cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024" : 16 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN TEKNIK MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PMB MIFTAHUL JANNAH TAHUN 2023 Selvi, Selvi; Ningsih, Nisa Kartika; Rahmah, Rahmah; Sulastri, Sulastri
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.578

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2020 pencapaian ASI ekslusif di Puskesmas Paal X belum mencapai target yang ditetapkan nasional sebanyak 40%. Rendahya pemberian ASI ekslusif oleh ibu menyusui di indonesia disebabkan oleh faktor internal meliputi pengetahuan dan sikap ibu, dan faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan keluarga, gencarnya promosi susu formula dan lain sebagainya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan teknik menyusui terhadap pemberian ASI Ekslusif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftip analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memberikan ASI Ekslusif di praktik mandiri bidan sebanyak 37 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan uji statistic menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil analisis data menggunakan uji statistik uji Chi-Square menunjukan pengetahuan ibu dengan nilai p-value 0,004<0,05 dan teknik menyusui ibu pvalue 0,017<0,05.Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dan teknik menyusui terhadap pemberian ASI Ekslusif di praktik mandiri bidan miftahul Jannah kota jambi tahun 2023. Kata Kunci :Pengetahuan Ibu, Teknik Menyusui, Pemberian ASI Ekslusif
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPONEN “KESEHATAN KERJA, KESEHATAN MENTAL, DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL” TERHADAP KESIAPAN RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI BENCANA Suwoyo, Suwoyo; Jenrivo, Fresvian; Arganata, Fariz Zuvil
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.673

Abstract

Kesiapan Rumah Sakit dalam menghadapi lonjakan kasus selama pandemi COVID-19 dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penentu berdasarkan aspek staff adalah kesediaan, kriteria, dan kompetensi SDM, perlindungan terhadap staf, skrining dan isolasi bagi staf yang terpapar COVID-19, dan upaya memotivasi staf untuk pelayanan COVID. Faktor-faktor penentu berdasarkan aspek supplies adalah upaya mencukupkan APD yang sesuai standar dan level, sinkronisasi kebutuhan dan ketersediaan logistik, upaya mencukupkan logistik, peran jejaring dalam mencukupi kebutuhan seperti ventilator dan donasi. Faktor-faktor penentu berdasarkan aspek sistem adalah upaya meminimalkan risiko penularan, pemisahan area, skrining, komunikasi eksternal dan internal, sistem informasi, tren selama pandemi, dan inovasi pelayanan sebagai strategi rumah sakit untuk bertahan. Tujuan penelitan ini adalah Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Komponen “Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental, dan Dukungan Psikososial” Terhadap Kesiapan Dalam Menghadapi Bencana. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial terhadap kesiapan dalam menghadapi bencana. Objek penelitian ini adalah Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Informan dalam penelitian ini adalah seseorang yang berwenang dalam pengambilan kebijakan di setiap unit yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial dalam kesiapan menghadapi bencana. Analisis factor yang memepengaruhi keshatan kerja, keshatan mental dan dukungan psikososial dilakukan melalui uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan lisrel 8.0. Hasil perhitungan dikatakan valid jika nilai T statistic >1,96 dengan taraf signifikansi α = 0.05. Berdasarkan hasil analisis indikator yang mempengaruhi kesiapan rumah sakit dapat diurutkan mulai dari yang memiliki nilai estimasi terbesar sampai terkecil sebagai berikut: mobilisasi sumber dengan T-statistik = 6,5, peringatan bencana dengan T-statistik = 5,98, sikap tentang kesehatan kerja, kesehatan mental dan dukungan psikososial dengan T-statistk = 5,71, rencana untuk keadaan darurat dengan T statistk 4,71, kebijakan dan panduan dengan T-statistik = 4,11. Sedangkan indikator pengetahun tidak signifikan karena nilai T-statistik <1,96 sehingga bukan menjadi indikator kesiapan. Rumah Sakit Gambiran Kediri perlu menyusun Hospital Disaster Plan secara cermat dengan mengalokasikan sumber dana yang cukup, sumber daya manusia yang berkualitas dan sarana prasarana yang mendukung, terutama yang berkaitan dengan kesehatan kerja, kesehatan mental dan dukungan psikososial, karena mobilisasi sumber daya merupakan faktor yang krusial bagi kesiapan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana. Kata Kunci : Kesiapan menghadapi bencana, Kesehatan kerja, Kesehatan mental, Dukungan psikososial.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI YOGYAKARTA Priliana, Wiwi Kustio; Sumardino, Sumardino; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.679

Abstract

Pendahuluan: Masa balita merupakan masa yang mengalami kehidupan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Masa ini pun anak akan mengalami masa kritis dimana akan mengalami perkembangan bahasa,sosial,emosional dan kecerdasan yang dalam perkembanganya sangat cepat dan hal ini merupakan pondasi dari perkembangan balita selanjutnya. Selama masa perkembangan dan pertumbuhan balita memerlukan nutrisi yang baik, pola asuh yang baik, kasih sayang yang besar dan suatu tindakan stimulasi yang cukup adekuat dari orang tua atau orang dewasa yang mengasuhnya. Nutrisi yang baik pada anak usia 0 sampai 6 bulan yaitu dengan ASI Eksklusif karena memiliki kandungan gizi yang adekuat untuk pertumbuhan bayi. Anak yang nutrisinya tercukupi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sehingga mampu untuk melaksakana beberapa tugas perkembangan selanjutnya. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. responden yang di gunakan adalah balita usia 3-5 tahun sebanyak 66 anak di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ASI ekslusif dengan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun di Yogyakarta. Hasil: Ada hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-5 tahun yang di buktikan dengan hasil p value sebesar 0.0142 (95 % CI 1.125606 - 11.6129 ). Anak balita yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif mempunyai resiko keterlambatan dalam perkembangan motorik kasarnya sebesar 6.02 kali lebih besar daripada anak balita yang di berikan ASI Eksklusif. Diskusi : Berdasarkan besarnya resiko keterlambatan perkembangan motorik kasar pada anak balita yang tidak di beri ASI Eksklusif yaitu sebesar 6.02 kali maka di harapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan edukasi tentang manfaat ASI Eksklusif di masyarakat Kata Kunci: ASI Eksklusif,Balita ,Motorik Kasar
PENGGUNAAN ALOE BERBADENIS MILLEER (ALOE VERA) DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU POSTPARTUM Miraturrofi'ah, Mira; Darwati, Rita; Irawan, Hengky
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.570

Abstract

Pendahuluan Luka perineum dialami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Prevalensi wanita yang mengalami robekan perineum pada usia 25-30 tahun (24%) dan wanita usia 32-39 tahun (62%). 26% ibu dengan robekan perineum mengalami penyembuhan luka lambat lebih dari 7 hari. Sejak dahulu aloe vera teridentifikasi sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat. Aloe vera memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, steroid dan saponin yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas aloe vera dalam penyembuhan luka perineum. Metodologi: Merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan desain post test only design with control group, jumlah sampel sebanyak 40 kelompok intervensi aloe vera dan 40 kelompok kontrol perawatan perineum bersih kering. Hasil : Dari penelitian didapatkan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas kelompok aloe vera sebagian besar cepat (75%) sedangkan ibu nifas dengan perawatan bersih kering memiliki penyembuhan luka cepat (55%). Dari hasil uji mann whitney rata-rata penyembuhan luka pada kelompok aloe vera adalah 4 hari sedangkan pada kelompok bersih kering 6 hari. Secara statistic nilai ρ-value 0,028 < 0,05 berarti ada pengaruh pemberian gel aloe vera terhadap lama kesembuhan luka perineum pada ibu nifas. Diskusi: Penggunaan aloe berbadenis milleer (aloe vera) lebih efektif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mempertimbangkan sifat aloe vera dan senyawanya, dapat digunakan untuk mempertahankan kelembaban dan regenerasi kulit. Penerapan Aloe Vera sebagai salah satu tata laksana dapat mempercepat penyembuhan luka sehingga meminimalisir ketidaknyamanan ibu postpartum akibat luka perineum. Kata Kunci: Luka Perineum, Aloe Berbadenis Milleer, Post Partum
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TERJADINYA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) Asri, Yuni; Patria, Dion Kunto Adi; Priasmoro, Dian Pitaloka; Zakaria, Amin
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.677

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah kondisi umum yang mengakibatkan infeksi pada bagian atas sistem pernapasan. Penyebabnya dapat berupa virus atau bakteri. ISPA sering terjadi di seluruh dunia dan dapat mempengaruhi individu dari segala usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik dengan ISPA. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional, teknik pengambilan sample menggunakan proportional sampling dan didapatkan sejumlah 1364 responden. Instrumen pengukuran ini menggunakan kuesioner, dan hasil analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, umur, status pernikahan, agama, penghasilan, aktivitas fisik (olah raga), perilaku merokok dengan terjadinya ISPA dengan nilai p-value < 0,05. Pentingnya dalam melakukan kampanye edukasi pada masyarakat dan diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih baik dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan ISPA untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Kata Kunci: Perilaku merokok, aktivitas fisik, olah raga, status ekonomi, ISPA.
PENGARUH CHRONIC CARE MANAGEMENT SUPPORT TERHADAP SELF EFFICACY PENDERITA PENYAKIT KRONIS DIKELOMPOK PROLANIS Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahayu, Dwi; Quyumi, Elfi; Rinawati, Fajar
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.690

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kronis telah menjadi salah satu tantangan kesehatan yang paling signifikan di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa chronic care management support dan self efficacy memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis. Chronic care management support dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang membantu pasien untuk mengatur dan mengelola penyakit kronisnya secara efektif. Sementara itu, self efficacy dapat didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, seperti manajemen penyakit kronis.Metodologi: Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 50 penderita penyakit kronis yang aktif dalam kegiatan Prolanis di klinik dr chreslina. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama: pengukuran dukungan manajemen perawatan kronis dan pengukuran tingkat self-efficacy. Hasil: Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara manajemen perawatan kronis dengan tingkat self-efficacy penderita penyakit kronis. Dukungan yang meliputi edukasi kesehatan, pengawasan medis, dan motivasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan keyakinan diri pasien dalam mengelola penyakitnya. Responden yang menerima dukungan manajemen perawatan kronis yang tinggi melaporkan self-efficacy yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menerima dukungan rendah atau sedang.Diskusi: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan manajemen perawatan kronis berpengaruh positif terhadap self-efficacy penderita penyakit kronis. Implikasi praktis dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penguatan program manajemen perawatan kronis di kelompok Prolanis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan dan keyakinan diri pasien dalam mengelola kondisi kronis mereka. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas dukungan manajemen perawatan kronis yang disediakan oleh fasilitas kesehatan Kata Kunci: Chronic Care Management Support, Self-Efficacy, Penyakit Kronis, Prolanis

Page 2 of 2 | Total Record : 16