cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527575     EISSN : 26207435     DOI : -
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
RECOVERY FOSFOR MELALUI PROSES TERMOKIMIA UNTUK BAHAN BAKU PUPUK Suhendra Suhendra; Christian Adam
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5929

Abstract

Thermochemical process (proses termokimia) telah lama dikenal sebagai sebuah proses untuk recovery komponen bernilai tinggi dengan menggunakan prinsip perpindahan panas dan reaksi kimia. Salah satu penerapan penting dari proses termokimia adalah untuk recovery fosfor dari bahan baku sekunder (secondary raw materials) sebagai alternatif fosfor yang berasal dari pertambangan. Bahan baku yang kaya unsur fosfor salah satunya adalah sewage sludge ash (SSA, abu pembakaran lumpur limbah) yang berasal dari pembakaran lumpur limpah dari pengolahan air buangan sanitasi penduduk. Karena SSA mengandung fosfor cukup tinggi, maka SSA berpotensi digunakan sebagai bahan baku untuk produksi pupuk. Selain untuk memperoleh komponen berharga, proses termokimia juga digunakan sekaligus untuk menghilangkan kandungan logam berat dari bahan baku yang digunakan sebelum penerapan pemupukan pada sektor pertanian. Eksperimen dasar untuk mengolah SSA dipresentasikan pada tulisan ini, dimulai dari penggunaan tanur putar untuk mengolah SSA secara termokimia dan akhirnya penggunaan proses granulasi untuk membentuk produk akhir berupa granulat yang memudahkan penyimpanan, transport dan penggunaan di lahan pertanian. Bahan donor chlor digunakan pada proses termokimia agar bereaksi dengan logam berat yang dikandung SSA sehingga kadar logam beratnya berkurang pada produk SSA yang dihasilkan. Penerapan proses granulasi menggunakan intensive mixer dari Eircih Mixer (R). Produk samping dari proses produksi caprolactam yang mengandung amonium sulfat ditambahkan dalam proses granulasi. Produk samping ini selain berfungsi sebagai penambah unsur N pada produk akhir juga berfungsi sebagai material pengikat (binding materials) dalam proses granulasi. Produk akhir dari eksperimen ini berupa produk pupuk granulat yang memiliki kekuatan dan distribusi partikel sangat layak digunakan untuk aplikasi pupuk pada sektor pertanian.Kata kunci: granulasi, pupuk, thermochemical process, sewage sludge ash
STUDY REMEDIASI TANAH TERCEMAR OLEH AKTIVITAS INDUSTRI Rifadillah Ar Rasyid; Natasya Anindhita Cools; Mardiah Mardiah
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5300

Abstract

Pembangunan suatu daerah menuju era Industri selain mendapat kesejahteraan pada manusia, juga dapat memberikan efek negatif pada lingkungan salah satunya menghasilkan limbah yang kemungkinan besar limbah tersebut dapat tercampur ke lingkungan sekitar yang menyebabkan pencemaran pada tanah. Artikel ini adalah hasil studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui berbagai cara dalam meremediasi tanah yang tercemar oleh suatu aktivitas industri, baik dalam tercemar logam berat, limbah minyak bumi, batubara, bahan kimia dan sebagainya.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskritif jenis studi kepustakaan. Penggunaan cara untuk mengatasi tanah tercemar oleh aktivitas industri dapat dilakukan dengan cara-cara yang berwawasan lingkungan seperti bioremediasi yang menggunakan mahluk hidup seperti mikroorganisme dan fitoremediasi seperti tanaman yang berperan sebagai penyerap. Pembelajaran yang dapat dilakukan dengan mempelajari cara remediasi tanah bersifat ilmiah dari berbagai metode. Hal ini bertujuan untuk mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan dalam perbaikan unsur hara pada jenis tanah, , selain itu juga dapat memberikan konsep yang nyata, bermakna dan bermanfaat yang bisa dilakukan dalam memperbaiki kualitas tanah. Kata Kunci: tanah tercemar, remediasi, bioremediasi, fitoremediasi
PROSES PERLAKUAN AWAL AMPAS TEBU DENGAN PELARUT ASAM DAN GELOMBANG MIKRO SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETHANOL MEDYA AYUNDA FITRI; YULIA TRI RAHKADIMA
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Chemurgy-Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i2.6735

Abstract

Proses pretreatment perlu dilakukan pada penggunaan ampas tebu sebagai bahan baku generasi kedua pembuatan bioethanol. Hal ini dikarenakan sebagian besar kandungan ampas tebu adalah lignoselulosa yang memiliki struktur yang kuat dan susah difermentasi. Proses pretreatment ampas tebu dengan menggunakan senyawa asam dan pemanasan gelombang mikro dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui pengaruh varibel proses yaitu konsentrasi senyawa asam (0,1; 0,4 dan 1,0 M) dan waktu reaksi (10-30 menit) terhadap komposisi produk solid yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor microwave yang diperoleh dengan memodifikasi microwave domestik dengan alat pengatur suhu dan kondensor refluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang dirancang pada penelitian ini telah berhasil mengubah struktur selulosa dan hemiselulosa pada produk yang diperoleh. Kenaikan waktu reaksi menurunkan persentase kandungan selulosa dan hemiselulosa pada produk. Pengaruh yang sama juga ditunjukan oleh perubahan konsentrasi pelarut. Kenaikan konsentrasi pelarut menyebabkan semakin kecilnya persentase selulosa dan hemiselulosa yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kristal pada ampas tebu sebelum dan sesudah reaksi mengalami penurunan. Kata Kunci: perlakuaan awal, asam, gelombang mikro, ampas tebu 
REVIEW PERKEMBANGAN METODE PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PEMURNIAN DALAM PEMBUATAN BIODIESEL Helda Niawanti
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4107

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang digunakan pada mesin diesel. Biodiesel dapat diproduksi dari berbagai jenis biomassa yang ada di alam. Pengolahan biodiesel adalah proses konversi dari trigliserida menjadi fatty acid metil ester (FAME). Metode produksi biodiesel berkembang dengan berbagai macam proses yang dipilih berdasarkan kondisi bahan baku dan kualitas biodiesel yang ingin dicapai. Produksi biodiesel dapat menggunakan metode konvensional seperti esterifikasi dengan katalis asam dan transesterifikasi dengan katalis basa. Selain itu juga terdapat metode baru seperti proses subkritis dan superkritis dengan tanpa adanya katalis. Metode umum pemurnian biodiesel adalah dengan proses wet washing dan dry washing, suatu metode konvensional untuk menghilangkan kotoran biodiesel seperti sabun, katalis, gliserol dan residu alkohol menggunakan air sebagai bahan pencuci. Selain itu, asam juga dapat digunakan sebagai bahan pencuci, seperti asam fospat, asam sulfat dan asam klorida. Dry washing merupakan metode pemurnian menggunakan resin penukar ion. Proses pemurnian biodiesel juga bisa dilakukan dengan menggunakan membran. Selain itu, juga ada cairan ionik dan pelarut eutektik yang terbentuk dari campuran garam halida organik dan senyawa organik yang bisa diaplikasikan dalam pemurnian biodiesel. Kata kunci: biodiesel, pemurnian, metode, FAME, bahan bakar
PEMBUATAN SILIKA DARI ABU BOILER KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL KATODA UDARA PADA BATERAI LOGAM UDARA Romi Andrian; Rizqi Lestari Ningrum; Mardiah Mardiah
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4493

Abstract

Baterai logam udara merupakan salah satu sumber energi baru yang memiliki nilai energi yang tinggi. Komponen-komponen nya yaitu elektroda (katoda dan anoda) dan elektrolit. Anoda yang di gunakan pada penelitian ini adalah alumunium dan katoda udara yang digunakan adalah silika dari abu boiler pabrik kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui performa dari  silika sebagai material katoda udara dengan variasi anoda serta elektrolit yang digunakan. Metodologi penelitian ini meliputi persiapan anoda dari alumunium lalu pembuatan silika dari abu boiler sebagai katoda, lalu perakitan baterai dengan susunan berlapis yaitu alumunium, kertas saring, silika dan larutan elektrolit kemudian di lakukan pengukuran kuat arus dan tegangan dengan alat multimeter. Hasil dari penelitian ini adalah hasil pengukuran tegangan listrik dan kuat arus dengan multimeter menunjukkan bahwa variasi jenis larutan elektrolit yang paling besar adalah pada larutan elektrolit NaOH dengan nilai tegangan listrik paling tinggi 1,26 volt pada berat silika 3 gram dan konsentrasi elektrolit 1 M, dan nilai kuat arus paling tinggi pada larutan elektrolit HCl yaitu sebesar 5,17 mA pada silika 1 gram dengan konsentrasi elektrolit 3 M. Kata Kunci : Baterai logam udara, katoda udara, silika, abu boiler, elektrolit
Pengaruh Laju Alir Terhadap COD, BOD dan VFA pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dalam Bioreaktor Anaerobik Elvania Br. Pandia; Hernawati Hernawati; Theresia Jari; Abdul Kahar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4591

Abstract

Limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas menggunakan reaktor anaerobik. Dalam limbah cair kelapa sawit terdapat beberapa komponen penyusun yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Volatile Fatty Acid (VFA). Perubahan terhadap kandungan dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dipengaruhi oleh laju alir yang terjadi dalam bioreaktor anaerobik. Pada penelitian ini dilakukan variasi laju alir yaitu Q1 ambient 0 L/hari, Q2 6 L/hari, Q3 24 L/hari untuk mengetahui laju alir optimal dalam pengolahan LCPKS pada bioreaktor anaerobik. Pengamatan dilakukan secara rutin dan resirkulasi sampel POME dilakukan selama ± 6 jam/hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh laju alir terhadap perubahan kadar COD, BOD, dan VFA yang terkandung dalam LCPKS dengan menggunakan bioreaktor anaerobik. Hasil dari penelitian ini adalah laju alir optimal dalam penurunan kadar COD, BOD, dan VFA dalam LCPKS yaitu sebesar 24 L/menit, dimana semakin besar laju alir yang diberikan maka kadar penurunan COD dan BOD yang terkandung dalam limbah cair kelapa sawit akan semakin besar, hal tersebut juga berlaku pada pembentukan VFA pada limbah cair, hal ini disebabkan karena penambahan variasi laju alir dapat mempengaruhi proses degradasi bahan-bahan organik dalam limbah cair kelapa sawit. Kata Kunci : POME, laju alir, bioreaktor anaerobik, biogas, LCPKS.
Pengaruh Variasi Tegangan dan Rasio [H2O2]/[COD] terhadap Penurunan COD pada Vinasse dengan Proses Elektro-Fenton Arista Dwi Rahmawati; Sarto Sarto; Muhammad Mufti Azis
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4735

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh tegangan dan rasio [H2O2]/[COD] padapenurunan kebutuhan oksigen kimiawi (COD) pada pengolahan vinasse menggunakan Elektro-Fenton. Vinasse, salah satu limbah industri bioethanol memiliki kandungan bahan organik yang tinggi dengan ditandai tingginya kadar COD hingga lebih dari 100 g/L. Proses Elektro-Fenton (EF) merupakan salah satu metode proses oksidasi lanjutan (AOP) untuk menurunkan konsentrasi senyawa organik beracun yang dapat menghambat pengolahan air limbah proses biologis dengan meningkatkan proses reaksi fenton yang memanfaatkan proses elektrokimia. Metode elektrokimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu elektrolisis dengan menggunakan elektroda besi. Penelitian ini mempelajari pengaruh tegangan dan rasio [H2O2]/[COD] untuk mengevaluasi efektivitas reaksi Elektro-Fenton. Hasil dari percobaan menggunakan reaksi Elektro-Fenton menunjukkan penurunan COD sebesar 59,25% pada tegangan 6 dan rasio [H2O2]/[COD] sebesar 0,7 yang menunjukkan bahwa perlakuan EF efektif untuk mereduksi bahan organik dalam vinasse yang dapat menghambat pengolahan air limbah proses biologis. Studi ini menghasilkan bahwa perlakuan Elektro-Fenton mampu menurunkan COD dalam vinasse dan mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh vinasse.Kata Kunci : proses oksidasi lanjutan, vinasse, elektro-fenton, wastewater treatment, kebutuhan oksigenkimiawi
PEMANFAATAN ABU BOILER SAWIT SEBAGAI BAHAN MATERIAL KATODA UDARA PADA BATERAI ALUMUNIUM UDARA Mutiara Rante Tandung; Sayidina Nur; Mardiah Mardiah
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4654

Abstract

Baterai logam udara merupakan sumber energi baru yang memiliki nilai energi yang tinggi. Komponen yang terdapat pada baterai logam udara yaitu elektroda (anoda, katoda) dan elektrolit. Anoda yang di gunakan pada penelitian ini adalah alumunium dan katoda udara yang digunakan adalah pemanfaatan abu boiler dari cangkang dan fiber dimana pada abu boiler ini  berpotensi untuk menjadi bahan katoda udara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dari abu boiler sebagai material baterai alumunium udara, dan untuk mengetahui pengaruh jenis elektrolit NaOH; HCl; NaCl, konsentrasi larutan elektrolit 1 M; 2 M; 3 M dan berat abu boiler terhadap perolehan nilai tegangan dan arus baterai. Metodologi penelitian ini meliputi persiapan anoda dari alumunium lalu pembuatan katoda udara dengan bahan baku abu boiler, lalu perakitan batrai dengan susunan berlapis yaitu alumunium, kertas saring, abu boiler dan larutan elektrolit kemudian di lakukan pengukuran kuat arus dan tegangan dengan alat multimeter. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh berat karbon aktif dan konsentrasi larutan elektrolit tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perolehan tegangan dan arus, dan untuk pengaruh jenis elektrolit memiliki pengaruh dimana hasil tegangan dan arus berturut-turut paling tinggi di tunjukkan pada larutan elektrolit NaOH. Kata Kunci : Baterai logam udara; baterai alumunium udara; abu boiler; elektrolit.
Pengaruh Temperatur Terhadap COD, BOD dan VFA pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dalam Bioreaktor Anaerobik Yulius Sitama Lewar; Herawati Herawati; Abdul Kahar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4588

Abstract

Limbah cair industri kelapa sawit yang paling utama adalah palm oil mill effluent (POME). POME dapatmerusak ekosistem perairan dan mengkontaminasi rantai makanan jika dibuang langsung ke saluranpembuangan tanpa diolah terlebih dahulu. Dalam limbah cair kelapa sawit terdapat beberapa komponenpenyusun diantaranya adalah Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), danVolatile Fatty Acid (VFA) yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas dalam suatu reaktor anaerobik.Perubahan terhadap kandungan yang terkandung dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) tersebutakan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah temperatur. Pada penelitian ini Temperatur yangdigunakan adalah temperatur ambient yaitu mengikuti temperatur lingkungan, temperatur 35˚C dantemperatur 45˚C, peningkatan temperatur bertujuan untuk mempercepat laju perombakan, sehinggamenghasilkan gas lebih optimal dan proses perombakan yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh Temperatur terhadap perubahan kadar COD, BOD, dan VFA yang terkandung dalamlimbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS). Adapun persentase removal BOD, COD yaitu sebesar 83,96 %,84,02% dan untuk VFA tertinggi terdapat pada temperatur 35˚C yaitu sebesar 9.912,45.Kata Kunci : POME, temperatur, bioreaktor anaerobik, biogas
PEMBUATAN BIO OIL DARI CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN METODE PIROLISIS Aulia Nur Afriliana; Salasiah Salasiah; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Chemurgy-Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i2.4881

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan limbah padat lignoselulosa yang dihasilkan oleh industri perkebunankelapa sawit dan memiliki tingkat ketersediaan yang berlimpah setiap tahunnya. Upaya yang dilakukan untukpengelolaan limbah adalah mengurangi daya cemar dan memanfaatkan limbah agar mendapatkan nilai tanbahdari limbah tersebut. Penanganan limbah cangkang sawit pada industri kelapa sawit sebagai bahan bakupembuatan asap cair saat ini belum optimal dan ekonomis, sehingga mendorong peneliti untuk mencari suatumetode alternatif untuk memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan baku substitusi untuk industri asap cairdi Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pengganti formalin yang seringdigunakan walau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehubungan dengan hal itu, penelitian inidilakukan dalam 2 tahap yaitu persiapan bahan baku dan proses pirolisis. Pirolisis adalah proses pembakarantanpa oksigen untuk memproduksi bio-oil, bio-char dan gas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untukmengetahui pengaruh suhu terhadap bio-oil serta untuk mengetahui densitas, viskositas dan komposisi bio-oilhasil dari pirolisis tandan kosong kelapa sawit. Pada penelitian ini digunakan variabel suhu pirolisis yaitu300°C, 350°C dan 400°C. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield bio-oil terbesar 62,55% pada suhu 400°C.Nilai densitas dan viskositas bio-oil secara berurutan yaitu 1,0178-1,020 g/cm3, dan 0,0093-0,0109 N/m2Kata Kunci: kelapa sawit, cangkang kelapa sawit, pirolisis, bio-oil

Page 6 of 13 | Total Record : 126