cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Binaniaga
Published by STIE Binaniaga
ISSN : 02164094     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ilmiah Binaniaga (J.I Binaniaga) is an international peer-reviewed and open access journal that focuses on the fields of management fields such as Office Management, Production Management, Marketing Management, Financial Management, Personnel Management, Strategy Management.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA BANK BJB CABANG DEPOK Wina Endra Nitha; Ade Maulana Yusuf
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v14i1.304

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah pada Bank bjb Cabang Depok. 2. Pengaruh Customer Relationship Management terhadap loyalitas nasabah pada Bank bjb Cabang Depok. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Structural Equation Modelling dari program IBM SPSS Statistics Amos versi 20. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi LNB = 0,396 KPN + 0,028 CRM dari persamaan diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa konstruk/variabel kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang lebih kuat terhadap loyalitas nasabah dibandingkan dengan customer relationsip management. Variabel kualitas pelayanan memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas nasabah, dibuktikan dengan nilai CR sebesar 3,848 > 1,96 dan angka p adalah 0,000, angka ini jauh dibawah 0,05. Sehingga dalam rangka meningkatkan loyalitas nasabah perusahaan harus tetap menjaga dan meningkatkan lagi kualitas pelayanannya. Variabel customer relationship management memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas nasabah, dibuktikan dengan nilai CR sebesar 2,322 > 1,96 dan angka p adalah 0,006, angka ini jauh dibawah 0,05 . Oleh karena itu dalam meningkatkan loyalitas pelanggan perusahaan harus tetap menerapkan customer relationship management. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan dan Customer Relationship Management Terhadap Loyalitas Nasabah
ANALISA KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR KOMPONEN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011 – 2015) Indar Khaerunnisa; Edy Cahyadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.299

Abstract

The Indonesian government has set the motor vehicle industry as one of the priority industries of the national interest, economic growth, and increased productivity. In order for the survival of a company is maintained, then the management should be able to maintain or even more spur increased performance. Various analyzes were developed to predict the beginning of the bankruptcy of the company. One analysis is widely used today is the analysis of Altman Z-Score, which this analysis refers to the financial ratios of the company. The purpose of this study was to analyze the bankruptcy of the automotive components companies that go public in Indonesia Stock Exchange year period 2011–2015. This study used a sample of four companies from the automotive components sector. Source of data is done by using secondary data. The data is processed by the method of the Z-score formula Z = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 0,999X5. With the description of Z < 1,8 the company categorized into unhealthy/will be bankrupt, the value Z 1,8 < 2,99 the company is considered to be in the uncertain/grey area and the value of Z > 2,99 then the company is in a very healthy. In general, the results of these studies indicate that the four automtive components companies namely PT Astra Otoparts year 2011 value of Z = 14,67 year 2012 value of Z = 10,88 year 2013 value of Z = 13,90 year 2014 value of Z = 10,54 year 2015 value of Z = 4,94, PT Gajah Tunggal year 2011 value of Z = 5,72 year 2012 value of Z = 4,75 year 2013 value of Z = 3,10 year 2014 value of Z = 2,79 year 2015 value of Z = 1,58 and the average value of 2011-2015 periode Z = 3,59, PT Goodyear Indonesia year 2011 value of Z = 2,07 year 2012 value of Z = 2,44 year 2013 value of Z = 2,57 year 2014 value of Z = 2,02 year 2015 value of Z = 2,76, PT Indomobil Sukses Internasional year 2011 value of Z = 6,19 year 2012 value of Z = 3,99 year 2013 value of Z = 3,17 year 2014 value of Z = 2,59 year 2015 value of Z = 1,74. The average value 2011-2015 period showed 3 companies are in very healthy state and 1 company is in the uncertain/grey area. Keywords: Financial Ratio Analysis, Analysis of bankruptcy, Altman Z-Score Analysis, Automotive Components Company, Go Public.
PERANAN ANALISIS BREAK EVEN POINT TAHUN 2011 SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA TAHUN 2012 PADA UNIT BISNIS BUFFET DI RESTORAN MET LIEFDE BOGOR Indar Khaerunnisa; Asep Suryadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.294

Abstract

Restoran Met Liefde berdiri pada tanggal 28 Juli 2005. “Met Liefde” mempunyai arti tersendiri yaitu segala sesuatunya dikerjakan “Dengan Kasih” sehingga acara kumpul bersama seperti arisan, ulang tahun, meeting, maupun pernikahan dapat terasa nyaman. Asal mula didirikannya restoran Met Liefde adalah adanya keinginan dari para pemilik rumah untuk mempertahankan keberadaan sebuah rumah yang terletak di Jalan Pangrango No. 16 (d/h No. 12) Bogor milik keluarga Willem Alexander Mohede. Salah satu unit bisnis utama yang dikembangkan di restoran ini adalah unit bisnis buffet. Unit bisnis ini menjual produk berupa paket makanan prasmanan yang didesain dan disiapkan untuk acara-acara formal seperti meeting, ulang tahun, maupun pertemuan resmi lainnya. Break Event Point (titik impas) pada unit bisnis buffet di Restoran Met Liefde pada tahun 2011 tercapai pada saat penjualan sebesar Rp 1.146.711.539,- dengan volume penjualan sebanyak 17.035 pax untuk seluruh paket makanan. Rasio margin kontribusi yang dicapai adalah sebesar 0,577 artinya perbandingan antara nilai penjualan dengan biaya variabel adalah sebesar 0,577. Sisa dari nilai penjualan total yaitu sekitar 0,423 digunakan untuk menutupi biaya tetap dan laba yang diperoleh. Untuk setiap paket makanan dengan harga jual yang berbeda, jumlah unit yang dicapai pun berbeda. Dari total 17.035 pax paket makanan, untuk paket liefde BEP akan tercapai pada titik penjualan 898 pax, paket meneer 2.076 pax, paket toean 2.583 pax, paket mevrouw 5.499 pax, dan paket nyonya 5.978 pax. Dengan demikian paket makanan yang terbaik untuk dijual adalah paket liefde dengan BEP mix sebanyak 898 pax. Kata kunci: Break Even Point, laba, perencanaan
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, SUKU BUNGA, PROSEDUR KREDIT, DAN ASURANSI KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN PENGAMBILAN KREDIT PADA PT. BESS FINANCE BOGOR 2 TAHUN 2013-2015 Rizki Ahmad Fauzi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit terhadap keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel kualitas pelayanan dan suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit tetapi pada variabel prosedur kredit dan asuransi kredit dalam pengujian tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit. Sedangkan secara simultan atau bersama-sama variable kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2. Dengan koefisien determinasi (adjusted R square) sebesar 0,227 yang menunjukkan bahwa 22,7% keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 dapat dijelaskan oleh variable kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit, sedangkan sisanya 77,3% keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya meneliti pengaruh kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit terhadap keputusan pengambilan kredit. Sedangkan variabel lain yang mempengaruhi keputusan pengambilan kredit diharapkan dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya dimasa yang akan datang. Kata Kunci: Keputusan pengambilan Kredit, kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit, asuransi kredit.
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bidang Farmasi yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016) Kamilah Sadi&#039;ah; Mulyo Agung Sudirman
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v14i1.305

Abstract

Dividen adalah hak pemegang saham biasa (common stock) untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan dalam deviden, semua pemegang saham biasanya akan mendapatkan hak yang sama. Kebijakan dividen menyangkut keputusan dalam kaitannya untuk membagikan laba atau menahannya untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan. Apabila dividen yang dibagikan semakin meningkat, maka semakin sedikit dana yang tersedia untuk reinvestasi. Hal ini akan menyebabkan tingkat pertumbuhan masa mendatang rendah dan akan menekan harga saham. Memiliki return yang sama, para investor berusaha untuk mencari resiko terendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bidang Farmasi yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016. Populasi penelitian ini adalah diambil dari perusahaan manufaktur di bidang farmasi di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20122016 dan jumlah sampel sebanyak 8 perusahaan dengan menggunakan metode Purposive Judgment Sampling, data diperoleh dari PT Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: Dividen payout ratio,dividen yield, harga saham
PENGARUH KARAKTER INDIVIDU, USAHA DAN AGUNAN TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN KREDIT USAHA MIKRO PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. KCM PURI NIRWANA Indar Khaerunnisa; Ipuk Suryani
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 12, No 02 (2016): December 2016
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v12i02.284

Abstract

Tingginya angka kredit bermasalah merupakan salah satu indikasi kurang berhasilnya suatu unit kerja Bank Mandiri KCM Puri Nirwana. Oleh karena itu, Bank Mandiri KCM Puri Nirwana harus terus melakukan pengembangan salah satunya dengan terus mengembangkan pengelolaan risiko kredit, terutama dalam hal penyeleksian calon debitur agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pembiayaan serta menyokong pengembangan usaha mikro. Dilihat berdasarkan proses penilaian dan pemberian kredit kepada debitur. Sebelum kredit disetujui bank perlu melakukan penilaian terhadap karakter individu, usaha dan agunan. Tujuan Penelitian, dapat mengetahui karakter-karakter yang mempengaruhi kelancaran tingkat pengembalian kredit di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Variable-variabel yang mempengaruhi tingkat pengembalian Kredit Usaha Mikro terdiri dari 10 variabel, yaitu : usia, jenis kelamin, pendidikan, jumlah tanggungan, pinjaman lain, omset, lama usaha, plafond, jangka waktu dan agunan. Setelah data diolah ternyata variable yang berpengaruh nyata terhadap tingkat pengembalian Kredit Usaha Mikro pada PT. Bank Mandiri KCM Puri Nirwana adalah variable jumlah tanggungan (sig 0,006), pinjaman lain (sig 0,012), dan agunan (sig 0,013) karena nilai signifikan variable-variabel tersebut lebih kecil dari taraf nyata (α = 0.005). Semakin banyaknya jumlah tanggungan, dan pinjaman lain debitur maka tingkat pengembalian kreditnya akan semakin menurun karena nilai koefisien negatif (-3,339) dan (-4,647). Sedangkan variable agunan nilai koefisiennya sebesar (1,705) ini berarti debitur yang nilai jaminannya tinggi memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan debitur yang nilai jaminannya rendah. Kata Kunci : Karakter individu, usaha, agunan, pengembalian kredit.
PENENTUAN JUMLAH TELLER YANG MAKSIMAL BERDASARKAN METODE ANTRIAN PADA PT BNI (PERSERO) TBK. KCU BOGOR Wina Endra Nitha; Eva Apriani
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.300

Abstract

Antrian merupakan kegiatan menunggu giliran untuk dilayani. Kegiatan antri timbul karena jumlah fasilitas pelayanan jasa lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah orang yang memerlukan pelayanan yang bersangkutan. Dalam suatu antrian, fenomena menunggu merupakan akibat dari kedatangan konsumen dan waktu pelayanan yang tidak seimbang. Penggunaan model antrian dapat membantu pihak manajemen dalam menentukan jumlah kasir yang maksimal pada sistem pembayaran di PT BNI (Persero) Tbk. KCU Bogor.Dalam penelitian ini digunakan analisis sistem jalur berganda (M/M/S/I/I). Dimana M (antrian) kedatangan mengikuti suatu distribusi probabilitas Poisson. M kedua menunjukan bahwa tingkat pelayanan mengikuti suatu probabilitas Poisson. S (fasilitas pelayanan) menunjukan jumlah pelayanan (channel) dalam sistem tidak terbatas. I pertama berarti sumber populasinya tidak terbatas dan I kedua berarti kepanjangan antrian tidak terbatas.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kinerja teller dalam melayani nasabah sudah cukup maksimal dimana teller sudah melakukan pelayanan sesuai dengan standar perusahaa dan jumlah teller yang beroperasi sudah maksimal pada setiap jamnya sehingga tidak perlu dilakukan penambahan teller. Kata kunci : Antrian dan Pelayanan
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ UNTUK MENGOPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU GULA PASIR PADA PT SMART TBK DI BOGOR Asna Manullang; Muhammad Kamal Alif
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 13, No 2 (2017): December 2017
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v13i2.295

Abstract

Biaya bahan baku adalah salah satu biaya yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Tidak hanya menimbulkan biaya saat pembeliannya, bahan baku juga menimbulkan biaya saat masuk ke gudang perusahaan dan menjadi persediaan. Biaya tersebut adalah biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Maka dari itu pengendalian persediaan bahan baku diperlukan agar menjadi optimal, yaitu jumlahnya yang mencukupi, namun biayanya minimum. Penelitian ini menganalisis pengendalian bahan baku gula pasir di PT SMART Tbk tahun 2015 menggunakan metode EOQ. Jumlah kebutuhan gula pasir perusahaan di tahun 2015 adalah sebanyak 14.400 kg. Perusahaan membeli gula pasir setiap bulannya dengan jumlah 1.200 kg. Dengan jumlah tersebut, jumlah biaya persediaan bahan baku gula pasir PT SMART Tbk tahun 2015 adalah sebesar Rp 7.994.400. Hasil penelitian menyarankan perusahaan menggunakan metode EOQ dimana didapatkan hasil kuantitas pesanan yang ekonomis yaitu sebesar 2.740 kg setiap pembelian. Jumlah biaya persediaan menurut EOQ adalah sebesar Rp 5.875.090, artinya perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp 2.119.310.
PENGARUH LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG JAKARTA GAJAH MADA Muhammad Nur Rizqi; Budi Karyanto
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.290

Abstract

Dunia perbankan Indonesia saat ini diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat. Persamaan produk, fitur, atau kemudahan pelayanan menjadikan perbankan menjadi industri yang homogen. Untuk memenangkan persaingan dalam industri yang homogen, salah satu cara adalah menyediakan pelayanan yang berkualitas dan produk yang variatif yang bisa membedakan suatu bank dengan bank yang lain. Bisnis perbankan merupakan bisnis jasa yang berdasar pada azas kepercayaan sehingga masalah kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh lima dimensi kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan nasabah pada Bank Mandiri Cabang Jakarta Gajah Mada, (2) Mengetahui variabel kualitas pelayanan yang dominan mempengaruhi tingkat kepuasan nasabah pada Bank Mandiri Cabang Jakarta Gajah Mada. Hasil pengolahan data menggunakan SPSS dapat disimpulkan : (1) Berdasarkan Analisis Regresi Secara Simultan (Uji F), nilai sig = 0.002 < 0.05 yang berarti Tangible, Reability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan nasabah pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (2) Berdasarkan Analisis Regresi Linier Berganda Y = 19,813 + 0,071X1 + 0,009X2 + 0,194X3 + 0,153X4+ 0,005X5 Nilai 19,813 merupakan konstanta untuk nilai a yang berarti nilai Y apabila X = 0. Tanda positif pada variabel kualitas pelayanan (tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty) menunjukkan arah searah artinya jika tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty meningkat maka kepuasan nasabah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (3) Berdasarkan Analisis Korelasi Sederhana nilai Sig.(2-tailed) = 0,000 < 0,05 maka didapatkan hasil bahwa variabel tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty berpengaruh terhadap variabel kepuasan nasabah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (4) Berdasarkan Koefisien Determinasi dapat diketahui bahwa (R Square) yang diperoleh sebesar 0,610. Hal ini berarti 61,0% kepuasan nasabah dapat dijelaskan oleh variabel kualitas pelayanan, sedangkan sisanya yaitu 39% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Key Word : tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty, kepuasan nasabah.
PENGARUH PERPUTARAN KAS, PERPUTARAN PIUTANG, DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2016) Ridla Tsamrotul Fuady; Isma Rahmawati
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 14, No 1 (2018): June 2018
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v14i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas baik secara parsial maupun simultan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling atau judgement sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 16. Hasil analisis dari penelitian ini adalah perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran persediaan berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas. Analisis secara parsial menunjukkan hanya perputaran persediaan yang berpengaruh terhadap profitabilitas. Sedangkan perputaran kas dan perputaran piutang tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Kata Kunci: profitabilitas, perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan.

Page 8 of 13 | Total Record : 125