar t-tabel 2,06866 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan (X) berpengaruh terhadap variabel Kinerja (Y).             Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel Kepemimpinan dengan variabel Kinerja Pegawai, dengan demikian dapat dikatakan pula bahwa rumusan masalah pada penelitian tersebut telah terjawab dan hipotesis yang diajukan terbukti telah kebenarannya.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA RUMAH SAKIT HARAPAN INSAN SENDAWAR KABUPATEN KUTAI BARAT Lerika Evi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat Kualitas Pelayanan Publik pada Rumah Sakit Haran Insan Sendawar di Kabupaten Kutai Barat.  Aspek yang diteliti meliputi: Kejelasan dan kepastian, Keterbukaan, Ekonomis, Keadilan yang merata  dan Ketepatan waktu. Dari kelima aspek tersebut, indikator myang digunakan, meliputi: Prosedur pelayanan, Persyaratan Pelayanan, Kejelasan petugas pelayanan, Kedisiplinan petugas pelayanan, Tanggung jawab petugas pelayanan, Kemampuan petugas pelayanan, Kecepatan pelayanan, Keadilan mendapatkan pelayanan, Kesopanan dan keramahan petugas, Kewajaran biaya pelayanan, Kepastian biaya pelayanan, Kepastian jadwal pelayanan, Kenyamanan lingkungan, dan Keamanan Pelayanan.Hasil penelitian menyimpulakn bahwa: 1) Berkaitan dengan variabel kejelasan dan kepastian, terdapat 6 dari 14 atau 42,86% indikator jawaban responden yang menyatakan setuju.  Keenam indikator yang dimaksud meliputi: prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, keadilan mendapat layanan, kesopanan dan keramahan petugas., kepastian jadwal pelayanan, dan keamanan pelayanan; 2) Berkaitan dengan variabel keterbukaan, terdapat 5 dari 14 atau 35,71% indikator jawaban responden yang menyatakan setuju.  Kelima indikator yang dimaksud meliputi: prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kedisiplinan petugas, keadilan mendapat layanan, serta kesopanan dan keramahan petugas; dan 3) Berkaitan dengan variabel ekonomis, terdapat 6 dari 14 atau 42,86% indikator jawaban responden yang menyatakan setuju.  Kelima indikator yang dimaksud meliputi: prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, keadilan mendapat layanan, kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, dan kenyamanan lingkungan.
PERAN PETINGGI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAMPUNG MUARA MUJAN KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT Aldi Andhika Radya
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALDI ANDHIKA RADYA, NPM 15.11.1001.3509.036. JUDUL SKRIPSI PERAN PETINGGI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAMPUNG MUARA MUJAN KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peranan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada kegiatan gotong royong Di Kampung Muara Mujan Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat.Metode yang digunakan adalah deskriptif dan penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian deskriftif kualitatif dimana penelitian ini terbatas pada pengungkapan fenomena atau masalah yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Subyek dalam penelitian ini adalah merupakan kepala desa, petinggi dan masyarakat, untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, sedangkan teknik penunjangnya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, bahwa peranan petinggi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada kegiatan pembangunan yaitu sangat berperan karena dalam perencanaan, penggerakan, dan pengawasan kegiatan pembangunan petinggi sangat memaksimalkan perannya serta partisipasi masyarakat pada kegiatan pembangunan yaitu dituntut untuk berpartisipasi, maka diperlukan tentang kebersamaan, keperdulian serta kesadaran masyarakat akan pentingnya berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
STUDI TENTANG PENGELOLAAN OBJEK WISATA AIR TERJUN JANTUR INAR KAMPUNG DEMPAR KECAMATAN NYUATAN OLEH DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN KUTAI BARAT Deca Aulia Putri
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Deca Aulia Putri, 2019. Studi tentang Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Jantur Inar Kampung Dempar Kecamatan Nyuatan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat, di bawah bimbingan Salasiah, S.Sos, M.Si. selaku Pembimbing I dan Drs. H. Maskan, AF, M.Si. selaku Pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Inar oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat dan juga untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat bagi Dinas Kubudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam mengelola objek wisata Air Terjun Jantur Inar Kabupaten Kutai Barat. Fokus penelitian ini adalah pengelolanan objek wisata Air Terjun Jantur Inar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan pemeliharaan objek wisata dan pengawasan terhadap objek wisata. Sumber data primer adalah Kepala Bidang Perencanaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat beserta pengelola atau pengurus objek wisata Air Terjun Jantur Inar selaku key informan dan masyarakat di sekitar objek wisata dan wisatawan atau pengunjung objek wisata Air Terjun Jantur Inar selaku informan dipilih secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis data model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat dalam mengelola objek wisata Air Terjun Jantur Inar belum mampu berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan kurangnya perencanaan dalam melakukan penelitian untuk mengumpulkan informasi-informasi yang terkait dengan pengelolaan objek wisata sehingga dalam melakukan pelaksanaan pemeliharaan objek wisata Air Terjun Jantur Inar menjadi terhambat dikarenakan sumberdaya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat yang berakibat pada lemahnya pengawasan dalam mengelola objek wisata Air Terjun Jantur Inar. Faktor pendukung pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Inar yaitu keindahan alam yang asri sehingga menambah daya tarik objek wisata Air Terjun Jantur Inar sedangkan faktor yang menghambat yaitu anggaran yang sangat terbatas yang diterima dari pemerintah Kabupaten Kutai Barat sehingga banyak program dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat yang belum
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN (Studi Di Desa Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur) Rini Astuti
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembangunan suatu desa tidak terlepas dari peran Kepala Desa sebagai pemimpin yang ada di desa, hal ini juga merupakan fungsi dari pemerintah desa itu sendiri yaitu fungsi pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepala Desa Nehas Liah Bing dalam pelaksanaan pembangunan, melalui perannya sebagai pemimpin desa dalam membuat kebijakan-kebijakan, keputusan-keputusan, dan anggaran yang digunakan. Informan penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah kepala desa itu sendiri sebagai informan kunci, dan perangkat desa sebagai informan utama, serta masyarakat desa sebagai informan pelengkap, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran kepala desa dalam membuat keputusan dan kebijakan pembangunan, masih didasarkan pada program yang telah dirumuskan pada musyawarah perencanaan pembangunan desa yang dilaksanakan setiap tahunnya dengan anggaran yang telah diterima oleh desa melalui dana desa, baik pelaksanaan pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik seperti pembinaan kemasyarakatan yang meliputi pembinaan kelompok tani, pemuda dan ibu rumah tangga. 
PERAN DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DALAM PENYEDIAAN INFORMASI PASAR TENAGA KERJA BAGI PENCARI KERJA DI KABUPATEN KUTAI BARAT Raymundus Risky
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.Pasar tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang / lembaga yang memerlukan tenaga kerja.Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.Fungsi dinas tenaga kerja  adalah Perumusan kebijakan perencanaan, monitoring, evaluasi dan dan pelaporan serta pengendalian teknis di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan. Penyelenggaraan kebijaksanaan ketenagakerjaan dibidang penempatan dan perluasan kerja, dibidang pelatihan dan produktivitas, dibidang hubungan industrial dan syarat kerja, di bidang pembinaan dan pengawasan norma kerja, norma keselematan dan kesehatan kerja.
PERANAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEDISIPLINAN DI UPT TAMAN BUDAYA KUTAI BARAT Lintang Dheka Caroline
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin menghasilkan gambaran tentang Peranan Tingkat Pendidikan Terhadap Kedisiplinan Di UPT Taman Budaya Kutai Barat.Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai dengan bulan Mei 2019 selama 5 (lima) bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survey dan dianalisis dengan perhitungan rata-rata dengan jumlah sampel yaitu 86 (delapan puluh enam) responden.Berdasarkan hasil analisa,  didapatkan hasil 3,88. Berdasarkan interpretasi tersebut maka Tingkat Pendidikan Terhadap Kedisiplinan Di UPT Taman Budaya Kutai Barat dapat dikatakan berhubungan.
TINJAUAN TENTANG IMPLEMENTASI PROGRAM GISA (GERAKAN INDONESIA SADAR ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN) PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DKP3A)PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ayu Febryanti Darmawan
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayu Febryanti Darmawan NPM 16.11.1001.3509.063. Review of the Implementation of the GISA Program (Movement of Indonesia Conscious Population Administration) At the Office of the DKP3A of East Kalimantan Province, this study aims to review the implementation of the GISA program at the Department of Population, Women's Empowerment and Child Protection of East Kalimantan Province. This research is a descriptive study using a qualitative approach. Data collection techniques are done by observation, interview, and documentation.    The informants in this study were the Head of Section for Population Registration Apparatus Development at the Population, Women's Empowerment and Child Protection Department of East Kalimantan Province as the main informant, as well as 5 community recipients of the GISA program. Data analysis techniques used are divided into several stages, namely data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. While checking the validity of the data is done by triangulating sources.    This study reviewed the implementation of the GISA program in the Department of Population, Women's Empowerment and Child Protection in East Kalimantan Province assessed from the dimension of being aware of the importance of population documents, being aware of population data utilization, being aware of updating population data, being aware of the importance of population administration that makes people happy. Based on (1) the conscious dimension of the importance of population documents, the level of public awareness has begun to increase considering population documents are very important to facilitate all matters of affairs, (2) the conscious dimension of population data utilization, utilization of population data is needed to facilitate matters and now the public easily uses , (3) the conscious dimension of data updating, the updating of data is still being improved for the convenience of the public and the government to collect data to prevent duplicate data, by continuing to socialize data updating so that data differences do not occur in the field, (4) the conscious dimension to the importance of happy population administration the people, the government keeps trying to do well to make things easier to take care of documents and improve services.
KINERJA PENGELOLAAN KEARSIPAN PADA UPT LAYANAN KEPENDIDIKAN KECAMATAN ANGGANA Sri Wahyuni
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to describe the actual state of archival management performance and to find and describe the supporting and inhibiting factors of archival management performance at the Technical Executive Unit of Education Service of Anggana District.This research is in qualitative descriptive format with primary data needed is the experience of the archives manager and the activities of archival management. Several factors were found to be inhibiting and supporting the performance of archival management at the Anggana District Education Service Office. Namely personal factors, leadership factors, team factors and system factors. The supporting factors of archival management performance in the Anggana District Education Services office are found in contextual or situational factors. Because financing problems are a dimension that influences other dimensions of performance, it is necessary to allocate budgeting records in a controlled manner with regard to other costs that support management financing.