cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Binaniaga
Published by STIE Binaniaga
ISSN : 02164094     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ilmiah Binaniaga (J.I Binaniaga) is an international peer-reviewed and open access journal that focuses on the fields of management fields such as Office Management, Production Management, Marketing Management, Financial Management, Personnel Management, Strategy Management.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN KETENTUAN BANK INDONESIA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2013 NO. 15/40/DKMP TERHADAP PELAKSANAAN PROSES KPR BANK MANDIRI CABANG BOGOR Rizki Ahmad Fauzi; Teguh Pribowo
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.285

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; Mengetahui perbedaan proses KPR di Bank Mandiri sebelum dan sesudah dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia No. 15/40/DKMP, Mengetahui tindakan yang dapat dilakukan Bank Mandiri dalam mengatasi dan menyesuaikan pemberian Kredit terhadap keputusan Bank Indonesia No. 15/40/DKMP agar dapat diterima oleh para nasabah KPR. Mengetahui solusi yang bertujuan untuk meningkatkan nasabah yang akan mengajukan KPR di Bank Mandiri setelah penerapan ketentuan Bank Indonesia No. 15/40/DKMP. Perubahan proses KPR di Bank Mandiri yang dipengaruhi oleh ketentuan Bank Indonesia no 15/40/DKMP tahun 2013 adalah sebagai berikut: Perubahan LTV yang berfungsi menentukan limit kredit untuk produk KPR Mandiri berdampak konsumen wajib menambah DP (Down Payment) atau uang muka setiap kepemilikan KPR yang masih berjalan; Penilaian agunan di Bank Mandiri memakai jasa penilai independent atau KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) yang menghasilkan penilaian agunan yang kecil dari harga price list di developer; Pola pencairan dana KPR mengacu pada perkembangan pembangunan agunan. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode Independent T-Test maka dapat diketahui: DTBO (Data To Business Organisation), dengan nilai Sig(2-tailled) sebesar 0.000 < 0.05; SPPK (Surat Penawaran Persetujuan Kredit), dengan nilai Sig(2-tailled) sebesar 0.000 < 0.05; DISB (Disbursment), dengan nilai Sig(2-tailled) sebesar 0.000 < 0.05. Hasil pengujian metode Independent T-Test ini sesuai dengan data perolehan aplikasi pada saat pengajuan, disetujui, dan dicairkannya fasilitas KPR oleh Bank Mandiri kepada konsumen, yaitu mengalami penurunan pada tahun 2014 – Juli 2015 dibandingkan dengan tahun 2012 - 2013, sehingga ketentuan Bank Indonesia no. 15/40/DKMP mempunyai pengaruh terhadap proses dan hasil pencairan aplikasi KPR di Bank Mandiri khususnya di wilayah Bogor. Kata Kunci : Ketentuan Bank, Proses KPR.
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN SIX SIGMA (Studi Kasus pada PT. Sepatu Mas Idaman Periode Tahun 2011 - 2014) Adri Wihananto; Devi Febrianti
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.301

Abstract

Persaingan yang terjadi didunia manufaktur menyebabkan perusahaan harus memiliki strategi masing-masing untuk mampu bertahan bahkan bersaing dengan perusahaan lainnya. Peningkatan kualitas menjadi salah satu usaha perusahaan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Berbagai metode digunakan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan kualitas produk maupun jasa perusahaan. Salah satu metode tersebut yaitu six sigma. Sig sigma merupakan sebuah metode terstruktur untuk memperbaiki suatu proses yang difokuskan untuk memperkecil variasi yang terjadi dalam suatu proses. PT. Sepatu Mas Idaman merupakan salah satu perusahaan yang selalu berusaha melakukan peningkatan kualitas produknya. Untuk itu penulis melakukan analisa terhadap pengendalian kualitas dengan menggunakan metode six sigma pada PT. Sepatu Mas Idaman. Tahap-tahap yang digunakan yaitu tahap DMAIC (define, measure, analyze, improve, control). Pada penelitian ini menggunakan aplikasi minitab untuk membantu menganalisa terutama pada tahap perhitungan p-chart dan diagram pareto. Hasil dari analisa data menunjukkan bahwa PT. Sepatu Mas Idaman telah melakukan pengendalian kualitas dengan cukup baik, dilihat dari nilai DPMO 953,92 dan tingkat sigma 4,6. Kata kunci : DPMO, DMAIC, Six Sigma
ANALISA RASIO KEUANGAN DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. TELKOM, Tbk Kamilah Sa&#039;diah; Jajatulloh .
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti mengenai pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas perusahaan terhadap harga saham. Rasio keuangan yang di teliti yaitu Current Ratio (CR), Total debt to total asset ratio (DAR), Return On Equity (ROE) sebagai variable independent dan harga saham sebagai variable dependent. Periode yang dilakukan untuk penelitian ini adalah 2005 s/d 2015 dengan mengakses data laporan keuangan dan harga saham PT. Telkom, Tbk di www. idx.co.id. Metode sample yang digunakan adalah purposive sampling dimana teknik penentuan sample dengan berdasarkan kriteria-kriteria atau pertimbangan tertentu. Metode statistik yang digunakan dalam peneliatn ini adalah metode regresi linier berganda. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa varibel rasio Current Ratio (CR), Total debt to total asset ratio (DAR), Return On Equity (ROE) secara simultan atau bersama-sama tidak signifikan terhadap harga saham. Kata Kunci : Rasio keuangan, Current Ratio (CR), Total debt to total asset ratio (DAR), Return On Equity (ROE) dan harga saham.
ANALISIS KOMPARATIF VOLUME PENJUALAN PRODUK TABUNGAN FAEDAH SEBELUM DAN SESUDAH DITETAPKAN KEBIJAKAN TARIF (Studi Kasus pada Bank BRI Syariah KCP Cibinong) Syarief Gerald Prasetya; Ana Annisa
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.291

Abstract

Dalam jasa perbankan terdapat pendapatan jasa yang disebut fee based income yang berwujud tarif atau biaya jasa yang merupakan pendapatan kedua dari sebuah bank. Tarif atau biaya dapat dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi volume penjualan suatu produk di perusahaan perbankan, penetapan tarif pada Bank BRI Syariah yang terbilang baru dilihat cukup mempengaruhi minat calon nasabah, yang berakibat pada kondisi volume penjualan produk tabungan. Untuk itu penelitian inii bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tarif atau biaya baru terhadap volume penjualan tabungan pada Bank BRI Syariah. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Untuk mengolah dan menganalisis data yang diperoleh serta membuat kesimpulan penelitian digunakan alat statistik Independen Sampel T-test dengan bantuan SPSS versi 16.0. Data diperoleh melalui volume penjualan mulai dari periode Juli 2013 hingga sampai dengan bulan Desember 2015. Hasil analisis data menunjukan nilai dari hasil penjualan sebelum ditetapkan tarif yaitu 2815 pembukaan rekening, Sedangkan nilai dari hasil penjualan sesudah ditetapkan tarif yaitu 538 pembukaan rekening. Hasil dari analisa dengan menggunakan Independent Sampel T-test menunjukan bahwa perbandingan total volume penjualan tabungan FAEDAH sebelum dan sesudah ditetapkan tarif mengalami perubahan yang signifikan Kata kunci : Kebijakan Tarif, Volume Penjualan
PENGARUH LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012 – 2016 ) Wartoyo Hadi; Winda Herlina
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v14i1.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas dalam memprediksi harga saham pada perusahaan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Terdapat empat perusahaan rokok yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, diantaranya perusahaan Bentoel Internasional Investama Tbk., Gudang Garam Tbk, Handjaya Mandala Sampoerna Tbk., dan Wismilak Inti Makmur Tbk. Dalam penelitian ini likuiditas (current ratio), solvabilitas (debt to equity ratio), profitabilitas (return on assets) dan aktivitas (total assets turnover) merupakan variabel bebas, sedangkan harga saham sebagai variabel terikat. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat baik secara simultan (uji F) maupun secara parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham adalah Return on Assets dengan nilai t-hitung sebesar 2,288 dan tingkat signifikansi sebesar 0,037 , sedangkan Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Total Assets Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kata kunci : Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Total Assets Turnover, Harga Saham.
PENERAPAN METODE ABC DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA DIVISI GMS DI GIANT BOTANI SQUARE BOGOR (Studi Kasus Di departement Electronik) Asna Manullang; Muhamad Romi Ramdan
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.286

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui pengelolaan dan pengendalian persediaan barang pada Divisi GMS Giant Botani Square Bogor, untuk mengetahui cara mengimplementasikan persediaan barang dengan metode ABC Divisi GMS. Pada Divisi GMS produk yang masuk kedalam Kategori A sebanyak 232 item dari total 890 item yang tersedia, mempunyai kontribusi sales ke departemen sebesar 42.54 % dan 20.32 % kontribusi sales ke divisi GMS. Untuk kategori B, contoh barang (POLYTRON LED 20INCH PLD20D900) memiliki volume tahunan hanya 7 unit untuk satu tahun, memiliki harga per unit cukup tinggi yaitu sebesar Rp.1.326.520, (POLYTRON WASHING MACHINE PWM 7556) memiliki volume penjualan 21 unit harga Rp.1.275.800, (SONY HOME THEATER DAV-TZ140) memiliki volume penjualan 13 unit harga Rp.1.259. 091, Pada produk yang masuk kategori B. jumlah pemesanan yang dilakukan sekitar 1 kali dalam satu minggu, hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang yang cukup ditoko, reorder barang sangat diperlukan dikarenakan pada saat stock barang ditoko sudah kurang maka perlu dilakukakn pemesanan kembali, perhitungan waktu kedatangan perlu dilakukan pada saat melakukan pemesanan sampai dengan penerimaan barang, hal ini bertujuan agar waktu yang diperlukan tidak terlalu lama yang berakibat kekosongan barang di toko. Kata Kunci : Pengendalian Persediaan, Metode ABC.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BENANG PADA PRODUK UNDERWEAR DENGAN METODE EOQ (Studi Kasus pada PT. Indonesia Wacoal) Rizki Ahmad Fauzi; Rudi Hartono
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v14i1.302

Abstract

Mengendalikan persediaan dengan tepat bukanlah hal yang mudah. Jumlah persediaan yang terlalu besar akan mengakibatkan timbulnya dana yang dikeluarkan menjadi terlalu besar, selain itu resiko kerusakan bahan baku juga menjadi lebih besar. Namun bila persediaan terlalu sedikit akan mengakibatkan terjadinya kekurangan persediaan yang menghambat proses produksi. Metode pengendalian persediaan yang dibandingkan dalam penelitian ini yakni metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengendalian persediaan bahan baku benang ada PT. Indonesia Wacoal yang efektif dan efisien agar tercapai hasil produksi yang optimal menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode EOQ adalah metode perhitungan yang mengidentifikasi kuantitas pemesanan atau pembelian optimal dengan tujuan meminimalkan biaya persediaan yang terdiri dari biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Perhitungan data yang digunakan adalah data mulai tahun 2014 hingga Agustus 2016. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa total biaya persediaan bahan baku benang polina polina yang harus dikeluarkan perusahaan lebih besar bila dibandingkan dengan total biaya persediaan yang dihitung menurut metode EOQ. Terjadi penghematan pada tahun 2014 pada benang polina 110 (998) sebesar Rp 3.760.889 tahun 2015 sebesar Rp 2.565.837 dan tahun 2016 sebesar Rp 10.993.200. Pada tahun 2014 pada benang polina 110 (999) sebesar Rp 2.225.378 tahun 2015 sebesar Rp 1.857.287 dan tahun 2016 sebesar Rp 3.928.178. pada tahun 2014 pada benang polina 110 (997) sebesar Rp 3.959.323 tahun 2015 sebesar Rp 4.874.495 dan tahun 2016 sebesar Rp 6.117.023. Kata kunci: Bahan Baku, Economoic Order Quantity, Persediaan
ANALISA PERBANDINGAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2011-2014 Kamilah Sadi’ah; Ditha Anggraeni
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan analisis likuiditas, analisis solvabilitas, dan analisis profitabilitas sebagai alat untuk mengukur kinerja keuangan terhadap perusahan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada tahun 2011-2014. Adapun perusahaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini diantaranya adalah PT Ciputra Development Tbk, PT Cowell Development Tbk, PT Intiland Development Tbk, PT Megapolitan Development Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif. Kegiatan penelitian ini meliputi pengumpulan data, menganalisis data, meginterpretasi data, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengacu pada penganalisisan data tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu berupa laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca dan laba/rugi perusahaan dari tahun 2011-2014. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka Yaitu pengumpulan data dengan membaca literaturliteratur, tulisan ilmiah, serta sumber tertulis lainnya, kemudian Penelitian Lapangan yaitu metode pengumpulan data melalui pengamatan dan penelitian yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Dan yang terakhir rasio keuangan diantaranya rasio likuiditas terdiri dari current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Kemudian rasio solvabilitas terdiri dari debt ratio dan debt to equity ratio. Dan yang terakhir rasio profitabilitas, terdiri dari net profit margin, gross profit margin, return on asset, dan return on equity. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari sisi likuiditas PT Ciputra dan PT megapolitan memiliki nilai rasio yang bagus karena berada di atas 100% yang merupakan nilai titik aman. Dari segi solvabilitas PT Megapolitan dan PT Bakrieland yang memiliki nilai rasio yang baik karena nilai dibawah 100%. Dari segi profitabilitas GPM dan NPM PT Ciputra dan PT Intiland, memiliki nilai GPM dan NPM yang baik karena disetiap tahunnya nilai GPM dan NPM mengalami kenaikan. Sedangkan untuk PT Cowell, PT Megapolitan, dan PT Bakrieland memiliki nilai GPM dan NPM yang naik turun disetiap tahunnya. Sedangkan untuk ROA dan ROE yang memiliki nilai baik adalah PT Ciputra, PT Intiland, dan PT Megapolitan karena selama empat tahun berturut-turut nilai ROA dan ROE mengalami kenaikan. Sedangkan untuk perusahaan lainnya nilai ROA dan ROE tidak stabil yaitu naik turun. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Analisis Rasio Keuangan
ANALISIS FAKTOR DAYA TARIK KREDIT USAHA MIKRO PADA PT. BANK MANDIRI KCP MANDIRI MITRA USAHA BOGOR BOJONGGEDE Ridla Tsamrotul Fuady; Seftiani Azzahra
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.297

Abstract

Upaya untuk menyokong usaha mikro, dan kecil telah dilakukan pemerintah. Berbagai strategi dan langkah telah dijalankan. Ada yang melalui hibah tambahan permodalan, sokongan infrastruktur, kredit berbunga rendah dan bersubsidi, dana bergulir, dan banyak masih lagi. Hasil dari semua langkah itu bergantung pada kesesuaian kebutuhan riil usaha yang berkait erat dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat, dengan implementasi dari strategi yang diterapkan. Di luar masalah budaya dan tata cara hidup masyarakat yang berbedabeda di setiap tempat, secara universal ada empat kebutuhan pokok yang dibutuhkan semua orang untuk menjalankan suatu usaha. Empat kebutuhan pokok tersebut adalah: lahan usaha/tempat, sumber daya manusia, teknologi, dan modal. Jika hendak merancang sebuah langkah yang bertujuan untuk menyokong usaha mikro dan kecil, seyogyanyalah kita memandang persoalan yang dihadapi oleh para pengusaha mikro dan kecil dari keempat perspektif tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah :1) Untuk mengetahui produk Kredit usaha Mikro pada PT Bank Mandiri KCP Mandiri Mitra Usaha Bogor Bojonggede. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor daya tarik Kredit Usaha Mikro pada PT Bank Mandiri KCP Mandiri Mitra Usaha Bogor Bojonggede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan verifikatif yaitu metode untuk mengumpulkan informasi dengan cara menanyai orang melalui daftar pertanyaan atau kuisioner yang terstruktur. Sedangkan metode verifikatif adalah metode yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan perhitungan statistik. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 203 responden yang merupakan pelanggan Bank Mandiri KCP Mandiri Mitra Usaha Bogor Bojonggede. Hasil penelitian yaitu : 1). Produk Kredit Usaha Mikro pada PT Bank Mandiri Bogor Bojonggede adalah salah satu produk Bank Mandiri sebagai fasilitas pembiayaan yang dapat diberikan kepada semua pemilik usaha mikro dan usaha rumah tangga baik berbentuk perusahaan, kelompok usaha, dan perorangan (seperti pedagang, petani, peternak, dan nelayan) yang dipergunakan untuk memperbesar usahanya. 2). Faktor-faktor yang menjadi daya tarik Kredit Usaha Mikro pada PT Bank Mandiri KCP Mandiri Mitra Usaha Bogor Bojonggede yang paling dominan yaitu : a. Biaya administrasi buku Mandiri Tabunganmu sangat murah, b. Lokasi Bank yang mudah dijangkau oleh kendaraan umum, c. Karyawan menggunakan seragam kerja rapih dan bersih, d. penyediaan notaris untuk akad kredit memudahkan nasabah. e. Promosi lewat internet dan on line. Key Word : Daya Tarik, Kredit Usaha Mikro
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MINAT NASABAH MEMILIKI KARTU KREDIT BCA PADA PT. BANK CENTRAL ASIA CABANG MANGGA BESAR RAYA Asna Manullang; Debih Arliana
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.292

Abstract

Tingkat pencapaian minat nasabah untuk memiliki kartu kredit BCA dipengaruhi oleh delapan kelompok variabel yang dikenal sebagai 8P yaitu Product, Price, Place, Promotion, Process, Physical evidence, People dan Produktivity and quality. Penelitian dilakukan di PT.Bank Central Asia, Jalan Mangga Besar Raya No. 128 Jakarta Pusat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor minat nasabah memiliki kartu kredit BCA. Penelitian ini menggunakan 2 metoda yaitu metoda deskriptif yaitu mengembangkan produk dan jasa yang sudah ada dan analisa kuantitatif dibagi menjadi dua analisa yang pertama analisa uji validitas dan analisa uji reabilitas. Data yang dianalisa yaitu analisis faktorfaktor yang menjadi daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA dapat dihitung dan diteliti langsung, data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Responden telah mengisi 33 pertanyaan yang disebut dengan variabel dengan nilai skor dan dibagi berdasarkan kelompok sebagai faktornya. Hasil analisis dapat disimpulkan daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA ada 7 faktor utama. Faktor pertama Produk dengan nilai varians (11,74), faktor ke dua adalah Harga dengan nilai varians (10,73%), faktor ke tiga adalah Distribusi dengan nilai varians (8%), faktor ke empat adalah Promosi dengan nilai varians (7,77%), faktor ke lima adalah Proses dengan nilai varians (6,75%), faktor ke enam adalah Fisik dengan nilai varians (6,28%) dan faktor ke tujuh adalah Kualitas dengan nilai varians (5,76%). Faktor produk merupakan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA. Faktor ini dapat menerangkan keragaman data (varians) sebesar 11,74%. Dari beberapa analisis yang diperoleh bahwa faktor produk sangat berpengaruhi positif terhadap keputusan konsumen dalam memiliki kartu kredit BCA karena konsumen menginginkan produk yang baik agar dapat mempermudah transaksi dimana saja dan kapan saja. Kata Kunci: BCA, kartu kredit, Keputusan Nasabah

Page 9 of 13 | Total Record : 125