cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527575     EISSN : 26207435     DOI : -
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
PENGARUH PROSES AKTIVASI KIMIA TERHADAP KARAKTERISTIK ADSORBEN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate L.) Khalimatus Sa’diyah; Cucuk Evi Lusiani; Rosita Dwi Chrisnandari; Wianthi Septia Witasari; Diah Lailatul Aula; Sinta Triastutik
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.69 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4074

Abstract

Kulit pisang dianggap sebagai limbah yang tidak berguna dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun sebenarnya, kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan adsorben untuk mengikat ion logam berat karena mengandung selulosa dan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik adsorben yang dihasilkan terhadap jenis aktivator yaitu aktivator asam dan basa. Pembuatan adsorben menggunakan bahan kulit pisang yang sudah dikeringkan dikarbonisasi pada suhu 400°C selama 1,5 jam.  Setelah proses karbonasi, adsorben diaktivasi menggunakan aktivator basa (larutan NaOH) dan aktivator asam (larutan H2SO4) dengan konsentrasi 2 N selama 5 jam. Berdasarkan hasil penelitian, limbah kulit pisang kepok yang telah mengalami karbonasi memiliki kandungan yang terdiri dari 8,42% kadar air, 11,15% kadar abu, 24,65% kadar volatile matter, dan 55,78% kadar Fixed Carbon. Adsorben dengan aktivator basa memberikan nilai kadar air, abu, dan volatile matter yang lebih tinggi dibandingkan aktivator asam. Namun, nilai kadar fixed carbon dan daya serap adsorben terhadap iodium pada aktivator basa lebih rendah daripada aktivator asam. Pada aplikasi limbah nikel, aktivator basa memberikan nilai penurunan kadar nikel lebih tinggi daripada aktivator asam. Kata kunci : Adsorben, karakteristik, aktivator, kulit pisang kepok
SIMULASI PENGARUH REFLUX RATIO PADA PROSES PEMURNIAN ETIL ASETAT DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF MENGGUNAKAN CHEMCAD Aldila Afini Rahima; Ernia Novika Dewi
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.819 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4071

Abstract

Kebutuhan etil asetat di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Etil asetat di industri banyak dimanfaatkan sebagai pelarut dan bahan aditif untuk meningkatkan bilangan oktan pada bensin. Pemisahan campuran terner etil asetat/etanol/air tidak dapat dilakukan dengan distilasi konvensional karena adanya titik azeotrop. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif. Distilasi ekstraktif merupakan proses pemisahan campuran yang terkendala titik azeotrop dengan menambahkan zat ketiga yang bersifat non-volatile dan biasanya disebut sebagai solvent atau entrainer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh reflux ratio terhadap proses pemurnian etil asetat untuk mendapatkan etil asetat dengan kemurnian tertinggi. Simulasi dilakukan pada kolom distilasi ekstraktif dengan software CHEMCAD dan menggunakan model termodinamika NRTL. Hasil simulasi terbaik diperoleh pada reflux ratio 2,0 dengan kemurnian etil asetat 98% mol pada suhu 77oC dengan laju alir mol etil asetat sebesar 85,09 kmol/jam. Kata Kunci : CHEMCAD, distilasi ekstraktif, etil asetat, reflux ratio
STUDI PENGARUH KONSENTRASI UMPAN GLISEROL PADA PROSES PEMURNIAN TRIASETIN BERBASIS CHEMCAD Nurhaning Ilmika Nugraheny; Ade Sonya Suryandari
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.611 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4076

Abstract

Gliserol merupakan produk samping dari biodiesel yang dihasilkan dari proses transesterifikasi. Melalui reaksi esterifikasi gliserol dengan asam asetat akan membentuk triasetin. Triasetin merupakan bahan baku terbarukan serta ramah lingkungan yang dapat meningkatkan nilai oktan dan anti-knocking pada mesin mobil. Gliserol merupakan bahan baku utama yang dapat mempengaruhi kemurnian produk triasetin. Pengaruh konsetrasi umpan gliserol dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian triasetin. Kemurnian produk triasetin minimal 99,8% di tetapkan dalam penelitian ini. Untuk mendapatkan triasetin dengan kemurnian dan jumlah yang tinggi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan konsentrasi umpan gliserol pada simulasi ChemCAD. Simulasi dilakukan dengan mengutamakan penentuan konsentrasi gliserol pada aliran feed tank dengan melakukan trial mulai konsentrasi 90%. Hasil yang di dapatkan semakin tinggi konsentrasi gliserol akan dihasilkan jumlah produk triasetin yang semakin banyak, namun semakin tinggi konsentrasi gliserol akan di dapatkan produk triasetin dengan kemurnian rendah. Sehingga dari simulasi yang telah dilakukan konsentrasi gliserol optimum adalah 99% dan jumlah produk triasetin sebesar 2339 kg/jam dengan kemurnian 99,94%. Kata Kunci : ChemCAD, Feed Tank, Gliserol, Triasetin 
STUDI PEMILIHAN REAKTAN PADA PABRIK METIL ESTER SULFONAT (MES) DARI FATTY ACID METHYL ESTER (FAME) Anasthasia Putri; Asalil Mustain
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4075

Abstract

Perkembangan teknologi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan berjalannya waktu, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Perkembangan ini juga dialami oleh industri oleochemical. Seiring dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan produk industri oleochemical terus meningkat. Salah satu produk yang dibutuhkan yaitu surfaktan yang banyak digunakan pada industri detergent, dimana salah satu jenis surfaktan anionik yaitu Metil Ester Sulfonat (MES). Proses pembuatan MES melalui beberapa tahap proses, meliputi proses sulfonasi, proses bleaching, proses netralisasi, dan proses pengeringan. Proses pembuatan MES dibedakan pada jenis reaktan yang digunakan pada proses sulfonasi. Pada proses sulfonasi, reaktan yang digunakan beupa oleum-H2SO4 atau SO3 direaksikan dengan Fatty acid methyl ester (FAME). Reaktan SO3 lebih banyak digunakan karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya dapat menghasilkan produk dengan yield tinggi serta bernilai ekonomis. Maka dari itu perlu dilakukannya pemilihan proses dalam pembuatan Metil Ester Sulfonat (MES). Pendirian pabrik Metil Ester Sulfonat (MES) dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dipilih proses sulfonasi menggunakan reaktan SO3. Hal ini dikarenakan mempertimbangkan aspek teknis, operasi, dan ekonomis. Kata kunci: surfaktan anionik, methyl ester sulfonat, SO3
PEMBAKARAN RUMPUT GAJAH UNTUK MENGHASILKAN HOT OIL DAN MEMBANGKITKAN TENAGA LISTRIK PADA INDUSTRI KIMIA Agnes Cicilia Manopo; Fika Dwi Oktavia; Nur Aini; Indah Lestari; Ari Susandy Sanjaya; Novy Pralisa Putri; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4068

Abstract

Penggunaan rumput gajah menjadi alternatif baru pengganti fosil. Pembakaran rumput gajah akan menghasilkan panas (thermal) yang mampu memanaskan oil sebagai pengganti steam dan berpotensi sebagai pembangkit listrik dengan siklus Organic Rankine Cycle (ORC) pada pabrik industri kimia. Pembakaran sempurna rumput gajah membutuhkan 50% udara berlebih untuk menghasilkan gas dengan komposisi N2, CO2,O2, H2O, SO2, dan NO2. Penggunaan bahan baku 730 kg rumput gajah mampu memanaskan therminol 66 (hot oil) pada suhu 300 ºC dengan laju alir 38.400 kg/jam. Pada siklus Organic Rankine Cycle (ORC) digunakan R245FA sebagai fluida kerja yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Terjadi perubahan fase pada R245FA dari fasa cair pada suhu 51ºC menjadi fasa uap pada suhu 150ºC  dengan tekanan 31 bar yang terjadi di evaporator. Kerja sebesar 427 kW dapat dihasilkan dengan menurunkan suhu dan tekanan menjadi 106ºC, 3 bar pada turbin dengan effisiensi kerja sebesar 27%. Penghematan dilakukan dengan cara mendaur ulang R245FA yang dilewatkan pada kondensor sehingga terjadi perubahan fase dimana R245FA menjadi fasa cair kembali pada suhu 50ºC. R245FA di pompakan kembali menuju evaporator dengan menaikan tekanan dan suhu. Siklus terjadi terus-menerus sehingga tidak perlu penambahan R245FA. Kata kunci: Pembakaran, Rumput Gajah, Hot Oil, Listrik, ORC. 
KARBONISASI LIMBAH KELAPA SAWIT DENGAN PROSES HIDROTERMAL SEBAGAI BAHAN BAKU ELEKTRODA SUPERKAPASITOR Tantra Diwa Larasati; Tirto Prakoso; Jenny Rizkiana
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5916

Abstract

Limbah kelapa sawit merupakan sumber biomassa yang melimpah di Indonesia. Ketersediaan biomassa kelapa sawit ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk bernilai tambah tinggi. Salah satu produk yang dapat dihasilkan adalah karbon aktif. Karbon aktif merupakan material berpori dan memiliki konduktivitas yang baik, membuat karbon aktif cocok digunakan sebagai material elektroda superkapasitor. Karbon aktif dibuat melalui dua proses utama yaitu karbonisasi dan aktivasi. Proses karbonisasi yang dilakukan adalah karbonisasi hidrotermal dilanjutkan dengan aktivasi secara fisika. Penelitian ini difokuskan pada pembuatan karbon aktif berbasis limbah kelapa sawit dengan proses karbonisasi hidrotermal untuk bahan baku superkapasitor. Mesopore area dari karbon aktif terbentuk akibat penggunaan CaCl2 sebagai agen pengaktivasi selama proses hidrotermal. Karbon aktif yang dihasilkan dari tandan kosong kelapa sawit memiliki luas permukaan 375 – 723 m2/g dan ukuran pori 3,4 – 5,6 nm. Pada penelitian ini, karbon aktif digunakan sebagai elektroda kerja pada superkapasitor tipe hybrid simetrikal. Sel superkapasitor ini mampu menghasilkan kapasitansi sebesar 4,3015 F/g.
EKSTRAKSI SENYAWA ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED HYDRODISTILLATION (MAHD) Qifni Yasa Ash Shiddiqi; Achmad Dwitama Karisma
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5699

Abstract

One of the problems in Indonesia is the use of synthetic dyes in textiles and food. Synthetic dyes themselves can be replaced by natural dyes that are safer for health. Natural dyes can be produced from the pericarp of red pitaya (Hylocereus polyrhizus). The pericarp of the red pitaya has an anthocyanin content of 186.90 mg/100gram. The taking of anthocyanin compounds is usually done using several types of extraction methods. This study used Microwave-Assisted Hydrodistillation (MAHD) method. This method can utilize microwaves to extract natural material compounds. Extraction is performed using ethanol-water solvent (4:1 ratio), material size of ≤0.25 mm with variations in extract time of 2, 4, and 6 minutes. This research discovered that the optimum conditions were at 4 minutes in the MAHD method with an anthocyanin concentration of 52,184 (mg / 100g).
MODEL KINETIKA ADSORPSI LOGAM BERAT Cu MENGGUNAKAN SELULOSA DAUN NANAS NOVI EKA MAYANGSARI; ULVI PRI ASTUTI
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5477

Abstract

Limbah industri tekstil yang cukup berbahaya jika langsung dibuang ke lingkungan adalah logam berat Cu. Salah satu cara pengolahan logam berat Cu mengunakan metode adsorpsi. Pemilihan adsorben yang tepat pada proses adsorpsi mampu memberikan efisiensi pengolahan yang tinggi. Adsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah selulosa daun nanas. Alasan pemilihan adsorben ini karena limbah daun nanas ketersediaannya melimpah di Indonesia sehingga cukup mudah didapatkan, selain itu daun nanas memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu sekitar (69,5-71,5)%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kinetika proses adsorpsi logam berat Cu menggunakan adsorben selulosa daun nanas. Proses adsorbsi logam Cu menggunakan pengadukan dengan kecepatan 90 rpm selama 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama waktu kontak proses adsorpsi maka persen removalnya semakin tinggi. Proses adsorpsi pada penelitian ini berlangsung optimum pada waktu kontak 90 menit. Setelah itu proses adsorpsi dievaluasi menggunakan Isoterm Freundlich dan Langmuir. Hasil penelitian menunjukkan proses adsorpsi logam berat Cu mengikuti model isotherm Freundlich dengan nilai N dan Kf masing-masing sebesar -0,81826 dan 13,614. Model isoterm Freundlich digunakan untuk menentukan kinetika adsorpsi logam Cu dengan membandingkan persamaan orde nol, orde satu, orde dua, dan orde tiga. Kinetika adsorpsi penelitian ini mengikuti kinetika orde tiga dengan nilai k3 sebesar 0,00004.
PENGARUH KONSENTRASI HCl TERHADAP SINTESIS KOAGULAN FERI KLORIDA SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN LIMBAH LOGAM Fe PASCA REGENERASI PROSES ADSORPSI Dheanti Rizky Amelia; Fitriyana Firiyana
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.5705

Abstract

Ion besi yang larut di dalam air dengan konsentrasi melebihi standar lingkungan, apabila dikonsumsi, akan terakumulasi menjadi racun yang berbahaya. Adsorpsi merupakan salah satu metode pengolahan yang sering kali digunakan untuk mengurangi jumlah besi terlarut, namun proses regenerasi adsorben menyisakan produk samping berupa Fe terlarut yang dapat berbahaya bila dibuang kembali ke lingkungan. Salah satu alternatif untuk mengolah hasil regenerasi Fe terlarut ini adalah mengoksidasi serta mensintesisnya dengan HCl menjadi koagulan feri klorida (koagulan FeCl3). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi HCl dan menentukan kondisi optimum sehingga dapat menghasilkan produk berupa koagulan FeCl3. Larutan simulasi dibuat dari padatan FeSO4.7H2O sebanyak 50 g, kemudian dilarutkan dengan aquadest. Setelah itu, ditambahkan NaOH 1 N sebanyak 80 ml hingga larutan berubah warna. Larutan akan dipanaskan selama 2 jam, kemudian ditambahkan HCl sebanyak 15 ml dengan variasi konsentrasi 28%, 30%, 32%, 34% dan 36%. Sampel akan dianalisis dengan Spektrofotometer Uv-Visible. Kondisi terbaik diperoleh pada variasi penambahan HCl 32% dengan konsentrasi maksimum koagulan sebesar 143,426 ppm. Kata kunci: Fe, koagulan feri klorida, konsentrasi HCl, oksidasi, sintesis
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE PIROLISIS MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Juliya Ascha Riandis; Agus Restu Setyawati; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.4755

Abstract

Masyarakat membakar plastik untuk mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan, padahal sampah plastik jika dibakar akan menghasilkan gas hidrogen sulfida (H2S) yang dapat menjadi racun bagi lingkungan. Sehingga dari itu dibutuhkan solusi untuk menanggulangi jumlah sampah plastik diantaranya dengan mengolah sampah plastik sebagai bahan bakar alternatif dengan pirolisis. Pirolisis merupakan suatu proses dekomposisi material dengan temperatur tinggi serta tanpa adanya O2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan volume minyak di dalam sampah plastik berdasarkan jenis plastik yang diteliti serta mengetahui pengaruh suhu terhadap densitas, dan berat abu. Penelitian ini menggunakan dua jenis plastik yaitu jenis LDPE dan plastik campuran yaitu plastik bekas kemasan makanan dan minuman instan dengan massa setiap sampel yaitu 150 g dan perbandingan suhu 350˚C, 400˚C, 450˚C. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan suhu terhadap densitas pada plastik LDPE, semakin tinggi suhu maka densitas semakin tinggi sedangkan pada plastik campuran apabila semakin tinggi suhu maka semakin rendah densitas. Perbandingan suhu terhadap berat abu yang didapatkan adalah pada temperatur rendah wax cenderung terbentuk dari minyak pirolisis yang dihasilkan dimana semakin besar temperatur pada proses pirolisis wax yang dihasilkan akan berkurang sedangkan sisa abu/lapisan film dari plastik campuran ada di semua variasi suhu. Perbandingan suhu terhadap volume minyak yang diperoleh adalah suhu berbanding lurus dengan volume minyak yang diperoleh.Kata Kunci: pirolisis, LDPE, densitas, abu, volume minyak

Page 5 of 13 | Total Record : 126