cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Problematika Pendidikan Islam; Antara Determinisme Historis dan Realisme Praktis Masykurotus Syarifah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.197 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3139

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam sampai sekarang dapat dikatakan masih berada dalam posisi problematik antara 'determinisme historis' dan 'realisme praktis'. Di satu sisi, pendidikan Islam belum sepenuhnya keluar dari cita-cita kemuliaan masa lalu hegemoni tentang pemikiran dan peradaban Islam; Sementara di sisi lain, juga 'dipaksa' menerima tuntutan masa kini, terutama yang datang dari Barat, dengan orientasi yang sangat praktis. Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa basis yang digunakan adalah peradaban pembebasan pemberdayaan. Dasar dari reformasi ini adalah pendidikan dengan konsep keagamaan, demokrasi, toleransi, berbasis hukum, egaliter, menjunjung tinggi martabat manusia, berbasis budaya, berbasis global, anti kekerasan, dan berbasis antikorupsi. Sistem pendidikan Islam di masa kini dan masa yang akan datang perlu dipikirkan dan dibicarakan sebab-sebab permasalahannya, antara lain: Pertama, bahwa penyelenggaraan pendidikan Islam secara formal/ informal belum sesuai dengan pengertian pendidikan Islam itu sendiri; Kedua, bahwa sistem dan metode itu masih dalam lingkaran pendakalan (proses de islamisasi). Kata kunci: Pendidikan, Islam, historis, Realisme Praktis Abstract: Islamic education until now may be said to still be in a problematic position between 'historical determinism' and 'practical realism'. On the one hand Islamic education has not been entirely out of the ideals of the hegomonic past glories of Islamic thought and civilization; while on the other hand, it is also 'forced' to accept the demands of the present, especially those coming from the West, with a very practical orientation. 2) The renewal of Islamic education in Indonesia, it can be concluded that the basis used is empowerment-liberating civilization. The basis of this reform is education with religious foundations, democracy, tolerance building, law-based, egalitarian stance, uphold human dignity, cultural-based diversity, global-based, anti-violence, and anti-corruption-based. 3) Islamic education system in the present and the future should be considered and discussed the causes of the problem, among others: First, that the implementation of Islamic education in a formal / informal not in accordance with the understanding of Islamic education itself; Second, that the systems and methods are still in the circle of delinquency (de Islamization process). Keywords: Education, Islam, historical, realism Practical
Pendidikan Alamiah Fiqih Pendidikan Ala Rasulullah Maimun Maimun
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.824 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3140

Abstract

Abstrak: Secara alamiah, alam menyediakan sumber pengetahuan yang bisa diserap oleh manusia untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan diri guna mencapai taraf hidup yang lebih baik. Nabi Muhammad sebagai manusia yang diutus untuk manusia lahir dalam konteks pendidikan yang tidak terlembaga seperti sekarang ini. Walaupun demikian kepribadiannya menjadi rujukan semua manusia baik dalam dimensi keilmuan, kebijaksanaan dan akhlakul karimahnya, sehingga penting untuk dieksplor rahasia dibalik kesuksesannya itu. Kajian ini merupakan telaah literatur dengan fokus; pertama apa itu pendidikan alamiah? kedua, bagaimana pola pendidikan nabi Muhammad sebagai referensi manusia? Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pendidikan alamiah merupakan pendidikan yang identik dalam hidup manusia karena menjadikan alam sebagai sumber pengetahuan baik sebagai objek ilmu atupun sebagai pengalaman hidup yang memungkinkan kematangan hidup sebagai hasilnya. Pendidikan nabi Muhammad melalui proses yang sama, dimana beliau berkembang melalui alam dan pengalamannya; menjadi yatim, tinggal di lingkungan bani Saad, mengembala kambing, dan melakukan perniagaan. Kata Kunci: Pendidikan, Alam, Nabi Muhammad Abstract: Naturally, nature provides a source of knowledge that can be absorbed by human to sustain their life and develop themselves to achieve a better standard of living. Prophet Muhammad as a human being sent to all human in this world, was born in an educational context that is not institutionalized as it is today. Nevertheless, his personality becomes the reference of all human being both in the dimensions of science, the wisdom and akhlakul karimah, so it is important to be explored the secret behind his success. This review is a literature study with some focuses; first, what is natural education? Secondly, how is the pattern of Prophet Muhammad's education as a human reference? The results show that natural education is identical education in human life because it makes nature as a source of knowledge both as an object of science or as life experience that allow the maturity of life as a result. Prophet Muhammad's education through the same process, where he developed through his nature and experience; being an orphan, living in the Saad neighborhood, to goat and doing trade. Keywords: Education, Natural, Prophet Muhammad
Analisis Historis Terhadap Integrasi Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Abbasiyah Siti Farida
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.746 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3141

Abstract

Abstrak: Sejak awal kekuasaannya, Dinasti Abbasiyah sangat memperhatikan perkembangan pendidikan. Hamper diseluruh wilayah Islam berdiri berbagai macam lembaga pendidikan. Lembaga-lembaga tersebut tersebar di perkotaan dan perdesaan. Perkembangan lembaga pendidikan yang demikian maju pada masa Dinasti Abbasiyah telah disertai dengan penataan kurikulum yang baik. Ketika itu terdapat tiga jenis kurikulum di madrasah-madrasah: kurikulum pendidikan rendah, menengah dan kurikulum pendidikan tinggi. Kurikulum pendidikan rendah bentuknya bervariasi, tergantung pada tingkat kebutuhan masyarakat. Namun secara umum kurikulum yang diajarkan ketika itu adalah belajar membaca, menulis, tata bahasa, hadits, prinsip-prinsip dasar matematika, dan syair. Selain itu ada pula yang menambahkan pelajaran nahwu dan cerita-cerita kepahlawanan Islam.bahkan ada kurikulum yang sebatas menghafal Al-Qur’an dan menkaji dasar-dasar ajaran Islam. Kurikulum pendidikan tinggi dibagi menjadi dua jurusan : jurusan ilmu-ilmu agama dan jurusan ilmu pengetahuan umum. Kurikulum agama terdiri dari fikih, nahwu, kalam, kitabah, dan lain-lain. Sedangkan kurikulum umum terdiri dari matematika, logika, ilmu angka-angka, geometri, astronomi, music, aritmatika, hukum-hukum geometri dan sebagainya. Kata Kunci: Kurikulum, Abbasiyah Abstract:Since the beginning of his power, The Abbasid dynasty paid great attention to the development of education. Almost all Islamic regions stand a variety of educational institutions. These institutions are scattered in urban and rural areas. The development of such an educational institution advanced during the Abbasid period has been accompanied by a good curriculum arrangement. At that time there were three types of curriculum in Madrasahs: low, middle, and higher education curricula. The lower education curriculum varies in form, depending on the level of community needs. But in general the curriculum taught at the time was learning to read, write, grammar, hadith, basic principles of mathematics, and poetry. In addition there are also add nahwu lessons and Islamic heroic stories.bahkan there is a curriculum that is merely memorize the Qur'an and examine the basics of Islamic teachings. The higher education curriculum is divided into two majors: the majors of the religious sciences and the general science department. The religious curriculum consists of fiqh, nahwu, kalam, kitabah, and others. While the general curriculum consists of mathematics, logic, numerology, geometry, astronomy, music, arithmetic, geometry laws and so on. Keywords: Curriculum, Abbasiyah
Performance Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren Dalam Dalam Meraih Simpatik Masyarakat Supandi Supandi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.363 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3142

Abstract

Abstrak: Sinergi perguruan tinggi dengan pesantren merupakan fenomena yang unik dan selalu menjadi bahan pembicaraan yang selalu menarik untuk menjadi topik diskusi. Pendidikan tinggi Islam yang tinggal di ranah pesantren, menjadi salah satu alternatif varian menu bagi masyarakat dalam menentukan pilihan untuk mendidik generasi muda tanpa perlu meninggalkan gaya pesantren, namun bisa berinovasi dan berkreasi hingga perguruan tinggi, akademisi, sekolah menengah, institut dan bahkan universitas). Tujuannya adalah untuk mencetak ilmuwan Islam, ahli di berbagai bidang Islam dan lainnya. Seiring dengan perkembangan ini, pendidikan tinggi ada di semua pesantren, menghadapi berbagai masalah sosial, profesionalisme akademis dan bahkan pengelolaan kelembagaan. Fenomena ini harus segera diatasi dan menemukan cara alternatif untuk memecahkan masalah. Salah satu tawarannya adalah menciptakan dan berinovasi sistem administrasi akademik, transformasi pesantren dan manajemen perguruan tinggi, meningkatkan sinergi pendidikan tinggi, dan merekonstruksi pemahaman politik pendidikan di kinerja pesantren. Upaya ini merupakan syarat mutlak bagi kemajuan dan kepercayaan masyarakat dalam melaksanakan regulasi pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan Tinggi, Pesantren and Masyarakat Abstract: The synergy of universities with pesantren is a unique phenomenon and always become the subject of conversation that is always interesting to be a topic of discussion. Islamic high education that resided in the sphere of boarding school, became one of the alternative variants menu for the community in determining the choice to educate the younger generation with no need to leave the style of pesantren, but can innovate and create to college, (academic, high schools, institute and even university). The goal is to print Islamic scientists, experts in various areas of Islam and soon. Along with these developments, higher education is within the all of pesantren, facing various social problems, academic professionalism and even institutional management. This phenomenon must be readily addressed and find an alternative way to solve the problem. One of the offer is to create and innovate academic administration system, transformation of pesantren and college management, increase synergy of higher education, and reconstruct the political understanding of education in pesantren performance. These efforts are an absolute requirement for the progress and confidence of the people in carrying out the regulation of education. Keywords: Higher Education, Pesantren and Society
Pendekatan Ijbari Dalam Studi Al-Qur'an Zaglul Fitrian Djalal
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 2 No. 2 (2017): (Desember)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.733 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v2i2.3143

Abstract

Abstrak: Al-Qur’an secara teks tidak berubah, tetapi penafsiran atas teks, selalu berubah, sesuai dengan konteks ruang dan waktu manusia. Karenanya, al-Qur’an selalu membuka diri untuk dianalisis, dipersepsi dan diinterpretasikan (ditafsirkan) dengan berbagai alat, metode, dan pendekatan untuk menguak isi sejatinya. Aneka metode dan tafsir diajukan sebagai jalan untuk membedah makna terdalam dari al-Qur’an itu. Salah satu pendekatan dalam studi al-Qur’an adalah pendekatan ijba>ri> (eksperimen). Pendekatan dengan riset ijba>ri> ini diartikan sebagai penelitian eksperimen. Penelitian ini mengambil alam fisika sebagai objek penelitiannya; langit, bumi, air, tubuh manusia, dan lain-lain. Penelitian eksperimental inilah yang membuat Islam maju dan memimpin dunia pada masa keemasannya. Kata Kunci: ijba>ri>, Al-Qur’an Abstract: The Qur'an is textually unchanged, but the interpretation of the text, constantly changing, corresponds to the context of human space and time. Therefore, the Qur'an always opens itself to be analyzed, perceived and interpreted (interpreted) with various tools, methods, and approaches to uncover its true content. Various methods and interpretations are proposed as a way to dissect the deepest meaning of the Qur'an. One approach in the study of the Qur'an is the ijba>ri> (experimental) approach. This approach with ijba>ri> research is interpreted as experimental research. This research takes the nature of physics as the object of its research; sky, earth, water, human body, and others. This experimental study has led Islam to advance and lead the world in its heyday. Keywords: ijba>ri>, Al-Qur’an
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Dengan Pendekatan Kontekstual Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PKn Siti Hosniyah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.845 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i1.3268

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan pendekatan kontekstual karena dalam pembelajaran ini melibatkan kerjasama kelompok dan menuntut tanggung jawab serta menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Sampang dengan jumlah 39 siswa dalam materi pokok Kewenangan Lembaga-lembaga Negara Menurut UUD 1945. Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Sampang. 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas kelas X SMAN 2 Sampang. Prosedur pengumpulan data meliputi: observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi motivasi belajar dan hasil belajar siswa diperoleh melalui pemberian tes yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini dikarenakan pembelajaran yang diterapkan memberikan tanggung jawab kepada siswa atas pembelajaran untuk dirinya dan orang lain, selain itu pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dengan anggota kelompok, sehingga siswa termotivasi untuk belajar.2) Hasil belajar siswa yang diukur dengan skor rata-rata dan persentase ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini dikarenakan adanya interaksi promotif yang memungkinkan siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Kata Kunci: Jigsaw, pendekatan kontekstual, motivasi belajar, hasil belajar Abstract: This study uses a jigsaw cooperative learning model with a contextual approach because in this study it involves group collaboration and demands responsibility and connects learning with the real world. This type of research is a classroom action research (PTK) consisting of 2 cycles. Each cycle consists of 4 stages: planning, execution, obser-vasi and reflection. The subjects used in this study are the students of class X SMAN 2 Sampang with the number of 39 students in the subject matter of the Authorities of State Institutions According to the 1945 Constitution. This study aims to 1) improve the motivation of students in grade X SMAN 2 Sampang. 2) improve student learning outcomes of grade X SMAN 2 Sampang. Data collection procedures include: observation of learning implementation, observation of learning motivation and student learning outcomes obtained through the provision of tests conducted at the end of each cycle. Data analysis used is qualitative descriptive analysis. The results showed that: 1) Student learning motivation increased from cycle I to cycle II. This increase in learning motivation is because the applied learning gives responsibility to the students for learning for themselves and others, besides cooperative learning gives opportunity to the students to collaborate with group members, so that students are motivated to learn. 2) Students' learning outcomes are measured by score average and the percentage of classical completeness also increased from cycle I to cycle II. This increase is due to the promotive interaction that allows students give each other motivation to achieve optimal learning outcomes Keywords: Jigsaw, contextual approach, learning motivation, learning outcomes.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sejarah Indonesia Menggunakan Model Snowball Throwing dengan Media Audio Visual Hayatun Nufus
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.895 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i1.3269

Abstract

Abstrak: Sejarah Indonesia adalah ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Berdasarkan data awal selama dalam proses pembelajaran, ditemukan fakta bahwa pembelajaran Sejarah Indonesia tidak berkualitas ditunjukkan guru belum mengembangkan pembelajaran inovatif, kurang memanfaatkan media pembelajaran akibatnya siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar siswa rendah yaitu 61,5% siswa tidak tuntas. Solusi untuk memecahkan masalah tersebut dengan menerapkan PTK menggunakan model Snowball Throwing dengan media Audio Visual. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik tes dan non tes yang terdiri dari observasi, dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran Sejarah Indonesia. Pada siklus I rata-rata skor keterampilan guru adalah 25,5 (kategori baik), rata-rata skor aktivitas siswa 20,3 (kategori baik), rata-rata nilai hasil belajar siswa 67,69 dengan ketuntasan klasikal 69,23 %. Pada siklus II, rata-rata skor keterampilan guru 35,5 (kategori sangat baik), rata-rata skor aktivitas siswa 26,2 (kategori baik), rata-rata hasil belajar 81,93 dengan ketuntasan klasikal 84,62 %. Simpulan penelitian ini yaitu model Snowball Throwing dengan media Audio Visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Indonesia yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Snowball Throwing, Media Audio Visual Abstract: History of Indonesia is a science that examines a set of events, facts, concepts, and generalizations related to social issues. Based on preliminary data during the learning process, it was found that learning history of Indonesia is not qualified indicated that teachers have not developed innovative learning, less use of learning media consequently less active students in following learning and low student learning result that is 61,5% student unfinished. Solution to solve the problem by applying class action research using Snowball Throwing model with Audio Visual media. The study was conducted in 2 cycles. Each cycle consists of two meetings covering the planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study are teachers and students of class XI. Data collection techniques in this study are test and non-test techniques consisting of observation, documentation, interviews and field notes. The result of the research shows the improvement of learning quality of Indonesian history. In the first cycle the average teacher skill score is 25.5 (good category), the average student activity score is 20.3 (good category), the average score of student learning result is 67,69 with 69,23% classical completeness. In cycle II, the average score of teacher skill 35,5 (very good category), average score of student activity 26,2 (good category), average of result of learning 81,93 with classical completeness 84,62%. The conclusion of this research is Snowball Throwing model with Audio Visual media can improve the quality of learning History of Indonesia which includes teacher skills, student activities and student learning outcomes. Keywords: Learning Quality, Snowball Throwing, Audio Visual Media.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pelaksanaan Team Teaching Rahmawati Rahmawati
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.267 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i1.3270

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi, paparan data dan penyimpulan. Juga dilakukan analisis data deskriptif untuk data hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan team teaching agar dapat meningkatkan motivasi belajar matematika yaitu guru kelas X sebagai guru 1 dan peneliti sebagai guru 2 melaksanakan tahap perencanaan yang meliputi: (1) Menyususun RPP dengan menetapkan metode pembelajaran kooperatif tipe belajar bersama (learning together). (2) Pembagian peran dan tanggung jawab guru anggota team teaching serta pembagian pos-pos pengawasan di dalam kelas. (3) Menyusun teaching material yang berisi materi, LKS, latihan soal dan penugasan terstruktur. (4) Menyiapkan media dan perangkat pembelajaran. Dari hasil observasi keterlaksanaan team teaching, pada siklus I mencapai 90,48% dan 100% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan besarnya rata-rata persentase dalam angket motivasi belajar siswa, yakni secara keseluruhan pada siklus I sebesar 74,41% dengan kategori sedang menjadi 87,28% dengan kategori tinggi pada siklus II. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Team Teaching Abstract: This research is a Classroom Action Research (PTK). The subjects of this study are students of class X which amounted to 32 students. The study was conducted in two cycles and each cycle consisted of two meetings. Data collection techniques in this study using observations and questionnaires. The data obtained were analyzed by means of reduction, data exposure and inferences. Also done descriptive data analysis for observation data. Based on the result of research, it can be concluded that the implementation of team teaching in order to increase the motivation to learn mathematics is the teacher of class X as teacher 1 and the researcher as the teacher 2 carry out the planning phase which include: (1) RPP formulating by establishing cooperative learning method of learning together). (2) Division of roles and responsibilities of teachers of team teaching members and distribution of monitoring posts in the classroom. (3) Prepare teaching material containing material, LKS, practice questions and structured assignment. (4) Preparing media and learning tools. From the observation of the implementation of team teaching, in the first cycle reached 90.48% and 100% in cycle II. The results showed that the increase in student learning motivation is indicated by the average percentage in the questionnaire of student learning motivation, that is overall in the first cycle of 74.41% with the category being 87.28% with the high category in cycle II. Keywords: Learning Motivation, Team Teaching.
Religi Ruwat Dalam Kidung Sudamala RIA KASANOVA
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.528 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i1.3271

Abstract

Abstract: Java community has a form of customs that have systems such as values, norms, views and rules of life in society that embodies in the form of traditional ceremonies, to maintain harmony and harmony of the universe. In various forms of traditional ceremonies are still maintained to date, such as the salvation of birth, death, descend, and others. One of the traditional rituals of Javanese society is still done is ruwatan ceremony. Sudamala is a famous ruwat story in the final days of the majapahit kingdom. The method of this research is analytical description method. This study aims to find what is contained in the song Sudamala through data analysis activities followed by then drawn conclusions. Next is to make the tangible text description. Based on the above discussion can be found forms of religious systems that are written in it, namely; religious emotions, belief systems, and religious people. Keywords: religion, ruwat.
Manajemen Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan islam Nurul Karomah Bangkalan Badrut Tamam
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.959 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i1.3272

Abstract

Abstrak: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam mewujudkan hal itu semua, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan anggaran yang memadai. Pembiayaaan pendidikan adalah faktor penting dalam menjamin mutu dan kualitas proses pendidikan. Meskipun pembiayaan pendidikan bukan satu-satunya faktor keberhasilan, tanpa adanya pembiayaan yang mencukupi, maka pendidikan yang berkualitas hanya dalam angan-angan. Pada hal dunia pendidikan sedang ditantang untuk menjawab tiga hal: Kemampuan memenuhi kebutuhan, kemampuan mengembangkan hidup yang bermakna dan kemampuan memuliakan hidup. Disisi lain pendidikan juga dihadapkan pada globalisasi, yang ditandai dengan industrialisasi pendidikan sehingga berdampak pada dana anggaran pembiayaan pendidikan. Tujuan kami dalam penulisan artikel ini adalah untuk meneliti dan mengetahui Manajemen Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis Bangkalan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data, peneliti menggunakan model analisis interaktif yang mengandung empat komponen yang saling berkaitan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, sumber-sumber dana pendidikan di Ponpes Nurul Karomah Bangkalan pada dasarnya bersumber dari pemerintah, orang tua dan masyarakat. Sumber yang paling utama dalam pembiayaan pendidikan di Ponpes Nurul Karomah Bangkalan berasal dari iuran wajib (SPP) yang dibayarkan siswa kepada sekolah yang telah ditetapkan Ponpes Nurul Karomah Bangkalan. Dalam hal pengelolaan Pembiayaan, pengelolaan Pembiayaan sekolah di Ponpes Nurul Karomah Bangkalan adalah di kelola kepala sekolah, guru berpengalaman (senior) yang telah ditunjuk oleh sekolah yang dibantu tenaga administrasi, dan para anggota komite sekolah. Secara khusus, pengendalian anggaran di Ponpes Nurul Karomah Bangkalan terdiri dari serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa: Dana dibelanjakan sesuai rencana, Ada kelonggaran dalam penganggaran untuk pembayaran pajak, Pembelanjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan Dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa persetujuan. Kata Kunci: Manajemen, Pengelolaan Pembiayaan, Pendidikan Islam Abstract: National education function to develop ability and form the character and civilization of dignified nation in order to educate the life of the nation, aims to the development of the potential of learners to become human beings who believe and pious to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative , independent and become a democratic and responsible citizen. In realizing it all, it takes a professional human resources and adequate budget. Education funding is an important factor in ensuring the quality and quality of the educational process. Although education finance is not the only success factor, without sufficient financing, quality education is only in the fantasy. In terms of the world of education is being challenged to answer three things: The ability to meet the needs, the ability to develop a meaningful life and the ability to glorify life. On the other hand education is also faced with globalization, which is characterized by the industrialization of education so that the impact on education budget funding budget. Our goal in writing this article is to examine and know the Management of Islamic Education Financing Management at Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis Bangkalan. This research uses qualitative research type, with case study type. Data collection was done by observation, interview and documentation study. While the data analysis technique, the researcher uses an interactive analysis model that contains four interrelated components, namely: data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that overall, the sources of education funds in Ponority Nurul Karomah Bangkalan basically sourced from the government, parents and society. The most important source of education funding in Ponority Nurul Karomah Bangkalan comes from the compulsory fee (SPP) paid by the students to the school that has been established Ponpes Nurul Karomah Bangkalan. In terms of financing management, the management of School Financing in Ponority Nurul Karomah Bangkalan is managed by principals, experienced teachers (seniors) who have been appointed by schools assisted by administrative staff, and members of the school committee. In particular, the budgetary control at the Nurul Karomah Bangkalan Ponpes consists of a series of checking and approval activities to ensure that: Funds are spent according to plan, There is leeway in budgeting for tax payments, Spending is made by utilizing available resources, and Funds are not spent on non- activities that are not approved or granted to the beneficiary without consent. Keywords: Management, Financing Management, Islamic Education.

Page 4 of 23 | Total Record : 223