cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2022)" : 9 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Berhenti Pakai (Drop Out) Kontrasepsi Di Kalimantan Barat (Analisis Data SDKI Tahun 2017) Elma Marsita; Lydia Febri Kurniatin; Septi Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.68540

Abstract

Latar Belakang: Berhenti pakai (drop out) kontrasepsi merupakan kejadian berhentinya PUS menjadi akseptor KB. Angka kejadian drop out KB di Indonesia mengalami peningkatan, dari 11,46% pada tahun 2008 menjadi 15,09% pada tahun 2012. Hasil SDKI 2017 di Kalimantan Barat menunjukkan 34% wanita usia 15-49 tahun yang sudah menikah dan mulai memakai alat/cara KB dalam 5 tahun sebelum survey, berhenti memakai alat/cara KB dalam waktu 12 bulan setelah mulai memakai. Peningkatan angka drop out KB akan sejalan dengan angka peningkatan jumlah penduduk. Hal ini akan berdampak pada tingkat kesejahteraan, kualitas pendidikan, pembangunan, dan kesehatan sehingga akan menurunkan kualitas penduduk setempat.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian berhenti pakai (drop out) kontrasepsi di Kalimantan Barat berdasarkan hasil analisis data SDKI 2017.Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan desain kuantitatif. Responden adalah wanita usia subur dengan status kawin berusia 15-49 tahun yang pernah menggunakan kontrasepsi atau masih menggunakan kontrasepsi saat pengambilan data SDKI tahun 2017 di provinsi Kalimantan Barat. Besar sampel yaitu 490 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil dan Pembahasan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis metode kontrasepsi (OR=2.2|CI95%;1,412-3,565), usia (OR=1.7|CI95%;1,180-2,562),  status pekerjaan (OR = 1.5|CI95%;1,024-2,218), paritas (OR = 1.6|CI95%; 1,124-2,427), tempat tinggal (OR = 1.7|CI95%; 1,153-2,623), dukungan pasangan (OR = 14|CI95%; 5,708-34,42), efek samping (OR = 2.3|CI95%; 1,354-3,990), masalah kesehatan (OR = 3.2|CI95%;1,640-6,255), kebersamaan dengan suami (OR = 3.2|CI95%; 1,449-7,223), frekuensi melakukan hubungan seksual (OR = 3.5| CI95%; 2,179-5,618), serta penkes KB dari petugas kesehatan (OR = 2.4|CI95%; 1,448-4,083) terhadap perilaku drop out kontrasepsi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa apabila variabel secara bersama-sama dalam kategori baik, maka probabilitas untuk tidak melakukan drop out KB adalah sebesar 94%, sedangkan 6% dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (OR=0.8|CI95%;0,354-1,708), keterjangkauan jarak pelayanan kesehatan (OR=1.5|CI95%;0,889-2,364), pengetahuan metode KB (OR = 0.9|CI95%;0,519-1,414)  dan kunjungan petugas KB ke rumah (OR = 2|CI95%; 0,728-5,319). Kata kunci : Berhenti Pakai; Drop out; Kontrasepsi; SDKI 2017; Kalimantan Barat 
Kompres Hangat Sebagai Strategi Perawatan Diri untuk Meredakan Dismenore Primer pada Remaja Siti Sholihat; Intan Rosmita Dewi; Benny Novico Zani
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.70726

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is a problem that often occurs in adolescents, the incidence of dysmenorrhea is high so it is necessary for adolescents to understand how to deal with dysmenorrhea pain problems independently.Objectives: This study aims to determine the impact of warm compresses in reducing dysmenorrhea in adolescentsMethods: Pre-experimental research design with one group pretest-posttest type, on 30 female students based on inclusion and exclusion criteria. The application of warm compresses was carried out independently, previously given training on SOPs for warm compresses, paying attention to pain using the Verbal Descriptor Scale (VDS) instrument, data analysis using Wilcoxon with a significant level of 0.05.Results and Discussion: The results of the characteristic study found that respondents were at the age of 21 years, the median body mass index (BMI) was 22.2, some respondents had a menstrual period of 27.5 days with regular menstrual cycles and dysmenorrhea that occurred on the first day. The median score before intervention was 5.5 with an interquartile range (IQR) of 1.75 while the median after intervention was 0 with an IQR value of 2. The Wilcoxon test results found a significant reduction in pain before and before warm compresses with a level of 0.000 Conclusion: Compresses have a positive impact in reducing dysmenorrhea pain and can be an alternative to self-care that teenagers can do Keywords: dysmenorrhea; pain; warm compress 
Penerapan Robert Buckman's Six-step Protocol pada Kehamilan dengan Kanker Ovarium I Made Darmayasa; Amelia Dwi Nurulita Sugiharta; Sarah Endang S Siahaan
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.73772

Abstract

Latar Belakang: Penyampaian berita buruk merupakan salah satu materi penting dalam ketrampilan komunikasi medis. Diperlukan pendekatan khusus dalam penyampaian informasi medis yang dapat menimbulkan respon buruk. Diagnosis kanker ovarium sendiri disertai kehamilan yang tidak direncanakan merupakan berita buruk yang sangat stress full, apalagi akan dilakukan terminasi kehamilan. Diperlukan protokol yang bisa dijadikan panduan untuk menyampaikannya kepada pasien.Tujuan: Untuk mempelajari dan menerapkan Robert Buckman's Six-step Protocol dalam menyampaikan satu laporan kasus berita medis yang buruk (medical breaking bad news) yang dialami seorang perempuan yang menderita kanker ovarium dan hamil, serta akan dilakukan terminasi kehamilan.Metode: Sebuah laporan kasus tentang penderita Kanker Ovarium, hamil tanpa perencanaan dan akan dilakukan terminasi.Hasil dan Pembahasan: Pada saat dilakukan pendekatan klinik dengan diagnosis multiaxial, pada axis I didapatkan penderita dengan Gangguan Penyesuaian dengan Reaksi Campuran Cemas (F32.2), pada axis II dtemukan adanya ciri kepribadian cemas, MPE acting out, dan displacement. Pada axis III pasien hamil ketiga usia kehamilan 16 Minggu + Kista Ovarium curiga Ganas. Pada axis IV, pasien harus menghadapi masalah dengan penyakitnya disertai adanya kehamilan. Serta pada avis V Global Assessment of Functioning didapatkan 61-50 sedangakan Global Assessment of Functioning 1 tahun terakhir 90-81. Diterapkan Robert Buckman's Six-step Protocol sebagai panduan dalam menyampaikan informasi buruk tersebut.Kesimpulan: Pasien-pasien kanker ovarium dengan kehamilan yang tidak direncanakan dan akan dilakukan terminasi kehamilan merupakan kelainan medis yang berat dapat diikuti dengan kecemasan dan depresi. Perlu pendekatan khusus mulai dari penyampaian informasi/diagnosis, rencana tindakan dan menghadapi risiko maupun komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Terhadap kecemasan dan depresi yang tetap muncul, dilakukan terapi farmakologis dan dikombinasikan dengan non-farmakologi seperti Mindfulness-based cognitive behavioral therapy, dan cognitive behavior therapy. Kata kunci: Robert Buckman's Six-step Protocol; kehamilan tidak direncanakan; kanker ovarium 
Hubungan Kejadian Disfungsi Dasar Panggul dan Kualitas Hidup Perempuan Usia Menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta Ratih Kumalasari; Nuring Pangastuti; Ova Emilia
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.75089

Abstract

Latar Belakang: Disfungsi dasar panggul paling banyak terjadi pada perempuan usia lanjut, dengan insidensi sekitar 39,8%. Hal ini erat hubungannya dengan kejadian menopause. Menopause akan menyebabkan penurunan hormon estrogen, yang berkontribusi terhadap kelemahan dan atrofi otot dasar panggul. Jarangnya perempuan dengan disfungsi dasar penggul memeriksakan dirinya, mengakibatkan tidak adanya data yang tepat mengenai angka kejadian disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause. Keadaan disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya, terutama dalam hal fisik, seksual, dan psikososial. Berdasarkan hal tersebut, penilaian kualitas hidup perempuan dengan disfungsi dasar panggul dilakukan dengan instrumen MENQOL yang dapat menilai kualitas hidup perempuan menopause secara umum.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian disfungsi dasar panggul dengan kualitas hidup perempuan usia menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di beberapa daerah di DIY. Subjek dilakukan penilaian disfungsi dasar panggul berupa prolaps organ panggul dengan pemeriksaan POPQ, sedangkan kualitas hidup perempuan menopause dinilai berdasarkan instrumen MENQOL.Hasil: Dari 192 subjek, didapatkan 140 subjek (72,92%) mengalami prolaps organ panggul, dengan kejadian sistokel 69,79%, rektokel 67,71%, dan prolaps uteri 46,35%. Gambaran kualitas hidup perempuan usia menopause menunjukkan variasi dalam tingkat keluhan dari subjek. Terdapat perbedaan yang bermakna dari median skor pada domain fisik MENQOL antara kelompok disfungsi dasar panggul dan tidak (p=0,000). Usia, paritas, riwayat obstetri, penyakit kronis, dan lamanya menopause, memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan terhadap kejadian disfungsi dasar panggul (p < 0,05). Kualitas hidup perempuan usia menopause juga dipengaruhi oleh faktor usia, pekerjaan, riwayat penyakit kronis, dan lamanya menopause (p < 0,05).Kesimpulan: Kualitas hidup berdasarkan domain fisik MENQOL lebih rendah pada  perempuan usia menopause dengan disfungsi dasar panggul (p<0,05).
Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja dengan Pemberian Jus Wortel dan Air Kelapa Hijau Ratna Dewi; Widia Petasari; Sri Yanniarti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.76888

Abstract

 ABSTRAKBackground: Menurut WHO tahun 2018 bahwa angka kejadian dismenore di dunia ini sangat besar. Dismenore dapat dikurangi dengan tindakan farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologi untuk mengurangi dismenore  menggunakan jus wortel dan air kelapa hijau. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian jus wortel dan air kelapa hijau terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMPN 02 Kota Bengkulu. Method: Desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan penelitian two group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 13 responden. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa lembar pengukuran skala nyeri NRS (numeric rating scale). Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat. Results and Discussion: Hasil Penelitian menunjukan terdapat penurunan skala nyeri setelah diberikan jur wortel dan air kelapa hijau. Tidak ada perbedan antara pemerian jus wortel  dan  air kelapa hijau terhadap penurunan skala  nyeri  dengan p value 0.740 >0,05. Conclusion: Penatalaksanaan dismenore pada remaja yang mengalami dismenore dapat mengkonsumsi jus wortel atau air kepala hijau secara rutin pada saat mulai mentsruasi.Keyword: Jus wortel; air kelapa hijau; dismenore  
Manfaat Maternal Early Obstetric Warning Score (MEOWS) dalam Memprediksi Lama Perawatan pada Pasien Preeklamsia Berat di RSUP Dr. Sardjito Sulistianto Sulistianto; Rukmono Siswishanto; Ahsanudin Attamimi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.77590

Abstract

Latar Belakang: skor MEOW sangat penting untuk menilai kondisi klinis pasien dengan adanya perubahan tanda vital selama pasien dirawat. Adanya perubahan ini akan berpengaruh terhadap lama perawatan pasien preeklamsia berat. Namun saat ini belum ada penelitian mengenai hubungan skor MEOW dengan lama perawatan pasien preeklamsia berat yang dirawat di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara skor MEOW dan lama perawatan pasien preeklamsia berat.Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien hamil dengan diagnosis preeklamsia berat sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi di RSUP Dr. Sardjito sejak Juli 2020 sampai dengan Juni 2021 dengan mengambil data dari rekam medis.Hasil dan Pembahasan: Dari 86 subjek penelitian didapatkan 78 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan karakteristik subjek penelitian didapatkan paritas primigravida (69,2%), obesitas (51,3%) dan riwayat hipertensi (53,8%). Hal ini sesuai referensi bahwa faktor resiko preeklamsia berat yaitu primigravida, obesitas dan riwayat hipertensi. Hasil dari ROC yaitu nilai AUC 0,878 dengan p = 0,001 dan CI 95% (0,745 – 1). Penentuan nilai cut off point skor MEOW yaitu 8,5 atau 9 dengan sensitivitas 92%, spesifisitas 71% dan Youden Index tertinggi = 0,631. Lama perawatan antara pasien dengan skor MEOW ≥9 dan pasien dengan skor MEOW <9 berbeda secara signifikan (p <0,05). Skor MEOW ≥9 memiliki lama perawatan lebih lama dibandingkan skor MEOW <9. Tidak ada perbedaan bermakna antara variabel luar dan skor MEOW (p >0,05). Tidak ada perbedaan bermakna antara variabel luar dan lama perawatan (p >0,05).Kesimpulan: Pasien preeklamsia berat yang mengalami persalinan di RSUP dr. Sarjito dengan skor MEOW tinggi memiliki lama perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan skor MEOW rendah.Kata Kunci: MEOWS, preeklamsia berat, lama perawatan.
Luaran Maternal pada Ibu Hamil dengan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta Studi Kohort Retrospektif Kartika Wahyuningtyas Utami; Irwan Taufiqur Rachman; Detty Siti Nurdiati
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.77933

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus merupakan penyakit yang muncul pada akhir tahun 2019 disebabkan oleh  Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang kini telah ditetapkan sebagai pandemic oleh WHO sejak 11 Maret 2020. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dan jumlahnya terus bertambah hingga sekarang. Sampai saat ini penelitian tentang infeksi SARS-CoV-2 pada kehamilan dan luaran maternalnya masih terbatas. Dikatakan ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya morbiditas dan mortalitas dibandingkan pada populasi umum.Tujuan: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara ibu hamil konfirmasi COVID-19 dengan luaran maternal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah   pasien hamil dengan konfirmasi COVID-19. Subjek penelitian diambil di RSUP Dr. Sardjito dan RS Akademik UGM sejak periode Maret 2020 sampai dengan Agustus 2021Hasil: Dari 436 subjek penelitian didapatkan 340 sampel yang memenuhi kriteria untuk dilakukan analisis. Karakteristik subjek penelitian menunjukkan 58,24% pasien berusia >35 tahun dengan mayoritas usia kehamilan ≥ 37 minggu sebanyak 79,41%. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara ibu hamil dengan COVID-19 simptomatik terhadap luaran persalinan prematur (RR 2,42, CI 95% 1,44–4.04), kebutuhan ICU (RR 53.89, CI 95% 3.33–870.45), lama rawat inap (RR 1.97, CI 95% 1,05–3,68) dan kematian maternal (RR 38.08, CI 95% 2,34–619,83) dibandingkan dengan ibu hamil COVID-19 asimptomatik. Tidak terdapat hubungan bermakna (p>0.05) antara ibu hamil COVID-19 dengan luaran metode persalinan. Usia, obesitas, hipertensi dan diabetus melitus tidak memiliki hubungan signifikan terhadap luaran maternalKesimpulan: Kehamilan merupakan faktor risiko independent COVID-19 simptomatik yang tidak bergantung pada komorbiditas lain. Ibu hamil dengan COVID-19 simptomatik memberikan luaran maternal yang lebih buruk dibandingkan dengan ibu hamil COVID-19 asimptomatik. Metode persalinandiputuskan berdasarkan indikasi medis dan kebidanan.Kata Kunci: COVID-19, kehamilan, komorbid, luaran maternal
Perbandingan Kadar Vitamin D antara Wanita dengan Surgical Menopause Post Kemoterapi dan Wanita Menopause Alami di Yogyakarta Rosinta Pratiwi; Agung Dewanto; Ardhanu Kusumanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.78013

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan periode berhentinya haid akibat penurunan produksi hormone[H1] [H2]   pada wanita. Menopause dapat terjadi secara alami maupun karena prosedur medis pengangkatan kedua ovarium mau [H3] sebab lainnya seperti obat-obatan. Wanita yang mengalami menopause dini karena surgical menopause akan mengeluhkan gejala menopause yang lebih berat karena perubahan hormon secara mendadak.  Pasien dengan surgical menopause akibat kanker seringkali mendapatkan kemoterapi adjuvant yang akan menyebabkan penurunan kadar vitamin D, dimana vitamin D diketahui berperan penting dalam mengurangi keluhan menopause. Tujuan: Mengetahui perbandingan kadar vitamin D pada pasien surgical menopause post kemoterapi dan wanita menopause alami. Metode: Penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif [H4] untuk membandingkan kadar vitamin D antara 2 kelompok, yaitu kelompok wanita dengan surgical menopause yang sudah dikemoterapi dan wanita post menopause alami. Penilaian kadar vitamin D dilakukan pada satu sampai dua tahun pada kelompok pasca ooforektomi bilateral dan satu sampai dua tahun pasca haid terakhir pada kelompok menopause alami. Perbandingan rerata kadar vitamin D antar 2 kelompok dilakukan dengan uji statistika komparatif menggunakan Independent T-Test. Hasil:  Rerata dan standar deviasi kadar vitamin D pada kelompok surgical menopause post kemoterapi adalah 14,07 + 5,49 ng/mL sedangkan kelompok menopause alami adalah 17,30 ± 6,92 ng/mL dengan nilai p=0,167. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada rerata kadar vitamin D antara kelompok surgical menopause post kemoterapi dan post menopause alami.Kata Kunci: surgical menopause, menopause alami, ooforektomi bilateral, vitamin D. 
Upaya Pencegahan Disfungsi Dasar Panggul Pasca Persalinan Vaginal oleh Kelompok Bidan Berbasis Aplikasi KIPPas Jogja (Kartu Instrumen Prediktor Pangastuti Jogja) di Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, DIY Nuring Pangastuti; Murwantoro Panghargiyo; Chentia Misse Issabella; Pramudita Putri Dyatmika Mandegani; Fauzan Achmad Maliki; RM Wiskara Jatipradresthya
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.78132

Abstract

Latar belakang: disfungsi atau terganggunya fungsi dasar panggul terdiri dari beberapa macam gambaran klinis, antara lain prolaps organ panggul, inkontinensia urin atau fekal, maupun gangguan fungsi seksual. Disfungsi dasar panggul pada perempuan sering dikaitkan dengan kejadian persalinan vaginal yang dialami sebelumnya. Pertolongan persalinan vaginal dapat dilakukan oleh berbagai profesi tenaga kesehatan, termasuk para bidan. Meskipun pertolongan persalinan normal telah dilakukan secara rutin, masih dijumpai beberapa permasalahan terkait pencegahan disfungsi dasar panggul pasca persalinan vaginal. Salah satu cara untuk membantu upaya pencegahan tersebut adalah dengan menggunakan KIPPas Jogja (Kartu Instrumen Prediktor Pangastuti Jogja), suatu instrumen atau alat bantu sebagai prediktor terjadinya disfungsi dasar panggul pasca persalinan vaginal.Tujuan: melakukan sosialisasi penggunaan KIPPas Jogja pada kelompok mitra bidan di wilayah Pandowoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka upaya pencegahan disfungsi dasar panggul pasca persalinan vaginal. Metode: kegiatan dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat pada bulan Agustus 2022. Bentuk aktifitas berupa pertemuan kelompok, ceramah, diskusi interaksi, praktikum, penyampaian buklet panduan dan buku pengetahuan tentang faktor risiko disfungsi dasar panggul perempuan, serta video panduan penggunaan KIPPas Jogja, kepada mitra bidan di wilayah Pandowoharjo Sleman, Kabupaten Sleman, DIY.Hasil dan diskusi: terdapat beberapa permasalahan bidan dalam pengelolaan kehamilan dan persalinan yang masih perlu mendapat perhatian. KIPPas Jogja merupakan suatu alat bantu atau instrumen dalam bidang kesehatan yang digunakan untuk membantu melakukan prediksi terjadinya disfungsi dasar panggul khususnya prolaps organ panggul pada perempuan pasca persalinan vaginal. KIPPas Jogja memiliki bentuk kartu, program aplikasi android, serta aplikasi berbasis web, yang dapat berperan pada upaya pencegahan disfungsi dasar panggul perempuan pasca persalinan vaginal. Mitra bidan diharapkan dapat mengenali kasus-kasus disfungsi dasar panggul serta melakukan upaya tindak lanjut pencegahan terjadinya atau memberatnya disfungsi dasar panggul, sehingga akan mengurangi risiko penurunan kualitas hidup perempuan.Kesimpulan: terdapat peningkatan pemahaman mitra bidan tentang disfungsi dasar panggul serta kemampuan melakukan deteksi faktor risiko, tercapai pemahaman baru mengenai instrumen KIPPas Jogja. Selanjutnya dengan pemahaman yang telah ada akan bermanfaat dalam upaya pencegahan disfungsi dasar panggul perempuan, khususnya pasca persalinan vaginal. Kata Kunci: KIPPas Jogja; aplikasi; instrumen; disfungsi; panggul

Page 1 of 1 | Total Record : 9