cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Madura Awards Dan Perbandingan Prestasi Pendidikan Empat Kabupaten Di Madura Moh Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.244 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3087

Abstract

Abstrak: Islam menganjurkan kepada umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Penelitian menunjukan bahwa, kontestasi Kabupaten berprestasi merupakan salah satu upaya dalam mengamalkan syiar Islam diantaranya berlomba-lomba dan seruan berbuat kebaikan. Secara budaya, ajang Madura Awards menegaskan bahwa Madura bagian dari komonitas simbolis. Bagi masyarakat Madura, simbol tropi dan penghargaan menjadi daya magnet. Secara pendidikan, publikasi hasil prestasi masing-masing Kabupaten yang ada di Madura merupakan implementasi dari nilai-nilai perbandingan pendidikan (comparative education). Menjadi bahan evaluasi, mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing Kabupaten untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan prestasi khususnya di bidang pendidikan. Kata kunci: Madura Awards, Prestasi pendidikan Abstract: Islam advocates for his people to compete in goodness. Research shows that, the contestation of achievement Regency is one of the efforts in implementing syiar Islam such as competing and calling to do good. Culturally, the Madura Awards event asserts that Madura is part of a symbolic communion. For the Madurese, symbols of trophies and awards become magnetism. In education, the publication of the achievements of each Kabupaten in Madura is an implementation of comparative education values. Being an evaluation material, know the strengths and weaknesses of each District to constantly improve the quality and achievements, especially in the field of education. Keywords: Madura Awards, Educational achievement
Model-Model Integrasi Keilmuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nur Jamal
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.58 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3088

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tentang integrasi keilmuan Islam, hal ini dilatarbelakangi oleh adanya dualisme atau dikotomi keilmuan antara ilmu-ilmu umum di satu sisi dengan ilmu-ilmu agama di sisi lain. Yang kemudian berimplikasi luas terhadap aspek-aspek kependidikan di lingkungan umat Islam, baik yang menyangkut cara pandang umat terhadap ilmu dan pendidikan, kelembagaan pendidikan, kurikulum pendidikan, maupun psikologi umat pada umumnya. Mode-model integrasi keilmuan dapat berupa model IFIAS, ASASI, Islamic Worldview, Struktur Pengetahuan Islam, Model Bucaillisme, Integrasi Keilmuan Berbasis Filsafat Klasik, Integrasi Keilmuwan Berbasis Tasawuf, Integrasi Keilmuwan Berbasis Fiqh, Model Kelompok Ijmali, Model Kelompok Aligarh. Kata Kunci : Model, integrasi, ilmu Abstract: This paper discusses the integration of Islamic scholarship, it is motivated by scientific dualism or dichotomy between general sciences on the one hand with the religious sciences on the other. Which then broad implications for aspects of education in the Muslim community, both involving the community perspective on science and education, educational institutions, educational curricula, as well as people in general psychology. Fashion-model of integration of science can be IFIAS models, RIGHTS, Islamic Worldview, Islamic Knowledge Structure, Model Bucaillisme, Scientific-Based Integration Classical Philosophy, Integration-Based Science of Sufism, Integration-Based Science of Fiqh, Ijmali Group Model, Model Group Aligarh. Keywords: Model, integration, science
Membangun Tradisi Akademik Pendidikan Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Munib Munib
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.377 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3093

Abstract

Abstrak: Menetapkan tradisi akademis dalam pendidikan di dunia sekunder lebih rendah adalah sesuatu yang penting di lembaga formal dan informal baik di sekolah, universitas maupun di Pondok Pesantren. Keberhasilan MAN 3 Malang dan MAN Malang II Batu sebagai institusi unggulan dibantu oleh hadirnya sekolah-sekolah pendidikan (Ma'had) di sekolah dengan tradisi pendidikan pesantren dan budaya pesantren (Ma'hady culture) sehingga Para siswa di samping dilengkapi dengan sains mereka juga mendapat bimbingan di bidang teologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tradisi akademis di pesantren ma'had al-Qalam MAN 3 Malang dan pesantren (ma'had) siswa al-Ulya MAN Malang II Batu dalam pembentukan karakter, dengan sub-fokus. meliputi: (1) tradisi akademik pendidikan pesantren, (2) nilai-nilai luhur tradisi Pondok Pesantren dalam membentuk karakter siswa yang menjadi tradisi atau budaya ma'had al-Qalam MAN 3 Malang dan ma'had al -Ulya MAN Malang II Batu. Kata Kunci: Tradisi Akademik, Pendidikan, Karakter Abstract: Establishing an academic tradition in education in the world of lower secondary is something that is important in the formal and informal institutions be it in schools, universities and in the Boarding School. The success of MAN 3 Malang and MAN Malang II Batu as a superior institution is helped by the presence in schools of education (Ma'had) in the school with a tradition of academic and cultural boarding school education(Ma'hady culture) so that the students in addition equipped with the science they also received guidance in the field of theology. This study aims to reveal the academic tradition in the boarding school(ma'had) al-Qalam MAN 3 Malang and boarding school(ma'had) al-Ulya MAN Malang II Batu students in the formation of character, with a sub-focus include: (1) academic tradition of boarding school education, (2) the noble values ​​of the Boarding School tradition in forming the character of students who become a tradition or culture in ma'had al-Qalam MAN 3 Malang and ma'had al-Ulya MAN Malang II Batu. Keywords: Academic Tradition, Education, Character
Manajemen Head Master Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru di SMAN II Kabupaten Bangkalan Badrut Tamam
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.808 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3095

Abstract

Abstrak: Salah satu faktor penunjang dan keberhasilan kunci sekolah yang memiliki prestasi atau kesuksesan adalah faktor kepemimpinan atau manajemen kepala sekolah. Oleh karena itu, peneliti berusaha untuk mengungkap keberadaan tokoh sentral kepala sekolah, dalam melakukan perubahan, perubahan manajemen dan perubahan baru bagi para guru, karena kepala sekolah merupakan tokoh yang paling dominan dalam meningkatkan profesionalisme guru dan institusi pendidikan menjadi lebih maju Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, pertama, kepala sekolah mengacu pada visi, misi dan tujuan sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, kedua, kepala sekolah mengembangkan dan memotivasi para guru dan bawahannya dalam meningkatkan profesionalisme guru, (2) Penerapan tugas kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru: pertama, kepala sekolah meningkatkan pengawasan dalam meningkatkan profesionalisme guru, kedua, kepala sekolah menjadikan guru sebagai mitra, dalam mengambil keputusan. , pengaturan job description, pembuatan promissory, prota, dan perencanaan persiapan belajar. (3) Evaluasi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, pertama, kepala sekolah memberi penghargaan kepada guru yang berprestasi, kedua, kepala sekolah memberi posisi kepada guru yang mampu menempati posisi strategis, seperti wakil kepala sekolah, ketua dari panitia, dan kelas wali. Kata Kunci: Manajemen, Kepala Sekolah, Guru Profesional Abstract: One of supporting factors and success key for school which has an achievement or success is a factor of leadership or head master’s management. Therefore, researchers are trying to uncover the existence of the central figure of the headmaster, in making changes, management changes and a new changing for the teachers, because the head master is the most dominant figure in improving the professionalism of teachers and educational institutions to be more advanced. The results shows that: (1) the head master’s planning in improving teacher professionalism, first, the head master refers to the vision, mission and goals of the school in improving the professionalism of teachers, second, the head master develop and motivate the teachers and his subordinates in improving the professionalism of teachers, (2) Implementation of head master’s job in improving teacher Professionalism: first, head master improve the supervision in improving the professionalism of teachers, second, head master make the teachers as partners, in making decision, arrangement of job description, making the promissory, prota, and the planning of learning preparation. (3) Head master’s evaluation in improving teacher Professionalism, first, head master gives reward to the teachers who has achievement, second, head master gives position to teachers who are able to occupy in the strategic positions, such as vice of head master, chairman of the committee, and guardian class. Keywords: Management, Head Master, Teacher Professionalism.
Kecerdasan IQ, EQ dan SQ Dalam Pembentukan Kepribadian Mukmin Ismail Ismail
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.904 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3105

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan kajian teoritis tentang kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang kemudian dengan kecerdasan itu dapat mengarahkan dirinya untuk memiliki kepribadian, karena kecerdasan dapat diartikan sebagai sebuah kecakapan yang dimiliki oleh seorang individu. Beberapa pendapat mengatakan bahwa di dalam diri manusia tidak hanya kecerdasan intelektual (IQ), melainkan juga terdapat kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Sehingga pertumbuhan dan perkembangan individu manusia akan selalu dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan ketiga jenis kecerdasan itu sendiri. Keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan ketiga kecerdasan itu akan berakibat pada keseimbangan pertumbunhan dan perkembangan kepribadian. Dalam kajian ini penulis akan menjelaskan korelasi antara IQ, EQ & SQ dalam pembentukan pribadi mukmin, serta bagaimana proses pembentukan pribadi mukmin. Kata Kunci: IQ, EQ, SQ, Pribadi Mukmin Abstract : This study is a theoretical study of intelligence possessed by the human intellect then it can lead a person to have a personality, as intelligence can be defined as a skill possessed by an individual. Some opinions say that in a human being is not just intellectual intelligence (IQ), but there are also emotional intelligence (EQ) and spiritual intelligence (SQ). So that the growth and development of the human individual will always be influenced by the growth and development of three types of intelligence itself. Balance growth and development of the three intelligence will result in the balance and personality development. In this study the authors will describe the correlation between IQ, EQ and SQ believer in personal formation, and how the process of personal formation believer. Keyword: IQ, EQ, SQ, Personal Believer.
Problematika Pembelajaran Statistik di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Sri Irawati
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.254 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i1.3113

Abstract

Abstrak: Statistik merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Upaya mengembangkan pendekatan dan strategi pembelajaran sudah banyak dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan. Dengan modal pengalaman yang dimiliki selama aktif di dunia pendidikan dapat melahirkan inovasi dalam pembelajaran matematika/statistik, tidak sedikit pula hasil inovasi yang mereka lakukan memberikan hasil yang efektif. Permasalahan yang bersumber dari karakteristik matematika, Permasalahan yang bersumber dari media dan alat peraga, Permasalahan yang bersumber dari bahasa (simbol, huruf dan kata), serta Permasalahan yang bersumber dari Mahasiswa yang bersangkutan. Diantara solusi dari Dosen adalah Adanya peningkatan profesionalisme tenaga pendidik yang meliputi kompetensi personal, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Kata kunci : problematika, statistik, PTKI Abstract: Statistics is the science dealing with the ways of data collection, processing or penganalisisannya and drawing conclusions based on analyzing the data set and done. Efforts to develop approaches and learning strategies has been done in order to improve the quality of education. With the experience that capital active in the world for education can deliver innovation in the learning of mathematics/statistics, there are also the result of innovation they do provide very effective results. Problems derived from mathematical characteristics, problems originating from media and props, the problem comes from the language (symbols, letters and words), as well as the problems that come from the students. Among the solutions of the teacher is the presence of increased professionalism of educators that includes personal competence, pedagogical competence, professional competence and social competence. Keywords : problems, statistics, Islamic college
Gagasan Pemikir Islam Progresif; Beragama Secara Otentik Dalam Kehidupan Kontemporer Ach. Maimun
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.382 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3135

Abstract

Abstrak: Beragama secara otentik adalah idealisme penganut agama yang sungguh-sungguh. Di satu sisi beragama tidak bisa sekadar meniru dalam tradisi, tapi di sisi lain ia berhadapan dengan modernitas yang mengubah tradisi. Di satu sisi Islam terjaga dalam tradisi tapi di sisi lain kemajuan mengharuskan mengikuti modernitas. Karena itu, pertanyaan bagaimana menjadi muslim sekaligus menjadi modern adalah pertanyaan dasar dalam pencarian otentisitas beragama. Pertanyaan itu terutama dilatari oleh kesadaran atas ketertinggalan dari Barat dan upaya yang dilakukan dengan menirut Barat tidak memberikan hasil yang menggembirakan, untuk tidak menyebut gagal. Umat Islam mengalami “alienasi” dalam keagamaan dan kehidupan kontemporer. Para pemikir Islam progresif menawarkan gagasan yang beragam dalam rangka menemukan otentisitas beragama tersebut. Iqbal memberikan gagasan yang bercorak filosofis dengan mendasarkan konsepnya pada diri/jiwa yang otonom, Sayyid Quthub yang radikal mendasarkan pada konsep dasar Islam yang berseberangan dengn kejahiliahan, Ali Syari’ati yang revolusioner mendasarkan pada spirit ajaran Islam yang diterjemahkan gerakan nyata melawan berbagai bentuk tirani, dan Arkoun yang kritis dalam menggali turats dengan menggunakan perangkat-perangkat modern. Berbagai gagasan yang beragam ini dapat memberi inspirasi bagi upaya terus menerus mencari otentisitas beragama. Kata Kunci: ashalah, turats, modernitas, alienasi. Abstract: Authentic religion is a religious idealism. On the one hand religion can not simply imitate in tradition, but on the other hand it deals with modernity that changes tradition. On the one hand Islam is awake in tradition but on the other hand progress requires following modernity. Therefore, the question of how to become Muslim and to be modern is a basic question in the quest for religious authenticity. The question is mainly due to the awareness of the backwardness of the West and the efforts made by emulating the West have not yielded encouraging results, not to mention failure. Muslims experience "alienation" in religious and contemporary life. Progressive Islamist thinkers offer diverse ideas in order to discover the religious authenticity. Iqbal gave a philosophical idea of ​​basing his concept on autonomous self, the radical Sayyid Quthub based on the basic concept of Islam that is opposed to ignorance, the revolutionary Ali Shari'ati based on the spirit of Islamic teachings translated by real movements against various forms of tyranny, and Arkoun are critical in digging turats using modern devices. These diverse ideas can inspire the continued quest for religious authenticity. Keywords: ashalah, turats, modernity, alienation.
Peningkatan Mutu Pembelajaran Berbasis Aneka Sumber Belajar di MTsN Sumber Bungur Pamekasan Ali Wafa
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.612 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3136

Abstract

Abstrak: Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Proses pembelajaran harus ditunjang oleh fasilitas pembelajaran atau sumber belajar yang memadai serta didukung oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena endekatan ini cocok digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena sosial. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) peningkatan mutu pembelajaran berbasis aneka sumber; (2) perncanaan pembelajaran berbasis aneka sumber belajar; (3) dampak peningkatan mutu pembelajaran. Hasil penelitiannya (1) dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekolah melengkapi fasilitas atau sumber belajar yang memadai dan melakukan pembinaan guru-guru secara terus-menerus; (2) dalam perencanaan guru mengacu pada kurikulum khususnya silabus sebagai acuan utama dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Di dalamnya memuat materi, media, pendekatan, metode, dan penilaian; (3) pada tahun 2016-2017 banyak meraih prestasi baik tingkat Kabupaten, Madura, Jawa Timur, Nasional dan bahkan Internasional. Kata Kunci: Mutu Pembelajaran, Sumber Belajar Abstract: The teacher is one factors that determine the success of learning process. The learning process should be supported by learning facility or learning resources that are adequate and supported by teachers ability and skills in learning implemention. This research used a descriptive approach because it is suitable for obtaining a deep understanding of the social phenomenon. The methode was used in data collection are observation and interview.The purpose of this study is to know: (1) the improvement of leaning resources based learning; (2) the planning of learning resources various learning resources; (3) the impact of learning gualities improvement. The results of his research (1) in improving the quality of school learning complementary facilities or learning resources adequate and continuous mentoring the teachers; (2) in teacher planing refers to curriculum especially syllabus as the main reference in preparing lesson planning and adapted to school conditions. Inside determines the material, media, approaches, methods, and assessments; (3) at 2016-2017 a lot of achievement both district level, Madura, East Java, National and even international. Keywords: Quality of Learning and Learning Resources
Madrasah Diniyah Dalam Multi Perspektif Ismail Ismail
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.156 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3137

Abstract

Abstrak: Penelitian tentang madrasah diniyah telah banyak dilakukan oleh para ahli, namun dari sekian penelitian itu masih parsial, yakni penelitian yang hanya menurut satu perspektif. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba melihat madrasah diniyah menurut beberapa perspektif, antara lain: perspektif ideologis filosofis, historis, politik, manajemen, dan metodologis. Penelitian tentang madrasah diniyah multi perspektif ini bertujuan untuk menegaskan bahwa madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan dapat dilihat menurut berbagai perspektif yang sejalan dengan perkembangan dunia ilmu (scientific view). Penelitian ini diperoleh hasil antara lain: (1) penyelenggaraan pendidikan madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki landasan ideologis filosofis yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits; (2) madrasah diniyah memiliki akar sejarahnya sendiri yang sejalan dengan sejarah Islam dan muslim di Indonesia; (3) madrasah diniyah memiliki posisi strategis secara politik; (4) untuk meningkatkan kualitas, secara manajemen madrasah diniyah perlu mendapatkan perhatian yang serius dari stakeholders pendidikan agar madrasah diniyah semakin fungsional bagi bangsa negara; dan (5) peningkatan sumber daya manusia madrasah diniyah sangat dibutuhkan guna meningkatkan mutu pendidikan madrasah diniyah utamanya dalam pembelajaran sehingga terlaksana pembelajaran yang kontekstual. Kata Kunci: Madrasah Diniyah Abstract: Research on madrasah diniyah has been done by many experts, but the research is still partial, ie research which only according to one perspective. Therefore, this research tries to look at madrasah diniyah according to several perspectives, among others: philosophical, historical, political, management, and methodological perspective. Multi perspective research on madrasah diniyah aims to emphasize that madrasah diniyah as an educational institution can be seen according to various perspectives that are in line with the development of science world (scientific view). This study obtained results include: (1) the implementation of madrasah diniyah as an Islamic educational institution has a philosophical ideological foundation derived from the Qur'an and Hadith; (2) madrasah diniyah has its own historical roots in line with the history of Islam and Muslims in Indonesia; (3) madrasah diniyah has a strategic political position; (4) to improve the quality, madrasah diniyah management needs to get serious attention from education stakeholders to make madrasah diniyah more functional for nation state; and (5) the improvement of human resources of madrasah diniyah is needed to improve the quality of madrasah diniyah education especially in learning so that the contextual learning is done. Keywords: Madrasah Diniyah
Studi Kritis Tentang Konstitusionalisme Islam Modern Perspektif Abdullahi Ahmed An-Na'im Fahmi Assulthoni
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.397 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3138

Abstract

Abstrak: Abdullahi Ahmed An-Na’im adalah seorang tokoh Muslim yang cukup berani untuk menolak konsep-konsep yang telah ditetapkan dalam Islam. Konsep pemikiran yang selalu ia tawarkan ialah perlunya dilakukan reformasi syariah. Reformasi syariah yang diinginkan olehnya adalah harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan masyarakat dalam kehidupan bernegara. Formulasi pemikirannya bersifat menyeluruh dan menyentuh tataran sosial, politik, hukum pidana, hukum internasional, dan hak-hak asasi manusia tak terkecuali dalam konteks konstitusionalisme Islam. Dari sekian banyak pemikirannya, tulisan ini hanya akan mengungkap satu pemikirannya tentang konstitusionalisme Islam modern. Artikel ini sangat penting mengingat Naim sendiri sebagai tokoh Islam mampu mengkritik keras terhadap penafsiran yang dianggap bertolak belakang dengan konsep-konsep umum yang terjadi di dunia. Dari sisi metodenya, tulisan ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa konstitusionalisme Islam modern menuurut an-Na’im harus lebih bersifat aspiratif, egaliter, dan tidak diskriminatif. Konstitusi Islam modern harus sejalan dengan konstitusi publik yang diakui di dunia internasional. Sebagai implikasinya maka konstitusi Islam berada di level ke dua setelah konstitusi internasional Kata Kunci: konstitusionalisme Islam, Abdullahi Ahmed An-Na’im Abstract: Abdullahi Ahmed An-Na'im is a Muslim figure who dared to reject the concepts that has been specified in Islam. The concept of thinking that he always offers is the need for reformation of sharia. Shariah reforms desired by him is to be tailored to the needs of the times and communities in the life of the state. The formulation of his thinking is comprehensive and touches the social, political, criminal, international, and human rights levels in the context of Islamic constitutionalism. Of his many thoughts, this article will only reveal one of his thoughts on modern Islamic constitutionalism. This article is very important considering Naim himself as a Muslim figure able to criticize hard against interpretations that are considered contrary to the general concepts that occur in the world. In terms of method, this paper uses descriptive analysis techniques with literature approach. Based on the results of the analysis can be concluded that the modern Islamic constitutionalism menurut an-Na'im should be more aspirational, egalitarian, and non-discriminatory. The modern Islamic Constitution must be in line with the internationally recognized public constitution. As an implication, the Islamic constitution is at the second level after the international constitution Keyword: konstitusionalisme Islam, Abdullahi Ahmed An-Na’im

Page 3 of 23 | Total Record : 223